Mengeyam pendidikan di Inggris, Kenapa tidak?

Inggris siapa yang tidak tahu dengan Inggris? Dimana bahasa negara ini menjadi bahasa internasional untuk berkomunikasi. Kami tim berkuliah....

Inggris siapa yang tidak tahu dengan Inggris? Dimana bahasa negara ini menjadi bahasa internasional untuk berkomunikasi. Kami tim berkuliah.com akan mengajak kalian untuk berkenalan dengan Firza Rizqi Putra, mahasiswa asal Indonesia yang menempuh penidikan S1 dan S2 di Inggris.


Disini Firza akan berbagi pengalamnnya selama kuliah disana.
Firza atau nama lengkapnya Firza Rizqi Putra sudah menyelesaikan pandidikan S2nya di MNC Finace pada tahun 2013. Dia datang ke Inggris pada tahun 2012. S2 disana hanya berjalan selama 1 tahun.
Meski dia adalah warga asing di Inggris, tapi hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk belajar. Firza juga tidak bermasalah dengan orang –orang sana, mereka sangat friendly, ramah, sangat mambantu. Bahkan para dosen juga sangat membantu Firza bila mengalami kesulitan di mata kuliah tertentu. Dosen akan membantu mengakomosasikan mencari tutor dan asisten untuk membantu Firza mengerti pelajarannya.
Disana banyak mahasiswa dari China dan India, mereka sangat kompetitif, rajin belajar dan jago banget kalau belajar. Lingkungan yang seperti itu sangat membantu kalian untuk terus terpacu semangat belajarnya. Pastinya kalian juga tidak mau untuk ketinggalan jauh dari mereka.

Image Credit
 Untuk biaya hidup di Inggris, pastinya sangat mahal mengingat mata uang yang digunakan adalah pounsterling. Di setiap universitas memiliki biaya yang berbeda. Untuk di MNC Finace yang masuk dalam kampus Top Ten biaya kuliah bisa mencapai 16.000 pounsterling hingga 17.000 poundsterling. Sedangkan untuk yang dibawah Top Ten mencapai 14.000 poundsterling – 15.000 poundsterling.
Dan kebetulan Firza mendapatkan beasiswa dari swasta untuk kuliah di sana. Beasiswa yang dia dapatkan bisa digunakan dengan bebas dan terserah bagaimana mengaturnya. Bisa untuk membiayai full kuliahnya atau mengunakan sebagian untuk biaya hidup.

Firza sendiri tinggal di Akomodasi seperti rumah. Namun tiap lantai terdiri dari 5 – 6 kamar dengan total 16 kamar. Ada yang kamar mandi di luar dan ada yang didalam. Kebetulan Firza waktu itu mendapatkan kamar dengan kamar mandi di dalam. Untuk fasilas seperti dapur dan perlengkapannya di gunakan secara bersama–sama.

Di Inggris, Firza tinggal dengan orang- orang luar negeri. Biaya makan disana tergantung pribadi masing–masing, rata–rata mencapai 400 poundsterling. Untuk Firza sendiri lebih suka masak selain hemat juga tidak perlu khawatir dengan kehalalannya. Memang masih sulit untuk mencari restauran atau supermarket yang bersifat halal. Biasanya, restauran dan supermarket halal bisa dijumpai kota –kota besar seperti Manchester.
Untuk mencari persediaan bahan yang halal biasanya Firza menitip pada temannya yang S3 dia juga orang Indonesia yang sudah bekeluarga. Jadi pastinya setiap bulan sekali belanja untuk kebutuhan sehari –hari. Mereka memiliki mobil yang mempermudah untuk mengangkut barang dalam jumlah banyak. Biasanya mereka akan menarkan ketika akan pergi belanja makanan halal pada teman muslim yang dikenalnya.
Untuk yang sudah berkeluarga disediakan family room yang memiliki ruangan lebih luas dengan 3 kamar. Kedekatan Firza dengan sesama mahasiswa dari Indonesia cukup bagus. Bahkan, setiap sebulan mereka akan berkumpul dengan membawa masakanan mereka sendiri–sendiri untuk dinikmati bersama. Biasanya mereka berkumpul di salah satu teman yang tinggal di family room yang sekiranya ruangannya cukup untuk menampung. Sistem kekeluargaannya sangat erat sekali.


Sepakbola

Warga Inggris sangat mencintai sepak bola. Animo disana sangat besar dan meriah baik itu laki –laki, perempuan, orang dewasa hingga anak kecil. Suporter masing–masing sangat kuat untuk mendukung. Di sana agak susah untuk menonton pertandingan Big Match jika bukan anggota member. Selain itu, biayanya mahal bisa mencapai 150 poundsterling. Jika dijabarkan bisa untuk biaya makan 2 minggu.
Firza hanya bisa menonton pertandingan sepak bola pada liga–liga kecil karena biayanya tidak begitu mahal. Pengalaman Firza menonton sepak bola adalah kemerihan yang begitu membahana pada setiap suporter tim. Mereka bernyanyi, menari, membunyikan alat musik dan bersorak. Bahkan setiap suporter tim mempunyai yel–yel.

Sangat meriah sekali, meskipun di saat pertandingan mereka bernyanyi seolah–olah bersaing siapa yang paling bersemangat, ketika pertandingan selesai mereka keluar dengan secara teratur. Karena pengelola stadion sudah memberi tempat tersendiri bagi tiap suporter tim yang bertanding. Hal ini untuk menghindari kekacauan dan aksi yang tidak diinginkan oleh masing–masing suporter. Mereka keluar sangat teratur dan benar –benar rapi.

Firza pernah bertemu dengan para pemain New Castle. Di Inggris, pemain dari setiap tim di perbolehkan untuk bersalaman, foto bareng dan meminta tanda tangan setelah pertandingan selesai.


Tips Kuliah di Inggris

Jika kalian sangat berminat kuliah di inggris Firza punya tips yang akan sangat berguna bagi kalian.
Sebelum memutuskan kuliah di Inggris tentukan jurusan apa yang benar –benar diinginkan. Universitas di sana tidak seperti di UGM atau UI yang rata–rata semua fakultasnya unggul. Di Inggris setiap univesitas hanya memiliki berapa saja yang unggul. Misalnya kalian mencari jurusan apa maka universitas apa yang unggul dibidangnya. Cari informasi dahulu sebelum memutuskannya. Adaptasi dengan bahasa Inggris, kalian perlu tahu bahwa bahasa inggris England dengan bahasa inggris Amerika berbeda. Mulai dari logat, pengucapannya dan bahkan ada beberapa kosa kata yang berbeda.
Di inggris standart untuk tes IELTS sangat tinggi. Minimal 7 itu sudah cukup untuk mendaftar, tapi untuk di Universitas yang sangat bagus membutuhkan skor IELTS7.5.

Di Inggris, tingkat kedinginannya tergantung pada tinggi wilayah tersebut. Untuk daerah yang rendah, tidak begitu berangin jadi cuaca cukup hangat, untuk sedang sedikit berangin dan tidak terlalu dingin. Untuk yang daerah tinggi, cuacanya sangat dingin dan berangin. Jadi persiapkan dengan baik pada daerah mana kalian akan mengambil kuliah.

Firza menganggap kuliah di Inggris lebih murah dari pada di Amerika Serikat atau Australia yang memiliki sistim S2nya 1,5 hingga 2 tahun, karena di Inggris hanya 1 tahun. Bila dihitung dengan kuliah dan biaya hidup lebih murah.
Satu bisa kelar karena jadwal perkuliahan yang sangat padat, senin hingga jumat dari jam 09.00 pagi hingga 05.00 sore tanpa jeda, sabtu dan minggu final projeck tanpa henti juga. Libur mungkin hanya setelah ujian. Jadi bisa sangat memungkinkan untuk kelar dalam satu tahun.


Kesan dan pesan selama di Inggris

Kesan dan pesan Firza selama kuliah di Inggris yang disampaikan pada tim kami. Semuanya tergantung pada niat belajar pribadi. Orang Indonesia yang berada di luar negeri mereka sangat pintar. Sebenarnya kuliah di luar maupun di dalam negeri sama saja semuanya balik lagi pada niat. Yang membedakan culture dan pola pikir. Di luar orang -orang  sangat kompetitif, semangat belajar sangat tinggi dan mereka benar –benar berusaha yang terbaik.

Di Inggris semuanya teratur, orang –orang menyeberang pada tempatnya, gak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Mereka sangat disiplin dan teratur. Bagi Firza, tidak ada masalah kuliah di sana semuanya tergantung niat. Bila ada niat pasti ada jalan.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,235,Australia,74,Austria,12,Beasiswa,281,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,6,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,5,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,11,Info Universitas,33,Inggris,85,Interview,438,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,10,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,11,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,3,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,13,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,50,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,143,Studenthack,344,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,1,Tips Beasiswa,14,Tips Belajar Bahasa Inggris,8,Tips Kuliah ke Luar Negeri,82,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,10,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,34,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Mengeyam pendidikan di Inggris, Kenapa tidak?
Mengeyam pendidikan di Inggris, Kenapa tidak?
https://3.bp.blogspot.com/-TlCnGyU2iWY/U84fzRNku2I/AAAAAAAAD1Y/SlnjxL-OJoc/s1600/england.png
https://3.bp.blogspot.com/-TlCnGyU2iWY/U84fzRNku2I/AAAAAAAAD1Y/SlnjxL-OJoc/s72-c/england.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/07/mengeyam-pendidikan-di-inggris-kenapa-tidak.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/07/mengeyam-pendidikan-di-inggris-kenapa-tidak.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy