Belanda: Pengalaman Berkuliah di ‘Delft University of Technology’, Bersama Kiki Wirianto

Memang jauh dan penuh tantangan ketika kamu memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Jauh dari orang tua, jauh dari suasana kota asalmu. Ket...

Memang jauh dan penuh tantangan ketika kamu memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Jauh dari orang tua, jauh dari suasana kota asalmu. Ketika jauh, pastinya kamu akan merasakan kangen entah terhadap keluarga, pacar, makanan Indonesia, dan semuanya tentang tanah air. Butuh perjuangan memang untuk bisa beradaptasi di negeri orang. Namun, semuanya akan mendapatkah hasil yang setimpal dengan apa yang telah kamu perjuangkan. 



Kali ini tim berkuliah.com akan menampilkan hasil wawancara dengan salah satu sahabat kita yang sudah berhasil kuliah di Belanda, tepatnya di Delf University of Technology. Bagaimana cerita selengkapnya? Mari kita simak bersama di bawah ini.


Halo. Salam kenal, ya! Bisa diceritakan mengenai profil diri kamu? Dan mengapa memilih Belanda sebagai negara tujuan studi?

Nama saya Kiki Wirianto, saya berasal dari kota Jakarta. Saya menyelesaikan pendidikan S1 di ITB jurusan Teknik Elektro. Sekarang, saya sedang menempuh pendidikan jenjang Master di TU Delft atau Delft University of Technology. Saya kuliah di jurusan Electrical Engineering dengan track Microelectronics. Saya memilih Belanda sebagai negara tujuan karena beberapa alasan. Yang pertama, adalah TU Delft direkomendasikan oleh seorang dosen karena memang kampus ini memiliki riset yang baik di bidang mikroelektronika. TU Delft memiliki fasilitas Clean Room, yang berfungsi untuk memfabrikasi chip yang telah didesain, sehingga mahasiswa yang berkuliah di sini bisa merasakan 'hands-on' experience. Selain itu, Belanda juga merupakan negara yang mayoritas penduduknya relatif dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris secara fasih.


Bagaimana cara mendaftar ke universitas di Belanda, apakah kita bisa melakukan semua proses pendaftaran sendiri?

Langkah pertama adalah melihat laman-laman universitas yang ingin kita tuju. Dan ya, semua bisa dilakukan sendiri. Misalnya tahun lalu saya berminat untuk belajar di TU Delft dan TU Eindhoven. Pertama-tama, saya mengunjungi laman kedua universitas tersebut, kemudian mencari informasi mengenai syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk dapat diterima di universitas tersebut. Syarat-syarat yang umum saya temui adalah IPK minimal 3 (atau 75% dari nilai maksimum), surat rekomendasi dari dosen/atasan (jika sudah bekerja), CV, transkrip, surat motivasi, dan nilai tes bahasa Inggris (TOEFL/IELTS). Jangan lupa juga untuk memperhatikan batas waktu aplikasi. Jika syarat-syarat tersebut dipenuhi, kemungkinan besar aplikasi akan diterima.



Apakah kamu kuliah di Belanda melalui beasiswa? 

Tidak, saya berkuliah dengan biaya orang tua.


Apakah ada ketentuan yang menjadi syarat mutlak agar beasiswa bisa terus didapatkan sampai kelulusan? 

Dari teman-teman yang memiliki beasiswa, saya rasa mereka harus mempertahankan nilai di atas batas tertentu agar beasiswa dapat terus didapatkan. Selain itu juga mereka harus lulus tepat waktu.


Bagaimanakah cara kamu menyikapi kurikulum dan kegiatan belajar mengajar yang ada di sana? Apakah ada perbedaaan dan kesulitan yang ditemukan? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Perbedaan pertama adalah sistem kredit. Sistem kredit di Belanda dan beberapa negara Eropa lain dikenal dengan nama ECTS. Untuk jenjang Master, diperlukan 120 ECTS untuk lulus. Namun, perbedaan terbesar yang saya rasakan adalah mengenai pembagian kalender akademik. Di Indonesia, kita terbiasa dengan sistem semester, di mana setiap semester kita mengambil 6-7 mata kuliah dengan masa kuliah kurang lebih 4 bulan (dengan ujian mid-semester di tengah), dan dilanjutkan dengan ujian akhir. 

Di Belanda, sistem yang digunakan adalah quarter. Pada setiap quarter, kira-kira mahasiswa mengambil 3-4 mata kuliah dengan 7 minggu masa kuliah, 1 minggu tenang, dan 2 minggu ujian. Satu tahun terdiri dari 4 quarter, dan umumnya pada setiap quarter mahasiswa mengambil 3-4 kuliah dengan beban 15 ECTS. Perbedaan paling signifikan adalah, dengan sistem quarter, kita dituntut untuk menguasai materi dengan waktu yang lebih singkat. Hal ini belum tentu mudah bagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan sistem semester, di mana mereka mempelajari banyak mata kuliah dengan waktu yang relatif panjang. Saya sendiri cukup kaget ketika pertama kali memulai studi dengan sistem quarter. Terlebih lagi, pada quarter pertama saya mengambil cukup banyak kuliah (kurang-lebih 21 ECTS). Untungnya, saya bisa cukup cepat beradaptasi sehingga dapat lulus semua kuliah pada quarter pertama tersebut. Dan keuntungan lainnya adalah saya langsung merasa terbiasa menghadapi quarter-quarter berikutnya. Saran saya bagi mahasiswa baru adalah untuk belajar as soon as possible dan jangan menunda-nunda pekerjaan!


Bagaimana dengan peraturan perkuliahan di Belanda, absensi, tata cara berpakaian? Apakah ada aturan yang unik?

Banyak hal unik yang saya temui di sini. Yang pertama adalah masalah absensi. Di Indonesia, banyak dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk menghadiri 80% kelas, atau bahkan ada juga yang meminta kehadiran 100%. Sebaliknya di TU Delft, absensi tidak diperhitungkan sama sekali! Mahasiswa hanya dituntut untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibutuhkan untuk mendapatkan kredit dari kuliah. Ada kuliah yang nilainya hanya diambil dari ujian tertulis saja (dan biasanya di kuliah seperti ini banyak mahasiswa yang tidak pernah hadir di kelas dan hanya mengambil ujiannya saja), ada juga yang komponen nilainya terdiri dari kombinasi tugas dan ujian. Selain itu, ada juga kuliah project-based yang nilainya didapat dari mengerjakan sebuah proyek dan diakhiri dengan presentasi/oral exam. 

Tata cara berpakaian juga saya lihat sebagai sesuatu yang unik. Pada musim panas, banyak mahasiswa yang mengenakan celana pendek di kelas dan bahkan saat ujian sekalipun! Dan para dosenpun tidak merasa keberatan dengan hal tersebut. Selain itu, relasi dosen-mahasiswa juga lebih terasa sebagai hubungan setara (dengan rasa hormat tentunya). Para dosen relatif terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa dan selalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa, walaupun pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang mendasar sekalipun! Tak jarang saya temui teman sekelas menanyakan pertanyaan yang jika ditanyakan di ruang kelas di Indonesia, pasti akan mengundang cercaan dari dosen ataupun teman sekelas. Hal itu juga yang mungkin membuat banyak mahasiswa di Indonesia yang malu bertanya dan sesat di jalan karena takut dianggap bodoh dengan bertanya.


Jika mendapatkan nilai yang kurang memenuhi standar, bagaimana cara kita untuk mengulangnya?

Saya ambil contoh 1 kuliah yang nilainya hanya berdasarkan 1 kali ujian tertulis saja. Misalnya, kuliah tersebut diadakan di quarter 1. Di akhir quarter 1, ujian untuk kuliah tersebut diadakan dan 2 minggu setelahnya, hasil ujian diumumkan. Jika nilai yang kita peroleh di bawah 5.75 (untuk TU Delft), atau jika kita tidak puas dengan nilai sebelumnya dan ingin meningkatkannya, maka kita dapat mengambil ujian tersebut di akhir quarter 2. Jika kita gagal lagi, maka kita harus mengulang ujian tersebut di tahun ajaran berikutnya. Jadi,jika program kuliah master adalah 2 tahun, ada 4 kesempatan untuk mengambil ujian untuk kuliah tersebut (untuk memberikan gambaran, saya lampirkan kalender akademik TU Delft untuk tahun ajaran 2014/2015).



Seberapa aktifkah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda? Kegiatan apa yang biasanya dilakukan oleh PPI di Belanda ?

Menurut saya, PPI di Belanda adalah salah satu PPI yang paling aktif di dunia. Jumlah mahasiswa Indonesia di Indonesia cukup banyak, sehingga ada juga PPI di sebagian besar kota di Belanda. Delft sendiri memiliki PPI Delft yang sudah berdiri cukup lama. Masing-masing PPI Kota memiliki acaranya sendiri-sendiri, dan biasanya ada juga acara yang mengundang PPI Kota lain atau bahkan PPI dari negara lain. Acara yang lazim ditemui adalah kompetisi olahraga, penampilan kesenian Indonesia, dan perlombaan fotografi, video, atau kesenian lainnya. PPI Delft sendiri akan mengadakan acara Indonesian Night pada tanggal 19 September mendatang. Pada acara tersebut, akan ada penampilan dari Kolintang Indonesia, dan juga stand-stand makanan khas Indonesia, seperti pempek, nasi padang, dan sate ayam.


Bagaimana tentang biaya hidup di Belanda? Mulai dari tempat tinggal, makanan, dan transportasi?

Untuk tempat tinggal, perkiraan harga ada di sekitar 300-500 Euro per bulan. Itu sudah termasuk dengan biasa gas, listrik, dan air. Di kota-kota dengan universitas ternama, biasanya ada perusahaan yang khusus menangani student housing, sehingga mahasiswa yang tidak mau repot bisa langsung mendapatkan tempat tinggal yang fully furnished dan siap ditempati. Saya sendiri pada tahun pertama menempati student housing, dan pada tahun kedua menyewa rumah bersama teman-teman. Untuk makanan, besarnya pengeluaran sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing. Untuk menghemat, biasanya mahasiswa Indonesia di Belanda memasak. Bahkan, anak-anak yang tidak pernah memasak sebelumnyapun dipaksa belajar memasak, bukan hanya untuk menghemat pengeluaran, tapi juga untuk mengatasi kebosanan terhadap makanan Belanda yang 'itu-itu' saja.

Untuk transportasi, umumnya jika masih di dalam kota, semua lokasi dapat dituju dengan naik sepeda. Sepeda adalah salah satu hal pertama yang wajib dibeli saat tiba di Belanda. Dan jangan lupa juga untuk membeli gembok yang mumpuni, karena sepeda juga merupakan salah satu barang yang paling sering dicuri. Untuk transportasi antar kota, biasanya digunakan tram, bus, atau kereta. Sistem transportasi umum di Belanda sudah sangat baik menurut saya. Masyarakat dapat bepergian dengan nyaman, dan yang terpenting, transportasi umum di Belanda tepat waktu. Jika ada jalur yang terhambatpun bisaanya informasi tersebut dapat ditemukan secara online. Untuk memberikan gambaran, pengeluaran untuk satu bulan dapat berada di antara 600-900 Euro (tergantung makanan dan seberapa sering bepergian ke luar kota).


Apakah ada tips bagi mahasiswa Indonesia yang sudah mau berangkat ke Belanda? Baik dari dokumen yang harus benar-benar disipakan, barang yang harus dibawa, dan kemampuan bahasa asing?

Yang pertama, puas-puasin dulu makan makanan Indonesia! Hahahaha... Bukan karena makanan Indonesia jarang ditemui di sini. Makanan Indonesia bisa ditemui, namun biasanya harganya mahal, dan tentu saja rasanya tidak se’maknyus’ yang ada di Indonesia (kecuali kamu atau temanmu adalah koki masakan Indonesia yang handal). 

Untuk dokumen, yang paling penting adalah paspor dan visa. Selebihnya, saya rasa tidak perlu dibawa jika memang tidak diminta oleh universitas. Barang-barang yang mungkin berguna untuk dibawa adalah bumbu-bumbu instan Indonesia, semprotan WC (ya, kamu tidak salah baca, semportan WC, WC di Belanda tidak ada yang dilengkapi dengan semprotan!), dan juga kalau bisa sabun dan shampo (karena harga sabun dan shampo di sini relatif mahal dan membuat sakit hati kalau beli!). 
Bahasa Belanda menurut saya tidak wajib, karena masyarakat Belanda pada umumnya mampu berbahasa Inggris dengan baik. Namun, tidak ada salahnya mempelajari sedikit bahasa Belanda jika ada waktu.



Nah, itu tadi sebuah cerita pengalaman dari Kiki Wirianto yang telah berhasil menginjakkan kakinya di tanah Belanda untuk menempuh studi kuliahnya. Jika kamu memiliki keinginan yang sama untuk bisa kuliah di Belanda, tentunya kamu harus ikuti tips dari Kiki. Dan kalaupun masih kurang, kamu bisa mencari informasi yang lain di berkuliah.com! salam sukses dan sampai jumpa!
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,282,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,85,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,145,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,3,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,85,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Belanda: Pengalaman Berkuliah di ‘Delft University of Technology’, Bersama Kiki Wirianto
Belanda: Pengalaman Berkuliah di ‘Delft University of Technology’, Bersama Kiki Wirianto
http://1.bp.blogspot.com/--YzjDGIBYeM/VCqKuuCR6HI/AAAAAAAADBM/SeYTl3Yqf0U/s1600/dsaDSADS.png
http://1.bp.blogspot.com/--YzjDGIBYeM/VCqKuuCR6HI/AAAAAAAADBM/SeYTl3Yqf0U/s72-c/dsaDSADS.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/09/belanda-pengalaman-berkuliah-di-delft.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/09/belanda-pengalaman-berkuliah-di-delft.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy