Artikel Terbaru

Berbagi Cerita Bersama Satria Tentang Kuliah di Arab Saudi

Arab saudi merupakan tempat penting yang merupakan jantung umat muslim di dunia. Setiap tahun jutaan umat muslim menunaikan ibadah haji dan umroh. Tahukah kamu dengan adanya hal itu pemerintah Arab Saud mendapat sumbangan devisa yang banyak Perkembangan di Arab melaju pesat, banyak teknologi dan gedung pencakar langit menjulang tinggi dan kokoh di tanah Arab.

Berbicara tentang hokum, hukum Arab Sangat ketat hingga saat tiba waktu salat semua pedagang akan meninggalkan tokonya dan melaksanakan kewajibannya. Mereka tidak khawatir dengan adanya pencuri karena hukum sangat ketat dan kebanyakan toko memasang jendela anti peluru yang mustahil untuk pecah. Tim berkuliah.com berhasil mencari informasi tentang kondisi kuliah di Arab Saudi bersama Satria.


Nama lengkapnya Satria Antoni Samsyudin. Saat ini dia sedang menyelesaiakan program S2 di King Abdul Aziz University jurusan Geologi dan akan selesai tahun 2014. Sebelumnnya Satria menempuh pendidikan S1 di Pekanbaru, Riau. Setelah lulus dia bekerja dan kemudian di tempat bekerjanya, dia ditawari beasiswa ke luar negeri. Awalnya Satria mendaftar ke Inggris dan Arab Saudi, setelah menunggu pengumuman akhirnnya dia diterima di keduanya. Keputusan berat bagi Satria, setelah melakukan pertimbangan akhirnya dia memutuskan untuk memilih Arab Saudi.

Kampus Satria tidak jauh dari Makkah, hanya membutuhkan waktu 40 menit menempuh perjalanan dari Jeddah. Untuk mendapatkan beasiswa di Arab Saudi agak sedikit sulit, ada beberapa orang harus menunggu pengumuman diterima atau tidaknya selama hampir satu tahun. Namun Satria hanya membutuhkan dua bulan untuk mendapatkan surat balasan. Sedikit istimewa karena Satria menghubungi langsung profesornya dengan mengirim email tentang riset yang akan dilakukan setelah lulus S2 nanti. Hal ini mempermudah dan mempercepat Satria berangkat ke Arab Saudi.


Serba-serbi kuliah di Arab Saudi

Tidak perlu biaya yang besar untuk kuliah di Arab Saudi karena di sana biaya kuliah gratis dan mendapat uang saku. Terutama bagi mahasiswa internasional, biaya ini didapatkan dari kerajaan Arab. Waktu kuliah hanya dua kali dalam seminggu. Banyaknya waktu senggang ini dimanfaatkannya untuk mencari biaya hidup tambahan dengan bekerja di laboratorium. Profesor mendapatkan proyek lalu mencari mahasiswa untuk membantunya sebagai asisten profesor geologi. Pekerjaan yang dia lakukan adalah mengambil sampel yang ada divlapangan kemudian dibawa ke laboratorium untuk diteliti. Gaji yang diberikan cukup lumayan. Banyak manfaat diperoleh, selain digaji, pastinya juga mendapat pengetahuan baru.

Satria bukan satu-satunya mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di kampusnya melainkan ada 10 orang dan keempat darinya sebentar lagi akan lulus. Mahasiswa asal Indonesia yang berhasil masuk di King Abdul Aziz University tahun 2014 untuk sementara belum ada. Padahal Satria sebagai sekjen PPI Arab Saudi sudah menyebarluaskan informasi di internet. Banyak informasi mengenai beasiswa berbagai bidang dari kampus sudah disebarkan.

Untuk masalah bahasa Satria tidak mengalami kesulitan karena kelas internasional pastinya menggunakan bahasa Inggris. Terlebih lingkungan tempat tinggalnya tidak menggunakan bahasa Arab untuk berkomunikasi. Satria lebih banyak berhubungan dengan mahasiswa dari luar negeri. Selain itu kampus Satria sendiri mengadakan program bahasa Arab bagi mahasiswa internasional untuk bisa survive dengan warga lokal selama 6 bulan. Tidak  perlu belajar bahasa Arab karena nantinya di sana akan diajarkan langsung. Cukup belajar bahasa Inggris. Satria sendiri kini sedang penyesuaian menggunakan bahasa Arab kurang lebih sudah 4 bulan selama program bahasa tersebut. Sungguh keuntungan yang sangat besar. Setelah pulang ke tanah air pastinya kalian sudah bisa lancar berbahasa Arab. Hal ini membutktikan bahwa pemerintah Arab sangat peduli dengan mahasiswa internasionalnya.

Pada awalnya Satria mengira teknologi di Arab Saudi ketinggalan jauh daripada di Indonesia. Tapi setelah melihat dang menggunakannya sendiri sungguh berbeda dari perkiraannya. Teknologi di Arab Saudi maju dan modern, jauh berbeda dengan universitas di Indonesia. Segala fasilitas laboratorium seperti alat-alat analisa yang sangat canggih. Semua laboratorium di universitas memiliki kecanggihan yang sama. Ada juga sebuah alat penelitian yang canggih di Arab Saudi, bila di Indonesia mungkin hanya terdapat di ITB dan UI saja.

Salah satu kelebihan kuliah di Arab Saudi adalah semua universitas memiliki fasilitas laboratorium yang canggih. Ini sangat bermanfaat dan membantu mahasiswa dalam melakukan riset. Ini juga mempermudah Satria dalam menyelesaikan janjinya setelah selesai S2 nanti. Manfaat lain yang didapatkan Satria adalah orang-orang muslim disana saat taat beribadah hal ini juga berimbas padanya hingga lebih rajin melaksanakan kewajibannya. Tidak hanya urusan duniawi yang didapatkan tetapi urusan akhirat juga didapatkannya sebagai tabungan nanti, tutur Satria. Tentunya Satria lebih bisa mendalami ilmu Islam dengan baik.


Menghubungi profesor pembimbing sebelum mendaftar

Sebelum berangkat ke Arab Saudi ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Kalian harus mempersiapkan bahasa Inggris dengan benar. Untuk mendapatkan beasiswa dengan cepat dan mudah alangkah lebih baik jika menjalin kontak dengan profesor yang menaungi bidang dan universitas yang akan dituju. Pastinya akan lebih cepat mendapat respon. Selain itu keuntungan yang didapatkan adalah kamu akan diundang ketika profesor tersebut memiliki proyek. Tentunya ini memberi keuntungan yang besar.

Seringlah mencari kontak PPI di Arab Saudi. Kalian bisa menghubungi  lewat email, facebook dan media sosial lainnya. Dari situlah kalian bisa mendapat informasi dan tentunya akan banyak teman yang menolong. Mereka akan cepat merespon email yang dikirim. Mereka sangat senang bisa membantu para mahasiswa untuk kuliah di Arab Saudi. Banyak informasi yang bisa dibagi. Sebenarnya tidak hanya di Arab Saudi saja, teman-teman PPI di berbagai negara juga akan membantu siapaun agar bisa kuliah di luar negeri. Kalian bisa bertanya seputar beasiswa, tempat tinggal, universitas dan cara-cara lainnya agar bisa masuk ke universitas tujuan.

Semoga artikel tersebut membantu untuk mendapatkan informasi. Berkuliah.com juga memiliki artikel mengenai 15 universitas terbaik di Arab Saudi. Silakan cek disini untuk penambahan informasi yang diberikan.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top