Petualangan Belajar di Belanda, Amerika, dan China, Bersama Brian Yogie

Apa yang kamu pikirkan jika membaca kalimat ini: “Berkeliling ke 3 negara, merasakan atsmosfer tempat yang berbeda-beda, dalam usia muda, d...

Apa yang kamu pikirkan jika membaca kalimat ini: “Berkeliling ke 3 negara, merasakan atsmosfer tempat yang berbeda-beda, dalam usia muda, dan bertujuan untuk menuntut ilmu”. Inilah kata-kata yang mewakili sosok dari seorang pelajar yang tidak hanya berani memiliki impian yang tinggi, namun ia juga berani mewujudkannya. Sungguh sebuah cerita yang membuat iri, bukan? Bagaimana tidak, sejak masih di usia muda, ia telah berhasil menuntut ilmu ke negeri yang jauh dan berpisah dengan keluarga. Tentunya kamu juga ingin melakukan hal yang sama. Kamu juga pastinya memiliki kesempatan yang sama, maka dari itu bergegaslah untuk segera mewujudkannya.
  

Pada kesempatan kali ini, tim berkuliah.com telah berhasil mewawancarai seorang mahasiswa asal Indonesia yang telah berhasil memegang kuat mimpinya dan menapakkan kakinya di 3 negara berbeda, dan tentunya benua yang berbeda pula yaitu Belanda, Amerika Serikat, dan China. Kamu penasaran? Mari simak ulasan berikut ini.
  

Bisa diceritakan tentang profil singkat tentang Brian?

Nama saya Brian Yogie Prasetya, akrab disapa Brian atau Yogie. Saya berasal dari Surabaya, dan lahir pada 1 Juni 1992. Saat ini saya menginjak usia 22 tahun. 


Bagaimana kisah perjalanan kuliah Brian hingga sampai di 3 negara? Bisakah diceritakan?  

Perjalanan menuntut ilmu saya yang cukup panjang hingga sampai sekarang ini saya mulai dari kisah saya ketika masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Ketika itu, saya melihat brosur dari salah satu lembaga pendidikan di Belanda dan Itali yang menawarkan beasiswa studi S1 di Belanda. Setelah membacanya, tanpa berpikir panjang, sayapun kemudian segera menghubungi kontak yang tertera pada brosur tersebut. Nomor yang saya hubungi ternyata diangkat, lalu pada waktu itu saya berbicara dengan mas Arif, salah satu koordinator dari lembaga tersebut yang bertanggung jawab untuk studi S1 di Belanda. Saya masih sangat ingat hal pertama yang dikatakan oleh mas Arif saat saya menyampaikan ketertarikan untuk ‘apply’ pada program tersebut, yaitu ketika beliau menanyakan “Kelas berapa kamu sekarang?” Setelah beliau mengetahui bahwa saya masih duduk di kelas 2 SMA, iapun menyarankan saya untuk mencoba menelpon lagi 1 tahun kemudian, saat di mana saya telah duduk di bangku kelas 3 SMA. Beliau menjelaskan bahwa program ini hanya diperuntukan bagi siswa yang telah duduk di bangku akhir SMA. Tapi, hal ini tidak membuat saya menyerah.

Setahun kemudian, sayapun melakukan hal serupa dengan mendatangi kantor lembaga yang sama. Berbekal berbagai dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya, seperti rapor, TOEFL, motivation letter, dan lainnya, sayapun langsung bergegas mengunjungi lokasi lembaga tersebut, dan mengatakan bahwa saya ingin mendaftarkan diri untuk kuliah di luar negeri. Pada awalnya, saya ingin mengambil Product Design di Universitas Institute Europe di Design (IED), yang berada di Milan. Namun sayang, ternyata IED tidak membuka kelas internasional pada tahun ajaran tersebut. Akhirnya, saya memutuskan untuk mendaftar ke Fontys University of Applied Science, yang kebetulan saat itu sedang menawarkan beasiswa untuk program Information Communication and Technology (ICT). Setelah melalui proses administrasi dokumen serta wawancara singkat, beberapa minggu kemudian sayapun menerima kabar berhasil menerima beasiswa dari kampus tersebut! Dan dari sinilah perjalanan pertama saya dimulai!

Pada saat memasuki tahun ajaran ke-3 perkuliahan di Belanda, saya mencoba untuk mengikuti program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh pihak kampus saya di Belanda. Pada saat itu, besar keinginan saya untuk mengunjungi negeri ‘Paman Sam’ dan melihat bagaimana ke’adidaya’an negara yang terletak di benua Amerika tersebut. Bermodalkan ‘motivation letter’ serta transkip nilai perkuliahaan, saya memutuskan untuk mendaftar ke 3 universitas di Amerika yang memiliki kerjasama dengan universitas saya di Belanda. Beberapa bulan setelah pendaftaran, saya mendapatkan izin dari University of Central Oklahoma untuk melakukan pertukaran pelajar. Program ini tidak dipungut biaya ‘tuition fee’ sama sekali dan berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Dala kurun waktu tersebut, saya menyempatkan diri untuk menelusuri berbagai kota di Amerika seperti New York, Chicago, San Francisco, dan lainnya. Perjalanan ini sungguh sebuah pengalaman menarik yang begitu memperluas pandangan saya terhadap dunia dan isinya!

Kemudian, pengalaman ke USA ini memacu saya untuk terus berkunjung ke berbagai negara serta lokasi-lokasi menarik di dunia yang sebelumnya belum pernah saya saksikan secara langsung. Lalu terlintas di benak saya untuk melanjutkan studi S2 ke China dan mengambil jurusan Management. Bertanya tentang mengapa saya memilih China? Saya bisa melihat bahwa saat ini China merupakan negara yang sangat potensial dan merupakan pusat bisnis di dunia ini setelah Amerika. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, ekonomi di China berkembang pesat dan menduduki peringkat ke-2 di dunia, dan inilah salah satu alasan yang menjadikan saya tertarik untuk meninjau dan mempelajari lebih dalam tentang seluk beluk dunia perbisnisan di China. Selain dengan kekuatan ekonominya, saya melihat bahwa China memiliki ‘business culture’ yang hampir mirip dengan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Eropa atau Amerika. Oleh karena itu, bagi saya ilmu bisnis yang telah dipelajari di China saat ini akan lebih bermanfaat untuk diterapkan di Indonesia. Maka dari itulah, impian saya setelah menyelesaikan kuliah S2 nanti, saya berkeinginan untuk kembali ke Indonesia dan menjadi seorang entrepreneur, untuk mengabdikan dan memanfaatkan ilmu yang telah saya dapatkan selama ini.

Berbicara mengenai universitas, Peking University HSBC Bussiness School yang merupakan kampus tempat saya menjalani pendidikan saat ini memiliki prestasi dan reputasi yang cukup bagus di mata dunia. Peking University saat ini menduduki peringkat ke-46 di dunia, peringkat ke-4 di Asia, dan peringkat 1 di China. Terlebih lagi, kampus bisnis ini merupakan salah satu Top Business Universities. Jurusan favorit yang ditawarkan oleh Peking University HSBC Business School ialah Ekonomi, Finance, serta management, yang menjadi pilihan program yang saya ambil saat ini.
   

Berhasil menjalani kuliah di China, apakah melalui jalur beasiswa atau biaya sendiri? Jika dengan beasiswa, apa nama beasiswanya? Bagaimana cara Brian mendapatkan beasiswa tersebut?   

Saat ini saya terdaftar sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan. Sebelumnya, saya mendaftarkan diri dan lolos pada seleksi administrasi di Beasiswa Presiden Republik Indonesia gelombang pertama yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akan tetapi, karena ada pemunduran jadwal seleksi untuk tahap wawancara beasiswa tersebut, saya memutuskan untuk pindah ke program beasiswa LPDP agar dapat tetap memulai kuliah tepat waktu. Karena apabila saya memutuskan untuk tetap berada pada Beasiswa Presiden Republik Indonesia, saya harus merelakan diri untuk memundurkan perkuliahan saya untuk tahun 2015.   

Cara untuk mendapatkan beasiswa LPDP ataupun BPRI dapat disimak di website www.lpdp.depkeu.go.id.
Saya menghimbau kepada kamu yang tertarik, agar segera membuka website tersebut dan mempersiapkan diri apabila ingin berkuliah ke luar negeri dengan beasiswa dari negara sendiri. Beasiswa ini sangatlah membantu para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi keluar negeri, karena beasiswa ini memberikan bantuan secara finansial, mulai dari biaya kuliah, akomodasi, asuransi, buku, tiket pesawat, dan lainnya.

  
Apakah memungkinkan kuliah sambil bekerja di negara tempat Brian kuliah? Kalau memungkinkan, berapa jam batas kerjanya? Dan pekerjaan apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di sana?  

Di Belanda, part time bagi international students diperkenankan, namun hanya diperbolehkan untuk bekerja selama 10 jam dalam seminggu.Untuk di Amerika dan China, sepengetahuan saya para pelajar dari luar China tidak diperkenankan bekerja part time di luar area kampus karena mereka memiliki paspor student yang memang secara hukum tidak memperbolehkan bekerja di luar kampus. Jadi, apabila ingin bekerja, bisa mencoba untuk mencari lowongan kerja di kampus seperti menjadi assistant guru, ataupun berbagai pekerjaan lainnya.
   

Berdasarkan pengalaman, berapa biaya tempat tinggal di ketiga negara tersebut? Khususnya di kota Brian tinggal?   

Untuk di Eindhoven (Belanda), biaya tempat tinggal (off campus) rata2 berkisar antara 300-400 Euro. Di Oklahoma (USA), biaya tempat tinggal dorm/asrama (on campus) harus dibayar penuh selama satu semester sejumlah 1800 Dollar. Di Shenzhen (China), biaya dorm atau asrama on campus selama 1 tahun sekitar 9600 RMB, atau equivalent dengan 800 RMB per bulannya.
  

Apakah Brian mengalami culture shock? Bagaimana tips untuk mengatasi culture shock di tiga negara tersebut?  

Kalau culture shock sejauh ini belum, cuman beberapa kali merasa homesick dan kangen dengan Indonesia, terutama keluarga, teman, dan makanannya.  

Tips untuk mengatasi culture shock dari saya:
Pastikan untuk melakukan research dan mencari tahu betul bagaimana budaya di negara tujuanmu. Kenali budayanya, kenali perilaku orang-orangnya, dan kenali dengan betul bagaimana bentuk negara/kota tujuanmu. Dengan begitu, kamu akan tahu dan memiliki bekal yang cukup tentang negara tujuanmu, sehingga kamu tidak akan terlalu mengalami culture shock karena sebelumnya sudah memiliki pengetahuan dari hasil research tersebut.

  
Organisasi apa saja yang biasa Brian ikuti di sana?

Sejauh ini, saya tergabung dalam beberapa organisasi seperti:

1.    Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Organisasi ini dapat ditemukan di kebanyakan negara yang memiliki sejumlah pelajar indonesianya. PPI tidak hanya mewakili negara saja, tapi ada juga PPI kota ataupun PPI perwakilan kampus.

2.    Organisasi pelajar internasional. Bisa ditemukan di seluruh kampus yang memiliki internasional students.
Kedua organisasi ini sangat berguna untuk menambah wawasan dan juga jaringan.

Apakah ada tips bagi mahasiswa Indonesia yang sudah mau berangkat ke luar negeri ? Apa saja persiapan terakhir yang perlu mereka lakukan? Atau, saat tiba pertama kali di luar negeri, apa saja yang perlu mereka perhatikan?

Tips paling penting untuk para pelajar yang ingin melanjutkan kuliah keluar negeri kemanapun tujuannya, pastikan kamu sudah memiliki tekad dan mental yang kuat serta kemandirian yang tinggi. Hal ini sangat penting, karena setibanya di negara tujuan, kamu tentunya akan jauh dari orang-orang terdekatmu, dan diharuskan untuk menyelesaikan segala sesuatu permasalahan kamu sendiri tanpa bantuan dari orang-orang yang selama ini selalu ada buatmu.

Selain itu, pastikan untuk selalu terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain, ini akan sangat membantu anda dalam kehidupan sehari hari. Yang tidak kalah penting, pelajari bahasa lokal negara tujuan, terutama bagi kamu yang ingin melanjutkan studi ke negara yang bukan merupakan english speaker, pastikan untuk menguasai basic communication skill bahasa lokal di negara tersebut untuk memudahkan kamu dalam berkomunikasi dengan penduduk lokal.
  

Bagaimana perasaan kamu setelah membaca kisah dari pengalaman Brian berpetualang dan berkeliling di tiga negara? Jika kamupun memiliki impian yang sama, maka bergegaslah untuk merealisasikannya. Seperti yang dilakukan oleh Brian. Ia tidak hanya berani bermimpi, namun juga berani untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Janganlah terlalu banyak menunda, karena kesempatan tidak datang dua kali. Bergegaslah mengejar impianmu!
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,297,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,58,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Petualangan Belajar di Belanda, Amerika, dan China, Bersama Brian Yogie
Petualangan Belajar di Belanda, Amerika, dan China, Bersama Brian Yogie
https://2.bp.blogspot.com/-AqX-J33hzmM/VA2eLstqqoI/AAAAAAAABOo/B4-WgqctDmU/s1600/yogie.png
https://2.bp.blogspot.com/-AqX-J33hzmM/VA2eLstqqoI/AAAAAAAABOo/B4-WgqctDmU/s72-c/yogie.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/09/petualangan-belajar-di-belanda-amerika.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/09/petualangan-belajar-di-belanda-amerika.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy