Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP)

Peluang bagi para dosen dalam lingkup perguruan tinggi di Kemenristekdikti untuk bisa melanjutkan studi pada jenjang S3 di luar negeri terbuka melalui sebuah program beasiswa rutin yang merupakan kerja sama antara Kemenristekdikti dan Austria. Program beasiswa yang bernama Indonesia – Austria Scholarship Programme ini dijalankan melalui OeAD-GmbH dengan tujuan memberikan kesempatan bagi para dosen untuk menempuh studi S3 dan mendapatkan gelar doctor di Austria khususnya di berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka disana.

Beasiswa yang ditawarkan nanti akan diberikan selama  tahun bagi para pemohon yang sudah lolos seleksinya. Bantuan pembiayaan yang diberikan mencakup uang pembinaan sebesar EUR 1,000 per bulan, uang kuliah, biaya akomodasi, asuransi kesehatan dan kecelakaan, biaya buku, tunjangan keluarga maksimal 1 orang anak, dan juga tiket keberangkatan serta kepulangan. Pada dasarnya itu tadi sudah lengkap mengenai berbagai biaya yang nantinya akan dibutuhkan ketika menempuh studi disana.


Persyaratan Beasiwa
Dosen tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemenristekdikti dengan NIDN
Mendapatkan izin dari pimpinan perguruan tinggi tempat mengajar jika mengajar di PTN atau dari Koordinator Kopertis Wilayah jika mengajar di PTS
Sudah memilki gelar S2 atau setara maksimal 5 tahun sebelum mendaftarkan diri pada program ini
Tidak untuk mendapatkan gelar dalam jenjang yang sama
Memiliki sertifikat penguasaan bahasa Jerman (hanya jika ada)
Memiliki sertifikat penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL minimal 550, IBT minimal 80, atau IELTS minimal 6.0 atau bisa juga disesuaikan dengan syarat yang diminta di perguruan tinggi tujuan
Usia maksimal 35 tahun pada saat mendaftarkan diri pada program
Memiliki usulan penelitian sekitar 2 – 4 halaman dan sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan calon pembimbing atau supervisor di universitas tujuan
Membuat Daftar Riwayat Hidup terbaru dalam bahasa Inggris
Memiliki paspor yang masih berlaku
Memiliki 2 surat reomendasi dari universitas asal dalam bahasa Inggris
Memiliki Letter of Acceptance yang masih berlaku dan tanpa syarat (unconditional) dari universitas tujuan atau letter of admittance dari calon pembimbing atau supervisor
Bagi yang sudah berkeluarga dan pasangannya sudah memiliki gelar yang sama dengan yang akan diambil aka tidak boleh menempuh studi di tempat yang sama dan dibimbing oleh pembimbing atau supervisor yang sama
Memiliki iazah asli dan transkrip nilai dari pendidka terakhir dalam bahasa Inggris yang sudah dilegalisasi

Persyaratan Dokumen
Formulir beasiswa Ristekdikti
Letter of acknowledgement dari supervisor di universitas tujuan di Austria
Deskripsi singkat mengenai proyek yang akan dijalankan nanti pada masa studi sebanyak 2 – 4 halaman mencakup judul, isi, dan metodologi yang sudah disetujui oleh supervisor
Surat rekomendasi dari universitas asal sebanyak 2 buah
Scan paspor pada halaman nama dan foto
Scan ijazah dan juga transkrip nilai terakhir
CV terbaru yang lengkap
Sertifikat IELtS atau TOEFL


Pendaftaran Beasiswa
Proses pendaftaran bisa dilakukan dengan melakukannya secara online di laman berikut (link) kemudian memilih bagian Indonesia – Austria Scholarship Programme – S3 pada pilihan beasiswa yang disediakan. Selanjutny cukup dengan mengunggah semua  berkas yang diperlukan sesuai syarat-syarat yang sudah disebutkan sebelunya.




Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Beasiswa Pemerintah Rumania untuk Kuliah di Rumania

Saat ini semakin banyak negara di kawasan Eropa yang setiap tahun menawarkan bantuan beasiswa untuk bisa menempuh studi penuh secara gratis bagi mahasiswa internasional khususnya dari luar kawasan Eropa. Salah satu negara dengan program beasiswa yang sayang jika dilewatkan oleh mahasiswa dari Indonesia adalah Rumania dengan program resmi Beasiswa Pemerintah Rumania. Program beasiswa ini dikelola dan diselenggarakan oleh Ministry of Foreign Affairs dan Ministry of National Education and Scientific Research berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku di Rumania dalam bidang pendidikan.


Pada periode tahun 2017-2018 program beasiswa dari Pemerintah Rumania ini dibuka kembali dengan kuota penerima beasiswa yang disediakan adalah sebanyak 85. Beasiswa yang disediakan bisa digunakan untuk menempuh studi dalam berbagai jenjang pendidikan tinggi mulai dari S1, S2, dan S3 di Rumania. Bidang studi yang bisa dipilih juga banyak untuk program beasiswa ini.

Rincian Beasiswa
Para penerima beasiswa ini nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk kuliah tanpa harus membayar biaya kuliah dan biaya akomodasi asrama serta juga masih mendapatkan tunjangan untuk biaya hidup bulanan. Tunjangan hidup yang diberikan jumlahnya akan berbeda pada setiap jenjang studi yang diambil. Jenjang S1 sebesar EUR 65, jenjang S2 sebesar EUR 75, dan jenjang S3 sebesar EUR 85. Biaya lain yang harus dipersiapkan oleh para penerima beasiswa ini nantinya mencakup biaya transportasi, biaya makan, dan berbagai biaya lain yang mungkin diperlukan selama menempuh studi di Rumania dan terlepas dari biaya kuliah dan akomodasi tentunya.

Rincian untuk pembagian jenjang studi pada program beasiswa ini yaitu ada 3 pilihan diantaranya adalah:
First Cycle (licenta) yaitu merupakan sebuah skema khusus bagi para lulusan sekolah menengah atas atau yang setara dengan masa studi berlangsung antara 3 tahun hingga 6 tahun tergantung pada pilihan program studi yang diambil
Second Cycle (master) yaitu skema yang ditujukan bagi para lulusan studi S1 atau yang setara dan berniat untuk menempuh studi pada jenjang S2 dengan masa studi selama 1,5 tahun hingga 2 tahun saja dengan tugas akhir berupa disertasi
Third Cycle (doctorate) merupakan skema studi lanjutan bagi para lulusan S2 dengan lama program antara 3 tahun hingga 4 tahun dan diakhiri dengan pembuatan tugas akhir berupa tesis doktor

Sementara itu berikut ini adalah beberapa bidang studi yang bisa dipilih dalam studi di Rumania dengan menggunakan beasiswa dari Pemerintah Rumania ini:
Ilmu Politik
Administrasi
Pendidikan
Kebudayaan dan Peradaban Rumania
Jurnalisme
Teknik
Minyak dan Gas
Pertanian
Kedokteran Hewan
Arsitektur
Seni

Persyaratan Dokumen
Selanjutnya yang harus diketahui dan dipahami mengenai program beasiswa ini adalah dokumen-dokumen yang menjadi syarat pendaftaran atau pengajuan permohonan. Berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan harus disiapkan:
Surat pengantar resmi dari perwakilan diplomatik Rumania atau KBRI Bucharest
Formulir pendaftaran beasiswa dari Ministry of Foreign Affairs Rumania yang bisa didapatkan pada tautan berikut ini (link)
Formulir untuk penerbitan Acceptance Letter dari Ministry of National Education and Scientific Research Rumania dengan tautan untuk mendapatkan formulirnya adalah sebagai berikut (link) dimana Acceptance Letter tersebut akan diperlukan untuk pengajuan visa dan pendaftaran universitas
Salinan ijazah kelulusan yang sudah disahkan atau dilegalisasi yang tentunya disesuaikan dengan jenjang studi tujuan disertai dengan terjemahan resminya dalam bahasa Rumania, Inggris, atau Perancis menggunakan Jasa Penerjemah Tersumpah, dimana dokumen ini bisa diganti dengan surat keterangan akan segera lulus lengkap dengan tanggal penerbitan ijazah di kemudian hari jika memang pemohon belum lulus yang juga perlu diperhatikan bawa ijazah harus sudah ada di pihak Kedutaan Rumania atau KBRI sebelum 18 Agustus 2017 untuk periode 2017-2018
Salinan transkrip nilai resmi atau dokumen kelengkapan ijazah yang lain
Salinan akta kelahiran yang sudah disahkan atau dilegalisasi dengan terjemahan resmi dalam bahasa Rumania, Inggris, atau Perancis
Salinan 3 halaman pertama dari paspor yang masih berlaku
Surat keterangan sehat
CV terbaru dalam bahasa Inggris
Pasfoto terbaru sebanyak 2 lembar

Perlu diperhatikan bahwa pengesahan semua dokumen yang memang harus disahkan wajib menggunakan jasa atau melalui notaris atau bisa juga dilakukan oleh perwakilan diplomatik pemohon tersebut sebagai pengirim berkas.


Pendaftaran Beasiswa
Proses pendaftaran untuk beasiswa ini bisa langsung dilakukan dengan sebelumnya menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Selanjutnya semua dokumen tersebut harus diserahkan langsung ke kantor diplomatik Rumania dengan alamat sebagai berikut:

Jalan Teuku Cik Ditiro No.42-A
RT.10/RW.5, Menteng, Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10310
Selain itu semua dokumen yang menjadi syarat juga bisa dikirimkan secara langsung ke alamat:
Embassy of the Republic of Indonesia
Strada Gina Patrichi nr.10 sector, Bucharest, Rumania

Semua dokumen untuk pengajuan yang langsung dikirimkan ke KBRI Bucharest untuk program beasiswa pada periode 2017-2018 paling lambat sudah harus diterima pihak KBRI pada 13 Maret 2017. Pengumuman hasil seleksi dan penerimaan beasiswa ini nantinya akan disampaikan setelah tanggal 3 Juli 2017 melalui perwakilan diplomatik Rumania atau KBRI Bucharest. Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini bisa didapatkan melalui email infos1@indonezia.ro atau info2@indonezia.ro.



sumber:

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



ERI YANUAR: Menikmati Proses Kuliah di University of Adelaide Sebagai Awardee Beasiswa AAS!

Halo Sobat Berkuliah!

Sebelumnya kita sudah bertemu dengan Mas Eri Yanuar ketika membahas tentang beasiswa AAS dan sedikit perjuangannya, serta ada tips-tips yang bisa memudahkanmu untuk meraih mimpi kuliah ke luar negeri. Sekarang, kita akan memasuki cerita ke dua dimana isinya adalah hal-hal yang dilakukukan Mas Eri ketika sudah sampai di Australia. Yuk langsung cussss….!



Tips Adaptasi Versi Mas Eri!

Penting sekali untuk diketahui sobat semuanya yang sedang dalam proses persiapan, mendaftar, atau sudah dalam proses keberangkatan ke Aussie menggunakan beasiswa AAS.  Setelah tiba di Australia, yang pertama saya lakukan adalah mengkontak University Student Centre karena mereka yang meng-arrange penjemputan. Setelah itu, kontak PPI Universitas yang bersangkutan karena akan sangat berguna untuk bertanya hal-hal yang praktis seperti bagaimana apply kartu telepon, bagaimana apply kartu transportasi, dan sebagainya. 

Suasana Perkuliahan

Suasana perkuliahan di Australia sangat berbeda dengan di Indonesia. Dosen dan mahasiswa seperti berdiskusi dan tidak hanya berjalan satu arah. Saran saya, selalu persiapkan diri kamu sebelum datang ke kelas karena biasanya daftar bacaan sudah ada di study guide (semacam silabus jika di Indonesia). Kita harus aktif dan mencari tahu jika kita bingung bagaimana bertindak, belajar dan mengikuti kelas. Di Australia kamu harus aktif mencari tahu karena kamu dianggap sudah dewasa dan mampu menyelesaikan masalah sendiri. Yang paling bagus adalah jika dirimu merasa ada masalah yang tidak bisa terselesaikan sendiri misal masalah keluarga, studi, dsb maka manfaatkanlah bagian konseling di universitasmu.


Hal yang bikin seneng ketika menjalani kehidupan di Australia

Banyak sekali hal yang menyenangkan saat di Australia terutama di Adelaide. Saya bisa mengembangkan potensi saya di bidang seni, olahraga, serta juga mendapat pengalaman yang tak terlupakan dari pengalaman merawat pasien di ICU Australia. Pengalaman yang saya yakin tidak akan bisa saya ceritakan dalam narasi yang terbatas ini, yang jelas dengan bersekolah di LN membuka mata saya tentang banyak hal.

Tips Membuat Proposal Tesis!
  
Membuat proposal tesis harus tahu dulu passion dan alasan kenapa kamu membuat tesis. Tips mengerjakan tesis adalah segera perbaiki dan kumpulkan sesegera mungkin dan jangan suka menunda-nunda agar bisa fokus. Rekam atau catat masukan dari dosen pembimbing sehingga saat lupa kamu bisa mendengarkan atau membuka catatan tersebut.

Traveling di Australia

Ngmongin kuliah ke luar negeri nggak asik kalau nggak ada travelingnya. Selama kuliah di Aussie saya sudah berkunjung ke beberapa tempat, cukup banyak sih. Traveling saya ke Blue Lake, Whispering Wall, Uluru, The Big Rocking Horse, Pantai Glenelg, dan banyak tempat lainnya. Akses traveling di Australia mudah asal kamu memiliki SIM A Internasional. Seandainya tidak memiliki SIM pun masih banyak tempat wisata yang bisa dijangkau dengan transportasi umum. Namun, akan lebih membutuhkan usaha karena jadwal yang cukup strict terutama jadwal transportasi umum.

Pengalaman Tak Terlupakan

Yang tidak terlupakan adalah saya tergabung, mendirikan dan bermain dalam Ludruk Adelaide. Yang setelah saya pergi ternyata tidak ada lagi yang meneruskan. Jadi ludruk itu jadi The One and Only ever yang ada di Adelaide. Saya benar-benar merasa bangga dan juga banyak hal yang tidak terlupakan selama saya di Australia. 


Pesan dan Motivasi untuk teman-teman pelajari Indonesia yang ingin kuliah ke Australia!

Buat kamu yang mau kuliah ke Australia, ayooo semangaat jangan gampang menyerah dan jangan gampang patah semangat! Banyak yang mencoba beasiswa AAS tidak hanya sekali ada yang sampai berkali-kali baru bisa mendapat beasiswa AAS. Maka jika first attempt gagal, coba lagi, coba lagi namun jangan lupa untuk selalu mengevaluasi hal-hal yang menyebabkan gagal lolos dalam mendapat beasiswa dengan ikut program pelatihan atau juga mentor dengan awardee yang pernah lolos beasiswa AAS.

Narasumber:
Eri Yanuar 
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 

Reporter: Imam Sultan Assdiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



ERI YANUAR: Pejuang Beasiswa S2 Dari Kaki Gunung Kelud yang Sukses Menyabet Beasiswa AAS!

Aussie … Oh… Aussie…

Halo sobat berkuliah.com. Lama sudah kita tak jumpa dengan cerita ya. So, sekarang kita mau kasih satu cerita yang bener-bener bikin air mata netes. Bukan karena sedih tapi karena cerita ini berasal dari salah satu orang paling inspiratif di Inspira Book. Semoga teman-teman menikmatinya!



Perkenalkan nama saya Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo. Saya asli kelahiran kota kecil di Jawa Timur di kaki Gunung Kelud tempat dimakamnya Proklamator pertama kita yaitu Blitar. Saat ini saya sedang diamanahi menjadi salah satu staf pengajar di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.  Saya dulu S1 di UGM, lalu S2 di The University of Adelaide di Master of Nursing Science (Intensive Care Nursing) dengan beasiswa Australia Awards Scholarships.

Saya memilih Australia karena saya pernah beberapa kali bertemu perawat ICU dari Australia. Saya lihat dunia keperawatan terutama perawat ICU di Australia sangat berkembang akhirnya saya tertarik memilih Australia sebagai negara tujuan. Untuk memilih jurusan, saya mencari jurusan yang sesuai dengan jurusan yang saya cari, lalu saya juga sempat kontak dengan orang di University tersebut untuk mendapat pengalaman lebih yaitu clinical placement atau pengalaman klinis dan ternyata hanya the University of Adelaide yang menawarkan clinical placement bagi mahasiswa Internasional. Saya pilih AAS karena jujur saja saat itu saya hanya terbayang bahwa AAS satu-satunya beasiswa yang syaratnya bisa saya penuhi dan juga setelah lolos baru sadar bahwa AAS adalah salah satu beasiswa bergengsi yang diminati banyak orang.

Mental Itu Penting!

Banyak persiapan untuk kuliah ke luar negeri. Kalau masalah dokumen dan persyaratan universitas atau beasiswa itu mudah diketahui dan sudah banyak tipsnya. Menurut saya pribadi selain dokumen dan persyaratan univ/beasiswa yang perlu kita siapkan adalah MENTAL. Mental untuk berani gagal dan berani mencoba lagi saat gagal. Ditambah lagi PENGALAMAN KERJA atau APLIKASI LAPANGAN akan sangat berguna saat mendaftar beasiswa karena saat mengisi aplikasi akan lebih aplikatif dan lebih mudah dipahami.

Mindset is Everything!

Selain MENTAL, masih ada satu lagi hal yang perlu dimiliki oleh setiap pejuang beasiswa, yaitu MINDSET. Mindset yang harus ditanamkan adalah “gagal sekali harus coba lagi dan siapkan amunisi”. Saya dulu ingin mendaftar beasiswa DIKTI namun ternyata harus memiliki NIDN (Nomer Induk Dosen Nasional). Nah, untuk memiliki NIDN harus sudah minimal jenjang S2. Saya jadi bingung saat itu. Akhirnya saya tetapkan hati mending saya kejar ADS (jaman dulu sebelum jadi AAS). Saya persiapkan hal-hal yang menurut saya kurang yaitu TOEFL/IELTS. Dulu TOEFL saya kurang dari 500 hanya 490. Namun tidak menyurutkan langkah untuk memperbaiki diri dan mengejar impian saya. Saya belajar via apps di HP dan juga beberapa ebook serta aplikasi di komputer untuk mengejar ketertinggalan saya.

Mendaftar Beasiswa AAS!

Beasiswa lain seperti LPDP mensyaratkan untuk apply universitas dulu, baru setelah mendapat LoA bisa digunakan untuk melamar beasiswa. Bedanya kalau untuk AAS,  yang perlu kita lakukan adalah mendaftar beasiswa dulu karena untuk proses aplikasi ke universitasnya akan dibantu oleh pihak AAS seperti LoA, Visa dan lain-lain akan dibantu oleh pihak AAS. Cara mendaftar beasiswanya adalah mengisi aplikasi lalu dikirimkan. Jika lolos, maka kita akan diwawancara setelah itu akan diadakan test IELTS. Kita akan difasilitasi untuk PDT (Pre-Departure Training) dan English Training bagi yang lolos beasiswa namun bahasa Inggrisnya masih belum memenuhi syarat yang diharapkan oleh universitas.

Tips Memilih Jurusan!

Banyak kasus mahasiswa sudah kuliah namun merasa salah jurusan. Nah, sebenarnya kesalahan-kesalahan apa yang sering terjadi saat memilih jurusan, serta bagaimana solusi/ tips dalam memilih jurusan? Di sini saya akan membagikan tips dalam memilih jurusan!


  • Pilihlah jurusan berdasarkan passionmu!


Hal ini adalah yang pertama karena dengan mengikuti passion maka akan lebih mudah dalam mengikuti proses pembelajaran karena sesuai dengan keinginan kita. Namun, hal ini bisa menjadi tantangan berat jika ternyata passion kamu berbeda dengan background pendidikamu, namun saya yakin jika memiliki passion maka keinginannya juga akan kuat sehingga harapannya bisa mengatasi semua hambatan yang muncul. 


  • Bisa berdasarkan pada kebutuhan tempatmu bekerja atau kebutuhan daerah dimana kamu bekerja


Hal ini biasanya untuk kamu yang sudah bekerja. Jadi kebutuhan tempatmu membutuhkan seseorang dengan posisi apa atau dengan syarat apa. Hal ini memang agak berat karena kadang tidak sesuai atau agak melenceng dari passion tapi saat kamu selesai kuliah maka akan bisa bermanfaat di tempatmu bekerja atau daerah tempatmu bekerja 


  • Bisa berdasarkan pada latar belakang pendidikanmu sebelumnya


Hal ini yang paling umum karena dengan background pendidikan yang linier maka akan lebih mudah saat mengikuti perkuliahan. Hal ini dikarenakan level S2 (master) adalah proses membuat seseorang menjadi lebih expert atau ahli di bidangnya. Sehingga saat memiliki pondasi keilmuan yang sama dengan ilmu yang dimiliki saat S1 maka akan lebih mudah mengikuti proses pembelajaran.

Kesalahan dan Solusi!

Setiap periode pendaftaran AAS dibuka memang banyak yang melamar namun banyak juga yang gagal. Mereka yang gagal biasanya melakukan beberapa kesalahan. Di sini saya akan memberikan 2 contoh kesalahan dan 2 tipsnya!

Kesalahan yang pertama adalah saat proses mengisi form aplikasi. Kebanyakan adalah tidak pas antara pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh aplikan. Tips saya adalah baca contoh dari awardee terdahulu yang lolos beasiswa dan jika anda kenal maka anda bisa minta masukan kepada yang bersangkutan. 

Kesalahan kedua adalah pengisian aplikasi yang kurang mudah dipahami aplikasinya. Tips saya adalah buatlah isian yang ringkas, padat dan jelas.

Menikmati Tantangan!

Hampir setiap proses yang saya lewati dalam meraih beasiswa AAS itu adalah tantangan. Hmmmm… kalau ngomongin yang paling menantang berarti ada pada bagian proses wawancara. Hal ini dikarenakan proses wawancara sangat menentukan apakah kita akan diterima atau tidak. Sehingga saat proses wawancara jujur saya takut, gugup namun saya bisa mengatasi karena berlatih dan juga selalu menyiapkan jawaban yang tulus dari dalam diri saya tanpa perlu berpura-pura.

Tips Memilih Universitas!

Australia memiliki banyak sekali universitas berkualitas. Untuk Australia jika bisa pilihlah universitas yang tergabung dalam Group of Eight. Namun, jika tidak pun tidak apa-apa anda bisa memilih yang sesuai dengan minat dan jurusan yang anda minati karena tidak semua universitas group of eight memiliki jurusan yang anda minati. Selanjutnya adalah cek reputasi via website atau via rekan anda yang pernah kuliah disana. PPI bisa menjadi sumber referensi yang baik untuk hal ini.


PENTING!

Poin paling penting ini benar-benar harus kamu kuasai dengan baik dan benar, juga harus dipersiapkan untuk menghadapi seleksi beasiswa AAS!

Mental dan bagaimana menghadapi wawancara adalah hal yang penting. Seingat saya, interviewer AAS sangat menekankan pada hal-hal yang aplikatif dibandingkan hanya konsep saja. Jadi pengalamanmu di kegiatan kemasyarakatan, NGO, LSM akan sangat membantu dalam lolos beasiswa AAS. Jadi perbanyaklah pengalamanmu dan perkaya pengalaman hidupmu dengan banyak terlibat di NGO atau LSM di sela waktu luangmu.

Yap, sudah sobat simak kan satu cerita dari Mas Eri di atas? Kalau masih kurang, nantikan seri 2 nya ya. Kamu bakalan termotivasi deh dengan cerita mas Eri ini. Semangat berjuang sobat berkuliah!

Narasumber:
Eri Yanuar 
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 

Reporter: Imam Sultan Assdiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



National Taiwan University – Office of International Affairs

Salah satu universitas yang terkemuka di Taiwan adalah National Taiwan University yang dulunya berawal dari Taihoku Imperial University yang didirikan pada tahun 1928. Tepat setelah didirikan yang kemudian menjabat sebagai presiden pertamanya adalah Shidehara Tan Tairaka Hiroshi karena memang yang mendirikan pada waktu itu adalah pihak pemerintah kolonial Jepang. Pada tahun 1945 ketika Jepang kalah dalam perang membuat Taiwan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan resmi dari Tiongkok. Selanjutnya pada tanggal 15 November 1945, pemerintah Tiongkok secara resmi mengganti namanya menjadi National Taiwan University yang juga sekaligus menunjuk presiden pertamanya yang bernama Dr. Tsung-lo Lo.



Pada masa penjajahan oleh Jepang, ada 2 divisi akademik yang menjadi satu kesatuan dalam universitas yaitu Literature and Politics dan Science and Agriculture. Pada setiap semester ada sebanyak 60 mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk menempuh studi disana. Pada tahun 1936 ditambahkan 1 divisi lagi yaitu Medical yang selanjutnya ditambahkan lagi divisi Engineering pada tahun 1943. Selanjutnya pihak universitas semakin melengkapi lingkup pendidikan yang ada di lingkungannya dengan ditambahkannya divisi Agriculture and Forestry, Tropical Medicine, Southern Humanities, serta Southern Resource.Pada tahun 1945 total ada 382 mahasiswa yang menempuh studi disana.

Selanjutnya setelah harus menjalani restrukturisasi setelah menjadi bagian dari pemerintah Tiongkok, terjadi perubahan yang salah satunya adalah perubahan penyebutan dari divisi menjadi kolese. Pada awal masa peralihan tersebut ada total 6 kolese dengan 22 departemen serta jumlah mahasiswanya adalah 585 orang. Mengikuti perkembangan universitas yang semakin pesat, di tahun-tahun berikutnya semakin banyak hal yang ditambahkan dalam berbagai aspek demi semakin meningkatkan kualitas dari universitas secara keseluruhan. Kuliah malam merupakan hal baru yang ditambahkan dengan mas percobaan pada tahun 1960 dan akhirnya pada tahun 1967 dibuka secara resmi.

Berbagai kolese baru juga dibuat dengan perubahan-perubahan nama dari nama-nama awalnya setelah beroperasi selama beberapa waktu. Saat ini di NTU bisa ditemukan sejumlah 11 kolese, 54 departemen, dan 103 institut yang masih ditambah dengan adanya 4 pusat penelitian setingkat universitas. Total mahasiswanya saat ini mencapai angka 33,000 yang menjadi bukti bahwa saat ini NTU benar-benar sudah bisa dianggap sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan Asia khususnya.

Saat ini untuk mengakomodir segala kegiatan yang berhubungan dengan mahasiswa internasional di NTU ada Office of International Affairs (OIA). Segala hal yang bertujuan untuk lebih mengembangkan lagi NTU dalam lingkup dunia menjadi tanggung jawab dari OIA. Secara umum OIA berusaha memaksimalkan segala peluang dalam hal kerja sama internasional serta berbagai kesempatan global dalam berbagai bidang.



Lebih dari 400 institusi di 60 negara saat ini sudah menjalin kerja sama akademi secara formal dan resmi dengan NTU yang semuanya merupakan tanggung jawab dari OIA. Selain itu pihak OIA juga secara terus menerus berusaha untuk mencari peluang da kesempatan untuk melakukan berbagai penelitian di berbagai kawasan di dunia. Tidak hanya dalam hal-hal tersebut, OIA juga kerap kali menjadi bagian penting dari kegiatan-kegiatan internasional, berbagai konferensi, dan juga pameran-pameran pendidikan serta juga terkadang OIA meluangkan waktu untuk mengunjungi pihak-pihak yang bekerja sama dengan NTU melalui OIA. Pada akhirnya semua pihak khususnya dalam lingkup universitas selalu diajak berkomunikasi oleh OIA dengan harapan da tujuan untuk menciptakan lingkungan berbasis internasional yang bisa mengedepankan kualitas dan juga menghadirkan berbagai keuntungan bagi siapa saja yang terlibat didalamnya.

Dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawabnya, OIA memiliki 3 divisi atau unit kerja khusus yang masing-masing memiliki fokus yang berbeda-beda. International Programs Division memiliki fokus pada berbagai kerja sama internasional atas nama NTU dimana hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya termasuk berbagai kegiatan penelitian internasional, konferensi internasional, perjanjian internasional, dan juga program-program pertukaran dalam lingkup global.

Selanjutnya ada juga International Students Division dimana tugas utamanya adalah untuk memaksimalkan segala urusan terkait dengan mahasiswa internasional yang menempuh studi di NTU. Divisi ini terbagi menjadi 2 unit lagi yaitu Study Abroad Section dan International Students Section. Berbagai hal yang menjadi tanggung jawab divisi ini termasuk pertukaran mahasiswa, program-program musim panas, beasiswa, dan juga berbagai dukungan bagi mahasiswa internasional di NTU agar lebih maksimal dalam menjalani studi di NTU.

Satu lagi divisi dari OIA di NTU adalah Center for International Education. Seperti namanya, divisi ini memiliki fokus pada hal-hal yang nantinya diajarkan dala kurikulum khususnya untuk mahasiswa dan pelajar internasional di NTU. Program-program internasional ang dijalankan oleh NTU juga menjadi perhatian dari divisi ini terkait dengan materi-materinya.



Jika ingin mendapatkan berbagai informasi mengenai NTU khususnya sebagai mahasiswa internasional maka bisa menghubungi pihak OIA karena memang secara spesifik OIA adalah pihak yang memang paling mengetahui segala urusan terkait mahasiswa internasional. Jika ingin mengirimkan email maka bisa melalui alamat email intstudent@ntu.edu.tw dengan kontak yang lebih lengkap ada di tautan berikut ini (link).


sumber:
(http://www.ntu.edu.tw/english/about/about.html)
(http://www.oia.ntu.edu.tw/about/fact-&-figures)


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top