Mengapa Memilih untuk Kuliah di India?

Pandangan masyarakat tentang kuliah tidak sedikit yang mengarah kepada gengsi dan sekedar tantangan pribadi. Sebenarnya, studi di luar nege...

Pandangan masyarakat tentang kuliah tidak sedikit yang mengarah kepada gengsi dan sekedar tantangan pribadi. Sebenarnya, studi di luar negeri saat ini lebih tepat dikatakan sebagai kebutuhan dari pada sekedar gengsi semata. Kebutuhan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan juga pengalaman hidup yang lebih dinamis dijadikan alasan sebagian masyarakat untuk melanjutkan studi di luar negeri. Kualitas pendidikan di luar negeri lebih maju dan meyakinkan. Namun, banyak faktor yang menghalangi sebagian besar masyarakat untuk melakukannya, terutama pada faktor biaya. Gambaran tentang kuliah di luar negeri adalah mahal dan jauhlah yang selalu kita bayangkan. Sedangkan untuk beasiswa, hanyak segelintir orang-orang yang beruntung bisa mendapatkannya, selain kemampuan yang lebih penting adalah usaha untuk mendapatkan beasiswa tersebut.


Melihat kondisi di atas, cobalah tengok kepada India. Negara bekas jajahan Inggris ini ternyata punya potensi yang besar dalam bidang pendidikan. Sumber daya dosen dan profesor di universitas-universitas di India juga tidak diragukan lagi. Menganut sistem pendidikan seperti yang ditawarkan di Inggris, India menjadi salah satu negara dengan penghasil doktor terbanyak di dunia setiap tahunnya dan dengan biaya yang relatif lebih murah.

Tahun 2005 dan 2006, tiga universitas papan atas India menempati posisi 200 besar dalam daftar universitas terbaik di dunia versi Times Higher Education, yaitu Indian Institute of Technology (IIT), Indian Institute of Management (IIM), dan Jawaharlal Nehru University (JNU). Enam IIT juga, dan Birla Institute of Technology and Science, masuk dalam daftar 20 teratas untuk sekolah science and technology yang dirilis oleh majalah Asiaweek. Indian School of Business (ISB) yang baru berumur 11 tahun, langsung menempati posisi 12 untuk sekolah manajemen terbaik di dunia versi majalah Financial Times, London, tahun 2010. Sedangkan All India Institute of Medical Science (AIIMS) mendapatkan pengakuan global sebagai institusi yang memimpin dalam bidang riset dan perawatan.


Alasan Memilih India

Ketika kualitas pendidikan di dalam negeri kurang memuaskan dan relatif mahal, pilihannya jatuh kepada dua hal; melanjutkan studi di luar negeri dengan biaya sendiri atau beasiswa. Kuliah di luar negeri di Eropa dengan biaya sendiri hanya bisa dilakukan oleh beberapa mahasiswa saja, tidak semua. Biaya yang harus kita bayar sangat mahal, dan ditambah dengan biaya hidup di Eropa yang jauh diatas Indonesia. Kalau orang tua mampu support, maka masalah tersebut tidak lagi harus dipikirkan. Namun bagaimana jika orang tua kita tidak mampu untuk membiayai kita semahal itu, apakah kita hanya harus diam saja? Jika memang seperti itu, benar adanya bahwa pendidikan itu diskriminasi. Padahal menurut kami tidak.


Ada pilihan lain untuk mengatasi masalah biaya, yaitu mendaftar beasiswa. Beasiswa yang ditawarkan setiap tahunnya dari setiap negara bervariasi. Melalui Indian Council for Cultural Relations (beasiswa Pemerintah India), Indonesia mendapatkan jatah beasiswa untuk 20 orang. Angka tersebut tidak kecil, namun angka yang mendaftar juga lebih dari sepuluh kali lipat dari yang diterima. Persaingan mendapatkan kursi beasiswa sangat ketat. Lalu, apa yang terjadi kalau lagi kita tidak bisa mendapatkan beasiswa?

Maka salah satu pilihan bisa jatuh kepada India. Pendidikan di India cukup baik dan memiliki standar Eropa. Tenaga pengajar juga berkualitas dan pendidikan semua dengan medium bahasa Inggris. Biaya hidup? Jangan tanya, bisa dibilang hampir sama dengan di Indonesia. Ada beberapa universitas di India yang kualitas dan reputasinya sudah diakui dalam dunia pendidikan, seperti Indian School of Business (ISB) Hyderabad, Indian Institute of Technology (IIT), Indian Institute of Management (IIM) Ahmedabad, dan lainnya. 

Tahun 2010 – 2011, anggaran Pemerintah India untuk sektor pendidikan sendiri mencapai Rs.420 milyar (sekitar US$7,63 milyar atau Rp 72,04 triliun dengan asumsi US$1 = Rs. 55), meningkat Rs.56 milyar dari periode sebelumnya. yaitu sekitar 20% dari total anggaran negara, dan dibagi dari sektor pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Anggaran ini merupakan pembuktian keseriusan Pemerintah terhadap sektor pendidikan.

Program Undergraduate (S1)

Layaknya di Inggris, program Undergraduate di India (Strata 1) adalah selama tiga tahun, lebih cepat dari pada semua jenis program undergraduate di Indonesia (khusus B.Tech 4 tahun dan LL.B atau Bachelor of Law adalah  5 tahun). Selain hanya menjalani pendidikan tiga tahun, Program Undergraduate juga tidak diharuskan membuat skripsi atau thesis seperti di Indonesia. Akhir dari program Undergraduate ditandai dengan pembuatan Elective Paper, yaitu setiap mahasiswa diberikan topik pilihan untuk dijadikan tulisan dalam bentuk makalah, yang judulnya ditentukan sendiri oleh mahasiswa.

Mata kuliah umumnya diberikan dalam bentuk paket (ada beberapa yang menggunakan sistem kredit) sehingga mata kuliah yang diambil setiap semester (atau setiap tahun) sudah ditentukan oleh universitas. Keuntungan dari program ini adalah tidak ada mahasiswa yang tertinggal oleh temannya yang berada dalam satu angkatan, karena semua mengambil mata kuliah yang sama. Hanya, jika ada yang gagal, maka setiap universitas memiliki kebijakan masing-masing tentang maksimal mata kuliah yang gagal. Sejauh jumlah mata kuliah yang gagal itu masih dibawah atau sama dengan maksimum jumlah yang diperbolehkan oleh universitas, maka kita tetap akan naik ke tingkat berikutnya dengan gelar promoted. Selanjutnya, setiap mahasiswa harus mengikuti ujian remedial atau disebut Supplementary Examination yang diadakan oleh universitas agar bisa meluluskan mata kuliah yang gagal tersebut. Namun, jika jumlah mata kuliah failed kita lebih dari jumlah maksimal, maka kita harus mengulang kembali selama satu tahun. Mirip dengan sistem SMA di Indonesia. Universitas juga biasanya menyediakan program Improvement Examination yang diadakan bersama dengan ujian remedial, yaitu ujian untuk memperbaiki nilai yang kurang memuaskan.


Program Master (S2)

Kecuali program  Master of Engineering (ME) dan Master of Computer Application (MCA), Program Master (Strata 2) diselesaikan dalam waktu dua tahun (4 semester). Sistem pendidikan India menetapkan bahwa program Master harus diselesaikan oleh seluruh mahasiswa dalam waktu dua tahun. Hanya kepada mahasiswa yang harus melakukan remedial (Supplementary Examination) dan perbaikan yang mungkin memakan waktu lebih lama. Untuk Engineering dan MCA diselesaikan dalam waktu tiga tahun (6 semester).

Program Master sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu Masters by Research dan yang non-riset. Master non-riset akan kuliah seperti biasanya, masuk kelas dan mendapatkan materi dari dosen. Sedangkan riset tanpa kelas, dan hanya datang ke kampus untuk bimbingan riset dari dosen. Kebijakan tentang Supplementary dan Improvement Examination tidak berbeda dengan sistem di Undergraduate. Namun, kebanyakan Program Masters di India adalah program taught, atau kelas (non-riset).


Program Doctorate (S3)

Setiap mahasiswa yang mengambil program Doctorate (Strata 3) harus mengajukan proposal penelitian kepada Universitas yang selanjutnya diajukan juga ke Ministry of Research and Development (Department of Education) untuk disetujui proposal risetnya. Jika proposal riset kita tidak diterima, maka kita tidak bisa kuliah di India. Menurut Susanto M.A., M.Hum., seorang mahasiswa yang sedang mengambil program Ph.D Linguistik di EFLU, Hyderabad, alasan penolakan bisa terjadi karena berbagai hal, diantaranya: karena proposal riset bermuatan politik dan dapat mengganggu stabilitas suatu negara, karena daerah riset yang diajukan dirasa kurang tepat untuk diteliti oleh orang yang bersangkutan - ini berhubungan dengan hasil akademik mahasiswa yang bersangkutan di jenjang pendidikan yang sebelumnya, dan alasan lainnya. Solusinya, mengajukan judul proposal lainnya yang mungkin memiliki peluang diterima yang lebih besar.


Namun harus diingat, bahwa di beberapa universitas, proposal penelitian yang diajukan diawal harus dibawa sampai dengan mahasiswa mendapatkan gelar Ph.D mereka. Ini bagian dari kebijakan Pemerintah India untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Karena dalam beberapa kasus, mahasiswa mengajukan proposal sementara, “asal diterima”, dan kemudian mengganti proposal mereka dengan judul dan daerah penelitian lainnya. Ini yang diharapkan untuk tidak berlanjut.

Program untuk Doktorat umumnya lima tahun, dan semua by research. Namun menurut Susanto, tidak menutup kemungkinan bagi seorang mahasiswa untuk menyelesaikan program mereka dalam waktu tiga tahun, selama mereka konsisten pada riset dan mendapatkan supervisor yang cocok. Bagi sebagian mahasiswa yang belum pernah mengambil gelar Master of Philosophy (M.Phil.) sebelumnya, akan ada beberapa kelas (course work) yang harus dihadiri untuk penerimaan materi dan pembuatan term paper. Ini berlaku bagi rata-rata mahasiswa yang mengambil S2 di Indonesia, dan langsung melanjutkan S3 di India.

Sedangkan untuk mahasiwa yang mendaftar ke India lewat program beasiswa India (ICCR), mereka cukup melakukan segala proses awal pendaftaran di tanah air.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Mengapa Memilih untuk Kuliah di India?
Mengapa Memilih untuk Kuliah di India?
https://2.bp.blogspot.com/-3QPQvurkQfI/U6k7UcKT51I/AAAAAAAAA4I/C_wc-UKw2NM/s1600/belajar.png
https://2.bp.blogspot.com/-3QPQvurkQfI/U6k7UcKT51I/AAAAAAAAA4I/C_wc-UKw2NM/s72-c/belajar.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/06/kenapa-memilih-untuk-kuliah-di-india.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/06/kenapa-memilih-untuk-kuliah-di-india.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy