Kenapa Kamu Harus Belajar ke Luar Negeri & Tinggal di Kota Kecil?

Belajar di luar negeri merupakan salah satu kesempatan bagimu untuk membuat sebuah perubahan besar. Ini adalah kesempatanmu untuk keluar da...

Belajar di luar negeri merupakan salah satu kesempatan bagimu untuk membuat sebuah perubahan besar. Ini adalah kesempatanmu untuk keluar dari kota tempat kampus asalmu dan mengalami dan menemukan sesuatu yang lebih besar. Hanya saja, jangan membuatnya terlalu berlebihan.

Image Credit

Siapa sih, yang nggak ingin kuliah di luar negeri? Tanyakan pada rumput yang bergoyang...

Kadang kalau membayangkan bisa kuliah di luar negeri, kota-kota besar di negara-negara tertentu akan melintas dalam pikiran kita. Kalau bisa kuliah di Eropa misalnya, pasti yang dibayangkan adalah kampus-kampus di London, Paris, Roma, Berlin. Padahal, justru kekayaan budaya yang lebih banyak di suatu negara biasanya berada di kota-kota kecil, daerah-daerah yang barangkali belum pernah kamu dengar sebelumnya.

Kita pergi ke luar negeri untuk menenggelamkan diri kita ke dalam budaya asing dan menikmati perkembangan diri kita melalui pengalaman-pengalaman yang kita dapat. Tentunya dalam budaya yang positif dan masih berada dalam batas hukum. Nah, kota-kota kecil bisa memperkaya pengalaman budayamu dan membuat masa studimu di luar negeri menjadi lebih berkualitas.

Berikut ini merupakan 5 alasan kenapa kamu harus sejenak mengabaikan kota-kota besar dan memilih belajar di kota yang lebih kecil ketika studi di luar negeri: 


Peluang lebih untuk melakukan integrasi budaya

Menurut KBBI sendiri, integrasi merupakan pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Integrasi kebudayaan adalah penyesuaian antara unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Kebanyakan penduduk kota besar adalah penduduk perantauan, walaupun penduduk asli juga nggak sedikit. Semacam Jakarta gitu deh, banyak orang dari kota-kota kecil yang pergi ke kota besar untuk kepentingan masing-masing, entah itu sekolah, kerja, atau mengadu nasib. Sehingga, kota besar cenderung memiliki beragam budaya yang mana dibawa oleh para pendatang. Karena itu, tak jarang jika budaya lokal jadi sedikit samar atau bahkan tertutupi. Hal ini bisa menghalangi integrasi budayamu.

Contohnya begini, jika hanya ada satu louvre di Perancis, maka itu hanya ada di Paris. Kalau ada kafe Starbucks di Republik Ceko, pastinya itu di Praha. Singkatnya, kota-kota besar hanya membuatmu tahu tempat itu-itu saja. Jadi, apa bedanya dengan jika melihat tempat-tempat itu di tanah air melalui gambar?


Sedikit wisatawan

Populasi yang tinggi di kota-kota besar seringkali sama tingginya dengan jumlah wisatawan yang datang. Jalan melalui kerumunan wisatawan di jalan yang sehari-hari kamu lewati untuk berangkat kuliah bisa jadi melelahkan dan kamu jelas nggak akan maksimal buat mempelajari budaya negara yang jadi tuan rumah studimu. Ya, gimana mau belajar budaya lain kalau ada 1.000 orang pendatang sepertimu mengelilingimu setiap saat?

Sementara di kota kecil yang tidak terlalu banyak wisatawan, kamu akan lebih sering bertemu penduduk lokal. Penduduk lokal inilah yang akan cukup membantumu untuk mempelajari budaya lokal. Selain itu, biasanya penduduk kota kecil terbilang lebih ramah daripada penduduk kota. Maklum, di kota metropolitan kehidupannya rawan bikin stres, baik itu karena pekerjaan, kemacetan, dan lain sebagainya yang bikin orang kalo kesenggol dikit langsung marah-marah.

Hal ini tidak berlaku jika kamu memang ingin berkenalan dengan wisatawan asing ataupun bekerja sambilan sebagai tour guide untuk wisatawan asing. Kan lumayan, kalau bisa dapet duit buat tambahan uang saku dengan menjadi tour guide dadakan. Tapi tetap saja, kamu harus mengenal daerahmu dengan cukup baik kalau mau jadi tour guide.


‘Pemaksaan’ bahasa

Bahasa Inggris memang bahasa resmi pariwisata di Eropa, jadi banyak kota-kota besar Eropa menawarkan layanan dalam bahasa Inggris untuk jutaan wisatawan yang berkunjung setiap tahunnya. Namun, bukan berarti setiap penduduk di Eropa bisa bahasa Inggris. Mungkin penduduk kota besar kebanyakan bisa bahasa Inggris, tapi penduduk kota kecil belum tentu terbiasa berbahasa Inggris. Nah, buat kamu-kamu yang tertarik untuk belajar bahasa asing, salah satu cara paling jitu untuk belajar bahasa adalah dengan cara dipaksa.

Kalau di Indonesia sendiri biasanya hal ini terjadi di pondok-pondok pesantren. Siswa-siswa pondok biasanya dibiasakan untuk berbahasa Arab. Sehingga terkadang, ada pondok yang tidak memperbolehkan siswanya untuk menggunakan bahasa yang sehari-hari dipakai. Terkesan kejam, memang. Tapi dengan begitu, mereka akan lebih cepat bisa bahasa Arab.

Jadi, jika kamu punya kesempatan kuliah di luar negeri, pilihlah untuk belajar di kota kecil yang memiliki universitas bagus, dan sering-sering bergaul dengan penduduk lokal yang bahasa sehari-harinya bukan bahasa Inggris. Mungkin memang sulit, tapi dijamin akan menyenangkan untuk mencoba hal baru yang satu ini. Jangan lupa untuk tetap membawa teman lokal yang bisa bahasa Inggris, ya? Kamu nggak mau kan, ditipu orang karena nggak tahu bahasanya?


Kemudahan wisata

Hanya karena kamu tinggal di pedesaan, bukan berarti kamu nggak bisa mengunjungi kota-kota besar. Beberapa mahasiswa takut kalau-kalau tinggal di sebuah kota kecil bakal mengisolasi mereka dari berbagai tempat di seluruh penjuru negeri, namun hal ini jarang terjadi. Coba saja cek jadwal kereta atau pesawat, kamu bakal terkejut bahwa berkunjung ke kota besar itu begitu mudahnya.

Lain halnya jika dibandingkan dengan Indonesia. Ya iyalah...

Fasilitas transportasi umum di Indonesia belum begitu bagus, sehingga mahasiswa asing akan sedikit sulit untuk menjelajahi beberapa daerah menarik di Indonesia. Tinggal di pedesaan kadangkala bingung juga mau kabur ke mana kalau angkotnya jarang lewat. Di Provinsi Yogyakarta sendiri, bus semacam Transjogja hanya melewati rute-rute yang telah ditetapkan dan hanya beroperasi di dalam jalur ringroad saja. Padahal, pantai-pantai bagus di kawasan Gunung Kidul benar-benar layak untuk dijadikan pelepas stres setelah ujian semester.


Tetap fokus pada tujuanmu

Pada akhirnya, tinggal di sebuah kota yang lebih kecil akan membuatmu lebih fokus dalam belajar dan tidak mendapat terlalu banyak gangguan. Culture shock mungkin akan lebih sering terjadi, tapi itu lebih baik daripada menghindari hiruk-pikuk perkotaan seperti membingungkan diri sendiri dengan navigasi sistem kereta bawah tanah, nyari tempat pakai map, cekcok dengan pedagang asongan. Di kota kecil, akan lebih sedikit gangguan yang bisa mengalihkanmu dari tujuan utamamu: mempelajari tentang budaya baru.

Nah, kalau kamu masih khawatir untuk tinggal di kota kecil yang lebih tenang, pertimbangkan kota tempat universitas yang kamu pilih. Perguruan tinggi di kota besar bukan hanya menawarkan kehidupan malam yang hebat, namun juga kesempatan untuk berbaur dengan mahasiswa asing seusia kamu. Tapi percayalah, memilih tinggal di kota kecil tak akan membuatmu menyesal! 

Salam berkuliah.com 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Kenapa Kamu Harus Belajar ke Luar Negeri & Tinggal di Kota Kecil?
Kenapa Kamu Harus Belajar ke Luar Negeri & Tinggal di Kota Kecil?
http://2.bp.blogspot.com/-eIBlMYwAVuk/VD3-dceCuAI/AAAAAAAAEHo/qCh_U_PdRYQ/s1600/wtagaga.png
http://2.bp.blogspot.com/-eIBlMYwAVuk/VD3-dceCuAI/AAAAAAAAEHo/qCh_U_PdRYQ/s72-c/wtagaga.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/kenapa-kamu-harus-belajar-ke-luar.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/kenapa-kamu-harus-belajar-ke-luar.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy