Mediaa W Askar: Ketua PPI UK 2015-2016 Asli Minang Bercerita "Kuliah di Luar Negeri itu Penuh Perjuangan!"

Inggris. Sebuah negara di Eropa yang memiliki banyak keistimewaan yang bisa membuat jutaan pelajar di dunia berbondong-bondong kuliah di Inggris. Dari segi pariwisata, Inggris menawarkan banyak sekali tempat dengan view yang istimewa, mulai dari bangunan tua, gedung-gedung tinggi, pantai, bukit-bukit, kastil tua, dan banyak lagi. Hal yang paling utama ya dari segi pendidikan. Inggris adalah tempat dimana kita bisa menemukan universitas-universitas terbaik di dunia, ada Oxford University, Cambridge University, Edinburgh University, University of Birmingham, Imperial College London, University of Manchester, dan masih banyak lagi.

Nah sekarang, ada satu mahasiswa PhD di University of Manchester yang bakalan share cerita dengan kita. Beliau ini pernah menjabat ketua PPI Uk lho. Yuk, kita baca sama-sama ceritanya di bawah ini.


Saya Mediaa Wahyudi Askar, saat ini tengah menempuh studi S3 di University of Manchester jurusan Development Policy and Management. Saya lahir dan dibesarkan di Batusangkar, kota kecil di Sumatera Barat dan menamatkan sarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebelum kuliah di Manchester saya bekerja di perusahaan tambang dan melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat di pedalaman Kalimantan.  Saat ini saya aktif terlibat dalam komunitas riset di Global Development Institute (GDI) University of Manchester, menjadi Student Representative postgraduate research program di GDI dan Ketua Keluarga Islam Manchester (KARISMA).

Kenapa saya Memilih Inggris?

Saya memilih jurusan Development Policy and Management di University of Manchester karena studi development di University of Manchester adalah salah satu dari tiga Universitas dengan studi development terbaik di dunia. Tetapi di balik alasan itu, ada banyak alasan lain yang sulit untuk diceritakan secara detail. Pada dasarnya, sebelum studi di Manchester saya sering berinteraksi dengan banyak masalah sosial di Indonesia terutama saat melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Papua, Kalimantan dan Sumatera. Masalah pembangunan dan kebijakan publik adalah salah satu di antara aspek penting yang harus terus ditingkatkan. Satu hal yang pasti, saya memilih Manchester bukan karena pendukung Manchester United. Saya anti Manchester United. Liverpool adalah harga mati. You’ll Never Walk Alone!


Karena saya studi S3, saya lebih banyak melakukan riset dan membahas topik Literasi Keuangan yang menjadi fokus saya. Saya meneliti tentang bagaimana masyarakat menggunakan uang, menabung, mempersiapkan hari tua dsb. Untuk prospek pekerjaan, lulusan studi development bisa bekerja di banyak sektor, mulai dari Pemerintah, swasta, peneliti, dosen maupun di lembaga internasional.

University of Manchester di Mata Saya!


video

Sebagai salah satu kampus terbaik di dunia, UoM menyediakan fasilitas yang memadai terutama untuk mahasiswa internasional. Ada banyak training gratis yang disediakan oleh kampus, untuk peningkatan soft skills maupun untuk persiapan pasca kuliah. Yang paling berkesan, ada fasilitas “Zzz Zone” atau fasilitas khusus untuk mahasiswa yang pengen tiduran di kampus untuk mengembalikan stamina dan semangat belajar.

Saya biasa ke kampus menggunakan sepeda. Untungnya kampus juga menyediakan jalur khusus untuk sepeda dan sarana parkir sepeda yang layak. Meski demikian, kalo lagi apes, tetap harus terima nasib. Saya pernah kehilangan ban depan sepeda. Tapi, itu bukan masalah serius, mungkin yang nyolong perlu ngumpulin duit buat biaya nikah.

Poin-poin Penting Daftar ke University of Manchester!

Proses pendaftaran dilakukan secara online. Semua persyaratan dijelaskan di website universitas. Secara umum, pendaftaran mahasiswa dibuka sepanjang tahun. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung buka website universitas dan cari program yang kita inginkan. Pastikan kita sudah memenuhi semua persyaratan tersebut. 

Setiap program biasanya memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Proses pendaftaran hingga akhirnya diterima saya lakukan sendiri. Mulai dari mendaftar secara online, menghubungi Professor dan kemudian diterima. Memang rumit, tapi itu adalah bagian dari proses. Prinsip saya, jangan dulu bertanya ke orang lain, sebelum kita mencoba melakukannya sendiri berkali-kali.  

Beasiswa di Inggris

Saya tidak tahu banyak beasiwa untuk S1 dan S3 kecuali LPDP, Chevening, beasiswa Spirit dan beasiswa dari Dikti. Saya pernah mendengar beberapa kawan yang studi PhD mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Namun demikian itu hanya disediakan untuk penduduk Inggris. Memang ada juga beasiswa yang disediakan oleh Universitas untuk mahasiswa S3, S2 maupun S1, tetapi itu sangat beragam di setiap kampus. Jadi, ada baiknya rajin-rajin ngecek website kampus.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Kuliah ke Inggris!

Selain dokumen, menurut saya yang perlu disiapkan untuk berangkat sekolah ke luar negeri adalah fisik dan mental. Perbedaan cuaca, gaya hidup, ataupun makanan tentu memaksa kita untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sehingga perlu dipastikan kita punya fisik yang prima. Kedua, kita harus siap mental. Sekilas, memang terlihat bahwa sekolah di luar negeri adalah sesuatu yang membahagiakan. Bisa jalan-jalan di luar negeri, ataupun upload foto-foto keren di Instagram.

Tapi, banyak yang tidak sadar, bahwa hidup itu adil. Kebahagiaan pasti diganjar dengan kesulitan yang sama besarnya. Foto-foto indah yang di-upload orang-orang yang sekolah di luar negeri kadangkala hanya kamuflase. Dibalik itu tersimpan perjuangan yang melelahkan. Mulai dari tidur cuma tiga jam sehari. tekanan dari supervisor, deadline yang sangat singkat, kecewa karena nilai tidak memuaskan ataupun stress karena terus makan kentang dan rindu nasi padang.  Jadi, bulatkan tekad bahwa sekolah ke luar negeri benar-benar semata ingin berjuang mencari ilmu dan meningkatkan kapasitas diri. 

Proker Paling Berkesan Selama Menjabat Sebagai Ketua PPI UK!



Banyak momen menggembirakan yang saya lewati selama memimpin PPI UK. Tetapi tentu juga banyak momen menyakitkan karena berbagai kekurangan. Momen yang paling mengharukan adalah ketika melihat teman-teman mahasiswa begitu antusias mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan. Ternyata, di balik pesimisme banyak orang terhadap generasi Indonesia masa depan, ada banyak anak muda yang begitu cinta trerhadap Indonesia. Setiap kali kegiatan PPI UK, saya selalu menemukan anak-anak muda yang hebat dan punya cita-cita luar biasa untuk Indonesia. 

Momen lainnya, yang sulit dilupakan adalah ketika PPI UK mendapatkan penghargaan sebagai PPI negara terbaik tahun 2016. Ini adalah prestasi seluruh mahasiswa Indonesia di UK, yang masih terus peduli terhadap masyarakat di sekitarnya dan juga Indonesia. Hikmah yang bisa saya petik, satu orang pintar tak akan bisa melakukan apa-apa. Tapi ketika sekelompok orang berdiskusi bersama dan saling memberikan masukan, perubahan pasti akan terjadi. 

Tentang Tips dan Motivasi

Sebelum sekolah di Manchester, saya beberapa tahun melakukan program pemberdayaan masyarakat di pedalaman Papua dan Kalimantan. Jika pulang nanti, saya ingin melanjutkan cita-cita saya yang belum selesai di kampung-kampung itu. 

Selain itu, saat ini saya tengah mengerjakan riset tentang bagaimana masyarakat kecil menggunakan uang. Suatu saat saya ingin membuat program pendampingan sederhana untuk masyarakat kecil tentang bagaimana memanfaatkan institusi finansial secara optimal, bagaimana seharusnya mengelola keuangan rumah tangga, menjalankan usaha kecil-kecilan dan mempersiapkan hari tua. 

Semua hal yang saya lakukan sampai dengan saat ini tentunya didukung oleh orang-orang terdekat. Saya tidak akan bisa sejauh ini tanpa dukungan kedua orang tua saya. Saat saya stress dan menhadapi banyak kendala, beliau selalu memberikan motivasi bahwa kebahagiaan pasti sebanding dengan kesulitan. Kebahagiaan yang besar harus dibayar dengan masalah-masalah besar. Itu kenapa saya selalu berjuang untuk terus mencoba melakukan yang terbaik. 

Disamping itu, beliau adalah motivator saya untuk selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ayah saya adalah ketua RW dan Ibu saya adalah pengurus yasinan ibu-ibu di kampung. Meskipun jabatannya sederhana tetapi sudah sukes mempengaruhi cara berpikir saya tentang pentingnya rasa peduli untuk masyarakat.

Selanjutnya, sekolah ke luar negeri membutuhkan proses yang cukup panjang. Mulai dari mencari Universitas, mempersiapkan Bahasa inggris maupun mencari beasiswa. Dalam proses itu, kita mungkin saja sukses atau gagal. Kita harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Kedua, tanyakan ke diri sendiri, apakah kita benar-benar butuh sekolah di luar negeri? Banyak orang yang memutuskan untuk sekolah di luar negeri hanya sekedar ikut-ikutan trend pemburu beasiswa.  Ada tanggung jawab besar yang dipikul oleh orang-orang yang studi di luar negeri. Tidak hanya menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik, tetapi juga bagaimana berkontribusi untuk Indonesia terutama bagi mereka yang mendapatkan beasiswa yang dibiayai negara. 



Pengalaman Paling Mengesankan

Selama aktif di PPI UK, saya bertemu dengan mantan Presiden SBY, Presiden Jokowi maupun beberapa Menteri. Kadang masih setengah percaya, saya bisa bertemu dan berdialog langsung dengan orang penting di Indonesia. Tetapi yang paling berkesan bukan itu. Tahun lalu saya dapat tiket gratis dari salah satu sponsor klub sepak bola Liverpool. Saya diundang untuk makan malam bersama legenda Liverpool, bertemu langsung dengan beberapa pemain Liverpool dan nonton gratis pertandingan Liverpool di kursi VVIP. Dulu waktu kecil hanya nonton pertandingan Liverpool di TV-TV dan tidak pernah terbayangkan bisa bersalaman langsung apalagi makan malam bersama mereka.  
Traveling di Luar Negeri

Tahun lalu saya sempat Backpaker jalan-jalan ke beberapa negara di Eropa. Tidur di hostel-hostel murah, di stasiun, di airport dan di dalam bus. Memang banyak hal baru yang saya temukan, foto-foto “indah” dengan background gedung-gedung ala Eropa. Tapi jujur, belum ada yang menggantikan indahnya alam-alam Indonesia. Saya tidak lebay, pantai di Gunung Kidul jauh lebih cantik dari seluruh destinasi pantai di Inggris.


Pesan buat The Kops Indonesia

Saya tinggal di Manchester dan saya adalah pendukung Liverpool. Itulah jawaban standar saya ketika ada yang berseloroh “pasti kuliah di Manchester karena Manchester United”.

Saya anti Manchester United, bukan karena klub atau pelatihnya. Tapi lebih karena otak saya yang sepertinya sudah didesain anti mainstream. Dahulu kala, di kampung saya, Manchester United begitu diagung-agungkan karena selalu juara. Tapi tidak bagi saya, prinsip saya waktu itu, yang harus diperjuangkan itu adalah tim yang selalu kalah. Haha, itu kenapa saya cinta Liverpool, tim yang seringkali di bully. Boleh setuju atau tidak, tapi pliiiiissss jangan tertawa.

Prestasi Liverpool memang tidak sementereng Barcelona dan Juventus, terakhir kali juara Liga Inggris, 26 tahun yang lalu, saat saya masih dalam ayunan. Sejak itu tidak ada yang spesial, kecuali juara liga champions tahun 2005, lebih dari satu dekade yang lalu.


Tapi tak apa, yang perlu kita miliki hanyalah mental juara. 

Begitu juga dalam hidup. Tak perlu risau apa kata orang lain meskipun kita gagal berkali-kali. Kita mungkin saja gagal melamar pekerjaan, gagal menikah, gagal pada saat ujian. Tak masalah, selama kita memiliki mental juara, kita adalah juara yang sebenar-benarnya.

Reporter: Imam Sultan Assidiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Beasiswa Kuliah S2 Bidang Fashion di International Fashion Academy

Segala sesuatu di dunia ini ada ilmunya yang jika dipelajari tentu akan bisa memaksimalkan hasilnya ketika dilakukan. Salah satu hal yang ilmunya tersedia bagi banyak orang adalah bidang fashion dengan Paris sebagai salah satu tujuan terkenal untuk bisa mendalami berbagai hal terkait dengan fashion untuk kemudian isa menghasilkan produk-produk fashion yang luar biasa.

International Fashion Academy yang juga dikenal dengan nama IFA merupakan satu nama besar dalam dunia pendidikan khususnya bidang fashion. Berlokasi di 3 kota yaitu Paris, Istanbul, dan Shanghai, total sebanyak 1200 mahasiswa menempuh studi di IFA pada jenjang S1 dan S2 dalam bidang fashion. Selain itu hingga saat ini sudah ada sekitar 3000 lulusan IFA dari 50 negara berbeda di dunia yang sudah berhasil masuk dalam dunia fashion internasional. Hal tersebut tentu sangat menjanjikan bagi para calon mahasiswa yang berniat untuk mendaftarkan diri di IFA.



Rincian Beasiswa
Selain menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk mempelajari bidang fashion, program beasiswa juga ditawarkan bagi mahasiswa internasional untuk bisa menempuh studi di IFA. Beasiswa yang disediakan ini khusus untuk jenjang studi S2 dengan cakupan biaya kuliah atau tuition fee saja untuk studi S2 yang diambil di IFA. Meskipun hanya biaya kuliah yang ditanggung oleh beasiswa dari IFA ini namun tentu beasiswa yang disediakan tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk menekan semaksimal mungkin biaya-biaya selama menempuh studi di IFA Paris yang jelas tidak murah karena berada di kawasan Eropa.

Saat ini jenis beasiswa yang ditawarkan oleh IFA khusus untuk jenjang S2 pada bidang fashion ini ada 3 macam dengan perbedaan pada jumlah beasiswa yang diberikan. Macam beasiswa tersebut yaitu Full Scholarship dengan 100% bantuan biaya kuliah, Excellence Scholarship dengan 40% bantuan biaya kuliah, dan Distinction Scholarship dengan 20% bantuan biaya kuliah. Program-program beasiswa tersebut bisa dimanfaatkan untuk semua pilihan program S2 yang tersedia di IFA.



Persyaratan Beasiswa
Merujuk pada informasi mengenai rincian beasiswa dari IFA ini selanjutnya bagian yang penting adalah untuk mengetahui syarat-syarat yang ada untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Secara umum beasiswa ini hanya meminta 2 hal dalam persyaratan awalnya yaitu:
1. Memiliki nilai yang istimewa pada jejang S1
2. Memiliki pengalaman dalam lingkup profesional atau minimal dalam kegiatan eksrakurikuler pada bidang fashion

Selain 2 hal yang menjadi persyaratan umum dalam beasiswa dari IFA ini masih ada lagi dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk mendaftarkan diri diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Formulir pendaftaran yang bisa diunduh di tautan berikut (link)
2. Motivation letter yang menjelaskan berapa hal diantaranya; Mengapa Anda mendaftar beasiswa? Mengapa IFA Paris seharusnya memberikan Anda beasiswa? Mengapa Anda memilih program ini dan bagaimana itu akan membantu Anda meraih impian Anda?
3. Portofolio khusus untuk program Master of Arts in Contemporary Fashion Design
4. Surat referensi 3 buah untuk program MBA



Pendaftaran Beasiswa
Proses pendaftaran untuk program ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu membuat akun secara online di laman resmi IFA pada tautan berikut ini (link). Setelah itu pemohon harus melengkapi semua informasi penting yang diminta pihak IFA dan juga harus memilih program yang diinginkan pada studi S2 di IFA Paris. Kemudian setelah itu pemohon menuju ke bagian upload untuk mengunggah semua persyaratan dokumen dari program beasiswa IFA ini.




Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Excellence Fellowships di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, Swiss

Kesempatan untuk bisa kuliah ke luar negeri bagi mahasiswa internasional termasuk dari Indonesia semakin hari semakin terbuka lebar. Banyak negara yang kini bersaing dalam menyediakan beasiswa bagi mahasiswa internasional dan tidak terkecuali berbagai institusi pendidikan di berbagai negara. Salah satu peluang kuliah ke luar negeri yang terbuka saat ini bagi mahasiswa dari Indonesia berasal dari Swiss. Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) atau Swiss Federal Institute of Tehnology menawarkan sebuah program beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa internasional termasuk dari Indonesia yang bernama Excellence Scholarships.


EPFL terletak di Lausanne, Swiss dan merupakan satu dari dua Institut Teknologi Konfederasi Swiss dimana satu lagi bernama ETH Zurich. Bersama dengan ETH Zurich dan beberapa institut penelitian lainnya EPF membentuk domain khusus ETH yang aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan penelitian dan pengajaran bahkan dalam lingkup internasional. Sebagai sebuah universitas yang dikenal dalam hal riset atau penelitian teknik maka EPFL sangat pantas dijadikan pilihan oleh para mahasiswa Indonesia lulusan S1 yang ingin fokus pada bidang teknik.

Program beasiswa dari EPFL ini pada dasarnya adalah sebuah program beasiswa bagi pemburu beasiswa S2 di Swiss. EPFL sendiri merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi yang lebih dikenal sebagai universitas riset. Beasiswa ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk menempuh studi S2 pada berbagai program master yang ada di EPFL.


Progra Excellence Scholarships ini merupakan sebuah program yang terbatas dengan pendanaan sebagian dari pihak universitas dan sebagian lagi dari berbagai yayasan serta perusahaan kemitraan. Selain itu juga harus dipahami bahwa beasiswa yang ditawarkan bukanlah merupakan beasiswa penuh untuk membiayai segala hal selama menempuh studi master di EPFL. Intinya beasiswa ini menawarkan bantuan biaya sebesar CHF 16.000 untuk 1 thun akademik. Jadi untuk program master selama 2 tahun beasiswanya akan diberikan sebesar CHF 32.000 dan untuk program master 1,5 tahun beasiswanya akan diberikan sebesar CHF 24.000. Jumlah tersebut bisa dipakai untuk membiayai keperluan-keperluan apapun selama studi dengan kemungkinan untuk mencari bantuan pembiayaan lainnya untuk kekurangannya.

Mahasiswa internasional yang mendaftarkan diri pada program master di EPFL dan memang memenuhi syarat untuk program yang diajukan maka akan bisa mengajukan diri pada program beasiswa ini. Pemilihan kandidat dari para pendaftar program beasiswa akan didasarkan pada catatan akademik dari para pemohon dalam studi jenjang sebelumnya.


Pendaftaran bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri pada program master di EPFL yang bisa dilihat selengkapnya pada tautan berikut ini (link). Pada laman tersebut disediakan formulir pendaftaran online program master dimana para pemohon hanya harus mencentang kotak yang menunjukkan keinginan mendaftar pada Excellecne Scholarships. Jika lupa mencentang maka tidak akan disertakan dalam seleksi Excellence Scholarships dari EPFL ini. Pemohon hanya harus fokus pada semua syarat program master yang dituju di EPFL tanpa harus memikirkan pendaftaran atau pengajuan lain khusus untuk beasiswanya. Informasi lebih lanjut mengenai program ini bisa didapatkan pada email student.service@epfl.ch atau telepon di nomer +41 (0) 21 693 43 45.




Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



KISAH VELLIA: Alumni UPN “Veteran” Jogja yang Lagi Asik Kuliah S2 Pakai Beasiswa di Polandia!

Polandia merupakan negara bekas pemerintahan komunis di Eropa Timur yang memiliki sistem pendidikan tinggi yang sangat terorganisir. Nicolaus Copernicus, seorang ilmuan penemu teori hilosentris berasal dari negara ini. Luar biasa sekali jika ada teman-teman dari Indonesia yang bisa kuliah di negara dimana banyak sekali ilmuan terkemuka berasal. So, mari kita simak salah satu cerita di bawah ini.


Halo, nama saya Vellia Fatimah. Saya alumni UPN ‘Veteran’ Jogja jurusan teknik pertambangan. Saat ini saya melanjutkan program S2 Environment Protection Engineering di Warsawa University of Technology.

Sebenarnya dari SMA dulu sudah ingin sekali melanjutkan S1 di Jerman. Tetapi karena untuk menggunakan biaya sendiri tidak mampu ke Jerman, maka memutuskan untuk S1 di Indonesia. Lalu saya belajar bahasa Jerman hingga level B1, setelah lulus S1 berniat untuk mencari beasiswa di Jerman tetapi pada saat itu kebetulan ikut seminar pendidikan Eropa (EHEF) di Surabaya dan ada stand berbagai universitas dari Eropa. Nah, setelah itu waktu ada bukaan beasiswa Polandia saya dapat email langsung dari kedutaan Polandia di Jakarta (mereka dapat email saya karena saya pernah daftar di seminar EHEF itu). Saya iseng-iseng daftar dan alhamdulilah diterima. Jadi saya pikir dimanapun saya diterima pertama kali, itu yang akan saya ambil. Dan Polandia juga termasuk di Eropa kan jadi sistem pendidikan nggak kalah dibanding negara lain di Eropa. Terlebih biaya hidup di Polandia juga cenderung murah seperti biaya hidup di Indonesia. 

Suasana kampus tempat saya kuliah benar-benar kondusif dan mendukung banget untuk belajar. Banyak taman semuanya tertata rapi dan adanya internet wifi city yang memudahkan kita kemana-mana. Di kampus, dosen yang mengajar benar-benar care serta support kami untuk belajar bahasa Polandia. Jadi kan saya mendapatkan beasiswa selama tiga tahun. Nah, yang baru dilalui itu persiapan bahasa Polandia dan matrikulasi seperti fisika, matematika, teknik informatika dalam pengantar bahasa Polandia. Semuanya sudah terstruktur menurut saya kalau sistem kuliahnya.



Tanggal 26 September 2015 pertama kali saya menginjakkan kaki di Warsawa Polandia, saat itu saya langsung bertolak ke Wrocław kota dimana saya akan tinggal yang berjarak kurang lebih 350 km dari Warsawa. Begitu sampai di Wrocław Polandia yang saya lakukan adalah mencari asrama yang akan saya tinggali dan menyelesaikan administrasi asrama. Setelah semua sudah di selesaikan kemudian saya berjalan-jalan di sekitar kota untuk mengetahui dimana kampus saya berada. Beberapa hari setelah itu yang harus saya lakukan adalah membuka rekening bank setempat untuk keperluan pengiriman uang beasiswa dari pemerintah Polandia. Setelahnya, saya membuat asuransi kesehatan dimana hal itu wajib karena biaya pengobatan di luar negeri cenderung mahal, maka dari itu disarankan segera membuat asuransi kesehatan. Selain itu, saya juga membuat kartu transportasi (urban card) agar mudah dan bebas untuk menggunakan sarana transportasi umum.

Tanggal 1 oktober 2015 pertama kali saya dan penerima beasiswa lainnya mengikuti kuliah bahasa di kampus, nama universitas saya adalah Wrocław University of Technology. Menurut saya para dosen yang mengajar di kampus sangatlah baik dan perhatian terhadap para muridnya. Nama dosen favorit saya adalah Pani Dagmara (Pani= sebutan ibu dalam Bahasa Polandia). Pani Dagmara adalah seorang dosen bahasa Polandia di universitas tersebut, dalam mengajar beliau sangat terstruktur dan sangat jelas memberikan materi bahasa Polandia mulai dari 0 saya belajar bahasa tersebut hingga dalam waktu satu tahun alhamdulilah saya sudah cukup mengerti dan memahami bahasa Polandia tersebut.

Setiap hari dari Senin sampai Jumat jadwal kelas Bahasa saya dimulai dari pukul 11-14.15 lalu di lanjutkan lagi untuk mengikuti kelas matematika, fisika dan teknik informatika dalam Bahasa Polish hingga sore bahkan satu pelajaran hingga malam. Biasanya waktu yang saya gunakan untuk belajar adalah pada saat malam hari dimana suasana sudah mulai tenang, hampir setiap hari dosen memberikan tugas kepada kami untuk dikerjakan, gaya belajar yang saya terapkan adalah dengan membaca dan menulis lagi materi yang sudah saya pelajari.

Polandia merupakan negara dengan biaya hidup yang murah jika dibandingkan dengan negara eropa pada umunya, semua bahan makan makanan lebih murah dibandingkan makanan jadi. Selama hidup di Polandia setiap hari saya masak sendiri dan jarang untuk makan di luar. Makanan Khas Polandia yang menjadi favorit saya adalah Pierogi (Dumpling ala Polandia) makanan ini sangat popular di Polandia dan sangat mudah di temui, bentuknya seperti pastel tutup di Indonesia, tetapi biasanya pierogi ini direbus bahkan ada juga yang di goreng, umumnya berisi daging (babi), bagi muslim sebaiknya jangan pilih pierogi isi daging, banyak juga varian lainnya seperti pierogi isi buah-buahan (strawberry, blackberry, apel dll), sayuran ( bayam, kol, kubis) kentang, dan jamur, dengan rasa yang enak dan filling sesuai pilihan.

Belanja untuk kebutuhan sehari-hari biasa nya saya lalukan di supermartket terdekat, nama tokonya adalah Biedronka, umumnya ini menjadi supermarket favorit para pelajar dengan uang sangu pas-pasan seperti saya atau bisa di bilang cocok di kantong karena harga di Biedronka lebih murah di bandingkan dengan supermarket yang lain seperti Carrefour, dll.


Adaptasi dengan Cuaca

Berada dan tinggal di negara 4 musim merupakan tantangan berat bagi kita yang berasal dari negara 2 musim (tropis) cuaca yang berubah-ubah dan suhu ekstrim kadang menyebabkan gangguan kesehatan seperti mudah terserang flu, dan demam. Awal-awal mungkin masih butuh penyesuaian tetapi karena dengan suhu yang dingin dan saya banyak melakukan aktivitas (jalan kaki kemana-mana yang sudah seperti olahraga) seiring berjalan waktu cuaca disana tidak terlalu menjadi masalah ditunjang dengan memakai pakaian yang sangat hangat dan sepatu serta berbagai perlengkapan musim dingin lainnya.

Transportasi di Polandia

Transportasi umum di Polandia sudah cukup bagus dan modern, berbagai transportasi favorit seperti bus, tram, dan sepeda untuk umum sudah menjadi pilihan disana, transportasi ini menjangkau ke seluruh daerah di Wrocław kota tempat saya tinggal, sangat memudahkan saya untuk mengelilingi kota, dari asrama yang saya tinggali menuju ke halte bus/tram hanya sekitar 5 menit jalan kaki.

Pengalaman Unik

Selama tinggal di Polandia, pada saat acara christmas eve di kampus, kami berbagai murid dari seluruh penjuru dunia di haruskan untuk menampilkan salah satu khas dari negara kami masing-masing. Saat itu, saya bersama ke tujuh penerima beasiswa dari Indonesia menampilkan Tari Saman dari Aceh dan setelah itu menyanyikan lagu “Ya sudahlah”. Kami yang notabene belum pernah menampilkan dan belajar tari saman di Indonesia saat itu harus belajar setiap hari untuk memberikan yang terbaik, dan respon para guru, rektor dan murid saat acara itu sungguh luar biasa, mereka berkata belum pernah melihat tari sebagus ini. Mungkin itu pengalaman unik yang tak terlupakan selama saya berada di Polandia, menjadi perwakilan dari Indonesia untuk menunjukkan budaya tari bangsa kita di mata dunia.


Tips Untuk Teman-teman yang Ingin Kuliah di Polandia!

a. Perhitungkan biaya

Umumnya kuliah di luar negeri memerlukan biaya yang tidak sedikit, tentu saja menghitung biaya yang dibutuhkan untuk kuliah di luar negeri itu penting, yahh sekalipun mendapatkan beasiswa minimal persiapkan uang pribadi untuk di Polandia selama 2 bulan sebelum uang beasiswa kamu cair.

b. Persiapkan sebaik-baiknya persyaratan yang dibutuhkan jika ingin kuliah di Polandia, seperti kemampuan berbasa inggris dengan nilai toefl, ielts atau toeic yang mumpuni, jika ingin melanjutkan dengan pengantar Bahasa Polandia, di setiap universitas umumnya terdapat pusat studi bahasa Polandia dimana kamu dapat mempersiapkan diri sebelum memulai kuliah.

c. Bersifatlah open minded dan cepat beradaptasi.

Hidup di negara baru tentunya kamu akan menemukan berbagai perbedaan dan tantangan, seperti bahasa, budaya yang sangat berbeda, dan karakter orang yang berbeda tentunya. Maka persiapkan dirimu berpikirlah secara terbuka dan toleran terhadap budaya baru, tetapi jangan lupa ya..bahwa kita tetap harus menjunjung tinggi budaya timur, biasanya kamu akan mengalami culture shock, tetapi karena kamu tinggal di negara orang, kamu harus menghormati budaya mereka.

Kepada teman-teman yang ingin berkuliah di Polandia jangan khawatir dalam masalah bahasa, karena di Poland hampir semua kaum muda Polandia menguasai Bahasa inggris, dan tidak ada salahnya mencoba untuk belajar dan menguasai Bahasa ibu setempat.

Repoter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



MEGA LIYANTI: Kuliah di Jerman itu Nggak Senyaman Fasilitasnya, Kamu Harus Siap Mental!

Merantau ke Jerman tentu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan namun Mega Liyanti membuktikan bahwa ia bisa melakukannya. Gadis asal Jakarta ini telah menempuh enam semester di Hochschule Darmstadt dan belajar hidup mandiri di Jerman. Jauh dari orang tua dan harus tinggal di lingkungan yang sepenuhnya baru tidak membuat Mega menyerah. Ia terus berusaha dan bertahan sampai sekarang untuk segera menyelesaikan sekolahnya. Ingin tahu bagaimana kisah Mega selengkapnya? Simak hasil wawancara tim berkuliah.com dengan Mega Liyanti berikut ini.



Halo, perkenalkan namaku Mega Liyanti. Aku berasal dari Jakarta dan sekarang sedang berkuliah di Hochschule Darmstadt (University of Applied Science Darmstadt). Di sini aku mengambil jurusan Wirtschaftsingenieurwesen atau Teknik Industri. Sekarang aku sudah masuk semester enam di sini.

Ceritanya bisa kuliah di Jerman, dulu waktu kelas tiga SMP diusulin sama sepupuku yang ada di Jerman untuk kuliah di sini. Terus aku pikir kenapa tidak. Setelah dari situ aku kemudian fokus mempersiapkan diri baik dari mental, nilai, dan lain-lain, sampai akhirnya aku bisa kuliah di Jerman.

Tentang kuliah di Jerman dibandingkan dengan Indonesia, kalau universitasnya sendiri bayarannya murah, sudah begitu dapat semester ticket. Jadi dengan semester ticket ini kita bisa naik bus, kereta, tram di hampir satu provinsi (Bundesland) tempat kita kuliah. Terus di sini mudah juga untuk membuat janji dengan dosen. Menurutku sih di Jerman rata-rata kualitas kampusnya sama, kalau di Indonesia kan terlihat sangat timpang. Terus di sini juga tidak ada uang buku karena buku biasanya berbentuk e-book yang bisa didownload dari perpustakaan atau bisa juga pinjam fisiknya di perpustakaan.



Nah, perpustakaan ini salah satu fasilitas di universitas yang sangat nyaman. Secara keseluruhan, bisa dibilang kalau fasilitas universitas di sini Nyaman Banget! Bahkan kalau sudah mau dekat fase ujian, perpustakaan akan full dari pagi sampai malam. Di samping perpustakaan juga ada fasilitas ‘ruang belajar’ atau kita juga bisa belajar di perpustakaan punya kampus tetangga yang lebih besar. 

Perpustakaan di sini juga dibuka untuk umum lho, jadi siapapun mau datang dan baca buku di perpustakaan bisa banget. Tapi, kalau mau pinjam buku harus punya kartu mahasiswa di kampus tersebut. Ruang belajarnya pun juga umum.

Selain perpustakaan yang oke banget, masih ada lagi yang namanya fasilitas pinjam sepeda. Jadi kita bisa meminjam sepeda dari perusahaan swasta yang bekerja sama dengan pihak kampus gratis selama 60 menit tiap hari. Saat ini sepedanya hanya bisa digunakan di sekitar kampus dan pusat kota karena belum ada halte sepeda di pinggiran kota (sehabis dipakai harus diletakkan di halte tertentu karena bisa terlacak pakai GPS).

Wah ternyata tim berkuliah.com kepo juga ya dengan akun medsosku, hehehe. Aku memang hobi banget fotografi, kadang-kadang fotografi juga videografi. Aku juga nge-vlog juga. Pernah juga nge-vlog bareng Gita Savitri yang kemren sempet viral di akun berkuliah.com. 



Di sini aku nggak ikutan klub-klub fotografi atau apapun,tapi aku anggota PPI Frada (Persatuan Pelajar Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya) di bagian media. Aku juga tergabung di komunitas Vlogger Indonesian- Germany (VLIG). Akun vlog ku namanya “pangkatenam”.

