Bangga menjadi “Indonesian Student” dalam ajang ASEAN WEEK di Thailand


Sebagai generasi pemuda bangsa Indonesia hendaklah kita bermental Pancasila, dan berusaha menjaga eksistensi nama Indonesia baik dikancah Nasional dan Internasional melalui tindakan - tindakan luhur yang mencerminkan kepribadian bangsa.

“I am proud as Indonesian”

Diawali dengan memakai kebaya dan jarit sidomukti, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Pusaka composed by Ismail Marzuki, penampilan mahasiswa mahasiswi Indonesia dalam ajang ASEAN WEEK FAIR pertama (27-29 agustus 2013) dimulai. Nyanyian Indonesia Pusaka dilantunkan dengan syahdu oleh warga Kota Batu Jawa Timur alumni Brawijaya University, sebut saja namanya Devi Dwi Siskawardani.


Dalam perhelatan dikancah Internasional tersebut Devi bersama rekan-rekannya mahasiswa Prince of Songkhla University menampilakan adat pernikahan jawa, mula dari sungkeman, minum air kendi sampai hiburan berupa tarian Yapong yang dibawakan oleh Suhartini Ismail yang berasal dari Palembang dan Megah Andriani warga semarang. Sedangkan yang menjadi pasangan pengantin di waktu itu adalah pasangan suami istri Amin Fatoni dan Mekar Dwi Anggraeni (Dosen Universitas Panglima Soedirman).

ASEAN WEEK FAIR kedua yang diadakan beberapa minggu yang lalu 28 Januari 2015 juga digarap dengan apik meskipun keterbatasan waktu latihan dikarenakan kesibukan para performer di bangku perkuliahan. Dalam kegiatan tersebut para mahasiswa Internasional bergabung bersama – sama menyanyikan lagu Heal The World dari Michael Jackson dengan harapan mampu memotivasi untuk memperbaiki kedamaian dan ketentraman hidup bagi anak cucu yang akan dilahirkan. Acara tersebut diakhiri dengan tepuk tangan memukau yang meriah dari penonton yang kebanyakan adalah warga Thailand.


Beberapa mahasiswa Indonesia yang dengan anggun memakai pakaian adat dan batik yang memeriahkan ajang tersebut adalah Ayu Suarningsih dari Bali, Shinta Novelia dari Padang, Edi Fradinata dari Aceh, Ari Santosa Pamungkas dari Klaten Jawa Tengah dan dua alumni Brawijaya University Malang Devi Dwi Siskawardani (warga Batu) dan Anneke (warga Malang). Tidak hanya itu, bebebrapa mahasiswa dari India, Nepal, Filipina, China, Kamboja juga ikut memeriahkan acara tersebut.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Memaknai Nasionalisme di Negeri Gajah Putih

“Sadarilah, dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan, disana selalu ada hal yang berharga yang disebut dengan “NAMA” dan jangan batasi potensi yang ada pada dirimu, teruslah mencoba dan berusaha karena akan selalu ada jalan bagimu”.



Kisah Devi Dwi Siskawardani, sosok periang yang dilahirkan di Kota Wisata Batu ini berawal ketika dia mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan S2 di Prince of Songkhla University Hat Yai Thailand di tahun 2013. Di dalam benaknya, impian untuk melakukan pengabdian sebagai seorang warga negara Indonesia bagi kehidupan social bersama manusia lainnya semakin menjadi ketika berada di negeri orang.

Dalam kapasitasnya sebagai seorang mahasiswa, dia mengekspresikan kecintaannya kepada sang ibu pertiwi melalui beberapa prestasi yang dia torehkan dalam setiap kesempatan yang ada. Prestasi yang dia torehkan erat sekali kaitannya dengan dunia seni yang ia gandrungi selama ini. Semenjak menempuh pendidikan SMP di SMP Muhammadiyah 08 Batu, dia sudah mencintai dunia teater dan mampu menorehkan prestasi hingga menjadi penyaji terbaik se-Jawa Timur dalam ajang PORSENI. Ketika memasuki fase SMA, tidak jauh berbeda prestasi yang dia torehkan dimasa itu. Dia bersama team teater PANDU (SMA Negeri 1 Batu) mampu meraih juara pertama dalam ajang Fragmen Budi Pekerti yang diadakan oleh PEMKOT KOTA BATU.

Ketika sedang menempuh pendidikan sarjana di Brawijaya University, banyak sekali penghargaan yang mampu dia raih diantaranya sebagai “The Best GPA of Agriculture Engineering Department”, kemudian ditahun yang sama memenangkan ajang bergengsi GFT “Gebyar Festival Tari se Universitas Brawijaya”. Bahkan sederet prestasi lainnya yang dia torehkan, menjadikan dia sebagai salah satu nominasi “Mahasiswa Teraktivitis” di tahun 2011, dan berakhir dengan predikat “Cumlaude” di tahun 2012.

Berada di Thailand selama satu tahun lebih, menjadikan dia menyadari bahwa cara menunjukkan kecintaan kepada sang ibu pertiwi adalah melakukan hal sederhana namun bermakna luar biasa bagi eksistensi nama Bangsa Indonesia. Misalnya saja pengalamannya ketika bernyanyi dalam ajang “ASEAN OPEN WEEK 2013” dan menari dalam ajang “IMT-GT 2013 di Koh Samui”.


Menarikan tarian selayang pandang di “Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT)”

Keberhasilannya di dunia seni, tidak menjadikannya berhenti begitu saja. Sebagai manusia yang senantiasa tertantang untuk membuktikan dan mencari potensi tersembunyi yang mungkin dimilikinya menjadikannya selalu berusaha dan berjuang mencoba hal – hal baru. “Keberanian mencoba” yang sering kali dicemooh dan direndahkan oleh lingkungan telah terbayar dengan penghargaan dibidang olahraga yang dia peroleh, baik dari Universitas maupun dari Konsulat Republik Indonesia di Songkhla. Penghargaan di olahraga badminton dia peroleh ketika dia mampu menjadi juara II dalam ajang “SPORT FIESTA 2014 di PSU”, juara III untuk pertandingan tenis meja dalam acara “MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN INDONESIA 2014 oleh Konsulat Indonesia  untuk Negara Thailand”, dan berhasil membawa medali perunggu dari Mahidol University.


Dihadapan sang Garuda memperoleh penghargaan dari Konsulat Republic Indonesia 


Dalam balutan kebaya menjadi PSU-representative untuk mendapatkan souvenir penghargaan dari Mahidol University President

Pencapaian yang telah diraihnya selama ini, menyadarkannya bahwa banyak pihak pendukung yang selalu memberikan semangat kepadanya diantaranya Ibu Sumarmi dan Bapak Sutopo selaku orangtua yang selalu mendoakannya, Eko Fendi Baskoro, Bayu Tri  Wicaksono dan F.R. Cahyo Purbo Kusumo sosok saudara yang selalu menyemangatinya, Bapak Sungkono yang merupakan orangtua baginya, Indra Pandu Akdom yang selalu mengasihinya dan sahabat- sahabat dekatnya. Dan bagian terindahnya adalah sosok ibu pertiwi “Indonesia” yang selalu mengijinkan untuk menggunakan namanya dimanapun dia berada and she always proud to say that “I am Indonesian” karena dia menyadari bahwa “Our Life is for repay our motherland”.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Kuliah S1-S2 dan Betah Hidup di Jerman? Ini Dia Cerita Menarik dari Shafira Nur Octavia


Halo, Safira. Terima kasih sudah bersedia berbagi dengan berkuliah.com, ya! Mungkin biar teman-teman berkuliah.com bisa lebih mengenal Shafira, pertama-tama enaknya kita kenalan dulu. Bisa diceritakan profil diri kamu? Baik dari nama lengkap, asal, tempat kuliah dan jurusan yang diambil, tempat tinggal, dan kuliah menggunakan beasiswa atau biaya pribadi?

Salam kenal juga. Perkenalkan, saya Shafira Nur Octavia, lahir di Jakarta 9 Oktober 1988. Sekarang ini saya tinggal di Trier, Jerman dikarenakan pekerjaan setelah sebelumnya +/- 7 tahun berdomisili di Berlin. Saya baru saja lulus dari program S2 di jurusan Food Science & Technology di Beuth University of Applied Sciences Berlin. S1 saya sebelumnya juga di jurusan dan universitas yang sama.

Sekolah di Eropa merupakan cita-cita saya sejak lama. Namun dikarenakan biaya, saya memutuskan untuk sekolah di Jerman karena di beberapa negara bagian tidak dikenakan biaya kuliah alias gratis dan dengan kualitas pendidikan yang sangat baik pula. Selain itu saya pun jadi akan bisa menguasai bahasa ke-3.

Setelah lulus dari SMA 70 Bulungan, Jakarta, saya ikut program les intensif Bahasa Jerman selama +/- 5 bulan, lalu mengambil tes Sertifikat Bahasa Jerman level B1 (sekarang minimal B2) dari Goethe Institut yang dibutuhkan untuk mendaftar ‘Studienkolleg’.

Studienkolleg adalah sekolah penyetaraan selama 2 Semester untuk calon mahasiswa selain dari EU (European Union). Di Studienkolleg ini, kita bisa memilih Course untuk jurusan yang akan kita ambil nantinya. Kurs M (Medizin) untuk jurusan Kedokteran & Farmasi; Kurs T (Technik) untuk jurusan-jurusan Teknik; Kurs W (Wirtschaft) untuk jurusan Ekonomi; Kurs G (Geisteswissenschaft) untuk jurusan Germanistik, Hukum, Sosial, Hubungan Internasional, Politik, Sejarah, dan sebagainya; Kurs S (Sprache) untuk jurusan-jurusan Bahasa &Literatur.

Saya sendiri mengambil T-Kurs (karena saya lulusan IPA) di Studienkolleg Universitas Anhalt di kota Köthen (Jerman Timur). Disana saya belajar Bahasa Jerman, Matematik, Kimia, Fisika, Informatik dan Technical Drawing (semuanya dalam bahasa Jerman). Setelah 1 tahun, saya menulis ujian akhir (kurang lebih seperti UAN) untuk semua mata pelajaran dan nilai inilah yang saya gunakan selain nilai dari SMA di Indonesia untuk mendaftar kuliah.


Bisa diceritakan tentang kampus tempat Safira kuliah selama di Jerman? Hal-hal apa yang paling Shafira sukai atau kagumi dari kampus tersebut?

Saya kuliah di Universitas Beuth University of Applied Sciences. Tidak ada alasan khusus kenapa saya memilih universitas ini. Karena universitas-universitas di Jerman rata-rata berkualitas sama bagusnya. Saat itu saya hanya mendaftar di Berlin karena saya suka dengan atmosfir kota ini (mungkin karena ramai seperti Jakarta), tidak ada biaya kuliah, biaya hidup yang relatif murah dibanding kota besar lain, dan karena saya harus membiayai diri sendiri, jadi saya memilih kota besar agar banyak kesempatan part time. 

Di Berlin, jurusan yang saya inginkan hanya ada di 2 universitas: Beuth University (BHT) & Berlin Technical University (TU Berlin) yang merupakan 2 jenis universitas berbeda: "Hochschule" (University of Applied Sciences) yang lebih practical dengan mahasiswa kurang lebih 40 dalam 1 kelas dan "Universität" yang lebih ke teori dengan sekitar 80-120 mahasiswa dalam 1 kelas. Saya memutuskan untuk daftar di Beuth.


Kira-kira, berapakah biaya kuliah di sana bagi yang tidak mendapatkan beasiswa dan menggunakan biaya sendiri?

Biaya kuliah di Jerman banyak sekali universitas negeri yang tidak dikenakan biaya kuliah/tuition fee (tergantung negara bagian), contohnya Berlin. Hanya saja, hampir semua jurusan yang ditawarkan dalam bahasa Jerman. 

Tiap awal semester kita hanya diharuskan membayar sumbangan sosial kampus & biaya transportasi "flat rate" untuk 1 semester (bukan tuition fee!!) sekitar 200-300€ per semester (tergantung kota dan universitas). Untuk universitas yang ada tuition fee, kira2 ditambah 500-600€ per semester nya.

Saya sendiri dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhan penting dan sehari-hari dengan bekerja part time (maksimal hanya diperbolehkan 20 jam per minggu). Terlebih lagi, ketika sedang masa ujian, mahasiswa asing bisa mendapatkan dana bantuan utk 1-2 bulan selama ujian, ASALKAN dia bisa membuktikan pendapatan per bulannya (bahwa dia membiayai diri sendiri), DAN membuktikan study performance/transkrip nilai bahwa dia selama ini benar-benar kuliah dengan baik. Kita juga bisa mengajukan pembebasan biaya tiket transportasi. Bahkan selama pengerjaan Bachelor's Thesis saya mendapatkan dana bantuan untuk 2,5 bulan dari pemerintah Berlin. 

Selama Master's Thesis saya mendapatkan beasiswa STIBET dari DAAD. Intinya, jika kita memang harus membiayai diri sendiri, jangan takut dengan masalah dana, karena di sini pasti selalu ada jalan untuk yang serius kuliah, dan tidak harus nilainya super bagus.


Apa kelebihan dari jurusan yang Shafira ambil? Apakah ada kesulitan selama menjalani studi? Jika ada, apa dan bagaimana cara mengatasinya?

Semua jurusan kuliah yang ada di Jerman bagus-bagis, spesifik dan menarik. Saya sendiri tertarik dengan jurusan Food Science & Technology karena awalnya saya suka Kimia, tapi saya tidak mau kuliah kimia murni. Mata kuliah utama di jurusan saya adalah Food Chemistry, Food Processing Technology & Food Microbiology. Menurut saya menarik, karena 3 elemen tersebut benar-benar berbeda (kimia, fisika, mikrobiologi), tetapi semuanya saling berkaitan dalam memproduksi ataupun meneliti kualitas makanan. 

Kesulitan tentu saja ada karena modul yang padat dan jumlah ujian yang banyak dalam kurun waktu singkat. Bagaimana mengatasinya? Mungkin bagi saya lebih tepatnya bukan mengatasi, tapi mencegah: Jika kita selalu masuk kelas dan benar-benar memastikan bahwa kita mengerti pelajaran hari itu, serta mengulang sedikit di rumah, pasti saat ujian nggak akan kalang kabut. Plus, setiap tugas sebaiknya dimulai seawal mungkin agar tidak saling bentrok. 

Tapi, tentu saja ada pelajaran-pelajaran yang memang susah sekali, dan di Jerman kita hanya mendapatkan kesempatan 3x ujian, kalau tidak lulus juga akan di DO. Saya pun pernah mengalami kesulitan seperti itu dan saya benar-benar memanfaatkan 2 bulan Summer holiday untuk mengulang kembali dan belajar setiap saya ada waktu libur kerja, dan menulis kembali ujian itu di kesempatan berikutnya.


Pernahkah Shafira merasakan falling in love di Jerman, atau LDR dengan pacarnya? Jika pernah, adakah tips untuk mahasiswa yang menjalin LDR ketika di Jerman?

Love/LDR, ya. Saya sendiri belum pernah LDR beda negara, tapi banyak teman-teman dekat saya yang mengalaminya dan semuanya lancar-lancar saja, apalagi dengan teknologi jaman sekarang dan kecepatan internet di Jerman. LDR tentunya bukan masalah.


Adakah tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi mahasiswa untuk merefresh otak dan membuang kebosanan? Mungkin menurut pengalaman Shafira.

Ada banyak sekali tempat-tempat menarik di Berlin. Misalnya, taman untuk publik yang view nya bagus sekali dan udara yang fresh, bisa sambil baca buku atau sekedar tidur-tiduran saat summer. Atau bisa juga pergi ke café untuk sekedar ngopi dan menikmati view yang bagus, atau coba kue-kue baru. Karena orang-orang Jerman adalah pecinta kue dan cokelat, di Berlin harga-harga kalau jajan di luar relatif murah.


Apakah mahasiswa perlu membuat rekening tabungan, kartu asuransi kesehatan, dan kartu mahasiswa? Jika iya, bagaimana langkah-langkah membuatnya?

Bank, asuransi di Jerman sangat perlu buka rekening karena semua tagihan bisa dengan mudah ditarik langsung di rekening dan kita bisa kontrol tiap saat, misalnya dengan Online Banking. 

Asuransi adalah hal yang wajib di Jerman. Sebagai student, kita diwajibkan mempunyai asuransi dari negara, bukan private. Asuransi ini memang mahal per bulannya, tapi itu adalah salah satu syarat dan sangat bermanfaat kok! Kita bebas ke dokter tanpa biaya, bisa check up, bisa periksa gigi, bahkan dokter kulit. Untuk beberapa obat pun bisa dibeli dengan harga lebih murah (dengan resep dokter). 

Membuat rekening bank dan asuransi sangat mudah sekali, tinggal datang ke bank dan bawa paspor serta tanda daftar diri di kota tersebut. Asuransi pun begitu, kita bisa daftar online atau datang langsung dan membawa dokumen-dokumen termasuk bukti tanda mahasiswa (karena tarifnya berbeda untuk student). Kartu mahasiswa akan kita dapatkan otomatis setelah kita membayar uang semester (200-300€).


Apa perbedaan budaya yang paling terasa antara Jerman dengan Indonesia? Apakah ada yang patut dicontoh oleh orang Indonesia? (nasionalisme, kehidupan sehari-hari, dll)

Culture difference. Pastinya banyak sekali perbedaan budaya di Jerman dan Indonesia. Yang pasti paling terasa adalah sistemnya serba rapi dan teratur. Di sini saya terbiasa dengan hidup terstruktur dan ter-planing. Walaupun kadang monoton dan kultur disini cenderung individual, bukan seperti orang indonesia yang hangat dan sangat kekeluargaan. Semua tentu ada positif dan negatif, dan di sini kita bisa melihat sendiri mana yang baik untuk ditiru dan yang tidak.


Adakah tips spesial yang ingin Shafira bagikan tentang bagaimana cara agar mahasiswa Indonesia di sana bisa sukses dan mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya?

Tips di kelas: kita HARUS "bersuara". Buat setiap profesor kenal dengan kita. Berawal dengan memberi dan menjawab pertanyaan. Lalu, berinisiatif di tiap tugas kelompok dan praktek di labor dan tidak lupa: membantu teman. Belajar lebih giat sudah tentu karena keterbatasan bahasa. Selain itu, yang penting di Jerman adalah PENGALAMAN. Perbanyak magang atau bekerja part time sebagai student employee di perusahaan-perusahaan yang ada hubungannya dengan jurusan kita, serta memperbanyak pengetahuan proyek-proyek selama kuliah, benar-benar berperan penting untuk kualifikasi kita.

Last but not least, ingat tujuan pertama kita. Tidak ada orangtua yang mengawasi kita di sini, kuliah pun tidak ada ada absensi kehadiran, internet sangat cepat dan lancar yang bisa bikin kita keenakan dan malas kuliah, dan juga gaji part time tinggi yang bisa membuat kita terlalu banyak bekerja melebihi kebutuhan. Semua ada di tangan kita. Ingat tujuan awal, ingat orang tua. Itu kunci terpenting saya selama ini.


Wah…super sekali ya cerita pengalaman yang dibagikan oleh Shafira Nur Octavia ini? Semoga informasi dan tips-tips yang dibagikan oleh Safira bisa menginspirasi dan bermanfaat buat kamu ya, sobat berkuliah.com!

Salam sukses selalu dari berkuliah.com.


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Raihana D: Mahasiswa yang Kuliah di Finlandia, Nyamannya Selangit !


Perkenalkan, nama saya Raihana D. Nugrahany atau biasa di panggil Hany. Saya pertama kali tiba di Finlandia pada tahun 2008, dan selama hampir 6 tahun hidup di sini, Alhamdulillah saya telah memiliki ijasah diploma dari Helsinki Business College jurusan Customer Service dan Marketing, dan saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 di Laurea University of Applied Sciences jurusan Security Management yang bertempat di kota Espoo.


Apa sih enaknya dan nyamannya kuliah di Finlandia selain banyak yang gratis?

Kalau dilihat dari segi keuangan, Finlandia atau negara-negara di Nordic pada umumnya memang sangat terkenal akan tingginya biaya hidup di negara tersebut. Namun bagi pelajar, terdapat banyak keringanan sehingga membuat para pelajar merasa nyaman dan dapat tetap bertahan hidup. Di negara Finlandia contohnya, selain bebas dari biaya kuliah, semua pelajar berhak mendapat banyak keringanan seperti potongan setengah harga untuk transportasi dengan menggunakan travel card (berlaku di Helsinki, Espoo, Vantaa).

Para pelajar juga mendapat diskon untuk transportasi kereta jarak jauh, makan di kantin universitas (hanya 2,6€ untuk pelajar), diskon ketika menggunakan fasilitas olahraga (berenang, gym, dll), dan juga bagi para pelajar disediakan student apartment yang bisa tempati dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, pelajar di sini berhak untuk bekerja maximum 25 jam/minggu, jadi bisa menambah pemasukan atau bahkan seperti saya, karena bekerja part time, tidak perlu lagi meminta kiriman uang dari orang tua karena penghasilan dari kerja paruh waktu dapat mencukupi kehidupan saya selama di sini.

Dan juga hidup di Finlandia memang pada dasarnya nyaman, walaupun udara di negara ini cukup dibilang kurang bersahabat bagi kita yang biasa hidup di iklim tropis. Namun kenyamanan fasilitas, ketertiban masyarakat, minimnya tingkat kriminalitas membuat kita merasa nyaman, terlebih apabila kita adalah pribadi yang pendiam dan senang akan ketenangan, maka tinggal di Finlandia adalah hal yang tepat, karena hidup di Finlandia sangatlah tenang.


Saat memilih tempat kuliah, apakah Hany memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau hal lain?

Kalau saya, memilih kuliah di Finlandia karena diajak oleh salah satu keluarga saya yang ditugaskan ke Finlandia. Sewaktu mendaftar jurusan yang sekarang saya ambil, atau sebelumnya karena memang karena saya tertarik akan jurusan tersebut, dan juga jurusan yang saya ambil sekarang memang jarang sekali ada universitas yang menawarkan jurusan ini dengan menggunakan bahasa inggris, baik di negara FInlandia sendiri ataupun negara lain.

Bagi mahasiswa S1, ketika mendaftar berhak memilih 6 jurusan yang mereka inginkan. Jadi, setiap pendaftar dapat memilih jurusan apa saja yang mereka minati (untuk mengetahui jurusan apa saja yang ada di Finland bisa di cek di website: http:// www.studyinfinland.fi/what_to_study/study_programmes_database) dan juga informasi mengenai kuliah di Finland juga bisa dilihat di blog PPI FInlandia (http:// ppifinland-belajar.blogspot.fi/)


Apakah di kampus Hany ada jurusan-jurusan seperti pendidikan guru, pendidikan olahraga, bimbingan konseling? Jika ada, apakah sulit untuk apply ke jurusan tersebut?

Sayang sekali Universitas saya hanya menawarkan 8 programme dalam Bahasa inggris, yaitu:  Business Management, Business Information Technology, Nursing, Security Management, Social Service, Restaurant Entrepreneurship, Tourism dan Facility Management bagi mahasiswa S1. Dan 2 program master yaitu Health Promotion dan Service Innovation and Design (SID). (Informasi lebih lanjut dapat dilihat di : www.laurea.fi)



Namun, untuk mengetahui universitas mana saja yang menawarkan jurusan pendidikan guru, olahraga atau bimbingan konseling dapat dilihat di link website yang pertama saya sebutkan, karena link tersebut dapat memberikan informasi mengenai kurang lebih 500 program studi dalam bahasa Inggris yang ditawarkan oleh Finnish higher education institutions. Dan tingkat kesulitan untuk apply di jurusan tersebut berbeda-beda, tergantung akan materi test masuk tiap jurusan dan kesiapan kita dalam mengikuti test masuk (test masuk hanya diperuntukkan bagi mahasiswa S1)


Kalau misalnya nih, kita benar-benar nggak mengerti dan kurang paham terhadap dosen, apakah kita bisa bertemu secara face to face dan meminta penjelasannya secara lebih detail?

Menurut pengalaman saya, apabila kita tidak mengerti akan materi yang diberikan dosen, kita sebagai pelajar dapat bertanya ketika dosen sedang menerangkan. Selain itu, sistem kuliah di sini juga mendukung interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa, sehingga banyak sekali waktu ketika dosen bertanya dan mengajak diskusi mahasiswanya mengenai materi yang sedang di ajarkan.

Apabila kita masih kurang merasa puas, mahasiswa juga dapat mengirimkan email kepada dosen tersebut untuk bertanya atau meminta waktu dan mengatur schedule untuk bertemu face to face untuk membahas hal yang kurang dimengerti.


Bagaimanakah pandangan orang Finlandia terhadap mahasiswa? Apakah banyak orang Finlandia yang tahu akan Indonesia?

Pandangan masyarakat Finlandia terhadap mahasiswa adalah mereka sangat mensupport siapa saja yang menuntut ilmu. Tidak jarang juga ditemui orang-orang yang sudah cukup berumur, mengambil kuliah S1 ataupun S2. Hal ini mengingat kuliah di Finlandia gratis, maka ada juga beberapa orang yang kuliah S1 lebih dari satu kali dengan jurusan berbeda, begitu pula dengan yang mengambil kuliah S2.

Saat ini, cukup disayangkan Indonesia kurang begitu terdengar di Finland. Oleh karena itu, KBRI dan organisasi Indonesia yang ada di Finlandia contohnya Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cukup sering menggelar acara untuk mengenalkan Indonesia ke masyarakat Finlandia dalam segi budaya (Untuk mengetahui apa saja kegiatan PPI Finland bisa dilihat melalui: http:// ppifinland-kegiatan.blogspot.fi/)


Apa sih yang biasanya membuat mahasiswa Indonesia menjadi galau dalam menghadapi kuliah di Finlandia?

Bagi saya pribadi, masalah yang biasanya bikin galau adalah cuaca. Karena sering kali ketika musim dingin, badai salju dan cuaca yang sangat dingin bisa mencapai -25C membuat saya amat sangat malas keluar rumah untuk ke kampus. Selain itu, mungkin homesick juga bisa membuat galau karena kangen ingin bertemu keluarga di tanah air. Untungnya, masyarakat di sini cukup erat, jadi berkomunikasi dengan sesama masyarakat Indonesia dan kegiatan-kegiatan yang diadakan bisa sedikit mengobati rasa kangen.


Apakah Hany pernah mengalami kejadian unik di Finlandia? Atau pernahkah melihat kejadian-kejadian yang aneh dan berbeda, dan itu tidak ditemukan di Indonesia?

Mengingat saya telah tinggal cukup lama disini, saya telah banyak mengalami kejadian unik baik di kehidupan sehari-hari, kehidupan kampus, maupun ketika saya bekerja part-time. Namun,hal yang tidak bisa saya lupakan ketika pertama kali sampai di Finland adalah kejadian ketika saya baru beberapa hari tiba di Finlandia, dan saya telah melihat seorang nenek-nenek mabuk pada siang hari pukul 13:00 dan dengan santainya mengeluarkan botol alkohol dari kantungnya untuk diminum di kendaraan umum. Hal tersebut cukup membuat saya kaget karena hal itu tidak mungkin ditemui di negara kita.

Selain itu, kebiasaan orang-orang di sini yang memiliki anjing di rumahnya dan harus dibawa jalan-jalan keluar rumah juga merupakan hal unik bagi saya. Karena sering kali saya berpikir, hebat sekali orang-orang ini yang tetap mau mengajak jalan anjing peliharaannya untuk keliling meskipun itu dini hari ataupun ketika salju lebat sedang turun, dan juga mereka harus mengambil kotoran anjing tersebut ke dalam plastik agar tidak mengotori jalanan atau taman.


Adakah tips khusus dari Hany tentang bagaimana cara mudah untuk masuk dan apply ke kampus Raihana saat ini? Apa saja yang menjadi syarat utama?

Tips khusus tidak ada menurut saya. Yang harus dilakukan ketika mau masuk ke universitas di sini adalah dengan banyak mencari informasi. Karena informasi di internet mengenai cara-cara dan syarat untuk kuliah di sini sangat banyak, hanya tinggal kemauan kita untuk mencari. Saya merekomendasikan, untuk banyak membaca di website http:// www.studyinfinland.fi/ dan juga website universitas yang akan dituju.

Apabila ada pertanyaan dan para pembaca berkuliah.com tertarik untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai pendidikan di Finlandia, silahkan: 1. Kirim pertanyaan ke email PPI Finland (ppi.finland@gmail.com) 2. Kunjungi blog PPI Finland (http:// ppifinland.blogspot.com) 3. Add facebook PPI Finland (https:// www.facebook.com/ppi.finlandia?fref=ts)



Terima kasih banyak ya Raihana, untuk sharing pengalaman dan informasinya! 

Salam dari berkuliah.com. 

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Bagaimana Perjuangan Masyithoh Meraih Beasiswa LPDP Untuk Kuliah di University of Birmingham

Hi sobat Berkuliah.com! ada yang punya impian kuliah di Inggris? Nah, pas banget. Kali ini tim berkuliah.com berkesempatan untuk interview dengan salah satu teman kita yang sedang menempuh Master di  University of Birmingham, United Kingdom. Namanya mbak Masyithoh, dulu S1 nya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Nah, gimana ceritanya bisa kuliah Master di Inggris? Bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungan baru di Inggris? Bagaimana ia bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana?

Yuk simak interview kita bareng mbak Masyithoh berikut ini.




Halo, Mbak Masyithoh. Biar bisa mengenal lebih dekat, bisakah diceritakan tentang profil diri Anda? Baik nama, kota asal, nama kampus serta jurusan yang diambil saat kuliah, tempat tinggal selama di Birmingham. 


Halo! Nama panjang Saya Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, panjang sekali ya hehehe. Biasa dipanggil Masyithoh atau Nisa. Asal campuran Jogja-Ambon tapi dari lahir di Jogja, jadi ya bisa dibilang orang Jogja saat ini. Saat ini sedang menempuh studi Master di University of Birmingham, Master of International Security. Alamat rumah di 160 Hubert Road, Birmingham, West Midlands, United Kingdom B29 6ER. Ditunggu kedatangan teman-teman kesini ya!


Lalu, apakah kuliah di kampus tersebut melalui beasiswa? Bagaimana proses awal dari mengetahui informasi kuliah di Birmingham, penyeleksian, persiapan bahasa, berkas-berkas, sampai bisa diterima kuliah disana?

Alhamdulillah, Saya berkesempatan menempuh program S2 melalui program beasiswa sepenuhnya dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Untuk semua informasi kampus maupun beasiswa LPDP, Saya selalu mencari info sendiri, misal browsing tentang list universitas terbaik di United Kingdom atau mencari berdasarkan bidang studi yang Saya cari, di bidang Ilmu Sosial atau HI pada khususnya.

Proses sampai masuk kuliah bulan September 2014 kemarin ini dimulai sejak November 2013. Persiapan yang Saya lakukan seperti : kursus & tes IELTS, menyiapkan dokumen berupa referensi dari dosen sewaktu kuliah S1, membuat essay tentang Study Objective atau Personal Statement bagi Universitas tujuan.


Selama pendaftaran tersebut, hal apa yang paling menantang menurut Mbak Masyithoh? 

Hal yang paling menantang adalah fase awal tes IELTS karena biaya tes yang lumayan tinggi, jadi merasa ada beban kalau sampai tidak lolos. Pada umumnya, kampus di UK mensyaratkan IELTS minimal 6,5 untuk overall band. Walaupun ada juga yang mensyaratkan IELTS 7 seperti Oxford dan Cambridge.

Namun, alhamdulillah University of Birmingham mensyaratkan IELTS 6,5. Di samping itu, IELTS sangat beda dengan TOEFL test yang sering kita lakukan. Tapi insyaallah kalau kita sudah yakin dan melakukan usaha yang terbaik, hasil terbaik pun akan mengikuti.




Saat memilih tempat kuliah, apakah Mbak Masyithoh memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau berdasarkan kesempatan beasiswanya dulu, atau ada hal lain?

Dulu Saya melakukan pencarian kampus berdasarkan bidang studi terlebih dahulu. Waktu itu Saya juga diterima di 2 universitas lain di UK namun bidang studinya masih HI secara general, sedangkan Saya ingin mencari studi yang lebih spesifik yaitu mengenai keamanan dan perdamaian, maka Saya putuskan untuk memilih University of Birmingham.

Untuk pilihan negara, Saya memilih UK karena proses pendaftaran, aplikasi, dan adminsitratif lain cenderung lebih mudah bila dibandingkan dengan negara lain. Tapi mungkin setiap orang memiliki preferensinya masing-masing. Kalau Saya memilih UK karena UK adalah salah satu negara dengan asas toleransi yang tinggi, itulah kenapa Saya sangat tertarik menempuh pendidikan disini.

Sebelum akhirnya memilih University of Birmingham, Saya juga apply ke beberapa universitas lain di UK (total 5 universitas), dan akhirnya pilihan akhir adalah di University of Birmingham. Saya melakukan aplikasi sekolah dan beasiswa bersamaan. Saat itu LPDP membuka kesempatan untuk aplikasi beasiswa dan Saya masukkan berkas-berkasnya sembari menunggu Letter of Acceptance (LoA) dari University of Birmingham.


Tentang bidang studi yang sudah Anda ambil, mengapa memilih jurusan tersebut? Peluang apa yang Anda lihat di masa depan sehingga mantap untuk memilih jurusan yang sudah diambil?

Saya lulus dari Jurusan Ilmu Hubungan internasional (HI). Sejak kuliah di HI, Saya selalu tertarik dengan pembahasan dan masalah lain terkait interaksi bidang hubungan diplomatik antar negara di dunia. Indonesia adalah negara yang memiliki posisi strategis di dunia, dan juga didukung dengan sumber daya yang melimpah.

Namun kenyataannya, masih memiliki bargaining position yang belum terlalu kuat di bidang state to state diplomacy. Saya ingin terlibat langsung dalam proses tersebut dengan berkarier melalui bidang akademisi ataupun praktisi. Terlebih, jumlah perempuan yang terlibat dalam proses ini mungkin masih dibilang sedikit jika dibanding pria. Namun, salah satu hal yang membanggakan adalah ketika saat ini kita memiliki seorang Menteri Luar Negeri perempuan pertama yaitu Ibu Retno. Saya sangat tertarik dengan isu di bidang keamanan (security) dan perdamaian (peace).

Syukur alhamdulillah, Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah event di NATO dan EU Headquarter di Brussels, Belgium besok Januari bersama 33 rekan dari berbagai negara dari University of Birmingham. Saya rasa ini salah satu wujud tindakan nyata yang bisa Saya lakukan saat ini. Belajar dari strategi keamanan dan kebijakan yang diambil negara maju di Eropa sehingga nantinya dapat disaring dan diaplikasikan di Indonesia di masa depan.


Bagaimana Mbak Masyithoh bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, teman-teman baru, system pendidikan yang baru, di tempat kuliah? Atau, ketika Mbak Masyithoh menemui kesulitan, kemana Anda akan mencari bantuan?

Birmingham merupakan salah satu kota di UK dengan populasi WNI yang lumayan tinggi, jadi alhamdulillah Saya memiliki banyak saudara baru yaitu rekan-rekan yang sedang sama-sama menempuh pendidikan Master atau Doktor disini.





Di samping itu, banyak juga WNA dari berbagai negara di University of Birmingham. Saya sangat senang bisa bergaul dengan banyak sahabat baru dari berbagai belahan dunia seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan juga negara lain. Saya berprinsip bahwa ketika kita berada di luar negeri, kita bertugas sebagai “duta” untuk membawa nama baik Indonesia. Oleh karena itu, Saya selalu mencoba membangun interaksi yang dekat dengan sesama teman maupun Professor yang mengajar di University of Birmingham.

Hal paling menantang adalah mengenai sistem kuliah yang mungkin sedikit berbeda dengan Indonesia. Dulu sewaktu S1, Saya juga mengikuti program Kelas Internasional di HI UMY, namun ternyata disini sistemnya sangat berbeda. Disini Kami diharuskan membaca banyak buku dan membuat tugas dengan sangat hati-hati agar tidak terkena masalah plagiarisme.

