Artikel Terbaru

Selandia Baru di Mata Joanne Widjaja

Selandia Baru dapat dikatakan sebagai negara tetangga Indonesia, meskipun tidak cukup dekat. Berikut ini adalah wawancara kru berkuliah.com bersama Joanne. Joanne kini sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Otago.


Q : Namanya siapa? Asal dari mana? Kuliah di universitas mana? Sejak kapan?

A : Nama saya Joanne asal dari Jakarta. Saya kuliah di Otago University, sejak tahun 2011, dan lulus tahun ini 2014.

Q : Kalau boleh tahu, untuk S1 kuliah dimana?

A : Sekarang masih S1.

Q : Kuliah di New Zealand karena beasiswa atau biaya sendiri?

A : Biaya sendiri.

Q : Bisa ga Mbak Joanne menceritakan bagaimana New Zealand dan karakter orang-orang disana? Soalnya setahu saya New Zealand masih memiliki lingkungan alam yang sangat baik.

A : Semua orang berpikir bahwa alam di New Zealand sangat indah, masih alami, banyak sekali pepohonan hijau, dan itu memang benar. Apalagi di kota dimana saya tinggal, lumayan masih banyak lingkungan alam dan tidak terlalu banyak gedung-gedung tinggi. Untuk orang-orangnya semuanya ramah ya, jadi disini itu bener-bener kota mahasiswa kayak Yogyakarta. Setengah penduduk di kota ini kebanyakan mahasiswa. Kotanya memang kecil, jadi ya kalau kita mau kemana-mana gampang dan enak. Disini juga banyak gedung-gedung tua, dan memang asik suasananya.

Q : Bagaimana sistem transportasinya? Karena pulaunya kecil umumnya pakai apa?

A : Untuk transportasi umum disini biasanya menggunakan bus, akan tetapi kalau letak tujuan dengan tempat tinggalnya dekat ya jalan kaki. Disini masih banyak orang yang jalan kaki.

Q : Untuk biaya hidup di New Zealand bagaimana?

A : Untuk biaya hidup memang lumayan mahal sih, apalagi sekarang NZ Dollar sedang kuat sekali. Pada saat pertama kali saya datang kesini 1 Dollar NZ sekitar Rp.6.500,00 sekarang sudah sekitar Rp. 10.000,00. Setiap orang memiliki pengeluaran yang berbeda, tapi rata-rata orang menurut standar dalam satu tahun setiap orang mengeluarkan sekitar 15 ribu Dollar NZ untuk memenuhi kebutuhannya.

Q : Bagaimana dengan karakter orang-orang New Zealand?

A : Iya, orang-orang di New Zealand sangat ramah dan sangat membantu. Kayak misalnya kita ada perlu apa-apa biasanya mereka benar-benar ingin membantu. Yang paling saya suka disini, seperti dosen dan profesor sangat ramah dan benar-benar menginginkan kita berhasil serta sukses. Mengobrol dengan dosen dan profesor sangat biasa dan santai mereka benar-benar bisa menjadi penolong kita. Beda dengan di Indonesia, kesannya mungkin galak dan susah sekali untuk ditemui serta diajak bicara.

Q : Bagaimana sistem pendidikan di New Zealand, apakah berbeda dengan Indonesia?

A : Kalau di New Zealand untuk jenjang S1 memang lebih cepat dari Indonesia, yaitu 3 tahun. Saya kurang tahu ya kalau di Indonesia mungkin sistemnya per SKS, kalau disini per subyek, tiap subyek terdiri dari 18 point, dan dalam tiga tahun minimal harus ada 360 poin. Jadi kita harus mengambil 20 subyek dalam setiap semester.

Q : Makanan khas New Zealand apa mbak?

A : Memang kalau ditanya tentang makanan khas saya agak bingung, mungkin lebih ke bahan makanan. New Zealand banayak dihuni orang Maori, tapi saya ga begitu tahu makanan khas mereka. Akan tetapi disini banyak makan Eropa dan Asia, untuk nasi juga mudah ditemukan.

Q : Apa aja yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari agar kita tidak kaget saat kita ke New Zealand?

A : Saran saya mending cari teman atau kenalan yang sudah pernah tinggal di New Zealand terus tanya-tanya ngbrol dan cari tahu informasi tentang kota tujuan kamu, tentang bagaimana hidup disana, musimnya, bagaimana pemberangkatannya, terus kamu bisa tinggal dimana. Andai kamu masih bingung mau gimana lagi, mending cari dulu universitas tujuan kamu, kemudian cari jurusan yang ingin kamu pelajari, terus cari tahu tentang kota tujuan kamu.

Kalau kamu suka kota besar seperti Jakarta mungkin kamu cocok di Auckland. Tapi kalau kamu lebih suka yang sepi dengan nuansa alam supaya konsentrasi belajar baik, dan ingin kenal banyak orang dari berbagai negara mungkin kamu bisa tinggal di Dunedin. Penduduk di Dunedin memang banyak sekali mahasiswanya, tapi memang sedikit mahasiswa asal Indonesia disini, tahun ini kalau tidak salah ada sekitar 20 mahasiswa baru asal Indonesia yang tinggal di Dunedin.

Kalau ingin tinggal dengan orang Indonesia, kamu bisa tinggal di Auckland, karena disana terdapat ratusan orang Indonesia baik dari kalangan mahasiswa, alumni yang menetap, bahkan keluarga-keluarga Indonesia.
Dalam hal akademis, apa yang harus di tonjolkan atau apa yang harus dilakukan untuk meraih yang terbaik?
Pertama yang harus dilakukan, mencari syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti nilai ujian nasional di Indonesia. Perbedaan dengan Indonesia, kuliah di New Zealand lebih mudah baik dari proses dan dari akademiknya. Hal ini akan terasa tambah mudah lagi karena orang-orang disini sangat ringan tangan untuk membantu.

Q : Apakah teman-teman PPI NZ sering bikin acara kumpul bersama?

A : Oh iya… sering banget, yang paling sering sih acara makan-makan. Kita juga sering bikin acara bersama kelompok-kelompok mahasiswa dari negara lain. Kita juga pernah bikin acara dangdutan.

Q : Selama di New Zealand sudah pulang berapa kali?

A : Saya sudah hampir tiga tahun di New Zealand baru pulang satu kali.

Q : Apa kesan dan pesan Mbak Joanne buat teman-teman di Indonesia?

A : Kesannya setelah tinggal di New Zealand adalah yang pasti sangat senang bisa punya kesempatan kuliah di luar negeri, karena saya bisa ketemu dengan banyak orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Jadi, saya bisa belajar banyak dari mereka, dan mereka juga bisa belajar hal baru dari saya, intinya bisa saling bertukar informasi. Menurut saya bisa kuliah di luar negeri bukan hanya sebatas menambah wawasan dalam bidang akademik saja, akan tetapi bisa manambah wawasan dalam character building juga. Apalagi kalau misalnya teman-teman bisa sekolah di luar negeri sejak SMA, jelas bisa makin mandiri dan percaya diri.

Q : Bagaimana cuaca disana, dingin ya? Soalnya kan dekat dengan kutub?

A : Iya dingin sih, pertama sebelum saya ke New Zealand hampir ga jadi datang ke sini karena takut dingin. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya jangan deh, jangan takut dingin. Memang dingin sih tapi ada angetnya juga kok, lama-lama juga bakalan terbiasa. Kalau merasa dingin kan tinggal pake baju tebal, jaket, sama slimut mungkin.

Kalau misalnya teman-teman punya kesempatan buat kuliah di luar negeri, walaupun hanya buat exchange program atau pertukaran pelajar, entah satu atau dua tahun, satu atau dua semester, atau buat post graduate  yang jelas saya mendukung banget buat kuliah di luar negeri. Karena kamu disini bakalan mendapatkan pengalaman yang banyak banget, ya walaupun mahal kalau punya kesempatan lakukan aja. Tetap semangat dan positive thinking aja.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top