Pemuda Asli Semarang yang Kini Menjadi Mahasiswa di Brussel


Brussel merupakan Ibu Kota Belgia dan tempat bagi markas besar Uni Eropa. Menurut QS World, Brussel berada pada urutan ke 47 the best student cities in the world. Brussel memiliki 2 Top Universities yaitu  Universite Libre de Bruxells (ULB) dan Vrije Universiteit Brussel (VUB). Brussel merupakan kota metropolitan terbesar di Belgia yang menggunakan Bahasa Jerman dan Belanda sebagai bahasa nasionalnya.  Kota yang dikenal dengan Patung Maneken Piss ini terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa Internasional setiap tahunnya, salah satunya mahasiswa dari Indonesia.

Amang merupakan mahasiswa asal Semarang yang sedang menjalani program exchange di Vrije Universiteit Brussel, Brussel. Mahasiswa Teknik Elektro UGM ini menjalani program exchange dari Erasmus+ sejak bulan September 2015 sampai Februari mendatang. Bagimana pengalaman Amang bisa sampai di Brussel? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk kehidupan di Brussel? Berikut pemaparannya.



Perjalanan Menuju Brussel

Saya berangkat ke Brussel tanggal 14 September 2015 menggunakan maskapai KLM Royal Dutch (Maskapai Belanda). Perjalanan dari Yogjakarta –Jakarta- Amsterdam dan sampai ke Brussel, total waktu perjalanan sekitar 22 jam. Saran saya, Sebelum berangkat jangan lupa timbang dulu barang bawaan agar tidak melebihi kapasitas maksimal bagasi, kalau KLM maksimal 30kg. Saat saya berangkat Brussel sedang memasuki musim gugur dan akan sering hujan, maka sebaiknya menyiapkan payung dan jaket yang anti air saat akan berangkat. Selain itu, sebaiknya lihat dulu prediksi cuaca di internet untuk mempersiapkan diri saat sampai di Bandara Brussel.




Dari Bandara Menuju Asrama
 
Akses transportasi umum sangat mudah di Brussel, asrama saya di daerah Ixelles dekat kampus Vrije Universiteit Brussel, bisa diakses menggunakan bus atau kereta dari Bandara. Pembembelian tiket bus atau kereta bisa dilakukan di mesin otomatis atau di loket yang tersedia. Yang penting harus tahu mau naik apa untuk menuju ke asrama. Dulu saya diberi tahu oleh kampus tentang bagaimana akses ke dormitory, tapi tetap juga dengan menggunakan bantuan Google Maps karena informasi dari kampus saat itu belum cukup jelas. Jadi sebaiknya tanya beberapa sumber mengenai bagaimana rute perjalanan dari Brussels Airport menuju Asrama. Sumbernya bisa melalui universitas dimana kita akan berkuliah, PPI setempat, Cari informasi di internet dan juga bisa menggunakan Google Maps atau bisa bertanya langsung pada petugas di Bandara.



Kondisi Asrama di Brussel

Saya tinggal di asrama U-residence kampus VUB. U-residence ini letaknya masih di lingkungan kampus dan harganya sangat terjangkau, 320 Euro perbulan. Harga tersebut untuk kamar yang sharing (sekamar berdua) dan sudah termasuk listrik, air, dan internet. Tapi sayangnya dapur di asrama saya kecil dan hanya ada microwave serta watersink, jadi mau tidak mau saya harus membeli kompor dan alat masak lain. Biaya kos di Brussel termasuk yang termahal di Eropa, maka sangat direkomendasikan untuk tinggal di asrama kampus karna harganya yang ekonomis. 

Penduduk Lokal dan Bahasa di Brussel 

Penduduk Brussel sangat baik bila dimintai bantuan, walaupun tidak seramah di Indonesia. Alhamdulillah saya bisa berkenalan dan beradaptasi dengan lingkungan asrama dan kampus. Karena Brussel merupakan negara yang multikultural, jadi penduduk aslinya sudah terbiasa dengan pendatang dari berbagai negara, yang terpenting jangan malu untuk berkenalan dan bercerita tentang diri kita.

Brussel dikenal dengan negara multibahasa, memiliki dua bahasa resmi yaitu Bahasa Prancis dan Belanda,  namun di universitas-universitas di Brussel menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya dan kebanyakan masyarakat Brussel juga bisa berbahasa Inggris. Meski demikian, sebaiknya sebelum berangkat belajar Bahasa Prancis atau Bahasa Belanda untuk menyapa dan berkenalan dengan penduduk lokal.



Shock Culture 

Masyarakat Brussel sangat menghargai waktu, berbeda dengan di Indonesia yang masih sering mentolerir keterlambatan. Hal ini membuat saya berlatih untuk selalu disiplin dan tepat waktu. Saran saya, kalau ingin datang ke suatu acara atau kelas di Brussel sebaiknya berangkat lebih awal sekitar 15-30 menit.

Cuaca di Brussel 

Brussel sering hujan saat saya datang bulan September, suhunya saat itu sekitar 10-15 derajat celcius. Memasuki bulan November, suhu di Brussel mencapai 3-6 derajat celcius. Brussel hampir sama dengan negara lainnya di Eropa, memiliki 4 musim. Jadi untuk yang akan melewati siklus 4 musim dalam satu tahun di Brussel sebaiknya memiliki persiapan matang saat di Indonesia untuk tinggal di Brussel.

Makanan Khas dan Makanan Halal di Brussel

Untuk makanan halal, banyak snack shop turki yang menjual kebab di seluruh Brussel. Bila ingin membeli daging yang halal bisa ke Pasar Arab atau daerah Perumahan Arab. Brussel terkenal dengan kentang, waffle, dan kerang musslesnya. Saya pribadi sangat suka dengan waffle dari Brussel rasanya enak dan banyak variannya.



Budaya Hidup Penduduk Brussel

Masyarakat Brussel sangat menghargai waktu. Mereka juga sangat terbuka dengan pendatang, hampir tidak ada diskriminasi terhadap minoritas.

Transfortasi
Transportasi umum disini sangat mudah, bisa memakai bus, metro, atau tram. Ada jadwal dan rute yang bisa dilihat di setiap stasiun pemberhentian dan juga di mobile application. Untuk tiket bisa dibeli di mesin otomatis atau di loket setiap halte. Untuk pelajar dibawah 26 tahun dapat membeli tiket berlangganan selama setahun untuk bus, metro, dan tram dengan mendapat potongan lebih dari 50%.



Keamanan di Brussel

Brussel sangat terbuka untuk pendatang darimanapun. Namun akhir-akhir ini sedang heboh pencarian salah satu pelaku teror di Paris yang ternyata tinggal di Brussel, jadi kami harus lebih waspada saat berada di tempat-tempat keramaian Brussel.

Fasilitas Ibadah 
 
Tidak banyak masjid atau tempat ibadah di dekat kampus saya, namun jika ingin beribadah biasanya saya menuju ke masjid di perkampungan Arab sekitar 10 menit dari kampus. Atau bila ingin shalat jumat, KBRI Belgia juga menyediakan ruangan yang selalu dipakai untuk beribadah shalat Jumat setiap minggunya.

Travelling 

Sejauh ini saya sudah jalan-jalan ke kota Brugge, Ghent, dan Antwerp. Sedangkan untuk travelling keluar negeri saya sudah ke Paris dan Amsterdam, kedua kota itu bisa ditempuh via bus dari Brussel. Saat jalan-jalan sebisa mungkin sudah tau tempat-tempat yang ingin dituju dan mempelajari transportasi di kota tersebut. Lalu jangan lupa cek ramalan cuaca, karena pengalaman saat saya di Amsterdam, cuaca tidak begitu bagus sehingga sedikit menyesal. Untuk negara bagian Eropa hampir semua memiliki cuaca extreme, seketika cuaca bisa berubah-rubah, hari ini cerah besok bisa badai bahkan bisa terjadi dalam hitungan jam.



Motivasi 

Saya pribadi memang punya mimpin ingin merasakan kuliah di luar negeri sejak tahun 2013. Impian itu saya catat di handphone saya sebagai pengingat. Namun mimpi saja tidak cukup, harus diiringi dengan usaha yang tidak setengah – setengah. Saya rajin mengecek informasi tentang beasiswa di UGM, lalu mempersiapkan TOEFL dengan mengikuti kursus, dan juga banyak mendengarkan sharing dari teman-teman yang sudah exchange terlebih dahulu. Alhamdulillah setelah beberapa kali gagal saat mendaftar beberapa program exchange, akhirnya dapat kesempatan untuk studi di Brussel ini. Kerja keras dan doa tidak akan mengkhianati!. Semoga Sukses teman-teman Berkuliah.com :)

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Menjalani Hidup Sebagai Mahasiswa di Coventry, Salah Satu Kota Pelajar Terbaik di Dunia


Coventry merupakan salah satu kota di kawasan West Midlands, dekat dengan daerah Warwickshire yang merupakan salah satu provinsi countryside Inggris. Meski tidak sepopuler kota lainnya seperti London dan Manchester, Coventry masuk dalam 50 daftar The Best Student Cities oleh QS World. Salah satu faktor masuknya Coventry dalam 50 The Best Student Cities karena banyaknya mahasiswa asing yang berkuliah di dua universitas top dunia di Coventry, yaitu University of Warwick dan Coventry University.

Mahasiswa asing yang berkuliah di Coventry akan merasa nyaman dengan kehidupan di Coventry yang tidak terlalu Hectic dan dimanjakan dengan fasilitas penunjang yang sangat lengkap, seperti alat trasfortasi yang beragam dan askes menuju kota lain yang sangat mudah. Selain itu,  kota dimana didirikanya pabrik sepeda pertama di dunia ini memiliki banyak kelebihan, selain sebagai The Best Student Cities, Coventry juga memiliki banyak tempat obyek wisata yang membuat betah mahasiswa asing. Seperti Warwick Castle, Stratford-upon-Avon dan Warwick University Art Center yang merupakan rumah bagi kegiatan seni dan pusat seni terbesar di Inggris.

Tertarik untuk lebih lanjut mengetahui kehidupan mahasiswa di Coventry, simak pemaparan Fira berikut ini. 


Perkenalan 

Halo, namaku Shaffira Diraprana Gayatri, biasa dipanggil Fira. Lahir di Gent, Belgia, tetapi besar di Surabaya. Sejak SD sampai SMA (SMAN 5) di Surabaya, kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia dengan mengambil Sastra Inggris. Lulus S1 aku bekerja di Women Research Institute Jakarta, dan Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Depok. Sekarang baru menamatkan S2 di University of Warwick mengambil MA in World Literature.


Dari kecil, kedua orang tuaku sangat menanamkan pentingnya pendidikan yang bagus untuk anak-anaknya, sehingga aku sangat terpacu untuk bisa berprestasi dan mendapatkan beasiswa serta melanjutkan sekolah di universitas kelas dunia. Meskipun berkali-kali mendapatkan penolakan dan gagal hingga aku merasa ingin menyerah, orang tuaku selalu memberikan dukungan yang tidak ada habisnya sampai aku bangun dan mencoba lagi.

Alhamdulillah saat kuliah S1 di Universitas Indonesia tepatnya ketika di semester 4,  aku akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa untuk program student exchange di NUS, Universitas terbaik di Singapura. Prestasi tersebut membuatku sangat bahagia karena akhirnya bisa "membuktikan diri" ke orang tua bahwa aku bisa. Suasana akademik di NUS sangat kompetitif dan kualitas pendidikannya jauh di atas Indonesia. Di sana, aku harus berusaha tiga kali lipat dibandingkan usahaku di UI, namun nilai-nilai yang kudapat jauh di bawah nilai-nilaiku biasanya, sehingga aku sempat sangat down. Tetapi salah satu tutorku yang memberi nilai terendah justru menyemangatiku untuk berusaha lebih keras lagi agar dapat melanjutkan S2 di UK dan berkarir di bidang akademis, dan itulah yang menjadi pelajaran dan cambuk bagiku sampai sekarang.

Berkuliah di Coventry

Aku berkuliah di University of Warwick, letaknya di Coventry, West Midlands. Dekat dengan daerah Warwickshire, yang merupakan salah satu provinsi countryside Inggris yang sangat cantik dengan dua obyek wisata yang terkenal, yaitu Warwick Castle di kota Warwick dan Stratford-upon-Avon, kota kelahiran Shakespeare.



Coventry merupakan kota yang relatif aman. Alhamdulillah selama tinggal di sana tidak pernah mengalami pengalaman buruk di jalan, seperti pencurian atau perampokan maupun rasisme. Aku berkuliah di University of Warwick dengan beasiswa LPDP. Memilih mendaftar ke LPDP karena beasiswa LPDP yang paling sesuai dengan visi dan misi pribadi, yakni untuk berkontribusi ke negara, Indonesia. Setelah berhasil berkuliah di University of Warwick dengan menggunakan beasiswa LPDP, aku Jadi manusia yang semakin bersyukur dan makin open minded, karena pengalaman selama setahun tersebut sangat membuka mata dan wawasan mengenai dunia.

Kendala ketika akan berkuliah di Coventry

Tidak ada kendala yang berarti karena semua sudah dipersiapkan dengan matang. Satu-satunya hambatan adalah terpaksa mengambil tes IELTS hingga dua kali agar sesuai dengan persyaratan yang diminta universitas, namun karena sudah mengambil tes dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum deadline jadi tidak terlalu menjadi masalah.

Sosialisasi dengan penduduk lokal Coventry

Salah satu kelebihan tinggal di Coventry adalah, Coventry merupakan kota yang sangat multikultural, sehingga makanan mancanegara sangat mudah ditemukan, dan penduduknya sudah sangat terbiasa dengan orang-orang Muslim atau non-Eropa. Kalau di departemen tempat aku kuliah, mayoritas (90%) mahasiswanya adalah orang-orang lokal atau Eropa, tetapi mereka sangat baik. Meskipun pertemanan kami hanya sebatas di kampus saja, teman-teman dekatku yang orang lokal malah orang-orang yang kutemui ketika sedang melakukan volunteering di luar kampus.



Manajemen waktu kuliah di Coventry

Tiap orang punya cara belajar masing-masing yang efektif, dan cara belajar aku sendiri nggak bisa dicontoh karena aku termasuk deadliner, hihi. Yang penting antara belajar dan hiburan mesti seimbang supaya dapat produktif dan tidak stress.

Keunggulan berkuliah di kota Coventry khususnya University of Warwick adalah staf pengajarnya sangat mendukung mahasiswa agar dapat berkembang dan menjalani perkuliahan dengan baik. Mereka menyediakan “office hours” yang jelas untuk para mahasiswa yang ingin bertemu dan berdiskusi dengan mereka, dan sangat sigap membalas email, sehingga tidak ada ceritanya mahasiswa harus bersusah-payah “mengejar-ngejar” Dosen. Selain itu mereka selalu sangat rinci dan detil dalam memberikan feedback untuk esai atau tugas kita. Pembimbing tesisku luar biasa baik dan selalu sangat suportif, jauh dari stereotipe “dosbing” yang menjadi momok di Indonesia.

Budaya hidup di Coventry
 
Budaya orang Coventry sebetulnya agak mirip orang Indonesia, khususnya Jawa, yang sopan, ramah, dan indirect. Tapi hal yang dapat kita contoh adalah mereka sangat tertib dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengantri, membuang sampah pada tempatnya, tertib dalam berlalu lintas, dll.


Selain itu, mereka sangat menghargai hak konsumen serta bangga menggunakan produk lokal (di semua supermarket dan restoran dapat ditemukan tulisan yang mengklaim mereka menjual atau menggunakan produk lokal). Mereka juga sangat toleran terhadap perbedaan, bahkan perbedaan diet atau pola makan. Di seluruh chain supermarket besar selalu ada bagian tersendiri untuk makanan halal, vegetarian, gluten-free, lactose-free, dan sebagainya.

Pengalaman paling berkesan saat tinggal di Coventry

Seluruh pengalamanku berkesan, tetapi ada satu hal yang sangat berkesan. Andrea Hirata adalah salah satu penulis Indonesia favoritku dan inspirasiku untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Kebetulan sekali ketika aku di sana, Andrea Hirata mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang Sastra dari University of Warwick. Jadi aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu, nonton bareng Laskar Pelangi, bahkan berdiskusi dengan beliau tentang banyak hal, terutama sastra Indonesia.



Pengalaman travelling   

Aku cukup banyak melakukan travelling di dalam UK sendiri, yang paling berkesan adalah London dan Scotland (daerah utara Inggris, karena sangat cantik). Di luar UK, travelling ke Maroko, Irlandia, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, dan Polandia. Yang paling berkesan adalah Maroko, selain karena tidak memerlukan visa, juga karena kedekatan budayanya dengan orang Indonesia (Maroko adalah negara Muslim), keramahan orang-orangnya, dan keindahan negaranya, mulai dari gurun, gunung es, hingga kota biru di lembah gunung, semua ada di Maroko.



Motivasi  

Salah satu inspirasi terbesarku untuk dapat melanjutkan kuliah di UK adalah kata-kata Andrea Hirata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu". Jadi ingatlah satu hal, "Apapun halangan yang kamu hadapi, jangan takut untuk bermimpi dan meraih mimpi itu, karena Tuhan akan selalu memeluk mimpi-mimpimu".

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Ken : Mengikuti Jejak Penemu Teknologi 4G Asal Indonesia yang Berkuliah di NAIST


Nara Institute of Science and Technology yang lebih dikenal dengan sebutan NAIST merupakan universitas terkemuka di Jepang. NAIST hanya membuka tiga bidang ilmu yaitu Information Science, Biological Science dan Materials Science. NAIST telah berhasil menciptakan banyak Scientis, satu diantaranya adalah Dr. Eng. Khoirul Anwar.
Dr. Eng. Khoirul Anwar telah menyelesaikan S2 dan S3nya tahun 2008 pada Fakultas Information Science. Young Scientist asal Kediri yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini merupakan penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Hasil penemuanya kini digunakan oleh perusahaan besar asal Jepang dan telah menerima penghargaan di tingkat internasional.
Jejak penemu Teknologi 4G itu kini diikuti oleh Kenny Lischer, mahasiswa NAIST  asal  Jakarta yang saat ini sedang menempuh S3 di Fakultas Biological Science. Bagaimana untuk dapat diterima di NAIST dan bekuliah di sana? Simak pengalaman Ken berikut ini.



Alasan Memilih NAIST

Pertama karena saya tertarik untuk mendalami bidang ilmu Biologi Molekuler terutama dibidang Gene Editing dan Development Organ. Di NAIST, Saya mendapat professor dan lab yang cocok yang bisa menyalurkan keinginan saya. Kedua, NAIST cukup terkenal dengan risetnya yang bersaing dengan top university. Secara produksi publikasi riset yang dihasilkan bisa dikatakan bersaing dengan universitas top dunia. Ketiga, karena saya diterima terlebih dahulu di kampus ini. Ketika mengambil kuliah ke luar negeri, prinsip saya adalah dimana yang diterima terlebih dahulu, maka itu yang saya ambil. Alasan yang terakhir adalah saya bisa riset di bidang Gene Editing dan Organ Development.


Proses Pendaftaran

Pengalaman saya untuk mencari S3 cukup berbeda. Saya mendaftar ke lab di NAIST yang memang sedang open position. Ada 3 Professor dari NAIST yang saat itu sedang open position. Saat mendaftar saya hanya mengirimkan CV, Nilai IELTS, Motivation Letter, rekomendasi dari beberapa orang, dan urutan pilihan professor yang dipilih.
Pada umumnya persyaratan untuk kuliah ke luar negeri hampir sama di setiap Universitas baik yang skema normal admission atau open position. Oleh karena itu, persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan jauh-jauh hari. Minta teman atau dosen yang memiliki pengalaman untuk membaca aplikasi kita dan meminta saran dan masukkannya. 



Proses Seleksi

Setelah mendaftar, saya diumumkan terpilih seleksi berkas dan dilanjutkan dengan tes presentasi dan wawancara. Presentasi dilakukan di hadapan para Professor, sementara wawancara dilakukan satu persatu dengan Professor tersebut. Bulan Mei saya mendaftar, seminggu kemudian saya ikut tes, dan satu minggunya kemudian saya diterima. Hasil tes biasanya diurutkan sesuai hasil tes yang telah kita ikuti. Saya mendapat urutan pertama hasil tes tersebut dan mendapat beasiswa MEXT Special Recommendation.

Pada saat tes, saya mencoba mengikuti seperti orang-orang Jepang yang akan ikut tes masuk. Dari segi penampilan yang memakai pakaian formal business dan jas, latihan presentasi agar bisa selesai on time, dan memprediksikan jawaban pertanyaan yang sering ditanyakan seperti motivasi dan alasan masuk NAIST. 

SPP di NAIST

Tuition di Jepang khususnya di NAIST bisa dibilang cukup murah bila dibandingkan dengan Inggris, Amerika, dan negara di Eropa lainnya. SPP di NAIST untuk satu tahun sebesar 535.800 Yen, Sekitar 58-60 jutaan.


Mahasiswa Indonesia di NAIST

Mahasiswa Indonesia di NAIST cukup banyak, sekitar 20 orang. Biasanya setiap dua minggu sekali selalu kumpul untuk pengajian. Selain itu terkadang sering mengadakan party seperti welcome party new student dan farewell party bagi teman-teman yang mau pulang ke Indonesia.



Sistem Perkuliahan di NAIST  

Sistem perkuliahan di NAIST sangat berbeda dengan di Indonesia. Di sini jangan harap bisa mengikuti suatu mata kuliah dengan sukses tanpa membaca atau menonton video terkait materi di dalam kelas. Di dalam kelas akan lebih banyak diskusi daripada hanya memberi pengajaran satu arah saja. Setiap kelas terdapat video rekamannya, jadi apabila suatu waktu ingin mereview materi sebelumnya, bisa melihat video tersebut.

Karena di NAIST saya mengambil S3, tidak banyak kuliah yang saya diikuti. Fokus utama adalah untuk penelitian. Mata kuliah yang diambil terkait dengan persiapan untuk dapat menghasilkan penelitian dan mengkomunikasikan dengan sukses kepada orang lain.


Bidang Ilmu di NAIST 

NAIST hanya memiliki 3 jurusan dan hanya untuk master dan PhD degree saja. 3 jurusan tersebut adalah Biosciences, Material Science, dan Information Science. Ketiganya cukup terkenal baik di Jepang maupun di dunia.

NAIST mulai banyak dikenal ketika salah satu Staff Profesornya yang sekarang pindah di Kyoto University meraih Nobel di bidang Biologi dari hasil temuannya tentang iPSc (Induced Pluoripotency Stem Cell). Dalam temuannya, dia berhasil mengubah sel kulit (fibroblast) menjadi stem cell yang bisa berubah menjadi beragam sel dan organ seperti syaraf, ginjal, jantung, dan lain-lain.


Di Indonesia sendiri, NAIST cukup terkenal karena ada salah satu tokoh Indonesia yang berhasil menemukan teknologi 4G, yaitu Pak Khairul Anwar. Dulu dia kuliah Master dan PhD di Information Sciences NAIST dan sempat mengajar di sini sebelum akhirnya pindah ke JAIST.

Fasilitas Mahasiswa di NAIST 

NAIST bisa dikatakan kampus yang kecil, namun fasilitasnya sangat lengkap. Akses pencari jurnal yang memungkinkan untuk mencari jurnal di jurnal top di dunia, Perpustakaan dengan koleksi lengkap, lapangan olahraga, gym, dan lain sebagainya. Saya sendiri tinggal di Dormitory di NAIST yang berjarak hanya 5 menit ke kampus. Jadi sangat nyaman untuk selalu beraktivitas di dalam kampus.

Bagi mahasiswa muslim, Muslim-muslim dari beberapa negara di NAIST ini biasa melakukan kegiatan shalat berjamaah pindah-pindah tempat untuk mengatasi ketidaktersediaan tempat shalat di NAIST. Karena merasa satu sama lain adalah keluarga, jadi tidak pernah merasa sendirian. Makanan-makanan halal pun bisa didapat dengan mudah dari beberapa toko yang menyediakan dan pembelian online.



Keunggulan Berkuliah di NAIST 

Sistem pengajaran yang baik, fasilitas dan alat penelitian yang masih sangat baru. Hal tersebut sangat mendukung iklim riset di NAIST. Selain itu ada juga mata kuliah yang mengharuskan Internship di Lab di UC Davis, US. Sehingga memungkinkan mahasiswa untuk bisa merasakan iklim riset dan kolaborasi dari negara yang berbeda.

Motivasi

Cukup menjadi dirimu sendiri dan tunjukkan kelebihanmu. Jangan malu untuk berbicara baik dalam Bahasa Inggris maupun bahasa utama dari negara tersebut. Gampang kok untuk kuliah di NAIST, Caranya  persiapkan dengan matang seluruh persyaratannya. Setelah persyaratan siap, lakukan pendaftaran online dengan benar dan teliti. biasanya pendaftaran dibuka setiap bulan September-Desember. Semoga Sukses teman-teman Berkuliah.com.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Amang : Lolos Beasiswa Erasmus+ untuk Program Exchange di VUB Ternyata Mudah Loh


Siapa yang ingin exchange ke Vrije Universiteit Brussel ? Persyaratannya cukup mudah, asalkan kamu mau berusaha. hehe...

Seperti yang telah dilakukan oleh Nurrachman Sukho Mahady, mahasiswa Teknik Elektro UGM ini berhasil lolos untuk menjalani exchange di Vrije Universiteit Brussel  atau biasa disebut VUB selama 1 semester dengan beasiswa Erasmus +. Mahasiswa yang biasa dipanggil Amang ini mulai bermimpi ingin menjadi mahasiswa exchange di luar negeri sejak tahun 2013, dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Meski pernah gagal beberapa kali, Amang akhirnya terpilih untuk menjadi mahasiswa exchange di VUB mulai bulan September 2015 sampai Februari mendatang.

Ingin mengikuti jejak Amang? Simak interview kami di bawah ini

  • Halo Mas Amang, bisa diperkenalkan untuk teman-teman Berkuliah.com ?
Halo perkenalkan nama saya Nurrachman Sukho Mahady, saya biasa dipanggil Amang. Saya dari Semarang dan saat ini berkuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Elektro. Bulan September – Februari ini saya berkesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar di Vrije Universiteit Brussels (VUB) untuk program Electromechanical Engineering.



  • Saat ini Mas Amang sedang menjalani exchange di VUB, melalui program atau beasiswa apa?
Program exchange ini menggunakan beasiswa Erasmus+ untuk pertukaran pelajar mahasiswa S-1. Erasmus sendiri memiliki beberapa jenis program seperti AREAS, Lotus, Smartlink, dll. Perbedaan dari tiap program adalah universitas yang bekerjasama di dalamnya baik dari Eropa maupun Asia. Untuk UGM sendiri ikut berpartisipasi dalam program AREAS dan Lotus, jadilah saya mendaftar kedua program tersebut. Khusus untuk program Teknik Elektro sendiri ada 4 universitas yang berpartisipasi dalam program Lotus, di antaranya : VUB, Uppsala University, University of Kent, dan University of Limerick.

  • Bagaimana proses pendaftaran program exchange Erasmus + dan apa persyaratannya?
Tahap beasiswa Erasmus untuk exchange cukup mudah, hanya perlu menyiapkan berkas-berkas seperti : Sertifikan TOEFL, Motivation Letter, Reference Letter dari dosen, Passport, Curiculum Vitae dan ada beberapa universitas yang mensyaratkan IELTS dan video.



  • Bagaimana proses seleksinya?  Dan tips dan trik apa yang bisa dibagi untuk teman-teman Berkuliah.com agar dapat diterima pada program tersebut?
Erasmus+ hanya memiliki satu tahap seleksi, yaitu seleksi berkas. Siapkan TOEFL sebaik – baiknya. Atau IELTS bila ingin apply ke Inggris, atau sertifikat Bahasa Jerman bila ingin apply ke Jerman. Mintalah Reference Letter kepada Dosen yang memiliki jabatan atau profesor karena itu akan menambah nilai dari Reference Letter kita. Dan biasanya Proses seleksi akan  memakan waktu sekitar 1-2 bulan.

Tipsnya, Persiapkan berkas-berkas yang akan diajukan dengan matang dan memenuhi standar. Kemudian Saat memilih universitas usahakan memilih program studi yang sesuai dengan background dan minat kita, serta berikan contoh pengalaman yang kita miliki untuk menunjang studi kita di universitas yang akan kita tuju.

  • Setelah diterima pada program Erasmus +. Selanjutnya langkah apa yang harus ditempuh? Dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk keberangkatan dan kehidupan di Brussel?
Pertama adalah mengurus registrasi online di VUB. Lalu mencari tempat tinggal di sana juga merupakan hal yang penting, jangan asal mencari tempat tinggal. Kunjungi situs-situs kos yang terpercaya atau kalau perlu tanya ke PPI setempat untuk mendapat referensi tempat tinggal yang tepat. Kemudian baru mempersiapkan barang-barang yang akan kita bawa.



  • Fasilitas apa saja yang didapatkan dari program Erasmus +? Seperti pembuatan Visa dan Asuransi. Tiket pesawat PP, dll.
Untuk program bachelor diberikan tiket pesawat PP Brussels - Indonesia bahkan sampai daerah asal saya, Yogjakarta. Biaya pembuatan Visa dan Asuransi, serta uang saku 1000 Euro setiap bulannya.

  • Kenapa memilih kampus VUB dan Brussel, padahal Erasmus + telah bekerjasama dengan beberapa universitas untuk program yang sama?
Saya memilih VUB karena program studinya Electromechanical Engineering sesuai dengan minat saya dan juga Brussels termasuk negara yang maju dalam hal ketenagalistrikan dan teknologi kendaraan, sehingga akan sangat bermanfaat jika saya bisa belajar di Brussels

  • Sesampainya di Brussel, tinggal di mana dan bagaimana akses dari tempat tinggal menuju universitas?
Saya tinggal di asrama U-residence yang letaknya masih di lingkungan VUB sehingga untuk kekampus bisa diakses dengan berjalan kaki.


  • Di VUB mengambil jurusan apa? Apakah jurusan dan mata kuliah di VUB sama dengan yang  dipelajari saat di UGM?   
Di VUB saya mengambil jurusan electromechanical, mirip dengan jurusan saya di UGM yaitu Teknik Elektro. Mata kuliahnya hampir sama hanya ada beberapa mata kuliah yang baru untuk saya, seperti Piston Engine, Design Methodology, dan Batteries, dan mata kuliah tersebut bisa menambah pengetahuan saya.

  • Bagaimana sistem perkuliahan di VUB ?
Sistem perkuliahannya hampir sama dengan di Indonesia, saat pelajaran di kelas mahasiswa dituntut untuk aktif berdiskusi, jadi sistem pembelajarannya 2 arah. Setiap mata kuliah akan ada tugas akhir yang harus diselesaikan secara kelompok. Untuk ujian akhir bisa berupa written exam atau oral exam, namun kebanyak berupa oral exam dimana kita harus paham dengan materi pelajaran dan bisa menyampaikannya di hadapan dosen.

  • Bahasa apa yang digunakan dalam perkuliahan di VUB? Dan bagaimana adaptasi di kelas internasional di VUB?
Semua kelas master di VUB menggunakan Bahasa Inggris, sehingga relatif tidak ada kendala. Cara mudah untuk beradaptasi di kelas yaitu jangan malu bertanya dengan teman atau dosen bila ada sesuatu yang belum jelas atau belum kita pahami.


  • Kesulitan atau kendala apa yang dihadapi saat berkuliah di VUB? Dan bagaimana solusinya?
Karena di kelas saya tidak ada teman yang dari Indonesia, maka mau tidak mau saya harus berkenalan dengan teman-teman dari negara lain. Di kelas pula saya dituntut untuk aktif menjawab pertanyaan dari Dosen. Selain itu setiap mata kuliah di Fakultas Teknik selalu ada project atau tugas akhir, jadi saya harus mengerjakan tugas tersebut sedikit demi sedikit agar tidak menumpuk di akhir perkuliahan.

  • Shock culture apa yang dirasakan saat berkuliah di VUB?
Orang-orang di Brussel terbiasa melakukan segala sesuatu dengan cepat dan efisien, bahkan berjalan pun sangat cepat. Dulu saya kira orang Eropa sangat individualis dan tidak ramah, namun ternyata mereka juga ramah dan tidak segan untuk memberi bantuan kepada kita.

  • Bagaimana Fasilitas kampus di VUB?
Di VUB mahasiswa disediakan fasilitas olahraga yang lengkap seperti lapangan sepak bola, kolam renang, gym, lapangan futsal indoor. Kantin VUB juga menyediakan makanan yang lengkap dengan harga murah, hanya dengan 5 Euro kita bisa mendapat makan besar lengkap dengan sup dan dessert nya.


  • Hal paling menyenangkan saat kuliah di VUB?
Bisa bertemu teman-teman baru dari negara-negara lain, main sepak bola bersama teman-teman dari Eropa,  dan tentunya bisa jalan-jalan ke negara lain di Eropa

  • Apa yang dirasakan setelah berhasil mewujudkan mimpi menjadi mahasiswa exchange di luar negeri ?
Saya merasa lebih percaya diri saat mengemukakan pendapat dan berkomunikasi dengan bahasa inggris. Saya juga merasa bersyukur dapat merasakan enaknya travelling keliling Eropa, karena transportasi umum yang mudah diakses, mencari penginapan juga mudah dan semua bisa diakses dan dipesan via online.


  • Tips apa yang bisa diberikan untuk teman-teman Berkuliah.com agar mampu mewujudkan mimpinya seperti Mas Amang?
 Saya pribadi selalu mencatat setiap mimpi saya, dari catatan itu saya akan berusaha mempersiapkan segala hal yang penting untuk meraih mimpi saya. Seperti untuk exchange ini sudah saya siapkan dari tahun 2013, mulai dari kursus Bahasa Inggris, tes TOEFL, mencari informasi beasiswa dan exchange, dll. Dan jangan lupa sertakan selalu doa orang tua disetiap usaha yang kita lakukan agar mimpi kita lebih mudah dikabulkan Allah SWT. Dan prinsip saya, Mimpi tanpa usaha adalah nol. Bukan kaya dulu baru memberi, tapi memberi dulu maka kita akan kaya.

Sekian inteview mengenai pengalaman Mas Amang saat mendaftar beasiswa Erasmus+ sampai sekarang menjadi mahasiwa exchange di Vrije Universiteit Brussel. Mudah kan untuk mendapatkan Beasiswa Erasmus+?. Bagi kamu yang tertarik mengikuti jejak Mas Amang, segera persiapkan, berusaha.. usahaa... dan do'a. Karena kata pepatah, usaha tanpa do'a artinya sombong, dan do'a tanpa usaha adalah bohong, jadi harus kita seimbangkan keduanya. Semoga Sukses :)

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Fira, Diterima di University of Warwick dalam Waktu Satu Minggu


Shaffira Diraprana Gayatri merupakan mahasiswa S2 University of Warwick Program study Sastra Dunia. Mahasiswa yang akrab dipanggil Fira ini berhasil lolos beasiswa LPDP untuk mendukung study masternya. Selain aktif dalam kegiatan kemahasiswaan di University of Warwick dan PPI, dia juga sempat menjadi sukarelawan di kamp migran “the Jungle” Calais, Prancis, selama tiga bulan. Yang lebih menarik, saat mendaftar ke University of Warwick Fira hanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk mendapatkan LoA. Dan kali ini, Fira akan berbagi pengalaman dan tips untuk dapat diterima menjadi mahasiwa University of Warwick.

Go for it – you won’t regret it! I had the time of my life at Warwick, and so will you!. -Fira-


Alasan Memilih University of Warwick

Kebetulan dari dulu aku memang ingin melanjutkan sekolah S2 ke Inggris, karena latar belakangku Sastra, dan Inggris merupakan salah satu negara yang paling bagus untuk mengambil Sastra. Setelah melakukan riset sejumlah universitas di Inggris, University of Warwick menawarkan program studi yang paling cocok dengan yang kuinginkan. Selain itu, Warwick merupakan universitas dengan reputasi yang sangat bagus di Inggris, terutama untuk bidang sosial dan humaniora.


Aku mengambil program studi Sastra Dunia (MA in World Literature). Singkatnya, kita mempelajari dunia melalui karya-karya sastra dari berbagai negara di luar kawasan Eropa dan Amerika Utara, jadi dengan fokus yang lebih besar terhadap negara-negara dunia berkembang, misalnya di kawasan Afrika, Asia, Karibia, dll.

Pendaftaran ke University of Warwick

Langkah pertama dan paling penting sebelum melakukan pendaftaran adalah melakukan riset secara teliti. Kalau aku sendiri, setelah melakukan riset sejumlah universitas, membuat tabel yang berisi 6 besar universitas dan program studi pilihanku. Tabel itu berisi detil seperti persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan, deadline pendaftaran, biaya, dan sebagainya (harus dibuat serinci mungkin supaya jelas).  Dari 6 besar itu, aku memilih 4 besar untuk diproses aplikasinya.


Timeline juga perlu jelas. Kalau aku sendiri, periode riset dimulai kira-kira bulan Juni setahun sebelumnya. Bulan September-Desember membuat personal statement / letter of purpose (termasuk proofreading dan revisi sampai 7 kali). Bulan November-Desember persiapan IELTS. Bulan Januari-Maret fokus submit aplikasi sekolah. Bulan Maret-April aplikasi beasiswa, dan sebagainya.

Tips: untuk mendaftar sekolah di luar negeri harus melakukan persiapan yang sangat matang. Kuncinya: Riset!, Diskusi dengan alumni dari universitas yang dituju penting, tapi kadang informasi yang kita cari sudah ada di website universitas. Jadi, jangan malas mencari informasi sebanyak mungkin. Persiapan dari jauh-jauh hari, jangan mendadak!.

Tes Masuk University of Warwick

Proses seleksinya sendiri aku kurang tahu, yang jelas setelah kita melengkapi proses aplikasi dan submit semua berkas (semua dilakukan via online), kita tinggal menunggu kabar saja dari universitas. Lamanya sangat tergantung universitas masing-masing, mulai seminggu hingga sebulan. Untuk Warwick, aku sudah mendapat Letter of Acceptance seminggu setelah memasukkan aplikasi.


Tips: Percaya diri! Tidak banyak yang tahu bahwa universitas-universitas mancanegara sangat membutuhkan mahasiswa internasional. Selain karena kita membayar biaya SPP yang jauh lebih mahal daripada mahasiswa lokal, juga karena rasio mahasiswa internasional sangat berpengaruh terhadap kenaikan ranking universitas. Jadi, selama semua berkas aplikasi kita lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang diminta, Motivation Letter kita bagus dan tanpa cacat, dan surat rekomendasi dari dosen juga meyakinkan, kita memiliki chance yang besar untuk diterima!.

Sistem Perkuliahan di University of Warwick

Perkuliahan di kelas menggunakan Bahasa Inggris. Kendalanya adalah sistem akademik yang berbeda antara di Inggris dan di Indonesia. Kalau di Inggris fokusnya adalah mahasiswa, jadi kita dituntut untuk membaca banyak jurnal (biasanya kita diberi daftar reading untuk dibaca sebelum kelas tiap minggu), dapat berpikir kreatif dan berargumentasi di kelas, dan dapat menulis esai argumentatif dengan baik. Kebetulan aku pernah melakukan pertukaran pelajar di NUS Singapura yang juga menerapkan sistem seperti itu jadi tidak terlalu kaget dibandingkan teman-teman Indonesia yang lainnya.


Solusinya: Banyak-banyak belajar dan memperbaiki diri.
  • Departemenku menyediakan dukungan yang sangat besar dengan memberikan kami beberapa sesi Introduction to Academic Writing yang sangat membantu, selain itu ada juga konsultan yang bisa kami datangi untuk konsultasi mengenai tulisan kami.
  • Aku juga membaca beberapa buku yang direkomendasikan dosenku mengenai academic writing untuk membantuku menulis esai yang baik.
  • Untuk menghadapi reading list: penting untuk dapat membaca dengan cepat serta menerapkan strategi skimming and scanning, serta mencatat poin-poin yang penting serta dapat dikritisi dari jurnal.
  • Selama membaca jurnal kita harus mempertanyakan 5W dan 1H dari tulisan tersebut. Jangan takut untuk mengkritisi atau mendebat argumen dari esai atau buku yang kita baca.

SPP di University of Warwick

Untuk international students, Taught Master’s di bidang sosial dan humaniora sekitar GBP 16,000-18,000, sedangkan Taught Master’s di bidang science sekitar 20,000-21,000. Untuk jurusan-jurusan di fakultas Warwick Business School lebih mahal, sekitar GBP 26,000-35,000.


Keunggulan University of Warwick

Warwick memiliki reputasi yang sangat bagus di UK dan dunia internasional (merupakan universitas top 10 di UK). Selain itu Warwick adalah universitas yang kampusnya terdiri dari satu kompleks tersendiri (kalau di Indonesia seperti Universitas Indonesia) sehingga suasana kampusnya sangat terasa dan sangat mendukung untuk belajar, tidak seperti di kota-kota lain seperti London dimana kampus-kampusnya hanya terdiri dari beberapa gedung yang tersebar di seluruh kota.

Bidang ilmu terbaik di University of Warwick adalah Bisnis (menurut WBS meraih ranking 1 di UK), Sosial dan Humaniora (Economics, PPE, Drama, dll), dan Matematika.


Fasilitas Mahasiswa di University of Warwick 

Fasilitas untuk mahasiswa sangat banyak dan bagus, misalnya sports centre (termasuk gym, kolam renang, lapangan tenis, dan running track), gedung-gedung konferensi, laboratorium, ruangan-ruangan belajar yang memadai (mahasiswa postgraduate dan research students mendapat ruangan tersendiri), koleksi perpustakaan yang lengkap dan memiliki 13 gedung.

Dukungan yang diberikan universitas juga sangat bagus, baik dari universitas maupun Student Union, dari counseling, kegiatan olahraga, kegiatan refreshing, hingga seminar, semua ada. International students juga diberikan keutamaan dalam mendapat akomodasi.




Sosialisasi di Lingkungan Internasional

Untuk sosialisasi di lingkungan internasional kita harus Open-minded, jangan takut memulai perkenalan, percaya diri menggunakan bahasa Inggris, jangan hanya membatasi diri berteman dengan teman-teman dari satu negara, sering-sering mendatangi acara atau bergabung dengan komunitas/klub yang sesuai minat kita, di situlah kita dapat berteman dengan orang-orang yang memiliki interest yang sama.


Mahasiswa Indonesia di University of Warwick

Untuk tahun 2014-2015, mahasiswa Indonesia di Warwick ada sekitar 50 orang, dari undergraduate sampai doctoral degree. Mahasiswa Indonesia di Warick sangat sering berkumpul, terutama ketika acara PPI (sekitar 2 bulan sekali, atau kadang sebulan sekali). Karena sedikitnya mahasiswa Indonesia di sana, kami sangat dekat satu sama lain.


Menarik bukan! Untuk teman-teman yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri, sekarang lakukan risetmu. Setelah yakin dengan program studi apa yang akan kamu pilih, tentukan negaranya. Pilih universitas terbaik di bidangmu, dan catat seluruh informasi penting yang berkaitan dengan pendaftaran mahasiswa baru. Semoga berhasil :)

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Tidak Mendapatkan Peluang Beasiswa dalam Negeri, Andi Berkuliah di University of Tokyo dengan Beasiswa Pemerintah Jepang


University of Tokyo merupakan Universitas Top Dunia, menurut QS World Universitas ini berada pada urutan ke 39 universitas terbaik dunia mengungguli University of Melbourne dan University of Sydney. Universitas ini unggul dalam bidang penelitian, baik teknologi maupun sains. Terbukti, pada tahun ini salah satu penelitian Cosmic Ray di University of Tokyo dianugrahi penghargaan nobel dalam bidang Fisika.  

Andi, yang sejak kecil memiliki cita-cita menempuh pendidikan di universitas terbaik ini berhasil untuk mewujudkan cita-citanya. Peneliti muda yang juga pemenang duta budaya dan pariwisata Yogjakarta ini berhasil lolos dan menjadi mahasiswa di University of Tokyo dengan beasiswa pemerintah Jepang. Berikut Ceritanya...
 
Perkenalan 

Nama saya Dwi Andi Listiawan biasa dipanggil Andi. Pendidikan mulai SDN, SMPN dan SMAN  di  Purwodadi. Saat SMA, saya menilai bahwa saya memiliki potensi pada mata pelajaran Matematika dan Biologi. Karena hal tersebut, selepas  SMA saya ingin focus pada bidang Biologi dan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Biologi UGM.


Setelah menyelesaikan S1, saya bekerja di Perusahaan Swasta selama 3 tahun. Dari pengalaman bekerja itu saya menyadari bahwa saya lebih menyukai aktivitas berbagi ilmu dan inspirasi, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan ingin menjadi seorang pendidik. Karena cita – cita itu saya memilih untuk resign dan melanjutkan pendidikan saya. Saya senang belajar, sebenernya saya bukan tipikal orang yang ambisius, tetapi sejak kecil saya memiliki cita-cita menempuh pendidikan terbaik agar memiliki masa depan yang baik dan bermanfaat bagi umat. Saya S2 di Graduate Program on Environmental Sciences di The University of Tokyo,  lulus pada bulan September 2015 dan masih pada kampus dan program yang sama sekarang sedang menempuh S3.

Selain kuliah dan penelitian, aktivitas lainnya yaitu  Bisnis Anime Figure dan Boneka Kartun, Persatuan Pelajar Indonesia di Tokyo, dan Volleyball Club. Saya menjadi satu-satunya mahasiswa asing dalam Volleyball Club di University of Tokyo. Melalui Club ini, selain olah raga yang buat badan sehat, saya juga bisa lebih mengenal dan belajar budaya dan bahasa Jepang.

Pendaftaran Beasiswa MEXT

Saya mendapatkan beasiswa Pemerintah Jepang (MEXT), atau yang lebih sering dikenal dengan Monbusho University to University (U to U). Dulu tahun 2011 belum ada beasiswa LPDP yang sangat menguntungkan seperti sekarang ini, dulu saya mencari-cari beasiswa ke Kemendikbud tidak ada beasiswa yang memungkingkan. Saya ingin daftar beasiswa S2 dari Kemendikbud, syaratnya harus merupakan Dosen di Lingkungan Kemendikbud. Saya ingin daftar Dosen, syaratnya harus S2. Jadi seperti lingkaran setan, dan saya tidak bisa masuk kedalamnya. Mungkin memang Kemendikbud memprioritaskan untuk memberikan beasiswa ke Dosen-Dosen di Indonesia yang masih S1.


Akhirnya saya harus mencari beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Negara lain, pilihan saya jatuh ke Jepang karena selain saya suka, Dosen Pembimbing Skripsi saya lulusan S2/S3 Jepang dan beliau banyak menginspirasi saya untuk melanjutkan studi di Jepang. Beasiswa Monbusho U to U sangat mudah dan sederhana, berbeda dengan Monbusho G to G yang mengharuskan test di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Monbusho U to U merupakan beasiswa atas dasar kerjasama dua universitas. 

UGM memiliki Kerjasama yang sangat baik dengan The University of Tokyo.Prosesnya cukup dengan melakukan korespondensi dengan professor di The University of Tokyo, apabila professornya mau menerima kita sebagai penerima beasiswa, biasanya akan melakukan test sederhana seperti membuat essay dan wawancara. Apabila professornya setuju, maka kita diwajibkan mengirimkan dokumen aplikasi beasiswa ke Jepang.

Seleksi tingkat fakultas dan universitas di Jepang inilah yang sangat ketat dikarenakan peminatnya sangat banyak. Jika kita dipilih oleh universitas untuk direkomendasikan ke Kementrian Pendidikan Jepang sebagai penerima beasiswa, besar kemungkinan akan diterima. Reputasi universitas umumnya menentukan tingkat keketatan atau persaingan seleksi internal universitas dikarenakan banyaknya pelamar.

Pendaftaran University of Tokyo

Berbeda dengan pendaftaran beasiswa MEXT, pendaftaran ke University of Tokyo jauh lebih rumit, kita harus mengikuti seleksi berkas dan atau ujian masuk. Untuk seleksi berkas umumnya calon mahasiswa harus memasukan beberapa dokumen seperti :
  • TOEFL IBT (umumnya minimal 80, namun tergantung jurusan, contohnya departemen saya menerima dengan rata-rata diatas 100)
  • GRE General/Subject
  • Research Plan
  • Ijazah dan Transkrip
  • Formulir Pendaftaran  dan  Foto
  • Statement of Purpose

Apabila tidak mengikuti seleksi berkas yang persyaratan dokumennya terlampir di atas, umumnya mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian masuk universitas. Bagi teman – teman Berkuliah.com yang hendak mendaftar ke University of Tokyo, segera persiapkan nilai TOEFL IBT, GRE dan Persiapkan track record akademik yang baik,  jadi tidak hanya sekedar IPK, karena bukti tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan kelulusan.

Alasan Memilih Bioteknologi

Perkembangan Bioteknologi di Indonesia memprihatinkan. Contohnya pada Bioteknologi tanaman. Meskipun Indonesia sudah mampu menghasilkan Rekayasa Genetika Tumbuhan generasi pertama seperti tanaman tahan cekaman, hama dan penyakit.  Di negara-negara maju Bioteknologi tanaman sudah sampai generasi ketiga dengan menghasilkan tanaman-tanaman yang mampu mengatasi polusi pada lingkungan, selain tanaman yang mengandung nutrisi bermanfaaat untuk kesehatan. Saya percaya bahwa Bioteknologi akan memegang peranan penting di masa yang akan datang sehingga Indonesia harus menyiapkan SDM unggul di bidangnya agar mampu bersaing dengan negara lain. Saya menyiapkan diri menjadi salahsatu SDM tersebut.


Fasilitas Penelitian di University of Tokyo

Fasilitas penelitian jauh berbeda, di sini penelitian sangat didukung sehingga dapat menghasilkan publikasi di Jurnal Internasional dengan reputasi tinggi. Salahsatu perbedaan yang sangat mencolok adalah, adanya Laboratorium Riset dan Laboratorium Pengajaran. Di Indonesia, mayoritas laboratorium di Perguruan Tinggi berfungsi sebagai laboratorium pengajaran, misalnya untuk praktikum mahasiswa. Namun fasilitas penelitian di laboratorium Indonesia sangat minim. Di University of Tokyo, terdapat laboratorium pengajaran khusus untuk praktikum mahasiswa. Laboratorium yang dimiliki oleh Professor berfungsi sebagai laboratorium riset dengan fasilitas yang memadai.



Motivasi

Awalnya saya sempat minder berkuliah di University of Tokyo, karena meskipun berlatar belakang lulusan Universitas Ternama di Indonesia, teman-teman saya adalah lulusan kampus Top Dunia seperti University of California Berkeley, Imperial College London, Australian National University dll. Namun saya berpikir, latar belakang alumni mana itu tidak berpengaruh, yang penting adalah kemampuan dan kemauan kita untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Justru saya mengambil hal positif yaitu, saya memiliki jaringan internasional dengan orang-orang hebat dari berbagai latar belakang pendidikan.


Selalu bersikap positif. Tidak hanya berpikir positif, namun juga mampu mengimplementasikan pikiran positif tersebut menjadi sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Sikap positif InsyaAllah mendatangkan banyak kemanfaatan bagi diri sendiri dan orang lain. Khoirun Naas Anfa'uhum Lin Naas : “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top