Sistem pendidikan di Inggris sangat ketat dalam hal ini. Bahkan terdapat software yang dapat mendeteksi langsung jika kita melakukan copy paste dalam pengerjaan tugas, tentu saja ini akan berakibat fatal bagi nilai dan predikat kelulusan kita nantinya. Sewaktu S1, Saya jarang ke perpustakaan, namun di UK, perpustakaan adalah rumah kedua karena hampir setiap hari Saya berkunjung untuk mengerjakan tugas maupun mencari buku referensi.

Ketika menemui kesulitan dalam hal urusan perkuliahan, Saya biasa menemui academic tutor yang memang ditugaskan untuk membantu Kami jika terdapat gangguan teknis. Namun tidak jarang juga Saya dan beberapa teman memilih untuk bertemu sambil minum kopi sembari berdiskusi mengenai topik atau hal yang Kami rasa susah.


Apakah ada hal-hal tentang Inggris yang selama ini salah dipersepsikan oleh masyarakat Indonesia, menurut opini Mbak Masyithoh? 

Apa ya? Mungkin orang berpikir bahwa orang Inggris atau pada umumnya orang luar negeri adalah orang yang sombong atau susah diajak berinteraksi. Namun Saya rasa itu semua hanyalah masalah communication skill yang dimana kita memang harus menantang diri sendiri untuk bisa membaur dengan mereka, tapi tentunya dengan tidak melupakan jati diri kita sendiri sebagai bangsa Indonesia.


Bagaimana karakter mahasiswa-mahasiswa internasional di kampus Mbak Masyithoh? Apakah mereka friendly? Bagaimana supaya bisa berbaur dengan mereka, dengan melihat perbedaan budaya kita dan mereka?

Birmingham memiliki lebih dari 2000 international students yang tersebar di semua jurusan. Di jurusan Saya, HI, mayoritas adalah mahasiswa dari Eropa dan beberapa berasal dari Asia dan Timur Tengah. Sifat mereka pun bervariasi. Ada yang pendiam, suka membaur, dan lain-lain. Tapi Saya rasa semuanya baik dan sangat welcome terhadap kami sebagai orang Indonesia.

Saya punya pandangan bahwa di luar negeri adalah masa untuk membangun jaringan dan relasi seluas-luasnya. Bukan berarti Saya tidak mau membaur dengan sesama WNI, tapi Saya rasa salah satu bagian pokok diplomasi bangsa terletak pada kita sebagai WNI yang tersebar di banyak negara, bagaimana kita bisa membawa diri dan nama bangsa dengan baik di mata dunia.

Saya pribadi waktu ke UK membawa beberapa post card bergambar Indonesia dan beberapa souvenir yang bertuliskan nama Jogja. Saya gunakan hal tersebut untuk starting point dalam membangun relasi dengan rekan dari berbagai negara. Dan itu ternyata sangat efektif karena mereka jadi mengenal kita lebih mudah dan dekat.





Di manakah kira-kira pilihan jenis tempat tinggal terbaik di Birmingham menurut Mbak Masyithoh? Apakah di apartemen, asrama, atau lainnya? Dan bagaimana prosedur memesan tempat tinggal disana, berdasarkan pengalaman mbak. Karena tempat tinggal adalah hal yang menjadi pertimbangan pertama saat akan kuliah di luar negeri.

Hmmm, semua tempat sebenarnya nyaman disini. Birmingham hampir mirip dengan Jogja. Kotanya nyaman dan banyak pelajar yang menempuh studi di sini. Saat ini Saya tinggal di rumah bersama keluarga Indonesia yang sedang menempuh Ph.D di University of Birmingham juga. Lokasinya 20 menit ditempuh dengan jalan kaki untuk menuju ke kampus. Rata-rata disini orang berjalan kaki untuk ke kampus, bahkan jarang melihat motor dan mobil yang dipakai karena jarak yang dekat dan tentunya berjalan kaki lebih menyehatkan.

Universitas juga menyediakan university accomodation dengan tarif yang variatif. Rata-rata rumah dan university accomodation berupa apartement sudah dilengkapi dengan barang pokok seperti kasur, lemari, kompor gas, kulkas, dll. Harganya bervariasi tergantung model rumah atau furnishing-nya. Saran Saya kalau bingung mencari tempat tinggal, coba bergabung dengan grup atau milis PPI di negara yang kita tuju dan mintalah informasi disana karena pasti banyak akses informasi yang rekan-rekan PPI disana. Mereka pasti akan membantu merekomendasikan tempat tinggal untuk kita selama disana. Saya dulu juga melakukan hal yang sama.


Untuk biaya hidup nih mbak, porsi terbesar yang paling menguras dompet itu untuk porsi pengeluaran apa menurut mbak Masyithoh?

Porsi terbesar di tempat tinggal. Kisaran di Birmingham tempat tinggal adalah 250-600 pounds per bulan. Ada yang lebih juga sih, tapi rata-rata adalah dengan harga itu. Kalau masalah biaya sehari-hari seperti makan dan transport, Saya rasa lumayan relatif murah jika kita bisa melakukan manajemen dengan baik seperti menghindari jajan makanan diluar terlalu banyak dan lebih banyak memasak sendiri di rumah. Pengalaman pribadi, hehe.

Pulsa telepon dan harga bus atau kereta juga relatif terjangkau.


Apakah ada tips dan trik spesial untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama kuliah di Inggris?

Banyak sekali peluang yang bisa kita ambil. Jika kita Ph.D, kita bisa melakukan kerja part time dengan menjadi asisten Professor yang sedang melakukan penelitian bersama kita dengan membantu mengoreksi ujian atau pekerjaan terkait lainnya. Peluang lain adalah bekerja di beberapa tempat seperti restoran atau hotel seperti yang banyak dilakukan beberapa rekan disini.

Di setiap kampus juga pasti memiliki career information center yang berisi informasi mengenai tawaran part time bagi mahasiswa. Namun kalau kita bisa melakukan saving pengeluaran dengan baik, insyaallah tetap bisa untuk menabung.


Ketika sedang masa kuliah, terus merasa kangen dengan Indonesia, entah itu makanannya, orang-orangnya, apa yang biasa Anda lakukan? Kegiatan apa yang bisa dilakukan selain kuliah?

Nah ini hal yang paling sering Saya rasakan di masa awal kuliah. Alhamdulillah lama kelamaan perasaan seperti itu akan hilang kok seiring dengan kesibukan dan interaksi dengan teman-teman yang semakin sering.



Kalau kangen dengan orang tua, Saya biasa menelepon, apalagi saat ini teknologi semakin mudah, ada Line atau Skype yang dapat sangat bermanfaat. Kalau makanan, Saya biasa membuat masakan sendiri jika tiba-tiba ingin makanan Indonesia yang tidak bisa dibeli disini seperti sop buntut sapi, rendang, dan lain-lain. Tapi jangan khawatir, mie instan favorit yang terkenal di Indonesia atau saos sambal juga bisa ditemukan kok disini :D


Mbak Masyithoh kan muslimah, apakah ada kesulitan dalam bergaul dengan masyarakat setempat? Mungkin ada cerita menarik tentang memakai jilbab di Inggris yang mbak alami, bisa diceritakan? 

Alhamdulillah disini banyak juga WN UK yang merupakan muslim, rata-rata adalah imigran yang berasal dari Pakistan maupun warga UK sendiri. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada halangan berarti dengan jilbab Saya.

Cerita menarik sebenarnya berhubungan dengan nama Saya yang terdapat nama marga Arab di belakang (Alkatiri). Satu minggu disini Saya membuka account bank dan minggu berikutnya Saya mendapat surat dan email pemberitahuan bahwa Saya tidak bisa menggunakan account Saya untuk sementara waktu dan pihak pemberi beasiswa pun tidak bisa mengirim, karena nama Saya dianggap mirip teroris atau pelanggar HAM berat dunia yang Saya sendiri pun juga tidak tahu siapa yang dimaksud :D

Tapi alhamdulillah semuanya bisa berhasil beres atas bantuan LPDP Kementerian Keuangan dan BRI yang berusaha melakukan komunikasi dengan bank disini mengenai status Saya sebagai mahasiswa dengan status government-funded dari Indonesia.

Saat Saya menceritakan hal ini kepada teman-teman Saya di kelas, mereka mencoba menghibur Saya dan di sisi lain juga dianggap lucu karena disini Saya sedang belajar mengenai International Security yang notabene mata kuiah yang Saya ambil berupa Terrorisme, Violence, Security Studies, etc. Namun Saya malah diduga teroris :D


Oke, menarik sekali ini. By the way, sudah kemana aja jalan-jalannya mbak? :D


Tiga bulan di Birmingham, Saya baru keliling Birmingham, Oxford, dan Liverpool. Sebenarnya sudah punya rencana mau pergi kemana-mana tapi karena banyak tugas yang menuntut deadline dalam waktu dekat ini, jadi Saya menunda untuk berjalan-jalan terlalu banyak dan merencanakan jalan-jalan saat nanti sudah libur di bulan Desember.


Menurut mbak, seberapa besarkah peran ‘memiliki pengalaman kuliah di luar negeri’ dalam dunia kerja sekarang ini?

Berdasar pengamatan yang Saya lihat dan rasakan sendiri, orang yang pernah bersekolah keluar negeri pasti memiliki jiwa yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Kami selalu “dituntut” untuk melakukan yang terbaik dalam bidang akademik maupun praktek selama menempuh studi di kampus luar negeri.

Dalam dunia kerja, sangatlah penting kita memiliki kemampuan yang tidak hanya berupa hard skill namun juga soft skill, Saya rasa kuliah ke luar negeri merupakan pilihan yang tepat jika kita ingin melakukan self improvement  di dua bidang tersebut.


Hal hal apa saja yang dirasakan oleh Mbak Masyithoh karena bisa kuliah di LN? Lebih percaya diri, bisa memiliki pandangan yang optimis jauh ke depan tentang masa depan Indonesia? Atau hal positif apa yang Mbak Masyithoh pelajari selama belajar di Birmingham?

Traveling membuat kita semakin mandiri dan tentu saja memiliki cara pandang yang lebih luas. Kita harus belajar untuk bisa lebih menumbuhkan empati terhadap sesama karena disini Saya berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara dengan latar belakang suku, agama, pandangan yang berbeda.

Hal ini membuat kita semakin “kaya” dalam cara pandang karena perbedaan tersebut. Saya juga semakin optimisi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju di masa depan. Hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri (UK khususnya) sangatlah besar, mungkin lebih dari 1000 orang bahkan. Hal ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Bangsa kita memiliki SDA dan SDM yang sangat berkualitas, semua hanya tinggal bagaimana kita mengelola dan berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa di masa depan.


Pertanyaan terakhir, Adakah nasehat dari Mbak Masyithoh untuk adik-adik yang masih sekolah atau sedang menempuh kuliah S1, yang memiliki impian kuliah di Inggris. Terutama di kampus mbak di Birmingham?

Satu hal yang jangan pernah hilang saat kita sedang berjuang menempuh cita-cita adalah impian kita. Saya dulu merasakan sendiri bahwa proses selama kurang lebih satu tahun untuk sampai disini lumayan menantang. Dimulai dari harus membagi waktu antara bekerja dan menyiapkan berkas pendukung kuliah maupun beasiswa, melakukan persiapan tes IELTS, dan persiapan teknis lainya. Semua harus dilakukan dengan manajemen waktu yang baik. Jika tujuan teman-teman adalah UK, persiapkan untuk tes IELTS jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu, rajin-rajin untuk selalu browsing baik berupa informasi beasiswa maupun sekolah.

Kunci pokok lainnya adalah do the best in everything. Saat menempuh tes IELTS, mengirim aplikasi ke University of Birmingham, saat mengikuti tes beasiswa LPDP, Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Hasil akhir biarlah Tuhan yang menentukan, tapi itu pasti yang terbaik. Saya dulu tidak pernah berpikir ingin ke Birmingham, Saya cuma ikhtiar untuk ditunjukan yang terbaik. Cita-cita Saya dulu adalah ke Amerika. Namun Tuhan berkehendak lain, Saya melakukan aplikasi ke banyak kampus dan akhirnya Birmingham adalah pilihan yang terbaik yang Tuhan berikan.





Oya, aku tambahkan informasi, mengenai beasiswa yang aku ambil, LPDP.

Alhamdulillah Saya berkesempatan mendapat beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program ini merupakan salah satu program beasiswa yang diberikan Pemerintah RI yang berasal dari dana abadi. Jadi, LPDP tidak mengenal sistem kuota dalam melakukan seleksi beasiswa. Semua orang dari latar belakang profesi apapun bisa mendaftar. Hal yang menarik lainnya adalah, LPDP memperbolehkan kita untuk mencari Letter of Acceptance selama rentang waktu satu tahun jika nantinya kita diterima beasiswa.

Setelah diterima beasiswa LPDP, Kami mengikuti rangkaian acara berupa PK (Persiapan Keberangkatan) yang terdiri dari sekitar 120 rekan sesama awardee yang akan menempuh pendidikan lanjut ke berbagai negara. Salah satu kesempatan yang sangat berharga dalam hidup Saya karena Saya dapat bertemu dengan banyak tokoh yang sangat mengispirasi dalam setiap sesi, dan juga tentu saja bertemu dengan sahabat-sahabt baru dengan berbagai pengalaman dan bidang ilmu yang membuat Saya belajar banyak dari mereka. Terima kasih LPDP!




Terimakasih banyak, Mbak Masyithoh :)

Sama-sama! Terima kasih banyak sudah diberi kesempatan untuk berbagai di Berkuliah.com. Sangat senang bisa berbagi dengan rekan-rekan yang luar biasa di Berkuliah.com.


Narasumber : Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri
Reporter : Rizqi Akbarsyah



Ingin kuliah di luar negeri seperti mbak Masyithoh? Baru-baru ini, Masyithoh merekomendasikan sebuah buku untuk kamu yang ingin kuliah di luar negeri. 


“There are not enough words to express how amazing this Ebook is! JKLN ini sangat Saya rekomendasikan bagi teman-teman yang ingin mengetahui dari A-Z mengenai studi lanjut di luar negeri. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan memiliki semakin banyak lulusan luar negeri. Sekarang sudah banyak akses untuk menempuh mimpi kuliah di luar negeri, manfaatkan peluang ini dengan maksimal. Leave comfort zone and push yourself to the limits!

Masyithoh Annisa Ramadhani
Mahasiswi S2 di University of Birmingham, Inggris

Kami percaya, setiap orang memiliki impian. Salah satunya adalah impian untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Kami juga percaya, pendidikan akan mempunyai makna yang lebih, jika kita bisa mendapatkannya dari sekolah-sekolah terbaik. 

Pepatah mengatakan, "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,"



Kami tidak mengatakan kami yang terbaik, merekalah yang mengatakannya.




Buku JKLN mendapat respon positif dari Bapak Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia



"Memenangkan beasiswa terkadang bukan tentang inteligensi, tapi tentang seberapa baik persiapanmu. Membaca buku yang ditulis oleh orang-orang yang sudah terlebih dahulu memenangkan studi ke luar negeri dengan beasiswa merupakan salah satu cara untuk memahami apa yang harus dipersiapkan,"



Budi Waluyo, S.Pd., M.A 

Penerima beasiswa IFP Ford Foundation USA studi S2 di University of Manchester, Inggris
Penerima beasiswa S3 Fulbright studi S3 di Lehigh University, USA.   

"Sebuah buku yang bukan hanya inovatif tapi juga inspiratif. Berisi jurus ampuh yang wajib diketahui setiap pendekar ilmu yang akan berguru di luar negeri. Kini kuliah di luar negeri bukan lagi menjadi impian, karena buku ini akan membantu mewujudkannya."

Rangga Almahendra, Phd
S3 Vienna University of Economics and Business, Austria
Penulis novel "99 Cahaya di Langit Eropa"

"Secara umum ini bisa memberikan gambaran komplit tentang kuliah di luar negeri. Harapan saya, JKLN bisa bermanfaat bagi para pelajar yang sedang mempersiapkan diri untuk menjemput cita-citanya di negara yang dituju,”

Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia 2014 - 2015
Ketua PPI Australia 2014 - 2015

"Buku yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang bermimpi untuk kuliah di luar negeri. Tidak hanya memotivasi, tapi JKLN juga memuat informasi-informasi penting dan yang tidak banyak orang awam ketahui sebelumnya. Semoga semakin banyak orang Indonesia yang belajar di luar negeri, dan membawa manfaat di kampung halaman masing-masing setelah lulus. Selamat kepada tim penyusun buku ini! Education is power!"

Syarifah Suci Armilia 
Political Science and International Relations
Marmara University Istanbul, Turkey

"Buku ini sangat penting dan menarik untuk dibaca, karena berisikan berbagai tips jitu mendapatkan beasiswa, panduan belajar serta persiapan berkuliah di luar negeri, mulai dari memilih negara, menentukan jurusan, dan persiapan hidup."

Habib Chairul Musta’in
Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Maroko periode 2012

“Secara keseluruhan buku ini bagus dan pantas dijadikan panduan untuk mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Isinya banyak hal-hal praktis,"

Kiki Wirianto
Mahasiswa S2 di Delft University of Technology, Belanda


"Buat teman-teman di Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, biaya tentu menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk belajar ke luar negeri. Buku ini akan sangat membantu karena menyuguhkan ulasan tentang berbagai cara untuk memenuhi biaya yang diperlukan dan pertimbangan-pertimbangan penting lain sebelum memutuskan berangkat tanpa beasiswa. Jadi kalian tidak perlu ragu untuk melanjutkan langkah, kuliah ke luar negeri,"

Yufita Dwi Chinta
S2 Jurusan Biological Plant Production - Ibaraki University, Japan

"JKLN adalah buku wajib yang harus dibaca oleh calon mahasiswa/ i Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Buku ini menjelaskan dengan detail dari keuntungan dan resiko kuliah di luar negeri, cara mendapatkan beasiswa, universitas-universitas yang terbaik dunia bahkan sampai cara pemesanan tiket keberangkatan. Dengan bekal 1 buku ini saja, saya yakin mahasiswa/i Indonesia bisa menghadapi semua tantangan berkuliah di negeri orang,"

Risa Santoso
S2 Teaching & Learning, Harvard University, USA






SETELAH MEMBACA JKLN, 

KAMU BISA : 

Setelah membaca dan mempraktekkan isi JKLN, kamu PASTI bisa kuliah ke luar negeri. Nggak mungkin gagal. Peluangmu untuk lolos tes beasiswa akan meningkat ratusan kali lipat. Kamu bakal dapet JURUS RAHASIA untuk menaklukkan ribuan pesaingmu di luar sana. Infonya eksklusif, nggak bisa dicari di Google.
Kamu juga bisa kuliah ke luar negeri TANPA BEASISWA. Kamu bakal ngerti cara-cara rahasia untuk bisa kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa, dengan biaya yang sama seperti kuliah di Indonesia. Lagi-lagi, infonya EKSKLUSIF BANGET.
Kamu bakal "panas", termotivasi setelah baca cerita teman-teman kita yang sudah di luar negeri. Tak hanya itu, kamu juga bakal tahu kalau ternyata kuliah ke luar negeri itu NGGAK sesulit yang dibayangkan. Asal ada niat dan ngerti caranya.
Menyiapkan dokumen penting yang dapat membuat panitia beasiswa berkaca-kaca. Tips menentukan negara tujuan, universitas, dan jurusan dengan akurat. Ratusan link beasiswa kuliah ke luar negeri dari jenjang S1 sampai S3.
Mencari koneksi dan relasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Bertahan hidup di negara tujuan. Kamu juga akan mengetahui informasi mengenai jurusan-jurusan terbaik di universitas terbaik. 

Kamu juga akan tahu cara mendapat uang di negara tujuan. Ratusan tips moneyhack dan lifehack langsung dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.

SALAH SATU PEMBACA JKLN 
    Terimakasih Inspira. JKLN sangat bermanfaat, menambah pengetahuan dan menginspirasi.



    Khususnya informasi mengenai hidup dan studi di Belanda pada Buku 6 membantu saya dalam menjawab pertanyaan wawancara LPDP. 




    Alhamdulillah saya lolos seleksi wawancara tersebut. Insha Allah saya akan melanjutkan studi saya di bidang Master of Environmental Sciences di Wageningen University, Belanda.

    Mira Anantha Yosilia



    APA SAJA ISI JKLN INI?

    Kami sudah menerima ratusan testimoni dari para pembaca Ebook Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN), dan yang sangat kami syukuri adalah sudah banyak yang on progress untuk apply beasiswa dan persiapan kuliah ke luar negeri.

    Selain memberikan testimoni, banyak pembaca Ebook JKLN yang meminta untuk mencetak JKLN menjadi buku. Awalnya kami berpikir bahwa jika JKLN dicetak menjadi buku, maka harganya akan melambung tinggi, karena ada 9 buku yang harus dicetak dengan jumlah keseluruhan 4.367 halaman.

    BAGAIMANA SOLUSINYA?

    Kini telah hadir satu BUKU JKLN Series : "Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%". Buku ini adalah buku terbaru JKLN Series dengan jumlah total 302 halaman.


    Workbook JKLN adalah buku sakti yang akan mewujudkan mimpimu kuliah ke luar negeri. Tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga MENJAGA agar mimpimu ke luar negeri tercapai. Di dalamnya, terdapat informasi-informasi super lengkap tentang cara kuliah di luar negeri.
    Disusun berdasarkan riset mendalam dan wawancara langsung. Informasi dalam buku JKLN ini bisa langsung diterapkan. Bisa kamu lakukan di hari pertama kamu membacanya. Tiap halaman dari buku ini, akan membantumu selangkah demi selangkah mendekat ke luar negeri.
    Terus, apa saja isi DVD JKLN? Apa saja yang bisa didapatkan dari DVD itu? Benar-benar dipandu nggak sih? Detail nggak ya penjelasannya? Beasiswanya dibahas juga? Eh, tapi kalo tanpa beasiswa bagaimana? Negara mana saja yang dibahas di sini? Jepang ada? Finlandia ada? Kalau mau kuliah di Kanada apa ada panduannya juga?
    Pertanyaan-pertanyaan di atas pasti sekarang sedang ada di dalam benakmu. Isi dari ebook ini yaitu tentang, ah sudahlah... Alangkah lebih bijaksana jika penilaian datang langsung dari kamu sendiri. 



    Berikut isi dari DVD JKLN :





    EBOOK 1 :
    SIAP 1001%

    Mungkin banyak hal yang ada di pikiranmu saat ingin kuliah negeri. Kuliah di luar negeri berarti kamu harus siap untuk menghadapi peraturan baru yang ada di negara tujuan kuliahmu.

    Apalagi kalau negara tujuan kuliahmu itu adalah salah satu negara favorit untuk kuliah. Pasti aturan di negara itu semakin ketat. Tujuannya supaya pemerintah negara tersebut bisa memastikan bahwa setiap orang asing yang datang ke negaranya, memang benar-benar orang yang siap belajar. Jadi, nggak sembarang orang bisa masuk ke negara tersebut.

    Nah, dengan ketatnya pengawasan dan cara masuk ke negara tujuanmu, bukan berarti malah membuatmu menyerah atau frustasi sebelum berperang. Justru kita harus berfikir positif bahwa semakin ketat aturan sebuah negara, berarti semakin bagus prospek negara tersebut untuk ditinggali, apalagi dijadikan tempat untuk menempuh studi.

    Maka dari itu, diperlukan banyak persiapan supaya kamu nggak kaget. Supaya kamu bisa diterima oleh pemerintah negara tujuan kamu kuliah nanti. Persiapannya tidak segampang persiapan kuliah di dalam negeri. Tapi hal tersebut bisa kita atasi, kalau kita tahu apa saja hal-hal vital yang perlu kita persiapkan. Ebook pertama ini membahas tentang segala persiapan yang kamu butuhkan untuk kuliah di luar negeri. Kamu bisa download sampelnya disini





    EBOOK 2 :
    1001 BEASISWA

    Ada  3 macam beasiswa yang bisa kamu pakai untuk kuliah di luar negeri. Beasiswa dari universitas, dari pemerintah, dan dari perusahaan swasta atau perorangan.

    Beasiswa dari universitas sendiri didapatkan setelah kita terdaftar sebagai mahasiswa di PT tersebut. Untuk beasiswa dari pemerintah jenisnya lebih spesifik. Beasiswa ini bisa didapatkan dengan melihat prestasi personal atau kebutuhan penerima. Misalkan kita mempunyai prestasi dalam bidang olahraga, kita bisa mengajukan beasiswa tersebut ke pemerintah karena kita sudah ikut mengharumkan nama daerah atau negeri tercinta ini.

    Sedangkan untuk beasiswa yang berasal dari pemerintah swasta, biasanya diberikan oleh perusahaan-perusahaan skala nasional. Semua itu juga harus dibarengi dengan kemampuan akademis masing-masing personal.

    Nah, Ebook kedua ini akan membahas cara-cara praktis yang sudah terbukti sukses mengantarkan ribuan mahasiswa mendapatkan beasiswa. Kamu bisa download sampelnya disini






    EBOOK 3 :
    BERJAYA TANPA BEASISWA

    Ebook 3 ini fokus membahas bagaimana caranya kuliah di luar negeri tanpa beasiswa. Bukannya kita meremehkan fungsi beasiswa itu sendiri. Tetapi, mari kita berfikir out of the box sejenak dari pikiran ‘kuliah diluar negeri harus memakai beasiswa’.

    Kalau kamu mempunyai jiwa berpetualang yang tinggi, pasti kamu akan merasa tertantang dan bisa melihat lebih jauh apa yang akan kita paparkan ini. Jika kamu ingin maju, kamu butuh tantangan dan tekanan. Anak muda butuh kondisi-kondisi kepepet untuk tumbuh.

    Kondisi kepepet tersebut akan menghasilkan banyak ide segar. Tiba-tiba banyak jalan baru akan terbuka di depan kamu. Di ebook ketiga ini, kamu akan mengetahui berbagai cara untuk mengumpulkan biaya kuliah di luar negeri. Kamu bisa download sampelnya disini




    EBOOK 4 :
    Student Hack!


    Ebook keempat ini fokus membahas tips-tips hidup yang bisa digunakan saat kamu kuliah di luar negeri. Misalnya, kamu kesulitan mencari makanan halal di Perancis, kamu kesulitan mencari tempat tinggal yang murah di London, kamu ingin tahu bagaimana cara bertamu ke rumah orang lokal, dan masih banyak tips praktikal lainnya.

    Bagaimanapun, hidup dan tinggal di negeri orang, apalagi jauh dari negeri sendiri, pasti bakal banyak tantangan dan hal baru yang kamu temui. 

    Entah itu dari segi budayanya, kebiasaan orang-orangnya, perbedaan cuaca, biaya hidup, dan masih banyak lagi hal baru yagn bakal kamu temui. Terutama hal baru dalam bidang sistem pendidikannya. Kamu bisa download sampelnya disini.









    EBOOK 5 :
    KULIAH DI ASIA

    Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, tapi tidak mau meninggalkan kampung halaman terlalu jauh, apalagi masih belum tahu universitas yang dituju, kamu nggak perlu bingung. Di benua Asia juga terdapat universitas-universitas yang diperhitungkan di dunia. 

    Saat ini, Asia menempatkan 10 kota dalam daftar 50 kota dunia terbaik untuk para pelajar.

    Nah, untuk menjawab kebutuhan tentang informasi perkuliahan di wilayah Asia, kami hadirkan Ebook khusus kuliah di 12 Negara di Asia. Mulai dari negara yang paling recommended di Asia untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara dapat beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Asia, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini



    EBOOK 6 :
    KULIAH DI EROPA

    Berkuliah di Eropa pastinya menjadi hal yang sangat diidam-idamkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Eropa terkenal sebagai benua yang menghasilkan banyak cendikiawan dan ilmuwan terkemuka di dunia. Banyak tokoh yang telah menyumbangkan penemuan-penemuannya berasal dari benua terkecil kedua setelah Australia ini.

    Universitas-universitas di Eropa terkenal dengan standar akademik mereka yang modern, riset yang canggih, dan lingkungan yang sangat mendukung. Tiga puluh satu dari 100 universitas terbaik dunia, seperti yang terdaftar dalam The Times di Ranking Universitas Dunia 2012-nya, terletak di Eropa. Hal ini tidak terbantahkan lagi, Eropa menjadi destinasi untuk berkuliah nomor dua di dunia setelah AS.

    Di Eropa, ada lebih dari 4.000 Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan banyak sekali program di tingkat sarjana, master, dan doktor.

    Ebook ini membahas segala hal tentang berkuliah di Eropa. Mulai dari negara yang paling recommended di Eropa untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Eropa, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 



    EBOOK 7 :
    KULIAH DI AFRIKA & AUSTRALIA

    Tahukah kamu, Australia memiliki jumlah siswa internasional terbanyak ketiga di dunia setelah Inggris dan Amerika Serikat? 

    Ini bukanlah hal aneh karena Australia memiliki tujuh dari 100 universitas terbaik dunia. Peringkat Australia pernah berada di atas Jepang, Jerman, dan Belanda, dan berperingkat delapan untuk peringkat Sistem Pendidikan Tinggi Nasional Universitas U21 2012.

    Selain itu, Australia juga memiliki lima dari 30 kota terbaik di dunia untuk mahasiswa berdasarkan campuran siswa, biaya kuliah yang murah, kualitas hidup, dan peluang kerja. Ebook ini membantumu mengenal lebih dekat segala hal tentang keperluan kuliah di Australia.

    Di Ebook ini juga dijelaskan bagaimana kuliah di benua Afrika. Mulai dari negara yang paling recommended di Afrika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Afrika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini





    EBOOK 8 :
    KULIAH DI AMERIKA

    Banyaknya kampus kelas dunia menjadikan Amerika negara terfavorit bagi mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Kualitas kurikulum dan pendidikannya sangat bagus. Tidak heran kalau banyak tokoh ternama di Indonesia yang merupakan alumni kampus di Amerika Serikat, seperti Anies Baswedan.

    Ebook 8 ini membahas bagaimana kuliah di benua Amerika. Mulai dari negara bagian yang paling recommended di Amerika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Amerika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini






    EBOOK 9 :
    CERITA SERU MAHASISWA INDONESIA

    Salah satu cerita datang dari Shinta Mayangsari, mahasiswa jurusan Teknik di Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman. 



    Perempuan asal kota Jogja ini pernah mengalami gimana rasanya ditilang polisi Jerman. Awal ceritanya adalah ketika Shinta ingin jalan-jalan ke Perancis bersama temannya, sebut saja di A. Kemudian, karena si A itu sok tahu, ia memberi tahu Shinta supaya nggak perlu repot-repot membawa passport asli. Cukup membawa passport fotokopi. Tujuannya supaya aman, sipaya pasportnya nggak hilang dijalan.


    Nah, berangkatlah mereka menggunakan transportasi publik. Saat mereka sampai di perbatasan Jerman dan Perancis, mereka bertemu polisi. Kemudian sang polisi tersebut menanyakan passport mereka berdua. Nah, saat itu juga mereka berdua dibawa ke kantor polisi perbatasan karena passport yang dibawa adalah fotokopian.

    Mereka di kantor polisi diinterogasi, dari pagi sampai malam. Dan malamnya, karena kasihan, polisi tersebut mengantas Shinta dan temannya pulang ke tempat tinggalnya di Jerman. Mereka diantar memakai mobil polisi. Nah, mobil polisi di Jerman itu nggak seperti di Indonesia yang kacanya gelap. Di Jerman, kaca mobil polisi itu bening dan transparan kalau dilihat dari luar. Hal itu sangat membuat malu Shinta dan temannya, dan Shinta mengakui kejadian itu menjadi pengalaman yang paling berkesan selama tinggal di Jerman.

    Itulah satu dari ratusan cerita unik, unforgetable, gokil, dan menyenangkan saat kuliah di luar negeri. Cerita-cerita lainnya akan kamu dapatkan dari Ebook ke 9 JKLN ini.




    BONUS VIDEO INTERVIEW
    200+ Video Wawancara Eksklusif 
    dengan mahasiswa Indonesia di berbagai negara




    Bukan hanya cerita dalam bentuk tulisan saja. Ada juga cerita dalam bentuk video. 
    Video interview ini kami buat untuk memberikan informasi yang lebih konkrit buat kamu. Dengan interview langsung ini, harapan kami ini akan menjadi informasi yang powerfull buat kamu. 
    Apa yang kami gali lebih dalam dari interview dengan ratusan mahasiswa ini? Tidak lain adalah tentang pengalaman mereka, kesan kesan, juga tips dan trik supaya bisa kuliah dan tinggal di negara yang mereka singgahi.

    PROFIL PENULIS



    Tentunya, dengan ebook yang sangat lengkap ini, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Ebook ini ditulis oleh 5 Mahasiswa Indonesia berprestasi yang pernah kuliah di luar negeri :





    Miftachudin Arjuna adalah ketua PPI United Kingdom periode 2011-2012. Saat mengajukan beasiswa, beliau berhasil diterima di beberapa program sekaligus. Setelah menyelesaikan program MA di Manchester University, Inggris, kini Miftah kembali aktif sebagai pengajar di Salatiga dan menjadi trainer TOEFL di berbagai pelatihan tingkat nasional. Perjuangannya sedari kecil sangatlah hebat. Dia paham betul bahwa manusia memiliki kekuatan tidak terbatas di dalam dirinya. Saat ini kisahnya sudah menginspirasi banyak orang untuk berani mengambil tindakan, berubah dan sukses, bagaimanapun kondisi mereka.



    Zulkhan Indra Putra adalah Ketua PPI India periode 2008-2009. Pendidikan S1-nya ia selesaikan di India melalui beasiswa ICCR. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan Master di bidang Conflict Resolution dari Jamia Milia University India. Saat ini Zulkhan menjadi seorang pengusaha. Selain itu, dia juga mengajar di lembaga non profit Ammal Academy yang bertempat di Yogyakarta.



    Stevan Chondro. Mahasiswa University of Bologna, Italia, ini memiliki pengalaman kuliah di luar negeri yang cukup banyak. Tak hanya aktif di dunia akademik, Stevan juga dikenal sebagai mahasiswa yang hobi berwirausaha. Ia beberapa kali terlibat sebagai panitia dalam berbagai event-event kebudayaan maupun seminar internasional.



    Muhammad Izdiyan Muttaqin adalah alumni PM Gontor tahun 2008. Ia baru saja menyelesaikan studinya di Al-Azhar University Kairo dengan predikat Summa Cumlaude. Selain cemerlang di dunia akademik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Kairo. Izdiyan menjadi ketua IKPM Mesir pada periode 2011-2012.



    Adi Atiasa adalah seorang mahasiswa S-2 Applied Social Psychology di The National Research University Higher School of Economics (HSE), Moskow, Russia. Sedari S1 Adi sudah kuliah di luar negeri sampai berhasil meraih beasiswa kuliah S-2 di Rusia. Ia adalah seorang petualang yang hobi traveling dengan cara backpacking. Temannya pun tersebar di berbagai negara. Motivasi Adi menulis buku ini ingin membuktikan bahwa beasiswa kuliah ke luar negeri bisa didapatkan oleh siapa saja.

    TESTIMONI  PEMBACA JKLN
    DI BLACKBERRY MESSENGER








    HARGA
    Paket Lengkap JKLN (BUKU + DVD):
    Rp 157.000,-


    HP 0821-3700-8000

    PIN : 5440217D



    -------------------------------------------------


    TESTIMONI PEMBACA JKLN
    DI FACEBOOK INSPIRA

















    --------------------------------------------------


    CARA PEMESANAN

    Paket lengkap JKLN (buku + DVD) bisa kamu pesan dengan harga Rp. 157.000,-. Transfer ke rekening di bawah ini, semuanya atas nama Sri Rahmawati.
    • Bank BCA 8610292250
    • Bank BNI 0165318957
    • BRI 1056-01-004593-50-2
    • Bank Mandiri 132-00-1465845-5
    Harga sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia.

    Setelah transferharap konfirmasi ke : 082300166669 / pin BB: 5404D3BE


    HARGA NORMAL 
    Paket Lengkap JKLN 
    (BUKU + DVD):

    HARGA SPESIAL
    Paket Lengkap JKLN 
    (BUKU + DVD):
    Rp 157.000,-
    *


    HP 0821-3700-8000

    PIN : 5440217D

    official.inspirabook@gmail.com

    www.berkuliah.com

    Jl. Langenarjan Lor No. 12 Yogyakarta

    Telp: 0274-411862

    Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



    Scroll To Top