Artikel Terbaru

Cara 'Survive' Kuliah di Luar Negeri Ketika Rencana Studi Berantakan

Kadang, belajar di luar negeri kedengarannya sangat menyenangkan. Apalagi ketika akhirnya kamu mendengar pengumuman bahwa kamu mendapat beasiswa kuliah di luar negeri, lalu mulai menyusun berbagai rencana untuk hidup di sana. Akan tetapi, tidak semua rencana yang telah kamu buat akan sesuai. Masalah pasti datang, dan kemungkinan akan merusak rencana-rencana yang telah kamu buat sebelumnya. Sebel, kan?



Jika sembari melanjutkan studi di luar negeri kamu memasukkan jalan-jalan sebagai to-do-list, maka kamu perlu memperhatikan tips-tips di bawah ini, terutama jika kamu berniat pergi wisata alam. Kegiatan di alam bebas umumnya menuntut persiapan yang matang baik dari sisi perencanaan, mental, fisik, peralatan, logistik, dan lainnya.

Kamu yang terbiasa tinggal di daerah perkotaan, jauh berbeda dibanding mereka yang tinggal di daerah pinggiran ataupun pedesaan. Secara fisik, warga perkotaan pada umumnya lebih tidak siap dengan segala keadaan yang mungkin timbul di alam bebas. Untuk itu, perlu dilakukan persiapan matang guna mengantisipasi keadaan-keadaan yang dapat dengan cepat berubah di alam bebas.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantumu ketika rencanamu selama masa studi di luar negeri agak keluar jalur:


Simpan beberapa kebutuhan (yang menurutmu tidak penting) setiap saat

Cobalah untuk meramalkan sesuatu yang mungkin salah dan merencanakan dengan sesuai. Misalnya, setelah hampir pingsan di bandara Santiago karena dehidrasi yang tidak kamu perhitungkan sebelumnya, kamu akan belajar untuk membawa sebotol air bersamamu setiap saat dalam keadaan darurat. Atau misal, setelah beberapa anggota kelompokmu dipaksa untuk memperpanjang perjalanan akhir pekan ke Mendoza, Argentina setelah terdampar badai salju Andes yang memblokir rute pulang, bersyukurlah kalau kamu membawa pakaian-pakaian cadangan yang sebenarnya tidak ingin kamu bawa.

Kamu memang tidak bisa meramalkan setiap kemungkinan yang akan merusak rencanamu, tetapi kamu tetap bisa mengandalkan beberapa hal penting seperti uang, salinan warna paspor, dan air yang bisa selalu membantu.


Punya rencana cadangan

Tak ada aktivitas yang akan benar-benar sesuai jadwal, jadi sangat penting untuk memiliki beberapa rencana cadangan. Alam merupakan tempat yang sangat cepat berubah dan seringkali sulit diprediksi. Memang cuaca dapat diprediksi, aktivitas gunung dapat diprediksi, namun jika kamu bepergian wisata alam, sebaiknya selalu siapkan diri dengan rencana cadangan.


Ketika kamu bepergian untuk camping atau naik gunung di musim kemarau, ada baiknya tetap membawa jaket hujan sebagai cadangan. Ketika kamu berencana untuk melakukan perjalanan sehari ke rute yang baru, ada baiknya juga kamu tetap membawa perlengkapan untuk menginap, meskipun bukan dalam jumlah lengkap sebagaimana yang dibawa ketika beraktivitas 1-2 hari atau lebih.  Bisa jadi hujan turun di tengah-tengah musim kemarau, ataupun kamu tersesat dan terpaksa harus menginap dalam perjalanan yang semula direncanakan satu hari saja. Selalu persiapkan rencana cadangan dan siapkanlah peralatanmu dengan pertimbangan yang matang. Kamu tidak akan pernah bisa memprediksi kapan hal buruk akan terjadi, tapi pastikan bahwa kamu selalu memiliki cara yang aman untuk pulang.


Carilah kesenangan dalam kekacauan yang terjadi

Atau, setidaknya mengakui bahwa hal itu akan menjadi cerita lucu ketika kamu tiba di rumah. Saya ingat pengalaman ketika backpacking pertama kali dengan 2 orang teman saya. Kami bertiga, semuanya wanita, mencoba melangkah keluar dari zona nyaman dengan melakukan perjalanan perdana ke Lombok, pulau yang asing bagi kami karena kami belum pernah pergi sejauh itu, dan tak ada kenalan sama sekali. Hanya bermodal uang pas-pasan dan rencana yang disusun sendiri, kami nekat berangkat. Tentu saja, selama perjalanan dari awal hingga akhir bukan berarti kami tidak ada masalah sama sekali.

Waktu itu sempat terjadi konflik ketika kami ingin mencicipi masakan khas Lombok, ayam taliwang, yang mana sesuai rencana untuk menghemat anggaran makan, kami seharusnya memesan 2 porsi untuk dimakan bertiga. Namun, terjadi miskomunikasi di antara kami yang menyebabkan kami memesan makanan berlebih hingga uang yang dikeluarkan cukup banyak. Hal ini membuat kami jadi canggung selama beberapa saat. Tapi setelah kami pulang, justru hal ini membuat kami kembali bernostalgia mengingat saat-saat menyenangkan selama perjalanan kami ke Lombok tersebut.

Jadi ingatlah: Ke mana pun kamu pergi, baik di dalam atau pun di luar negeri, perjalananmu bisa saja tidak selalu mulus. Dan meskipun kamu mungkin benci saat kekacauan itu terjadi, ada saat-saat suatu hari nanti di mana kamu akan menganggap hal itu adalah kenangan yang indah yang akan menjadi anekdot untuk menghibur teman-teman dan keluargamu.


Pengalaman adalah guru terbaik 

Siapa yang tidak kenal pepatah satu ini? Sebenarnya poin keempat ini lebih membahas tentang pencegahan rusaknya suatu rencana.

Dan ya, pengalaman memang merupakan guru terbaik. Cobalah untuk melihat segala sesuatu sebagai pengalaman yang bisa dipelajari dan dipetik hikmahnya. Ada pula yang mengatakan, jika kamu tak pernah berbuat kesalahan, maka kamu tak pernah belajar. Tapi, ya jangan diartikan bahwa kamu bisa seenaknya berbuat salah ya! Kalau salah terus gitu, ya berarti antara beneran salah dan bego itu beda tipis. Selain itu, bukan hanya pengalaman dari diri sendiri aja. Kamu juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Pengalaman mengajarkan kita untuk lebih baik. Pengalaman mengajarkan kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Itulah gunanya searching, searching, searching sebelum kamu memulai perjalanan. Kamu bisa mencari berbagai informasi tentang destinasi yang kamu tuju melalui google. Pastikan kamu membaca travel blog milik orang-orang yang pernah berkunjung ke destinasi yang ingin kamu kunjungi. Biasanya, travel blog akan memiliki informasi yang lebih akurat karena biasanya seorang travel writer menuliskan kisahnya secara mendetail, termasuk rincian biaya yang dikeluarkan serta segala aktivitas yang dilakukan.

Banyaknya kamu melakukan searching dan membaca buku sebelum melakukan perjalanan akan meminimalisir rusaknya rencanamu, kecuali jika rusaknya suatu rencana memang karena alam dan cuaca yang kurang bersahabat. Tapi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada baiknya jika kamu pandai-pandai meramalkan kemungkinan-kemungkinan terburuk. Intinya, prepare for the best and the worst, jangan dikurang-kurangi kalimatnya.


Nah, itu tadi tips-tips survive di luar negeri ketika rencana belajarmu berantakan sekaligus pencegahan untuk meminimalisirnya. Lalu, pastikan kamu pergi dengan orang yang tepat. Jangan pergi dengan sembarang orang. Kalau cukup berani solo traveling, pastikan kamu memiliki perencanaan yang matang. Biasanya justru sesuatu yang tak terduga lah yang membuat pengalaman benar-benar mengesankan. Jadi, cobalah untuk tidak panik tiap kali kamu menemukan atau melakukan kesalahan dalam rencana studimu di luar negeri, dan jangan lupa untuk tetap tersenyum! 

Salam berkuliah.com

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top