Bagaimana Cara Menguasai Bahasa Inggris? Interview Bersama 27 Penakluk TOEFL dan IELTS

Bagaimana menguasai bahasa Inggris - Pixabay.com Banyak pelajar atau mahasiswa yang menginginkan untuk memiliki skor TOEFL yang tinggi....


Bagaimana menguasai bahasa Inggris - Pixabay.com
Banyak pelajar atau mahasiswa yang menginginkan untuk memiliki skor TOEFL yang tinggi. Tujuannya macem-macem. Ada yang ingin dapet beasiswa, ada yang ingin masuk kerja, ada yang ingin sebagai persiapan aja kalau nantinya dibutuhkan.

Namun, terkadang banyak di antara kita sudah kena 'mental block' dulu sebelum mencoba tes TOEFL.

Nah, salah satu skor TOEFL yang 'standar' adalah 450.

Bagaimana cara mencapai skor TOEFL sebesar itu?

Kali ini Berkuliah.com melakukan interview dengan beberapa audiens yang sudah melewati masa-masa 'beginner' untuk berbahasa Inggris.

Bagaimana meningkatkan skore TOEFL minimal dengan skore 450 sampai 500, untuk pemula? Bagaimana cara cepat menguasai bahasa asing? Hal-hal vital apa saja yang perlu disiapkan untuk tes TOEFL?

Dan, berikutlah jawaban dari beberapa audiens yang diwawancara :

Andreas lie
Alumni Madison Area Technical College dan San Jose State University, United States

Mas Andre bermain salju di Amerika - Facebook

Aku dulu persiapan TOEFL selama 2 bulan. Aku ikut kursus intensif dan bahas soal TOEFL yang aku beli di Gramedia.

Saran aku, kamu banyakin bahas soal toefl otodidak, dan banyak nonton film hollywood. Soalnya di test nanti, ada test grammar, reading, dan listening.

Tips lagi kalo kerjain toefl, tetep diisi aja meskipun kamu ga tau jawabannya.


Novi Dimara
Mahasiswi Emergency/Disaster Management di Nothern Virginia Community College

Kalo pengalaman pribadi saya tiap hari saya latihan soal TOEFL.. Saya dapat dari library.. Setiap hari selama dua minggu full sebelum ujian.

Everyday saya siapkan 5 jam untk belajar soal TOEFL.
Saya pikir itu depend dari cara belajar masing-masing orang.

Dan itu test TOEFL pertama saya.
Yang tidak kalah penting itu Essay.
Dan berdoa pastinya.


Mohammad Hamli
Entrepreneur, Owner English Cafe, Yogyakarta
Pernah Exchange ke Amerika Serikat

Mas Hamli saat di Amerika bersama temannya - Facebook

Toefl ya? Alangkah lebih baik ketahui dulu kemampuannya dimana.
Nah, untuk itu kamu bisa ikuti tes online secara gratis, atau bisa juga ikut tes gratis.

Nah, cek dulu nilainya. Nanti kekurangnnya kan ketahuan apakah di grammar, structure atau listening.
Aku sarankan, cari teman yang bisa ngajari triknya agar gak kebingungan.

Begitu. Semoga sukses ya.


Doni Marisi Sinaga
Mahasiswa Environmental Management di Graduate School Chulalongkorn University, Thailand

Empat jam sehari sudah lebih dari cukup dek. Dulu aku belajarnya 2 jam sehari. Tips nya cuma tetap setia pada komitmenmu itu dek. Kalo lagi malas, jadiin cita-citamu itu sebagai motivasinya. Yang penting motivasi untuk setia ke komitmenmu dek.

450, gampang itu...


Danang Waskito
Mahasiswa Berprestasi UNY 2014, Pernah terpilih mewakili kampusnya ke Thailand untuk kunjungan industri. Anggota Actual Smile English Club, Yogyakarta

Danang saat di Thailand - Facebook
Wah, alhamdulillah...
1. beli buku toefl
2. Latihan, nah dari latihan itu kan kamu nanti terus-terusan menemukan pola gitu lho misal structure dll,

Nah, aku klo dulu aku seringnya latihan sih, sama baca kamus oxford... soalnya kata-kata yang tes toefl tuh rata-rata scientist banget gak sosial

Ya itu, semangat latihan... sukses buat kamu yah , oh ya cari tes-tes toefl yang dari lembaga apa gitu yang biayanya minim, jadi bisa dieveluasi lewat situ,

Tapi ya saranku itu sih latihan, terus temukan pola misalnya past tense sama to be jadinya apa,
iya yang prediction gitu waktu itu dari lembaga apa yah, lupa jadi cuma bayar 10ribu per test
terus kalau mau cetak sertifikatnya bau bayar 200ribu

sukses ya, go international dong...


Rahmat Hidayat
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Silahkan dipelajari buku-buku soal TOEFL. Disiplin mengerjakan latihan yang ada di situ setiap hari. Disipin yang tinggi.

Terus, buatlah mastermind atau kelompok belajar walau beberapa orang saja. Buat jadwal ketat. Yang dulu aku lakuin, adalah belajar 1-2 jam dari hari Senin sampai Jumat. Cara belajar yang aku lakukan bareng teman-teman kelompokku, adalah dengan fokus pada 3 macam test yang ada di TOEFL.

Listening
Structure dan
Reading

Cara belajarnya
Hari ini belajar Listening, besok belajar structure dan lusa belajar reading. Berselang.

Complete Test
Terus, seminggu atau 2 minggu sekali, adakan Complete Test untuk menilai kemampuan secara keseluruhan.

Pas belajar, awali dengan test dahulu. Seperti structure. Waktunya diatur 5 menit lebih cepat daripada tes aslinya. Misalnya, lama waktu buat ngerjain structure test adalah 30 menit, Maka dalam belajar kami set waktu 25 menit untuk semua soal (structure test punya 40 soal).

Then, lihatlah kunci jawaban dan hitung berapa yang benar dan berapa yang salah. Terus, kalau menemukan soal yang susah, bahaslah dengan teman satu kelompokmu dan berbagilah pendapat. Begitulah setiap hari yang pernah aku lakukan bareng teman-teman.

Hal ini sangat membantu sekali. Terbukti kemampuanku meningkat. Hari pertama belajar bersama teman-teman, dimana aku dapet angka yang salah bisa sampai 25 atau 26 soal. Berikutnya angka tersebut mulai berkurang jadi 20 soal salah, 17 salah, 15 salah, 10 salah.. Dan bahkan sampai bisa 3 soal yang salah. Ya, belajarlah berkelompok ya mas...


Wiku Pulangasih
Internet Marketer, Peraih beasiswa ICCR India

Mas Wiku dan sahabatnya di India - Facebook
Untuk mencapai skore TOEFL tinggi, kuncinya ada di apa yang kamu lakukan di satu bulan menjelang kamu tes TOEFL.

Nah, latihan yang saya sarankan adalah :
  • Latian soal diperbanyak, karena itu langsung membahas teknis, bukan sekedar teori secara umum. Lengkapi latihan soal dengan membahasnya pakai bantuan kunci jawaban. Supaya tahu dimana letak kesalahan-kesalahannya
  • Nonton film. Salah satu kunci tes toefl yang sering kali sulit dikerjakan adalah tes listening. Asah kemampuanmu di listening dengan nonton film Holywood dengan pakai subtitle bahasa inggris. Kemudian, tonton lagi dengan tanpa subtitle. 
  • Jangan terlalu khawatir dengan tes toefl, karena tidak dikerjain pun nilainya udah 300, hehe
  • Reading, sering-sering baca surat kabar, artikel bahasa inggris, jangan artikel yang indonesia terus.
  • Manfaatkan spell check yang ada di Microsoft word untuk menguasai skill writing kamu.

Zahrina Fanny Aditya
Mahasiswi FEB UGM, Blogger, Traveler

Perbanyak latian soal. Terus, jangan lupa cari mentor atau teman yang udah berpengalaman biar bisa mengoreksi kamu dimana kelemahanmu. Aku dulu juga begitu.


Agustinus C Putra
Marketing Hero di CoverSuper.com, pecinta English Language


Kalau saya dulu sangat fokus mengasah skill mendengar saya. Saya membeli kaset DVD tentang listening, saya banyak mendengarkan itu, karena itu paling penting dan paling susah. Selain itu, saya luangkan buat belajar soal langsung.


Zulkhan Indra Putra
Entrepreneur , Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) India tahun 2010

Mas Zulkhan saat di India - Facebook
Untuk mengasah kemampuan listening, sering-sering menonton video TEDx di Youtube. Karena itu lebih formal bahasanya, kalau film kan nggak formal. Sedangkan yang ada di tes TOEFL itu formal.

Reading, sering baca latihan soal karena banyak yang sering menjebak kata-katanya. Makin sering latihan mengerjakan soal, makin tahu kamu dimana letak soal-soal penjebak.

Vocabulary, hafalan kata itu paling efektif kalau dijadikan satu kalimat. Misalnya menghafal 5 kata, bisa dijadiin satu paragraf saja. Itu lebih mudah untuk diingat, kalau dijadikan sentences.


Arry Rahmawan
Alumni Teknik Industri Universitas Indonesia
Wirausaha di Cerdas Mulia Training Center, 
Penulis Buku Studentpreneur Guide Book
Blogger di Arryrahmawan.net



Saran saya, perlu untuk banyak berlatih TOEFL.

Kita liat dimana kelemahan kita, lalu kita banyak berlatih untuk menutupi kelemahan itu. Misalkan saya lemah di listening, saya banyak berlatih dan membiasakan diri untuk mendengar percakapan bahasa inggris.

Rajin-rajin ngerjain latihan di Buku-buku TOEFL, terutama buku TOEFL Barrons, itu bagus.


Anifah Adhina Nuriha
Lulusan Pendidikan Kimia UNY, 
Pegiat Seni Islami di Pesantren Wahid Hasyim Jogjakarta

Cara paling jitu dan pasti yaitu ikutan tes. Percuma belajar kalau nggak ikut tes, nggak bakal dapat skor.


Muhammad Ghifary
Dosen di Victoria University of Wellington, New Zeland

Mas Gifar bersama putrinya - Facebook

Saya dulu kebetulan ngambilnya IELTS, bukan TOEFL. Tapi dari sisi persiapannya kurang lebih mungkin mirip-miriplah. Menurut saya sih coba mulai dengan test mandiri dalam timeframe tertentu dan itung sendiri perkiraan skornya. Dari situ bisa diidentifikasi lebih dan kurangnya ada di bagian mana.

Untuk kasus saya dulu, saya merasa kurangnya di listening. Jadi fokusnya gimana meningkatkan kemampuan di listening dengan tiap hari dengerin dan transkrip english conversation.

Dan juga mungkin biasakan sering nulis dalam bahasa Inggris, sembari tetap ngerjain latihan soal. Sekarang sih udah banyak soal dalam bentuk online atau desktop/mobile application.

Poin utamanya menurut saya, gimana "mengkondisikan" diri sendiri supaya terbiasa berbahasa inggris.


Emmy Yuniarti Rusadi
Mahasiswi UGM, Founder Actual Smile English Club Yogyakarta


Ok. Itu lebih mudah don't worry. Jangan sepaneng latihannya. Aku justru jarang latihan tes toefl. Tp aku latihan translate apapun itu american articles, listening, dan writing. Baca aja jurnal sosial, psikologi, teknik dr USA. Sejarah juga. Ingat bahwa toefl kan memang produk USA. Jd fokuslah ke segala academic things and culture USA. Good luck and enjoy your target!



Budi Waluyo
Mahasiswa S2 di Univ. of Manchester, UK
Mahasiswa PhD di Lehigh University,USA... 
Penulis buku Untukmu Scholarship Hunters

Mas Budi Waluyo bersama rekan kuliahnya, José Gnangnon, di Lehigh University - Facebook

Ada dua cara yang saya rekomendasikan :

1. Carilah mentor yang terbaik: yang gaya mengajarnya cocok dengan kita, yang paham banyak tentang TOEFL serta pernah mengambil tes itu.
2. Tekun. Banyak mengulang materi yang sudah dipelajari di tempat kursus.

Ingat, ini adalah tes, ada pokok bahasannya. So, pegang per pokok bahasan.

Karena, soal tes nanti mencakup semua pokok bahasan tersebut. Soal TOEFL itu pada dasarnya sama dari tahun ke tahun. Sama seperti IELTS.

Dirubah soalnya saja. Misalnya, kalau di soal matematika, bulan lalu soalnya 2 + 4 = … Bulan depan 7 + 10 = …

Pokok bahasan soalnya sama tambahan, soalnya yang berbeda. Jadi, kalau yang kamu pelajari adalah pokok bahasannya, mau bagaimanapun soalnya, bisa kamu jawab.

Belajar dari orang-orang Cina. Pelajar-pelajar China banyak yang skor TOEFL nya tinggi-tinggi. Kenapa bisa begitu?

Karena mereka belajar dengan cara meniru dan menghafal. Begitulah kalau tes. Kalau tujuannya jangka pendek, buat mencapai standar skor yang diinginkan, maka bisa meniru gaya belajar orang Cina.

Intinya, belajarnya harus intensif.

Lebih baik belajar 1 bulan penuh kemudian tes, daripada belajar satu tahun dengan pertemuan dua kali seminggu, tesnya lama.


Nancy Margried
Entrepreneur, CEO di BatikFractal.com

Kalau tes toefl itu berbeda dengan penguasaan bahasa inggris sehari-hari.
Untuk cepat menguasai bahasa inggris ya harus digunakan saja tiap hari.

Tiap hari usahakan berbicara bahasa inggris dan tiap hari harus menghapal kosa kata baru.
Itu aja. Gak ada cara lain.


Joanne Widjaja
Mahasiswi di University of Otago, New Zeland

Mbak Joanne bareng teman-temannya - Facebook
Aku kurang tau tentang tes toefl karena waktu itu aku test IELTS. Waktu itu sih aku beli buku IELTS, yang isinya contoh-contoh soal. Latihan dari situ aja sih dulu.

Waktu itu kan trendnya yang ikut les intensif. Aku nggak mau karena gak ada waktu, kan dulu udah sibuk buat belajar UAN. Ikut les itu ya keuntungannya jadi jawabannya bisa dikoreksi sama gurunya.

Toefl test perlu nulis essay? Menurut aku yang perlu dibantu orang lain itu writing. Tapi yang lain (reading, listening) bisa belajar sendiri.


Isa Alamsyah
Entrepreneur, Penulis Buku No Excuse!
Pendiri Komunitas Bisa menulis
Pendiri AsmaNadia Publishing House 



Saya punya metode sederhana, kamu baca koran bahasa indonesia atau novel bahasa indonesia tapi kamu lantangkan dengan bahasa Inggris. Dari situ kamu bisa tahu apa yang kamu tidak bisa. Lebih bagus lagi ketika melakukan itu ada yang mendampingi kamu jadi dia mengkoreksi kalau kamu salah.

Metode ini pernah saya buat kurikulumnya dulu sekali tapi gak saya kembangkan, tapi saya jamin lebih efektif daripada beljar dengan native speaker sekalipun.

Ia mengucapkan sampai kita sendiri dengar, dalam hati juga bisa sih cuma nanti pengucapannya gak terlatih.


Radian Furqon
Mahasiswa Mechanical Engineering and Intelligent Systems di Tokyo University of Electronic and Communication, Japan

Mas Radian Furqon (jaket biru) - Facebook
Alhamdulillah baik, untuk toefl, yang dibutuhkan itu lebih ke test taking skill daripada pemahaman bahasa inggris itu sendiri.

Jadi saya sarankan kerjakan latihan soal sebanyak-banyaknya, dan lakukan gladi resik (kerjakan soalnya di waktu seperti tes yang sbenarnya) sesering-seringnya sebelum ikut tes yang sebenarnya, Good luck :)


Miftahul Mardiyah
Pegiat di American Indonesian Exchange Foundation

Tidak ada tips khusus untuk TOEFL karena antara satu orang dengan yang lainnya berbeda cara belajarnya, daya penyerapan, dll. Beberapa orang ada yang butuh satu dua tahun untuk persiapan, ada juga yang ngga butuh persiapan sama sekali.

Kalau deadline nya sudah dekat, tentu sudah tidak banyak waktu lagi untuk belajar. Saya sarankan cari tahu lembaga mana yang menyediakan tes TOEFL di awal November sehingga Anda bisa dapat hasilnya tepat waktu (biasanya hasil baru bisa diambil 2 minggu setelah tes) agar anda tidak terlambat mengumpulkan form aplikasi dan persyaratannya.

Good luck, ya!

Salam,
Mita


Tania Alvina Nathania
Head of Entrepreneurship Department di Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA), Capital Market and Accounting di The Australian National University

Mbak Vina and friends - Facebook
Kabar baik dari Canberra.

Waduh terus terang aku kurang faham dengan TOEFL karena aku ambilnya IELTS mas untuk Australia. Setahuku beda komponen tesnya antara IELTS dan TOEFL mas, jadi aku ga bisa bantu banyak nih mas.

Pengalamanku waktu ambil IELTS sih aku les tambahan mas biar familiar dengan format tesnya.


Riza Fadholi Pasha
Researcher Assistant di Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional UGM


Halo mas Rizqi, tips simple dari saya adalah :

  1. Belajar menghapal vocab-vocab diartikan dan di praktekan dalam percakapan sehari-hari
  2. Cari kawan yang bisa diajak conversation
  3. Banyak membaca artikel-artikel di jakartaglobe atau jakartapost atau media yang berbahasa asing, fungsinya agar kita terbiasa dengan vocab2 tersebut.



Muhammad Izdiyan Muttaqin
Alumni Al-Azhar University, Kairo

Mas Izdiyan lagi nongkrong - Facebook
Halo mas Rizqi, kalau ingin cepat menguasai bahasa asing, apalagi untuk tes TOEFL itu harus perbanyak membaca buku tentang toefl dengan nonstop, tanpa ngerjakan hal lain. Fokus.

Sambil minta doa orangtua dan temen-temen, sekaligus tahajud dan sedekah. Semoga berhasil, mas.


Seruni Bodjawati
Pelukis, pernah pameran di Indonesia, Jepang , Amerika, Australia, Filipina, Romania, Perancis, India, Inggris, Korea Selatan, Singapura, Hongaria, Hong Kong, Slovakia, dan Italia

Seruni Bodjawati - Facebook
Tips dari saya supaya bisa cepat menguasai bahasa Inggris :
1. Banyak bergaul dengan orang asing, lisan/tertulis untuk ikut pameran/art project.
2. Banyak baca buku/ katalog seni rupa bahasa asing untuk tahu perkembangan seni global.
3. Banyak latihan nulis kuratorial/ konsep karya dengan bahasa inggris biar grammar lebih bagus & sesuai standar internasional.
4. Banyak nonton film asing & hadir didiskusi internasional untuk lancar di speaking & listening.


Rein Mahatma
Co-Founder Startupbisnis.com, Content & Digital Strategist

Aku belajar dari buku. Beli 1-2 buku yang bagus. Latihan ngisi sambil lihat kunci jawaban dan penjelasan kunci jawabannya dari situ belajar pattern-nya. Lebih banyak otodidak. Ikut les perlu pada awalnya, tapi sebenernya otodidak lebih efisien karena belajar dari buku ga perlu keluar rumah.


Budi Satria Isman
CEO & Founder di PT. Mikro Investindo Utama, 
Kewirausahaan di ProIndonesia foundation, 
Executive Director di Andalas Center,
Founder Smartpreneur Community

Pak Budi Isman saat berkunjung ke kantor Apple Computer, USA - Facebook

Wah...terus terang tidak ada yang instan menurut saya. Namun yang bisa mungkin cari kursus yang intensif khusus untuk ujian TOEFL. Saya rasa banyak.

Bisa juga self learning dan bisa cari buku atau VCD kushus ujian TOEFL di Gramedia.
Kursus lebih baik karena akan ada yang awasi dan monitor sehingga kedisiplinan kita terjaga.


Begitulah beberapa tips langsung dari orang-orang luar biasa, berdasarkan pengalaman mereka, bagaimana mengalahkan dan menguasai bahasa Inggris.

Setiap orang tentu memiliki caranya masing-masing. Mari kita aplikasikan apa yang sudah di-share oleh para ahli di atas tadi.

Oleh : Rizqi Akbarsyah
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,287,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,85,inspira solution,1,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,146,Studenthack,349,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Bagaimana Cara Menguasai Bahasa Inggris? Interview Bersama 27 Penakluk TOEFL dan IELTS
Bagaimana Cara Menguasai Bahasa Inggris? Interview Bersama 27 Penakluk TOEFL dan IELTS
https://3.bp.blogspot.com/-15xT7vq-QwI/VDqHPgy1A5I/AAAAAAAAFqQ/7DoUAJjnH-U/s1600/glasses-272399_640.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-15xT7vq-QwI/VDqHPgy1A5I/AAAAAAAAFqQ/7DoUAJjnH-U/s72-c/glasses-272399_640.jpg
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/menaklukkan-bahasa-inggris-toefl-dan-ielts.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/menaklukkan-bahasa-inggris-toefl-dan-ielts.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy