Ariesta Milanti: Tempat Kuliah Paling Nyaman, Finlandia!

Begitu dingin memang ketika cuaca bisa berubah ekstrim dan mencapai minus sekiannya. Namun, itu tidak akan mengalahkan semangatmu yang ingin kuliah di negara Finlandia. Jauh memang letaknya, membutuhkan waktu untuk terbang kesana, dan tentunya biaya berangkatnya tidak sedikit. Pengorbanannya memang berat, namun hal yang didapatkan akan sangat luar biasa.



Kali ini tim berkuliah.com akan menampilkan hasil wawancara dengan mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Finlandia. Daripada berlama-lama dan kamu tambah penasaran, mari kita simak bersama cerita selengkapnya di bawah ini.


Halo. Salam kenal. Bisakah diceritakan mengenai profil diri kamu? Dan mengapa memilih Finlandia sebagai kota tujuan studi?

Saya Ariesta Milanti, dari Jakarta. Saya mengambil program Erasmus Mundus Master Course Emergency and Critical Care Nursing, 2012-2014, dan selesai Maret lalu.

Kampus saya namanya Helsinki Metropolia University of Applied Sciences, lokasinya di ibukota Finlandia. Secara pribadi, saya sangat tertarik untuk kuliah di Finlandia. Saya ingin merasakan pengalaman dari sistem pendidikannya yang terkenal baik dan efisien. Selain itu, saya sangat senang menjelajah. Sejak awal saya sudah menggebu-gebu untuk menjelajah sampai ke Arktik, lingkar kutub utara, dan melihat aurora borealis di sana.


Bagaimana cara untuk mendaftar ke universitas di Finlandia, apakah kita bisa melakukan semua proses pendaftaran sendiri?

Di Finlandia, sepertinya banyak mahasiswa Indonesia yang mendaftar sendiri untuk kuliah di sana, atau dengan skema beasiswa yang berbeda. Untuk tetap mendapat beasiswa sampai akhir, mahasiswa di program saya harus lulus di setiap mata kuliah. Dengan dua negara Eropa lainnya yang pernah saya alami proses pemelajarannya, Finlandia saya akui sebagai negara di mana proses belajar berlangsung menyenangkan dan efisien.


Apakah Ariesta kuliah di Finlandia dengan beasiswa? Jika iya, apa nama programnya, dan bagaimana sifat beasiswa tersebut serta cara untuk applynya? 

Program Erasmus Mundus adalah program spesifik yang diatur dalam konsorsium khusus untuk masing-masing jurusan. Jika kita mendaftar programnya, kita bisa memilih study track atau mata kuliah yang mau diambil berdasarkan minat atau kebutuhan kita (mata kuliah ditawarkan oleh universitas-universitas yang berbeda) dan konsorsium yang mengurus segala administrasi sepanjang masa studi kita. Jadi, saya tidak pernah mengalami mendaftar langsung ke universitas di sana. Saya mengikuti proses seleksi beasiswa Erasmus Mundus (www.masternursing.eu. Saat ini nama beasiswa ini adalah ‘Erasmus +’, bisa ditelusuri di website tentang program-programnya, cara aplikasi, dan sebagainya), dan setelahnya semua diurus dari konsorsium.

Program Erasmus Mundus mensyaratkan mobilisasi selama program studi, di negara yang tergabung dalam konsorsium yang spesifik untuk masing-masing program. Pemilihan negara dan institusi tergantung dari pemilihan mata kuliah. Semester 1 program saya dijalankan di dua kampus di Portugal, dan semester 2 saya lanjutkan di Finlandia. Terakhir, semester tiga di mana saya praktik di rumah sakit, dan sidang tesis dan wisuda dihabiskan di Spanyol.


Apakah ada ketentuan dan menjadi syarat mutlak agar beasiswa terus didapatkan sampai akhir dan lulus?

Syarat tetap dapat beasiswa: lulus mata kuliah dan tidak melanggar kontrak, dan salah satu kontraknya tidak boleh kerja. Karena biaya hidup dari beasiswa Erasmus sudah sangat lebih dari cukup, jadi tidak perlu kerja. Apalagi sampai mengganggu konsentrasi kuliah.



Bagaimanakah cara kamu menyikapai kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sana? Apakah ada perbedaaan dan kesulitan yang ditemukan? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Yang saya rasakan, pelaksanaan kurikulum belajar di Finlandia sangat fleksibel. Kontrak belajar disepakati dengan terbuka antara mahasiswa dan dosen. Jadi, di awal pertemuan mata kuliah: dosennya akan  bertanya:"apa yang mau Anda pelajari? Dan dari guidelines yang ada, kita benar-benar sepakat dengan apa yang mau dicapai di kelas itu, dan bagaimana mencapainya. Tugas mandirinya lumayan banyak, tapi kelas-kelas ceramah yang membosankan hampir tidak ada. Mahasiswapun diberi banyak kepercayaan dan keleluasaan untuk tugas-tugas kuliah.


Seberapa aktifkah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Finlandia? Kegiatan apa yang biasanya dilakukan oleh PPI di Finlandia ?

PPI Finlandia sangat aktif (dan bisa ditanyakan ke Bimo seberapa aktifnya, dapat dibaca dari ulasan artikel sebelumnya). Banyak kegiatan misi kebudayaan, berbagi ilmu di forum akademik nonformal, dan lainnya. 


Bagaimana tentang biaya hidup di Finlandia? Mulai dari tempat tinggal, makanan, dan transportasi?

Biaya hidup di Finlandia termasuk yang termahal di kawasan Eropa. Tapi untuk siswa, banyak keuntungan/subsidi pemerintah, misalnya diskon 50% untuk travel card (yang bisa dipakai untuk semua moda transportasi dalam kota), diskon makan di kantin universitas, dan lainnya. Akomodasi/apartemen khusus mahasiswa yang paling terjangkau juga ada, walaupun persaingan untuk mendapatkan apartemen itu cukup ketat. Harga makanan cukup mahal juga, tapi ada supermarket yang harganya lebih terjangkau. Intinya, Finlandia itu mahal, tapi kalau tau caranya, bisa juga hidup "murah" di Finlandia. Misalnya, kalau mau beli barang, bisa di toko secondhand, beli makanan di supermarket harga miring, kemana-mana pakai tiket diskon atau promo, cari hiburan konser, dan lainnya yang gratisan.


Apakah ada tips bagi mahasiswa Indonesia yang sudah mau berangkat ke Finlandia? Baik dari dokumen yang harus benar-benar disipakan, barang yang harus di bawa, dan kemampuan bahasa asing?

Tips: dokumen-dokumen formal yang perlu dibawa sesuai persyaratan yang diminta pada saat melamar sekolah saja. Kalau sudah mau berangkat, perlu bawa barang yang kira-kira susah ditemui atau mahal di Finlandia. Misalnya, eksternal harddisk. Baju hangat bisa dibeli di sana, kalau mau murah bisa beli di toko secondhand. Biasanya barang-barangnya masih bagus. Kalau bawa dari Indonesia, bisa jadi malah lebih mahal dan belum cukup untuk udara dinginnya Finlandia. Orang Finlandia umumnya bahasa Inggrisnya bagus, jadi tidak terlalu masalah untuk bahasa. (Kalau bisa bahasa Finnish, wah itu keren banget pastinya, soalnya susah dan hampir semua orang bisa bahasa Inggris juga). Minimal bisa bilang ‘kiitos’ (yang artinya ‘terima kasih’, dalam bahasa Finnish).



Oke, sobat berkuliah.com! Demikian tadi pemaparan pengalaman kuliah di Finlandia dari sahabat kita Ariesta Milanti. Kalau kamu juga ingin kuliah di Finlandia, kamu bis ikuti tips dari Ariesta ini. Pokoknya jangan mudah menyerah dan selalu semangat, update terus informasi di berkuliah.com, ya! Salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Tips Mendekati Teman Sekelas

Awal-awal kuliah memasuki tahun ajaran baru adalah salah satu hal yang paling luar biasa. Kenapa? Karena di situ kamu akan dikejutkan dengan berbagai macam hal yang baru. Kamu akan terbiasa dengan tempat yang baru, ruangan yang baru, suasana yang baru, aktivitas yang baru, gaya yang baru, dosen yang baru dan tentunya teman baru. Masa-masa awal ini juga sering kamu gunakan untuk mencari-cari seseorang yang bisa berbicara dan berbagi denganmu lebih dekat, entah sahabat, teman, atau mungkin pacar.



Teman-temanmu yang baru tentunya memiliki karakter dan latar belakang berbeda. Jika niat kamu ingin mencari sahabat atau pacar, tentunya kamu harus benar-benar menggunakan metode yang tepat. Jangan sampai ketika hendak mengajak berbicara, ada kata-katamu yang membuat mereka bosan atau mungkin tersinggung. Berbahaya kalau kamu sampai melakukan sedikit kesalahan.

Kali ini berkuliah.com akan menampilkan tips bagaimana cara untuk mendekati teman sekelas. Buat kamu yang lagi bingung mencari trik tentang hal ini, mari kita simak bersama-sama ulasannya di bawah ini:


Cari tahu apa yang disukai dan tidak disukai

Ketika kamu menyukai seseorang, maka sebelum memulai sebuah pendekatan secara langsung, kamu wajib searching dulu tentang apa saja yang disukai dan yang tidak disukai oleh temanmu. Jika kamu sudah tahu dan paham, ini akan memudahkanmu dalam membuat seribu satu alasan. Seperti misalnya ketika seseorang yang kamu suka ternyata hobi sekali baca komik Jepang, maka kamu bisa mengajak dia ke toko komik Jepang. Nah, biasanya si cewek atau cowok bakalan bilang, “Kamu kok tahu sih kalau aku suka komik Jepang?” Kemudian jawab aja “Instingku mengatakan itu!” atau ‘Kita jodoh, soalnya aku tahu apa yang ada dipikiranmu!”

Oke, mencari tahu hal-hal ini adalah salah satu cara juga untuk menyamakan frekuensi pemikiran. Jadi, kalau kamu sudah tahu apa yang tidak disuka dan disukai, kamu bisa menyesuaikan dan seolah-olah kamu juga suka dengan apa yang teman kamu sukai.


Selalu berikan senyuman

Berikan senyuman terbaikmu ketika kamu bertemu dengan teman yang kamu sukai. Pasanglah muka terganteng atau tercantikmu ketika kamu sedang bersama dia. Tetaplah ramah dan menunjukkan ketertarikan dalam hal yang sama.


Jaga kewibawaanmu

Ini nih, yang memang kadang sulit, untuk selalu menjaga wibawa. Aduh, banyak cowok-cowok jaman sekarang yang kurang berwibawa, karena mereka terlalu banyak bergaul dengan cewek, jadinya malah ketularan jadi mirip cewek. Namun ada juga yang sebaliknya, jadi banyak cewek yang menjelma menjadi cewek ganteng dan lebih macho daripada cowok.

Nah, sebagai cowok atau cewek yang keren, kamu harus tetap menjaga wibawa kamu di depan teman yang disukai. Bagi cowok,  tetap tunjukkan tampang cool, dan bagi cewek tetep tunjukkan sisi feminimmu.


Tunjukkan kepintaranmu

Banyak orang yang menyukai mahasiswa pintar daripada mahasiswa ganteng atau cantik. Walaupun cantik tetep dicari. Nah, untuk mendekati temanmu, kamu harus menunjukkan kepintaranmu dalam hal apapun. Pelajaran, pengetahuan, perfilman, pertokoan, permusikan, kebudayaan, dan banyak lagi. Kalau memungkinkan semua hal yang ada kamu tahu, apa yang temanmu nggak ngerti kamu ngerti, dan itu akan menjadi nilai tambah buatmu.


Berikan perhatian lebih terhadap hal-hal kecil

Ini tips buat cowok yang lagi proses mendekati cewek sekelas, sekampung, sekampus, senegara, semuanya pokoknya. Cewek itu paling suka untuk diperhatikan hal-hal kecil yang orang lain tidak terlalu memikirkannya. Kayak misalnya, hari itu rambutnya berbeda dari biasanya, wajahnya agak pucat, agak lemas, bagaimana baju yang dikenakan, dan lain-lain. Cewek kalau diperhatikan pasti bakalan klepek-klepek. Karena, cewek itu sangat membutuhkan perhatian, sedangkan cowok membutuhkan pengakuan.


Jangan terlalu memaksakan

Seseorang memang jarang suka jika ada orang lain memaksakan kehendaknya terhadap diri mereka. Sama saja seperi kamu, mungkin juga akan merasakan hal yang sama jika ada orang lain yang memaksamu untuk melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai. Bersikaplah santai dan biasa saja, ikutilah alurnya dan nikmati saya iramanya.


Berikan kata-kata yang surprise secara tiba-tiba

Tips terakhir adalah jadilah manusia yang penuh kejutan. Kejutan di sini tidak harus selalu dalam bentuk barang dan memberikan hadiah. Kejutan bisa berbentuk kata-kata spesial dan hal menarik lainnya. Misalnya, tiba-tiba saja kamu mengirim pesan kepada teman yang disukai seperti “Thinking of you”, “Dream about you”, “You are my everything”, dan lain-lain.  Maka jadilah seseorang yang tidak mudah ditebak, karena itu akan membuat rasa penasaran seseorang terhadapmu semakin tumbuh.


Oke sobat berkuliah.com, itu tadi tips dari saya buat kamu yang ingin mendekati teman sekelas. Kalau kamu masih ingin tips-tips seputar dunia mahasiswa, kamu bisa pantau terus berkuliah.com!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Pengalaman Menjalani Studi PhD di Belgia, Bersama Lisendra Marbelia

Halo, sobat berkuliah.com! Bagaimana semangat kamu hari ini? Tentunya masih selalu menggebu-gebu seperti kemarin, bukan? Belgia, merupakan negara yang lagi ngetren dibicarakan di dunia persepakbolaan. Secara, dahulu tim nasionalnya tidak begitu terkenal, namun kali ini berubah dan menjelma menjadi tim kuda hitam yang patut di waspadai. Dihuni oleh banyak pemain yang berkiprah di liga Inggris seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, Marouane Fellaini, Adnan Januzaj, Vincent Company, dan masih banyak lagi pemain berkelas dunia, menjadikan tim ini semakin kuat. Nah, tapi kali ini kita bukan membahas timnas sepak bola Belgia, tapi mengenai dunia perkuliahan di Belgia. Hal di atas untuk jadi penghangat saja.



Yups, buat kamu yang ingin sekali mengenal dunia perkuliahan di Belgia, kamu bisa simak sedikit cerita dari salah satu mahasiswi asal Indonesia di bawah ini, dan masih baru banget dari berkuliah.com!


Halo, salam kenal, ya! Bisa diceritakan mengenai profil diri kamu? Dan, apa yang membuat kamu memilih Belgia sebagai negara tujuan studimu?

Nama saya Lisendra Marbelia. Saya saat ini sedang menjalani program PhD, di Centre of Surface Chemistry and Catalysis, Faculty of Bioscience Engineering, KU Leuven. Tinggal di Leuven, Belgia. Asal S1 dari UGM, Yogyakarta. Asal S2 dari program Erasmus Mundus on Material Science (EMMS 2009-2011).


Apa yang membuat kamu tertarik mengambil kuliah di kampus kamu tersebut? Apa kelebihan yang kamu dapatkan dari sana?

KU Leuven termasuk salah satu Universitas terkemuka yang ada di Belgia ini. Internasional studentnya cukup banyak, dan tentunya juga banyak tawaran program beasiswa yang terbuka di sini.


Apa saja kelebihan dari jurusan yang kamu ambil di KU Leuven? Mungkin bisa disebutkan 3 jurusan terfavorit di sana?

Jurusan yg termasuk "laku" di KU Leuven ini (terutama untuk orang Indonesia) mungkin termasuk: Jurusan Arsitektur, Jurusan Teknik Kimia, Jurusan Teknik Material. Sebenarnya hampir semua jurusan maju ya.


Bagaimana agar kita bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem perkuliahan? Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Untuk sistem perkuliahan, PhD sendiri tidak banyak ambil mata kuliah. Tapi, beberapa kali saya ambil mata kuliah, memang cukup berbeda, terutama di sistem ujiannya. Sebagian besar ujian di sini menggunakan ujian lisan. Untuk persiapan, intinya kalau rajin datang kuliah dan belajar, ujian jenis apapun bisa dilewati kok.


Mengenai beasiswa, bisa dijelaskan beasiswa apa, bagaimana sifatnya, dan cara applynya sesuai pengalaman kamu?

Beasiswa untuk PhD saya sistemnya by project. Jadi, ada project dari profesor, lalu apply saja.


Bagaimana karakter dosen dalam menyampaikan mata kuliah? Dan bagaimana keterbukaan para dosen ketika di luar jam kuliah?

Menurut saya dosen yang ada di sini lebih bersifat santai dan terbuka. Kalau ada pertanyaan, bebas bertanya juga di luar jam kuliah. Via email atau juga diskusi langsung.


Apakah seorang mahasiswa harus memiliki seperti kartu mahasiswa, kartu pembayaran, kartu asuransi, atau buku tabungan? Jika iya, bagaimana cara membuatnya?

Iya tentu saja, semua kartu itu nanti dibutuhkan. Cara membuatnya, ikuti saja prosedurnya. Registrasi dari kampus untuk kartu mahasiswa. Nantinya kalau sudah di sini, akan diberikan petunjuk juga oleh internasional office untuk mengurus kartu asuransi dan lainnya. Juga ke Stadhall (urusan administrasi kota) untuk kartu Residence Permit. Dan kalau untuk tabungan, tinggal datang saja ke Bank. Asal sudah punya kartu identitas Belgia, bisa membuat tabungan.


Bagaimana kebudayaan yang ada di Belgia dari pemuda, orang tua, dan remaja di sana?

Untuk budaya, tentu saja berbeda ya. Mungkin ada yang dirasa lebih jelek dan ada yang lebih baik, dirasa cocok atau tidak cocok. Orang Belgia sendiri pada umumnya baik, tetapi beberapa kalangan bersifat tertutup di awal. Ya, diambil yang baik-baiknya saja, misalnya selalu tepat waktu, hardworking, dan lainnya.


Apakah ada pengalaman menarik dan menyebalkan ketika di Belgia, dan itu menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan?

Wah, ada banyak! Intinya, orang-orang di sini baik-baik kok. Komunitas internasional dan juga komunitas islamnya juga banyak. Jadi, jangan takut dan khawatir bersosialisasi.


Bagaimana dengan biaya hidup di Belgia? Baik dari transport, makan, tempat tinggal, dan lainnya jika untuk sendiri atau keluarga?

Untuk di Leuven sendiri, untuk single living cost mungkin sekitar 600-800 cukup. Untuk couple, paling tidak sekitar 1000. Paling mahal adalah housingnya. Untuk dalam hal makan, bisa dengan masak sendiri untuk berhemat.


Apakah ada tips spesial agar mahasiswa Indonesia bisa berhasil survive kuliah di sana dan bisa hidup mandiri?

Kalau sudah diniatkan kuliah ke luar negeri (ke mana pun itu), ya benar-benar dijalani dengan sungguh-sungguh ya. Belajar hidup mandiri (walaupun kadang banyak juga komunitas PPI di luar negeri, tetap harus mandiri). Belajar dengan sungguh-sungguh (boleh jalan-jalan, tapi tetap kuliah nomer satu).



Oke, sobat berkuliah.com! Itu tadi cerita dari Lisendra Marbelia yang berhasil menginjakkan kakinya di Belgia untuk menuntut ilmu. Kalau kamu juga memiliki impian untuk ke Belgia, maka kamu harus melaksanakan tips-tips yang telah ia bagikan tadi. Oke, tetap semangat dan pantau terus berkuliah.com! Salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Mahasiswa Perantauan: Cara Menghemat Uang Makan

Topik mengenai mahasiswa perantauan memang selalu menarik untuk dibahas. Secara, mahasiswa perantauan memiliki masalah yang lebih kompleks daripada mahasiswa lokal asli daerah sekitar kampus. Mahasiswa perantauan yang tinggal ‘ngekos’ dan jauh dari orang tua mestinya memang memerlukan proses adaptasi yang lama. Bagaimana tidak? Ketika masih tinggal serumah dengan keluarga pastilah dalam hal uang saku, sarapan, makan siang, bersih-bersih, sudah ada yang mengatur dan mungkin jadi tidak pernah telat. Nah, kalau sekarang sudah ;ngekos’ sediri dengan uang bulanan yang terbatas, tentunya sebagai mahasiswa perantauan haruslah pandai dalam menghemat pengeluaran.



Status mahasiswa dengan umur yang masih sangat muda memang sering menjadi korban keadaan. Contohnya, ketika teman-teman satu geng pergi ke sini  harus ikut, ketika ke sana harus ikut, ketika makan bareng harus ikut, ketika beli barang apa ikut beli, inilah yang membuat kamu sebagai mahasiswa perantauan menjadi boros dan cepat kehabisan uang. Nah, kalau sudah begini bagaimana kalau tiba-tiba ada keperluan mendadak yang harus dan wajib dipenuhi. Bingung, kan?
Kali ini berkuliah.com akan memberikan kamu tips spesial bagaimana cara menghemat pengeluaran ketika status kamu berubah menjadi mahasiswa perantauan. Berikut ulasannya:


Masak sendiri atau masak rame-rame

Hal yang paling boros selama menjadi mahasiswa adalah dalam urusan makan. Perut memang harus selalu diisi tepat waktu tiga kali sehari. Tapi, untuk para mahasiswa biasanya lebih akrab jadi dua kali sehari. Selain langkah untuk mengirit, ini juga langkah untuk diet spesial buat bagi kaum wanita.

Masak sendiri, ini jadi langkah pertama yang harus kamu lakukan ketika kamu ingin menghemat pengeluaran atau ingin hidup lebih irit. Kenapa? Dengan masak sendiri, walaupun sekedar nasi tentunya akan membuat pengeluaran kamu sedikit lebih ringan. Beras mungkin biar lebih murah atau bahkan gratis kamu bisa ekspor dari tempat asalmu atau bawa dari rumah, jadi nggak perlu beli.

Masak sendiri juga bisa terasa lebih murah kalau kamu patungan dengan teman kosmu. Ajak mereka masak bareng-bareng, kan bisa lebih sesuai selera, bisa sesuai dengan apa yang kalian mau, dan tentunya sesuai dengan kekuatan sakumu.


Perbanyak teman dan jaringan

Salah satu alasan kenapa kamu harus bersikap baik kepada teman dan mencari teman sebanyak-banyaknya, mencoba sok kenal dengan siapapun, dan pokoknya menjadi orang yang extraordinary adalah untuk kamu manfaatkan ketika kamu kelaparan dan kehabisan uang. Apalagi teman-teman kamu adalah anak dari para pengusaha yang pastinya kaya raya, dan tidak pelit pastinya. Kamu bisa pergi bareng mereka, atau kalau mereka pergi kemanapun kamu bisa ngikut, atau kalau diajak kamu harus bilang “mau, ok, iya, dan let’s go”. Pokoknya ikut aja dan usahakan nggak usah banyak milih. Ketika tiba waktunya makan dan bayar, bilang aja kalau dompet kamu ketinggalan atau lupa bawa uang, atau kehabisan uang, jika mereka teman yang baik dan dermawan pastilah bakalan kasih kamu makan gratis.


Cari pacar yang tepat guna

Ini tips unik yang bisa kamu jadikan jalan keluar untuk masalahmu. Cari pacar yang pas dan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, kalau kamu keberatan di ongkos makan, cari pacar yang kerja di rumah makan, entah warteg, rumah makan padang, restoran, atau kalau bisa cari pacar yang punya usaha rumah makan sekalian, jadi nggak tanggung-tanggung. Kalau sudah begini kan, kamu bisa makan gratis ketika keuanganmu mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak sedap.


Ikutlah kelompok pengajian

Kalau kamu mahasiswa dan ikut kelompok arisan itu kurang tepat sebenarnya, karena yang kamu dapat hanya dua hal, teman dan uang, itu juga kamu harus mengeluarkan uang lebih dahulu. Nah, cara jitunya adalah ikuti kelompok-kelompok pengajian, biasanya di kelompok itu banyak banget makanan. Tentunya di sini yang kamu dapatkan lebih dari dua hal, tepatnya ada tiga yaitu ilmu, teman atau sahabat, dan yang terakhir makanan.


Safari buka puasa

Pastinya ini sudah sering dilakukan oleh para mahasiswa perantauan kawakan dan berpengalaman. Trik safari buka puasa atau safari takjilan ini sudah sangat membudaya, selain kamu bisa berbuka dengan menu yang berbeda setiap harinya, satu kelebihan utamanya adalah gratis. Masjid-masjid di kota-kota sering sekali mengadakan hal ini, nah ini adalah salah satu tips unik buat kamu yang pengen meringankan usahamu dalam menjaga uang makanmu tetap stabil.


Jajan di angkringan

Angkringan menjadi pilihan utama mahasiswa yang sedikit memiliki problem dengan uang bulanan yang pas-pasan. Kenapa angkringan? Apa kelebihannya? Kelebihan utama dari sebuah angkringan adalah murah dan bersahabat. Dengan uang 5 ribu Rupiah, kamu sudah bisa makan dengan dua bungkus nasi kucing, empat gorengan, dan satu gelas es tes manis. Hemat, kan? Nggak usah pakai malu lah untuk makan di angkringan, hanya tempatnya aja yang beda dibandingkan dengan lesehan, warteg, rumah makan padang. Intinya sama kok yang dicari, kenyang, tapi kelebihannya emang lebih murah.


Perbanyaklah puasa

Tips hemat yang bisa membuat kamu kurus dan mungkin sedikit lemas adalah perbanyaklah berpuasa. Ini adalah salah satu tips juga dalam lagu “Tombo Ati”. Kenapa? Karena dengan berpuasa maka nafsu dan pikiranmu akan terkontrol dengan baik, terlebih lagi nafsu makan. Nah, kalau sudah begini, jatah uang makan untuk hari disaat kamu puasa bisa dialihkan dalam hal lain.


Kumpulkan uang receh

Jangan menyia-nyiakan hal kecil yang bisa berubah menjadi besar. Itulah pepatah dari saya, yang mungkin sering dicontoh orang lain. Ketika kamu memiliki uang receh seratus, dua ratus, atau lima ratus rupiah sebaiknya jangan sia-siakan mereka. Simpanlah dalam wadah atau tempat tertentu, kumpulkanlah! Karena suatu saat itu akan menoplongmu ketika kamu membutuhkannya. Soalnya, saya pernah bersih-bersih kamar teman saya, dan menemukan uang hampir 20 ribu Rupiah tapi dalam bentuk receh ada yang seratus, dua ratus, lima ratus, dan seribu. Walaupun receh itu tapi juga uang loh! Buat jajan juga bisa banget. Punya uang dua puluh ribu, kamu buat makan di angkringan bisa 4 kali. Nah, makannya perhatikanlah sesuatu yang kecil, ingin memiliki uang satu juta jika masih kurang dua ratus rupiah tentunya tidak akan genap.


Nah, sobat berkuliah.com, itu tadi tips dari saya buat kamu yang ngakunya anak kos dan lagi galau gimana caranya biar kamu bisa ngirit ongkos makan. Tips-tips di atas cukup berguna dan bermanfaat jika kamu mampu mengaplikasikannya dengan baik. Jadi, jangan ragu buat mencoba beberapa alternatif. Hidup hanya sekali, jadi lakukanlah beberapa hal menyenangkan dalam hidupmu. Tetap pantau terus berkuliah.com, salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Ke Luar Negeri? 16 Barang yang Wajib Ada di Dalam Tasmu

Jika kamu sudah memutuskan untuk kuliah di luar negeri, maka banyak hal yang harus kamu persiapkan agar nantinya kamu tidak terlalu mendapatkan banyak masalah. Terutama tentang barang-barang yang harus kamu bawa. Untuk saat ini, setiap maskapai biasanya memperlakukan peraturan tentang barang apa saja yang boleh dan yang tidak boleh dibawa. Berat barang bawaanpun sudah tentu dibatasi, jika sampai melebihi kuota tentunya kamu akan mendapatkan denda dan jumlahnya tidak sedikit. Sayang sekali jika harus seperti itu, kan?



Saat ini aspek keamanan juga harus kamu perhatikan, jangan sampai kamu meletakkan barang-barang berharga dan kiranya penting bersama barang yang di bagasi. Karena semua kemungkinan bisa terjadi, entah hilang atau tertukar, atau mungkin juga ada yang tidak bertanggung jawab membobol bagasi kamu. Ini perlu diwaspadai.

Tentunya selain pakaian, sepatu, backpack, sleeping bag, dan banyak lagi, ada beberapa barang yang harus kamu bawa masuk dan benar-benar aman di dalam tasmu. Kamu bisa membawanya bersamamu dan diletakkan di kabin pesawat di atas tempat dudukmu. Nah, kali ini tim berkuliah.com akan menyajika ulasan tentang apa saja barang yang harus ada di dalam tasmu.


Passport

Ini yang namanya kitab suci yang wajib dibawa ketika kamu hendak pergi ke luar negeri. Kamu jangan sampai melupakan passport ini, jangan sampai tertukar tas, hilang, jatuh, atau terbakar. Kalau nggak ada buku kecil ini, kamu bisa-bisa nanti ditangkap petugas bandara, imigrasi, polisi, dan akhirnya kamu di deportasi ke negara asal. Jangan sampai ini terjadi dalam hidupmu, jadi selalu jaga dan rawat passportmu.


Visa

Setelah passport, visa adalah kitab kedua yang harus selalu kamu bawa. Karena tanpa visa ini, kamu akan dianggap ilegal dan ini akan menimbulkan masalah untukmu. Kecuali memang negara yang kamu tuju menerapkan peraturan bebas visa. Visa sendiri adalah dokumen perizinan untuk tinggal di negara lain selama kurun waktu tertentu, misalkan dua minggu, satu bulan, enam bulan, satu tahun, atau mungkin lebih dari satu tahun. Jadi,agar lebih aman visa ini bisa kamu jadikan satu dengan passportmu.


Tiket

Kegunaan dari tiket ini bukan hanya sebagai tanda bayar atau syarat kamu terbang dengan pesawat ke negara lain. Kadang, di beberapa negara memberlakukan diskon untuk para wisatawan atau pelajar asing jika mereka mampu menunjukkan tiket pesawat mereka. Seperti di Singapura misalnya, ada peraturan jika ingin menaiki Singpore Flyer bisa mendapatkan potongan harga bila kamu bisa menunjukkan tiketmu.


Resep obat

Ini penting sekali untuk kamu yang memiliki penyakit yang membutuhkan obat tertentu. Sebaiknya pastikan kamu memiliki resep dokter yang bisa kamu gunakan untuk membeli obat di apotek. Simpan di tempat khusus dan jangan sampai hilang.


Kacamata

Sebenarnya tidak wajib untuk bawa kacamata. Kecuali, untuk kamu yang bermasalah dengan mata memang harus, tapi kalau hanya sekedar kacamata gaul memang tidak terlalu recommended. Kaca mata hitam mungkin sedikit perlu, karena bisa buat foto selfie dan menambah kepercayaan diri.


Uang

Uang adalah hal penting yang harus ada di dalam dompetmu. Sebelum kamu pergi ke negara tujuan, sebaiknya kamu sudah menukarkan uang ke money changer di kota kamu. Kamu harus sudah memiliki mata uang negara tujuan, agar kamu tidak kerepotan ketika hendak membayar taksi ked an dari bandara, telepon, keadaan darurat dan lain-lain. Siapkan juga uang cadangan, agar sewaktu-waktu terjadi apa-apa kamu masih memiliki backup yang cukup.


Gadget

Buat kamu kaum muda khususnya mahasiswa, gadget adalah hal penting dan akrab sekali dan mungkin bisa menjadi sahabat setiamu. Handphone, IPad, tablet, dan laptop adalah barang wajib yang harus dibawa bersamamu dan harus masuk kabin. Karena jika sampai kamu menyimpannya di bagasi, ini akan berbahaya, bisa hilang atau rusak. Soalnya, belum tentu para kru yang memindahkan bagasimu bekerja dengan hati-hati.


Dokumen resmi dan penting lainnya

Dokumen resmi lainnya seperti ijazah, akta kelahiran, sertifikat, dan beberapa dokumen panting lainnya juga wajib kamu bawa. Usahakan bawalah dokumen asli, bukan hanya duplikatnya saja. Karena kalau sampai tertinggal atau hilang, bisa-bisa kamu gagal kuliah di universitas impianmu.


Bukti asuransi

Beberapa negara di dunia mewajibkan untuk setiap mahasiswa asing memiliki asuransi kesehatan. Jadi, jika kamu sudah memiliki asuransi kesehatan yang bertaraf internasional, sebaiknya bawa bukti-bukti asuransi tersebut. Bagaimanapun juga ini demi kebaikanmu dan keselamatanmu di negara tujuan kuliahmu.


Catatan dokter bebas penyakit

Beberapa negara menerapkan peraturan untuk warga negara asing yang ingin memasuki wilayah mereka harus bisa menunjukkan surat keterangan bebas penyakit. Hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi warga negara mereka dari ancaman penyakit menular yang mungkin bisa membahayakan nyawa. Ini juga anitisipasi terhadap penyebaran virus-virus mematikan seperti HIV AIDS, Ebola, dan lain-lain. Jadi, sebelum kamu dimintai surat tersebut, ada baiknya kamu sudah memilikinya dan melakukan cek di negara asalmu.


Kartu pelajar

Kartu pelajar ini penting sekali, karena jika kamu bisa menunjukkan kartu pelajar ketika ingin membeli tiket transportasi atau jalan-jalan. Biasanya ada beberapa negara yang bisa memberikan potongan atau harga khusus pelajar, untuk transportasi, makan, hotel/hostel, dan lain-lain. Jadi, tetap simpan kartu pelajarmu, dan jangan sampai tertukar dengan teman sebelahmu.


Kamera

Buat kamu yang menyukai dunia fotografi, barang ini wajib untuk dibawa. Kamu bisa mengabadikan momen-momen terbaikmu dengan kamera yang kulitasnya jauh lebih baik dari HP. Sebuah foto bisa menjadi kenangan yang tak bisa dihapuskan, apalagi sekarang media penyimpanan sudah berupa digital, jadi tidak takut hilang atau rusak, kecuali terhapus. Bawa selalu kameramu ketika hendak pergi ke luar negeri.


Foto keluarga

Foto keluarga ini berguna banget buat kamu di hari, minggu, atau bulan-bulan pertama tinggal di luar negeri. Pasilah kamu bakalan merasa kangen dan sedih. Jadi, untuk mengobati kekangenanmu itu kamu harus membawa beberapa foto keluarga, dan bisa kamu pandangi dan bisa menemani kamu disaat kamu sedang homesick.


Peta

Luar negeri, tempat yang baru dan belum pernah kamu kunjungi. Pasti memiliki banyak sekali liku dan jalan-jalan yang kamu belum paham sama sekali. Salah satu cara biar kamu nggak kesasar adalah dengan membawa peta kota di mana kamu akan tinggal dan kuliah. Ketika bahasa asingmu kurang bagus, dan mungkin malu untuk bertanya kepada orang, kamu bisa pandangin terus itu peta dan pelajari dengan baik. Dari situ kamu akan bisa memecahkan sedikit masalah yang biasa terjadi ketika hidup di lingkungan yang baru.


Daftar inventaris barang bawaan

Daftar inventaris barang ini harus kamu miliki dan buat sebelum kamu melakukan packing. Kemudian, ketika sudah melakukan packing dan mencatat semua barang bawaanmu, kamu harus simpan dengan baik catatan tersebut. Karena setelah sampai bandara negara tujuan, kamu harus kembali buka catatanmu, dan lakukan cek terhadap barang bawaan. Apakah maish utuh atau ada beberapa yang hilang? Dengan begitu, kamu bisa mengkontrol barang-barangmu.


Daftar nomor telepon penting

Yap, masalah bisa kapan saja datang. Masalah memang tidak pernah kenal sopan santun, bisa datang kapan saja walaupun tidak diudang. Jadi, ketika nanti kamu menemui masalah di negara orang, maka barang ini akan benar-benar berguna. Catatan nomor-nomor telepon penting. Mungkin nomor telepon KBRI, nomor telepon teman di negara tujuan, dan masih banyak lagi. Ketika ada masalah datang, mungkin salah satu dari mereka mampu menolongmu.


Nah, sobat berkuliah.com, itu tadi beberapa tips tentang apa saja yang harus kamu bawa ketika hendak kuliah ke luar negeri. Jauh memang, tapi itu akan menjadi sebuah pengalaman yang akan sedikit merubah jalan hidupmu. Tetap pantau terus berkuliah.com, salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Belanda: Pengalaman Berkuliah di ‘Delft University of Technology’, Bersama Kiki Wirianto

Memang jauh dan penuh tantangan ketika kamu memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Jauh dari orang tua, jauh dari suasana kota asalmu. Ketika jauh, pastinya kamu akan merasakan kangen entah terhadap keluarga, pacar, makanan Indonesia, dan semuanya tentang tanah air. Butuh perjuangan memang untuk bisa beradaptasi di negeri orang. Namun, semuanya akan mendapatkah hasil yang setimpal dengan apa yang telah kamu perjuangkan. 



Kali ini tim berkuliah.com akan menampilkan hasil wawancara dengan salah satu sahabat kita yang sudah berhasil kuliah di Belanda, tepatnya di Delf University of Technology. Bagaimana cerita selengkapnya? Mari kita simak bersama di bawah ini.


Halo. Salam kenal, ya! Bisa diceritakan mengenai profil diri kamu? Dan mengapa memilih Belanda sebagai negara tujuan studi?

Nama saya Kiki Wirianto, saya berasal dari kota Jakarta. Saya menyelesaikan pendidikan S1 di ITB jurusan Teknik Elektro. Sekarang, saya sedang menempuh pendidikan jenjang Master di TU Delft atau Delft University of Technology. Saya kuliah di jurusan Electrical Engineering dengan track Microelectronics. Saya memilih Belanda sebagai negara tujuan karena beberapa alasan. Yang pertama, adalah TU Delft direkomendasikan oleh seorang dosen karena memang kampus ini memiliki riset yang baik di bidang mikroelektronika. TU Delft memiliki fasilitas Clean Room, yang berfungsi untuk memfabrikasi chip yang telah didesain, sehingga mahasiswa yang berkuliah di sini bisa merasakan 'hands-on' experience. Selain itu, Belanda juga merupakan negara yang mayoritas penduduknya relatif dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris secara fasih.


Bagaimana cara mendaftar ke universitas di Belanda, apakah kita bisa melakukan semua proses pendaftaran sendiri?

Langkah pertama adalah melihat laman-laman universitas yang ingin kita tuju. Dan ya, semua bisa dilakukan sendiri. Misalnya tahun lalu saya berminat untuk belajar di TU Delft dan TU Eindhoven. Pertama-tama, saya mengunjungi laman kedua universitas tersebut, kemudian mencari informasi mengenai syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk dapat diterima di universitas tersebut. Syarat-syarat yang umum saya temui adalah IPK minimal 3 (atau 75% dari nilai maksimum), surat rekomendasi dari dosen/atasan (jika sudah bekerja), CV, transkrip, surat motivasi, dan nilai tes bahasa Inggris (TOEFL/IELTS). Jangan lupa juga untuk memperhatikan batas waktu aplikasi. Jika syarat-syarat tersebut dipenuhi, kemungkinan besar aplikasi akan diterima.



Apakah kamu kuliah di Belanda melalui beasiswa? 

Tidak, saya berkuliah dengan biaya orang tua.


Apakah ada ketentuan yang menjadi syarat mutlak agar beasiswa bisa terus didapatkan sampai kelulusan? 

Dari teman-teman yang memiliki beasiswa, saya rasa mereka harus mempertahankan nilai di atas batas tertentu agar beasiswa dapat terus didapatkan. Selain itu juga mereka harus lulus tepat waktu.


Bagaimanakah cara kamu menyikapi kurikulum dan kegiatan belajar mengajar yang ada di sana? Apakah ada perbedaaan dan kesulitan yang ditemukan? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Perbedaan pertama adalah sistem kredit. Sistem kredit di Belanda dan beberapa negara Eropa lain dikenal dengan nama ECTS. Untuk jenjang Master, diperlukan 120 ECTS untuk lulus. Namun, perbedaan terbesar yang saya rasakan adalah mengenai pembagian kalender akademik. Di Indonesia, kita terbiasa dengan sistem semester, di mana setiap semester kita mengambil 6-7 mata kuliah dengan masa kuliah kurang lebih 4 bulan (dengan ujian mid-semester di tengah), dan dilanjutkan dengan ujian akhir. 

Di Belanda, sistem yang digunakan adalah quarter. Pada setiap quarter, kira-kira mahasiswa mengambil 3-4 mata kuliah dengan 7 minggu masa kuliah, 1 minggu tenang, dan 2 minggu ujian. Satu tahun terdiri dari 4 quarter, dan umumnya pada setiap quarter mahasiswa mengambil 3-4 kuliah dengan beban 15 ECTS. Perbedaan paling signifikan adalah, dengan sistem quarter, kita dituntut untuk menguasai materi dengan waktu yang lebih singkat. Hal ini belum tentu mudah bagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan sistem semester, di mana mereka mempelajari banyak mata kuliah dengan waktu yang relatif panjang. Saya sendiri cukup kaget ketika pertama kali memulai studi dengan sistem quarter. Terlebih lagi, pada quarter pertama saya mengambil cukup banyak kuliah (kurang-lebih 21 ECTS). Untungnya, saya bisa cukup cepat beradaptasi sehingga dapat lulus semua kuliah pada quarter pertama tersebut. Dan keuntungan lainnya adalah saya langsung merasa terbiasa menghadapi quarter-quarter berikutnya. Saran saya bagi mahasiswa baru adalah untuk belajar as soon as possible dan jangan menunda-nunda pekerjaan!


Bagaimana dengan peraturan perkuliahan di Belanda, absensi, tata cara berpakaian? Apakah ada aturan yang unik?

Banyak hal unik yang saya temui di sini. Yang pertama adalah masalah absensi. Di Indonesia, banyak dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk menghadiri 80% kelas, atau bahkan ada juga yang meminta kehadiran 100%. Sebaliknya di TU Delft, absensi tidak diperhitungkan sama sekali! Mahasiswa hanya dituntut untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibutuhkan untuk mendapatkan kredit dari kuliah. Ada kuliah yang nilainya hanya diambil dari ujian tertulis saja (dan biasanya di kuliah seperti ini banyak mahasiswa yang tidak pernah hadir di kelas dan hanya mengambil ujiannya saja), ada juga yang komponen nilainya terdiri dari kombinasi tugas dan ujian. Selain itu, ada juga kuliah project-based yang nilainya didapat dari mengerjakan sebuah proyek dan diakhiri dengan presentasi/oral exam. 

Tata cara berpakaian juga saya lihat sebagai sesuatu yang unik. Pada musim panas, banyak mahasiswa yang mengenakan celana pendek di kelas dan bahkan saat ujian sekalipun! Dan para dosenpun tidak merasa keberatan dengan hal tersebut. Selain itu, relasi dosen-mahasiswa juga lebih terasa sebagai hubungan setara (dengan rasa hormat tentunya). Para dosen relatif terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa dan selalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa, walaupun pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang mendasar sekalipun! Tak jarang saya temui teman sekelas menanyakan pertanyaan yang jika ditanyakan di ruang kelas di Indonesia, pasti akan mengundang cercaan dari dosen ataupun teman sekelas. Hal itu juga yang mungkin membuat banyak mahasiswa di Indonesia yang malu bertanya dan sesat di jalan karena takut dianggap bodoh dengan bertanya.


Jika mendapatkan nilai yang kurang memenuhi standar, bagaimana cara kita untuk mengulangnya?

Saya ambil contoh 1 kuliah yang nilainya hanya berdasarkan 1 kali ujian tertulis saja. Misalnya, kuliah tersebut diadakan di quarter 1. Di akhir quarter 1, ujian untuk kuliah tersebut diadakan dan 2 minggu setelahnya, hasil ujian diumumkan. Jika nilai yang kita peroleh di bawah 5.75 (untuk TU Delft), atau jika kita tidak puas dengan nilai sebelumnya dan ingin meningkatkannya, maka kita dapat mengambil ujian tersebut di akhir quarter 2. Jika kita gagal lagi, maka kita harus mengulang ujian tersebut di tahun ajaran berikutnya. Jadi,jika program kuliah master adalah 2 tahun, ada 4 kesempatan untuk mengambil ujian untuk kuliah tersebut (untuk memberikan gambaran, saya lampirkan kalender akademik TU Delft untuk tahun ajaran 2014/2015).



Seberapa aktifkah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda? Kegiatan apa yang biasanya dilakukan oleh PPI di Belanda ?

Menurut saya, PPI di Belanda adalah salah satu PPI yang paling aktif di dunia. Jumlah mahasiswa Indonesia di Indonesia cukup banyak, sehingga ada juga PPI di sebagian besar kota di Belanda. Delft sendiri memiliki PPI Delft yang sudah berdiri cukup lama. Masing-masing PPI Kota memiliki acaranya sendiri-sendiri, dan biasanya ada juga acara yang mengundang PPI Kota lain atau bahkan PPI dari negara lain. Acara yang lazim ditemui adalah kompetisi olahraga, penampilan kesenian Indonesia, dan perlombaan fotografi, video, atau kesenian lainnya. PPI Delft sendiri akan mengadakan acara Indonesian Night pada tanggal 19 September mendatang. Pada acara tersebut, akan ada penampilan dari Kolintang Indonesia, dan juga stand-stand makanan khas Indonesia, seperti pempek, nasi padang, dan sate ayam.


Bagaimana tentang biaya hidup di Belanda? Mulai dari tempat tinggal, makanan, dan transportasi?

Untuk tempat tinggal, perkiraan harga ada di sekitar 300-500 Euro per bulan. Itu sudah termasuk dengan biasa gas, listrik, dan air. Di kota-kota dengan universitas ternama, biasanya ada perusahaan yang khusus menangani student housing, sehingga mahasiswa yang tidak mau repot bisa langsung mendapatkan tempat tinggal yang fully furnished dan siap ditempati. Saya sendiri pada tahun pertama menempati student housing, dan pada tahun kedua menyewa rumah bersama teman-teman. Untuk makanan, besarnya pengeluaran sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing. Untuk menghemat, biasanya mahasiswa Indonesia di Belanda memasak. Bahkan, anak-anak yang tidak pernah memasak sebelumnyapun dipaksa belajar memasak, bukan hanya untuk menghemat pengeluaran, tapi juga untuk mengatasi kebosanan terhadap makanan Belanda yang 'itu-itu' saja.

Untuk transportasi, umumnya jika masih di dalam kota, semua lokasi dapat dituju dengan naik sepeda. Sepeda adalah salah satu hal pertama yang wajib dibeli saat tiba di Belanda. Dan jangan lupa juga untuk membeli gembok yang mumpuni, karena sepeda juga merupakan salah satu barang yang paling sering dicuri. Untuk transportasi antar kota, biasanya digunakan tram, bus, atau kereta. Sistem transportasi umum di Belanda sudah sangat baik menurut saya. Masyarakat dapat bepergian dengan nyaman, dan yang terpenting, transportasi umum di Belanda tepat waktu. Jika ada jalur yang terhambatpun bisaanya informasi tersebut dapat ditemukan secara online. Untuk memberikan gambaran, pengeluaran untuk satu bulan dapat berada di antara 600-900 Euro (tergantung makanan dan seberapa sering bepergian ke luar kota).


Apakah ada tips bagi mahasiswa Indonesia yang sudah mau berangkat ke Belanda? Baik dari dokumen yang harus benar-benar disipakan, barang yang harus dibawa, dan kemampuan bahasa asing?

Yang pertama, puas-puasin dulu makan makanan Indonesia! Hahahaha... Bukan karena makanan Indonesia jarang ditemui di sini. Makanan Indonesia bisa ditemui, namun biasanya harganya mahal, dan tentu saja rasanya tidak se’maknyus’ yang ada di Indonesia (kecuali kamu atau temanmu adalah koki masakan Indonesia yang handal). 

Untuk dokumen, yang paling penting adalah paspor dan visa. Selebihnya, saya rasa tidak perlu dibawa jika memang tidak diminta oleh universitas. Barang-barang yang mungkin berguna untuk dibawa adalah bumbu-bumbu instan Indonesia, semprotan WC (ya, kamu tidak salah baca, semportan WC, WC di Belanda tidak ada yang dilengkapi dengan semprotan!), dan juga kalau bisa sabun dan shampo (karena harga sabun dan shampo di sini relatif mahal dan membuat sakit hati kalau beli!). 
Bahasa Belanda menurut saya tidak wajib, karena masyarakat Belanda pada umumnya mampu berbahasa Inggris dengan baik. Namun, tidak ada salahnya mempelajari sedikit bahasa Belanda jika ada waktu.



Nah, itu tadi sebuah cerita pengalaman dari Kiki Wirianto yang telah berhasil menginjakkan kakinya di tanah Belanda untuk menempuh studi kuliahnya. Jika kamu memiliki keinginan yang sama untuk bisa kuliah di Belanda, tentunya kamu harus ikuti tips dari Kiki. Dan kalaupun masih kurang, kamu bisa mencari informasi yang lain di berkuliah.com! salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Australia : Pengalaman Studi di ‘University of New South Wales’, Bersama Santri Beringin

Ketika kamu berhasil kuliah di luar negeri, pastinya itu adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup kamu. Apalagi bisa kuliah gratis tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun, bisa mendapat nilai yang memuaskan, serta pengalaman yang begitu banyak dan mengagumkan. Jika kamu bisa meraih semua impian kamu untuk kuliah di luar negeri, tentunya kamu adalah salah satu orang yang paling beruntung di dunia ini.



Kali ini tim berkuliah.com akan menampilkan hasil interview dengan salah satu alumni dari University of New South Wales. Di mana itu? Australia! Nah, kamu penasaran? Baiklah, mari kita simak bersama ulasannya berikut ini. 


Halo. Bisa diceritakan tentang profil diri kamu? Lalu, apa alasan yang membuat kamu memilih Australia sebagai negara tujuan kuliah?

Perkenalkan, saya Pria Santri Beringin, biasanya dipanggil Santri. Kota asal Medan, tapi sejak 3 tahun belakangan saya tinggal di Jayapura, dalam kaitannya dengan beasiswa saya yang mewakili Papua. Kuliah di University of New South Wales, Sydney, jurusan Pendidikan dan Pembangunan Internasional (Education and International Development Studies). Australia menjadi negara tujuan karena ketersediaan beasiswa yang cukup untuk mencover saya dan keluarga, juga karena reputasi Australia yang memiliki persoalan penanganan pendidikan untuk masyarakat asli (indigenous society) yang merupakan konsentrasi studi saya.


Dulu, bagaimana proses saat kamu memilih kampusnya? Apakah setelah sampai di sana, semuanya sesuai dengan yang diharapkan?

Proses memilih kampus saya awali dengan mengunjungi situs http://cricos.deewr.gov.au/ yang dicantumkan di formulir aplikasi beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS). Dari daftar tersebut saya menyeleksi secara pribadi universitas-universitas yang menawarkan jurusan pendidikan dengan perhatian pada layanan pendidikan dan kebijakan pendidikan untuk masyarakat asli (indigenous education). Di situs yang saya sebut di atas, saya masukkan kata kunci “master of education”, lalu kunjungi website universitasnya dan unduh silabus jurusan kuliahnya (Course Outline). Proses ini diulang kembali pada waktu setelah lulus beasiswa lewat acara “Education Day” yang diselenggarakan oleh pihak penyedia beasiswa (AUSAID dan Pemerinta Indonesia). Di acara “Education Day”, perwakilan universitas-universitas yang ada di Australia langsung datang ke Denpasar (lokasi penyelenggaraan waktu lalu) dan saya berdialog lagi dengan berbagai universitas tersebut. Pilihan kemudian saya revisi menjadi “Master of Educational Studies and Master of International. Development Studies”, yakni program Double Degree di mana kita mendapatkan kesempatan belajar dua jurusan berbeda sekaligus dengan dua gelar kesarjanaan sekaligus. Setelah sampai di sini, beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan indigenous education hanya ditawarkan di program graduate diploma dan undergraduate. Demikianpun, kajian ini bisa saya dapatkan lewat diskusi-diskusi kelas dan tulisan-tulisan tugas kuliah.


Apa saja kelebihan dari University of New South Wales tempat kamu kuliah? Baik dari segi fasilitas, dosen, teman-teman, suasana, dan hal lainnya?

UNSW merupakan salah satu dari kampus yang terbesar yang ada di Sydney, dan termasuk top 10 Australian Leading Universities menurut berbagai survey. Fasilitasnya sangat memuaskan, terutama koleksi jurnal dan buku-buku yang saya butuhkan, termasuk kajian tentang pendidikan di Indonesia. 
UNSW terletak di salah satu suburb (kecamatan) yang tidak terlalu dekat dengan keramaian kota, tapi juga tidak terlalu jauh dari kota (Sekitar 10-15 menit naik bis umum ke pusat kota Sydney). Banyak restoran Indonesia dan sentra belanja barang dagangan Indonesia, sehingga tidak membuat kita mudah homesick (kangen) Indonesia berlebihan. Dosen-dosennya juga sangat kooperatif, walaupun tidak bisa digeneralisir semua dosen memiliki sikap kooperatif yang sama untuk membantu diskusi akan tugas kuliah. Teman-teman di sini kebanyakan tetap orang Indonesia dan Asia, namun sesekali kalau menyempatkan diri hadir di perayaan-perayaan festival setempat (semisal fair, barbeque, atau movie night), kita bisa berkenalan dengan orang-orang lokal ataupun mahasiswa internasional dari negara lain (umumnya negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia tenggara).


Apakah resep khusus untuk mendapatkan beasiswa di Australia? apakah ada beasiswa di pertengahan tahun?

Tidak ada resep khusus untuk mendapatkan beasiswa AAS. Semua beasiswa prinsipnya sama, prosesnya transparan dan terbuka untuk siapa saja. Akan tetapi, sangat membantu jika kita sudah memiliki nilai IELTS 6.5, dan berdiskusi dengan alumni AAS tentang cara mengisi formulir aplikasi beasiswa. Dan beasiswa AAS ini dibagi dalam 4 gelombang pengiriman pada periode yang sama, artinya ada yang masuk di awal semester 1, ada yang masuk di awal semester 2.



Apakah ada tips khusus mendapatkan tiket pesawat yang murah? Dan apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Australia?

Penyedia layanan beasiswa AAS (dalam hal ini AusAid) yang mencarikan tiket pesawat untuk kita berangkat dan pulang. Demikianpun, setelah nanti tiba di sini (Australia/Sydney), silahkan bergabung dengan ‘Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA)’ untuk mendapatkan update-update informasi tiket murah, barang-barang diskon, event-event terbaru, dll. Yang perlu dipersiapkan sebelum ke Australia adalah perlengkapan musim dingin. Jaket, sarung tangan, boots, longjohn, hoodie, sweater, sekurang-kurangnya satu pasang untuk bertahan di minggu-minggu awal musim dingin. Setibanya di sini, kamu bisa membeli yang barang setengah pakai (second hand) di took-toko barang separuh pakai semacam Vinnies, Op Shop, dan lainnya. 


Bagaimana tips memilih tempat tinggal di Australia?

Sebelum berangkat, ada baiknya ikuti milis beasiswa, atau mencari tahu teman yang sudah ada di lokasi tujuan (misalnya Sydney, Melbourne, Adelaide, dll) untuk mendapatkan bantuan informasi akomodasi. Biasanya, PPIA juga membantu menyediakan informasi ini yang bisa diunggah di website PPIA di www.ppia.org Sebaiknya pilih yang dekat dengan kampus (walking distance) dan tidak terlalu jauh dari komunitas Indonesia, guna keperluan bantuan di kala darurat, semisal sakit berat, atau hal lainnya. 


Bagaimana biaya hidup di Australia? Terlebih lagi jika kita membawa keluarga?

Pilihan tempat tinggal mempengaruhi kecukupan biaya tinggal di sini. Khususnya Sydney, hamper 60% uang saku beasiswa habis untuk biaya sewa tempat tinggal. Untuk meminimalisir biaya, biasakan memasak dan belanja makanan sendiri, unduh buku-buku kuliah versi e-book atau pinjam dari perpustakaan kampus (jika tersedia). Selain itu, jika tersedia, bisa juga sambil kerja paruh waktu di jenis pekerjaan yang sifatnya tidak butuh keterampilan berpikir yang tinggi, semisal cleaner, laundry man/woman, kitchen hand, atau lainnya. 


Apakah ada tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi para mahasiswa untuk sekedar refresing menyegarkan otak?

Jika menyenangi kegiatan berpetualang di alam, bisa menyempatkan diri untuk jalan di hari sabtu/minggu (weekend). Di Sydney, ada beberapa yang wajib didatangi, misalnya The Blue Mountain (Three Sisters), Bush Walking di Coogee. Bagi yang menyenangi pub atau bar, bisa menikmati steak murah di Selasa malam di Doncaster Bar, atau menikmati musik Jazz dan sejenisnya di city. Bagi orang Indonesia, karaoke dengan lagu-lagu Indonesia juga tersedia di city. Bagi penggemar pantai, ada banyak pilihan di Sydney, bisa ke Coogee, Bondi, Mainly, dan lainnya. Terakhir, tentu saja Sydney Opera House dan Darling Harbor yang merupakan ikon Australia yang wajib dikunjungi. Saya menyempatkan diri menonton konser Symphony Orchestra dengan harga mahasiswa ($35 untuk 2,5 jam pertunjukan. Harga aslinya di atas $80).


Dimanakah tempat-tempat belanja yang lumayan murah untuk berbelanja barang kebutuhan sehari-hari?

Untuk belanja souvenir, di Sydney ada Paddys Market, dekat dengan pusat kota Sydney (kita biasanya sebut City). Di Paddys juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari, semacam beras, gula, garam, sayur, daging, telur dan buah-buahan. Untuk ikan dan seafood, bisa ke the Fish Market di Darling harbor. Demikianpun, di daerah saya tinggal (Kingsford) ada banyak toko serba ada milik orang Indonesia yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dari Indonesia dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk barang-barang tertentu, semisal boots tambahan, lampu belajar, jaket tambahan, buku bekas, dan lainnya, bisa dicari di Sunday Market ataupun di website-website semacam gumtree dan flatsmate.


Adakah tips khusus agar kita mampu hidup dan survive di Australia dari awal kuliah sampai kelulusan?

Kunci paling utama adalah membuat Schedule! Segala sesuatu harus terencana dan disusun dengan keluarga. Hidup yang seimbang itu adalah: 8 jam belajar, 8 jam tidur dan 8 jam untuk hal lainnya (kerja tambahan, ibadah, makan, organisasi, jalan-jalan, olahraga, waktu untuk keluarga, dll). Untuk jalan-jalan dengan keluarga, sebaiknya dilakukan di hari Minggu, karena ada layanan khusus hanya bayar $2.5 per orang naik moda transportasi umum jenis apapun, se-New South Wales seharian penuh. Ini guna menghemat biaya dan memaksimalkan hari libur. Jangan pasif menunggu instruksi dari dosen tentang bahan kuliah, cari tau sendiri dan atur jadwal pembuatan paper kuliah jauh-jauh hari dari tenggang waktu pengumpulan tugas. Menunda-nunda (procrastinate) menjadi penyakit umum di awal-awal masa kuliah, karena masih adaptasi antara meninggalkan rumah dan hidup di lingkungan baru, padahal kuliah sudah mulai dari sejak pertama tiba. Selai itu, hiduplah yang seimbang! Jangan terlalu banyak belajar, dan jangan juga larut dengan kehidupan sosial (baik organisasi, hangout, dll). 

Mungkin jika ingin mengetahui lebih banyak tentang perkuliahan di Australia dan sebagainya, bisa kunjungi link ini http://cricos.deewr.gov.au/. 



Oke, sobat berkuliah.com! Itu tadi sebuah cerita pengalaman yang luar biasa dari Santri Beringin yang telah lebih dahulu berhasil kuliah di Australia. Jangan lupa selalu update informasi dari berkuliah.com, ya! Salam sukses dan sampai jumpa.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Manfaat Bermain Game untuk Mahasiswa

Oke guys, berjumpa lagi dengan berkuliah.com. Tanpa ba-bi-bu lagi kami akan memberikan artikel dengan topik yang menarik. Berawal saat penulis masih bemain game di salah satu konter game, secara tidak sengaja penulis membaca kalimat “ojo nganti kuliah mu nge-ganggu ngegem mu” (bahasa jawa. Red), yang artinya jangan sampai kuliahmu mengganggu main gamemu. Dari situlah penulis mendapatkan pencerahan untuk menulis artikel ini. So, silahkan sobat simak baik-baik.



Banyak orang yang menilai bahwa ngegame hanya membuat kita lupa waktu, kalau ngegame hanya menyia-nyiakan waktu yang ada dengan percuma. Bagi penulis itu salah, karena game itu menjadi salah satu inspirasi bagi penulis. Contohnya artikel ini. Oke guys, berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari ngegame. 


Keuntungan 1: Penghilang rasa penat

Game bisa menjadi penghilang penat yang kita rasakan. Tidak dipungkiri dengan main game rame-rame dengan teman kita, rasa stress dan boring yang kita rasakan akan terlupakan, dan seakan-akan menghilang bersama dengan game. Kadang, bagi sebagian orang game juga menjadi pusat inspirasi untuk melakukan berbagai kegiatan. 

Game yang sudah popelar dikalangan mahasiswa adalah Play Station (PS) ,dan sekarang game ini menjadi makin popelar apa lagi kualitasnya sangat bagus. Game PS inipun juga dapat diinstal di PC juga Laptop dengan beberapa spesifikasi yang dibutuhkan. Hal ini menambah kepopuleran game tersebut.


Keuntungan 2: Mempererat pertemanan

Game adalah salah satu media untuk mempererat tali pertemanan. Hal ini berlaku untuk orang yang menyukai, game karena menurut mereka game menjadi salah satu sumber energi. Dengan mudahnya, dengan game kita dapat menemukan dan mencari teman juga mempererat pertemanan. Jadi guys, jangan pandang sebelah mata permainan game itu. 


Keuntungan 3: Melatih konsentrasi

Jangan dianggap karena ini hanya game, maka tidak membutuhkan konsentrasi. Berawal dari game ini, kita bisa melatih konsentrasi atau fokus kepada hal yang kita inginkan. Kenapa bisa melatih konsentrasi? Karena kita bermain game tidak hanya sendiri, dan pasti bukan dalam keadaan atau tempat sepi. Nah, maka dari itu kita mau tidak mau harus fokus pada satu hal dengan ganguan khalayak ramai. Kalau tidak focus, lalu bagaimana kita akan berhasil atau menang? So, latihlah konsentrasi sobat mulai sekarang. Salah satu caranya yang mudah dan menyenagkan adalah melalui bermain  game ini.


Keuntungan 4:  Mengetahui loyalitas antar teman

Hal ini bisa menjadi salah satu tolak ukur seberapa loyal teman terhadap kita, karena dengan kita bisa mengetehui apakah teman kita bisa meluangkan waktu buat kita, ya walapun hanya bermain game. Namun, kita juga harus mempertimbangkan keadaan juga konsisi teman kita tadi. Karena salah-salah, kita malah kena omel karena tidak bisa memilih waktu. Pilihlah waktu senggang untuk bermain game. Atau cari waktu dia sedang bad mood dengan rutinitas kuliahnya. Maka, akan dengan mudah kita mengajaknya bermain game. Oke sob?!


Keuntungan 5: Menguji kemampuan game kita

Bermain game juga membutuhkan kemampuan. Jangan anggap enteng untuk bermain game apalagi bermain PS, karena dalam permainan ini dibutuhkan kejelian juga latihan dalam memainkannya. Mau buktinya, sekarang silahkan sobat ajak teman yang sama sekali belum pernah bermain PS untuk bermain game, setelah itu ajak teman sobat yang mahir dalam bermain PS, maka akan terlihat perbandingannya. Semakin sering bermain game tersebut, maka semakin besar pengalaman dalam bermainnya. So, berlatihlah jika kita ingin menjadi master dalam satu hal, salah satunya dengan bermain game.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Mahasiswa: 5 Macam Bisnis Sambil Kuliah

Oke guys, memang materi bukanlah segalanya, namun materi tetaplah menjadi hal utama untuk berlangsungnya sebuah kehidupan. Tidak hanya para kepala rumah tangga ataupun tulang punggung keluarga yang membutuhkan materi untuk hidup, begitupun dengan para mahasiswa dimana pun ia berada. Status mahasiswa yang disandang bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk mencari biaya tambahan. Bahkan, dengan status tersebut para mahasiswa merasa bangga jika selama masa studi mereka bisa mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan dari apa yang diusahakannya. 



Pekerjaan atau bisnis apa ya, yang sering dilakukan mahasiswa untuk menambah pemasukan mereka? Ada banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa. Tinggal mana yang menurut kita cocok dikantong dan cocok di waktu yang kita miliki dan yang sudah kita susun.

Oke guys, kali ini berkuliah.com akan menyajikan ulasan mengenai beberapa pekerjaan yang sering manjadi objek mahasiswa dalam menambah pundi-pundi kantong mereka.


Pekerjaan 1: OL Shop

OL? Olympic Lion? Bukan, itu sih klub sepak bola. OL di sini adalah bahasa kawan-kawan dunia maya, yang kurang lebih artinya ‘On Line’. On Line Shop maksudnya adalah jualan benda atau barang apa saja melalu media sosial yang menggunakan jaringan internet. Hal ini bisa dianggap mudah karena jaringan internet saat ini sudah bisa diakses melalui gadget masing-masing. Bisa melalui phone cell, melalui laptop atau netbook, atau menggunakan jaringan wifi yang tersedia di berbagai tempat, bisa kampus atau caffee. Dan cukup mudah, kita tinggal mencari relasi atau kawan sebanyak-banyaknya, lalu tawarkan kepada mereka apa yang ingin kita jual. Bahasa lainnya adalah sales via internet. Mudah, nyaman, juga bisa dikerjakan saat waktu luang. Namun, kemudahan ini tidak menanggung resiko. Resiko terparahnya adalah penipuan via internet atau media sosial. So, hati-hati kawan dan jangan gampang percaya.


Pekerjaan 2: Elektronik atau gadget

Zaman sekarang siapa yang tidak mengenal dan tidak membutuhkan gadget? Bahkan, ada humor yang mengatakan bahwa jika tidak mempunyai gadget atau bahkan buta gadget, maka bukan orang zaman modern. Untuk gadget sendiri dapat kita lihat ada banyak sekali peminatnya, mulai dari anak SD, bahkan sampai kakek juga nenek. Mereka tahu dan juga membutuhkan barang ini karena tuntutan perkembangan zaman. Nah, bagi mahasiswa yang menjual alat elektronik atau gadget ini adalah salah satu lahan subur buatmu untuk menambah pemasukanmu. 


Pekerjaan 3: Aksesoris

Aksesoris, besar kaitannya dengan kedua hal tadi. Aksesoris bisa banyak macamnya, mulai dari dari gelang, kalung, cincin, bahkan aksesoris untuk binatang peliharaanpun banyak yang menjual dan juga membutuhkan. Jadi, tidak akan ada ruginya bagi mereka yang rela menyisihkan waktu untuk melakoni bisnis ini. Bahkan, tidak sedikit yang sukses karena hanya berjualan aksesoris, terutama aksesoris gadget. Karena gadget sangat mudah atau gampang didapat dan juga dimiliki.


Pekerjaan 4: Pulsa Elektrik

“kamu jualan pulsa nggak?” atau kita juga sering mendengar “temanmu ada yang jualan pulsa nggak?” Nah, ini bisa menjadi kesempatan jika kita pintar untuk mencari peluang. Banyak konter-konter yang mencoba melebarkan sayap dengan cara menggaet mahasiswa atau pelajar untuk menjadi agen pulsa mereka, dengan cara One Chip All Operator. Hal ini memudahkan mahasiswa atau pelajar untuk menjadi agen mereka. Karena dengan cara ini, para agen tidak perlu  sulit dan ribet membawa banyak HP dalam tas mereka. Alih-alih mendapat untung dari penjualan pulsa, malah kecolongan HP dengan isi pulsa yang sangat berlimpah. 


Pekerjaan 5: Part time

Nah, yang ini sudah pernah berkuliah.com bahas. Ada banyak keuntungan yang didapat dari pekerja paruh waktu, dari pembagian waktu yang mudah, dan juga pengkondisian keadaan badan yang mudah. 


So, bagi para sobat yang ingin memulai usaha, silahkan coba dari sekarang. Karena pengalaman adalah hal paling berharga dan dapat kamu mulai sejak  dini. See you next time, guys!  

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Masalah Finansial: ‘Gali Lubang Tutup Lubang’ Ala Mahasiswa

Bagi pelajar apalagi mahasiswa, pasti sangat paham sekali dengan pepatah di atas. ‘Gali lubang tutup lubang’. Hal ini tidak hanya sering terjadi dikalangan mahasiswa, bahkan orang secara umumnyapun sering merasakan. 



Maksud dari ‘gali lubang tutup lubang’ itu apa? Oke, kita akan jelaskan secara singkat. Maksud dari gali lubang tutup lubang adalah, ‘meminjam uang untuk membayar uang’. Atau, bahasa lainnya adalah mencari utang buat utang. Tidak dipungkiri hal ini sering terjadi saat akhir bulan. Kebutuhan mendesak, tapi orang tua dirumah belum memberikan uang bulanan. Bahkan, banyak yang sering malakukan puasa senin-kamis untuk menyiasati hal ini saat akhir bulan atau tanggal tua.

Nah, kali ini tim berkuliah.com akan memberikan beberapa cara atau bisa dibilang fakta yang sering dilakukan mahasiswa saat menghadapi kondisi ini.


Cara 1: Meminjam dari teman yang lain

Pasti sobat sering mengalamimya. Karena sejujurnya penulis juga pernah, atau bisa dibilang sering mancari lubang untuk menutup lubang yang lainnya. Namun, sebelum meminjam, sobat juga harus mengetahui kondisi finansial yang akan sobat jadikan sasaran untuk menggali lubang. Karena jika kita tidak melihat kondisi teman, maka hal yang pasti kita dapat adalah “maaf, aku juga lagi bokek”. Dan yang sobat tahu rasa sakitnya bagaimana? Cara satu-satunya yang harus sobat lakukan adalah ‘ikhlas serta legowo’.


Cara 2: Bayar bulan depan

Hal ini terjadi jika teman yang kita minta tolong untuk meminjamkan uang menagih. Maka, siap-siap bagi sobat untuk memberikan seribu alasan yang tentunya masuk aka. Bukan alasan yang malah mengundang curiga. 

Guys, jika teman yang menjadi orang yang kita pinjami uang menagih, maka saat ditagih usahakan juga yakinkan bahwa kamu mampu membayarnya bulan depan. Bagi sobat setidaknya sudah memberikan alasan kapan ingin membayar utang tersebut jika belum mampu membayarnya saat ini. Namun, tetap menjaga janji dan kepercayaannya untuk membayar bulan depan, jika tidak seperti itu maka suatu saat akan menjadi kesulitan jika kita ingin meminjamamnya lagi.


Cara 3: Gadai elektronik

Pasti bagi sobat berkuliah.com yang namanya gadai elektronik adalah hal yang lumrah, apalagi jika melihat isi dalam saku sobat tidak bisa diajak kompromi. Biasanya, penggadaian adalah incaran untuk menggadaikan beberapa barang elektronik, ya walaupun dengan uang yang tidak seberapa namun cukup untuk memenuhi kebutuhan jika memang mendesak. Namun, saran penulis jangan sekalali-kali melakukan penggadaiaan jika memang kita tidak sanggup membayar. Oke guys, pahamai ini.


Cara 4: Pura-pura lupa saat ditagih

Nah, ini bukan hal terpuji sebenarnya. Karena menurut penulis, janji adalah hutang yang mana hutang harus ditepati atau dibayar. Betul juga ada kaitannya dengan utang piutang ya. Namun, bagi beberapa penghutang hal ini adalah salah satu cara jitu jika ditagih oleh orang yang memberi hutangan kepadanya. “haduh, lupa e, kemarin ada uangnya tapi malah kepake” Nah, loh? Bagaimana perasaan penagih yang berstatus temannya sendiri? Tetap memaksa kalau belum ada uang? Mau tidak mau harus sabar menunggu, kan? Atau, lebih baik diikhlaskan saja. Hehe.

Tapi, beda keputusan kalau dengan nominal yang amazing, mau atau tidak sobat tetap harus menagih jika perlu paksa terus. Kalau masih belum bisa, bawa saja satu rombongan Densus 88 untuk menagih, pasti dia kebingungan, dan mau tidak mau dia akan melakukan cara nomor satu.


Cara 5: Menghilang dari peredaran

“Ini orang kemana, sih? Di cari malah ilang, ga di cari ketemu di mana-mana”. Kadang itu yang sering diucapkan jika kita akan menagih hutang kepada teman, sedangkan kita saat itu benar-benar membutuhkan orang itu. Ini adalah trik bagi orang tersebut menghindar dari tagihan-tagihan yang ada. Lalu, cara menemukannya bagaimana? Mudah saja, jangan pernah mengharapkan kehadirannya. Nah, saat dia muncul tagihlah apa yang menjadi hutangnya.


Nah, itu beberapa ‘cara gali lubang tutup lubang’, walau bukan hanya mahasiswa yang melakukannya. Namun itulah salah satu dilema mahasiswa. Oke, see you next time! 

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



5 Tempat Tongkrongan Favorit Mahasiswa

Hello guys, how are you now? Berkuliah.com kembali lagi hadir untuk para pembaca dan pencari ispirasi di seluruh penjuru nusantara. Oke guys, seharian kita sudah melakukan aktifitas rutin, bagi pegawai sudah bekerja, juga khususnya untuk mahasiswa sudah kuliah seharian bagi yang ada jadwal kuliah. Nah, tak jarang kita sebagai mahasiswa merasa penat setelah seharian kuliah. Ada yang sering merasa penat atau bosan dengan rutinitas sehari-hari? Penulis yakin pasti banyak. Karena semua orang pasti pernah merasakannya.



Ada banyak cara juga tempat yang bisa membantu kita bagi mahasiswa untuk menghilangkan rasa penat tersebut. Untuk cara menghilangkan penat, sebelumnya sudah pernah kita bahas dan silahkan di buka kembali. Nah,sekarang kita akan membahas tempat mana saja yang sering dikunjungi mahasiswa, bukan hanya untuk menghilangkan penat, namun juga hanya untuk sekedar menikmati suasana. Oke guys, kita paham dimasing-masing daerah pasti mempunyai tempat yang menjadi objek wisata, dan masing-masing orang pasti mempunyai tempat terfavorit sendiri.

Namun, di sini berkuliah.com akan memjabarkan secara umum tempat mana saja yang sering dikunjungi mahasiswa, walaupun banyak juga yang bernotabene bukan mahasiswa mengunjungi tempat ini. Karena menurut beberapa orang ini adalah tempat yang nyaman, praktis, juga strategis untuk melakukan kegiatannya masing-masing. Oke sobat, langsung saja kami sajikan beberapa tempat yang sering menjadi tempat tongkrongan para mahasiswa berikut ini:


Tongkrongan 1: Mall

Mall atau yang sering kita sebut tempat perbelanjaan modern. Mall menjadi salah satu tujuan yang sering diserbu para mahasiswa. Walau tidak semua mahasiswa yang sering mendatangi tempat ini, namun ada saja yang menjadikan mall sebagai tempat tongkrongan. Menurut penilaan penulis, mall menjadi tempat tongkrongan karena gengsi. Terlebih lagi, bagi para mahasiswa yang mempunyai finansial lebih. Kadang ada di food court, atau masuk ke dalam bioskopnya. Memang tidak ada yang melarang, dan itu menjadi hak masing-masing personal untuk nongkrong di mana saja. Nah, apakah mall menjadi salah satu tempat tongkrongan sobat?


Tongkrongan 2: Caffee

Untuk yang satu ini tak diragukan lagi, ada banyak mahasiswa yang sering berkunjung ke tempat ini dengan berbagai keperluan juga aktivitas. Ada yang hanya sekedar menikmati suasana, atau berkumpul bersama teman, atau mengerjakan tugas. Yang jelas, kebanyakan caffee yang menjadi serbuan mahasiswa memiliki tempat yang nyaman juga strategis. Setiap mahasiswa mempunyai tempat favorit dari setiap caffee, walaupun ada yang sama namun pasti sering berbada dengan menu faforitnya. Ada yang suka dengan caffee yang bernuansa romantis, ada juga yang suka dengan caffee yang bernuansa retro (jaman dulu). Nah, buat para sobat di manapun kamu berada, pasti mempunyai tipe atau jenis caffe juga menu yang bermacam-macam. 


Tongkrongan 3: WiFi Area

Hal ini menjadi poin penting bagi mahasiswa. Selain dari menu, juga suasana tempat nongkrong. Karena mahasiswa adalah pengkonsumsi jaringan internet seperti wifi yang paling besar dibanding pelajar SMA atau SMP. Karena dengan adanya jaringan wifi di tempat nongkrong, mahasiswa tidak akan takut untuk kahabisan kuota internet walaupun ada banyak hal yang ingin diunduh.


Tempat nongkrong 4: Angkringan

Untuk yang satu ini mungkin belum banyak yang tahu, hanya daerah tertentu saja yang terdapat angkringan, seperti di Jogja, Solo, Magelang, Klaten, lebih luasnya daerah jawa tengah. Serta hanya para mahasiswa yang kuliah di daerah tersebut yang mengerti apa dan bagaimana angkringan itu. Dengan menu andalan “sego kucing”, hal ini membuat mahasiswa menjadi betah untuk berlama-lama apalagi ditambah dengan penjual yang ramah juga friendly, serta harga yang sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa. Sehingga tidak sedikit mahasiswa bahkan khalayak umum yang menjadikan angkringan sebagai tempat berkumpul atau nongkrong. So, buat para sobat yang sedang atau ada rencana untuk berkunjung ke Jogja, sempatkan diri untuk mencicipi menu yang ada di angkringan. Pasti tidak akan menyesal!


Nah, dari beberapa contoh tempat tersebut, mana yang menjadi tempat favorit sobat untuk nongkrong atau hanya sekedar berkumpul bersama teman dan menikmati malam hari atau siang hari yang indah? Pasti ada salah satunya. So guys, nikmatilah hal tersebut. See you!  

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Amerika: Pengalaman Studi di ‘UC Berkeley & Harvard University’? Berikut Cerita dari Risa Santoso

Amerika Serikat, negara yang sering disebut dengan ‘Negeri Paman Sam’ dan memang negara ini hampir menjadi pemegang kendali dunia dalam bidang apapun. Ekonomi, politik, militer, teknologi, dan gaya hidup masyarakat di penjuru dunia hampir dipengaruhi oleh Amerika. USA adalah sebutan yang paling keren dan gaul di antara yang lain.

Wisuda dari UC Berkeley
Wisuda dari Harvard University

Oke, kali ini tim berkuliah.com akan menyajikan hasi interview dengan salah satu mahasiswi asal Indonesia yang kuliah di USA, siapakah dia? Kalau kamu penasaran, mari kita simak bersama liputannya berikut ini!


Halo, salam kenal, ya! Agar bisa lebih mengenal, bisakah diceritakan mengenai profil diri kamu? Selain itu, apa alasan yang membuat kamu memilih Amerika sebagai tujuan studi?

Nama saya Risa Santoso. Perjalanan pendidikan saya sampai SMA saya jalani di Surabaya, kemudian saat menempuh studi S1 di UC Berkeley dengan jurusan Ekonomi dan minor Education Mei 2014 ini, dan baru masuk di S2 di Harvard University, di jurusan Education.

Alasan ke Amerika, dari dulu saya memang berkeinginan untuk menimba ilmu di luar negeri. Amerika menjadi pilihan saya karena banyaknya inovasi yang dimulai dari negeri ini. Dengan belajar di Amerika, saya berharap mendapatkan inspirasi dan pengalaman positif yang dapat saya terapkan di Indonesia.


Bisakah Risa menceritakan profil singkat dari UC Berkeley dan Harvard ? Baik dari kelebihan dan keunikannya masing-masing? 

Dari lokasinya, UCB terletak di pantai barat yang beriklim sejuk, sedang Harvard terletak di pantai timur dengan iklim yang lebih ekstrim dan dingin.
Untuk sistem pangajaran, saya menempuh S1 di UCB yang merupakan universitas milik pemerintah, UCB adalah universitas publik atau milik pemerintah, sedang Harvard adalah universitas privat atau swasta yang biaya perkuliahan lebih mahal, jadi lebih eksklusif.

Harvard sendiri adalah universitas tertua di Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1636. Baik UCB maupun Harvard memiliki suasana yang kondusif untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.


Bagaimana  dengan sistem perkuliahan di dua kampus tersebut?

Sistem perkuliahan di Amerika ada 2: sistem quarter dan semester. Untuk UC Berkeley dan Harvard, keduanya mengikuti sistem semester. Tiap tahun ada kelas Spring, Fall dan Summer. Spring dan Fall biasanya 4 bulan (september-desember/febuari-mei), Summer sekitar 2 bulan, tergantung kelas-kelasnya.

Untuk Fall dan Spring, biaya perkuliahannya sama (tidak tergantung berapa SKS), tetapi biaya kelas summer biasanya tergantung SKS (sekitar $400/SKS di UC Berkeley). Menariknya, di Harvard ada kelas-kelas J-term, kelas 3 minggu yang jadwalnya lebih padat dibandingkan dengan semester lainnya (biasa dianggap sebagai kelas modul - 1/2 kelas), yang semuanya bebas biaya.

Wisuda UC Berkeley


Wisudah Harvard University

Lalu, bagaimana untuk fasilitas di dua kampus tersebut, mungkin perpustakaan, pelayanan adminitrasi, fasilitas lab, olahraga, atau hal lainnya?

Kedua universitas memiliki fasilitas yang sangat hebat. Sebagai universitas publik peringkat 1 di dunia, UC Berkeley memiliki lebih dari 30 perpustakaan (4 perpustakaan besar, 24 perpustakaan spesialis, dan 9 perpustakaan gabungan). Saya sendiri baru sempat pergi ke 7 dari bermacam-macam perpustakaan itu.

Untuk Harvard University, karena sekolah ini sudah berdiri lebih dari 375 tahun, tidak heran bila universitas ini adalah institusi privat yang memiliki koleksi perpustakaan paling besar di dunia. Ada total 73 perpustakaan milik Harvard University yang tersebar di kota Cambridge.

Fasilitas Olahraga UC Berkeley cukup lengkap. Dengan $10 per semester, murid-murid dapat mengikuti kelas-kelas yang ditawarkan (seperti kick-boxing, yoga, zumba, dll), dan mendapat akses tak terbatas untuk fasilitas mereka. Untuk Harvard University, karena kampusnya tersebar di kota Cambridge, ada beberapa fasilitas olahraga. Namun, harganya berbeda-beda menurut program yang dimasuki oleh para siswa. Sama dengan UC Berkeley, berbagai kelas olahraga juga ditawarkan untuk meningkatkan kesehatan para murid.

Kedua fasilitas lab UC Berkeley dan Harvard University sangat lengkap. Ada lab untuk robotik bagi yang mempunyai mata kuliah teknik, juga berbagai lab untuk peneliti. Sayangnya, mata kuliah yang saya ambil tidak memerlukan jam lab, karena itu susah untuk benar-benar menceritakan kehebatan fasilitas lab di kedua unviersitas ini.


Bagaimana skema untuk membayar biaya SPP?

Mereka memberikan statement keuangan setiap semester, uang kuliah dan asuransi dibayar per semester, sedang tempat tinggal dan yang lain ditagihkan per bulan. Seperti dijelaskan di no. 3, untuk uang per semester fix, tetapi kelas summer dibayar per-unit.


Bagaimana karakteristik dari teman-teman asli Amerika, dan apa saja kebiasaan yang mereka lakukan disela-sela waktu belajar, baik itu di dalam dan di luar kelas?

Teman-teman asal Amerika biasanya cukup bersahabat dan mau membantu mahasiswa dari luar negeri bila mengalami kesulitan. Mereka juga sangat rajin dan niat bersekolah.
Teman-teman di UC Berkeley dan Harvard  tidak hanya berasal dari Amerika. Ada anak dari segala penjuru dunia yang menuntut ilmu di Amerika, mereka berlatar belakang budaya yang berbeda-beda. Hal ini juga sangat berguna bagi para mahasiswa untuk saling mengenalkan negara mereka masing-masing kepada teman-temannya.  Di sela-sela waktu belajar banyak yang dapat dilakukan. Bisa ikut aktifitas organisasi pelajar, bekerja paruh waktu, atau jalan-jalan. Untuk waktu-waktu khusus, biasanya ada acara seperti Halloween Party, atau ikut merayakan hari besar Amerika. Kadang ada acara-acara juga seperti piknik, memetik apel, dan makan pie bersama. Banyak acara-acara seperti ini yang dilakukan oleh organisasi pelajar, jadi ikut berpartisipasi dalam satu organisasi sangat berguna untuk menambah teman.


Pada masa awal kuliah, apakah kamu sering menemui kesulitan dengan kegiatan perkuliahannya? Jika iya, apakah itu dan bagaimana cara kamu mengatasinya?

Masalah untuk mahasiswa baru, apalagi yang berasal dari mancanegara biasanya akan selalu ada, misalnya pemilihan mata pelajaran dan kegiatan ekskul apa yang perlu diambil. Dan kalau rajin bertanya dengan teman-teman dan berkonsultasi dengan pembimbing, maka  semuanya akan dapat diatasi.


Apakah Risa menggunakan beasiswa atau biaya sendiri? Mungkin bisa diceritakan tentang pembiayaan untuk kuliahnya? Jika beasiswa, bagaimana cara apply menurut pengalaman kamu sendiri?

S1 saya dibiayai orang tua sambil bekerja paruh waktu, sedang S2 saya dibiayai oleh beasiswa LPDP.
Apply LPDP sangat mudah, kita bisa langsung mengakses LPDP lewat internet dan melihat persyaratan apa yang harus dipenuhi. Setelah melengkapi semua persyaratan, kita langsung dapat mengisi formulir pendaftaran online. Bila diterima, dalam waktu dekat kita akan dihubungi oleh pihak LPDP untuk langkah selanjutnya.


Bagaimana biaya hidup untuk mencukupi kebutuhan selama di sana? Baik dalam hal makan, transport, dan tempat tinggal? Adakah cara unik agar kita bisa lebih berhemat?

Saat pertama datang di Amerika, saya masih awam bagaimana menjalani hidup yang efisien, tetapi setelah beberapa lama di sini,  banyak sekali yang bisa dilakukan. Misalnya, untuk membeli kebutuhan perabotan rumah dan perlengkapannya, kita bisa membeli dari teman-teman yang kebetulan akan lulus sehingga mereka tidak memerlukan barang-barangnya lagi, misalnya furniture, pemanas air, penyedot debu, atau barang lainnya, kita bisa membeli dari mereka dengan harga yang sangat murah, atau kadang mereka malah mau memberikan dengan cuma-cuma. Untuk itu, kita bisa masuk ke laman Facebook yang memang diperuntukkan untuk menjual dan membeli barang-barang dari mahasiswa yang telah lulus tersebut.


Menurut Risa, di mana sajakah daerah atau tempat yang aman dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal?

Sangat relatif, tentu saja dekat dengan sekolah menjadikan resiko kita di jalan lebih kecil bila ada kuliah malam. Saya lebih menyukai tinggal dengan teman-teman dengan menyewa apartmen yang dekat dengan sekolah, daripada di asrama yang biasanya sangat kurang privasi sehingga sulit untuk belajar.


Adakah tips spesial dari Risa, bagaimana agar kita bisa sukses dan dapat bersaing dengan mahasiswa lainnya sampai kita lulus?

Jangan mudah putus asa, percaya diri bahwa murid dari Indonesia tidak kalah dengan murid mancanegara. Rajin-rajinlah berkonsultasi, baik dengan teman maupun dengan dosen. Dan yang paling penting adalah kemampuan dan penguasaan bahasa Inggris harus mencukupi.



Oke, sobat berkuliah.com! Demikian tadi uraian cerita pengalaman dari sahabat kita yang tidak hanya cantik, tapi juga pintar, yang telah berhasil merasakan atsmosfer pendidikan kuliahnya di USA. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga ingin mengikuti jejak Risa yang mampu menempuh studi S1 dan S2nya di Amerika, dengan kedua kampusnya yang ‘keren abis’ itu? Ayo, jaga terus semangatmu untuk menuntut ilmu! Bermimpilah setinggi-tingginya, dan kejar impianmu itu sampai dapat!

================================================================================================================================================

Berminat mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, khususnya buat kamu mahasiswa Pendidikan? Baca rahasianya secara mendetail, dikupas tuntas dalam buku "Jurus Kuliah ke Luar Negeri" (JKLN). Di sini ada banyak "bocoran" dan "trik-trik rahasia", untuk mahasiswa jurusan Pendidikan yang ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri, seperti Risa Santoso di atas. Paket JKLN terdiri dari satu buku setebal 300 halaman, 9 ebook setebal 4.367 halaman, serta 219 video interview dengan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Bahkan buku ini juga mendapat testimoni langsung dari Merry Riana. Baca buku ini, kamu PASTI dijamin kuliah ke luar negeri. Dijamin 100%.



Bagaimana cara pemesanannya?
Silakan transfer dengan format: JKLN (spasi) Harga + 2 digit terakhir HP kamu. Misalkan nomorhandphone kamu 085123456789, maka transfernya Rp 147.089. Rekening di bawah ini semuanya atas nama Sri Rahmawati:
  • Bank BCA 8610292250
  • Bank BNI 0165318957
  • Bank BRI 1056-01-004593-50-2
  • Bank Mandiri 132-00-1465845-5 

Setelah transfer, silakan konfirmasi ke: PIN BB: 57BDE2AC | Telp / WA / SMS / Line: 0821 3700 8000

Dan jangan lupa, selalu update informasi di berkuliah.com, ya! Salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top