VLIG itu baru terbentuk. Sekarang hanya ada page dimana anggota VLIG bisa promote video-video baru mereka. Rencana ke depannya kita akan mengadakan gathering untuk ngevlog bareng dan semacamnya. Hanya karena sekarang lagi pada sibuk kuliah jadi rencana itu belum direalisasikan. 

Aku biasa hunting foto di sekitar kota atau kota terdekat sama Darmstadt. Aku sih paling suka ke Berlin karena kotanya besar jadi banyak yang bisa dieksplorasi. Mungkin aku nggak bisa sering-sering hunting foto ya, karena sibuk kuliah. Selain itu aku juga kadang-kadang kerja part time. Aku pernah jadi baby sitter dan pegawai di toko baju.

Nah, karena aku cewek jadi tahu banget kalau banyak cewek yang suka belanja. Enaknya di sini tuh ada banyak diskon besar-besaran. Kalau aku paling suka belanja di Asos karena sering diskon atau pas summer sale. Biasanya ada diskon besar-besaran sampai 70%. Jadi buat kamu cewek-cewek yang suka belanja dan pengen kuliah di Jerman, cocok banget deh. Tapi inget ya, jangan sampai kata-kata “pengen belanja murah” kamu jadiin alesan atau motivasi kuliah ke Jerman. Salah besar.



Jerman kan masuk Eropa, jadi ya otomatis ada empat musim, beda sama Indonesia. Aku suka spring dan summer sih karena hangat. Terus orang-orang juga ramai main di luar karena ada matahari. Orang di sini excited sekali kalau lihat matahari. Aku paling merasa tidak nyaman kalau musim panas tapi pas ramadhan. Sama winter juga sih karena bisa dingin banget.

Nah cerita tentang pengalaman puasa nih, kalau ramadhan pas summer itu subuh jam 3 dan maghrib jam setengah 10 malam. Sudah begitu di luar cuacanya bisa sampai 30 derajat. Di sini juga tidak ada takjil seperti di Jakarta paling ada bukber setiap hari di masjid. Di sini pemeluk muslimnya sedikit, biasanya ada orang Indonesia, Maroko, sama Turki. Jadi, bener-bener harus kuat imannya, kuat mentalnya, menghadapi puasa yang bisa sampai 19 jam.

Aku kan dari Jakarta, mau bagaimanapun aku tetep cinta sama Jakarta, Indonesia, karena aku memang orang Indonesia. Tapi kalau diminta buat bandingin gimana sih Jakarta sama di Jerman, di sini itu yang pasti bersih. Angkutan umum teratur dan tidak terlalu ramai seperti Jakarta. Intinya lebih nyaman tapi ya itu, kalau soal makanan tidak sebanyak jajanan seperti Jakarta.

Santai aja, di sini tidaka da kok makanan aneh, makanan di sini termasuk normal tidak macam-macam seperti Jepang atau Korea. Di sini orang-orang sukanya makan roti sama daging. Aku selama di sini biasanya masak sendiri, favorit aku masak ikan tuna + jagung pakai nasi mentega.

Mungkin itu sih sementara ini yang bisa aku share. Nah, ngomongin tentang rencana ke depan, aku sendiri pengen mencari pekerjaan dulu di sini, kalau bisa pokoknya di daerah Eropa. Baru kalau udah punya cukup modal pengalaman, aku pulang ke Indonesia buat berkarya di Indonesia.



Tips Untuk Teman-teman yang Ingin Berangkat ke Jerman!

Persiapkan bahasa dan mental sebaik mungkin. Kuliah di sini tidak mudah dan tidak selalu bisa hidup enak. Jadi harus siap dalam segala kondisi apalagi karena jauh dari orang tua. Kalau mau informasi silakan buka page PPI Jerman di facebook.

Reporter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Beasiswa Kuliah S2 di Umea University Swedia

Peluang bagi mahasiswa internasional termasuk dari Indonesia khususnya untuk lulusan S1 untuk bisa melanjutkan studi pada jenjang S2 di Swedia terbuka lebar melalui program beasiswa yang diselenggarakan oleh Umea University. Pihak universitas menawarkan beberapa beasiswa sekaligus yang semuanya khusus untuk mahasiswa internasional dari luar kawasan Uni Eropa yang berniat untuk melanjutkan studi pada jenjang S2 di Umea University. Beasiswa yang ditawarkan ada sekitar 100 beasiswa setiap periodenya dengan tanggungan mencakup biaya kuliah baik secara penuh maupun parsial.


Didirikan pada tahun 1965 dengan lokasi di kawasan utara Swedia, Umea University merupakan universitas tertua kelima di Swedia. Pada tahun 2015 Umea University memiliki sekitar 31.000 mahasiswa yang terdaftar secara resmi dimana 16.000 diantaranya adalah mahasiswa full-time termasuk mahasiswa dalam program pascasarjana. Lebih dari 4.000 karyawan terdaftar di Umea University yang termasuk didalamnya adalah 368 profesor dan sekitar 2.000 adalah pengajar. Dalam lingkup internasional Umea University dikenal sebagai salah satu yang terbaik dalam kategori Institute of Industrial Design.


Beasiswa yang ditawarkan oleh pihak Umea University meliputi Umea University Scholarship, Umea School of Business and Economics (USBE) Scholarship, Erling-Persson Scholarship, dan juga Umea Institute of Design (UID) Scholarship. Program-program beasiswa yang ditawarkan tersebut hanya bisa digunakan untuk menempuh studi S2 di Umea University di berbagai jurusan yang ditawarkan di Umea University dengan rincian sebagai berikut:
1. Umea University Scholarship 
S2 semua jurusan
2. Erling-Persson Scholarship
S2 Kesehatan Masyarakat (Master’s Programme in Public Health 2-years, Master’s Programme in Public Health 1-year, Master’s Programme in Public Health with a Specialization in Health Economics)
3. Umea School of Business and Economics (USBE) Scholarship
S2 semua program di USBE (Master’s Programme in Accounting, Master’s Programme in Business Development and Internationalization, Master’s Programme in Economics, Master’s Programme in Finance, Master’s Programme in management, Master’s Programme in Marketing)
4. Umea Institute of Design (UID) Scholarship
S2 semua program di UID (Master’s Programme in Advanced Product Design, Master’s Programme in Interaction Design, Master’s Programme in Transportation Design, Industrial Design Intensive)


Siapapun yang ingin mengajukan diri pada program beasiswa ini hanya harus mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Umea University melalui tautan berikut (link) dengan prioritas pertama yang dipilih adalah program studi S2 di Umea University sesuai dengan beasiswa yang dipilih.

Setelah melakukan pendaftaran ke Umea University melalui tautan yang sudah diberikan tadi kemudian pemohon bisa mengajukan permohonan beasiswanya secara resmi melalui tautan berikut ini (link). Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan juga mengenai Umea University bisa dilihat di tautan berikut ini (link).



sumber (link)

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



KISAH NADHIL: Alumni UNHAS Peraih LPDP di Politecnico di Milano, Jurusan Building and Architectural Engineering

Nama saya Ahmad Nadhil Edar, biasanya dipanggil Nadhil. Saya lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Sekarang saya sedang kuliah pada program studi Building and Architectural Engineering di Politecnico Di Milano, Italia untuk nantinya mendapatkan gelar Master of Science


Sebelumnya waktu masih SMA, saya belum kepikiran untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Namun sejak masa akhir kuliah S1 di Universitas Hasanuddin, saya tidak sengaja melihat di blog-blog senior saya tentang program beasiswa LPDP. Nah, dari situlah saya kemudian tertarik untuk melanjutkan pendidikan untuk jenjang S2 saya. Kemudian saya mendatangi satu per satu dosen-dosen di kampus saya dan meminta saran. 

Seorang dosen yang bernama Prof. Baharuddin berkata, “Coba kamu kuliah di salah satu negara di Eropa, kan kamu juga mau jadi dosen di sini nah sekarang dosen-dosen di sini belum ada tuh lulusan Eropa, coba kamu serap ilmu arsitekturnya di Eropa itu.” 

Mulai dari situ saya browsing negara-negara dan universitas-universitas di Eropa yang memiliki jurusan arsitektur yang ilmunya bisa saya manfaatkan dan aplikasikan setelah lulus nanti. 

Akhirnya, saya menemukan satu-satunya universitas yang memiliki jurusan dimana yang diajarkan bukan sekedar untuk menjadi seorag arsitek, namun juga bagaimana menjadi seorang civil engineer dan sekaligus juga menjadi seorang perancang kota. Universitas itulah yang bernama Politecnico Di Milano yang lokasinya ada di Italia. Setelah itu saya menjadi semakin tertarik dengan jurusan itu karena setelah saya browsing lebih dalam lagi mengenai mengenai jurusan tersebut ternyata ada mata kuliah yang memang dari dulu saya sangat tertarik untuk mempelajarinya yaitu sustainable design architecture. Jadilah saya semakin tertarik untuk mendaftarkan diri di universitas dan jurusan itu. Alhamdulilah sekarang saya bisa kuliah di situ.

Beasiswa

Ya, alhamdulilah saya adalah salah satu awardee LPDP. 

Setiap tahun persyaratan dari beasiswa LPDP itu semakin susah dan ketat. Sekedar informasi, saya apply LPDP sampai 2 kali. Pertama kali apply, saya gagal. Waktu itu saya sangat terpukul karena berpikir sudah mempersiapkan segalanya sebelum wawancara LPDP namun masih gagal juga. Waktu itu serasa jalur yang sudah di depan nampak menuju tanah Italia langsung menghilang seketika saat melihat pengumuman bahwa saya dinyatakan tidak lulus oleh LPDP. Nah, dari situ saya berpikir dan lalu belajar bahwa inilah yang harus saya petik. Saya harus belajar dari kegagalan, belajar sabar dan belajar menjadi seseorang yang tidak mudah menyerah. Orang-orang di sekitar saya, teman-teman saya, dan keluarga saya tetap selalu memotivasi saya waktu itu juga. Alhamdulilah, saya melangkah maju untuk mendaftar LPDP lagi di periode selanjutnya dan akhirnya saya lulus. 


Saya tidak banyak melakukan persiapan bahasa, saya hanya memiliki sertifikat TOEFL saja tapi sudah mendaftar untuk les IELTS-nya sebulan setelah interview LPDP-nya.

Kunci agar lolos seleksi wawancara adalah dengan menjadi diri sendiri saja. Jangan bohong pada pewawancaranya, karena pewawancaranya ada tiga nih. Nah, salah satunya ada seorang psikolog jadi dia akan langsung tahu kalau kita bohong. Terus jangan takut dan panik. Hadapi pewawancaranya dengan santai saja, sering tersenyum ketika menjawab petanyaan-pertanyaan mereka. Saran saya, anggap para pewawancaranya dosen pembimbing yang mana mereka mau membimbingmu dan bukan mau menjatuhkanmu. Nantinya dengan begitu kamu pasti akan merasa santai dalam menjalani wawancara tersebut.

Tentang Dosen

Semua dosennya professor tapi ada beberapa dosen yang saya masih tidak bisa benar-benar mengerti ketika menjelaskan dengan bahasa Inggris. Orang Italia aksennya kalau sedang bicara itu yang membuat saya kesulitan memahami apa yang disampaikan.Selain itu orang-orang Italia lebih bangga menggunakan bahasanya sendiri daripada bahasa Inggris, jadi harus belajar juga bahasa Italia di sana. 

Belajar Bahasa Italia 

Menurut saya malah lebih mudah belajar bahasa Italia daripada belajar bahasa Inggris. Malah saya lebih suka sekarang menggunakan dan mempelajari lebih jauh bahasa Italia dibandingkan bahasa Inggris. Ini dikarenakan aksennya mirip orang Makassar. Selain itu tulisan dan cara bacanya sama, tidak seperti bahasa Inggris. 


Kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di Italia adalah, cantik! Kota-kota di sini sangat cantik. Begitu sampai di sana saya Alhamdulilah sudah mendapatkan tempat tinggal jadi cuma mempersiapkan untuk mendapatkan semacam KTP khusus orang non-european lalu membuat kartu mahasiswa dan kartu ATM. Oh iya, waktu itu juga sekaligus melakukan daftar ulang di kampus.

Mencari Tempat Tinggal

Saya dapat tempat tinggal dari grup Facebook antar international student di dekat universitas. Saya dapat apartement dengan tipe sharing yang terdiri dari 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, 1 dapur + ruang makan. Nah, kamar kita tentu masing-masing private. Teman-teman samping kamar ada yang orang Italia, orang Bulgaria, orang Kolombia, dan orang Iran. Nah, kita semua sama-sama student di universitas itu namun ada yang sama jurusan dan yang beda jurusan. Mereka semua sudah lebih senior dari saya. Biayanya per bulan adalah 350 Euro dimana untuk pertama kali harus deposit dulu selama 2 bulan (sekitar 700 Euro).

Teman-teman Beda Negara

Faktanya, lumayan banyak juga yang ternyata tidak saya suka. Kami semua jelas berbeda-beda dalam hal kebiasaan dan perilakunya. Apalagi orang Kolombia, Italia, dan Bulgaria yang saya tidak terlalu suka tinggal dengan mereka. Pada dasarnya mereka itu suka party jadi suka membawa teman-teman ke apartemen. Kemudian mereka akan party sambil mabuk-mabukan dan itu tentu sangat ribut.

Pengalaman Unik

Waktu bulan puasa kemarin rasanya tak terlupakan karena waktu berpuasanya adalah selama 18 jam. Jeda antara buka dengan sahur itu hanya 5 jam jadi biasanya satu kali makan sekaligus untuk buka dan sahur. 


Kesan Tentang Kuliah di Italia!

Saya banyak mendapatkan pelajaran baru selama kuliah di Italia yang sebagian besar belum pernah saya dapat waktu belajar di Indonesia. Saya sudah mulai mengerti bagaimana menjadi seorang civil engineer dan bagaimana menjadi seorang urban designer. Selama ini waktu kuliah S1 di Indonesia saya hanya mempelajari tentang mendesain sebuah bangunan saja nah sekarang ilmu yang saya dapat sudah sangat melebar. Jadi jelas saya sangat bersyukur bisa kuliah di Italia.

Reporter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Hotcourses Diversity Index, Apakah Itu?

Melalui laman resminya (link), Hotcourses Indonesia selalu berusaha menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan dan diperlukan dalam hal kuliah ke luar negeri bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Selain menyediakan brosur resmi universitas luar negeri (link) secara gratis dan juga fitur pencarian program studi di luar negeri yang memudahkan para pelajar dan mahasiswa Indonesia dalam menentukan pilihan tujuan kuliah ke luar negeri, masih ada lagi satu fitur yang juga akan sangat membantu, yaitu Hotcourses Diversity Index yang bisa dilihat pada laman berikut (link).

Fitur Hotcourses Diversity Index (HDI) pada dasarnya adalah sebuah fitur yang bisa menampilkan keanekaragaman kewarganegaraan di sebuah universitas yang ada di luar negeri. Tentu dengan menggunakan fitur ini para pelajar dan mahasiswa Indonesia sebelumnya bisa mempelajari terlebih dahulu keanekaragaman kewarganegaraan di sebuah universitas sebelum memutuskan untuk memilih satu universitas sebagai tujuan kuliah ke luar negeri.



Saat ini fitur HDI yang ada di laman resmi Hotcourses Indonesia diambil dari data resmi dari pemerintah Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Selandia Baru. Jadi jika target kuliah ke luar negeri yang akan dikejar ada di negara-negara tersebut maka bisa memanfaatkan fitur ini. Sumber data HDI yang ditampilkan di laman Hotcourses Indonesia lebih jelasnya berasal dari Australian Government Department of Education & Training, Higher Education Statistics Agency (HESA), the Institute of International Education (IIE), dan New Zealand Ministry for Education.


Dalam pemanfaatannya, HDI di Hotcourses Indonesia menawarkan 2 pilihan menu yaitu untuk mengetahui keanekaragaman kewarganegaraan secara umum (link) dan juga sebuah menu yang bernama Feel at Home Index (link). Menu kedua yang bernama Feel at Home Index akan menampilkan persentase mahasiswa dengan kewarganegaraan Indonesia di sebuah universitas di luar negeri dimana persentase tersebut diambil dari total kewarganegaraan internasional yang berada disana.



Masing-masing menu yang bisa dipilih dalam HDI dari Hotcourses Indonesia ini menawarkan beberapa menu penyaringan lebih lanjut yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pilihan penyaringan berdasarkan negara, jurusan, dan jenjang pendidikan bisa digunakan untuk lebih menyesuaikan dengan tujuan studi yang dicari.


Karena memang diambil dari data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah maka data yang ditampilkan tidak perlu diragukan lagi. Data yang ditampilkan khusus hanya jumlah mahasiswa internasional saja yang ada di universitas dan tidak termasuk mahasiswa lokal. Jadi presentase yang ditampilkan adalah jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan mahasiswa asing di sebuah universitas. Sementara ini dalam fitur ini hanya menampilkan untuk jenjang studi sarjana dan pascasarjana saja.



Menggunakan menu Feel at Home Index, pelajar dan mahasiswa Indonesia bisa mencari pilihan studi di sebuah universitas di luar negeri dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang banyak jika memang tidak ingin merasa terlalu jauh dari teman-teman yang juga berasal dari Indonesia. Bahkan bisa juga melakukan semacam riset kecil-kecilan degan menggunakan informasi dari HDI ini. Nantinya bahkan akan bisa dibuat kesimpulan di suatu lokasi dengan beberapa universitas dimana ada banyak mahasiswa Indonesia disana sehingga akan bisa menjadi satu pilihan menarik untuk kuliah disana.


Namun fitur HDI ini juga bisa dimanfaatkan juga justru untuk mencari universitas dengan mahasiswa Indonesia yang tidak banyak. Sebagian pelajar dan mahasiswa dari Indonesia tentu merasa bahwa kuliah ke luar negeri juga berarti pergaulannya di luar negeri dengan orang-orang dari luar negeri juga. Akan percuma jika sudah kuliah ke luar negeri namun tetap bergaul dengan orang-orang dari Indonesia saja.



Dalam Feel at Home Index saat ini ada total 958 universitas yang terdaftar dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Inggris. Dalam 958 universitas tersebut semuanya memiliki mahasiswa dari Indonesia yang tedatar secara resmi sebagai mahasiswa aktif disana. Sementara itu dalam Diversity Index ada total 2615 universitas dan perguruan tinggi di negara-negara tersebut. Kedepannya tentu fitur HDI dari Hotcourses Indonesia ini akan terus dikembangkan agar bisa semakin luas jangkauannya dan bisa memberikan lebih banyak informasi bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri.



Melengkapi fitur-fitur lain yang ditawarkan oleh Hotcourses Indonesia melalui laman resminya bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah ke luar negeri, Hotcourses Diversity Index menjadi satu lagi bahan pertimbangan ketika akan menentukan tujuan universitas di suatu negara untuk kuliah ke luar negeri. Menentukan pilihan tujuan kuliah ke luar negeri memang bukan perkara yang mudah oleh karena itu fitur HDI dari Hotcourses Indonesia ini bisa sangat membantu apalagi jika dikombinasikan penggunaannya dengan fitur-fitur lain dari Hotcourses Indonesia.



Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



KISAH NADI G. KHAIRI: Tinggal di Amerika Sejak Usia 13 Tahun, Pemuda Ini Ingin Segera Beri Kontribusi Nyata Untuk Indonesia!

Halo nama saya Nadi Guna Khairi. Saya lahir di Pasar Minggu, Jakarta pada tahun 1993. Saya menjabat sebagai Sekretaris Jendral PERMIAS Nasional 2015-2017 (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tingkat Nasional). Insyallah saya akan menyelesaikan pendidikan S1 di University of Redlands di Redlands, California pada bulan April mendatang. Selain mengambil jurusan Business Management, Saya juga telah mendapatkan gelar sertifikat Front End Web Developer dari sekolah Computer Programming Beachcoders Academy di El Segundo, California.


Nadi Khairi Saat menjadi pembicara dalam acara Festival Luar Negri di Universitas Negri Jakarta

Pada Bulan Maret 2016, Saya sempat magang sebagai Ecommerce Specialist Intern untuk Harry Potter Shop, DC Comics Shop, The Hobbits Shop, Warner Bros Shop, dan Cartoon Network Shop. Pada bulan Juli 2016, Saya mulai berkerja fulltime sebagai Ecommerce Developer & Internet Marketing untuk Drone World http://www.drone-world.com/, perusahaan Retail Toko Online, yang menjual Drones di Yorba Linda, California. Saya sempat manjadi Wakil Presiden PERMIAS Los Angeles 2014-2015, Ketua Komisi komunikasi PERMIAS Nasional 2013-2015, Presiden PERMIAS Los Angeles 2015-2016, dan puncaknya sebagai Sekretaris Jendral PERMIAS Nasional 2015-2017.

Saya pindah ke Amerika Serikat sejak usia 13 tahun dan tinggal bersama paman. Sejujurnya tidak ada rencana sama sekali untuk kuliah atau bekerja di Amerika, karena semua keputusan orang tua, harus beradaptasi dari sejak kecil. Walaupun besar di Amerika Serikat sejak kecil, saya tidak mau di kenal sebagai orang Amerika dan bangga dengan kewarganegaraan saya (Indonesia).

Pengalaman Belajar Bahasa Inggris Sejak SMP di Amerika

Saya mulai belajar bahasa sejak SMP, tentu saja pendidikan Bahasa di sekolah menjadi salah satu bantuan untuk saya bisa beradaptasi Bahasa. Tapi pendidikan saja itu kurang. Jika ingin mempercepat dan mempermudah adaptasi Bahasa, berkomunikasilah dengan orang Amerika asli. Dengan begitunya, kita bisa mempraktekan langsung apa yang di pelajari di kelas. Mungkin juga bisa dengan mendengarkan lagu berbahasa inggris, atau menonton film berbahasa inggris tanpa menggunakan “Subtitle” (Penerjemah). 

Selanjutnya, mungkin pengalaman saya berbeda dengan mayoritas mahasiswa yang berkuliah di AS. Tapi saat saya beranjak lulus SMA di sini, saya mulai tinggal sendiri. Mencari kos-kosan di Amerika Serikat agak sedikit sulit, karena jarang ada kos-kosan. Mahasiswa Indonesia di AS lebih banyak mengunakan apartemen, karena mudah di cari. Ada tipe Studio/Single (Tidak ada kamar, cuma ruang tamu, dapur dan kamar mandi), satu kamar, dua kamar, dsb. Soal harga, tergantung lokasi sih sebenarnya, tapi cara jitu untuk mendapatkan harga apartemen yang murah yaitu dengan “Roomate”an, sangat banyak angka mahasiswa Indonesia yang gabung tinggal bersama membagi imbang bayaran bulanan apartemennya.


Nadi bersama Pandji Pragiwaksono dan Yulfiano dalam acara Stand Up Comedy World Tour di Los Angeles

Soal persiapan untuk kuliah di AS secara singkat mungkin saya bisa share bedasarkan pengalaman saya berorganisasi PERMIAS. Pertama harus cek program spesifik dari universitas yang dituju dan admission requirement-nya. Selanjutnya harus fulfill requirement, such as tes semacam SAT, TOEFL or IELTS, or GMAT, translate rapor ke bahasa inggris, minta letter of recommendation, etc. Terus kirim semua required data, test result, rapor, dsb. Kalau keterima, apply Visa ke embassy, typically F-1 buat undergrad. Kemudian kumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan embassy terus datang wawancara. Setelah visa keluar berarti siap berangkat, sambil menunggu visa keluar juga bisa sambil cari tempat tinggal dan persiapan lainnya. Ketika sampai di sini, get to know the city. Jangan lupa beli kartu HP terus mengenal transportasi lokal, tempat ibadah, tempat makan, bank, dll. Yang terpenting adalah, gabung dengan PERMIAS.

Sistem Belajar dan Tantangan Terbesar di Amerika Serikat

Sebenarnya sama saja sih seperti dimana-mana, semua tergantung komitmen dari sendiri. Kebetulan saya dari umur 17 tahun sudah kerja sambil kuliah. Saya sempat kerja di pom bensin, tempat es serut, dapur, dll. Jadi saya harus benar-benar bisa membagi waktu untuk kerja, sekolah, belajar, berorganisasi dan istirahat. Untuk membagi waktu itu tidak mudah. Tetapi menurut saya jika kita merasa tidak mempunyai waktu untuk melalukan sesuatu, simply just make the time. Menurut saya yang penting jaga kesehatan, makan, olahraga, dan minum air putih dengan teratur. Tantangan besar sekolah di AS adalah jarak yang jauh dengan budaya lokal yang sangat berbeda dengan Indonesia. Jadi, yaitu jika kita tidak bisa mengkontrol kesehatan kita, sekolah kita bisa tertinggal.

Culture Shock di Amerika

Kuliah di Amerika Serikat ya tentu nya berbeda ya. bukan hanya cuaca dan bahasa inggris. Amerika adalah negara “melting pot” dari segala budaya, ras, agama, dan bahasa dunia. Kuliah di Amerika bisa membuka wawasan kita tetang dunia lebih luas. Selain itu, kita juga bisa belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan melihat dari sisi sisi yang berbeda. Belajar bertoleransi dengan orang-orang yang memiliki ras, agama, dan budaya yang berbeda.

Pertama-tama saat saya melihat perbedaan itu tentu saja shocking ya, akan tetapi dengan pemikiran yang lebih terbuka, saya bisa mempelajari budaya – budaya orang lain. Seperti banyak teman-teman saya yang berasal dari negara tetangga AS, Meksiko. Saya bisa belajar bahwa sebenarnya orang Meksiko dan Indonesia tidak jauh beda. Selain kedua negara sangat suka sepak bola, mereka pun ternyata juga sangat menghargai silatuhrahmi keluarga dan religius. Asalkan kita bisa memilih teman dengan benar dan baik, saya tidak akan kesulitan untuk berbaur dan bersosialisasi di kalangan mahasiswa.


Nadi besama teman-teman dan Ibu Sri Mulyani Indrawati, Ph.D yang saat itu menjabat sebagai Managing Director and COO of World Bank

Pengalaman Unik Tentang Cuaca

Di Amerika Serikat kita mempunyai 4 cuaca. Ada Musim Spring, Summer, Fall dan Winter. Untuk musim spring, tumbuhan berseri. Udara akan terasa sedikit dingin karena masih ada udara sisa dari musim Winter (dingin). Kalau musim Summer, sangat panas sekali. Tetapi panas di Amerika, California lebih tepatnya (tempat saya tinggal), itu berbeda dengan panasnya Indonesia. Di California lebih cenderung panas kering, berbeda dengan di Indonesia yang cenderung terasa lebih panas lembap. 

Musim Fall, atau musim gugur, adalah saat dimana sering hujan dan daun berjatuhan. Hujannya pun dingin karena menyambut kedatangan musim dingin. Musim Fall adalah musim rawan sakit pilek atau demam, karena cuacanya sering berganti dari dingin ke panas secara tiba-tiba.

Di musim Winter, tidak semua bagian negara Amerika akan bersalju. Tetapi itu bukanlah alasan untuk tidak memakai Jaket yang hangat. Suhu dingin di Amerika Serikat rata-rata turun sampai hingga 67.4º F atau sekitar 19º C. Tips yang saya bisa kasih mungkin, jika sedang belanja baju, jangan hanya beli karena mereknya keren, belilah yang benar-benar bisa menghangatkan atau melindungi tubuh supaya agar tidak kena sakit.

Beasiswa

Saya tinggal di AS sejak SMP, sehingga saya bisa mendapatkan visa ijin kerja sejak umur 17 tahun. Selepas SMA saya sudah mulai kerja untuk menutupi kebutuhan hidup dan kuliah. Saya tidak mau membebani orang tua, saya berfikir, jika bisa kerja sendiri, sudah saatnya untuk tidak minta uang saku. Satu fakta tentang kuliah di AS itu mahal. Mahal dalam biaya tuition kuliah dan juga mahal dalam membiayai hidup. Akan tetapi itu bukan berarti kuliah di AS itu mustahil. Banyak beasiswa yang tersedia untuk mendapatkan kesempatan berkuliah di AS. Banyak akan tetapi kompetitif.


Saat berkerja sebagai tukang masak di dapur

Berikut adalah sebagian beasiswa yang popular di kalangan mahasiswa Indonesia di Amerika:

FulBright: Fulbright merupakan competitive and merit-based scholarship dan Fulbright didanai oleh the United States Department of State.

LPDP &DIKTI
Beasiswa dari pemerintahaan Indonesia.

Beasiswa Private dari kampus kampus tertentu. Pintu selalu terbuka untuk mahasiswa yang berhak dan layak untuk mendapatkan beasiswa.

Berhubung peraturan Visa pelajar tidak mengijinkan untuk mahasiswa berkerja secara sah. Sulit untuk mencari uang untuk mahasiswa. Tetapi jika aktif bersosialisasi, ada banyak cara untuk mendapatkan pemasukan di AS untuk mahasiswa Indonesia. Teman-teman bisa mengajar/menerjemah Bahasa Indonesia, pengasuh anak dari diaspora Indonesia, recycling (mengumpulan botol minuman plastic atau kaleng), atau kerja part-time di kampus.

Pengalaman Menjabat Ketua PERMIAS

Bergabung menjadi bagian dari PERMIAS adalah kebanggan untuk saya. Untuk saya,
PERMIAS atau PPI lainnya lebih dari sekedar organisasi. Saya sudah tinggal di AS hampir 10 tahun, dan dalam 9 tahun pertama saya tidak pernah pulang ke Indonesia. Melewati PERMIAS saya bisa merasa menjadi orang Indonesia lagi. Saya dapat belajar banyak tentang Indonesia dan budayanya. Saya menemukan jalan untuk berbakti kepada negara walaupun tinggal jauh di tanah orang. Saya sempat berbincang-bincang dengan Bpk. Presiden Joko Widodo! Pe


Pengurus PERMIAS Nasional dan Pengurus PERMIAS Cabang

Pada tahun 2015 kemarin saya mendapatkan mandat untuk menjadi SekJend PERMIAS Nasional. Visi dan Misi saya adalah membangun kembali identitas PERMIAS Nasional. Dikalangan Mahasiswa Indonesia di AS maupun di kalangan PPI Dunia. 

Sedikit sejarah mengenai PERMIAS Nasional, PERMIAS Nasional sempat mati/ vakum dengan jangka waktu yang lama. Baru pada tahun 2013 PERMIAS Nasional kembali hidup dan beroperasi. Bisa di bilang umur kami masih muda, akan tetapi sejarah kami sangat luar biasa. PERMIAS Nasional lahir pada tahun 1960 dan sudah banyak Alumni PERMIAS yang menjadi tokoh-tokoh  di Indonesia atau di luar negeri.

Selama durasi kepengurusan saya, kami berhasil membentuk badan hukum yang di akui kepemerintahaan AS. Keberhasilan ini adalah langkah PERMIAS Nasional yang berhasil menjadi salah satu sejarah berharga PPI di Luar Negeri. Selain itu kami juga berhasil membentuk “PERMIAS Magazine” sebuah majalah digital untuk meliput aktivitas dan kabar dari setiap PERMIAS Cabang di seluruh Amerika Serikat. PERMIAS pun juga berhasil aktif kembali di kalangan PPI Dunia. Selain mejadi anggota yang aktif, PERMIAS akan menjadi tuan rumah Simposium PPI Amerika Eropa pada Mei yang akan datang.

Masih banyak yang harus di kerjakan karena peluang PERMIAS untuk menjadi organisasi yang efektif itu sangat cukup besar. Jika bukan kepengurusan saya, saya percaya penerus kami akan membawa PERMIAS lebih maju.

Kegiatan di Luar Kuliah

Selain kuliah, kerja, dan PERMIAS, saya sangat suka bermain sepak bola. Saya sempat bermain mewakili universitas saya. Tetapi sekarang lebih menjadi hobi saja, karena sangat sibuk dan tidak bisa berpartisipasi secara maksimal ketika latihan.


Tim Sepak Bola Kampus El Camino College

Saya pun giat untuk menyediakan waktu untuk volunteer di kalangan masyarakat Indonesia dan Amerika di AS. Saya berfikir bahwa, selain mendapatkan rasa bahagia, saya pun bisa mendapatkan kesempatan untuk networking dan menambah kenalan.

Traveling di Amerika

Saya sangat suka traveling. Saya suka berkemah, hiking, snowboarding, air travelling dan food hunting. Tempat yang saya suka kunjungi adalah gunung Big Bear di kota San Bernardino, California. Selain bisa berkemah di musim panas, saya pun hobi untuk snowboarding pada musim dingin. 

Pengalaman Paling Unik

Mungkin pengalaman berharga/ unik yang tidak saya bisa lupakan adalah setiap kali saya menemui orang asing yang tidak pernah tahu tentang Indonesia, secara otomatis saya menjadi duta besar Indonesia untuk mereka. Di situ saya bisa menceritakaan Indonesia dari perspektif saya sendiri. Menceritakan tentang kampung halaman dengan keindahaannya. Mungkin ketika saya nanti pulang, itu adalah hal yang saya akan rindukan.
Volunteer jadi Tour Guide untuk Indonesian Scout Challenge

Semangat Untuk Teman-teman yang Ingin Kuliah ke Amerika!

Pesan saya sih cuma satu, siapkan diri untuk mempunyai mental yang kuat. Kuliah di AS, kita harus mandiri, tapi bukan hanya mandiri dalam hidup sehari-hari, tetapi juga mandiri untuk menyemangati diri ketika sedang sedih, ketika gagal, atau ketika merasa jatuh. Mental kita harus kuat, karena sesungguhnya keberhasilan dan kesuksesan seseorang di mulai ketika mampu bangun dari kegagalan. Tidak mudah menyerah dan siap berkerja keras.

Reporter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top