Pengalaman Studi Kuliah Keperawatan di Thailand, Bersama Megah Andriany

Thailand, sebuah negeri yang seringkali dijuluki dengan ‘Negeri Gajah Putih’. Dan masyarakat Thailand sendiri sering menyebut negaranya de...

Thailand, sebuah negeri yang seringkali dijuluki dengan ‘Negeri Gajah Putih’. Dan masyarakat Thailand sendiri sering menyebut negaranya dengan sebutan ‘Negeri Thai’. Saat ini, Thailand menjelma menjadi negara yang tangguh dalam berbagai bidang, baik dari ekonomi, militer, dan tentunya pendidikannya. Banyak sekali mahasiswa asing yang berminat untuk kuliah di Thailand. Berdasarkan hasil dari penurutan beberapa mahasiswa yang pernah mencoba menjalani studi di sana, kualitas dan sistem pendidikan yang ada di Thailand benar-benar memiliki mutu yang baik.



Baiklah, kali ini tim berkuliah.com kembali ke hadapan kamu semua untuk menampilkan hasil interview dengan Megah Andriany, salah satu mahasiswi asal Indonesia yang sudah berhasil mewujudkan mimpinya untuk kuliah di Thailand. Daripada berlama-lama, mari segera kita simak bersama ulasan di bawah ini. 


Halo, Megah. Salam kenal, ya! Supaya kita bisa lebih mengenal, bisakah kamu ceritakan sekilas tentang profil diri kamu? 

Perkenalkan. Nama saya Megah Andriany, bisa dipanggil Megah. Asal saya dari Semarang. Saya menjalani kuliah di Prince of Songkla University, Hatyai, Thailand. Selama kuliah, saya tinggal di international dormitory kampus. Saya kuliah di program doktor, Fakultas Keperawatan dengan biaya dari beasiswa luar negeri DIKTI.


Bisa diceritakan tentang Prince of Songkla University tempat kamu kuliah di Thailand? Hal-hal apa yang paling kamu sukai dari universitas tersebut?

Prince of Songkla University (PSU) adalah salah satu universitas negeri pertama di Thailand selatan yang mempunyai 5 kampus di 5 kota (Hatyai, Phuket, Pattani, Surathani, Trang). Informasi lebih lengkapnya bisa dibuka di http://en.m.wikipedia.org/wiki/Prince_of_Songkla_University dan www.psu.ac.th

Yang saya sukai dari PSU adalah fasilitas belajar mengajar yang nyaman, serta dunia akademik dan risetnya yang kental. Semua dosen terlihat berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk mahasiswa. Komunikasi dengan mahasiswa international sangat lancar dalam wadah International student association. 
 

Apakah di Prince of Songkla University menyediakan beasiswa untuk mahasiswa dari Indonesia? Jika ada, bolehkah diceritakan detailnya?

Disediakan beasiswa untuk mahasiswa international dari jenjang S1 hingga S3. Untuk jenjang S2-S3, bisa dibaca detailnya di http://www.grad.psu.ac.th/eng/FundScholarship.php

Saat ini ada banyak mahasiswa asal Indonesia yang mendapat beasiswa dari alokasi beasiswa untuk hubungan ASEAN. Alokasi yang disediakan berjumlah 100 orang, dan sepertinya peserta yang mengikuti tidak sebanyak jumlah tersebut. Jadi, bisa diperkirakan ada peluang besar bagi teman-teman yang ingin berburu beasiswa. Detail beasiswanya bisa dibaca di link yang ada ya. 


Apa kelebihan dari jurusan yang kamu ambil? Apakah ada kesulitan di dalamnya? Jika ada, apa dan bagaimana kemudian cara kamu untuk mengatasinya? 

Jurusan keperawatan sedang berkembang dan menjadi primadona di Indonesia, mengingat kebutuhan dosen keperawatan dan perawat praktisi di Indonesia sangat besar. Fakultas keperawatan PSU didukung oleh dosen-dosen professional yang mayoritasnya merupakan alumni universitas di Amerika. Untuk kesulitan, sejauh ini masih dapat diatasi, karena dosen-dosen yang ada sangat membantu. Kesulitan terbesar saya adalah waktu bertemu dengan pembimbing, mengingat kesibukan para dosen yang sangat padat. Namun, bila jeda semester dapat dioptimalkan. Alhamdulillah, pembimbing saya berusaha meluangkan waktu untuk mahasiswa bimbingannya.

Bahasa Inggris kadang menjadi kendala bagi mayoritas mahasiswa, mengingat di Thailand bahasa Inggris juga bukan menjadi bahasa utama. Kadang terdapat misunderstanding mengenai materi atau penugasan. Solusi yang kami gunakan yaitu dengan mengklarifikasi penugasan sehingga tidak salah arah. Ketika di awal kuliah, saya agak sulit untuk berkomunikasi dengan teman-teman Thai, karena logat yang mereka miliki sangat berbeda dengan pronounciation yang seharusnya.

Untuk kendala dalam bahasa Inggris, fakultas saya juga menyediakan kursus academic writing free untuk mahasiswa yang kesulitan. Untuk english skill diwajibkan mempunyai toefl 500 atau IELTS 5,5. Nah, bagi yang belum mencapai skor itu diwajibkan lulus PSU GATE untuk english skill. Itu juga menjadi syarat kelulusan. 


Bagaimana dengan sistem perkuliahan yang digunakan di Thailand?

Mulai tahun ini, awal semester perkuliahan di Thailand disamakan dengan negara-negara ASEAN yang mengacu pada awal semester di Indonesia. Awal semester gasal yang biasa dimulai bulan Juni, berganti menjadi Agustus. Jadi, sempat ada jeda perkuliahan yang panjang beberapa bulan kemarin. Kebanyakan dengan penugasan. Masih ada juga kuliah dari dosen. Di fakultas, saya biasa mengundang dosen tamu (biasanya dari Amerika) tiap tahun untuk sharing keilmuan dan pengalaman riset. Selain itu, diskusi juga bisa dilakukan dalam forum online tiap mata kuliah dengan sistem registrasi.
 

Bagaimana dengan fasilitas penunjang perkuliahan yang ada di Thailand? Seperti transportasi, perpusatakaan, jam belajar masyarakat, birokrasi, atau hal lainnya?

Untuk fasilitas, ada central library di mana mahasiswa bisa search, booking, dan memperpanjang peminjaman secara online. Semua sistem perpustakaan di fakultas terhubung online dengan perpustakaan pusat. Perpustakaan sangat nyaman dengan berbagai fasilitas dari ruang diskusi, air minum, sampai ruang karaoke dan nonton film gratis hehe... Ruang diskusi bisa dibooking online juga. Informasi tentang perpustakaan dapat dibaca di http://www.clib.psu.ac.th/home/

Untuk transportasi, terdapat bis kampus dan sepeda yang bisa disewa. Namun, saya sendiri belum pernah mencoba sewa. Tapi yang saya tahu cukup murah sih. Hehe. Selain itu juga terdapat sport complex yang sangat komplit. PSU juga sering menjadi tuan rumah olimpiade mahasiswa se-Thailand dan digunakan untuk berbagai ajang kompetisi olahraga. 

Untuk jam belajar, saya sempat kaget melihat mahasiswa S1 belajar dari pagi di kampus dan ketika di asrama (dorm) mereka belajar mandiri hingga jam 4 pagi! Dengan fasilitas wifi yang super lancar tentunya. Dalam hal birokrasi, tentunya tidak terlalu susah karena semua staf berusaha membantu dan mengarahkan. Terdapat layanan imigrasi di kampus untuk perpanjangan visa, lapor diri 90 hari dan pembelian re-entry. Jadi, mahasiswa international tidak perlu ke imigrasi. Beberapa teman di fakultas lain sangat difasilitasi bila harus pergi ke imigrasi, mulai dari fotokopi, transportasi diantar oleh staf. Namun di fakultas saya sendiri, mahasiswa dapat melakukan dengan mandiri. Mungkin karena tergolong  banyak jumlah mahasiswa internasionalnya. Intinya, universitas berusaha memfasilitasi lewat International Affairnya. Selai itu juga, fasilitas air minum gratis bisa ditemukan di berbagai tempat dari fakultas atau kantin. Pokoknya urusan minum jadi terjamin. Hehe

 

Berapa lama waktu minimal yang dibutuhkan untuk persiapan kuliah di Thailand? Mulai dari pendaftaran beasiswa sampai persiapan bahasa, dan hal lainnya?

Persiapan kuliah tergantung dari kondisi. Rata-rata satu tahun kursus kemampuan bahasa Inggris hingga mencapai skor yang disyaratkan dan untuk mendapatkan LOA (Letter of acceptance) sekitar 1 bulan bila semua syarat sudah lengkap. Kalau saya sendiri, untuk sampai mendapat beasiswa DIKTI kira-kira butuh waktu 1 tahun karena menunggu pembukaan, melengkapi persyaratan, kemudian melakukan wawancara.


Berapakah biaya hidup minimal di kota tempat tinggal kamu di Thailand? Berapakah biaya hidupnya jika kita ingin mengajak keluarga untuk tinggal di sana?

Untuk di Hatyai, biaya hidupnya hampir sama dengan di Jakarta, rata-rata 2 jutaan Rupiah. Ini untuk biaya normal tanpa jalan-jalan loh ya, hehe.  Hal ini berbeda dengan Bangkok yang biayanga bisa mencapai 2x lipat dari biaya hidup di Hatyai. Bisa juga membawa keluarga. Biaya hidup tergantung dari jumlah anggota keluarga. Untuk sewa apartemen, biayanya sekitar 1700-4000 Baht per bulan. Soalnya, jika membawa keluarga kita tidak bisa tinggal di asrama. Bila di asrama internasional, biayanya sekitar  8.250 Baht per semester, dan itu belum termasuk biaya listrik dan air. Di Fakultas Keperawatan menyediakan asrama yang sangat terjangkau, dan biayanya sekitar 5.250 Baht per semester, dan itu sudah termasuk untuk air dan listrik.  Nah, bila membawa anak sekolah di Hatyai tergantung mau sekolah di mana. Di international school tentunya akan mahal sekali, bisa mencapai 40 juta Rupiah untuk per semesternya.  


Apa perbedaan budaya yang paling kamu rasakan antara Thailand dengan Indonesia? Lalu, bagaimana sikap kamu atas perbedaan tersebut?

Di Thailand selatan, alhamdulillah masih lumayan banyak penduduk muslimnya (10%) dari jumlah penduduk. Jadi, tidak begitu susah untuk mencari makanan halal, tidak seperti ketika di Bangkok, yang cenderung cukup sulit untuk mencarinya. Perbedaan budaya tidak terlalu mencolok karena budaya ketimuran yang ada di sana masih kental. Yang paling mencolok itu budaya berpakaian, tapi mungkin tidak jauh berbeda seperti di Jakarta. Selain itu, di Thailand memiliki jumlah trans gender yang luar biasa. Sikapnya ya biasa saja hehe. Ada teman saya yang juga  trans gender dan susah untuk operasi kelamin. Tapi saya tetap sikapi selayaknya teman. 
 

Apakah ada tips yang sebaiknya dilakukan bagi mahasiswa Indonesia setelah selesai kuliah di sana? Misalnya dalam hal peluang kerja, atau lainnya? 

Kalau untuk kuliah keprofesian, mungkin cukup sulit untuk dilakukan di Thailand. Hal ini karena sistem registrasi dan kompetensi yang berbeda. Tapi, dengan adanya ASEAN Economic Community saat ini, sedang digodok berbagai sistem sehingga pertukaran tenaga kerja menjadi lebih mudah.

Saran bagi alumni, bisa membuat kerja sama dengan PSU terkait riset atau program lainnya, misal pertukaran pelajar dan pengajar (bagi alumni yang bekerja sebagai dosen). Alhamdulillah, perhimpunan mahasiswa Indonesia di Thailand yang berasal dari berbagai belahan nusantara dan universitas juga sangat luas. Alumni dapat membuat program bersama. Oh ya, sekilas mengenai Permitha (perhimpunan mahasiswa  Indonesia di Thailand)/PPI Thailand, simpul PSU mempunyai kepengurusan dan program kerja. Salah satunya adalah knowledge sharing. Dari program tersebut, kami dari berbagai keilmuan kadang terpikir untuk membuat project bersama setelah kuliah. Berusaha supaya ilmu yang didapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Terima kasih sudah diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman di sini. Mungkin ini saja dulu yang bisa saya bagikan kepada teman-teman semuanya, dan bila ada yang ingin ditanyakan, lebih lanjut bisa disampaikan. 



Oke sobat berkuliah.com! Demikian penuturan dari Megah tentang pengalamannya kuliah di Thailand. Ikuti tips dari Megah, dan tetap jaga semangat dan niat kamu untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, ya! Kalau kamu ingin informasi lebih banyak lagi, pantau terus berkuliah.com. Salam sukses selalu, dan sampai jumpa! 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,292,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Pengalaman Studi Kuliah Keperawatan di Thailand, Bersama Megah Andriany
Pengalaman Studi Kuliah Keperawatan di Thailand, Bersama Megah Andriany
http://1.bp.blogspot.com/-uJhshmRO7xU/VC5yxMbXsbI/AAAAAAAADNY/D9CU3wvrjZY/s1600/th.png
http://1.bp.blogspot.com/-uJhshmRO7xU/VC5yxMbXsbI/AAAAAAAADNY/D9CU3wvrjZY/s72-c/th.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/pengalaman-studi-kuliah-keperawatan-di.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/pengalaman-studi-kuliah-keperawatan-di.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy