Selembar Motivation Letter : Tiketku untuk Terbang ke Thailand

Hai sobat Berkuliah, nama saya Danang Waskito biasa dipanggil Danang. Saya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Yogyakarta. Mahasiswa tingkat seakhir-akhirnya hehe so secara langsung saya disini meminta doa untuk di permudah dalam menyusun skripsi saya. Hehehe, Saya berasal dari Purworejo anak pertama dari dua bersaudara.

Selama kuliah saya menjadi mahasiswa yang sangat sangat beruntung ! karena saya mengalami transformasi dari tadinya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) menjadi sosok mahasiswa yang aktif dan agresif. Pada awal semester satu dan dua kegiatan saya benar-benar stuck di kuliah, belajar muluk tiap hari, nonton film di kos, nge game, internetan, ya flat bangetlah. Namun, pada ujung semester tepatnya setelah UAS selesai saya kaget IPK saya ternyata Cuma 3,2 dan itu saya hanya belajar terus menerus. Saya tengok teman saya yang yang aktif di organisasi dan unit kegiatan mahasiswa rata-rata mereka justru mempunyai IPK 3,4 sekian. Lebih tinggi dari seorang Danang, mahasiswa kupu-kupu yang kerjaanya gak pernah gaul sama teman-temannya dan selalu sehabis kuliah langsung pulang ke kos. WTH menn !!



Lalu, akhirnya pada awal semester 3 saya mulai membuka diri untuk berbaur dengan mahasiswa lain, ikut organisasi seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan ikut komunitas-komunitas di Yogyakrata seperti Tangan di Atas, Jazz Mben Senen, Inspira, dan juga ASEC (Actual Smile English Club). Nah, disini saya menemukan diri saya yang lain ternyata berkumpul dan betrdiskusi dengan banyak orang mempengaruhi cara pandang saya mengenai kuliah. Jadi benar sekali kalau ada pepatah yang bilang bahwa “Lingkungan Positif Membentuk Pribadi yang Positif”.

Banyaaaak sekali pengalaman yang sudah saya dapatkan karena membuka diri dengan bergaul dengan orang-orang positif seperti pada tahun 2012 saya dikenalkan dengan dunia penelitian oleh dosen saya dan dipercaya untuk menjadi partner dalamsatu research pada waktu itu mengenai pengaruh pemberian beasiswa, kemudia saya mulai juga mendapatkan beberapa penghargaan atas ajang-ajang kompetisi yang saya ikuti seperti lomba karya tulis ilmiah, business plan, essay, dan juga lomba akustik karena kebetulan saya hobi sekali bermusik. Bisa lhoh subscribe youtube chanel saya di waskito2192@gmail.com di Youtube...

Pengelaman-pengalaman itulah yang akhirnya membuka banyak peluang saya untuk keluar negeri.Salah satunya pada tahun 2014 pada waktu itu ada program youth camp semacam pertuikararan pelajar ke Thailand. Salah satu syarat atau dokumen yang diperlukan pada waktu itu untuk seleksi adalah menulis motivation letter. Saya masih ingat betul waktu itu judul saya adalah “From Kupu-Kupu Became A Profesor” dimana essay saya itu mengenai kisah perjalanan saya sendiri yang dulunya menjadi mahasiswa kupu-kupu menjadi mahasiswa yang sangat beruntung dan berkeinginan menjadi profesor ! Alhamdulillah saya lolos menjadi salah satu perwakilan Indonesia di Thailand tepatnya di Surenaree University of Technology.



Nah, mumpung  masih inget kira-kira apa aja sih yang bisa membuat kamu lolos di seleksi pertukaran pelajaran seperti saya...

1. CV 
CV atau Curuculum Vitae adalah rangkuman tentang siapa diri kamu didalamnya menggambarkan siapa kamu, seperti prestasi apa aja yang sudah kamu dapet sewaktu kuliah, hobi kamu, keahlian kamu. Nah, bagaimana bikn brightest CV? Kalau menurut saya pribadi adalah perbanyak bergaul dan gali terus potensi yang ada di diri kamu dengan mengikuti ajang lomba, organisasi, komunitas, berdiskusi. Nanti kesuksesan itu akan mengikuti sendiri InsyaAllah seperti menang di ajang perlombaan, medapat penghargaan dimana, yang akhirnya akan mempercantik CV kamu itu.

2. Motivation Letter 
Nah, apa sih urgensinya kamu mengikuti program pertukaran pelajar itu? Kemukakan alasan-alasannya sesuai latar belakang kamu. Lalu padukan dengan melihat si panitia ini inginnya apa? Pikirkan dengan betul apa yang membuat mereka akhirnya mau memilih kamu. Itu aja sih, good collaboration kuncinya.

3. Wawancara 
Biasanya mati nya pas waktu wawancara ya, semua berakhir disini. Kamu bagus dan sesuai kriteria pewawancara maka kamu lolos dan sebaliknya. Oleh kaena itu, biatlah pewawancara mengikuti alur yang sudah kamu buat. Buat dia mengerti semengeti-menengertinya siapa dirimu. Urgensi kamu mengikuti program. Buat mereka yakin dan impresif sama kamu.

4. X Factor 
X factor yah, kadang panitia tidak hanya melihat pada kemampuan akademik saja. Contohnya dalam suatu tim yang dikirim kesana mereka akan cari yang memiliki kemampuan khusus seperti bisa menari, bisa menyanyi, fotografi, movie maker. Jadi buat kamu yang ngerasa kurang percaya diri dengan kemampuan akademik (IPK, good resume, karya ilmiah) kamu bisa tonjolkan X Factor kamu.

Alhamdulillah setelah menjalani proses seleksi saya merupakan salah satu peserta yang lolos menjadi perwakilan ke Youth Camp tersebut.


Ngapain aja sih disana kak? 
Disana kami belajar mengenai budaya Thailand itu sendiri seperti diajarkan mengenai seni beladiri thailand (Muaythai) dan serangkaian kegiatan yang membuat diri saya takjub sekali karena Thaialnd itu keren banget, banyak fasilitas publik yang sudah bagus, sarana pendidikan juga keren, dan sebenarnya Indonesia bisa seperti ini.


Culture Shock? 
Selama satu minggu disana, saya jarang ketemu masjid hampir tidak ada malah. Itu yang membuat saya sedikit shock ! Kalau di Indonesia kan mungkin jarak 100 meter saja pasti ada masjid ya, kalau disini udah kaya mau nangis aja. Gak ada, Hehe, alhamdulillah sih untuk ibadah dari panitia menyediakan tempat khusus untuk Muslim.

Kemudia pada waktu itu kesana pas banget moment bulan Ramadhan, puasa di Thailand dengan serenteng kegiatan yang mengeluarkan banyak tenaga. Asiik sih, panitianya pengertian sekali teruma masalah sahur ya. Jam 2 pagi mereka sudah antar untuk peserta dari Indonesia.

Culture shock lainnya itu, makanan ya... Makanan mereka agak asam-asam gimana gitu, nah kalau sambalya di Indonesia itu kan pedas manis asik asoyy gimana gitu ya, kalau di Thailand itu sepertinya mereka menambahkan cuka sehingga rasanya asaam benget.

Dan yang bikin shock lagi adalah pada waktu itu saya menginap di Dorm khusus peserta laki-laki. Pada suatu malam saya kaget lhoh kok ada wanita cantik disini dan saya sapa ternyata mereka adalah laki-laki. Jadi kalau di Thaialnd even mereka yang laki-laki sudah ganti kelamin (trnasgender) di data oleh pemerintah tetaplah laki-laki dan wajib masuk di dormintory/asrama khusus laki-laki. Jadi hati-hati aja, jangan sampai tertipu hehehehe...


Pengalaman Tak Terlupakan 
Setiap detik di Thailand waktu itu adalah momen yang romatis ya menurut saya karena orang-orangnya baik banget, Panitianya uga sangat pengertian sama peserta, bahkan sempat waktu itu ketika perpisahan peserta Indonesia itu paling banyak lhoh ditangisi karna mungkin kami sendiri sangat welcome , rasa sotoy nya itu tinggi, jadi mudah sekali untuk anak-anak dari Indosia bergaul denga perwakilan dari negara lain seperti Jepang, Vitenam, China, India, dan banyak lagi.


Kemudian pas farewell party malam perpisahan itu kebanggan sendiri buat saya kaena bisa menampilkan kesenian musik pada waktu itu saya menyanyi dan itu rasanya WOW banget panggungnya, atmospherenya, audiens nya. Internasional banget, dan untuk urusan kesenian pada waktu Indonesia memimpin yesss !!! Kami menampilkan seni beladiri yaitu tapak suci dan silat dan ditutup oleh seni vokal menyanyi oleh saya dan rekan saya pada waktu itu. It was amazing !!!


Kegiatan sekarang apa kak? 
Alhamdulillah saya masih menyelesaikan skripsi saya, Tapi tahun ini puji syukur tahun 2015 dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogykarta. InsyaAllah saya yang sekarang adalah saya yang berproses. Dulu yang dipikiran saya Cuma IPK IPK dan IPK maklum masih cupu, sekarang menjadi individu yang selalu bersyukur dan ingin selalu menjadi lebih baik lagi lebih baik lagi  Semoga bermanfaat yah

========================================================================

Berminat mengetahui lebih dalam tentang tips-tips membuat motivation letter yang bisa membawamu kuliah ke luar negeri? Atau tips menulis CV yang membuatmu langsung menarik hati pemberi beasiswa? Tips-tips tersebut ditulis secara lebih mendetail oleh Danang dalam buku "Jurus Kuliah ke Luar Negeri".



Buku ini adalah produk "masterpiece" yang telah banyak membantu mahasiswa Indonesia kuliah ke luar negeri. Mendapat testimoni langsung dari Merry Riana, Habiburrahman El-Shirazy, Anies Baswedan, dan masih banyak tokoh nasional lainnya. Total terdiri dari 300 halaman buku, 4.367 halaman file PDF, dan 219 video wawancara mahasiswa Indonesia di luar negeri. Baca JKLN, kamu PASTI kuliah ke luar negeri!

Khusus untuk mahasiswa UNY, kamu bisa mendapatkan buku ini langsung dari Danang Waskito. Hubungi nomor HP 08567292540 atau Pin BB 5446B703 untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Festival Budaya Indonesia di Ankara



Ruang pertunjukan Kocattepe Kültür Merkezi Ankara hari Minggu, 29 Maret 2015 ramai dipenuhi pengunjung Festival Budaya Indonesia ( Endonezya Kültür Senliği)  yang diselenggarakan oleh PPI Ankara (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Ruang berkapasitas sekitar 450 orang tersebut ramai oleh tepuk tangan penonton setelah melihat persembahan-persembahan kebudayaan berupa tarian, lagu, kesenian dan peragaan budaya daerah Indonesia. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PPI Ankara Muhammad Ramadhoni dan duta besar Indonesia untuk Turki Wardhana dilanjut peragaan busana beberapa pakaian adat dari Alor, Minang, Palembang dan beberapa pakaian adat lainnya. 
Pagelaran yang dipentaskan oleh pelajar-pelajar Indonesia di Ankara tersebut bercerita tentang seorang pria Turki yg menikah dengan wanita Indonesia dan memiliki satu anak. Saat si anak diperlihatkan tarian Karadeniz (Turki) dia juga penasaran tentang budaya Indonesia  dan si ayah pun menjelaskannya. Dalam dialog bapak dan anak tersebut diselingi penampilan-penampilan kebudayaan seperti tari perang, saman, merak, kuda lumping, rantak, lagu-lagu daerah kemudian ditutup oleh penampilan angklung. 


Menurut ketua PPI Ankara Muhammad Ramadhoni, “Diadakannya acara ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya - budaya Indonesia yang beraneka ragam jenisnya, dari Sabang sampe Merauke. Tidak hanya budaya yang diperkenalkan, tetapi juga geografis Indonesia yang sangat kaya, terdiri dari beribu - ribu pulau. Harapan yang ingin dicapai dari acara inipun, semoga ke depannya nanti akan ada festival Indonesia yang besar seperti ini lagi pada tahun depannya." ujar mahasiswa semester 6 Turk Hava University Ankara tersebut.


Pagelaran diatas merupakan rankaian acara dari Festival Budaya Indonesia  ( Endonezya Kültür Senliği)  dimana sekitar 2 jam sebelum pagelaran dimulai, panitia membuka stand photobooth yang mana pengunjung bisa mencoba mengenakan pakaian-pakaian adat Indonesia dan berfoto ria disana. Para pengunjung juga bisa  mencicipi cita rasa makanan Indonesia di stand dapur Indonesia. Di stand ini pun panitia menyediakan tumpeng yang dipotong secara simbolis oleh duta besar sebelum dibagikan pada para pengunjung. Tak kalah seru juga stand sainstech yang memajang kerajinan daerah dari Indonesia dan tentunya hasil karya anak bangsa dibidang sains dan teknologi serta mading tokoh Indonesia: BJ Habibie. Acara ini dapat terselenggara atas kerjasama Antara PPI Ankara dengan organisasi Karvak dan tentunya didukung oleh pihak KBRI Ankara.

Seorang pengunjung berkata “Jujur saya sangat menyukai acaranya, kalian sangat bagus dalam mempersiapkan acara ini, saya ucapkan selamat. Terlebih lagi pada penampilan tari saman dan penampilan instruman musik di akhir pagelaran (angklung) saya sangat terkesima. Kalian pun sangat ramah pada kami." tutur Kübra Nisa Çevik mahasiswi Ekonomi  semester 2 Hacetepe University berkomentar.


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Cerita Naning Pratiwi "Think Out of The Box, Then Fly to Japan"

Hallo sahabat, saya Naning Pratiwi, Mahasiswa Univeritas Negeri Yogyakarta yang berkesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Aichi University of Education, Jepang. Banyak pengalaman yang ingin  saya bagikan, salah satunya pengalaman berharga satu ini. Check this out!!


Keputusan untuk memilih jurusan pendidikan sekolah dasar tidak menghentikan mimpi saya untuk menuntut ilmu diluar negeri. Perspektif masyarakat yang menganggap mahasiswa jurusan PGSD hanya ditakdirkan untuk mengabdi disekolah dasar seolah menjadi tantangan sendiri bagi saya untuk membuktikan mahasiswa pendidikan juga dapat berprestasi dikancah internasianal. Tantangan ini pula yang menumbuhkan keberanian dalam diri saya untuk berfikir “out of the box”.

Tatkala di universitas, Saya memutuskan untuk bergabung dalam komunitas debate bahasa inggris di kampus meskipun jurusan saya bukan bahasa inggris. berbagai perlombaan debate saya ikuti dengan modal kemampuan debate yang pas-pas an, tetapi tujuan saya tidak hanya berkompetitsi untuk menang. Saya menganggap dunia debate bahasa inggris lebih dari sekedar perlombaan. saya belajar banyak tentang bagaimana berfikir kritis namun tetap dinamis, belajar untuk percaya diri tanpa lupa diri, belajar hidup dengan semangat kompetisi yang positif, dan tentunya mengasah kemampuan bahasa inggris saya. Dalam dunia perdebatan ini pula saya temukan sosok-sosok inspiratif yang sangat berprestasi, dimana bersama mereka saya belajar tumbuh dengan semangat berprestasi yang tinggi pula.

Saya mungkin tidak memenangkan piala debate bahasa inggris, tapi di tahun 2014 saya memenangkan piala lain yang tidak kalah prestisius. Saya berkesemapatan untuk mengikuti program student exchange di Jepang dengan beasiswa penuh dari Japan Student Service Organization (JASSO). Perjuangan saya untuk mendapatkan kesempatan ini tentu tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, salah satunya dunia debat bahasa inggris yang selama ini saya ikuti. saya masih ingat saat proses seleksi, saya harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik, bahkan salah seorang dari mereka adalah mahasiswa berprestasi tahun 2014. Mereka sangat hebat dan berprestasi, jauh dari saya yang masih semester 4 tanpa deretan prestasi yang mebanggakan. Modal saya hanya berani, percaya diri, dan kritis, beberapa resep ilmu yang saya dapat dari dunia perdebatan.  Hasilnya, saya berhasil terpilih mewakili kampus saya untuk  terbang ke Jepang untuk belajar di Aichi University of Education.

Saya sangat beruntung berkesempatan belajar di Aichi University of Education. Kampus ini merupakan satu-satunya kampus pendidikan di prefecture Aichi yang memiliki pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan pendidikan di Jepang dan terkenal menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam dunia pendidikan. Tidak heran siswa dari berbagai daerah di Aichi berlomba-lomba mendaftar di universitas ini dan tentunya mereka bangga menyadang status mahasiswa Aichikyoikudaigaku (read: Aichi University of Education).

Kesempatan ini tentu tidak ingin saya sia-siakan begitu saja, meskipun Aichi Univeristy of Education tidak memiliki program international (sehingga semua perkulaiah disampaikan dalam bahasa Jepang, kecuali kuliah mata pelajaran bahasa inggris) saya tetap semangat mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa regular lainya, saya juga tidak malu bergaul dengan mahasiswa lain dengan kemapuan bahasa Jepang yang minim, dan tetap aktif menjadi volunteer mengajar bahasa inggris.

Dengan kegigihan saya, saya mendapat kepercayaan dari professor untuk mengikuti open class di beberapa sekolah dasar di Jepang. Selain itu, saya juga berkesempatan untuk mengenalkan budaya dan sistem pendidikan Indonesia di beberapa sekolah Jepang, serta berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan budaya Jepang. Dengan hal ini saya bisa belajar banyak tentang system pendidikan Jepang. Bonusnya kemampuan bahasa Jepang saya meningkat, saya mendapat banyak teman internasional, dan kesempatan traveling ke berbagai objek wisata terkenal Jepang.


Semua hal di atas tidak terlepas dari prinsip  “out of the box”. Saya ingin membuktikan mahasiswa Indonesia dengan kempuan bahasa Jepang yang minim seperti saya, dapat bersaing dan hidup dengan baik dalam lingkungan Jepang. Saya percaya bahwa hidup diluar negeri bukan hanya membutuhkan kemampuaan bahasa dengan TOEFL diatas 550 atau sertifikat JLPT N1. Lebih dari itu dibutuhkan kemamapuan untuk survive dengan modal keberanian, tanggung jawab, open-minded, kritis, dan percaya diri. dan satu hal lagi,  kita belajar bukan hanya membawa nama pribadi, namun juga membawa nama bangsa. Success is a Journey, not a destination.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



6 Hal yang Harus Kamu Pahami Saat Studi di Luar Negeri

Memilih untuk study di  luar negeri merupakan pilihan tepat yang akan berguna untuk masa depan kamu.  Pengalaman yang sangat berharga akan kamu temui disini. Pola pikir secara mengglobal akan membuatmu siap untk belajar di luar negeri. Study di luar Negeri bukan hanya sekedar bahagia atau tidak menempuh pendidikan di berbagai belahan negara. Namun juga menyangkut apa saja yang harus kamu pahami ketika kamu berada di negara yang budayanya samasekali bertolak belakang dengan budaya di Indonesia. Inilah 6 hal yang harus kamu pahami ketika memutuskan belajar di luar negeri !

1.    Homesick



Belajar di luar negeri bukan perkara singkat. Pastikan kamu sudah memiliki mental yang siap di dalamnya. Jika kamu belum siap, mulai sekarang siapkanlah. Buat tekad yang kuat dan buatlah rencana yang untuk bisa berhubungan dengan sanak keluarga maupun teman yang berada di Indonesia. Semakin canggihnya teknologi membuat kamu  bisa berhubungan dengan siapapun. Skype video chat, BBM, dan alat telekomunikasi sudah demikian canggih.  Hal utama yang akan kamu alami adalah kesepian dan homesick. Berada di negeri asing tanpa ada siapapun serta bahasa yang asing akan membuat kamu otomatis akan rindu akan rumah. Namun, jangan kamu terlalu pesisis oleh berbagai prasangka tersebut. Memang hal itu akan terasa berat. Namun dengan begitu kamu akan mengalami pengalaman baru yang lebih menarik dan menantang. Enjoy guys !

2. Persiapan yang Matang dan Rasional

Lakukan banyak research mengenai bidang studi yang akan kamu tuju, tentu setelah kamu melakukan banyak informasi di berbagai sumber referensi. Apalagi jika kamu belum terbiasa berpisah jauh. Jauh dari orang tua dan sanak saudara akan membuat kamu belajar lebih luas. Hal itu juga akan membuatmu belajar bahawa banyak orang di luar sana yang harus kamu kenal untuk  menjadi sarana belajar kamu di dalamnya. Jangan kuliah keluar negeri hanya karena ikut-ikutan teman. Kamuhanya akan terperangkap terhadap pilihan kamu sendiri. Ketika kamu sudah terperangkat di dalamnya, maka kamu akan mengalami penyesalan. Oleh karena itu, pertimbangkanlah baik-baik sebelum memutuskan untuk menenpuh pendidikan di suatu negera.

3. Bukan Sekedar ‘Study ‘

Setiba di negara tujuan, kamu harus pinta-pintar untuk bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Belajar di luar negeri bukan hanya perkara study kamu. Mulailah berbuat lebih agar kehadiranmu di luar negeri memberikan banyak manfaat bagi lingkungan sekitar. Misalnya seperti bergabung di dalam suatu komunitas yang bergerak di bidang sosial, melakukan travelling bersama teman-teman yang berbeda negara akan memaksimalkan pengalaman kamu di luar negeri. Banyak orang yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri, saat ini kamulah yang harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar banyak hal di luar study kamu.


4. Sikap ‘ Mawas Diri’ yang Sekedarnya
Sikap berhati-hati di negara lain memang penting. Berhati-hati tapi tidak anti-sosial. Berhati-hati di negara lain memang perlu, namun bukan berarti kamu harus anti sosial dengan siapapun. Cara untuk berbaur dengan masyarakat yang baik adalah kenalilah mereka melalui berbagai kegiatan, seperti organisai, serta komunitas sosial. Kamu akan merasakan betapa mereka sangat penting untuk membantumu di berbagai hal.  Bersikap ramah tamah akan membuat kamu mendapatkankan teman yang akrab. Percayalah !

5. Akrab dengan Berbagai Budaya

Tak dapat dipungkiri kamu pasti akan mengalami culture shock setiba di negara tujuan. Budaya yang berbeda antara negara tersebut dengan Indonesia tentu akan membuat kamu sedikit shock dengan segala peraturan yang ada. Mempelajari bahasa yang ada di negara tersebut, berusaha berbaur dengan masyarakatnya, tentu akan membuat kamu lebih baik tentunya. Tidak lama kamu akan terbiasa dengan lingkungan yang baru. Secara perlahan kamu akan merasa bahwa culture shock mu telah menghilang

6. Berbicara dengan Orang Lain

Ketika merasa jenuh dengan suatu pelajaran, cara terbaik adalah dengan menumpahkannya kepada teman. Ya, berbicara dengan orang lain adalah solusi yang terbaik yang bisa kamu lakukan agar kamu bisa selalu beradaptasi dengan lingkungan kamu yang baru. Berbicara mengenai pelajaran, tradisi tahunan yang ada disana dapat membuat kamu lebih baik dalam menjalani study kamu karena kamu telah mengenal beberapa kebisaan masyarakat sekitar. 

Salam berkuliah
Oleh : Andreanyta Erni


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top