Menjelajahi Dunia Perkuliahan di Thailand, Bersama Cecep Kosasih

‘Gajah Putih’, istilah ini pasti yang akan terlintas di benakmu ketika mendengar sebuah kata Thailand. Thailand merupakan salah satu negara...

‘Gajah Putih’, istilah ini pasti yang akan terlintas di benakmu ketika mendengar sebuah kata Thailand. Thailand merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang cukup maju dan memiliki perekonomian yang kuat, karena negara ini tergantung sekali pada ekspor dan permintaan luar negeri. Perekonomian yang kuat ini tentunya juga didukung dari sebuah pembenahan dalam dunia pendidikannya, yang bertujuan untuk menghasilkan generasi muda yang benar-benar berkualitas dan siap bersaing di dunia internasional. Pendidikan di Thailand juga dikenal sangat kondusif, yang menjadikan ada banyaknya mahasiswa Indonesia yang tertarik untuk menjalani studinya di Thailand.



Kali ini, berkuliah.com telah berhasil mewawancarai salah satu mahasiswa Indonesia yang kuliah di Thailand ini. Ingin tahu siapakah dia? Mari kita simak liputan selengkapnya berikut ini. 


1. Bisakah diceritakan mengenai profil pribadi kamu? Apa yang membuat kamu memilih Thailand sebagai kota tujuan untuk studi? 

Nama saya Cecep Eli Kosasih. Asal dari Bandung, dan menjadi staf pengajar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Bandung. Saya lulus S1 Keperawatan pada tahun 1998 di Unpad. Pada tahun 2002-2004, saya mendapat kesempatan untuk meneruskan kuliah S2 di Faculty of Nursing Prince of Songkla University Thailand, dan pada tahun 2012, sayapun melanjurtkan studi S3 di universitas yang sama. 

Saya mengambil S2 di Thailand, karena pada saat itu ada informasi tawaran beasiswa dari pemerintah Thailand ke pemerintah Indonesia. Kami dari Bandung ikut dalam program tersebut, namun hanya beberapa orang saja yang lolos. Untuk program S3, saya memilih di Thailand karena saya rasa Thailand memiliki suasana pembelajaran yang cukup mendukung untuk keperawatan, seperti pengalaman yang daya rasakan ketika studi S2. Maka, sayapun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan S3 di kampus yang sama. Nah, untuk studi selama S3, saya kebetulan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia (DIKTI).


2. Bagaimana cara mendaftar ke universitas di Thailand, apakah kita bisa melakukan semua proses pendaftarannya sendiri? 

Untuk bisa mendaftar ke universitas yang ada di Thailand, sebenarnya kita bisa melakukan pendaftaran sendiri. Di Thailand, kita bisa masuk program S1, S2, maupun S3 kalaupun itu biayanya berasal dari kita sendiri. Masalahnya, kebanyakan dari mahasiswa merasa cukup kesulitan untuk mencari siapa yang dapat memberikan sponsor atau beasiswa. Untuk S1 mungkin tidak terlalu besar biayanya, dan kita tinggal mendaftar langsung ke universitas yang bersangkutan. Untuk beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di Thailand, ada beberapa jenis juga. Misalnya, untuk S1 ada program pertukaran pelajar dari universitas di Indonesia untuk belajar beberapa bulan di Thailand. Sedangkan untuk mahasiswa S2 dan S3, ada dua jenis beasiswa, yaitu pertama dari pemerintah Indonesia (misalnya DIKTI), dan dari pemerintah Thailand atau dari universitas di Thailand. 

Beasiswa dari pemerintah Indonesia, misalnya dari DIKTI, kita mengajukan permohonan ke DIKTI dan harus memenuhi beberapa persyaratan dari DIKTI. Dan jika sudah lengkap, maka dari pihak DIKTI akan melakukan test dan wawancara apakah mahasiswa atau karyasiswa tersebut layak atau tidak. Tentunya calon mahasiswa tersebut harus sudah mendapat ‘letter of acceptance’ (LoA) dari universitas yang bersangkutan sebelum bisa mengajukan ke DIKTI.

Beasiswa dari pemerintah Thailand juga saat ini memiliki peluang yang cukup baik. Calon mahasiswa harus melengkapi persyaratan dari Universitas yang bersangkutan. Biasanya,dari universitas tersebut melakukan sosialisasi ke beberapa kota di Indonesia tentang beasiswa tersebut. Setelah melalui serangkaian test dan seleksi, maka akan diumumkan siapa yang layak untuk mendapat beasiswa.

Untuk calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikan khususnya S2 dan S3, maka alangkah baiknya juga lebih proaktif untuk mencari informasi ke universitas yang bersangkutan, misalnya di website Prince of Songkla University Thailand  www.psu.ac.th atau di kedutaan besar Thailand yang ada di daerah Kuningan Jakarta. Sebenarnya, untuk sekarang ini peluang tersebut lumayan besar, karena di negara ASEAN ada namanya ‘Asian Community’ yang mendorong kerjasama pendidikan di negara-negara Asia Tenggara. Sehingga, calon mahasiswa akan mendapat informasi yang lebih up to date dan lebih akurat jika semua proses dilakukan secara sendiri.

Untuk  mendapatkan promotor atau advisor, kita bisa berkomunikasi dengan fakultas yang bersangkutanm yang nantinya dari fakultas tersebut akan diberikan beberapa alternatif untuk mendapatkannya. Ada yang menawarkan beberapa expert di bidangnya, atau setelah mempelajari proposal awal maka akan dipilihkan pembimbing atau promotor yang tepat.


3. Mungkinkah kita mendapatkan beasiswa di tengah masa studi kita? Misalnya, semester pertama kuliah menggunakan biaya sendiri, kemudian semester berikutnya mendapatkan beasiswa universitas? 

Yang saya tahu, memang ada beberapa contoh, di antaranya: ada yang pertama memperoleh beasiswa dari Thailand, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa dari DIKTI melalui program ‘on going’, namun saat ini program on going sudah tidak ada lagi. Perkembangan terbaru, bila pada semester pertama menggunakan uang sendiri, nampaknya agak sulit bagi pemberi beasiswa. Baik pemerintah Thailand maupun pemerintah Indonesia lebih mengutamakan program yang dimulai dari awal, kecuali jika ada perubahan kebijakan di kemudian hari. Karena dari pengalaman yang ada, mahasiswa yang sudah kuliah di Thailand tidak bisa mengajukan untuk mendapatkan beasiswa. Jadi, sebaiknya kalau bisa direncanakan secara matang bila ingin mendapatkan beasiswa sejak awal.


4. Berapa lama waktu minimal yang kita butuhkan untuk persiapan kuliah di Thailand? Mulai dari pendaftaran beasiswa sampai persiapan bahasa, dan lainnya?

Waktu minimal yang dibutuhkan untuk kuliah di Thailand tidak begitu lama. Di universitas, biasanya diberikan pembekalan tentang bahasa dan budaya Thailand, academic writing, campus tour, city tour dan lainnya. Persiapan tersebut biasanya tidak lebih dari 1 bulan. Untuk bahasa pengantar kuliah menggunakan bahasa Inggris, jadi tidak begitu berat, kecuali bagi fakultas yang belum membuka program Internasional. Bahasa Thailand digunakan terutama pada saat kita berkomunikasi dengan warga masyarakat sekitar, misalnya untuk membeli makanan dan lainnya. Untungnya, untuk daerah provinsi Thailand selatan (Pathani, Narathiwat, Yala, Satun dan Songkla), banyak dari warga sekitar atau pedagang yang bisa berbahasa Melayu atau Indonesia. Begitu pula untuk makanan di daerah Thailand Selatan yang di sana kita tidak akan kesulitan untuk mendapatkan makanan halal. Tetapi, hal ini agak sedikit berbeda dengan provinsi di Thailand Utara, karena mayoritas masyarakatnya Buddhist, jadi agak susah untuk mencari makanan halal.


5. Apakah ada tips dan trik spesial untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama kuliah di sana? 

Untuk mendapatkan tambahan pemasukan selama kuliah di Thailand, kita bisa mendapatkannya dengan cara menjadi guru bahasa Indonesia atau guru bahasa Inggris secara part time, atau tetap tergantung kondisi dan perjanjian. Tentunya, itu disesuaikan dengan waktu luang yang kita miliki. Masyarakat Thailand saat ini sedang giat menyambut Asean Community 2015, terutama dari segi bahasa, jadi mereka sangat membutuhkan guru bahasa. Akan tetapi, untuk bekerja selain yang sya sebutkan tadi agak susah, mengingat Thailand masih sama seperti Indonesia yaitu sebagai negara berkembang, yang berbeda dengan negara yang sudah maju seperti Eropa atau Australia. Disamping itu, bila ingin bekerja paruh waktu kita harus mampu berbahasa Thailand dengan baik. 



6. Budaya paling menarik apakah yang kamu temukan di Thailand ? Apakah ada hal-hal menarik di Thailand yang jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia? 

Budaya yang cukup menarik di Thailand yaitu budaya menghormati raja dan guru atau dosen, pembinaan rasa cinta tanah air, dan father day, baju seragam S1, dan lainnya. Raja itu segalanya bagi rakyat Thailand. Untuk menghadap raja, ada tata cara tersendiri bahkan rakyat berikut pejabatpun bersimpuh atau sujud dihadapan raja. Begitu pula dengan guru atau dosen, mereka sangat dihormati. Di tiap tahunnya diadakan ‘teacher’s day’, di mana siswa atau mahasiswa mempersembahkan bunga untuk para guru atau dosen, dan merekapun sampai bersimpuh dan sujud di hadapan dosen. Mengesankan, bukan? 

Dan untuk mempertebal kecintaan rakyat terhadap raja dan negaranya, maka diperdengarkan lagu kebangsaan Thailand setiap harinya pada saat jam-jam tertentu. Bila mendengar lagu tersebut, semua aktivitas harus berhenti termasuk ketika waktu makan. Ketika sedang makan, maka kita harus berhenti sejeka, dan setelah lagunya selesai, baru bisa melanjutkan makannya. Setahu saya, hanya di Thailand yang ada peringatan ‘father day’, yang ternyata itu adalah peringatan hari ulang tahun untuk raja. Hal yang cukup menarik adalah, baju seragam di Thailand itu dimulai sejak TK, SD, SMP, SMA, dan S1. Jadi, anak S1 itu memakai  seragam baju putih dan celana  atau rok hitam, dan sepatu hitam atau putih. Jadi, mereka tidak akan dipusingkan dengan  baju apa yang harus dipakai besok harinya ketika kuliah.


7. Bagaimana karakter masyarakat Thailand? Dan bagaimana sikap mereka terhadap para pendatang, baik pemuda dan orang tuanya? 

Karakter masyarakat Thailand hampir sama dengan masyarakat Indonesia dari segi warna kulit, wajah, juga perilaku mereka. Secara umum, mereka baik terhadap pendatang, baik pendatang dari Asia maupun dari Eropa. Bahkan, kalau sudah kenal, mereka akan bersikap sangat baik dan mau menolong. Khususnya di Thailand Selatan yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim, jadi banyak dari mereka yang memakai atribut agama Islam. Merekapun terbuka terhadap pendatang khususnya dari Indonesia. 


8. Seberapa aktifkah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Thailand? Kegiatan apa yang biasanya dilakukan oleh PPI di Thailand ? 

Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) adalah nama PPI di Thailand. Pusat Permitha ada di Bangkok, tetapi di beberapa tempat ada cabangnya, misalnya Permitha Simpul PSU yang ada di kota Hat Yai Songkla. Kegiatan PPI ini cukup aktif secara berkala menyelenggarakan konferensi internasional, kegiatan amal, maupun kegiatan internal masing masing simpul Permitha. Di samping PPI ada juga kegiatan Ngajikhun, yaitu kegiatan keagamaan khususnya muslim, yang secara rutin diadakan pengajian dan beberapa kegiatan keagamaan lainnya. Di Permitha inipun banyak sekali kegiatan yang melibatkan anggotanya untuk bisa meningkatkan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam berorganisasi. 


9. Apakah ada tips bagi mahasiswa Indonesia yang sudah mau berangkat ke Thailand ? Apa saja persiapan terakhir yang perlu mereka lakukan? Atau, setibanya di Thailand pertama kalinya, apa saja yang perlu mereka perhatikan? 

Bagi kamu yang mau berangkat ke Thailand, pertama yang harus dipersiapkan yaitu mental, yang dalam hal ini diperkuat niat kita untuk belajar di Thailand. Kedua, penguasaan bahasa Inggris minimal Toefl score 500 sudah cukup. Ketiga, Passport dan visa sebaiknya dibuat dulu di Indonesia di KEDUBES Thailand. Keempat, tiket dan uang Baht dipersiapkan, untuk tiket bisa langsung dari Indonesia ke Bangkok atau bisa juga lewat Kuala lumpur. Jika kuliahnya di Thailand Selatan, maka Kuala lumpur jadi pilihan yang tepat untuk lewat karena tidak ada penerbangan langsung ke Hat Yai kecuali dari Medan. Untuk penukaran uang, carilah Money Changer yang cukup memadai, karena jika kita menukar uang di airport itu sangat mahal harganya.

Persiapan terakhir adalah barang bawaan yang akan masuk ke pesawat perlu diperhatikan, mana yang akan masuk ke kabin pesawat, dan mana yang masuk ke bagasi. Karena kalau salah dalam menentukan berat bagasi, nantinya biaya kelebihan beban bisa sangat besar sekali, bahkan bisa melebihi biaya tiket pesawat itu sendiri.

Pertama kali tiba di Thailand adalah harus diyakinkan dulu siapa yang akan menjemput kita di sana, apakah pihak universitas atau teman-teman PPI yang ada di kota tersebut. Sebaiknya kita harus menjalin komunikasi secara baik dengan mereka, baik via email atau social media (facebook, YM, Line, dll) sehingga kita tidak terlantar. Seandainya tidak ada yang menjemput, maka gunakanlah angkutan yang resmi, misalnya kalau dari bandara kita bisa membeli tiket taksi resmi di counter taksi. Khusus untuk di Thailand, ada beberapa moda angkutan diantaranya: taksi, song teaw (semacam angkutan kota), tuk tuk (semacam taksi untuk kelas bawah), van (semacam travel agency), dan Bus. Kemudian harus diyakinkan lagi tempat tinggal kita ke pihak universitas apakah di dormitory/asrama atau tempat yang sudah disediakan. 



Nah, itu tadi sobat berkuliah.com, sebuah cerita yang sangat mengesankan tentang pengalaman kuliah di Thailand bersama Cecep Kosasih. Jika kamu masih ingin informasi yang lebih banyak lagi tentang dunia perkuliahan di luar atau di dalam negeri, pantau terus berkuliah.com. Salam sukses dan sampai jumpa!
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Menjelajahi Dunia Perkuliahan di Thailand, Bersama Cecep Kosasih
Menjelajahi Dunia Perkuliahan di Thailand, Bersama Cecep Kosasih
http://1.bp.blogspot.com/-5JeKoe1TZU8/VBqV3RAIxRI/AAAAAAAACEI/HxP7ypobbRw/s1600/cecep.png
http://1.bp.blogspot.com/-5JeKoe1TZU8/VBqV3RAIxRI/AAAAAAAACEI/HxP7ypobbRw/s72-c/cecep.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/09/menjelajahi-dunia-perkuliahan-di.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/09/menjelajahi-dunia-perkuliahan-di.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy