9 Perbedaan Budaya Antara Indonesia dan Jepang

Ketika kamu memutuskan untuk pergi mengunjungi tempat-tempat yang baru dan jauh dari rumah entah itu keluar kota, luar pulau, bahkan mungkin...

Ketika kamu memutuskan untuk pergi mengunjungi tempat-tempat yang baru dan jauh dari rumah entah itu keluar kota, luar pulau, bahkan mungkin luar negeri, kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda. Perasaan itu mungkin bisa kagum, bingung, penasaran, kaget, dan lain-lain. Perasaan ini biasa disebut sebagai culture shock. Culture shock dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan gegar budaya. Gegar budaya sendiri sering di artikan sebagai sebuah perasaan kaget, bingung, dan emosi yang berkecambuk karena seseorang berada didareah yang memiliki budaya serta kebiasaan yang berbeda.

Perasaan culture shock timbul karena seseorang yang berada ditempat baru susah sekali untuk melakukan adaptasi dan asimilasi kebudayaan yang baru. Sehingga, hal ini membuat orang tersebut sulit untuk mengenali dan mengerti hal-hal yang ada di tempat baru tersebut. Ini disebabkan juga karena seseorang masih terbawa emosi atau terbayang negara asal mereka, sehingga selalu membuat perbandingan-perbandingan dengan apa yang ia lihat.


Banyak orang yang berkunjung ke Jepang akan mengalami culture shock. Kali ini Berkuliah.com akan menampilkan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya culture shock saat berkunjung ke Jepang. Untuk lebih jelasnya simak artikel sebagai berikut.


1. Agama yang dianut orang Jepang

Masyarakat Jepang mengartikan sebuah agama atau tuhan menjadi sesuatu yang terpisah. Agama merupakan sesuatu yang paling pribadi dan tidak boleh diusik oleh siapapun. Oleh karena itu, saat bertemu dengan orang Jepang janganlah kamu menanyakan atau membicarakan agama dengan mereka.Hal ini akan menganggu pikiran mereka, dan membuat mereka berkesan bahwa kamu adalah orang yang terlalu selektif dalam berteman.


2. Jarang ada air untuk bersuci di toilet umum

Kamu mungkin akan kebingungan saat kamu ketoilet dan tidak menemukan air, karena mungkin hanya terdapat kertas tisu. Jika kamu sudah berpengalaman mungkin bisa membawa air sendiri dari rumah.


3. Orang Jepang sangat efisien dalam menggunakan waktunya

Kamu mungkin akan menemui masalah besar jika memiliki kedisiplinan yang buruk. Orang-orang Jeoang terkenal sangat disiplin dalam hal apapun, terutama waktu. Jika orang Indonesia terkenal dengan kebiasaannya mengulur-ulur waktu, maka jangan harap kamu bisa melakukan hal yang sama di Jepang. Orang Jepang tidak suka menunggu dan membuang-buang waktu, karena bagi mereka waktu adalah uang.


4. Lalu lintas yang tertib

Orang Jepang juga sangat tertib dalam berlalu lintas. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan kemacetan pun sangat jarang berbeda dengan Jakarta. Dalam kendaraan umum pun juga akan tertib, jarang sekali kendaraan yang kelebihan muatan atau penumpang. Hal yang harus selalu diingat saat naik kendaraan umum adalah mendahulukan orang tua, ibu hamil, orang cacat, tidak boleh berisik, jangan makan terlalu dekat, jangan membawa terlalu banyak barang, jangan bermake up, dan jangan menelpon.


5. Orang Jepang sangat menjaga kebersihan

Jika kamu ingin membuang sampah, maka perhatikan dulu sekelilingmu apakah terdapat tempat sampah atau tidak. Jika tidak, maka simpanlah dulu sampai kamu menemukan tempat sampah. Setelah menemukan tempat sampah buanglah sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Jika kamu tidak melakukan hal ini, bersiaplah untuk berurusan dengan petugas kebersihan.


6. Budaya makan dan minum di Jepang


a. Budaya makan

Jepang terkenal dengan makanan yang segar dengan cita rasa masih asli, mungkin orang Indonesia menyebutnya dengan mentah atau setengah matang. Akan tetapi makan Jepang disebut sebagai The Healthy food in The World karena kesegarannya. Dari semua masakan Jepang yang paling sulit ditemukan adalah ke Halalan, karena kebanyakan komposisinya menggunakan bahan dari daging babi.

Saat akan makan sebaiknya kamu mengucapkan “itadakimasu” dan mengambil sumpit yang disediakan. Hal yang kurang sopan dan tidak boleh dilakukan saat makan adalah bersendawa, menancapkan sumpit di nasi, menjilat sumpit, meletakkan sumpit secara silang, mengaduk sup dengan sumpit, menerima makanan dari orang lain, menggali makanan, menggunakan untuk menunjuk orang dan memotong makanan. Hal yang mungkin berbeda dengan budaya kita adalah mengeluarkan suara saat makan sup merupakan bentuk rasa senang dan menikmati makanan, jika di Indonesia mungkin itu adalah hal yang kurang sopan.

b. Budaya minum

Teh dan sake adalah minuman yang sangat terkenal di Jepang.
Aturan saat minum teh juga harus dipahami, cara duduknya adalah dengan bersimpuh sama seperti para sinden jawa saat menyanyi di kesenian wayang. Sebelum menengguk teh, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan putar cangkir sekitar 180 derajat dengan tangan kanan. Jangan sampai lupa hal ini jika kamu tidak ingin dianggap tidak sopan, karena motif cangkir harus terlihat yang mengartikan bahwa kamu benar-benar menikmati tehnya.

Minum sake sudah menjadi budaya sejak lama di Jepang. Biasanya akan dilakukan setelah pulang kerja atau di malam hari. Saat minum sake bersama harus menunggu seseorang mengatakan “kampai”, baru yang lainnya bisa minum. Ketika ingin menuang sake, hendaknya tuang juga untuk yang lainnya. Jika ada gelas yang kosong pasti aka nada orang lain yang mengisisnya, jadi jika kamu sudah merasa pusing dan tidak ingin minum, sebaiknya habiskan sake dalam gelas kamu sampai acara selesai jangan sekali teguk.



7. Berkomunikasi dengan orang Jepang

a. Berkenalan

Hal yang harus diperhatikan saat berkenalan dengan orang Jepang adalah bukan bersalaman tapi membungkukkan badan terlebih dahulu (Ojigi). Ojigi juga biasa digunakan dalam berbagai hal seperti beladiri, member salam, member hormat, meminta maaf, mengucapkan terimakasih, dan lain-lain. Orang Jepang sangat menghargai privasi jadi janganlah kamu sembarangan berbicara sebaiknya bicaralah mengenai hal-hal yang ringan.

b. Berkomunikasi

Saat berkomunikasi dengan orang Jepang sebaiknya kamu menggunakan kata-kata formal. Untuk yang sudah akrab mungkin akan berbeda, akan tetapi memang lebih baik selalu gunakan kata-kata formal. Surat dan bahasa isarat masih sering digunakan di Jepang meski sudah ada telepon. Jadi semoha hal ini tidak membuatmu kaget.

8. Musim di Jepang

Kamu tentunya sudah tahu bahwa Jepang memiliki empat jumlah musim yaitu musim semi, musim gugur, musim dingin, dan musim panas. Tentunya kamu akan senang kalau menjumpai musim semi dan gugur, karena pemandangan sangat indah. Akan tetapi jika musim dingin suhunya bisa mencapai -10 derajat C, jadi siapkan jaket tebal karena akan mengeringkan kulit bahkan membuat kulit pecah-pecah. Untuk musim panas suhunya mencapai 38 derajat C, jadi pakailah pakaian yang mudah menyerap keringat dan jangan terlalu tebal.


9. Budaya mentraktir

Jika kamu masih bersekolah atau kuliah kamu akan menjadi orang yang beruntung, karena kebudayaan yang berkembang jika kamu makan bersama orang yang sudah bekerja mereka akan mentraktirmu. Orang yang sudah bekerja harus mentraktir yang masih bersekolah jika sedang makan bersama.

 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,297,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,58,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: 9 Perbedaan Budaya Antara Indonesia dan Jepang
9 Perbedaan Budaya Antara Indonesia dan Jepang
https://3.bp.blogspot.com/-qZd65aHN744/U7eCZnI7AMI/AAAAAAAAB5s/OmF0WPoVdC0/s1600/shock.png
https://3.bp.blogspot.com/-qZd65aHN744/U7eCZnI7AMI/AAAAAAAAB5s/OmF0WPoVdC0/s72-c/shock.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/07/9-perbedaan-budaya-antara-indonesia-dan-jepang.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/07/9-perbedaan-budaya-antara-indonesia-dan-jepang.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy