Pengalaman Berkuliah di Spanyol, Bersama Idham Badruzaman

Halo, sobat berkuliah.com! Apa yang kamu rasakan jika kamu memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Spanyol? Entah itu untuk kuliah, liburan, pertukaran pelajar, penelitian, dan apapun itu? Akan bahagia sekali tentunya. Oke, kalau kamu suatu saat nanti bisa pergi ke Spanyol, tentunya jangan sia-siakan waktu dan kesempatan kamu itu untuk mengenal lebih dalam tentang Spanyol. Bagi kamu pecinta dunia sepak bola khususnya La Liga, wah… pasti kamu bisa sampai tidak tidur satu hari menjelang keberangkatan. Pikiran kamu pasti sudah dipenuhi dengan berbagai khayalan tentang berkunjung ke Santiago Bernabeu, atau mungkin kamu sudah merencanakan ingin bertemu dengan pemain idolamu, seperti Christiano Ronaldo, Lionel Messi, Andres Iniesta, Toni Kroos, dan masih banyak lagi.



Nah, jika kamu memang memiliki impian dan niat untuk terbang ke Spanyol, lebih baik ketahui dan pelajari dulu hal-hal yang berhubungan dengan Spanyol. Salah satunya dengan menyimak penuturan dari sahabat kita yang sudah lebih dahulu sampai ke Spanyol, siapakah dia? Mari kita simak cerita selengkapnya di bawah ini.


Salam kenal, ya! Bisa diceritakan tentang profil diri kamu? Lalu, alasan apa yang membawa kamu memilih Spanyol sebagai tujuan studi?

Nama saya Idham Badruzaman. Baru saja menyelesaikan kuliah master (S2) saya dengan jurusan peace, conflict and development studies, di Universitat Jaume I (Primero), Castellon de la Plana, Valencia – Spanyol.

Saya memilih Spanyol karena jurusan yang saya ambil tidak banyak tersedia di negara-negara Eropa, dan Spanyol memiliki jurusan tersebut di mana universitas ini merupakan salah satu dari yang direkomendasikan UNESCO dalam merealisasikan visi misinya, yaitu menciptakan perdamaian dunia.


Apakah dalam kampus kamu ada aturan yang dirasa unik dan berbeda? Mungkin cara berpakaian, jam masuk, absensi, atau hal lainnya?

Hal yang berbeda dari perkuliahan saya adalah sistem pembelajaran yang memberlakukan satu mata kuliah per satu bulan dengan (kebanyakan) dosen tamu yang mengampu setiap mata kuliahnya. Misalnya, bulan Oktober 2012, perkuliahan dimulai dengan dosen tamu dari Kenya yang bernama Fatuma Ali dengan mata kuliah introduction to peace studies. Bulan berikutnya, kami baru akan belajar dengan mata kuliah lainnya dengan dosen lainnya. Dengan begitu, perkuliahan bisa menjadi intensif dan fokus, serta universitas dapat mendatangkan dosen tamu (yang meskipun sangat sibuk) dari universitas terbaik karena hanya berlangsung 1 bulan.


Bagaimana dengan kebiasaan mahasiswa asli Spanyol ketika mereka memiliki waktu luang dan hari libur?  

Di negara-negara Eropa, semakin ke Selatan negara tersebut akan semakin hangat. Bukan saja hangat cuacanya, tetapi juga orang-orangnya. Spanyol menjadi salah satu negara yang paling panas di Eropa ketika musim panas tiba. Kebiasaan orang-orang Spanyol adalah bersosialiasi dengan berpesta, ‘la fiesta’. Ada banyak sekali libur nasional yang digunakan masyarakat Spanyol untuk berpesta. Selain itu, Spanyol juga memiliki jam istirahat untuk tidur siang, yaitu siesta dari jam 14.00 sampai jam 16.00 atau jam 17.00. Jangan harap kamu dapat berbelanja pada waktu siesta tersebut, karena mayoritas toko di Spanyol akan tutup dan buka kembali ketika jam istirahat siesta tersebut usai.



Adakah tips dan trik spesial yang ingin kamu bagikan tentang bagaimana cara agar lebih dekat dengan dosen?

Kelas kami adalah kelas yang kecil. Dengan peserta yang datang dari berbagai negara di dunia (seperti Korea Selatan, Kenya, Rwanda, Amerika Serikat, Columbia, Swedia, Norwegia, Pakistan, Inggris dan Perancis), setiap dari kami memang selalu berkesempatan berbicara di kelas. Kelas kecil ini sebenarnya menguntungkan kami, karena kami semua benar-benar bisa belajar dengan sesama kami karena masing-masing dapat mengeluarkan pendapatnya masing-masing.

Hubungan dosen dan mahasiswa sangat mungkin untuk dekat layaknya teman. Dalam jeda istirahat, dosen sering ikut berkumpul bersama mahasiswanya untuk menikmati kopi atau minuman lainnya di kafe kampus. Selain itu, dosen juga sering kami undang untuk makan malam bersama di apartmen-apartemen kami dengan beberapa mahasiswa secara bergantian.


Bagaimana sistem trasportasi di sana? Untuk biaya, apakah ada potongan untuk mahasiswa? 

Spanyol adalah salah satu negara di Eropa yang memiliki sistem transportasi terbaik di Eropa. Saya harus tercengang karena dengan jarak yang sama sekitar 100 km, Jakarta – Cilamaya, Karawang dan Castellon de la Plana – Valencia, Indonesia kalah telak! Jakarta-Cilamaya tempo hari saya tempuh dengan waktu 7 jam (tentu dengan ngetem dan macet),  sementara Castellon de la Plana – Valencia hanya ditempuh dengan waktu 1 jam saja, dan ketersediaan kereta ada setiap setengah jam. Perbandingan ini memperihatinkan menurut saya. Namun sayangnya, potongan harga untuk mahasiswa sudah dihapuskan sejak krisis melanda Spanyol. Meskipun demikian, harga-harga di Spanyol cenderung lebih murah dibandingkan negara tetangganya, yaitu Perancis.


Bagaimana karakteristik orang Spanyol baik yang muda ataupun yang tua? Apa opini mereka terhadap mahasiswa Indonesia?

Di hari pertama masuk kuliah dengan agenda masa orientasi, saya harus menelan ludah karena banyak dari mahasiswa baru asli Spanyol yang tidak tahu di mana letak Indonesia, bahkan sebagian lagi tidak tahu negara Indonesia. Sayapun merasa lebih sedih lagi ketika ternyata mereka lebih mengetahui dan mengenal Malaysia dan Singapura daripada  Indonesia sendiri.


Adakah jaringan usaha atau toko milik orang Indonesia yang ada di Spanyol? Jika ada, apakah mahasiswa Indonesia bisa bekerja di sana?

Spanyol saat ini tengah dilanda krisis ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga peluang untuk mendapatkan usaha sambilan atau disebut part time job tidak semudah di negara lain seperti Inggris dan Australia. Meskipun demikian, saya sempat mendapatkan pekerjaan sambilan sebagai guru les bahasa Inggris untuk anak kecil yang masih berumur antara 5 sampai 12 tahun.
Ada sekitar 12 restoran Indonesia yang ada di Spanyol. Saya hanya berkesempatan mencicipi satu saja yang ada di Barcelona. Restoran tersebut diberi nama ‘Restoran Betawi’. Uniknya, seorang laki-laki pemilik restoran ini adalah orang Spanyol asli yang menikahi perempuan Indonesia, kemudian belajar kuliner Indonesia selama beberapa tahun sampai kemudian membuka restoran Indonesia di Barcelona.


Apa kesan kamu terhadap perkuliahan atau kemudahan kuliah selama di Spanyol?

Kemudahan belajar di luar negeri, terutamanya karena didukung infrastruktur yang menunajang. Misalnya, perpustakaan di sana sangat lengkap, nyaman dan buka selama 24 jam. Dosen juga dibuat terjangkau oleh mahasiswa melalui forum online yang disediakan oleh universitas. Hal-hal inilah yang menurut saya harus betul-betul dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia agar studinya dapat berjalan dengan lancar.



Oke, sobat berkuliah.com! Demikian tadi beberapa pengalaman menarik selama kuliah di Spanyol dari sahabat kita Idham. Bagaimana? Apakah kamu merasa informasinya masih kurang lengkap? Kalau memang masih kurang, kamu bisa pantau terus berkuliah.com untuk informasi-informasi dunia perkuliahan di luar negeri. Tetap semangat dan raihlah impianmu!
Share on Google Plus

About Inspira Nina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.