Honjo International Foundation Scholarship: Solusi Buat Kamu yang Ingin Study di Jepang

Jepang, negara teknologi ini sudah menjadi kiblat dunia sejak abad ke-20. Baik dalam produksi transportasi, komunikasi, maupun barang-barang elelektronik. Reputasinya tak perlu diragukan lagi dalam hal ini. Jepang adalah tempat produksi yang paling handal. Jadi, tak heran bila Jepang adalah salah satu tujuan favorit para pelajar untuk melanjutkan pendidikannya. 


Honjo International Foundation Scholarship Niat merupakan sebuah yayasan yang memberikan dukungan keuangan kepada mahasiswa berprestasi, terlepas dari mereka mengajukan studi, untuk membantu para pelajar berprestasi ini mendapatkan gelar yang mereka pilih dalam waktu sesingkat mungkin.


Sejarah Yayasan Honjo International Foundation Scholarship
Sejak didirikan pada tanggal 25 desember 2015 1996 oleh Masanori Honjo, pendiri ltoen, Ltd. The Honjo International Foundation Scholaship (HISF) telah disetujui oleh Menteri Pendidikan. Setelah Mr. Masanori Honjo meninggal pada bulan Juli 2002, Ia kemudian digantikan oleh istrinya Mrs. Teruko Honjo.Sejak Juli 1997 Honjo International Foundation Scholarship dengan memberikan beasiswa kepada tujuh belas siswa. Pada April 2010 menyediakan beasiswa untuk sekitar dua puluh mahasiswa baru setiap tahunnya. Yayasan telah memberikan beasiswa kepada total 350 siswa dari 58 negara. Terutama diberikan kepada mahasiswa asing yang belajar di sekolah pascasarjana Jepang dengan tujuan mendapatkan gelar doktor.

Yayasan menawarkan dua beasiswa, yakni "Beasiswa Honjo International," yaitu Beasiswa Mahasiswa Internasional" dan Beasiswa mahasiswa Jepang (domestik). Untuk mengajukan aplikasi beasiswa ini harus melalui surat rekomendasi dari universitas. Kemudian baru bisa mendaftar langsung ke Yayasan Honjo Internasional. Dalam proses seleksi, pemilihan dilakukan secara selektif dan tidak memihak kepada siapapun oleh panitia seleksi yayasan yang terdiri dari lima anggota.

Tahapan Seleksi: 
Seleksi terdiri dari dua tahap, seleksi awal pemeriksaan dokumen dan yang kedua wawancara. Keputusan seleksi akhir dibuat oleh dewan direksi yayasan dan keputusan bersifat final serta tidak bisa di ganggu gugat. 

Tujuan dari  Yayasan Honjo International Foundation Scholarship
Yayasan Beasiswa Honjo International bertujuan untuk memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan di Jepang. Tak hanya dalam bidang akademik tapi juga dalam bidang budaya. 

Jadwal  Seleksi:
  • 1 Agustus - 31 Oktober 2015: Registrasi aplikasi
  • 31 Januari 2016: Pengumuman seleksi awal. Para calon yang telah lulus akan diumumkan pada halaman web (pihak basiswa akan menempatkan sejumlah aplikasi kandidat.)
  • 1 Februari - 15 2016: Seleksi kedua dengan wawancara Wawancara akan diadakan di Tokyo
  • Pertengahan Maret 2016: Pengumuman seleksi kedua. Para calon yang telah lulus akan diumumkan di website

Prosedur Pendaftaran (Khusus Mahasiswa Internasional): 

1. Download "Pedoman Aplikasi" di bawah ini, dan memeriksa untuk melihat apakah Anda  memenuhi syarat
2. Isi  Formulir Aplikasi di website untuk mendapatkan Nomor Aplikasi .
3. Setelah itu, aplikasi yang sudah diisi akan dikirim secara otomatis ke alamat email yang dikonfirmasi pada Aplikasi Web. Harap mencantumkan nomor telepon.
 ** Karena hasil pengumuman akan di informasikan melalui telepon **
4. Download semua aplikasi di bawah ini dan mengisi formulir di Jepang. (Jika nama kamu atau alamatmu  tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, silakan terjemahkan dalam bahasa Inggris). Pastikan untuk menuliskan nomor aplikasi yang telah kamu terima di sudut kanan setiap form dan mengirimkannya ke Kantor Administrasi termasuk semua dokumen yang diperlukan sebagaimana diatur dalam Pedoman Aplikasi.

Periode Aplikasi:

1 Agustus -  31 Oktober 2015

Aplikasi: 
Pedoman Aplikasi (Word) DOWNLOAD 
Pedoman Aplikasi (PDF) DOWNLOAD
Formulir aplikasi (Word) DOWNLOAD
Formulir aplikasi (PDF)   DOWNLOAD
CV (WORD) ※ DOWNLOAD
CV (PDF) ※ DOWNLOAD
Pernyataan pribadi (WORD) ※ DOWNLOAD
Pernyataan pribadi (PDF) ※  DOWNLOAD
Keterangan : ※Semua dokumen hanya tersedia dalam bahasa Jepang karena butuh itu diperlukan untuk diisi dalam bahasa Jepang


Kontak:
Nama: Yayasan Beasiswa Honjo International
Alamat: 1-14-9 Tomigaya Shibuya-ku Tokyo 151-0063 JAPAN
TEL: 03-3468-2214
FAX: 03-3468-2606
E-mail: info@hisf.or.jp

Meskipupun aplikasi berkas persyaratannya tergolong rumit, namun proses seleksinya tergolong mudah, yakni dua tahap. Seleksi berkasa dan seleksi wawancara. Hal ini tentu bisa membuka peluang kamu untuk study di negara sakura ini. Jadi, tunggu apalagi nih sobat, segera lengkapi persyaratannya. Ganbatte !

Salam berkuliah

------------------------------------------------------------------------------------------------

Oleh: Andreanyta Erni


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Wisnu Setiawan Kuliah di The University of Salford - 3 Faktor Penting Dalam Mempersiapkan Kuliah Ke Luar Negeri!

Mari kita kembali lagi ke Tanah Britania Raya, negerinya para bintang sepak bola dunia. Kesan sepak bola memang bukan satu-satunya yang menonjol dari Inggris, masih ada kehidupan masyarakat yang multikultural dan kebudayaannya yang sangat menawan. Tentunya, satu hal yang menjadi Inggris makin luar biasa adalah sistem pendidikannya yang sangat di akui dunia. Tak heran jika banyak sekali mahasiswa Indonesia yang menjadikan Inggris sebagai target negara dimana mereka ingin melanjutkan studinya.


Nah, jika kamu salah satu pelajar Indonesia yang ingin sekali melanjutkan ke Inggris, mari kita simak satu cerita menarik yang penuh penjabaran dari sahabat kita yang sudah berkesempatan menikmati dunia pendidikan di Inggris. Siapakah dia? Simak hasil interview tim berkuliah.com dengan beliau!

Sebagai pemererat tali silaturahmi dan membuat teman-teman semuanya makin semangat dalam menyimak cerita mas Wisnu, silakan mas Wisnu memperkenalkan diri secara lengkap.

Halo teman-teman semuanya, nama saya Wisnu Setiawan dan saya asli Yogyakarta. Saya bekerja di Universitas Muhammadiyah Surakarta, di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur. Saya sebelumnya menempuh S1 di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur, Universitas Gajah Mada, kemudian melanjutkan Master Architecture di Urban Design, School of Planning & Architecture, New Delhi, India.

Saat ini saya sedang menempuh studi PhD di School of Built Environment, The University of Salford, Manchester, UK.

Banyak yang menanyakan bahwa adakah kesempatan untuk para lulusan D3 di Indonesia mendapatkan gelar S1 di luar negeri? Kalau ada seperti apakah skemanya?

Terus terang, saya kurang tahu sebesar apa peluang untuk kuliah setingkat D3 atau S1 di luar negeri, atau UK khususnya, apalagi jika harus melalui skema beasiswa. Tingkat S1 di UK biasanya memiliki persyaratan yang lebih rumit. Ada juga seorang kawan di Nottingham University yang mengambil S1 bidang Law. Karena melalui skema umum, dia harus menempuh A Level selama 1 tahun lagi setelah lulus dari SMU di Jakarta. A Level ini menjadi semacam persyaratan ‘wajib’ untuk menyetarakan pendidikan SMU Indonesia dengan standard system di UK.

Skema lain yang sering juga diambil adalah melalui jalur doble degree. Contohnya, ada pengalaman seorang kawan yang mengambil double degree di Nottingham University, dari kampus di Malaysia dan UK. Skemanya, setengah di Malaysia dan sisanya di tahun terakhir di UK. Sekarang ini, ada juga beberapa universitas di Indonesia yang mempunyai skema kerjasama serupa dengan universitas-universitas di luar negeri. Contohnya, UMS mempunyai kerjasama dengan Kingston University, London, untuk jurusan Teknik Mesin tingkat S1.

Bisa diceritakan bagaimana pengalaman mas Wisnu saat mendaftar pertama kali sampai diterima di kampus di Salford, Manchester?



Sebenarnya, ceritanya cukup panjang. Awalnya, saya mendaftar ke University of Manchester untuk PhD di bidang arsitektur. Bersamaan dengan pengiriman aplikasi, saya mendapatkan undangan interview dari Dikti pada sekitar Juli-Agustus 2008. Pada saat interview, saya mendapatkan jawaban dari University of Manchester bahwa aplikasi saya ditolak. Karena tidak dapat menunjukkan LoA, Dikti memberikan waktu hingga awal 2009 untuk melengkapi berkas.

Di awal tahun 2009, saya jumpa dengan kawan yang baru saja kembali pulang studi dari Univ of Manchester. Saya sampaikan tentang keinginan untuk studi di Manchester. Rupanya, dia bilang bahwa untuk bidang ‘built environment’, sebenarnya University of Salford mempunyai reputasi yang bagus, dan sepertinya syarat masuknya pun lebih simple. Bahkan saat itu, ada beberapa warga Indonesia yang menjadi staf pengajar di sana. Saya pun akhirnya menghubungi salah satu staf pengajar tersebut dengan maksud awal untuk berdiskusi tentang beberapa topik penelitian sekaligus meminta saran kira-kira calon supervisor mana yang cocok untuk bidang tersebut. Rupanya, beliau justru bersedia untuk menjadi supervisor dengan salah satu topik yang saya ajukan. Bahkan, beliau juga bersedia membantu membantu untuk mendapatkan LoA dalam waktu yang cukup singkat. Akhirnya, LoA pun saya terima tepat waktu dari yang diminta oleh Dikti. Dan, awal November 2009 pun saya berangkat ke UK.

Bisakah mas Wisnu menyebutkan, selain bisnis/ manajement 3 jurusan paling favorit yang selama ini banyak di apply oleh mahasiswa Indonesia apa sih? Kenapa demikian?

Saya kira, di UK secara umum bidang studi yang diminati cukup bervariasi, berbeda dari satu university ke university lainnya. Setiap university biasanya mempunyai beberapa bidang unggulan. Contohnya, ada beberapa kawan mengambil bidang farmasi di Nottingham University. Beberapa student Indonesia bahkan mengambil bidang studi Islamic Banking di Durham University. Beberapa student Indonesia mengambil studi tentang arsitektur di New Castle University.

Di Salford University, beberapa student dari Indonesia dengan latar belakang arsitektur dan teknik sipil bergabung di School of Built Environment. Salford juga mempunyai reputasi baik untuk riset di bidang akustik dan public health. Manchester University mempunyai reputasi sangat baik di bidang engineering karena universitas ini merupakan leburan beberapa universitas di Manchester, termasuk UMIST yang spesialisasinya adalah di bidang engineering.

3 Budaya/ kebiasaan di kampus Salford dan Manchester yang membuat mas Wisnu kagum apa sih? Kan di kampus lain kayaknya ada upacara yang masih pakai jubah kayak Harry Potter?

Apa ya? Terus terang, kesan kuliah di UK menurut pengalaman saya barangkali agak berbeda dengan kawan-kawan yang mengambil Master atau Undergraduate. Saya tidak diharuskan mengambil mata kuliah yang menerus ditempuh selama satu semester. Kelas yang saya ikuti kebanyakan adalah kelas tambahan semacam kursus (short course). Materi kursus ini boleh diambil secara bebas, baik yang relevan atau tidak relevan dengan bidang penelitian yang dilakukan.

Selama mengikuti materi-materi kursus tersebut, secara umum saya melihat bahwa dosen-dosen yang mengampu materi sangat baik secara personal. Mereka secara umum terbuka untuk diajak diskusi, dan mengerti kesulitan yang biasa dihadapi oleh international student. Orang British secara umum terlihat sangat santun, terutama mereka yang bekerja di sektor pendidikan dan sektor formal lainnya. Meskipun secara umum budaya studi di UK dianggap tertib dari segi waktu, kenyataannya cukup sering juga student yang terlambat masuk kelas.


By the way, Ada satu pengalaman saat saya mengambil satu kursus mengenai ‘academic writing’. Rupanya si tutor bukan orang native British, melainkan dari Canada. Karakternya cukup berbeda, lugas dan tegas. Awalnya, saya agak terkejut-kejut setiap kali menerima hasil koreksian pekerjaan rumah yang penuh komentar bertinta merah dan bernada keras. Rupanya, dia bilang bahwa kadang kala student perlu diperlakukan demikian sehingga ‘jera’ dan berpikir keras agar tidak mengulangi kesalahannya lagi. Saya pikir, ada benarnya juga. Di akhir sesi, dia tidak memberikan apresiasi terhadap semua siswa yang rajin masuk, bahkan dengan memberikan selembar sertifikat, yang jarang-jarang diberikan oleh penyelenggara kursus semacam ini.

Kebiasaan lain yang menurut saya sangat bagus, khususnya untuk student S3 di sini, adalah dedikasi yang besar terhadap tugas studi. Sebagian besar student Indonesia yang menempuh PhD di UK secara tertib melakukan aktivitas di kampus, mulai pagi hingga petang, atau bahkan malam, persis seperti anak-anak sekolah atau orang yang bekerja dari pagi hingga sore. Kebetulan, sebagian besar kampus menyediakan ‘working space’ atau setidaknya ‘public common room’ sehingga setiap PhD atau research student mendapatkan akses terhadap meja dan computer untuk bekerja.

Dosen atau Professor yang paling mas Wisnu kagumi namanya siapa? Bagaimana karakter orangnya, mudahkah untuk diajak berdiskusi?

Tanpa bermaksud mengecilkan peran dosen-dosen yang lain, saya kira peran dosen pembimbing saya yang ‘terakhir’ sangat besar. Setelah ditinggal pindah oleh pembimbing di akhir tahun ke-3, saya terpaksa ganti pembimbing. Pembimbing baru ini, Prof. Peter Barrett, rupanya seorang yang sangat baik bukan hanya dari sisi akademis, tetapi secara personal dan professional. Meskipun sibuk, tetapi beliau dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi panjang dan memberikan saran-saran teknis untuk dapat menyelesaikan tesis tepat waktu dengan baik.

Dosen kedua yang saya cukup kagum yaitu dosen pengajar kursus ‘academic writing’ yang saya sebutkan tadi. Beliau tegas dan keras, tetapi saya merasakan betul peningkatan dalam menulis yang sesuai dengan kaidah EyD, English yang Disempurnakan. Bahkan saya merasa, sebenarnya salah satu kunci sukses dari studi PhD adalah kemampuan menulis yang baik dan benar.

Selain University of Salford (kampus mas Wisnu), kira-kira kampus mana saja yang menawarkan jurusan yang bagus sama seperti jurusannya mas Wisnu, kenapa demikian?

Setahu saya, ada beberapa universitas yang mempunyai reputasi baik di bidang ‘built environment’ yang setara dengan University of Salford. Antara lain, ada Heriot Watt University di Edinburgh, Coventry University, dan Lougborough University. Setidaknya, ada kawan-kawan Indonesia yang menempuh studi di kampus tersebut. Selain itu, ada beberapa yang seperti di University of Nottingham dan Newcastle University, yang cukup ramai student Indonesia.

Kalau orang asli Inggris kan terkenal ramah ya, nah ada nggak sih hal-hal yang dianggap paling nggak sopan bahkan kharam untuk dilakukan di Inggris selain tindak kejahatan? Tapi mungkin terkesan lucu bagi kita.

Memang benar, saya kira memang secara umum orang British sangat sopan. Dua kata yang saya harus belajar dari mereka adalah ‘thank you’ dan ‘sorry’. Itu tercermin bukan hanya dari cara mereka berbicara, melainkan juga dari cara berkendaraan. Saya sering merasa bersalah saat di jalan kadang tidak sadar menyerobot jalan.


Bisakah mas Wisnu menceritakan Pengalaman paling tak terlupakan selama tinggal dan kuliah di Inggris? (Bisa hal menyenangkan, menyebalkan, menggelikan, dll)



Sebenarnya banyak cerita yang menyenangkan atau menyebalkan. Mulai dari perjumpaan dengan kawan-kawan baru, hingga reuni dengan kawan-kawan lama yang kami tidak cukup dekat dulu waktu di Indonesia. Sepertinya, memang sudah menjadi budaya orang Indonesia, senang berkumpul dengan teman-teman, terutama di acara informal. Beberapa kawan di sini kebetulan cukup kompak, munkin karena sama-sama perantau dan minoritas. Ada kelompok pengajian, kelompok olahraga, bahkan ada juga kelompok jalan-jalan atau hiking.

Satu hal yang saya lihat sangat berbeda adalah suasana tempat belanja di UK. Secara umum, suasana shopping centre dan tempat shopping lainnya sangat berbeda dengan di Indonesia yang hiruk pikuk. Di sini cenderung sepi. Toko-toko tutup pukul 6 atau 7 malam. Bahkan, hari Minggu pun banyak toko yang tutup atau buka setengah hari.

3 Nasihat dan tips buat teman-teman Indonesia yang ingin melajutkan studinya ke luar negeri khususnya Inggris?

Sebelum berangkat, persiapan bahasa asing yang baik menjadi salah satu kunci utama. Selain itu, perlu juga dibangun profil professional dan akademis secara sadar. Contohnya, bila akan studi ke luar negeri melalui skema beasiswa, sponsor biasanya akan lebih cenderung memilih calon student yang mempunyai track record aktivitas akademis dan professional yang baik. Hal ini tidak dapat dipersiapkan dalam waktu singkat. Bahkan jika perlu, sudah harus dibangung sejak masih kuliah S1 atau SMU. Misal, dengan aktif terlibat di kegiatan mahasiswa atau kegiatan penelitian dosen. Dalam hal ini, diskusi dengan orang-orang yang sudah pernah studi ke luar negeri akan bermanfaat besar.

Selain itu, persiapan mental juga penting dilakukan. Bagaimana pun, hidup di luar negeri berbeda dengan di Indonesia. Ada yang enak, ada juga yang kurang menyenangkan. Kita harus siap untuk menghadapi apa pun yang terjadi. Apalagi, kita dituntut untuk selalu mandiri. Tidak ada keluarga yang dapat selalu diharapkan untuk membantu.

Karena tidak ada keluarga besar di sini, lingkungan tempat kita tinggal menjadi faktor penting, termasuk kawan-kawan dekat, baik sesama dari Indonesia atau kawan-kawan dari Negara lain. Dalam hal ini, komunikasi dengan kawan-kawan seperti ini menjadi penting. Apalagi, lingkungan kawan-kawan yang membawa energy positif. Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara beban studi yang sering kali terasa sangat berat dengan kehidupan pribadi. Walaupun studi merupakan prioritas utama selama di luar negeri, kesehatan jiwa dan raga juga harus diperhatikan.



Itu tadi cerita dari mas Wisnu yang banyak sekali mengandung nasihat-nasihat, informasi yang sangat detail. Nah, kalau kamu mau inspirasi yang lebih banyak lagi, silakan pantau terus berkuliah.com!

Sampai jumpa, salam berkuliah.com!

Narasumber: Wisnu Setiawan, The University of Salford

Reporter: Imam Sultan Assidiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Retno Riyanti – MAN JADDA WAJADA!!! Menawannya kuliah di Negeri Al-Fatih, Turki!

Akhir-akhir ini banyak sekali serial atau acara televisi (sinetron) yang berasal dari Turki. Dengan ini mulai banyak masyarakat Indonesia yang paham akan sedikit kebudayaan Turki. Melalui serial-serial televisi ini masyarakat dan pelajar Indonesia mulai tertarik tentang kebudayaan dan negara Turki. Maka dari itu keinginan untuk mengunjungi negara Turki semakin besar di kalangan para pelajar, baik yang ingin sekedar traveling ataupun belajar di negeri dua benua ini.

Musim semi duduk di antara Tulip (Turki, negeri asal Tulip)
Kemungkinan untuk kuliah di Turki semakin besar, karena pemerintah Turki membuka peluang kepada para mahasiswa internasional termasuk Indonesia untuk belajar di Turki. Bagi yang ingin belajar menggunakan beasiswa, pemerintah Turki sekarang menyediakan beasiswa Turkiye Burslari. Nah, kali ini kita bisa menyimak cerita sahabat kita yang sudah lebih dahulu berhasil belajar di Turki. Siapakah dia? Simak cerita di bawah ini...

Sebagai pemererat tali silaturahmi, mungkin pertama-tama perkenalan dulu aja mbak, nama, asli mana, kuliah di kampus, faklutas, dan jurusan apa? Dan apakah yang menjadi alasan mendasar mbak Retno dalam memilih negara Turki sebagai tempat kuliah?

Assalamualaikum warohmatullahi wa barokatuh.

Puji syukur atas segala nikmat iman, islam dan sehat yang senantiasa Allah SWT anugerahkan kepada kita semua serta shalawat dan salam tak lupa tercurah kepada manusia mulia yang menjadi suri tauladan dari jamannya hingga yaumil akhir, Rasulullah SAW.

Sebuah kebahagiaan tersendiri bisa berbagi cerita dengan kawan-kawan semua di Nusantara atas sedikit pengalaman yang pernah dijalani saya dari menjadi calon penerima beasiswa luar negeri sampai dengan sekarang sebagai mahasiswa di salah di salah satu universitas di negeri antara dua benua ini, Turki.

Musim dingin...dingiiiin! Tapi seru bagi anak tropis seperti saya!

Tak kenal maka ta’aruf. Izinkan saya memperkenalkan diri dulu sebelum menulis beberapa poin penting yang kawan-kawan juga akan hadapi jika berkuliah di negeri kebab ini. Nama lengkap RETNO RIYANTI, teman-teman memanggil saya “ENO” sedang di keluarga dan lingkungan sekitar lebih di kenal dengan nama panggilan “YANTI”. Kota kelahiran saya Pemalang – Jawa Tengah, biasanya jika tidak disebut ‘Jawa Tengah’nya orang akan langsung mengira saya berasal dari Jawa Timur (Malang). Namun sejak kuliah kami sekeluarga menetap di Tangerang Selatan. Sekarang sedang menjalani kuliah di Kocaeli Universitesi –Turki fakultas Iktisat ve Sosyal Bilimler (Ekonomi dan Ilmu sosial) dengan program studi Iktisat Politikasi (Kebijakan Ekonomi).

Saya tidak memiliki alasan yang ‘wah’ kenapa memilih Turki seperti cerita teman-teman yang lain, tetapi sebagai anak negeri yang berasal dari kampung keinginan melihat dunia luar selain Nusantara pasti menjadi impian yang tak bisa dihindarkan. Alhamdulillah ini adalah kali pertama saya mendaftar beasiswa ke luar negeri dan Allah memberikan kesempatan luar biasa ini dengan menjawab doa saya tanpa menunda tahun 2012 lalu. Bahagia, haru dan sangat tertantang begitu pertama kali mendapat kabar bahwa saya diterima yang artinya sebentar lagi harus hidup jauh belasan ribu kilometer dari keluarga dan teman serta sejawat di kantor (pada saat itu saya sudah bekerja di sebuah NGO sebagai akuntan).

Sebelum mendaftar kuliah di Turki, basik bahasa yang harus dimiliki hanya Inggris atau harus Turki juga? Dimanakah ada lembaga belajar bahasa Turki di Indonesia yang bersertifikat? Berapa lama proses belajar untuk menguasai basicnya saja? 


One of conference in Kocaeli Universitesi
Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum mendaftar sampai dengan menjelang keberangkatan ke Turki. Pertama, Bahasa. Kemampuan bahasa asing menjadi nilai tambah ketika mendaftar beasiswa luar negeri, utamanya bahasa inggris. Pada saat saya mendaftar hanya bahasa inggris bahasa asing yang saya miliki. Padahal sistem pembelajaran yang ada di kampus saya untuk master 100% dalam bahasa Turki. Namun tidak perlu khawatir sponsor beasiswa turki turkiyeburslari.gov.tr tidak mengharuskan calon penerimanya memiliki kemampuan bahasa turki, jadi tenang saja. Hal ini dikarenakan setelah dinyatakan lolos tahun pertama, sesampainya di Turki proses belajar yang wajib ditempuh adalah kursus bahasa turki untuk waktu ±9 bulan, barulah setelah itu menjalankan proses belajar di universitas. Bagi yang mendapatkan universitas dengan sistem bahasa inggris, penerima beasiswa ini bisa langsung menjalani perkuliahan di tahun pertama begitu sampai di Turki.

Saat mendaftar kuliah ke Turki, apa saja yang dokumen apa saja yang dipersiapkan mbak Retno pada waktu itu?

Tentang dokumen dan persyaratan. Paspor, diploma, transkip, surat rekomendasi (dari kantor dan/atau kampus asal), foto, essay yang semuanya dalam bentuk softcopy merupakan persyaratan ketika mendaftar beasiswa ini secara online. Setelah dinyatakan lulus beberapa dokumen tadi yaitu paspor, diploma, transkip serta ditambah dengan keterangan sehat dari rumah sakit diterjemahkan ke dalam bahasa turki di lembaga yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Turki di Jakarta.

Setelah dokumen-dokumen yang tersebut di atas siap, saatnya mengirimkannya ke Kedutaan Turki di Jakarta sebagai kepanjangan tangan dari pemerintahan Turki (pihak sponsor) yang akan sekaligus memproses visa pelajar (visa ini ketika sampai di Turki akan diganti dengan izin tinggal ‘IKAMET‘ setelah melalui proses pendaftaran di masing-masing kota tujuan tinggal nantinya). Visa pelajar hanya berlaku ketika pertama kali kedatangan, untuk tahun-tahun berikutnya ketika kita pulang ke Tanah Air dan IKAMET/residence permit masih berlaku masuk ke Turki tinggal menunjukan IKAMET kita ke bagian imigrasi. Namun ketika kita akan pulang ke Tanah Air dan masa berlaku IKAMET kita akan habis alangkah baiknya mengajukan permohonan perpanjangan ke kantor GÖÇ İdaresi di kota masıng-masıng. Jika tidak ketika akan kembali ke Turki maka harus mendaftar visa ke kedutaan Turkı di Jakarta atau mendaftar e-visa atau bisa juga dengan fasilitas VOA (membayar visa ketika sampai di airport Turki).

Raker awal Pengurus PPI Turki 2015-2016 Trabzon "Black Sea View"
Beberapa hari setelah dinyatakan lulus, para penerima juga akan menerima email tiket keberangkatan. Pastikan tiket itu telah diterima, lakukan komunikasi intensif dengan para grantee yang lain. Beberapa kasus yang salah satunya saya, tidak menerima tiket padahal diketahui para grantee lain telah menerima tiket di masing-masing email mereka. Beberapa kali berkirim pesan melalui email dengan penanggung jawab tiket (pihak sponsor) dengan dibantu temen yang lebih dahulu sudah menetap di Turki, Alhamdulillah pada akhirnya tiket saya dikirimkan juga dan menjadi kloter terakhir yang sampai di Turki dari Indonesia pada waktu itu.

Bagaimana prosesi mbak Retno mendaftak kuliah di Turki? (Mulai dari milih jurusan, kampus, dan kelas)

Pada saat proses pendaftaran online dikarenakan info yang saya dapat tentang beasiswa ini sampai dengan deadline tidak lama, maka tidak banyak mencari tau informasi universitas-universitas yang ada di Turki (sebaiknya googling dulu agar mendapat informasi yang lengkap tentang universitas). Dalam aplikasi online para pendaftar dipersilakan memilih 12 universitas berbeda dengan kombinasi jurusan yang diserahkan kepada pendaftar juga, hanya saja sekarang terdapat kebijakan hanya bisa memilih 4 universitas di kota besar di Turki (Istanbul, Ankara dan Izmir) kemudian selebihnya bisa memilih universitas di luar kota-kota tersebut. Keputusan terakhir di kota mana dan universitas apa kita akan ditempatkan serta jurusan apa yang akan kita tempuh ada di pihak sponsor, sehingga proses pemilihan 12 universitas dan 12 jurusan itu sangat penting karena mereka memilih dari 12 pilihan kita tadi. Pihak sponsor tidak menerima proses transfer jurusan terlebıh lagi transfer universitas, maka dari itu pertimbangkan baik-baik pada saat pendaftaran online.

Mengenai Beasiswa Turkye Burslari, adakah tips khusus dari mbak Retno bagaimana cara agar teman-teman Indonesia bisa mendapatkannya?

Selain faktor utama yaitu ‘Ketentuan Allah‘  maka ada 2 poin penting lainnya yang harus dipersiapakan agar bisa mendapatkan beasiswa Pemerintah Turki ini. Essay yang menarik karena menjadi pertimbangan oleh penyeleksi agar pendaftar bisa lolos dalam registrasi online dan jawaban yang meyakinkan ketika proses seleksi wawancara.

Setelah berangkat dari Indonesia dan tiba di bandara Turki, apa yang harus dilakukan mahasiswa Indonesia?

Pelajar Indonesia di Turki memiliki asosiasi (Perhimpunan Pelajar Indonesia –PPI Turki) yang solid yang salah satu tugasnya adalah mengawal para mahasiswa baru  dari pra keberangkatan. Sesampainya di Turki sampai dengan proses administrasinya sebagai residence baru di kota masing-masing dengan dibantu oleh PPI wilayah yang tersebar di beberapa kota. Setelah sampai di kota tujuan pastikan segera mendaftarkan diri di asrama yang di tunjuk dalam email. Barang-barang bawaan telah menghuni tempatnya masing-masing dan kita telah memiliki tempat tinggal tetap maka saatnya mengerjakan pekerjaan berikutnya.

International students gathering Kocaeli 2015
Membeli simcard dan mendaftarkan HP (jika membawa HP dari luar Turki dan ingin dipake di Turki), kenapa ini perlu segera? Karena untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga di tanah air maupun dengan teman yang berada di Turki. Setelah urusan dengan HP selesai segera mendaftarkan diri di tempat kursus bahasa Turki yang ditunjuk dan daftar ulang di Universitas yang akan menjadi tempat belajar di tahun berikutnya.

Setelah itu untuk memudahkan mobilisasi maka dengan modal öğrenci belgesi (surat tanda pelajar) dianjurkan membuat kartu transportasi, dengan begitu biaya yang harus dikeluarkan lebih efisien karena kita terdaftar sebagai pelajar (pelajar dan lansia di Turki mendapat diskon untuk biaya transportasi). Barulah kemudian mengurus ijin tinggal/residence permit/Ikamet. Ikamet biasanya memerlukan waktu satu bulan atau tergantung kebijakan dari masing-masing pemerintah kota di Turki.

Sebelum memulai proses belajar di kursus bahasa Turki maupun universitas, perlengkapan penunjang menjadi faktor penting juga yang harus tersedia. Bagi para pelajar baru biasanya karena kekhawatiran ataupun tidak mau menghadapi kebingunan untuk mencari alat tulis maka biasanya akan membawa dari Tanah Air, tetapi bagi yang melenggang tanpa membawa perlengkapan alat tulis pun bisa mendapatkannya dengan harga yang relatif murah di ‘kirtasiye‘ yang tersebar di sekitaran kampus. Tips berikutnya adalah sesampainya di Turki jangan selalu mengkonversi harga ke dalam Rupiah karena pasti akan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga-harga yang ada di Indonesia, karena standar harga di Turki memang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga-harga di Indonesia.

Bagaimanakah cara mbak Retno dalam menjaga pergaulan selama berada di Turki? Bagimanakah peran PPI dalam hal ini?

Delegasi PPI Wilayah Istanbul dalam Musyawarah Tahunan (MUSTA)
Tips untuk menjaga pergaulan agar bisa mendapatkan teman-teman yang banyak dan baik adalah ikut dengan organisasi perhimpunan pelajar indonesia di wilayah setempat maupun bergabung langsung dengan PPI Turki yang siap membantu teman-teman jika mengalami kesulitan. Update dan ikuti pula organisasi mahasiswa asing kota setempat yang dibentuk oleh pemerintah turki untuk mewadahi kreativitas maupun mendekatkan kita kepada segala kultur Turki yang pastinya berbeda dengan kultur Indonesia.

Berapa yang harus dikeluarkan mbak Retno untuk transportasi setiap bulannya? Adakah potongan harga atau kartu diskon untuk mahasiswa asing di Turki?

Biaya transportasi di Turki berbeda-beda setiap kota dan untuk masing-masing pelajar pun bisa berbeda tergantung jarak tempat tinggal dengan tempat belajarnya. Alhamdulillah untuk transportasi ke kampus sekarang ini 0 TL karena asrama saya berada di dalam lingkungan kampus, namun jika harus ke pusat kota harus mengeluarkan uang 1,35 TL untuk sekali naik itupun jika tidak menggunakan kartu gratis yang berlaku untuk pelajar khusus kota Kocaeli, jika menggunakan kartu tersebut yang berlaku untuk semua alat transportasi milik pemerintah maka pengeluaran saya kembali 0 TL. Berkah tinggal di kota kecil Turki yang menjadi pusat industri-Kocaeli.

Kesehatan menjadi hal yang harus diperhatikan dimanapun kita berada. Nah di Turki sendiri, untuk mahasiswa Indonesia apakah mendapatkan asuransi kesehatan? Kalau iya bagaimana prosesi membuatnya?

Asuransi kesehatan juga sudah menjadi salah satu fasilitas yang diterima oleh penerima beasiswa Turki ini. Kita hanya cukup mengaktifkannya dengan datang ke kantor Sağlık Genel Kurumu (SGK) di kota masing-masing serta menyerahkan beberapa dokumen pendukung dan dengan begitu secara otomatis kita sudah bisa menggunakan asuransi tersebut jika dikemudian hari terjadi sesuatu dengan kesehatan.

Bisa diceritakan mbak, seperti apakah sih sebenarnya umat muslim di Turki dalam kehidupan beragama sehari-hari, kan masyakaratnya sudah hampir mirip-mirip bahkan bisa dibilang berbudaya Eropa?

Bukanlah rahasia jika Turki pernah mengalami sistem sekuler, namun sekarang sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengirimkan pemimpin Turki yang ingin mengembalikan Islam yang telah terkubur selama 90 tahun. Sehingga para pemeluknya dengan leluasa bisa menjalankan ibadah tanpa harus dibatasi hukum-hukum sekuler yang mengkebiri kebebasan menjalankan perintah agamanya.

Hal ini sangat berdampak positif juga bagi para pelajar yang datang ke Turki karena sekarang ini hijabers tidak perlu melepas hijabnya ketika masuk ke ruang kelas. Bahkan beberapa dosen yang saya miliki, mereka sangat faham tentang islam dan menjalankan syariat secara kaffah. Walaupun demikian masih banyak pula warisan sekuler yang tersisa sekarang ini, seperti berikut: banyak masyarakat Turki yang mengaku Islam namun masjid-masjid hanya ramai di hari Jumat saja, asrama yang dihuni ribuan mahasiswa turki dan beberapa mahasiswa asing juga tidak kalah mirisnya karena kita bisa menghitung dengan jari mahasiswa yang mendatangi mushola tersebut 5x dalam sehari. Dalam bulan Ramadhan pun tak kalah menyedihkan karena bisa melihat masih banyak orang dijalan maupun tempat-tempat umum lainnya yang menghisap rokok, makan dan minum di siang hari tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Bagaimana mbak Retno dalam mengisi waktu luangnya? Sudah jalan-jalan kemana aja nih?

Musim panas summer holiday-trip to Cappadocia Turkey
Saya selalu menghabiskan waktu liburan musim dingin dengan berkeliling kota-kota Turki, selama 3 tahun ini sudah 17 kota yang pernah saya datangi (walaupun itu termasuk masih sedikit, saya bersyukur). Kota-kota di Turki sangat sayang jika dilewatkan karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, dari kota-kota yang berada di timur Turki sebagai kota para nabi, kemudian sebagian besar kota di Turki adalah menjadi kota yang terpengaruh oleh kebudayaan Romawi dan Yunani, dan terakhir seluruh wilayah Turki adalah bagian dari wilayah kekhalifahan usmani serta menjadi pusatnya sehingga dengan menjelajah Turki bisa mempelajari kebangkitan islam yang pernah dihadistkan oleh Rasulullah SAW.

Pengalaman menarik apa yang pernah di alami mbak Retno selama belajar di Turki, yang mungkin ini menjadi pengalaman yang luar biasa dan tidak terlupakan?


Musim gugur bersepeda sambil menikmati suasana taman kota Kocaeli


Tahun ini adalah tahun pertama menghabiskan musim panas di Turki (biasanya pulang kampung) yang artinya menjalani Ramadhan dengan 17 jam 25 menit (03.20 – 20.45) dengan cuaca panas. Alhamdulillah selama Ramadhan di sini sebagai mahasiswa asing undangan untuk iftar (buka puasa) hampir tiap hari bahkan kadang sehari lebih dari satu tempat undangan. Walaupun jauh dari keluarga, sensasi ber’Ramadhan‘ di luar negeri menjadi pengalaman unik seumur hidup. Ketika waktu idhul fitri itulah waktu berbuka dengan hidangan Indonesia yang sebenarnya karena kita bisa berkumpul di KJRI menyantap menu-menu nusantara yang pasti sangat dirindukan terlebih pada bulan puasa.
Semoga kawan-kawan semua juga bisa menginjakan kaki di negeri Al Fatih ini serta bisa menorehkan prestasi sebagai anak negeri di negara terletak di 2 benua, Asia dan Eropa. MAN JADDA WA JADDA!!!

Narasumber: Retno Riyanti, Kocaeli Universitesi
Reporter: Imam Sultan Assidiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Wow! Ternyata Ini Negara Favorit Beserta Universitas Terbaiknya yang Jadi Favorit Pelajar Indonesia


Halo, sobat berkuliah...kamu berminat untuk studi di luar negeri? jika iya, apakah sudah memiliki pandangan negara mana yang akan kamu tuju? serta sudahkah faham kampus terbaik apa saja yang ada di negara tersebut? Untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tentu kita nggak asal memilih negara. Berbagai pertimbangan pun menjadi pokok pikiran. Mulai lingkungannya, kultur budaya, hingga yang utama adalah sisitem pendidikannya yang berkualitas
Para pelajar Indonesia benar-benar hebat. Buktinya stiap tahun, pelajar Indonesia selalu ada yang menempuh studi di luar negeri. bahkan PPI ( Persatuan Pelajar Indonesia ) pun tersebar di berbagai belahan dunia.
Namun, ada beberapa negara favorit yang menjadi tujuan pelajar indonesia setiap tahunnya untuk melakukan study. Peminat di negara-negara ini sangat banyak, sehingga untuk bisa menempuh studi di negara-negara favorit ini tidaklah mudah. Apa saja negara-negara favorit tersebut?


1. Australia

Australian National University
Hubungan Australia dan Indonesia yang begitu dekat, membuat Australia menjadi negara tujuan favorit untuk melanjutkan pendidikan. Berbagai beasiswa pun banyak ditawarkan kepada Indonesia melalui berbagai kerjasama. Dari jenjang S1 hingga jenjang S3. Setiap tahunnya, kampus-kampus di Australia selalu dipadati oleh para pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan di negeri kanguru tersebut. Universitas terbaik di Australia antara lain: Australia National University, University of Melbourne, University of Queensland, dan University of Sydney.

2. Amerika Serikat
Hardvard University
Negeri Paman Sam yang multiculture membuat berbagai pelajar dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk menempuh pendidikan disini. Sisitem pendidikan, lingkungan, dan gaya hidup yang beragam justru membuat Amerika sarat akan pengalaman yang berharga. Perbedaan yang begitu mencolok akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan selama kamu menempuh pendidikan di negara tersebut.  
Beberapa universitas terbaik di Amerika Serikat antara lain : Massachusetts Institute of Technology, Harvard University, Stanford University, dan California Institute of Technology (Caltech).

3. Jepang
Kyoto University
Mengedepankan teknologi dan sains, Jepang adalah negara tujuan terbaik di bidang riset. Dunia mengakui, bahwa inovasi dan produk dari Jepang jelas teruji kualitasnya. Sistem pendidikan di negeri sakura ini pun berkualitas dengan pengajar-pengajar kompeten yang berasal dari berbagai negara. 
Adapun universitas terbaik di Jepang antara lain: Universty of Tokyo, Kyoto University, dan Osaka University.

4. Singapura


Nanyang Technology University
 
Mahalnya biaya hidup di Singapura, tak membuat Singapura sepi akan peminat untuk tujuan study. Kualitas penidikan yang sebanding dengan gaya hidup di Singapura, akan membuatmu merasakan bahwa persaingan di duniaini begitu ketat. Walaupun Singapura merupakan negara yang sempit, namun sistem demokrasi dan kultur gaya hidup yang tertata membuat Singapura termasuk salah satu negara dengan perekonomian terbaik di dunia. Universitas terbaik di Singapura  yakni National University of Singapore dan Nanyang Technological University.

5. Malaysia

Universiti Sains Malaysia


Kultur budaya yang hampir mirip dengan Indonesia, membuat Malaysia dilirik oleh para pelajar Indonesia. Tak hanya itu, kulaitas pendidikan di Malaysia tak perlu diragukan lagi. Buktinya, setiap tahun banyak para pelajar asing yang ada di Malaysia. Hubungan timbal balik juga dilakukan oleh Malaysia dan Indonesia, keduanya saling memberikan beasiswa.
banyak profesor-profesor Indonesia yang melaukan riset di Malaysia, begitup pula sebaliknya, banyak pelajar Malaysia yang menempuh pendidikan di Indonesia. Universiti Malaya dan Universiti Sains Malaysia merupakan universitas terbaiknya. 

6. Jerman
Ludwig Maximillian University

Percaya nggak sobat kalau Jerman adalah negara dengan biaya pendidikan termurah diantara negara lainnya dengan kualitas pendidikan yang sangat baik? Tak heran bila banyak pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di negara ini. Perpaduan dari berbagai gaya hidup, mulai dari modern ala Berlin sampai Tradisional ala Munich, juga menjanjikan pengalaman tersendiri. Tiga universitasnya antara lain: Ruprecht-Karls-Universitaet Heidelberg dan Ludwig-Maximilians-Universität München.

7. Inggris

Imperial College Londom
Negara dengan sistem kerajaaan ini sangat banyak peminat studynya, tak terkecuali para pelajar Indonesia. Berbagai penelitian pun banyak di lakukan negara ini karena sejarah pendidikan di Inggris yang begitu ahli di bidang riset untuk Eropa. Sejarah membuktikan bahwa Inggris memiliki kampus-kampus yang memiliki reputasi terbaik di bidangnya. Universitas terbaik di Inggris antara lain : University of Cambridge, University of Oxford, dan Imperial College London.

Jadi, mana negara tujuan favoritmu? Pilih sesuai passion kamu ya sobat!
Salam berkuliah

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oleh : Andreanyta Erni

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Study di Negara Ternyaman di Dunia: Mahir Pradana, Ketua PPI Swiss Ini Berbagi Cerita Menariknya


Tak banyak pelajar Indonesia yang memiliki keinginan umtuk melanjutkan pendidikan di Swiss. Padahal Swiss termasuk salah satu kota ternyaman di dunia dan memiliki sistem pendidikan berkualitas tinggi yang didukung oleh fasilitas yang sangat baik dan lingkungan yang kondusif. Menurut QS World University Rankings delapan universitas di Swiss termasuk dalam jajaran universitas terbaik. Mahir Pradana, sang ketua PPI Swiss periode 2013-2014 berbagi pengalaman study-nya di salah satu negara terkaya di dunia ini.

1. Halo Mahir Pradana, Sebelum melangkah lebih jauh lebih dahulu kita berkenalan dulu, mungkin bisa menyebutkan nama panggilan, asal kota? serta kuliah di Swiss dimana, jurusan apa, dan mengapa Swiss menjadi pilihan?

Halo, nama saya Mahir Pradana, panggil saja Mahir. Di Swiss saya kuliah di Universitat Bern, Master of Science in Business Administration.
Kenapa Swiss menjadi pilihan? Karena saya ingin mencoba tinggal di negara yang bukan menjadi tujuan utama orang-orang Indonesia untuk studi. Soalnya saya penasaran cara hidup dan budaya di Swiss yang jarang diliput di Indonesia.

2. Apakah Mahir mendapatkan beasiswa di Swiss? jika iya, apa beasiswanya?

Iya, saya memperoleh beasiswa dari kampus, meski tidak full. Namun, pada akhirnya saya dibantu Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk biaya hidup di sana.

3. Apa kelebihan dari kampus tempat Mahir kuliah? Mungkin dari segi fasilitas, kurikulum, birokrasi, dan suasana

Kelebihannya adalah fasilitas yang serba lengkap, dengan koneksi internet cepat, laboratorium lengkap dan unit-unit kegiatan mahasiswa yang aktif. Dari segi birokrasi juga sangat membantu, dengan proses keluarnya nilai yang cepat jika dihitung dari hari pelaksanaan ujian.

4. Apa menariknya jurusan yang diambil, dan apakah pernah menemukan kesulitan?

Jurusan Business Administration rasanya di mana-mana juga ada, ya. Namun, di Swiss jurusan ini lebih difokuskan kepada Intercultural Study dan juga Venture Strategy. Orang Swiss memang lebih fokus dalam mengembangkan bisnis yang dibangun sendiri, lalu berjuang sampai bisnis tersebut diterima secara global.
Kesulitan di awal sempat saya alami, terutama dengan ritme kuliah yang cepat dan butuh banyak literatur. Syukurlah, saya bisa beradaptasi.

5. Pernah mengalami Culture Shock? jika iya, dalam hal apa? dan bagaimana cara mengatasinya ?

Culture shock sih jarang, paling sedikit canggung jika harus berinteraksi dengan dosen, staf kampus maupun rekan mahasiswa asli Swiss. Tapi lama-lama juga akan terbiasa.

6. Bagaimana karakter dosen dalam menyampaikan mata kuliah? Dan bagaimana sikap mahasiswa lokal di Swiss terhadap mahasiswa internasional ?
Dosen di Swiss menempatkan diri mereka sejajar dengan mahasiswa, beda dengan di Indonesia di mana biasanya dosen lebih diposisikan sebagai orang tua yang harus disegani bahkan dihormati. Di Swiss, rasa segan dan hormat sudah mengalir dengan sendirinya, karena baik mahasiswa maupun dosen sudah sangat sadar akan posisi masing-masing. Dosen di universitas saya tidak pernah membuat peraturan tegas bahwa mahasiswa tidak boleh datang terlambat atau lalai mengumpulkan tugas, karena mahasiswa sendiri sadar bahwa jika melakukan itu, mereka yang rugi.
Mahasiswa lokal di Swiss cukup terbuka pada mahasiswa internasional. Mereka kadang bertanya-tanya juga kehidupan di Indonesia seperti apa, dan lain-lain.

7. Bagaimana dengan sistem kurikulum di Swiss ? Hal yang paling signifikan perbedaannya dengan Indonesia?

Perbedaan signifikan adalah sistem kredit (SKS) yang berbeda. Juga skala nilai, jika di Indonesia memakai skala 4, di Swiss memakai skala 6. Perbedaan juga terasa di tugas akhir, karena di Swiss bobot tugas akhir adalah sekitar 15 sampai 20 kredit.

8. Selama menempuh pendidikan disana, sudah bertemu dengan teman-teman PPI? Bagaimana tanggapan mereka dalam menyambut kedatangan teman yang baru ?
Oh ya, saya disambut langsung oleh ketua PPI Swiss saat itu, Iwa Sobara. Ia bahkan mewariskan apartemennya kepada saya, hehehe. Di tahun kedua saya di Swiss, saya didaulat menjabat sebagai ketua PPI Swiss.

9. Tempat tinggal terbaik menurut Mahir Pradana selama di Swiss dimana? Apakah di Apartemen, rumah atau yang lain ?Ini kembali ke pribdi masing-masing sih. Jika ingin bergaul dengan banyak teman dari berbagai negara, cukup membantu jika tinggal di asrama kampus. Hanya saja, biasanya asrama kampus cukup berisik karena banyak kegiatan seperti acara party, sehingga membuat kita kadang susah konsentrasi belajar. Sharing apartemen biasanya menjadi solusi yang baik.

10. Apakah ada tips dan trik spesial untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama kuliah di Swiss?

Ya, dengan cara bekerja sambilan. Sayangnya, kita biasanya harus bisa minimal satu bahasa resmi Swiss (bahasa Jerman, Prancis atau Italia) jika ingin diterima kerja.


11. Ketika sedang masa kuliah, terus merasa kangen dengan Indonesia, entah itu makanannya, orang-orangnya, apa yang biasa Anda lakukan? Kegiatan apa yang bisa dilakukan selain kuliah?

Gampang saja, tinggal bikin janji dengan teman-teman Indonesia untuk mengadakan perjamuan makanan Indonesia. Biasanya ini dilakukan di akhir pekan.
Selain kuliah, saya bermain sepak bola dan badminton di kampus. Lalu sibuk menjadi ketua PPI Swiss dan menghadiri konferensi-konferensi ilmiah.

12. Selama kuliah di Swiss, sudah berapa kali pulang ke Indonesia? Dan sudah kemana aja jalan-jalannya?

Hanya satu kali pulang ke Indonesia, itu pun karena dapat tiket promo. Selama di Swiss, saya sudah jalan-jalan ke berbagai negara, antara lain Spanyol, Prancis, Belanda, Belgia, Jerman, Italia, Austria, Polandia, Ceko, Slowakia, Denmark dan Turki.

13. Apa pengalaman paling tidak terlupakan selama di Swiss?

Sewaktu saya jadi ketua PPI Swiss, kami bekerja sama dengan organisasi mahasiswa AIESEC untuk mengadakan pertunjukan tarian tradisional di acara global Village. Selain itu, bersama masyarakat Indonesia lainnya, kami mengadakan konser angklung terbuka di pusat kota Bern. Benar-benar tidak terlupakan!

14. Hal hal apa saja yang dirasakan karena bisa kuliah di Swiss? Lebih percaya diri, bisa memiliki pandangan yang optimis jauh ke depan tentang masa depan Indonesia? Atau hal positif apa yang dipelajari selama belajar di Swiss?

Banyak hal, antara lain belajar lebih disiplin dalam menentukan fokus ketika belajar, lalu bertekad akan berbagi wawasan dan pengalaman ketika berkontribusi kembali ke Indonesia nantinya.

15. Adakah nasihat serta tips dan trik dari Mahir Pradana bagi kawan-kawan yang ingin melanjutkan pendidikan di Swiss ?

Tentu saja. Jangan lelah mencari-cari info tentang lanjut kuliah di Swiss, atau di mana pun itu di luar negeri. Karena pengalamannya pasti akan sangat berharga dan berguna dalam mengubah cara pandang kita tentang banyak hal dalam hidup. Lalu, tidak pernah ada hal yang sia-sia dalam pendidikan. Toh, hidup itu sendiri adalah proses belajar yang terus berkelanjutan!

Tertarik untuk study di Swiss? Semoga cerita Mahir Pradana menginspirasi kamu untuk melanjutkan study di Swiss ya sobat !

Salam berkuliah

----------------------------------------------------------------------------------------------
Narasumber: Mahir Pradana

Reporter     : Andreanyta Erni










Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Salam dari Nur Rosita di India, Sabar dan Tangguh Seperti Singkong Itu Kuncinya!

India, nama negara ini memang tenggelam dan tertutup oleh Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, Australia, Amerika atau negara lainnya dalam bidang pendidikan. Ini hanya karena kamu belum tahu kualitas sebenarnya. Kalau kamu mau mengkaji lebih dalam lagi, India memiliki sistem pendidikan yang luar biasa. Sistem pendidikan dan kampus di India mirip sekali dengan Inggris. Ya, selain India memang negara persemakmuran Inggris, India juga negara berkembang yang saat ini sudah di akui dunia dalam bidang ekonominya.


Mahasiswa asli India pun sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia dan memegang peranan penting terlebih dalam bidang IT. Nah, kali ini silakan simak cerita inspiratif di bawah ini. Tim berkuliah.com sudah berhasil mewawancarai salah satu mahasiswa Indonesia di India.

Pertama-tama perkenalan dulu aja mbak biar temen-temen lebih senang dan semangat lagi kalau udah kenal sama mbak Rosita meskipun tidak secara langsung. 

Halo Berkuliah.com,

Perkenalkan nama saya Nur Rosita, tetapi teman-teman Indonesia disini biasa memanggil saya dengan sebutan Nta atau Sita. Namun, teman-teman dari Negara lain lebih suka memanggil saya dengan sebutan Rosita dan lucunya lagi dosen-dosen saya disini kebanyakan memanggil saya dengan sebutan Nur. Anyway teman-teman boleh memanggil saya dengan nama panggilan apapun sesuai nama panjang tadi.

Saya sebenanya asli sunda lebih tepatnya Bogor. Tahun 2001 keluarga hijrah ke Padang dan sudah berdomisili disana. Jadi teman-teman yang baru mengenal saya akan mengira saya adalah orang Padang padahal bukan karena tidak ada sedikitpun darah Minang mengalir ditubuh saya. Akan tetapi yang lebih penting saya adalah orang Indonesia tulen haha.

Saat ini saya sedang berkuliah di Osmania University, jurusan Linguistics. Kesibukan saya saat ini dari hari senin-sabtu full sebagai salah satu anak didik Linguistics Department of Osmania University. Selain itu juga, saya turut aktif dalam kegiatan organisasi PPI Hyderabad di Divisi Publikasi dan Humas. Terakhir saya dipercaya teman-teman PPI Hyderabad untuk mengatur keuangan PPI Hyderabad. 

Universitas, Jurusan, Prospek Kerja

Apa yang membuat mbak Rosita tertarik kuliah di Osmania University? Sistemnya kah? Jurusannya kah? Atau malah Indianya? Mohon di jelaskan

Saya lebih tertarik Indianya karena sebenarnya Osmania University adalah pilihan ketiga saya ketika saya apply beasiswa ICCR dari pemerintah India. Pilihan pertama saya adalah Mumbai University dan pilihan kedua adalah Calcutta University. Karena bagi saya kuliah di universitas manapun di India bisa menjadikan sarana bagi saya untuk mengaktualisasikan diri. India menjadi Guruji yang sangat kompeten bagi saya dalam menjadikan saya menjadi pribadi yang lebih baik dalam segi spiritual dan akademis. 

Bagaimanakah fasilitas, sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar di Osmania University?


Fasilitas di Osmania University sangat sederhana dan klasik sekali kalau dibandingkan dengan Indonesia masih kece Indonesia. Jangan harap teman-teman bisa menemukan ruang kelas dengan kursi besi seperti di Indonesia. Osmania University masih memberdayakan kursi zaman “baheula” yang terbuat dari kayu seperti kampus Edinburg.

Jangan harap pula teman-teman kuliah di ruangan dingin ber-AC dengan papan tulis white board. Kami disini masih menggunakna kipas angin sederhana dan papan tulis yang masih menggunakan kapur sebagai fasilitas dosen untuk mengajar. 

Namun, kalau masalah bahan bacaan atau buku teman-teman tak perlu ragu lagi. Osmania University memiliki ribuan koleksi buku yang berkualitas terbitan Oxford dan Cambridge. Khususnya di department saya, Linguistics, saya tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan buku ataupun journal yang bisa saya gunakan sebagai referensi belajar. Fasilitas perpustakaan disini bisa diacungi jempol.

Dokumen apa saja yang mbak Rosita persiapkan saat mendaftar kuliah di Osmania University?

Karena saat itu saya apply beasiswa ICCR maka dokumen yang saya siapkan saat mendaftar kuliah di Osmania University sebenarnya sama seperti mendaftar ke kampus-kampus lain seperti aplikasi pendaftaran, photocopy passport, photocopy Ijazah dan nilai SMA, photocopy ijazah S1, photocopy historis nilai S1, recommendation letters dari 2 dosen S1, motivation letter, sertifikat TOEFL dengan score minimal 500 dan curriculum vitae. Semua dokumen harus diterjemahkan terlebih dahulu kedalam bahasa inggris.

Kalau tidak salah mbak Rosita kuliah bidang Linguistics, Seperti apakah proyeksi kedepannya atau karir pekerjaannya?

Ya, saat ini saya mengambil konsentrasi di bidang Linguistics. Linguistics adalah the scientific of language atau Ilmu alamiahnya bahasa, bagaimana mengkaji bahasa secara ilmiah. Kajian pembelajaran Linguistics sebenarnya lebih kompleks dari itu. Bahasa yang dikaji tidak hanya satu atau dua namun lebih.  Juga tidak berarti orang-orang yang menggeluti kajian ini mampu berbagai macam bahasa. Tidak. Melainkan orang yang mampu berbicara tentang bahasa, mengetahui prinsip-prinsip bahasa yang mendasari bahasa itu, dan macam-macam perbedaan yang ada antara bahasa yang satu dengan lainnya.
 
Secara umum, karir pekerjaan yang bisa digeluti dalam bidang Linguistics salah satunya adalah menjadi staf akademisi/dosen dibidang ilmu bahasa. Namun demikian, orang-orang yang bergelut di bidang Linguistics tidak hanya terfokus menjadi staf pengajar universitas saja. Mereka juga bisa extend career diberbagai bidang. 

Didalam ilmu linguistics terdapat 2 kajian yaitu linguistics murni dan linguistics terapan. Linguistik murni memungkinkan linguis (orang yang ahli dibidang linguistics) untuk melakukan proyek penelitian bahasa yang disponsori oleh pemerintah, biasanya staf ahli bahasa yang telah menjadi pegawai negeri sipil yang bekerja di balai bahasa, atau oleh badan industri komersil tertentu, misalnya untuk pengadaan mesin penerjemahan dan alat-alat multimedia untuk belajar bahasa asing. Sementara itu, untuk linguistik terapan, banyak hal yang bisa dilakukan. Bidang penerapan yang utama dari linguistik terapan adalah bidang pengajaran dan pembelajaran bahasa, khususnya pengajaran bahasa asing. 

Maka dapat disimpulkan bahwa karir pekerjaan dalam bidang linguistics banyak sekali misalnya penerjemahan dan organisasi bahasa, interpreter, jurnalisme, penulisan, penerbitan, editing, dan akademisi.

Linguistik pun secara keseluruhan, tidak lagi merupakan subjek yang bersifat monoton dan homogen dengan wilayah cakupan yang kecil. Hal ini berdampak pada keheterogenan para peminat linguistik yang berasal dari berbagai disiplin ilmu bahasa dan sosial: sastra, bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Mandarin, dengan berbagai macam minat penelitian - linguistik murni atau terapan.

Hal penting apakah yang dipelajari dalam bidang Linguistik selama di India, dan belum pernah dipelajari di Indonesia?

Syllabus di India khususnya di Osmania University memiliki 2 mata kuliah baru dan penting dalam pembelajaran bidang Linguistics yang belum pernah saya pelajari di Indonesia. Pertama adalah Language Families of South Asia yang sudah saya pelajari semester kemarin. Didalam mata kuliah ini saya dituntut “akrab” dengan semua language families yang ada di Asia Selatan seperti bahasa Dravidian, Indo-Arian, Tibeto-Burman dan Austroasiatic. Dimana sebagian besar bahasa ini memiliki pola struktur bahasa yang berbeda dengan bahasa Inggris dan Indonesia. Agak sedikit kesulitan sih dalam mempelajarinya tapi di-PDKT-in aja mata kuliahnya biar bisa diinget terus.

Kedua Structure of Telugu yang sedang saya pelajari semester sekarang. Didalam mata kuliah ini saya juga mempelajari seperti apa bahasa Telugu yang menjadi bahasa ibu masyarakat Hyderabad khususnya dan Telangana atau Andhra Pradesh umumnya. 

Orang Paling Berpengaruh

Siapa sih orang yang paling memberikan motivasi kepada mbak Rosita, sehingga mampu kuliah sampai ke India?

Semua orang yang pernah saya kenal memberikan pengaruh dan motivasi tersendiri dalam hidup saya. Tapi tentunya orang yang paling berpengaruh adalah keluarga, papa, mama, kakak, dan adik-adik. Mereka tidak pernah membatasi dan menghalangi langkah saya untuk meraih cita-cita saya. Teman-teman sekitar juga menjadi daya magnetik tersendiri bagi saya untuk terus memperjuangkan cita-cita saya melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi di luar negeri. 

Dulu, setelah lulus dari Universitas Negeri Padang saya sempat mengajar di salah satu bimbel terkenal di kota tersebut. Teman-teman staf pengajar disana banyak yang sedang berupaya daftar di program pascasarjana salah satu universitas terkenal di kota tersebut atau bahkan ada juga senior yang sedang menempuh kuliah S2. Hal inilah yang menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk juga memperjuangkan cita-cita saya.

Seperti apakah reaksi-reaksi orang terdekat mbak Rosita ketika kamu memutuskan kuliah ke India, dan bagaimanakah mbak Rosita meyakinkan mereka bahwa “Aku Mampu dan Aku Bisa”?

Reaksi orang-orang terdekat khususnya keluarga tidak begitu kaget atau shock ketika saya memutuskan untuk kuliah di India. Bahkan mereka support apapun keputusan saya. Sehingga saya tidak mengalami kesulitan untuk meyakinkan keluarga bahwa aku mampu dan aku bisa kuliah di India. 

Namun hal ini berbanding terbalik dengan reaksi dosen, pimpinan tempat saya mengajar dulu, dan teman-teman sekitar. Saya masih ingat ketika salah satu dosen saya berbicara seperti ini, “Kenapa you pilih kuliah di India, emang apa bagusnya India? You kuliahlah di Amerika, UK, Aussy, New Zealand. Ok lah orang Indonesia sudah banyak di Amerika tapi minimal Aussy lah. You punya kemampuan bagus, nilai you bagus, masa you kuliah di India. India itu begini India itu begitu bla bla bla ”

Agak down sih waktu itu, sempat takut juga, sempat mikir buat mundur. Akan tetapi setelah sharing dan meminta nasehat kepada salah satu pembimbing skripsi saya waktu S1 dan ketua jurusan pendidikan bahasa Inggris UNP, semangat itu timbul lagi. Beliau-beliaulah yang memberikan wejangan bahwa India itu tidak seseram yang dibayangkan. 

Bersosialisasi

Siapakah teman dekat mbak Rosita di dalam kelas? Bagaimakah karakternya dan bagaimana mbak Rosita bisa bergaul dengan teman-teman dari negara asing?


Saya dekat dengan siapapun didalam kelas mungkin karena memang sifat dasar orang Indonesia yang ramah dan mudah bergaul ya hahha. Saya berbaur dengan semua teman dari berbagai negara seperti China, Kyrgyzstan, Jordania, Pantai Gading, Syiria, Iran, Iraq, Afganistan, dan Yaman bahkan teman India sendiri. Namun tentu saja saya lebih dekat dengan teman perempuan seperti dari China, Kyrgyzstan, Jordania, dan India. Kalau terlalu dekat dengan teman laki-laki takut cinta lokasi hahaha. Karakternya berbeda-beda dan unik tapi perbedaan itulah yang membuat kita belajar bahwa kita tidak bisa memaksakan mereka untuk memiliki persamaan persepsi dengan kita khususnya disegi budaya dan pandangan-pandangan kehidupan. 

Cara bergaul senatural mungkin dan tidak dibuat-buat dalam artian just be yourself. Hal yang terpenting adalah kita tetap menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti tegur sapa, toleran, saling bantu tetapi bukan berarti saling bantu di dalam ujian ya :D.

Kebudayaan

Adakah kebudayaan yang menurut mbak Rosita aneh, unik, atau lucu selama di India?


Banyak banget. Kalau berbicara hal aneh, lucu, unik selama di India itu tidak akan ada habis-habisnya. Indialah tempatnya untuk hal yang begituan. Karena memang India itu seperti kotak tukang sulap yang tidak bisa diprediksi menjadi dan seperti apa atau bahkan seperti kantong doraemon yang segala sesuatu ada didalamnya. Sesuai dengan motto pariwisatanya Incredible India dan memang terbukti kalau India itu “Incredible”

Misalnya hal aneh yang penah saya alami sendiri disini adalah ketika saya dan beberapa orang teman mendapatkan undangan pernikahan dari salah satu teman India. Beliau mengatakan bahwa kami harus sampai ditempat resepsi pukul 9 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk datang lebih awal yakni jam 8.30 malam dengan harapan bisa menyaksikan pesta pernikahan India ala Bollywood seperti di film-film Bollywood. 

Setelah sampai disana hanya ada beberapa orang yang baru datang, pengantinnya belum datang, acaranya belum dimulai. Berhubung pesta pernikahannya adalah ala Muslim India, tamu laki-laki dan perempuan pun dipisahkan tempatnya. Tamu laki-laki bersama dengan pengantin laki-laki dan tamu perempuan bersama dengan pengantin perempuan. Setelah jam 10 malam tamu mulai berdatangan. Ibu undangan khusunya berdandan ala India banget denagn sari, gelang 2 lusin ditangan kiri kanan, 3-5 buah kalung panjang sampai ke perut, rambut panjang hitam terurai, makeup medok kayak karedok hahha pokoknya untuk ibu-ibu ‘wah’ sekali dandanannya. 

Semua tamu yang datang dipersilahkan duduk sambil menonton pengantin perempuan yang sibuk difoto dengan berbagai pose yang malu-malu dengan senyum yang polos. Kabarnya kedua pengantin ini tidak menjalani proses pacaran terlebih dahulu melainkan langsung dijodohkan oleh kedua keluarga. Itulah yang unik di India bahwa mereka jauh lebih menghormati pernikahan dengan jalan perjodohan daripada memilih pasangan hidup sendiri. 

Jam sudah menunjukkan jam 11 malam saat itu. Tetapi kami belum juga dipersilahkan untuk makan padahal perut sudah keroncongan :D. Tepat jam 11.30 malam kami pun digiring untuk masuk keruangan kecil yang sudah disediakan berbagai makanan didalamnya tapi yang makan bukan satu atau dua orang –ngantri!! Berdesakan!! Semua tamu!!


Beda banget dengan pesta pernikahan di Indonesia yang dimulai sekitar jam 10 pagi dan selesai paling lambat jam 9 malam. Sehingga para tamu bisa dengan leluasa memilih jam berapa mau datang dan makan pun tidak berdesakkan karena tamu datang di jam berbeda jadi jadwal makan tidak bentrok. Hal ini jauh berbeda dengan apa yang terjadi disini. Udah nunggu hampir 3 jam pas makan ngantrinya kayak nunggu jatah beras sembako operasi pasar atau jatah sedekah lebaran yang sering diberitakan di televisi nasional di Indonesia, banyak anak-anak kecil yang nangis terjepit :’(. Tapi setelah kami berhasil melewati brikade lawan makan kami yang lainnya ‘alias emak-emak India bersari’ dan berhasil mendapatkan tempat duduk dengan rebutan dengan emak-emak bersari kami semua tertawa terbahak-bahak dan pulang jam 1 malam dengan perut kenyang.

Makanan

Makan itu pasti menjadi kebutuhan pasti, nah makanan khas India yang paling pas dan menjadi favorit mbak Rosita apa nih? Seperti apa bentuk, karakteristik, dan rasa dari makanan tersebut?

Makanan khas di India khususnya di Hyderabad adalah Nasi Biryani. Kebanyakan orang Indonesia suka sekali jenis makanan ini karena cocok dengan lidah orang Indonesia. Bentuk, karakteristik, dan rasanya sama seperti nasi padang. Hanya saja bumbu rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manisnya lebih menyengat. Kita juga bisa memilih beberapa variant seperti beef biryani, chicken biryani, ataupun veg biryani karena makanan disini dibagi menjadi dua jenis ada veg dan non-veg

Bisa disebutkan nama tempat makan atau restoran yang biasanya dijadikan tempat makan favorit mbak Rosita? Sekalian daerahnya.

Tempat favorit untuk makan nasi biryani di Hyderabad adalah di seputaran Charminar. Selain rasanya yang enak, harganya pun cocok banget bagi kantong mahasiswa dan traveler. Charminar itu adalah landmarknya kota Hyderabad yang dijadikan pasar rakyat khususnya di musim ramadhan para pedagang bisa bejubel berjualan disekitar Charminar. Atau kita juga bisa menikmati nasi biryani di restaurant Paradise yang bisa kita temukan daerah Parkland, tapi harus mau merogoh kocek lebih dalam karena harganya cukup mahal.

Tempat Menarik

Dimana sajakah tempat yang menurut mbak Rosita sangat menarik (jangan yang biasa) untuk dikunjungi sekedar melepas penat dari dunia perkuliahan? Seperti apakah gambaran tempatnya?



Saya lebih suka piknik di Sanjivayah Park dengan teman-teman dari Indonesia lainnya. Tempat ini adalah taman yang bersih sekali bisa dibilang satu-satunya taman yang paling saya sukai. Selain berhadapan langsung dengan danau buatan Hussain Sagar, Sanjivayah Park juga memiliki banyak taman bunga yang bisa membuat fikiran saya fresh dari tumpukan tugas kuliah.

Kegiatan Mengisi Waktu Luang

Saat ada waktu luang dan waktu libur, apa sih yang biasanya mbak Rosita lakukan untuk mengisi waktu kosong tersebut?

Biasanya saya pergi nonton, jalan-jalan atau makan bareng dengan teman-teman Indonesia lainnya ataupun dengan teman-teman dari Negara lain juga. Kalau saya lagi ingin jalan sendiri, biasanya saya pergi ke Koti atau Abid untuk berburu buku-buku murah yang berkualitas. Kalau lagi malas keluar rumah saya biasanya mantrengin laptop seharian nonton film berhubung koneksi internet disini super cepat no buffering buat nonton youtube hehhehe. 

Kejadian Unik

Pernahkah mbak Rosita menemui/ mengalami kejadian unik yang  mungkin bisa bermanfaat/ menginspirasi jika di share ke teman-teman yang ingin melanjutkan ke India?

Kejadian unik lebih kepada kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan interaksi dengan penduduk lokal yang tidak bisa berbahasa Inggris. Misalnya berbelanja di pasar kaget tradisional, tawar menawar dengan supir auto, saya sarankan jika ingin melanjutkan study ke India sebaiknya mempelajari bahasa Hindi akan lebih bagus agar mudah berkomunikasi dengan masyarakat lokal yang tidak bisa berbahasa Inggris. Sering sekali saya beradu mulut dengan supir auto dalam masalah ongkos. Seharusnya kalau dia tidak tahu alamatnya jangan bilang ‘maklum’ yang berarti ‘ngerti’ ini mah sok-sokan ngerti dan tahu alamatnya ditambah yang disupiri nggak tau jalan udah deh puter-puter Hyderabad pake auto alhasil akhir ceritanya akan mengenaskan si supir auto pasti akan minta ongkos lebih. Jadi buat  teman-teman berhati-hatilah saat naik auto di India jika perjalanan jauh jangan sampai kena tipu hahhaha. Make a deal first!

Pengalaman Akademik Paling Mengesankan

Adakah pengalaman akademik yang paling mengesankan selama mbak Rosita menjalani dunia perkuliahan di India? Seperti apakah pengalaman tersebut?

Pengalaman akademik yang paling mengesankan adalah ketika saya bisa menjawab soal external examination 30 halaman berupa essay dalam bahasa Inggris dalam waktu 3 jam nonstop. Sistem pemberian nilai disini adalah 5% assignment, 15% mid –term/ internal exam dan 80% external exam.  

Pesan dan Motivasi

Berikanlah motivasi kepada teman-teman Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah ke India. Periapan berkas, mental, dan lain-lain agar mereka lebih siap ketika sampai di India!


Kita tak perlu hebat untuk menjadi orang hebat
Cari kesempatan dan peluang yang tepat 
Lalu menyusul jadi orang hebat

Siapkan berkas dengan lengkap dalam bahasa Inggris tentunya. Tidak lengkap dalam hal administrasi berarti kalah sebelum berperang karena ijazah, nilai, recommendation letter, curriculum vitae, dan letter of motivation adalah senjata awal kita untuk berperang. Persiapan mental juga sangat penting dalam mengantisipasi kejadian-kejadian di India yang sangat random. 

Mungkin “kekurangberuntungan” bisa jadi akan kamu alami kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apapun jadi kamu harus sudah tahan banting. Jangan sampai bermental kerupuk. Baru diangkat dari gorengan masih panas dan renyah setelah lama-lama diluar kaleng jadi melempem. Alangkah baiknya belajar bahasa Hindi terlebih dahulu agar miss communication dengan penduduk lokal yang tidak mengerti bahasa Inggris bisa diantisipasi.

Kalau kata senior sesepuh mah katanya harus sabar dan tangguh. Tamat dari sini dijamin bisa hidup dimana aja kayak singkong dilempar dimana aja bakalan tumbuh :D 

Udah dulu ya. Terima kasih berkuliah.com 

Nara sumber: Nur Rosita, Osmania University

Reporter: Imam Sultan Assidiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Kenal lebih Dekat dengan Raffles Institute of Higher Education, Sekolah Desain Terbaik di Indonesia

Industri fashion kini sedang berkembang, untuk menghasilkan kualitas rancangan baju yang bagus tentu dibutuhkan oleh para desainer. Banyak generasi-generasi penerus bangsa ini yang ingin menempuh pendidikan di bidang desain. Namun, terhalang oleh fasilitas dan pengetahuan tentang fashion yang masih minim di Indonesia. Mayoritas lebih memilih untuk study di luar negeri.

kali ini berkuliah akan membahas kampus yang spesialis terbaik pada bidang fashion di Indonesia. Mengingat di Indonesia tak banyak atau mungkin tak ada kampus yang benar-benar memberikan pengajaran lebih dalam tentang fashion secara mendetail. Raffles Institute of Higher Education adalah lembaga pendidikan swasta yang difokuskan untuk bidang desain profesional. Program Raffles Institute of Higher Education atau yang biasa disingkat dengan RIHE  dirancang untuk menghasilkan para desainer profesional yang kreatif dan menumbuhkan jiwa pengusaha.



Fasilitas Kampus:
  • Kampus rumah ruang seminar,Ruang kelas
  • Komputer dengan peralatan terbaru dan aplikasi teknologi
  • Studio desain
  • Mac dan laboratorium PC dilengkapi dengan perangkat lunak terbaru
  • Perpustakaan
  • Akses internet nirkabel.
Konsentrasi Jurusan :
  • Desain tata busana
  • Pemasaran & Distribusi
  • Desain interior
  • Digital media desain
  • Desain Komunikasi Visual
  • Manajemen bisnis
  • Wisata & perhotelan

Akreditasi Kampus:
Raffles Institute of Higher Education  telah diakui oleh badan akreditasi  perguruan tinggi di Asia Pasifik. Untuk informasi selengkapnya bisa di akses  https://www.cpe.gov.sg/

Prosedur Pendaftaran:Pendaftaran setiap tahunnya dibuka pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Setiap siswa diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya , kapan siswa tersebut akan masuk.




Persyaratan Pendaftaran bagi mahasiswa Indonesia:

1. Lengkapi Formulir Pendaftaran PDF ini
2. Membayar Biaya Aplikasi
3. Fotokopi ijazah terakhir dan transkrip (bahasa asli dan bahasa Inggris yang diterjemahkan);
4. Fotokopi KTP atau Paspor;
5. 5 foto berukuran paspor

Setelah semua persyaratan lengkap, lalu  konfirmasi ke Raffles Institute of Higher Education, biaya aplikasi IDR10.000.000 harus dibayarkan dengan penyerahan dokumen aplikasi. Biaya aplikasi yang tidak dapat dikembalikan dengan alasan apapun.

Catatan:
Semua program pada Raffles Institute of Higher Education dilakukan dalam bahasa Inggris. Siswa harus memiliki kemampuan untuk berbicara dan menulis dengan lancar dalam bahasa Inggris.Siswa yang tidak memenuhi persyaratan bahasa Inggris minimum akan ditempatkan di Rihe bahasa Inggris sebagai Program Bahasa Kedua (ESL)


Para dosen di Raffles Institute of Higher Education berasal dari seluruh dunia seperti Inggris, Ukraina, Italia, Filipina, Polandia, Serbia, Jerman dan Portugal. Mereka adalah praktisi profesional di bidangnya masing-masing dan telah memiliki wawasan di bidangnya. 

Pusat Pengembangan Profesional
Selain itu Raffles Institute of Higher Education juga menyediakan jasa pusat pengembangan profesional yang meliputi:
  • Penempatan magang
  • Industri Proyek Kerja Sama
  • Penenmpatan Karir Penempatan
  • Konsultasi Karir
  • dan Informasi lainnya
.
Alamat Kampus:
tak hanya berpusat di Jakarta, Raffles Institute of Higher Education juga ada di kota Surabaya, Medan, dan Batam. Kamu bisa mengetahui informasinya dari Senin-Jum’at pukul 09.00-18.00 WIB
Sedangkan Sabtu, 09.00-13.00 WIB

Raffles Institute of Higher Education - Jakarta
Alamat    : Citywalk Sudirman Lt. 6 Jl. K.H. Mas Mansyur No.121 Jakarta 10220
Phone      :  +62 21 2555 6738
Email      :  jakarta@rafflesindonesia.com

Raffles Institute of Higher Education - Surabaya
Alamat   : Wisma BII Lt. 12JL.  Pemuda No. 60 - 70 Surabaya 60271
Phone     :  +62 31 5327084
Email      :  surabaya@rafflesindonesia.com

Raffles Institute of Higher Education - Batam
Alamat    : Harbour Bay Complex Block H No. 10-12, JL. Duyung Sei Jodoh
                  Batu Ampar Batam 29432
Phone      :  +62 778 741 5061/62
Email       :  batam@rafflesindonesia.com

Raffles Institute of Higher Education - Medan
Address  : Kompleks Centre Point, Jl. Timor Blok J No V-VI, Medan 20231 Indonesia
Phone     : +62 61 4525699
Email      :  medan@rafflesindonesia.com

Nah, apakah sekarang kamu tertarik untuk menjadi desainer?
Salam berkuliah

---------------------------------------------------------------------------------------------









.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top