Australia: Pengalaman Berkuliah di University of Queensland, Bersama Savira Ralie

Negara dengan julukan sebagai ‘Negeri Kangguru’ ini memiliki begitu banyak daya tarik, yang kemudian menjadikannya sebagai tempat kunjungan...

Negara dengan julukan sebagai ‘Negeri Kangguru’ ini memiliki begitu banyak daya tarik, yang kemudian menjadikannya sebagai tempat kunjungan yang digemari. Kehidupan masyarakat yang modern, disertai dengan sikap keterbukaan warga Australia terhadap warga pendatang, menjadikan nilai tambah bagi Australia. Dunia pendidikan di Australia juga tentunya tidak kalah menarik untuk dikupas bagaimana isinya. Begitu tertatanya kurikulum, serta tersedianya berbagai fasilitas penunjang pendidikan yang begitu baik, membuat negara ini menjadi salah satu pilihan favorit bagi mereka yang haus untuk mencari ilmu pengetahuan. 


Dan kali ini, tim berkuliah.com akan mengulas beberapa pengalaman serta kisah menarik dari salah satu mahasiswi asal Indonesia yang saat ini sedang menjalani kuliahnya di Australia, melalui hasil interview yang berhasil dilakukan sebelumnya. Siapakah dia? Simak ulasannya berikut ini. 


1. Hallo, Savira. Bisa diceritakan sekilas tentang profil pribadi kamu? Baik dari nama, asal daerah, tempat kuliah serta jurusan yang diambil, tentang beasiswa, dan hal lainnya yang bisa diceritakan? 

Baiklah. Saya Savira Ralie, dan berasal dari Jakarta, Indonesia. Saat ini, saya sedang menjalani kuliah di University of Queensland Australia, jurusan Bachelor of Communication (majoring in Public Relations). Saya kuliah bukan melalui jalur beasiswa, tapi menggunakan biaya pribadi.


2. Bisakah dijelaskan tentang universitas tempat Savira kuliah sekarang ? Hal-hal apa yang paling kamu sukai dari universitas tersebut?

University of Queensland merupakan universitas bertaraf International yang terkenal akan kekuatannya dalam dunia research, serta merupakan salah satu dari 100 universitas terbaik di dunia. University of Queensland (UQ) juga tergabung dalam ‘Group of Eight’, dan merupakan member dari Universitas 21, dan Universities Australia.

Awalnya, saya kurang mengetahui detail tentang UQ. Saya pernah mendengarnya, tapi tidak pernah mencari tahu secara lebih dalam. Sampai akhirnya ketika saya masuk Universitas Indonesia sebagai mahasiswi komunikasi dalam program KKI (Kelas Khusus International), yang mengharuskan kami para mahasiswa dan mahasiswinya untuk berangkat melanjutkan pendidikan ke Australia. Dari situlah kemudian saya mulai research tentang UQ, dan memang banyak hal positif yang didapat selama melakukan research tersebut. Dan sampai tiba waktunya saya berangkat ke Australia dan memulai pendidikan saya di UQ, saya menyadari bahwa UQ tidak hanya berkualitas tinggi, namun juga memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. Jujur, banyak hal yang tidak saya dapat ketika belajar Indonesia, namun saya dapatkan di UQ. Mekanisme pelajarannya sangat teratur dan well-organized. UQ juga menyediakan sarana belajar yang banyak dan nyaman, sehingga bermanfaat sekali untuk para mahasiswa dan mahasiswinya. 


3. Kira-kira, berapakah biaya untuk kuliah di sana bagi yang tidak mendapatkan beasiswa dan menggunakan biaya pribadi? Seperti pengalaman dari Saviras sendiri?

Untuk masalah biaya sudah tentu tidaklah sedikit. Dari mata uang serta gaya hidupnya saja sudah berbeda. Jika misalnya dibandingkan, di Jakarta untuk makan dengan 15 ribu Rupiah sudah kenyang, sedangkan disini, uang segitu untuk membeli minuman saja tidak cukup. Harga minuman di sini bisa mencapai $3,00, dan kalau dirupiahkan sekitar 30 ribu. 

Untuk biaya kuliah, saya di sini untuk satu semesternya saja bisa mencapai kira-kira $150,00. Itu belum termasuk untuk biaya sewa rumah serta berbelanja keperluan. Mungkin, bisa mencapai 2 kali lipatnya lagi. Tapi, untuk pendidikan tinggi, memang seringkali membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dalam hal finansial. 


4. Adakah beasiswa yang bisa didapatkan dipertengahan tahun ajaran?

Pasti ada. Tapi, saya sendiri  kurang begitu tahu karena saya sendiri terikat dengan program dual-degree UQ & UI, yang tidak memberikan wewenang untuk kami menggunakan scholarship UQ. Namun, di luar itu saya yakin UQ menyediakan scholarship program. Untuk informasinya  bisa diakses di websitenya langsung.


5. Menurut kamu, apa saja kelebihan dari jurusan yang saat ini kamu ambil? Apakah ada kesulitan di dalam nya? Jika ada, apa dan bagaimana cara kamu mengatasinya?

Sejak dulu, saya memang sudah tertarik dengan hal-hal yang berkenaan dengan dunia komunikasi. Dari hal yang sederhana, entah dengan mengobrol dengan orang lain, ataupun bertukar perspektif, saya sangat suka sekali. Dan kebetulan saya mengambil jurusan Public Relations, yang kesehariannya saya dituntut untuk bertemu dan berurusan dengan berbagai pihak. Mempelajari teori-teori berkomunikasi dengan orang yang sebelumnya belum saya ketahui. Tricky yet very enjoyable.

Untuk kesulitan, tentunya ada. Contoh kesulitan yang sering saya temui, seperti menulis essay. Saya kurang memiliki kemampuan yang hebat dalam menulis essay, masih sering mengalami grammatical errors, dan sebagainya. Dan cara yang saya lakukan untuk mengatasinya adalah dengan rajin membaca jurnal atau essay karya orang lain yang sudah diakui dalam menulis, sehingga dari situ saya bisa mempelajari bagaimana menulis essay secara baik tanpa harus mengalami kekeliruan dalam berbagai bentuk penulisan. Saya juga sempat mengikuti les menulis essay di sini yang disediakan oleh UQ. 


6. Bagaimana dengan sistem perkuliahan di Australia?

Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia, yang masih mengikuti pendidikan formal. Tapi, menurut saya sendiri, perbedaanya dapat dilihat dari sikap mahasiswa Australia yang lebih proaktif. Hal ini akan begitu terasa ketika setiap sedang praktik, atau sedang diskusi kelompok, mereka memiliki pemikiran yang kritis. 

Selain itu, di Australia ada 2 jenis perkuliahan, yaitu ‘tutorial’ yang bersifat lebih privat, yang dalam satu kelasnya terdiri dari kurang dari 20 murid, dan jenis ‘lecture’, yang lebih terbuka, dengan jumlah murid dalam satu kelasnya lebih dari 100 orang.


6. Bagaimana dengan fasilitas penunjang perkuliahan yang ada di Australia? Seperti transportasi, perpusatakaan, jam belajar masyarakat, birokrasi, dan lainnya? 

Dari skala 1 sampau 10, saya berikan 9.5 untuk Australia dari segi fasilitas yang mereka sediakan untuk perkuliahan. Semuanya dipermudah untu para mahasiswanya. Harga transportasi untuk mahasiswa lebih murah dibanding untuk mereka yang bukan mahasiswa. Perpustakaan di sini ada banyak, yang semuanya nyaman dan gratis tanpa harus membayar biaya kunjungan. Di UQ, beberapa perpustakaannya ada yang 24 jam non-stop tidak pernah tutup, dan bahkan banyak yang suka menginap. Saya pernah sampai jam 3 pagi di sana, dan Alhamdulillah aman. Pokoknya enak sekali. Pemerintahan di Australia memang sangat mengistimewakan pelajar.


7.  Adakah tempat-tempat menarik yang biasanya dikunjungi mahasiswa untuk refreshing dan menghilangkan kebosanan? 

Tempatnya ada banyak, tapi itu bergantung pada interest setiap mahasiwanya sendiri. Di tempat saya yang sekarang, yaitu di Brisbane, banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi dari tempat untuk rekreasi anak, sampai untuk orang dewasa. Untuk kamu yang cinta alam dan menyukai kegiatan di alam terbuka, di sini terdapat banyak sungai yang bersih dan terawat. Selain itu ada juga Kangaroo Point, banyak tebing yang diizinkan untuk digunakan sebagai sarana hiking. Adan juga Koala and Kangaroo Sanctuary, yang bisa membuat kamu berinteraksi secara langsung dengan hewan khas Australia. Selain itu masih ada banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dinikmati di Brisbane. 


8.  Berapakah biaya hidup minimal yang harus dikeluarkan di kota Brisbane itu sendiri? Lalu, kira-kira berapakah biaya hidupnya jika kita ingin mengajak keluarga untuk tinggal di sana?

Mungkin kira-kira harus di atas 10 juta ya. Mengingat biaya hidup di Autralia memang salah satu yang tertinggi. 


9.  Apa perbedaan budaya yang paling terasa antara Australia dengan Indonesia? Bagaimana sikap Savira atas perbedaan tersebut?

Australia jelas memiliki budaya yang lebih  terbuka jika dibandingkan dengan Indonesia. Indonesia sendiri masih sangat lekat dengan budaya Timur, sedangkan Australia sudah sangat kebarat-baratan. Budaya sopan santun di sini tetap ada, tapi jika dibandingkan dengan Indonesia, di Autralia jauh lebih santai.  Selain itu, dalam hal keadaan lingkunganya, di sini bersih dan tidak ada macet.

Awalnya, saya pernah mengalami culture shock lantaran baru menyadari adanya perbedaan kebiasaan antara orang Australia dengan Indonesia. Tapi, tentunya seiring waktu saya bisa menikmatinya dan merasa biasa saja.


10.  Apakah ada tips yang sebaiknya dilakukan bagi mahasiswa Indonesia setelah selesai kuliah di sana? Misalnya tentangpeluang kerja, atau hal lainnya? 

Untuk saran dari saya sederhana saja: MAKE THE BEST OF IT.
Kamu bisa berkesempatan mendapat pendidikan, serta mampu untuk survive tinggal di sini adalah suatu hal yang luar biasa menurut saya. Jadi, kita harus merasa bangga dengan diri sendiri karena ternyata kita mampu untuk melakukan yang terbaik. Berikanlah sesuatu  hal yang bermanfaat bagi sekitarmu.  


Nah, demikian kisah serta pengalaman yang mengesankan dari Savira Ralie yang telah berhasil mewujudkan impiannya untuk kuliah di Australia. Apakah kisah ini cukup menggugah keinginanmu untuk mengikuti jejaknya? Apakah kamu ingin menjadi orang selanjutnya yang memiliki kesempatan yang sama? 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Australia: Pengalaman Berkuliah di University of Queensland, Bersama Savira Ralie
Australia: Pengalaman Berkuliah di University of Queensland, Bersama Savira Ralie
https://4.bp.blogspot.com/-lzsbUcXm5YM/VBUxzcY8x1I/AAAAAAAABvA/bq3dO0K56ow/s1600/ralie.png
https://4.bp.blogspot.com/-lzsbUcXm5YM/VBUxzcY8x1I/AAAAAAAABvA/bq3dO0K56ow/s72-c/ralie.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/09/australia-pengalaman-berkuliah-di.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/09/australia-pengalaman-berkuliah-di.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy