Berbagi Cerita Tentang Jerman Bersama Risang

Banyak sekali mahasiswa Indonesia yang tertarik melanjutkan studi ke Jerman. Tidak mengherankan karena cukup banyak tokoh-tokoh internasiona...

Banyak sekali mahasiswa Indonesia yang tertarik melanjutkan studi ke Jerman. Tidak mengherankan karena cukup banyak tokoh-tokoh internasional yang lahir dari negara ini. Salah satu yang sudah berhasil ke sana adalah Risang Seno Sidik. Bagaimana sih kehidupan dan kuliah di Jerman bagi Risang? Yuk disimak!


Q : Boleh tau nama lengkap Mas Risang? Dimana Mas Risang Kuliah? Jurusan apa? Sejak kapan di Jerman?

A : Nama lengkap saya Risang Seno Sidik, kuliah di Technische Hochschule N├╝rnberg - Georg Simon Ohm Jurusan Ekonomi, saya di Jerman sejak tahun 2007.

Q : Berarti kamu sudah sejak S1 di Jerman?

A : Saya sampai sekarang memang masih S1, karena di Jerman untuk masuk ke universitas dan menempuh S1 sebelumnya harus menempuh foundantion sekitar dua tahun untuk menyetarakan pendidikan setelah itu baru bisa menempuh pendidikan di universitas. Saya juga menempuh foundantion selama dua tahun sejak 2007 sampai dengan 2009, setelah itu baru saya mulai kuliah, dan sekarang sudah semester akhir.

Q : Apakah Mas Risang mendapatkan beasiswa?

A : Tidak, saya tidak mendapatkan beasiswa. Saya kuliah di Jerman menggunakan biaya pribadi.

Q : Bagaimana biaya hidup di Jerman jika menggunakan biaya pribadi di bandingkan dengan Indonesia?

A : Untuk itu saya tidak bisa banyak bilang jika bersangkutan dengan biaya kuliah, karena saya belom pernah mengalami kuliah di Indonesia, saya hanya mendengar dari teman-teman saya disini saja. Tapi dari biaya kuliah memang terkesan relatif, untuk kulaih di Jerman khususnya di propinsi saya  tinggal mulai gratis sejak semester lalu. Sebelumnya  harus bayar, sekitar 500 Euro setiap semester itu sudah mencakup semuanya tidak ada tambahan lagi, memang sangat berbeda dengan Indonesia.

Dari segi biaya hidup sangat realtif untuk semuanya karena hampir semuanya sama. Untuk biaya tempat tinggal tergantung dimana letak provinsi dan kotanya, karena setiap propinsi dan kota memiliki tingkat ekonomi berbeda. Kalau untuk mahasiswa yang tinggal di asrama itu bisa lebih dari 150 Euro atau mungkin bisa mencapai 300 Euro per bulan. Kalau untuk makan telepon atau kebutuhan pribadi sangat relatif dan tergantung oleh masing-masing orang.

Biaya lain yang memang penting untuk teman-teman lain dari Indonesia adalah biaya asuransi kesehatan. Ini menjadi wajib ketika teman-teman sudah mulai masuk kuliah. Biaya asuransi kesehatan per bulan sekitar 80 Euro, setelah membayar ini jika kita sakit dan berobat ke dokter tidak perlu membayar.

Q : Jika kuliah di Jerman gratis, akan tetapi masih ada yang bayar, itu sebenarnya buat bayar apa ya?

A : Waktu saya datang ke Jerman memang kuliah gratis, pada saat saya mengambil foundantion pernah bayar juga, dan sekarang gratis lagi. Sepertinya ini terkait dengan hasil pemilu dan kebijakan pemerintah setelah pemilu.

Pada tahun 2009 temen-temen di Jerman ada yang melakukan unjuk rasa agar pemerintah membebaskan biaya kuliah.  Sampai semester ini kalau ga salah hanya tinggal satu provinsi yang memberlakukan pendidikan tidak gratis. Untuk semester depan akan diberlakukan pendidikan gratis untuk seluruh Jerman.

Q : Di Jerman Mas Risang tinggal dimana dan dengan siapa?

A : Saya tinggal di asrama, akan tetapi satu apartemen saya tinggali sendiri.

Q : Sejak tahun 2007 sudah berapa kali Mas Risang pulang ke Indonesia?

A : Sejak 2007 saya baru pulang ke Indonesia sebanyak dua kali, saya memang jarang pulang. Sampai saat ini belum ada rencana lagi untuk pulang. Mungkin liburan yang akan datang saya baru akan pulang.
Kebanyakan mahasiswa yang kuliah di luar negeri mengambil S2 dan S3.

Q : Bagaimana tips dan trik agar bisa di terima kuliah S1 di Jerman, karena agak sulit untuk bisa masuk disana?

A : Untuk tips buat temen-temen menurut pengalaman pribadi saya, disini sekarang banyak jurusan yang menggunakan bahasa Inggris akan tetapi masih lebih banyak yang menggunakan bahasa Jerman. Untuk kehidupan sehari-hari di luar kampus juga membutuhkan kemampuan bahasa Jerman yang baik, seperti belanja, berkenalan, atau ngobrol sama temen. Jadi saya sarankan buat temen-temen sedini mungkin belajar bahasa Jerman, karena berdasar pengalaman saya bahasa Jerman itu jika ditekuni dengan baik maka temen-temen akan cepat bisa.

Untuk informasi mengenai kuliah di Jerman pada saat saya berangkat tahun 2007 silam memang berbeda dengan yang sekarang. Dulu informasi memang agak sedikit minim, jika sekarang sudah banyak sekali. Untuk itu temen-temen jangan ragu untuk mencari informasi baik itu lewat internet, datang ke kedutaan, ataupun kantor-kantor yang memiliki informasi tentang kulaih di Jerman.

Carilah semua informasi mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang harus dibawa, apa yang mesti dipersiapkan, apalagi temen-temen mau kuliah disana. Temen-temen juga bisa nanya lewat grup facebook tentang gimana tinggal di Jerman, atau hal lain. Informasi harus dicari sedini mungkin, masalahnya kita mau kuliah dan kita disana nanti akan berbuat apa agar kita bisa kuliah.

Jadi buat temen-temen yang pengen kuliah S1 harus ambil studi foundation dulu selama dua tahun karena ada penyetaraan pendidikan, baru setelah itu mencari universitas untuk kuliah.
Urutannya :

- Cari informasi sebanyak-banyaknya
- Kuatin bahasa Jemrannya
- Ambil studienkolleg, atau studi foundantion
- Baru pilih universitas

Q : Bahasa Jerman sangat penting untuk komunikasi disana, nah Mas Risang sejak kapan belajar bahasa Jerman?

A : Saya sudah belajar bahasa Jerman sejak SMA, ya walaupun sedikit-sedikit saja.

Q : Apakah sering kumpul bersama teman-teman Indonesia atau PPI?

A : Iya sering sekali, apalagi kalau kita sudah lama kuliah disini, pasti akan saling mencari dan bertemu.

Q : Bagaimana kesan pesan Mas Risang bisa kuliah di luar negeri, karena mungkin mempunyai prespektif berbeda saat pulang ke Indonesia?

A : Mungkin ini seperti perbedaan atau perbandingan gitu ya? Emm… kalau untuk kuliah saya ga bisa bilang apa-apa, karena ya saya ga pernah kuliah di Indonesia. Kalau untuk pengalaman kerja, karena disini banyak sekali teman-teman yang mengambil kerja part time, entah itu part time d restoran, pabrik, atau perusahaan. Menurut saya ini ada hubungannya dengan infrastruktur dan fasilitas yang pemerintah Jerman sediakan.
Saat saya lulus SMA saya pernah kerja beberapa bulan, saya butuh sekitar  satu setengah jam untuk sampai ke kantor, kalau di Jerman dengan jarak yang sama saya menaiki motor hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke kantor. Kalau di Indonesia saya sampai kantor rasanya ingin pulang lagi karena capek dalam perjalanan.  Dengan menaiki trem atau MRT, saya sampai kantor dalam kondisi siap kerja, ini perbedaannya.

Buat teman-teman yang ingin kulaih di Jerman, kalau bisa berbuat secara optimal. Misal saat liburan atau mengisi waktu luang kita bisa kerja untuk menghidupi diri kita sendiri. Belajar masak mungkin penting, karena jika teman-teman ga suka masakan disini bisa masak sendiri. Disini membutuhkan kemandirian yang baik.

Untuk kuliah, karena saya kulaih bukan di universitas biasa, jadi orientasi praktiknya lebih tinggi dari universitas biasa. Staf pengajar dan para dosennya semuanya praktisi, jadi mereka juga aktif dalam perusahaan. Dari sisi materi pengajarannya lebih tepat guna dan sangat detail. Jadi saya tidak usah terlalu banyak mencari sumber-sumber lain.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,287,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,85,inspira solution,1,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,146,Studenthack,349,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Berbagi Cerita Tentang Jerman Bersama Risang
Berbagi Cerita Tentang Jerman Bersama Risang
https://2.bp.blogspot.com/-RBAPkTBoysA/U9HNDy2DD6I/AAAAAAAAD9g/R3QMsoUyt2U/s1600/risang.png
https://2.bp.blogspot.com/-RBAPkTBoysA/U9HNDy2DD6I/AAAAAAAAD9g/R3QMsoUyt2U/s72-c/risang.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/07/berbagi-cerita-tentang-jerman-bersama-risang.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/07/berbagi-cerita-tentang-jerman-bersama-risang.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy