Sensitif Disinggung Tentang Skripsi? BACA INI, KAMU PASTI SUKSES SKRIPSI!

Menjadi mahasiswa adalah sebuah masa dimana kita diharuskan untuk mengatur diri kita sendiri. Tidak seperti masa sekolah, mulai dari TK sampai SMA dimana semuanya sebagian besar diatur oleh orang lain. Diatur oleh orang tua, diatur oleh sekolah, diatur oleh guru-guru, bahkan secara tidak sadar diatur oleh teman kita sendiri. Lalu di bangku kuliah, dengan status sebagai mahasiswa, kita diharuskan untuk mengatur diri kita sendiri. Mengatur kapan saja waktu untuk untuk belajar, mengatur ilmu apa yang dipelajari, sampai mengatur kapan akan lulus menjadi sarjana.

deviantart
Oke, yang terakhir ini tampaknya akan menjadi topik menarik. Kapan akan lulus? Lulus itu mudah, tinggal melengkapi syarat-syarat dan mengenakan toga lalu berfoto bersama keluarga dan mengambil ijazah. Yang membuatnya sulit adalah syarat-syaratnya. Salah satunya adalah yang semua orang kenal sebagai skripsi. Iya, skripsi. Hasil tulisan kita mengenai suatu penelitian yang mengangkat sebuah tema khusus dari apa yang sudah kita pelajari di kampus.

Skripsi bagaikan sebuah tujuan akhir mahasiswa di masa-masa belajarnya di kampus. Ketika menginjak tahun kedua masa kuliah, banyak mahasiswa mulai memikirkan gambaran skripsinya nanti. Mau mengangkat tema apa? Mau mengerjakannya dengan metode apa? Mau mengerjakannya di bawah bimbingan dosen yang mana? Dan yang paling penting adalah mau diselesaikan kapan?

Rasanya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak ingin lulus secepatnya dan menjadi sarjana. Semua mahasiswa pasti memiliki target lulus masing-masing. Bahkan tak jarang mereka sudah menentukan target waktu kelulusan sejak mereka diterima di suatu kampus. Tinggal bagaimana di perjalanannya nanti, apakah mereka akan benar-benar bekerja keras untuk mengejar target tersebut atau tidak. Bisa saja ketika menjadi mahasiswa baru, semangat menggebu-gebu dan keinginan untuk lulus cepat begitu kuat, tapi dalam perjalanannya nanti akan ada banyak faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memenuhi target waktu kelulusan mereka.

Ada yang lebih cepat dari target dan ada yang lebih lama dari target yang sudah mereka tentukan sendiri. Ini semua dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, seperti lingkungan, pergaulan, kebiasaan belajar, dan yang paling sangat mempengaruhi adalah kesadaran diri sendiri. Yang dimaksud dengan kesadaran diri sendiri di sini adalah niat dari dalam diri kita masing-masing. Benarkah ingin memenuhi target tersebut? Benarkah ingin menepati target yang dipasang sendiri itu? Kalau memang iya, kalau memang target tersebut terpatri kuat di dalam diri seseorang maka dengan mudah target ini akan terpenuhi. Meskipun ada faktor-faktor lain yang berusaha untuk menghalangi.

Kesadaran diri sendiri untuk mengerjakan skripsi adalah satu poin yang akan sangat menentukan kapan seseorang akan lulus dari jurusan ilmu yang ia pelajari sekarang. Tidak seperti masa di bangku sekolah, saat kita selalu diingatkan setiap ada ujian, dimana semuanya sudah dijadwalkan secara teratur oleh sekolah, di bangku kuliah semua waktu diatur oleh diri kita sendiri. Kapan mulai mengerjakan skripsi akan menjadi tanggung jawab dan kesadaran dari diri kita masing-masing.

Memulai mengerjakan skripsi bukanlah sesuatu yang mudah. Menyusun skripsi harus dipikirkan dengan matang. Untuk mulai menulis skripsi dibutuhkan niat dan kesungguhan yang tidak boleh setengah-setengah. Ini yang sering menjadi hambatan bagi mahasiswa. Banyak dari mereka yang kesulitan untuk membangun niat supaya mulai mengerjakan skripsi. Padahal kalau tidak dimulai sekarang juga, skripsi akan semakin lama selesai yang otomatis menyebabkan waktu lulus menjadi semakin lama lagi.

Bagaimana sih cara kita untuk memacu diri sendiri agar bersemangat mengerjakan skripsi? Hal pertama yang perlu ditanyakan sebelum mulai mengerjakan skripsi adalah apa tujuan awalmu ketika memutuskan untuk kuliah? Untuk bekerja? Apa syaratmu supaya bisa diterima bekerja? Ijazah, bukan? Bagaimana kamu memperolehnya? Dengan mengerjakan skripsi dan lulus dari kampusmu. Begitu, kan? Nah…kalau kamu memang ingin cepat-cepat bekerja dan punya penghasilan sendiri cepat-cepatlah kerjakan skripsimu.

Alasan lain yang cukup bisa dijadikan motivasi yang kuat dalam mengerjakan skripsi adalah target menikah. Semua orang pasti punya target menikah masing-masing. Untuk menikah, selain pasangan, seseorang juga harus memiliki pekerjaan yang tetap supaya bisa hidup mandiri dengan pasangannya nanti. Boleh-boleh saja sih kalau kamu memilih untuk menikah sebelum lulus dari kampus, tapi percayalah bahwa akan lebih menyenangkan jika kamu menikah dalam status sudah bekerja bukan sebagai mahasiswa. Karena itulah, cepat-cepatlah selesaikan skripsi supaya waktu menikah juga semakin dekat.

Niat sudah dikantongi, tapi mengapa ada saja hal-hal yang menghalangi skripsi untuk selesai ditulis? Ada banyak hal yang bisa menjadi faktor pengganggu kita dalam mengerjakan skripsi. Apa saja? Simak uraian berikut, tentang apa-apa saja yang menyebabkan seseorang terhambat dalam mengerjakan skripsinya.

Pertama dan yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah rasa malas. Siapapun bisa mengalami penyakit yang satu ini. Penyakit berbahaya yang tidak ada obatnya di rumah sakit manapun. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali diri kita sendiri. Hanya kemauan keras dari dalam diri sendiri lah yang bisa menghilangkan rasa malas.

Skripsi bukanlah hal yang sederhana. Bukan sebuah cerpen yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Butuh pemikiran yang matang dan waktu yang cukup lama untuk membuatnya menjadi sempurna. Karena itulah, rasa malas sedikit saja akan bisa menjadi penghambat bagi seseorang untuk mengerjakan skripsi. Sedikit saja dihinggapi malas maka skripsi tidak akan pernah bisa tersentuh. Kalaupun memaksakan diri, sudah pasti pengerjaannya akan asal-asalan dan bisa jadi malah akan membuat penulisan skripsi menjadi lebih lama lagi.

Kedua, hal yang bisa menghambat penulisan skripsi adalah tidak ada waktu. Ini biasa terjadi pada mereka yang sudah bekerja sebelum lulus kuliah. Banyak mahasiswa jaman sekarang ini yang memilih untuk bekerja sambil kuliah. Jadwal bekerja seringkali membuat mahasiswa menjadi semakin sedikit memiliki waktu untuk memikirkan kuliah termasuk untuk mengerjakan skripsi. Sebenarnya bekerja tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk tidak punya waktu mengerjakan skripsi. Ketika seseorang memutuskan untuk bekerja sambil kuliah, secara otomatis dia harus sadar kalau dia harus pandai membagi waktunya antara bekerja dan kuliah. Jangan sampai bekerja mengganggu kegiatan perkuliahan karena sebagai mahasiswa kuliah adalah hal yang utama.

Manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiswa yang memutuskan untuk bekerja sambil kuliah. Kemampuan untuk mengatur dan membagi waktu akan sangat diuji di sini. Sisakan waktumu entah seberapa banyak untuk mengerjakan skripsi, sesibuk apapun jadwal kerjamu. Jangan sampai kamu terlalu asyik bekerja hingga skripsimu menjadi terlantar dan jadwal kelulusanmu menjadi semakin lama. Bekerja memang menyenangkan, karena kamu  mendapat tambahan uang jajan. Tapi ingatlah, kalau mengerjakan skripsi dan lulus dengan cepat kamu bisa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang jauh lebih besar.

Faktor selanjutnya, yang akan membuat skripsimu terhambat adalah terlalu banyak godaan hiburan. Ketahuilah bahwa ketika kamu sudah dikejar untuk membuat skripsi berarti kamu sudah menyandang status sebagai mahasiswa angkatan atas atau mahasiswa tua. Di sinilah kamu menyadari bahwa jadwal kuliahmu semakin sedikit atau mungkin tidak ada karena semestermu hanya benar-benar dimanfaatkan untuk skripsi. Karena hal ini, kamu jadi merasa banyak memiliki waktu luang dan banyak waktu untuk bersenang-senang.

Lelah dijejali banyak ilmu sejak menjadi mahasiswa baru mungkin membuat kamu merasa punya hak untuk menikmati masa-masa luang di tingkat atas. Apalagi kalau kamu kuliah di kota-kota besar yang fasilitas hiburannya sangat memadai. Sebenarnya boleh-boleh saja kamu menikmati waktu luangmu ini untuk bersenang-senang, tapi ingatlah kalau ada beban yang masih harus kamu selesaikan. Ada sebuah tugas besar yang menanti untuk dikerjakan yaitu skripsi. Skripsi menjadi tanggung jawab besarmu kepada orang tua dan keluarga. Bersenang-senanglah dengan wajar tanpa melupakan tugas besarmu ini.

Penyelesaian skripsi juga bisa terhambat karena satu faktor yang bisa jadi bukan karena keinginanmu, contohnya adalah karena sakit. Kamu bisa saja sudah memiliki niat yang kuat dan semangat yang tinggi untuk mengerjakan skripsi. Tapi apa daya kalau suatu saat kamu dianugerahi sakit oleh Tuhan? Tidak ada yang bisa memperkirakan keadaan dirinya sendiri di masa depan. Bisa saja kamu tiba-tiba harus mengalami sakit atau kecelakaan yang memaksa dirimu untuk beristirahat. Kalau sudah begini, secara otomatis pengerjaan skripsimu akan terhenti untuk sementara waktu. Ini akan menyebabkan waktu lulusmu menjadi lebih lama lagi. Tapi tenang saja, jika setelah sembuh dari sakitmu kamu segera kembali melanjutkan penulisan skripsimu dengan semangat tinggi maka waktu lulusmu bisa kembali mendekatimu.

Faktor penghambat skripsi bisa juga datang dari topik skripsi yang tidak terlalu menyenangkan. Banyak di antara kita yang menyatakan tidak cocok dengan topik skripsi yang harus diselesaikan. Kalau sudah begini, otomatis pengerjaan skripsi akan tertunda. Ketika kamu tidak menyukai sesuatu maka kamu akan punya banyak alasan untuk menghindarinya. Jika kamu tidak menyukai topik skripsimu atau merasa tidak cocok dengan topik tersebut maka kamu akan lebih sering meninggalkan skripsimu daripada mengerjakannya.

Skripsi ibaratnya jodoh bagi kita. Bisa cocok bisa juga tidak. Jika cocok, kamu akan lebih mudah untuk beradaptasi dan akan lebih mudah mengumpulkan semangat untuk mengerjakannya. Sebaliknya, jika tidak cocok maka kamu akan sulit untuk beradaptasi. Kamu akan menemukan banyak alasan untuk meninggalkan skripsimu dan memilih mengerjakan hal-hal lain yang lebih kamu suka. Ini bisa menjadi sangat berbahaya kalau kamu kemudian benar-benar enggan untuk mengerjakannya. Skripsimu bisa terlantar dan bukan tidak mungkin kamu akan semakin lama menyandang status sebagai mahasiswa.

#SemangatSkripsi
Lalu bagaimana cara mengatasinya? Cobalah mencari tahu lebih banyak tentang topik skripsimu. Mungkin saja, kamu tidak menyukainya karena kamu belum mengenal terlalu jauh tentang topik skripsimu itu. Bisa jadi setelah kamu mencari tahu lebih banyak kamu akan menemukan satu atau beberapa hal yang menarik darinya. Atau cobalah untuk sedikit memaksa dirimu agar menyukai topik tersebut. Ya, mau bagaimana lagi kalau memang kamu ditakdirkan dengan topik itu? Pilihannya hanyalah kerjakan dan selesaikan atau tinggalkan dan kamu tidak akan pernah lulus. Paksa dirimu sendiri dan pandai-pandailah memotivasi diri sendiri supaya segera mengerjakan skripsi meskipun itu bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Kamu sudah memiliki semangat menggebu-gebu untuk mengerjakan skripsi, kamu juga tidak ada masalah dengan topik skripsi yang kamu kerjakan, dan kamu merasa sudah mengerjakannya dengan baik, tapi tetap saja terhambat. Apa penyebabnya? Ya, benar…masalah dengan dosen pembimbing bisa menjadi salah satu faktor penghambat penyelesaian skripsi. Dosen pembimbing yang sibuk dan jarang berada di kampus sehingga sulit ditemui akan membuat mahasiswa menjadi terhambat dalam mengerjakan skripsinya. Alhasil, untuk mengerjakan skripsi mau tidak mau mahasiswa harus menunggu dengan sabar dosennya bisa ditemui. Kadan dosen juga kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk memberikan bimbingan bagi mahasiswanya sehingga konsultasi skripsi pun menjadi terhambat.

Kesabaran sangatlah dibutuhkan selama mengerjakan skripsi. Jangan pernah menyerah meskipun dosen pembimbingmu sulit ditemui. Kejar terus dosen pembimbingmu. Berusahalah untuk terus mencari waktu dimana kalian bisa bertemu dan berkonsultasi masalah skripsi. Jika kamu mendapatkan dosen pembimbing yang seperti ini, maka ketika sekalinya kamu berkesempatan bertemu dengannya manfaatkanlah sebaik mungkin. Jangan sampai kamu tidak memaksimalkan waktu konsultasimu dengan dosen yang super sibuk. Buat waktu konsultasimu yang langka itu menjadi benar-benar bermanfaat.

Dosen menjadi pengaruh yang besar dalam pengerjaan skripsi selain diri kita sendiri. Ada juga dosen yang mudah ditemui dan memiliki banyak waktu untuk konsultasi tetapi sering meminta revisi. Nah, tipe dosen seperti ini akan menuntutmu untuk bekerja lebih giat lagi. Kerjakan revisi secepat mungkin, segera setelah dosen memerintahkan dirimu untuk merevisi skripsi. Jangan pernah menunda-nunda apa yang bisa kamu kerjakan dengan segera. Sekali saja kamu menunda maka selanjutnya kamu akan terus menunda-nunda pekerjaanmu.

Faktor berikutnya yang membuat penulisan skripsimu terhambat adalah kompleksitas penelitian. Banyaknya data dan rumitnya metode penelitian bisa jadi membuat kamu merasa pusing dan memilih untuk meninggalkan penulisan skripsimu dalam waktu yang tak bisa diperkirakan. Nah, ini akan membuat kamu semakin malas untuk menulis skripsi sehingga waktu lulus akan menjadi semakin lama lagi. Cobalah untuk meminta bantuan teman-temanmu jika kamu mengalami kesulitan dalam mengolah data atau apapun itu yang berhubungan dengan skripsimu. Jangan sampai karena merasa kesulitan, kamu kemudian menyerah dan berhenti mengerjakan skripsi.

Lalu bagaimana caranya supaya skripsi menjadi lebih menyenangkan dan cepat selesai? Ada beberapa tips dan cara yang bisa kamu terapkan supaya skripsimu bisa lebih cepat selesai dan kamu bisa lebih cepat bebas dari dunia perkuliahan yang terkadang memusingkan ini. Yuk, simak satu per satu tips berikut ini.

Hal pertama yang penting untuk kamu ingat supaya skripsimu cepat terselesaikan adalah jangan pernah menunda untuk memulai menulis skripsi. Ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Ya, memulai melakukan sesuatu adalah hal yang tidak mudah. Kamu butuh mengumpulkan semangat, niat, dan motivasi untuk bisa memulai suatu pekerjaan. Tapi percayalah, semakin cepat kamu memulainya maka akan semakin cepat kamu menyelesaikannya. Memulai mengerjakan skripsi memang tidak menyenangkan tapi menyelesaikannya nanti akan sangat melegakan. Kamu mungkin merasa sangat berat ketika memulainya tapi jika semua sudah selesai kamu akan merasa tidak percaya pada dirimu sendiri bahwa kamu mampu menyelesaikan hal sesulit dan serumit ini. Ini akan menjadi kebanggaan bagi dirimu sendiri.

Selanjutnya, pasanglah targetmu sendiri. Seperti ketika kamu lulus dari bangku SMA, kamu pasti sudah memasang target akan diterima di universitas mana. Di bangku kuliah, mulai dari menyandang status sebagai mahasiswa baru kamu harus belajar untuk menentukan target. Targetkan kapan kamu akan lulus. Buatlah patokan waktu dimana kamu harus mengerjakan bab 1, bab 2, dan bab-bab selanjutnya. Setelah memasang target untuk diri sendiri, kamu harus bisa memotivasi dirimu untuk memenuhi target tersebut. Jangan sampai target-target itu hanya menjadi teori semata yang tidak kamu tepati.

Kamu tidak mengerjakan skripsimu seorang diri. Ada dosen pembimbing yang bertugas untuk memandumu dalma mengerjakan skripsi. Oleh karena itu, sering-seringlah bertemu dengan dosen pembimbingmu. Semakin sering kamu bertemu dengan dosen pembimbingmu maka semakin sering pula kamu bisa memperbaiki skripsimu, melanjutkan bab-bab berikutnya, dan tidak terasa akan selesai dengan cepat. Jika dosenmu adalah tipe dosen yang sulit ditemui maka berusahalah untuk memanfaatkan setiap waktu pertemuanmu dengan dosen semaksimal mungkin.

Kerjakan skripsimu dengan rutin. Cobalah untuk membuat jadwal, kapan saja kamu akan mengerjakan skripsi. Susunlah waktu-waktu dimana kamu bisa mengerjakan skripsi dan tepatilah jadwal-jadwal tersebut. Ini bertujuan untuk menghindari kamu mangkir dari tugasmu untuk mengerjakan skripsi. Karena bisa jadi, kamu akan sering meninggalkan skripsimu kalau kamu tidak memiliki jadwal teratur mengerjakan skripsi. Ingat ya, sekali saja kamu meninggalkan skripsimu maka kamu akan ketagihan dan menjadi semakin sering absen untuk mengerjakan skripsi. Kalau sudah begini, ya sudah…waktu lulusmu juga akan semakin lama.

Kamu memang harus rajin mengerjakan skripsi agar skripsimu bisa cepat selesai, tapi bukan berarti kamu tidak berhak untuk refreshing. Luangkanlah sedikit waktu untuk mengistirahatkan otakmu. Terlalu penat bisa membuat ide-ide segarmu jadi terhambat untuk muncul. Jika kamu sudah merasa lelah dengan semua data-data penelitianmu, maka itu sudah waktunya bagimu untuk berhenti sejenak dan pergi mencari hiburan. Kamu bisa memilih untuk pergi bersama teman-teman, olahraga, atau bisa juga jalan-jalan bersama keluarga. Apapun itu, lakukanlah hal yang kamu suka ketika kamu sudah merasa penat dengan skripsimu. Tapi ingatlah satu hal, yaitu kembali lagi mengerjakan skripsi setelah kamu merasa sudah mendapatkan pencerahan. Jika otakmu sudah lepas dari penat maka kamu harus secepat mungkin lanjut mengerjakan skripsi. Jangan sampai terlena dan malah terus-terusan menggunakan waktu untuk bersenang-senang.

Memutuskan untuk kuliah berarti kamu sudah memutuskan untuk bersedia menanggung semua konsekuensinya. Ketika kamu diterima di suatu universitas berarti kamu harus siap dengan segala tugas yang akan dibebankan padamu, kegiatan perkuliahan yang bisa jadi sangat padat dan menguras waktumu, dan yang paling penting kamu harus siap untuk mengerjakan skripsimu. Ketika kamu sudah memasuki tingkat atas di kampusmu, kamu harus bisa menjaga semangatmu sama seperti ketika kamu diterima masuk universitas. Dengan semangat seperti ini maka kamu akan lebih cepat dalam mengerjakan skripsi.

Skripsi memang bukan hal yang mudah. Kamu harus mengerahkan seluruh tenaga dan pikiranmu demi menyelesaikannya. Kamu bisa saja merasa lelah dan penat di tengah-tengah proses pengerjaannya. Itu wajar, karena skripsi memang adalah hal terberat yang akan kamu alami selama kamu menjadi mahasiswa. Tapi percayalah, ketika kamu menyelesaikan skripsimu maka akan mendapatkan kepuasaan dan rasa bangga yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Dengan menyelesaikan skripsimu kamu bisa membuat bangga orang-orang di sekitarmu mulai dari teman, kakak, adik, dan yang paling penting adalah orang tuamu. Jadi…tunggu apa lagi? Gerakkan dirimu sekarang juga untuk mulai menuliskan tugas besarmu, skripsi.

Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Achmad Rinaldy Harahap: Keberhasilan Anak Perbatasan Kaltara-Malaysia Kuliah di Yangzhou Polytechnic Institute

Achmad Rinaldy Harahap atau yang biasa disapa Aldy ini menjadi salah satu pemuda yang berangkat ke Tiongkok untuk berkuliah dengan bantuan beasiswa. Sebagai anak daerah perbatasan, Aldy sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Tiongkok. Ini dia pengalaman Aldy merantau di Negeri Tirai Bambu untuk berkuliah di Yangzhou Polytechnic Institute.


Mari kita kenalan dulu...

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Achmad Rinaldy Harahap biasa dipanggil Aldy. Saya berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara (daerah perbatasan dengan Malaysia). Sekarang saya kuliah di Yangzhou Polytechnic Institute jurusan Bahasa Mandarin tapi insyaAllah bulan September saya dan teman-teman yang lain akan masuk ke jurusan pilihan masing-masing.

Jurusan Selanjutnya...

Saya memilih belajar International Trade Practice.

Saya memilih jurusan ini, pertama, karena niat kedatangan saya kesini memang ingin mengambil jurusan ini dan juga adanya dorongan dan dukungan dari orang tua saya. Faktor lainnya karena jurusan ini menurut saya begitu menarik minat saya apalagi yang kita ketahui mulai tahun ini negara kita sudah menerapkan pasar bebas ASEAN dimana barang dan jasa baik dari Indonesia maupun negara-negara tetangga akan bersaing saling menawarkan. Jelas ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi negara kita Indonesia, jika kita ingin bersaing kita harus setidaknya menyetarakan dengan negara-negaraJ tetangga baik dari segi apapun.

Tentang Jurusan International Trade Practice

Meskipun saya belum masuk ke penjurusan, tapi saya sedikit-sedikit telah menelusuri apa sih yang dipelajari, kebetulan saya juga punya senior di Korea dan Tiongkok juga yang sama jurusan dengan saya. Seperti namanya international trade practice adalah perdagangan internasional. Di jurusan ini kita akan mempelajari seluk beluk perdagangan, hukum-hukum perdagangan, teori perdagangan, perdagangan laut, udara, dan lain-lain. Dan kebetulan negara tempat saya berada adalah negara yang bisa dikatakan perekonomian dan perdagangannya begitu maju.

Motivasi memilih Tiongkok ...

Yang pertama pasti keinginan untuk maju. Yang kedua adanya kesempatan. Dan yang ketiga orang tua dan keluarga saya membuat saya termotivasi untuk bisa sukses dan mandiri. Kenapa tidak ke negara lain? Karena saya rasa negara tempat saya belajar sekarang sangat cocok untuk jurusan saya dimana sekarang Tiongkok adalah salah satu negara dengan perekonomian dan perdagangan yang begitu tak perlu dipertanyakan lagi. Dimana kita lihat sekarang negara ini berkembang pesat, mulai dari pembangunan, perekonomian, dan lainnya. Contohnya juga dimana-mana kita mudah menemukan barang-barang dari Tiongkok.

Beasiswa

Ya, untuk sekarang alhamdulilah saya mendapatkan beasiswa parsial dimana saya gratis biaya SPP dan tempat tinggal serta fasilitasnya. Nama beasiswanya saya kurang tahu karena ini adalah kerja sama dengan salah satu organisasi pendidikan di Surabaya yang bernama Indonesia Tionghoa Culture Centre milik Bapak Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN). Dari sana mereka memberi kita anak-anak perbatasan kesempatan, kita sangat berterima kasih.

Akomodasi di Tiongkok

Sekarang saya tinggal di dormitory kampus. Dimana memang keunikan Tiongkok rata-rata kampus mereka menyediakan siswanya tempat tinggal baik pelajar luar negeri maupun pelajar lokal di sekitar area kampus.

Fasilitas kampus dan dormitory

Untuk kampus saya rasa kami sungguh beruntung dimana kita di sini merasa sangat diperhatikan. Kita disediakan kantin muslim bagi yang muslim jadi tidak perlu repot mencari makanan halal. Kita juga disediakan dapur khusus untuk pelajar luar negeri, kamar untuk dua orang, mesin cuci, AC, free wifi, dan juga listrik. Selain itu juga ada lemari, meja belajar, dll. Untuk olahraga kita memiliki stadion, lapangan basket, volley, dan juga lapangan indoor.

Fasilitas pendukung untuk umat muslim

Ya, alhamdulilah kita punya kantin muslim, punya saudara muslim di sini. Untuk fasilitas ibadah biasanya kami menggunakan kamar masing-masing atau menggunakan meeting room untuk kegiatan sholat berjamaah dan yasinan. Para dosen juga begitu respect pada kami seperti sholat Jumat mereka meniadakan kelas di jam sholat Jumat. Kami mesti menuju masjid satu-satunya di sini jika harus sholat Jumat. Dan karena sudah dekat dengan bulan Ramadhan, kami cerita-cerita di kampus dan kami akan disediakan ruang khusus untuk sholat tarawih berjamaah. Jadi mereka begitu respect terhadap kita.

Dosen di kampus Yangzhou

Pendapat saya tentang dosen-dosen kita di sini mereka semua begitu luar biasa karena mereka begitu perhatian dengan kami di sini demi kemajuan berbahasa kami. Cara mengajar mereka juga tidak membosankan, terkadang diselingi dengan candaan jadi kita tidak bosan. Ya kita harus tahu dimana saatnya kita serius dan dimana saatnya untuk bercanda. Semua dosen di sini menjadi dosen favorit saya hanya saja kalau disuruh memilih saya memilih wali kelas saya  Tiffany Laoshi. Dia paling bisa mengerti kami (meskipun tugasnya begitu banyak hehe). Beliau tidak hanya berperan sebagai guru tetapi juga orang yang memotivasi kami semua bahwa kami harus bisa, anak Indonesia bisa, anak perbatasan bisa. Ketika kami sakit beliau juga sangat perhatian.


Living cost in Tiongkok

Untuk kehidupan sehari-hari kita di sini habis satu juta sampai satu setengah juta per bulan. Itu sudah termasuk kalau mau beli camilan dan keperluan lain-lain.

Bekerja Part Time di Tiongkok

Sebenarnya sih bisa, hanya tergantung visa sih ya. Kalau sekalian kerja bisa visa kerja dan belajar. Kecuali mungkin magang dimana kampus sudah bekerja sama dengan perusahaan mungkin bisa.

Kegiatan lain di luar perkuliahan

Karena ini tahun pertama dan fokus ke Bahasa dan kita ada ujian hsk seperti TOEFL, kita kebanyakan fokus di pelajaran sambil diselingi mungkin main bola dengan teman-teman Tiongkok, teman-teman Arab, dll. Dan sekarang kami sedang menyiapkan membentuk organisasi persatuan pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Yangzhou. Indonesia di sini baru mulai berkembang, kita akan merencanakan membentuk PPIT cabang Yangzhou tahun depan.

Bergaul dengan teman-teman

Untuk pergaulan, karakter teman-teman di sini sangat terbuka dan tertarik untuk bergaul dengan kita. Terlebih mereka selalu membantu apapun kesulitan kami di sini, jadi tidak ada kesulitan sejauh ini.


Kesan terhadap Tiongkok

Hanya bisa bicara dalam hati ‘wah, ini rupanya yang namanya Tiongkok’. Sekaligus ada rasa khawatir juga karena negara ini punya hukum yang ketat. Contohnya penggunaan internet di sini kita tidak bisa sembarangan. Salah-salah nanti kita bisa langsung dibawa ke kantor polisi.

Pengalaman Unik

Sebenarnya sih pengalaman ini tidak unik tapi benar-benar tidak bisa dilupain. Dimana pada saat pertama kali mendarat di Tiongkok saya ditegur oleh petugas bandara karena saya memfoto suasana setibanya saya di sini untuk dikirim ke keluarga. Tapi malah disuruh hapus dan bicara pakai bahasa mandarin. Saat itu saya memang tidak mengerti orang itu bicara apa.

Rencana kedepan...

Saya insyaAllah ingin melanjutkan ke strata satu dan pindah ke Nanjing atau Shanghai setelah saya selesai dengan program diploma 3 yang saya tempuh saat ini.


Tips dan Motivasi

Pertama, kukuhkan niat dan keinginan, tujuan pertama kita di sini bahwa memang untuk pendidikan. Kedua, harus bisa belajar memotivasi diri sendiri karena kita akan pisah dengan keluarga. Ketiga, rajin mencari informasi untuk kuliah di Tiongkok. Sekedar informasi Tiongkok memiliki banyak beasiswa tak terkecuali Indonesia baik beasiswa dari kampus, dari pemerintah Tiongkok, dan masih banyak beasiswa lainnya.

Reporter: Adelina Mayang
Penyunting: Imam Sultan Assidiq

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



BACA INI! Cara Mendaftar Beasiswa Monbukagakusho

Monbukagakusho?




Bagi sebagian pelajar yang ingin berkuliah di luar negeri, baik yang mencari beasiswa maupun mandiri (menggunakan uang sendiri), bukan hanya Universitas dan Jurusan-nya yang menjadi pertimbangan, namun juga negara tujuan. Negara mana yang akan dipilih sebagai negara tujuan turut menjadi pertimbangan karena kita juga harus mengetahui keadaan negara yang akan menjadi negara tujuan, sebagai contoh apabila negara tujuan tersebut sedang dilanda krisis atau sedang terjadi kerusuhan atau yang lebih parah lagi kalau di negara tersebut sedang terjadi perang. Oleh sebab itu, melakukan riset kepada negara yang bersangkutan juga merupakan hal yang tidak boleh tidak untuk dilakukan.

Berbicara mengenai negara tujuan, benua Eropa memang masih menjadi incaran para pelajar yang ingin kuliah di luar negeri, tapi jangan salah, di Asia sendiri banyak negara maju yang menjadi pusat perhatian bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliar lintas negara. salah satunya adalah Jepang. ya, kemajuan negara Jepang memang membuat dunia kagum. Jepang memang termasuk negara kecil, masih kalah luas wilayahnya dengan Indonesia. Namun kemajuan Jepang yang bertumpu pada Sumber Daya Manusianya telah menyulap negara kecil ini banyak digadang-gadang sebagai salah satu negara pusat teknologi dan otomotif dunia, terbukti dengan berbagai brand keluaran Jepang yang tidak hanya hits di negaranya sendiri namun juga menjadi merek terkenal di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.

Oleh sebab itu menuntut ilmu atau kuliah di Jepang juga menjadi primadona bagi pelajar di Indonesia terbukti ada sekitar 2500 pelajar Indonesia yang berkuliah di Jepang, dan sebagian besar kuliah menggunakan beasiswa. Banyak pelajar Indonesia yang ingin belajar dari negara Jepang, belajar akan hal apa saja termasuk gaya hidup warga negara Jepang. Karena ketika kita kuliah di suatu negara atau daerah, maka secara otomatis kita juga (sedikit banyak) akan terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat di sana, dan gaya hidup warga Jepang yang sangat terkenal akan budaya disiplin ini pasti akan sangat positif bagi pelajar Indonesia yang sedang bersekolah di sana. Maka tawaran untuk kuliah di Jepang, apalagi secara gratis (beasiswa) menjadi hal yang banyak diburu oleh para pelajar Indonesia. Beasiswa untuk berkuliah di Jepang salah satu yang populer  ialah beasiswa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang yakni MONBUKAGAKUSHO/MEXT. Kedutaan besar Jepang di Indonesia dan konsulatnya di Surabaya, Medan, dan Makasar setiap tahun menyelenggarakan pendaftaran dan penyeleksian para pelajar yang ingin berkuliah di Jepang dengan beasiswa Monbokagasukho. Adapun program-program yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia calon penerima beasiswa antara lain:

Undergraduate/GAKUBU (S-1)
College of Technology/KOUSEN (D-3)
Specialized Training College/SENSHU

Beasiswa ini bersifat penuh, yakni meliputi biaya studi dan biaya hidup tanpa ikatan apapun.

Kualifikasi dan persyaratan beasiswa Monbukagakusho

 1. Undergraduate/GABUKU (S1)

Masa berkuliah bagi penerima beasiswa S1 Jepang ini ialah selama 5 tahun, termasuk 1 tahun belajar bahasa Jepang. Namun bagi penerima beasiswa jurusan Kedokteran Umun, Gigi, Hewan, dan sebagian Farmasi, masa studinya ialah 7 tahun.

Syarat bagi calon penerima beasiswa S1 Jepang/Gabuku antara lain:

1. Merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat
2. Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,4
3. lahir antara tanggal 2 April 1995 s/d tanggal 1 April 2000
4. Apabila calon penerima beasiswa memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional di bawah 8,4 jangan duu berkecil hati karena mereka masih tetap dapat  mengajukan program S-1 dengan melampirkan Japanese Language Prociency Test (JLPT) Level N3 atau lebih (bagi yang memiliki JLPT)
5. Bagi pelamar jurusan IPS/Bahasa tidak diperkenankan untuk mendaftar pada bidang studi IPA, namun bagi calon penerima beasiswa SMA jurusan IPA bisa mendaftar bidang studi IPS atau IPA

Materi Ujian Tertulis:

1. IPS-a,b: Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Jepang
2. IPA-a : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Fisika, dan Bahasa Jepang
3. IPA-b,c : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Jepang

Pilihan Bidang Studi:

Calon penerima beasiswa hanya dapat memilih salah satu saja dari 5 lingkup bidang studi utama, antara lain:

1. IPS-a : Law, Politics, Pedagogy, Sociology, Literature, History, Japanese Language, dan lain lain

2. IPS-b : Economics, Business, Administration

3. IPA-a : Science (Mathematics, Physics, Chemistry), Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical Engineering, information Engineering), Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval Architecture), Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental Engineering), Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry, Textile Engineering). Bidang lainnya (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime Engineering, Biotechnology).

4. IPA-b : Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries), Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienic, Nursing), and Science (Biology)

5. IPA-c : Medicine, Dentistry

2. College of Technology/KOUSEN (D3)

Masa studi bagi calon pemerima beasiswa D3 ini yakni selama 4 tahun sudah termasuk 1 tahun belajar bahasa Inggris. College of Technology mempunyai program 5 yang dirancang bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun bagi pelajar lulusan SMA/sederajat calon penerima beasiswa Monbukagakusho untuk program College of technology dapat masuk pada tahun ke tiga. Studi teknik ini sebagian besar terdiri dari eksperimen atau percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan program ini diharapkan menjadi ahli teknik (Engineer).

Syarat-syarat untuk mendapatkan beasiswa College of Technology antara lain:
1. Merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat Jurusan IPA
2. Mempunyai nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0
3. Lahir antara tanggal 2 April 1995 s/d 1 April 2000

Materi Ujian Tertulis yang diujikan ialah Matematika dan Kimia/Fisika, disesuaikan dengan bidang kategori dibawah ini, antara lain (hanya diperbolehkan memilih salah satu):
1. Kimia : Materials Engineering
2. Fisika : Mechanical Engineering, Electrical and Electronic Engineering, Information Communicationand Network Engineering, Architecture, Civil Engineering, Maritime Engineering, dan bidang lainnya.

3. Specialized Training College/SENSHU (D-2)

 Masa studi program ini yakni selama 3 tahun sudah termasuk 1 tahun belajar bahasa Jepang . namun program Specialized Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan kejuruan.

Syarat untuk calon penerima beasiswa ini antara lain:
1. Merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat
2. Mempunyai nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0
3. Lahir antara tanggal 2 April 1995 s/d tanggal 1 April 2000
 4. Bagi calon penerima beasiswa yang mempunyai nilai rata-rata Ujian Nasional di bawah 8,0 dapat melamar program D2 dengan melampirkan Japanese Language Profeciency (JLPT) level N4 atau lebih (bagi yang memiliki JLPT).

Materi Ujian Tertulis yang diujikan ialah bahasa Inggris, Matematika, dan bahasa Jepang. Sedangkan pilihan Bidang Studi yang ditawarkan (hanya diperbolehkan memilih salah satu) antara lain:
1. Technology
2. Personal Care and Nutrition
3. Education and Welfare
4. Business
5. Fashion and Home Economics
6. Culture and General Education

note:
1. Bagi yang berasal dari sekolah yang tidak menggunakan standar nasional (misalnya dengan standar nasional (misalnya dengan standar IB/Inernasional), nilainya akan disetarakan esuai di atas. Sehingga bagi calon penerima beasiswa dengan latar belakang sekolah yang menggunakan sistem Internasional diharapkan menyertakan rapor dari semester awal hingga akhir. Namun bagi mereka yang menggunakan sistem UN, maka rapor tidak diperlukan.

2. Semua soal ujian dalam bahasa Inggris.

3. Bagi lulusan Undergraduate (S-1) dapat meneruskan ke S-@, dan lulusan College of Technology (D-3) dan Specialized training College (D-2) dapat meneruskan ke S-1 sebagai siswa tahun ke tiga. Namun untuk melanjutkan beasiswa, tergantung pada prestasi dan hasil seleksi. Para siswa tentunya harus mengikuti ujian masuk dan masa perpanjangan beasiswa maksimal 2 tahun.

Langkah-Langkah Pendaftaran

Alur Prosedur pendaftaran beasiswa Monbukagasuskho antara lain:

1. Calon penerima beasiswa harus sudah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan pihak Jepang
2. Calon Penerima Beasiswa mengisi formulir aplikasi yang dapat di-download pada link.
3. melakukan registrasi secara online melalui link regiater.beasiswamext.or.id kemudian cetak (print out) email konfirmasi registrasi online yang di dalamnya tertera “nomor ujian” yang dikirimkan ke e-mail pelamar. Pelamar diwajibkan untuk mengingat Nomor Ujian masing-masing
4. Menyiapkan berkas dokumen berikut masing-masing 1 rangkap (jangan melampirkan dokumen yang tidak diminta dan jangan dijilid):
a. Lembar print-out konfirmasi registrasi online yang ada “Nomor Ujian”nya
b. Formulir aplikasi yang sudah diisi lengkap
c. fotokopi ijazah/ijazah sementara yang dilegalisir/dicap basah dari sekolah (wajib)
d. fotokopi SKHUN/SKHUN sementara yang dilegalisir/dicap basah dari sekolah (wajib)
e. fotokopi sertifikat kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) bagi yang sudah memiliki saja
(jangan lupa sertakan link asli beasiswa Monbukagakusho)
http://www.indbeasiswa.com/2016/05/beasiswa-penuh-kuliah-s1-jepang-monbukagakusho.html

Prosedur Seleksi:

1. Pengumuman seleksi dokumen akan ditampikan pada website Kedutaan Besar Jepang (www.id.emb-japan.go.jp) tanggal 1 Juli 2016 dengan menampilkan “Nomor Ujian ” pelamar. Bagi yang lolos seleksi dokumen akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis di Jakarta/Surabaya/Medan/Denpasar/Makasar pada tanggal 18 s/d 19 Juli 2016
2. Peserta yang lolos ujian tulis akan dipanggil untuk wawancara di Jakarta pad bulan Agustus 2016
3. Setelah seleksi wawancara pihak Keduataan Besar Jepang akan merekomendasikan pelamar ke pihak Monbukagakusho sebagai calon kandidat dari Indonesia, dan berkasnya akan bersaing dengan berkas pelamar dari negara lain. Pihak Monbukagakusho akan menyeleksi nilai dan berkas tahap akhir.
4. Peserta yang lolos seleksi akhir di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa. Pengumunan akhir akan dilaksanakan pada bulan Januari 2017. Para kandidat akan berakat ke Jepang pada awal April taun 2017

- Waktu pendaftaran yang sudah-sudah dan perkiraan waktu pendaftaran waktu yang akan datang
Untuk tahun 2016 pengumunan seleksinya sebagai berikut:
1. Tanggal 16 Mei 2016 untuk pelamar tahap I
2. Tanggal 9 Juni 2016 untuk pelamar tahan II

Keterangan:
-Tahap I ditujukan bagi pelamar lulusan tahun 2015 dan tahun sebelumnya (tidak untuk lulusan tahun 2016)
Pendaftaran Tahap I: 2 Mei s/d 16 Mei 2016
-Tahap II ditujukan bagi lulusan tahun 2016 saja (tidak untuk lulusan tahun 2015 atau sebelumnya)
Pendaftaran Tahap II: 24 Mei s/d 9 Juni 2016
Seluruh berkas dokumen dapat dikirimkan via pos atau diantar langsung pada alamat berikut:
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
(Cantumkan kode “SMA-2017” pada bagian kanan atas Amplop)

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat menghubungi laman resminya pada www.id.emb-japan.go.jp dan untuk pertanyaan dapat menghubungi Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang melalui email: beasiswa@dj.mofa.go.jp
Selamat melanjutkan impian kuliah di Jepang, pelajar Indonesia !!!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



COMING SOON: Buku Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia dari Negeri Seberang”


PPI/ PPI Negara itu apa ya?

PPI/ PPI Negara merupakan kependekan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (Negara). Perhimpunan Pelajar Indonesia, juga disebut Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), adalah organisasi yang beranggotakan para pelajar dari Indonesia yang sedang belajar di luar negara Indonesia. Anggota PPI adalah para pelajar warganegara Indonesia yang sedang menuntut ilmu dalam berbagai strata pendidikan/universitas (S1, S2, S3, Post Doktoral) di negara yang bersangkutan. Contoh: PPI Belanda, PPI Australia, PPI Malaysia, PPI Perancis, HPMI Jordan, PPMI Mesir, PPI Filipina, PPI Taiwan, PPI India, dan lain-lain.

PPI Dunia itu apa?

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) atau Overseas Indonesian Students Association Alliance (OISAA) merupakan organisasi mahasiswa dan pelajar Indonesia terbesar di luar negeri. PPI Dunia adalah wadah organisasi dari perhimpunan pelajar Indonesia atau nama sejenisnya dari berbagai negara yang beranggotakan para mahasiswa dan pelajar yang sedang menuntut ilmu pada berbagai strata pendidikan di negara yang bersangkutan.

PPI Dunia dideklarasikan pada bulan Oktober tahun 2007 dalam acara Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di Sydney, Australia, yang dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dengan melibatkan Ketua dan perwakilan pengurus PPI dari tujuh negara, yaitu Australia, Belanda, India, Jepang, Malaysia, Mesir, dan Singapura.

Pascamomentum pendeklarasian tersebut, PPI Dunia telah melahirkan berbagai macam inisiatif, ide, konsep, dan produk yang merupakan penjabaran dan realisasi dari gagasan-gagasan yang telah berkembang. Adapun beberapa hasil dari PPI Dunia selama ini, di antaranya, adalah Radio PPI Dunia (RDP), Indonesian Scholar Journal (ISJ), dan Lembaga Sosial PPI Dunia (LS PPI Dunia).


Buku Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia Dari Negeri Seberang” Itu Buku yang Seperti Apa?



Buku ini adalah catatan perjuangan pelajar Indonesia di luar negeri yang bersatu dalam wadah PPI Dunia. Pada 2016 ini, keanggotaan PPI Dunia mencapai 51 PPI Negara. PPI Dunia hadir sebagai fasilitator penampung ide-ide pelajar Indonesia di luar negeri. Ide tersebut dirancang dalam bentuk rencana aksi yang kemudian direalisasikan dalam bentuk program kerja dengan satu tujuan utama yaitu kemajuan Indonesia.

Melalui buku ini, 9 tokoh alumni pengurus PPI Dunia berbagi cerita tentang bagaimana cara meraih prestasi tertinggi ketika belajar di luar negeri; bagaimana cara menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik, bagaimana cara mengatur waktu kuliah dan organisasi, bagaimana cara mengharmonisasikan bidang yang ditekuni dengan dunia kerja di masa depan, langkah-langkah dalam mendaftar kuliah ke luar negeri, cara bagaimana agar kuliah kalian tetap lancar, dan masih banyak lagi tips dan ilmu penting yang dibagikan kepada para pembaca melalui buku ini.

Pembaca akan mendapatkan pencerahan dan gambaran tentang dunia pendidikan dan organisasi di luar negeri. Setelah membacabuku ini semangat dan tujuan untuk mencicipi ilmu di luar negeri akan lebih nyata.

Kenapa buku “Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia Dari Negeri Seberang” hadir?

Selayaknya sebuah catatan, buku ini adalah sebuah rekam jejak Dewan Presidium PPI Dunia 2014-2015. Namun, ini bukanlah sebuah rekam jejak biasa, karena buku ini sarat dengan inspirasi, ilmu, tips, dan pengalaman positif, yang semuanya bisa ditiru dan dimodifikasi lalu kemudian diaplikasikan dalam perjalananmu meraih prestasi tertinggi dalam bidang akademik dan organisasi.

Pembuatan buku ini juga didasarkan pada keadaan di Indonesia saat ini. Memang benar informasi tentang dunia pendidikan di luar negeri sudah tersedia lengkap di internet. Namun, informasi hanya sekedar informasi, masih butuh testimoni, cerita pengalaman dari para pelaku-pelaku yang sudah mencoba dan sukses sebelumnya. Maka dari itu, buku ini hadir untuk memberikan contoh kongkrit, motivasi, dan hal-hal penting yang berguna untuk meraih mimpimu sukses ketika kuliah dan berorganisasi di luar negeri.

Siapa saja Penulis buku “Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia Dari Negeri Seberang”?



Penulis buku ini adalah para pengurus Dewan Presidium PPI Dunia 2014-2015. Mereka adalah pelajar dan mantan pelajar Indonesia di luar negeri yang sarat pengalaman dalam dunia akademik, organisasi, bahkan dunia kerja baik di pemerintahan, perusahaan multinasional, dan internasional.

9 Penulis ini adalah:
1. Ahmad Almaududy Amri (Koordinator PPI Dunia 2014-2015)
2. Retno Widyastuti (Sekretaris PPI Dunia 2014-2015)
3. Dewi Anggrayni (Koordinator Biro Pers dan Kawasan Asia Oseania PPI Dunia 2014-2015)
4. Mohd. Agoes Aufiya (Sekretaris Biro Pers dan Kawasan Asia Oseania PPI Dunia 2014-2015)
5. Anggie Pradana Putri (Sekretaris II dan Bendahara PPI Dunia 2014-2015)
6. Hariadi Aji (Koordinator PPI Kawasan Amerika Eropa 2014-2015)
7. Indah Tridiyanti (Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa 2014-2015)
8. Miftah Nafid Firdaus (Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika 2014-2015)
9. Choriah Ikrima Sofyan (Sekretaris PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika 2014-2015)

Lebih lengkap tentang Penulis:


Ahmad Almaududy Amri

Koordinator PPI Dunia 2014-2015 ini lahir di Jakarta pada tahun 1990. Ia menyelesaikan pendidikan S1  di Universitas Sumatera Utara, Medan, mengambil jurusan Hukum Internasional. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada jurusan Hukum Bisnis pada tahun 2010 dan Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional pada tahun 2011. Ia juga merupakan wisudawan termuda pada ketiga jenjang pendidikan tersebut. Di luar negeri, ia mengambil pendidikan S3 di University of Wollongong tepatnya di New South Wales Australia, dan berhasil meraih beasiswa Australian Leadership Awards. Riset utama S3 nya adalah mengenai isu keamanan laut di Asia Tenggara.

Ia sempat menjadi Presiden PPIA University of Wollongong periode 2013-2014, Wakil Presiden PPI Australia tingkat Nasional periode 2013-2014, Presiden PPI Australia tingkat Nasional 2014-2015, dan puncaknya sebagai Koordinator PPI Dunia 2014-2015. Setelah menyelesaikan studi di Australia ia pulang ke Indonesia utuk bekerja kembali di Kementerian Luar Negeri.


Retno Widyastuti

Ia adalah pemegang jabatan Sekretaris PPI Dunia selama 2 periode berturut-turut yaotu pada periode 2013-2014 dan periode 2014-2015. Sebelumnya ia mengawali kegiatan organisasinya di Divisi Keilmuan dan Akademik PPI Taiwan pada periode 2013 karena memang ia melanjutkan studi di Taiwan dengan pembiayaan dari Taiwan Scholarship untuk menempuh studi jenjang S2.

Sebelum melanjutkan studi di Taiwan ia menempuh dan menyelesaikan studi S1 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarat jurusan Hubungan Internasional pada 2004-2008. Selanjutnya ia menempuh studi S2 di Universitas Indonesia jurusan Japan Area Studies pada 2008-2010. Ia sempat mengikuti short term research program di Hiroshima University selama 2 bulan pada masa studi S2 di UI tersebut. Selanjutnya ia kembali mengambil studi S2 di National Cheng Chi University Taiwan pada 2012-2014 jurusan Asia Pacific Studies sesuai minatnya untuk lebih mendalami kawasan Asia.


Dewi Anggrayni

Bogor adalah kota asal Koordinator PPI Kawasan Asia-Oseania periode 2014-2015 ini. Selain itu ia juga menjabat sebgai Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2014-2015 yang masih ditambah menjadi Ketua 3 PPIM. Jabatan rangkap tersebut tidak mempengaruhi performanya dalam menempuh studi di Universiti Kebangsaan Malaysia dengan pembiayaan studi yang diberikan oleh beasiswa DIKTI.
Communication and Community Development adalah studi yang sudah ia selesaikan sebelumnya dan selanjutnya ia melanjutkan studi jurusan Media and Communication Studies. Minat atau passion yang ia punya memang dalam bidang komunikasi terbukti dari pengalamannya menjadi dosen pada tahun 2011-2013 sebelum ia memutuskan untuk kembali melanjutkan studinya yang sempat terkendala sebelumnya.


Anggie Pradana Putri

Penerima beasiswa DIKTI ini berasal dari Sukoharjo, Solo. Studi yang ia ambil adalah jurusan Maternal and Child Nursing di Arellano University, Filipina. Dalam Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014-2015 ia merangkap 2 jabatan yaitu sebagai Sekretaris 2 dan Bendahara. Kedua jabatab tersebut yang merupakan tanggung jawab untuknya berhasil ia laksanakan dengan baik tanpa memberikan dampak yang tidak diinginkan pada studi yang ia ambil di Filipina.



Mohd. Agoes Aufiya

Ia adalah seorang yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan. Studi yang ia ambil di India ia tempuh tanpa menggunakan beasiswa karena memang biaya-biaya di India relatif sama dan bahkan lebih murah dari Indonesia. Center for Indo Pacific di Jawaharlal Nehru University adalah pilihannya untuk studi jenjang S3. Selain fokus pada kuliahnya, ia juga aktif dalam organisasi PPI sebagai Sekretaris Kawasan Asia-Oseania 2014-2015 dan juga Sekretaris Biro Pers pada saat yang bersamaan.




Hariadi Aji

Sempat bekerja di PLN pada tahun 2010 setelah lulus studi jenjang S1, ia memutuskan untuk melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi lagi. Tidak tanggung-tanggung pilihan ia tetapkan untuk studi di luar negeri demi mengejar passion di bidang kelistrikan. Beasiswa StuNed menjadi penghubung yang ia manfaatkan untuk studi S2 di Delft University of Technology pada jurusan Electrical Sustainable Energy.

Ketika berada di Belanda ia tidak hanya terpaku pada studi yang ia ambil saja namun ia jua mengikuti kegiatan organisasi khususnya dalam PPI. Selama studi yang ia ambil pada 2013-2016 ia sekaligus aktif dalam Divisi Komunikasi dan Informasi PPI Belanda 2013-2014 dan juga menjadi Koordinator Kawasan Amerika-Eropa Dewan Presidium PPI Dunia 2014-2015.



Indah Tridiyanti

Lahir di Jakarta namun besar di Palembang, ia bisa dibilang sudah sangat terbiasa dengan studi di luar negeri karena setelah menyelesaikan studi jenjang SMA ia langsung berburu kesempatan melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Perancis. Ia kemudian menempuh studi Controle Gestion des Organisations dan Diplôme de Comptabilité et de Gestion secara berturut-turut di Perancis dimulai dari tahun 2012. Dalam lingkup organisasi PPI, ia mulai sebagai anggota Humas-IT PPI Perancis pada tahun 2012 dan juga ketua divisi Humas-IT pada 2013. Selanjutnya ia diminta menjadi Sekretaris PPI Kawasan Amerika-Eropa pada Dewan Presidium PPI Dunia 2014-2015, sekaligus jabatan rangkap sebagai Ketua PPI Prancis pada periode yang sama.



Miftah Nafid Firdaus

Sekretaris Pengurus Pelaksana Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia 2010-2013, Divisi Media dan Buletin HPMI Yordania, Wakil Ketua HPMI Yordania 2014-2015, dan juga Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika 2014-2015 adalah jabatan-jabatan yang pernah ia pegang dalam lingkup organisasi selama masa studinya di Yordania yang menunjukkan bahwa kuliah di luar negeri tidak hanya semata-mata kuliah.

Sementara itu dalam lingkup pendidikannya ia memulai studi jenjang menengah di MA Pondok Pesantren Al-Mukmin Solo kemudian ia melanjutkan di Sekolah Tinggi Islam Mahad Ali Abu Bakar UMS. Terakhir ia menempuh pendidikan tinggi di Mutah University Yordania pada jurusan Ushul Fiqih dimana hal tersebut menunjukkan bahwa studi jenjang pendidikan tinggi harus benar-benar diputuskan berdasarkan minat bukan hanya fakto popularitas lokasi atau negara tujuan.



Choiriah Ikrima Sofyan

Ia merupakan lulusan pesantren yang lahir di Jakarta. Pendidikan yang ia tempuh di pondok pesantren adalah pendidikan setara SMA yaitu MA di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat Puteri. Selanjutnya setelah itu ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi jenjang S1 di Mesir. Jurusan Ilmu Hadits di Universitas Al-Azhar, Kairo menjadi pilihan yang ia ambil. Dalam masa studi di Mesir yang ia tempuh itu ia juga aktif dalam Dewan Pengurus Organisasi Induk Pelajar Putri dan Mahasiswi Indonesia di Mesir yaitu WIHDAH. Sementara itu dalam lingkup PPI ia menjadi Sekretaris Kawasan Timur Tengah-Afrika pada periode 2014-2015.

Apa saja sih isi buku “Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia Dari Negeri Seberang”?



Buku ini terdiri dari 2 Chapter, dengan total lebih dari 300 halaman.

Chapter I menjelaskan berbagai hal tentang dunia Organisasi dan cara sukses dalam bidang organisasi khususnya PPI dan PPI Dunia. 

- Profil para penulis yang bisa membuatmu merasa lebih dekat dengan para penulis buku ini.
- Motivasi bergabung dengan PPI dan PPI Dunia
- Alasan kenapa kamu WAJIB aktif berorgansiasi selama kuliah di luar negeri
- Ilmu-ilmu management yang dipelajari dan dilakukan selama kuliah dan berorganisasi di luar negeri
- Cara memanajemen waktu ketika kuliah dan berorganisasi di luar negeri
- Hal-hal yang kamu pelajari ketika aktif di PPI Dunia
- Cara agar kamu bisa ikut serta menjadi pengurus PPI Dunia
- Motivasi untuk kamu yang ingin menggiatkan organisasi-organisasi baik di luar dan dalam negeri.

Chapter II menjelaskan tentang bagaimana cara agar kita sukses dalam dunia perkuliahan di luar negeri baik tanpa dan pakai beasiswa mulai dari mendaftar sampai dengan cara sukses untuk lulus.

- Langkah terbaik dalam memulai perjalanan kuliah ke luar negeri sampai dengan diterima di luar negeri
- Rintangan-rintangan yang muncul ketika hendak kuliah ke luar negeri dan cara mengatasinya
- Kamu akan mendapatkan gambaran dalam menyelaraskan bidang studi/ jurusan yang kamu ambil dengan mimpimu di amsa depan
- Peran dan manfaat dari sebuah pengalaman kuliah ke luar negeri terhadap dunia kerja
- Hal-hal yang memudahkan kamu untuk menjalani kuliah di luar negeri
- Rahasia-rahasia mendapatkan beasiswa di luar negeri
- Motivasi buat kamu yang benar-benar ingin kuliah di luar negeri!
- Daftar lengkap kontak PPI Negara yang tergabung dalam PPI Dunia

Apa yang saya dapat setelah membaca buku “Dari Kami Untuk Negeri 9 Pemikiran 1 Tujuan “Mencintai Indonesia Dari Negeri Seberang”?



Melalui buku ini, 9 tokoh alumni pengurus PPI Dunia berbagi cerita tentang banyak hal penting yang harus kamu lakukan dan kamu dapatkan ketika kuliah di luar negeri sambil berorganisasi. Hal-hal positif yang bisa kamu dapatkan ketika dan setelah membaca buku ini adalah:

1. Kamu akan dengan mudah memahami dan kemudian bisa mengaplikasikan ilmunya karena buku ini menggunakan bahasa yang friendly, dan berdasarkan cerita nyata dari para penulis.
2. Kamu akan mendapatkan panduan langkah-langkah kuliah ke luar negeri dalam bentuk cerita pengalaman pribadi.
3. Kamu akan mendapatkan cara-cara kongkrit dalam mengatasi berbagai macam halangan yang muncul ketika kamu hendak kuliah ke luar negeri
4. Kamu akan mendapatkan panduan untuk mencapai prestasi tertinggi ketika belajar di luar negeri
5. Kamu akan mendapatkan panduan untuk menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik ketika kuliah di luar negeri
6. Kamu akan mendapatkan panduan untuk mengatur waktu kuliah dan organisasi di luar negeri
7. Kamu akan mendapatkan panduan dalam mengharmonisasikan bidang yang kamu tekuni dengan dunia kerja di masa depan
8. Kamu akan mengetahui rahasia-rahasia dalam mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri
9. Kamu akan mendapatkan panduan agar kuliahmu di luar negeri tetap lancar dan sukses sampai dengan kamu lulus dan pulang ke Indonesia.

Catatan: Ilmu, tips, inspiras, dan motivasi dalam buku ini bersifat aplikatif. Oleh karena itu, buat kamu yang sedang kuliah di Indonesia pun juga bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang ada di dalam buku ini dalam dunia pendidikan dan organisasi yang kamu ikuti. Tentunya tidak hanya 9 poin di atas yang bisa kamu dapatkan ketika dan setelah membaca buku ini. Masih banyak sekali ilmu-ilmu positif dan aplikatif yang bisa kamu dapatkan. Penasaran? Buruan baca bukunya ya…!

Informasi buku silakan kontak personal ke:

Jalan Pasir No.35, Patok, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55294
Telp: (0274) 5305734 | WA/SMS: 0821-3700-8000
PIN BB: 5D18C3B4 | E-MAIL: official.inspirabook@gmail.com
ID LINE: @inspirabook

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



LISTIANI ARTHA: Alumni Teknik Kimia ITB 2010 Berhasil Menyabet Beasiswa Global Scholarship dan Kuliah di Korea Selatan

Listiani Artha berhasil mewujudkan mimpinya berangkat ke Korea Selatan untuk kuliah. Merasakan pendidikan dan bergaul dengan orang-orang di Korea Selatan membuat gadis yang akrab disapa Lilis ini memiliki banyak pengalaman untuk dibagi. Berikut ini sepenggal kisah Lilis selama menjalani kuliah di Korea Selatan.


Kenalan dulu yuk!

Perkenalkan nama saya Listiani Artha, biasanya teman-teman memanggil saya dengan Lilis. Saya lahir 29 Maret 1994 di Semarang, besar di Balikpapan hingga SMA, dan kemudian melanjutkan kuliah di Bandung. Saya kuliah di ITB, jurusan Teknik Kimia angkatan 2010. Selama menamatkan tingkat akhir saya sempat kepikiran untuk mencari kerja, namun jika ada kesempatan, saya ingin melanjutkan sekolah lagi, entah di kampus yang sama lagi atau di luar negeri.

Sejak SMA, saat liburan, saya memiliki hobi menonton drama (mungkin kebanyakan orang juga mempunyai hobi yang sama, hehe terutama drama Korea) dan melakukan hal yang terkait dengan melukis atau menggambar atau sejenis kerajinan tangan, ya lumayan untuk refreshing setelah ujian dan hal tersebut berlangsung hingga sekarang. Oleh karena itu, saya berminat sekali melanjutkan kuliah di luar negeri, terutama di Korea karena penasaran bagaimana rasanya hidup sehari-hari disana, perkembangan teknologinya bagaimana (terutama sekolah secara umum dan bidang yang terkait dengan program studi dan tesis yang akan saya kerjakan nantinya), dan pendidikan di korea seperti apa, yang dulunya hanya bisa melihat lewat layar kaca televisi.


Proses Pendaftaran

Karena saat itu sedang mengerjakan tugas ahkir, jadi persiapan untuk mendaftar kuliah sebenarnya sedikit keteteran. Saya mulai mencari info-info kuliah di Korea melalui internet dan info akademik yang disediakan oleh teknik kimia ITB untuk pendaftaran periode Fall 2014, tepatnya untuk perkuliahan yang dimulai September 2014. Biasanya untuk pendaftaran Fall semester, info-info terkait pendaftaran sudah tersedia di internet dan website akademik universitas-universitas di Korea 4 bulan sebelumnya, atau ada yang bahkan sudah tersedia sejak bulan November atau Desember tahun sebelumnya. Jadi akan lebih baik kalau mencari tahu sebelumnya. List terlebih dahulu universitas apa saja yang ada di Korea, yang memiliki jurusan yang diminati, kemudian cari info pendaftarannya di internet dan kunjungi website akademik kampus tersebut, cari section tentang international admission, kalau bisa sejak tingkat 3 (karena untuk jurusan saya, tingkat 4 mungkin pikirannya sudah bercabang kali ya, mesti menyelesaikan dua tugas akhir, persiapan ujian komprehensif/ujian kelulusan, dan seminar tugas akhir).

Proses pendaftarannya sebenarnya tidak sulit, hanya memakan waktu untuk mempersiapkannya. Jadi persiapakan hal-hal penting yang mungkin diminta, seperti data diri (berupa paspor dan kartu keluarga), transkrip akademik dan ijazah berbahasa inggris (ada standar GPA yang harus dilewati, biasanya GPA 80/100, dan mungkin ada syarat telah harus mengambil kuliah tertentu saat S1), surat keterangan (mungkin seperti surat keterangan kuliah, atau surat perkiraan lulus dengan menggunakan bahasa Inggris, surat rekomendasi dari dosen pembimbing, dan letter of introduction. Hal yang terakhir ini yang paling sulit sebenarnya, karena setiap universitas memiliki format letter of introduction yang berbeda-beda bahkan ada yang harus membuat essay-essay tertentu (ada beberapa point pertanyaan yang harus dijawab dan diuraikan). Cek saja website akadamik unversitas yang diminati, catat apa saja yang dibutuhkan, dan persiapkan.

Selain itu, jika mendaftar kuliah di luar negeri kan biasanya membutuhkan kemampuan bahasa Inggris secara umum dibuktikan dengan menunjukkan hasil tes bahasa inggris yang berlaku di Korea (pada umumnya IELTS > 5.5, TOEFL > 550 atau TOEIC> 770) dan karena di Korea, bisa juga menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Korea (dibuktikan dengan menunjukkan hasil tes TOPIK, atau hasil tes profisiensi bahasa korea, yang untuk jurusan engineering biasanya harus lulus level 3). Persiapkan surat-surat tersebut, apalagi surat yang harus diurus di tata usaha kampus atau notaris dan lembaga tertentu, hal tersebut tentunya memakan waktu karena lembaga tersebut mengurusi tidak hanya urusan pribadi kita saja, sehingga harus dipersiapkan lebih awal, sisanya tinggal melengkapi persyaratan khusus lainnya yang diminta oleh universitas tersebut (mungkin berbeda-beda tiap kampus, seperti formulir pendaftaran, formulir beasiswa) yang harus dikirimkan pada batas waktu tertentu. Universitas tertentu ada pula yang membutuhkan proses seleksi wawancara, jadi perhatikan dengan baik persyaratan apa saja, kronologi waktunya, biaya pendaftarannya, dan apakah tersedia beasiswa untuk mahasiswa asing dari kampus tersebut atau tidak.


Proses mendapatkan beasiswa Global Scholarship

Saat itu saya mendaftar beasiswa yang disediakan kampus untuk mahasiswa asing yaitu Global Scholarship. Beasiswa tersebut mencakup seluruh biaya akademik, seperti uang masuk dan biaya persemester, tidak termasuk biaya hidup. Syarat untuk beasiswa tersebut adalah lulus syarat-syarat akademik seperti yang saya sebutkan diatas, dan bersedia menjadi asisten akademiknya advisor. Untuk biaya hidup sehari-hari, saya dapatkan dari lab, dengan mengerjakan project yang nantinya menjadi topik tesis, dan dengan menjadi asisten akademik. Jadi, sistemnya semacam kerja kantoran, ada jam masuk dan jam pulang yang sudah ditentukan, namun fleksibel, misalkan ada kuliah di jam tersebut kita boleh meninggalkan lab, dan setiap bulan akan mendapatkan “gaji” sebagai biaya hidup perbulan. Jadilah saat ini saya sebagai asisten untuk mata kuliah yang diajar profesor saya sambil “ngelab” (yah itu istilahnya anak engineering kalo lagi ada di lab atau percobaan, hehehe).

Setelah segala proses pendaftaran dan pengumpulan dokumen selesai, tinggal menuggu hasil, apakah lolos atau tidak. Biaya kuliah di Korea salah satunya di kampus saya, terbilang mahal (saya membandingkannya dengan biaya saya dulu kuliah di ITB dan biaya sehari-hari di Bandung, amat jauh berbeda). Untuk Hongik University saja, uang persemesternya sekitar 6-7,2 juta won, dengan kurs 1 won sebesar 12 rupiah, bisa dihitunglah kira-kira satu semester harus mengeluarkan biaya seberapa  Jika berminat sekolah di Korea dengan biaya pribadi, tentunya setiap universitas memiliki ketetapan biaya sekolah yang berbeda-beda, mungkin bisa dilihat di website akademik masing-masing kampus tersebut, dan biaya di Hongik ini bisa dijadikan sebagai gambaran.

Kesempatan mahasiswa Internasional mendapatkan beasiswa di Korea Selatan

Beasiswa untuk mahasiswa asing terutama mahasiswa Indonesia di Korea ada tentunya, dapat dibagi dalam 3 kategori, dari pemerintah/ instansi di Indonesia, dari Pemerintah/ Instansi di Korea, dan beasiswa yang ditawarkan oleh kampus. Untuk beasiswa yang ditawarkan oleh Indonesia, seperti yang sebagian besar teman-teman ketahui adalah beasiswa LPDP (www.lpdp.depkeu.go.id) dan beasiswa dikti (beasiswa.dikti.go.id). Untuk beasiswa dari instansi di Indonesia saya sebenarnya kurang mengetahui banyak, mungkin bisa dicari melalui internet, biasanya ada beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil jurusan terkait IT. Beasiswa untuk mahasiswa dari pemerintah Korea yang paling popular, dikelola oleh NIIED (www.niied.go.kr), adalah beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program), yang mencakup sekolah bahasa (selama 1-1,5 tahun), biaya hidup, dan biaya sekolah seluruhnya (sekolah bahasa dan biaya kuliah), dan fasilitas-fasilitas tertentu (seperti korting biaya dormitory dan prioritas lebih dibandingkan mahasiswa asing lainnya). Ada pula beasiswa dari instansi tertentu di Korea seperti POSCO, KGPA (Korea Green Promotion Agency), AMA (Art Major Asian), ASEAN, dan KOICA (The Korea International Cooperation Agency). Hampir seluruh kampus di Korea menawarkan beasiswa berupa potongan tuition fee ataupun biaya lainnya (seperti research assistant scholarship, dan berbagai beasiswa lainnya) untuk mahasiswa asing untuk jurusan-jurusan tertentu dan dapat dilihat di website akademik kampus tersebut.

Menyikapi kurikulum belajar di Korea Selatan

Karena saya mengambil kuliah master untuk bidang engineering, waktu lebih banyak dihabiskan di laboratorium dibandingkan di kelas. Segala hal yang terkait research dan project bahkan tugas-tugas kuliah seluruhnya dikerjakan di lab/office. Saat ini saya berada di semester 4, yang mungkin untuk anak-anak yang mengambil kuliah di jurusan engineering, hanya akan diisi dengan tugas akhir. Semester 1 hingga 3 terdapat coursework/lecture yang harus diambil (jumlah sks minimum setiap kampus berbeda-beda). Kuliah di korea untuk master pada umumnya diselesaikan dalam waktu minimum 2 tahun (baik 2 tahun coursework/lecture only maupun 2 tahun lecture and thesis).

Di Hongdae sendiri, kegiatan kuliah dilakukan dengan dua bahasa, Korea dan Inggris). Pada awalnya tidak terbiasa sama sekali dan agak sulit untuk mendengarkan dosen yang terkadang “keceplosan” memberi instruksi atau tugas menggunakan bahasa korea, namun lama kelamaan akan terbiasa Prof advisor saya sendiri menganjurkan untuk belajar bahasa korea agar memudahkan pada saat kegiatan belajar mengajar, maupun berbaur dengan orang-orang di kampus, dan orang-orang sekitar.

Selain itu, hal yang memudahkan kita adalah pengajar disini membebaskan bahasa yang digunakan untuk menyelesaikan tugas ataupun presentasi, boleh berbahasa korea maupun berbahasa inggris. Untuk ujian, seluruh pengajar di jurusan saya selalu menggunakan bahasa inggris. Seandainya ada yang tidak saya mengerti di kelas, saya mengatasinya dengan belajar sendiri di rumah, karena seluruh Prof pengajar, biasanya menggunakan buku acuan berbahasa inggris, sehingga saya rasa tidak akan ada masalah akademik asalkan rajin (review apa yang diajarkan, terutama lecture yang berbahasa korea) dan mengerjakan tugas serta mengikuti ujian. Untuk mata kuliah tertentu, terkadang saya belajar melalui online course (sekarang kan tersedia bayak online course, yang bisa diakses umum, seperti MIT coursework untuk umum, atau video coursework yang tersedia dimana-mana) pada saat memiliki waktu senggang, dan membuat summary di buku atau kertas sehingga akan lebih mudah saat hendak review untuk ujian. Kalau menurut saya, pressure akademik dan research disini cukup tinggi, sehingga persiapkan diri dengan baik.


Akomodasi/ Tempat tinggal

Pada awalnya saya tinggal di dormitory kampus. Dormitory kampus di korea biasanya ada beberapa tipe, dengan harga dan fasilitas yang berbeda-beda. Di Hongik sendiri ada 3 tipe dormitory, dormitory yang 1 kamar untuk 4 orang, 1 kamar untuk 2 orang, dan yang terkahir (dan paling mahal) adalah dormitory ala hotel. Saya tinggal di daerah Hongdae. Hongdae bagian dari Seoul dan termasuk daerah di Seoul yang lokasinya cukup strategis. Bagi teman-teman yang baru akan memasuki kegiatan perkuliahan, kalau menurut saya akan lebih baik tinggal di dormitory kampus, selain untuk adaptasi juga untuk kemudahan untuk akses ke kampus. Namun, kurang nyamannya di dormitory adalah adanya jam malam dan fasilitas yang terbatas (tidak semua dormitory memiliki fasilitas dapur, tempat olahraga, sehingga harus disurvey terlebih dahulu) dan harus berbagai dengan teman-teman lainnya. Fasilitas yang biasanya ada di dormitory adalah internet, lemari, meja belajar, rak buku, tempat sepatu, heater, ac, internet (wifi), dispenser dan mesin cuci (sharing), dan kamar mandi (sharing ataupun private yang tersedia di kamar).

Apabila ingin tinggal di luar dormitory ada beberapa tempat yang lumayan, yang biasa disebut one room dan hasukjib. One room ini semacam apartemen, dengan fasilitas lengkap, sama seperti dormitory, ditambah dengan fasilitas dapur untuk memasak, kamar mandi di dalam, heater, ac, dan mesin cuci. Biaya perbulannya biasanya lebih mahal bila dibandingkan dormitory, dan belum termasuk biaya listrik air dan biaya tambahan lainnya perbulan (jika ada). Harga one room ini pun bervariasi, mulai dari yang murah 60 ribu won perbulan hingga yang mahal sekali (mencapai jutaan won), namun biasanya harganya berkisar pada 400-500 ribu won perbulannya. Demikian pula hasukjib, namun, untuk hasukjib ini sistemnya mungkin seperti kos-kosan di Indonesia, sehingga biayanya mungkin lebih murah bila dibandingkan dengan one room. Hasukjib dan one room ini sebenrnya bisa dibrowsing di internet ataupun dengan mengunjungi website khusus seperti www.zigbang.com (bisa memilih tipe ruangan, rentang harga dan sejenisnya). Satu tahun pertama, saya tingal di dormitory kampus saya dan harus membayar biaya persemesternya sebesar 931.000won.

Living Cost in South Korea

Hidup di Korea khususnya di Seoul ternyata tidak semenyeramkan yang saya kira sebelumnya. Seoul termasuk kota yang bersih, teratur, dan termasuk cepat. Harga barang-barang dan makanan sehari hari disini pun terbilang cukup mahal bila dibandingkan dengan harga-harga di Indonesia. Untuk makan sekali di rumah makan sekitar kampus mungkin harus mengeluarkan 5 – 10 ribu won. Ada juga makanan yang harganya terjangkau, seperti jumok bab (sejenis nasi yang digumpal dengan isi lauk dan rumput laut), kimbab, rice burger, dan mie and rice cup. Untuk makan malam, dan sarapan, jika ada dapur, memasak dapat dijadikan alternatif utama untuk berhemat. Kalaupun tidak ada dapur, paling tidak harus sedia rice cooker atau multi-cooker.

Kalau saya sendiri di kamar diam-diam “menyusupkan” kulkas dan microwave karena di dormitory yang saya pilih tidak ada fasilitas dapur bersama. Seandainya butuh belanja keperluan sehari-hari saya bisanya ke supermarket yang sering memberikan promo, atau supermarket yang memiliki produk sendiri, misalnya home-plus atau lotte mart. Info promosi yang ada di tempat tersebut pun dapat diketahui melalui websitenya atau kakaotalk plusfriend (di Korea, aplikasi chatting kakaotalk amat sangat digunakan, lebih daripada Line atau Whatsapp), sehingga lebih nyaman jika kita ingin berbelanja murah. Apabila malas keluar karena harus ngelab ataupun karena cuaca yang sangat dingin saat winter, belanja fasilitas online-shopping dan delivery di Korea sangat menolong. Di Korea apapun bisa di-delivery, tidak hanya menu seperti pizza, bahkan ttokpoki dan menu berkuah pun bisa di-delivery di sini. Begitu juga dengan barang lainnya seperti baju, buku, sepatu, dan kebutuhan sehari-hari. Barang kebutuhan sehari-hari disini seperti deterjen dan sabun berkisar 3-10 ribu won. Biasanya untuk belanja kebutuhan bulanan, saya menyiapkan sekitar 30-50 ribu won. Di Korea, pembayaran dan transportasi pun mudah. Untuk pembayaran, kita tidak harus selalu menyediakan uang cash, karena hampir seluruh toko di Korea menerima pembayaran dengan menggunakan debit card/credit card/check card.



Transportasi di Korea Selatan

Transportasi umum di kota-kota di Korea amat sangat nyaman, banyak, dan teratur. Jadi untuk kendaraan umum di Korea terdapat 3 opsi yang sering digunakan yaitu bis, subway, dan taksi. Bis adalah opsi yang paling murah, dengan tarif tegantung jenis bus dan jarak tempuhnya. Maeul bus, atau bus kecil yang biasanya melewati seluk beluk jalan kecil di Korea, biasanya berkisar 900 won, sedangkan bus yang melalui jalan besar (bus dalam kota) berkisar 1200 won dengan tambahan sebesar 100 won untuk setiap jarak tertentu yang ditempuh. Apabila harus transfer dari satu kendaraan ke kendaraannya pun tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena terhitung sebagai “transfer”.

Apabila bepergian pada saat traffic hours atau ingin lebih cepat sampai, lebih nyaman jika bepergian dengan subway. Subway disini sangat convenient. Dilengkapi fasilitas heater, ac, dan free wifi dan tepat waktu. Seluruh kendaraan umum ini dapat dibayar dengan menggunakan debit card/credit dan transportation card (t money, cash bee) dan bisa dipakai di seluruh Korea. Kartu transportasi tersebut bisa diisi ulang di stasiun atau di mini market terdekat. Kalau saya tidak tahu cara bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya, selain bisa browsing dengan cepat (karena internet ada dimana-mana), bisa juga menggunakan aplikasi seperti Naver Maps (the best!), Subway Navigation, Seoul Bus, ataupun Google Maps. Aplikasi tersebut dapat menunjukkan jalur, waktu tempuh, halte tempat naik dan turunnya penumpang serta kendaraan apa yang menuju ke lokasi yang ingin saya capai. Benar-benar sangat nyaman.

Begitu pula dengan ramalan cuaca. Orang-orang disini sangat bergantung pula pada weather forecast. Jadi mereka tidak setiap hari perlu membawa payung, dan tahu apa saja yang harus dipersiapkan pada kondisi cuaca tertentu, baju apa yang cocok, dan broadcast-nya pun sangat akurat dan update.

Fasilitas untuk mahasiswa Internasional

Fasilitas di Korea menurut saya jauh di atas rata-rata, baik dari pelayanan maupun teknologinya. Seperti transportasi yang amat sangat teratur dan nyaman serta akses informasi untuk sarana transportasi mudah. Saya senang sekali jika bepergian disini karena informasi mengenai lokasi dan transportasi yang tersedia sangat lengkap dan tidak terlalu mahal. Fasilitas kesehatan pun juga lengkap, nyaman, walaupun mungkin mahal. Oiya, jangan lupa untuk mendaftar asuransi kesehatan karena akan berguna nantinya pada saat berobat sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Untuk berobat ke dokter umum untuk keluhan ringan seperti batuk, flu, demam, gangguan pencernaan dan sejenisnya biasanya harganya terbilang murah, lain halnya dengan dokter gigi.

Bagi mahasiswa asing, biasanya setiap kampus menyediakan fasilitas seperti ISL (International Student Lounge) atau semacam “buddy” yang bertugas mengenalkan lingkungan kampus. Mereka biasanya ramah-ramah loh. Fasilitas paling menarik di Korea yang dapat digunakan adalah akses internet (wifi) gratis dimana-mana, layanan delivery yang tersedia 24 jam, kemudahan transaksi, dan online-shopping and delivery. Biasanya apabila sedang lapar saat tengah malam dan sedang malas masak, delivery ini bisa menjadi pertolongan pertama yang bisa digunakan.

Mengisi waktu luang

Pada saat di Korea, sayang sekali jika tidak mengisi waktu luang dengan traveling atau mempelajari bahasa atau culture Korea. Disini terdapat 2 kali libur panjang, yaitu libur thanksgiving (chuseok) dan liburan tahun baru lunar (solal). Apabila ada waktu luang, saya dan beberapa teman-teman Indonesia yang ada di sini biasanya menyiapkan rencana liburan karena libur solal dan chuseok biasanya cukup panjang ( 3-5 hari). Pernah saya isi dengan berjalan-jalan keliling Seoul, Gyeonggido, Gangwondo dan kota-kota lainnya seperti Jeju, Busan, Daejeon, Daegu, Gyeongju, Andong, dan sebagainya. Tempat wisatanya pun bervariasi.

Tempat favorit yang saya pernah kunjungi adalah Korean Folk Village, MBC Dramia, dan lokasi-lokasi syuting drama. Kalau beruntung, bisa saja teman-teman bertemu dengan artis/idol yang biasa hanya teman-teman lihat dari drama atau youtube! Tentunya sangat menyenangkan. Selain itu di Korea juga sering diadakan konser-konser gratis pada saat event-event tertentu, seperti music show dari stasiun tv tertentu, atau pada saat hari kemerdekaan korea. Buat teman-teman yang suka karaoke, terutama lagu-lagu korea dan barat, tempat karaoke di Korea benar-benar top dan oke, mulai dari yang murah hingga yang fasilitasnya seperti kamar private dan disediakannya konsumsi. Karaoke, memakai hanbok, makan menu khas Korea, dessert cafe khas Korea, kpop and kdrama experience, ski and snowboarding, dan acara festival kampus merupakan beberapa hal wajib yang harus dicoba di Korea.

Karakteristik orang Korea

Orang-orang di sini, secara umum benar-benar teratur dan cukup tepat waktu. Terutama ketepatan waktu pada fasilitas transportasi umum. Saya pernah ketinggalan kereta antar kota hanya karena telat datang 1 menit saja dan harus menunggu kereta keberangkatan berikutnya. Jadwal kedatangan bus dan subway pun biasanya update dan sesuai jadwal. Apabila teman-teman keluar pada saat jam pergi kerja atau jam pergi sekolah, akan terlihat bahwa orang-orang disini pergerakannya benar-benar terkesan tergesa-gesa dan cepat. Oleh karena itu, hampir segala sesuatu disini cepat, mulai dari delivery, pelayanan konsumen, dan internet.

Orang-orang Korea tidak diragukan lagi dari segi penampilan. Mereka, terutama kaum hawa, benar-benar sangat memperhatikan penampilan. Tidak jarang terlihat para wanita yang sedang make-up atau memperbaiki make-up di tempat umum, tanpa mencari tempat khusus seperti toilet. Toko kosmetik di sini pun sudah seperti mini market, ada dimana-dimana, menjamur, dan selalu dikunjungi orang, baik lokal maupun turis.  Orang-orang disini pada umumnya sangat menjaga penampilan dan percaya dirinya tinggi. Kerap kali dijumpai orang-orang yang memakai baju yang cukup wah ataupun nyentrik disamping yang berpakaian anggun, rapi dan gagah. Ke kampus saja para wanita banyak yang menggunakan rok mini atau celana pendek dan ber-make-up ala-ala di drama, sedangkan para lelaki yang pergi ke kampus dengan celana pendek dan sendal. Benar-benar sukses membuat saya minder.



Life style dalam bergaul

Gaya pergaulan di sini kurang lebih sama seperti di Indonesia, berkumpul, bermain, berbincang bersama, hangout, traveling bersama. Di sini  ada panggilan-panggilan khusus dan istilah khusus untuk senior dan junior serta kakak/ adik perempuan/ laki-laki. Kecuali benar-benar dekat, kita harus memanggil mereka sesuai dengan aturan dan umur. Kepada senior yang umurnya sangat jauh berbeda, biasanya saya panggil menggunakan kata sunbae. Untuk adik nim (donggi) atau junior yang lebih muda biasanya langsung dipanggil menggunakan nama saja. Jika berbincang dengan orang yang tidak terlalu dekat atau orang yang harus dihormati bisanya dengan menyebut nama ditambah imbuhan “ssi” atau menyebut pekerjaan ditambah kata “nim”.

Teman-teman pasti pernah kan mendengar istilah oppa, eonni, nuna, hyeong, hakseng, atau agassi? Iya itu adalah panggilan-panggilan yang sering digunakan disini. “Oppa” adalah panggilan kepada laki-laki yang lebih tua yang dilakukan oleh perempuan, sedangkan untuk perempuan yang lebih kakak, biasanya dipanggil dengan sebutan “eonni”. Laki-laki kepada kakak laki-laki (atau laki-laki yang lebih tua) harus memanggil dengan sebutan “hyeong”, sedangkan kepada kakak perempuan (perempuan yang lebih tua) dengan sebutan “nuna”. Jadi wajar saja kalau di Korea banyak yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan privasi seperti umur agar lebih mudah menentukan dengan sebutan apa memanggilnya dan dengan berbahasa seperti apa harus berbicara. Tingkatan berbicara di Korea pun ada banyak, mulai dari sopan sekali, hingga santai sekali.

Musim di Korea Selatan

Seperti yang kita ketahui, Korea termasuk negara dengan empat musim, winter (Desember-Februari), spring (Maret-Mei), summer (Juni-Agustus), dan fall (September-November). Cuaca disini bisa jadi panas sekali dan pada saat dingin bisa dingin sekali. Siapkan saja peralatan tempur terhadap cuaca ekstrem (sunblock dan lotion pada saat summer dan winter, hand cream, lip balm, baju dingin, dan sebagainya). Pada saat winter, temperatur bahkan bisa mencapai -18 derajat C dengan real feel yang dapat mencapai -27 derajat C. Pastikan juga teman-teman merasakan traveling di tiap musim, misalnya summer dengan liburan di pantai, fall dengan mendaki, winter dengan ski, dan spring dengan tur sakura. Pada saat summer, kondisinya mungkin sama dengan sebagian besar wilyah di Indonesia. Sedangkan pada saat spring, winter, dan fall terasa sedikit berbeda. Pada saat winter udara terasa lebih kering, sedangkan  saat summer terasa lebih lembab.  Karena negara empat musim, untuk teman-teman muslim, harus beradaptasi lebih baik lagi, karena jadwal sholat dan waktu puasa yang berbeda-beda. Selama saya berada di sini, ramadhan jatuh pada saat summer, sehingga waktu puasa di sini bisa mencapai 17 jam.



Tips buat kamu yang mau berangkat ke Korea Selatan

Bagi teman-teman yang baru mau berangkat ke Korea, siapkan saja uang dan surat menyurat dalam bahasa inggris yang dibutuhkan karena itu yang paling penting. Bawa bagasi sesuai batas maksimum saja dan penuhi dengan barang-barang yang perlu dipakai dan urgent, karena ternyata barang kebutuhan sehari-hari seperti bantal, bedcover, jaket winter, deterjen, sabun, dan sebagainya disini tidak semahal yang teman-teman bayangkan. Kontak senior teman-teman yang sudah lebih dahulu merasakan rasanya di perantauan Korea untuk tahu kira-kira apa saja yang dibutuhkan di kampus teman-teman nantinya. Siapkan saja dokumen-dokumen yang sama seperti ketika mendaftar kuliah, ditambah dokumen-dokumen seperti paspor dan visa, surat jaminan beasiswa untuk yang kuliah dengan menggunakan beasiswa, surat tanda diterima oleh universitas, ijazah dan transkrip dalam bahasa inggris, serta sertifikat kemampuan berbahasa asing (inggris, korea, atau dua-duanya kalau bisa) yang mungkin dibutuhkan serta kelengkapan lainnya seperti pas foto. Hal-hal tersebut mungkin akan dibutuhkan pada saat lapor ke kantor imigrasi untuk mendapatkan kartu tanda pengenal bagi warga negara asing atau mendaftar kerja parttime.

Barang yang harus dibawa tergantung teman-teman kebutuhan teman-teman saja, yang jelas bawa baju sih ya? baju dingin beberapa, obat pribadi, perlengkapan kuliah yang dperlukan seperti kalkulator, notebook dan segala perlengkapannya, rice cooker mini mungkin? Sepatu, baju sejenis heattech sebagai inner untuk musim dingin, sprei, setrika, dan makanan-makanan yang tahan lama. Oiya akan lebih baik pula jika sebelum berangkat teman-teman sudah mengenal hangeul. Tidak perlu bisa berbahasa Korea, yang penting sudah mengenal sedikit bahasa Korea dan hangeul karena di Korea sendiri tersedia sekolah bahasa mulai dari yang berbayar hingga yang gratis! Sangat nyaman kan? Semangat teman-teman yang akan belajar di Korea, selamat menuntut ilmu dan selamat bersenang-senang. Niatkan semua untuk kebaikan dan ibadah, semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan awet dan berguna bagi yang lainnya.

Reporter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Scroll To Top