Artikel Terbaru

Kuliah di Kanada menjadi pilihan Fahrizal Halim

Apa yang ada di benak kamu kalau mendengar kata Kanada? Utaranya Amerika? Dingin? Nggak ada orang? Sepi? Ya, barangkali itu bisa menggambarkan tentang negara besar yang ada di benua Amerika tersebut.

Berbicara tentang Kanada, negara ini bisa dibilang masih sangat sedikit penghuninya. Makanya tidak heran kalau di negara ini sangat jarang sekali diliput media atau setidaknya masuk dalam trending topic berita internasional.


Walaupun sepi, Kanada memiliki kualitas pendidikan yang tidak kalah dengan negara tetangganya, Amerika Serikat. Universitas di Kanada memilki fasilitas yang bagus dan mendukung. Tapi, jangan heran bila mendengar bahwa pemerintah tidak memberlakukan sistim ranking pada universitasnya. Karena, pemerintah Kanada menganggap bahwa semua universitasnya memliki kualitas pendidikan yang unggul.
Nah, dikesempatan kali ini, Berkuliah.com berkesempatan untuk interview bersama Fachrizal Halim, yang kuliah di  McGill University dalam program doctor.

Fahrizal datang ke Kenada pada tahun 2006. Setelah lulus dia mendapat struktural program di universitas Harvard. Fahrizal mendapat beasiswa pada saat menjadi asisten profesornya. Dan beasiswa yang diperolehnya berasal dari pemerintahan Kanada yang sedang menjalin hubungan kerjasama dengan Indonesia.

Beasiswa yang didapatkannya tidak banyak, sehingga dia harus bekerja paruh waktu sebagai penjaga perpustakaan dan menjadi asisten. Yang penting kebutuhan hidup sehari –hari tercukupi. Memang, sebenarnya ada kontrak perjanjian dengan universitas tersebut untuk dapat membiayai uang SPP dan biaya hidup harus bekerja dilembaga universitas tersebut. Meski gajinya tidak banyak tetap harus bersukur, tutur Fachrizal.

Biaya hidup Fachrizal selama tinggal di Kanada memang sangat mahal, terutama disekitar lingkungan kampus. Bisa dipastikan, dimana–mana didekat kampus pasti mahal itu tidak bisa dipungkiri lagi. Tapi hal ini bisa disiasati dengan tinggal di daerah yang tidak jauh dari kampus. Mungkin saja makanan disana lebih murah dari sekitar kampus. Kita harus belajar survive demi keberlangsungan belajar. Di mana- mana biaya hidup menjadi tantangan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.


Contohnya saja di dalam negeri. Bagi mahsiswa perantau pastinya mereka juga mempertimbangankan dengan masalah biaya hidup. Semuanya tergantung niat, jika sudah niat yang kuat pasti ada jalan untuk mempermudahnya.  Jangan jadikan itu sebuah hambatan untuk mandiri.

Membicarakan tentang budaya, Kanada memang agak jauh dari kepopularitasnya di media. Hal ini juga pengaruh dari Kanada yang jarang terlibat dalam kongres internasional, tidak seperti negara –negara lain yang aktif. Sebernya ada fakta yang membuktikan di tempat tinggal Fachrizal ada sebuah lembaga pertama dan tertua yang didirikan di Amerika Utara.

Meski jarang muncul di media, bukan berarti juga berdampak pada perilaku warga Kanada. Justru mereka sangat respect terhadap perbedaan. Karena karakter geogarafinya membuat mereka mudah dan terbuka untuk menerima perbedaan. Tapi hal ini juga tidak bisa mnejadi ukuran diseluruh dunia, mengingat setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

Untuk pengalaman pribadinya, warga di daerah dia tinggal sangat respect terhadap kaum muslim. Fachrizal tidak pernah mengalami perbedaan yang mencolok. Tetapi perbedaan itu pasti selalu ada. Untuk daerah tempat tinggalnya, memang sangat beragam dibading daerah lain. Hal itu terjadi karena memiliki budaya yang berdampingan antara keturunan perancis- kanada dengan keturunan inggris – kanada. Dengan budaya seperti itu, sebuah perbedaan bukan masalah bagi mereka untuk menghargai dan menghormatinya.
 Istimewanya kuliah di Kanada, kita akan kaget dengan beasiswa yang banyak yang justru bukan dari pemerintahannya, melainkan dari lembaga lain  dengan jumlah yang banyak. Tapi, kebanyakan beasiswa di Kanada hanya membayai program master, doktor, research yang dilakukan mahasiswa. Untuk progam S1 masih sulit untuk dicari.

Mungkin kamu bisa menggunakan biaya sendiri bila ingin kuliah di Kanada. Meskipun kuliah dari beasiswa, kamu harus menguasai bidang yang telah dipelajari. Bersukurlah jika kamu mendapatkan beasiswa. Karena pengeluaran uang berkurang dari pada mereka yang bayar sendiri. Tentunya beban mereka menjadi dua kali lipat.

Capai target kalian setinggi–tingginya. Berkoneksilah dengan teman –teman dari berbagai negera untuk membangun jaringan dan kerjasama. Informasi dan banyak relasiakan sangat membantumu.
Fahrizal bukan satu –satunya orang Indonesia yang menempuh pendidikan di Kanada. Banyak orang Indonesia baik itu kuliah maupun bekerja. Untuk kuliah, biasanya mereka datang karena ada hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Kanada.  Itu dulu, tapi untuk saat ini apakah masih ada atau tidak, Fachrizal kurang tahu. Untuk mereka yang bekerja, kebanyakan setelah lulus kuliah langsung mencari kerja disana. Mayoritas bekerja di perusahan besar yang berbasis Hi Tech. Ini membuktikan bahwa orang Indonesia mampu bersaing dengan orang luar negeri. Hanya saja untuk di Indonesia mereka kurang  mendapatkan tempat.

Sementara itu, kesan Fahrizal selama tinggal dan kuliah di Kanada. Sebenarnya kesempatan belajar di luar negeri dengan di tanah air sama saja. Yang membedakan adalah fasilitas yang memadai. Di kanada fasiltas research sangat canggih, perpustakaan di buka 24 jam dan layanan yang  membuat kita bisa mengakses informasi dari manapun.

Dengan layanan yang disediakan, membuat mahasiswa melakukan research dengan baik karena segala alat yang dibutuhkan sangat memadai dan itu sangat membantu. Kemudian kreativitas mahasiswa bisa ditampung dengan baik, bahkan ada yang menjadikannya sebuah buku dan perpustakaan juga menampung hasil karya mereka. Tak jarang karya mahasiwa menjadi favorit di berbagai perpustakaan lainnya. Kesempatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan merinovasi.

Bukan berarti ini menjadi hal mustahil di Indonesia. Semuanya bisa dilakuakan namun membutuhkan biaya yang sangat besar. Indonesia perlu pelan–pelan untuk membangunnya. Tidak ada hal yang tidak bisa bila ada niat dan usaha yang baik.

Nilai plus bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri adalah dari segi jangkauan kerja yang luas karena pastinya memiliki kenalan yang banyak. Jaringan korelasi banyak dan pastinya lebih mudah mencari pekerjaan.

Kuliah di luar negeri memang menawarkan pengalaman yang lebih dari pada di dalam negeri. Meski begitu, kita tidak boleh memilih tetap tinggal di luar negeri dan melupakan Indonesia. Alangkah baiknya bila memberi manfaat dari Ilmu kita kepada tanah air tercinta. Agar tidak ada lagi orang yang menganggap bahwa Indoesia memiliki sistem yang buruk. Tularkan pemikiranmu yang terbuka kepada warga Indonesia.

Kamu boleh menimba ilmu di negara maju dan canggih, tapi ingat bahwa Indonesia membutuhkan pemikiranmu yang hebat. Tidak ada usaha keras yang sia –sia. Bisa saja satu orang dapat merubah beberapa orang untuk berpikiran maju dan terbuka.

Semoga wawancara kami kali ini dapat memberi Informasi untukmu. Teruslah belajar, karena dengan belajar kalian akan menjadi manusia yang bermartabat.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top