Artikel Terbaru

Pengalaman Menjalani Studi PhD di Belgia, Bersama Lisendra Marbelia

Halo, sobat berkuliah.com! Bagaimana semangat kamu hari ini? Tentunya masih selalu menggebu-gebu seperti kemarin, bukan? Belgia, merupakan negara yang lagi ngetren dibicarakan di dunia persepakbolaan. Secara, dahulu tim nasionalnya tidak begitu terkenal, namun kali ini berubah dan menjelma menjadi tim kuda hitam yang patut di waspadai. Dihuni oleh banyak pemain yang berkiprah di liga Inggris seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, Marouane Fellaini, Adnan Januzaj, Vincent Company, dan masih banyak lagi pemain berkelas dunia, menjadikan tim ini semakin kuat. Nah, tapi kali ini kita bukan membahas timnas sepak bola Belgia, tapi mengenai dunia perkuliahan di Belgia. Hal di atas untuk jadi penghangat saja.



Yups, buat kamu yang ingin sekali mengenal dunia perkuliahan di Belgia, kamu bisa simak sedikit cerita dari salah satu mahasiswi asal Indonesia di bawah ini, dan masih baru banget dari berkuliah.com!


Halo, salam kenal, ya! Bisa diceritakan mengenai profil diri kamu? Dan, apa yang membuat kamu memilih Belgia sebagai negara tujuan studimu?

Nama saya Lisendra Marbelia. Saya saat ini sedang menjalani program PhD, di Centre of Surface Chemistry and Catalysis, Faculty of Bioscience Engineering, KU Leuven. Tinggal di Leuven, Belgia. Asal S1 dari UGM, Yogyakarta. Asal S2 dari program Erasmus Mundus on Material Science (EMMS 2009-2011).


Apa yang membuat kamu tertarik mengambil kuliah di kampus kamu tersebut? Apa kelebihan yang kamu dapatkan dari sana?

KU Leuven termasuk salah satu Universitas terkemuka yang ada di Belgia ini. Internasional studentnya cukup banyak, dan tentunya juga banyak tawaran program beasiswa yang terbuka di sini.


Apa saja kelebihan dari jurusan yang kamu ambil di KU Leuven? Mungkin bisa disebutkan 3 jurusan terfavorit di sana?

Jurusan yg termasuk "laku" di KU Leuven ini (terutama untuk orang Indonesia) mungkin termasuk: Jurusan Arsitektur, Jurusan Teknik Kimia, Jurusan Teknik Material. Sebenarnya hampir semua jurusan maju ya.


Bagaimana agar kita bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem perkuliahan? Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Untuk sistem perkuliahan, PhD sendiri tidak banyak ambil mata kuliah. Tapi, beberapa kali saya ambil mata kuliah, memang cukup berbeda, terutama di sistem ujiannya. Sebagian besar ujian di sini menggunakan ujian lisan. Untuk persiapan, intinya kalau rajin datang kuliah dan belajar, ujian jenis apapun bisa dilewati kok.


Mengenai beasiswa, bisa dijelaskan beasiswa apa, bagaimana sifatnya, dan cara applynya sesuai pengalaman kamu?

Beasiswa untuk PhD saya sistemnya by project. Jadi, ada project dari profesor, lalu apply saja.


Bagaimana karakter dosen dalam menyampaikan mata kuliah? Dan bagaimana keterbukaan para dosen ketika di luar jam kuliah?

Menurut saya dosen yang ada di sini lebih bersifat santai dan terbuka. Kalau ada pertanyaan, bebas bertanya juga di luar jam kuliah. Via email atau juga diskusi langsung.


Apakah seorang mahasiswa harus memiliki seperti kartu mahasiswa, kartu pembayaran, kartu asuransi, atau buku tabungan? Jika iya, bagaimana cara membuatnya?

Iya tentu saja, semua kartu itu nanti dibutuhkan. Cara membuatnya, ikuti saja prosedurnya. Registrasi dari kampus untuk kartu mahasiswa. Nantinya kalau sudah di sini, akan diberikan petunjuk juga oleh internasional office untuk mengurus kartu asuransi dan lainnya. Juga ke Stadhall (urusan administrasi kota) untuk kartu Residence Permit. Dan kalau untuk tabungan, tinggal datang saja ke Bank. Asal sudah punya kartu identitas Belgia, bisa membuat tabungan.


Bagaimana kebudayaan yang ada di Belgia dari pemuda, orang tua, dan remaja di sana?

Untuk budaya, tentu saja berbeda ya. Mungkin ada yang dirasa lebih jelek dan ada yang lebih baik, dirasa cocok atau tidak cocok. Orang Belgia sendiri pada umumnya baik, tetapi beberapa kalangan bersifat tertutup di awal. Ya, diambil yang baik-baiknya saja, misalnya selalu tepat waktu, hardworking, dan lainnya.


Apakah ada pengalaman menarik dan menyebalkan ketika di Belgia, dan itu menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan?

Wah, ada banyak! Intinya, orang-orang di sini baik-baik kok. Komunitas internasional dan juga komunitas islamnya juga banyak. Jadi, jangan takut dan khawatir bersosialisasi.


Bagaimana dengan biaya hidup di Belgia? Baik dari transport, makan, tempat tinggal, dan lainnya jika untuk sendiri atau keluarga?

Untuk di Leuven sendiri, untuk single living cost mungkin sekitar 600-800 cukup. Untuk couple, paling tidak sekitar 1000. Paling mahal adalah housingnya. Untuk dalam hal makan, bisa dengan masak sendiri untuk berhemat.


Apakah ada tips spesial agar mahasiswa Indonesia bisa berhasil survive kuliah di sana dan bisa hidup mandiri?

Kalau sudah diniatkan kuliah ke luar negeri (ke mana pun itu), ya benar-benar dijalani dengan sungguh-sungguh ya. Belajar hidup mandiri (walaupun kadang banyak juga komunitas PPI di luar negeri, tetap harus mandiri). Belajar dengan sungguh-sungguh (boleh jalan-jalan, tapi tetap kuliah nomer satu).



Oke, sobat berkuliah.com! Itu tadi cerita dari Lisendra Marbelia yang berhasil menginjakkan kakinya di Belgia untuk menuntut ilmu. Kalau kamu juga memiliki impian untuk ke Belgia, maka kamu harus melaksanakan tips-tips yang telah ia bagikan tadi. Oke, tetap semangat dan pantau terus berkuliah.com! Salam sukses dan sampai jumpa!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top