Artikel Terbaru

Menjalani Mimpi di Negeri Tirai Besi, Bersama Hana Kamilia

Russia merupakan negara yang memiliki suhu yang sangat ekstrim. Tirai Besi adalah sebuah julukan untuk negara Russia. Selain itu masih ada julukan lainnya yaitu Negeri Beruang Merah. Russia adalah salah satu negara yang paling terkenal, yang dulu sering kita kenal dengan  nama Uni Soviet. Persaingannya dengan negara Amerika Serikat tentunya sudah kita ketahui sejak lama, baik dari segi militer, ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, dan lain-lain. Russia memiliki pemimpin-pemimpin yang sangat terkenal, seperti Vladimir Lenin, Josef Stalin, Mikhail Gorbachev, dan masih banyak lagi. Masyarakat Russia pada umumnya sangat menghormati sejarah yang penuh peperangan masa lampau, itu selalu dijadikan pegangan bagi masayarakat Russia.

Dalam dunia pendidikan Russia juga tak ingin kalah dengan negara lain. Berawal dari masyarakat yang memiliki kemauan untuk maju yang tinggi, kini Russia juga berhasil membuat pendidikan di negaranya menjadi maju. Pemerintah Russia juga memberikan beasiswa kepada warga negara asing, termasuk Indonesia.


Keindahan dan cerita masa lampau dari Russia mungkin yang membuat salah satu teman kita ini berani melangkahkan kakinya sampai ke negeri yang bersuhu ekstrim. Ingin tahu lebih lanjut tentang mahasiswi cantik ini? Simak selengkapnya di bawah ini.


1. Mohon diceritakan profil singkat? (Nama lengkap, Nama Universitas, Jurusan, Beasiswa atau pribadi, Program - S1, S2, atau S3-, Angkatan tahun berapa, asal daerah di Indonesia)

Nama saya Hana Kamilia Basjir, sebenarnya saya kuliah di Indonesia bukan di Russia. Tepatnya saya kuliah di Prasetiya Mulya Business School di BSD, Tangerang Selatan. Saya asli Jakarta. Sebenarnya saya ke Russia bukan karena kuliah melainkan mengikuti program pertukaran pelajar selama 2 bulan saja di kota Samara. Memang tidak lama, jadi saya tidak mengetahui banyak tentang Russia terlebih lagi tentang pendidikan akademiknya. Saya mengikuti program dari Exchange AIESEC yaitu Global Community Development Program.


2. Saat memilih tempat kuliah, Anda memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau hal lain? Bisa diceritakan alasannya?


Jadi karena tidak kuliah di luar negeri, saya tidak begitu mengerti dengan hal itu. Akan tetapi pada dasarnya saya memilih program berdasarkan nearanya dahulu, tapi misalnya di negara itu tidak ada topik yang cocok untuk saya, maka saya akan mencari negara lain dengan topik yang menarik buat saya.


3. Bisa diceritakan tentang biaya hidup di Russia terutama di daerah Anda tinggal? Mulai dari biaya makan, transportasi, akomodasi, dan lainnya.

Saya tinggal di Samara. Untuk biaya hidupnya mehal, akan tetapi masih lebih murah dan tidak semahal di Moscow. Jauh lebih murah biaya hidup di Samara. Ketika makan di McD mungkin sekitar 200 rubel atau setara dengan 70 ribu rupiah. Akan tetai saya lebih sering masak sendiri di rumah untuk berhemat. Untuk biaya makanan di super market memang tidak begitu mahal, akan tetapi untuk sayuran memang sangat mahal. Untuk transportasinya, jika di Moscow ketika kita menggunakan metro menghabiskan 30 rubel, ketika di Samara ongkos untuk naik trem sekitar 20 rubel.


4. Pernahkan Anda mengalami culture shock di negara tersebut? Kalau iya, bisa diceritakan? Atau pengamalan yang paling berkesan selama kuliah disana?



Ketika kita baru saja tinggal di negara lain pastinya akan mengalami culture shock. Mungkin kalau dari cuaca memang disana dingin sekali, kalau untuk masyarakatnya, orang-orang Russia terkesan agak kurang ramah. Mungkin bisa dibilang sangat tidak ramah. Akan tetapi sebenarnya mereka juga baik. Pengalaman yang paling berkesan adalah waktus aya dijamu oleh ibu-ibu muslim Russia di masjid yang ada di asrama. Saya sampai di sediakan banyak makanan dan dijamu dengan baik sebagai musafir.


5. Bisa diceritakan tentang makanan khas di negara tersebut? Jika Anda muslim, apakah Anda kesulitan mencari makanan halal disana?

Untuk makanan khas Russia yang paling terkenal beberapa diantaranya seperti Borsch (Sup daging dengan buah bit), dan ada pancake Russia. Karena saya seorang muslimah saya agak kesulitan mencari makanan halal di sini. Karena banyak sekali yang berjualan makanan mengandung babi, dan rata-rata penjualnya tidak bisa berbahasa Inggris.

Tipsnya, ketika membeli makanan adalah tanyakan dahulu kepada penjualnya dengan pertanyaan seperti ini “Eta svininya?” jika penjual menjawab dengan jawaban “Da” saya tidak akan membelinya karena itu mengandung babi. Karena itu saya lebih sering masak di rumah. Untuk McD di Russia tidak ada yang makanannnya terbuat dari daging babi atau hanya sekedar campurannya. Akan tetapi saya juga tidak tahu, apakah menggunakan minyak babi atau lard.


6. Menurut mbak Hana, kalau kita pergi keluar negeri kan memang harus menguasai bahasa asing terlebih lagi bahasa Inggris, gimana caranya tuh biar kita bisa cepat belajar bahasa Inggris atau bahasa asing?




Bahasa asing memang penting khsusunya bahasa inggris, akan tetapi untuk Russia, disana jarang orang bisa bahasa Inggris, jadi memang benar-benar harus belajar bahasa Russia. Kalau belajar bahasa memang harus dipraktekkan. Saya lancar berbahasa Inggris karena sering membaca novel bahasa Inggris, nonton film bahasa Inggris, dan ngobrol dengan orang-orang sekitar dengan bahasa Inggris. Waktu di Russia selama dua bulan saya jadi bisa membaca Cyrillic (alphabet Russia). Jadi dalam belajar bahasa memang harus “learning by doing”.

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top