Artikel Terbaru

Persiapan Kuliah di Australia? Simak Pengalaman dari Bungong Ayu Qonitah

Ketika memiliki impian melanjutkan studi ke luar negeri, negara manakah yang menjadi tujuanmu? Apakah negara yang letaknya jauh di Eropa sana, ataukah yang tidak terlalu jauh dan masih dekat dengan kawasan Indonesia? Negara tetangga yang sering kita tahu menjadi favorit mahasiswa Indonesia antara lain seperti Malaysia, Singapura, Australia, dan masih banyak lagi lainnya.



Nah, kali ini tim berkuliah.com akan mengulas salah satu negara tadi, yaitu Australia, di mana kita akan mendengar pengalaman dari salah satu mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di sana. Selain itu, bagi kamu yang juga ingin berkuliah di Australia, kamu harus membaca ulasan kali ini, karena juga akan dibahas tentang apa saja persiapan yang harus kamu lakukan. Tidak perlu berlama-lama, mari kita simak bersama liputannya berikut ini: 


Halo. Salam kenal ya, Bunga. Sebelumnya, bisakah diceritakan tentang profil diri kamu?

Halo, perkenalkan nama saya Bungong Ayu Qonitah, biasa dipanggil Bunga. Saya sekarang tinggal di Sydney, dan sedang berkuliah di University of New South Wales (UNSW) dalam program bachelor of commerce, dengan major/spesialisasi finance dan international business.


Sudah berapa lama Bunga tinggal di negara Australia? Apakah sudah betah dan bisa beradaptasi, baik dari kehidupan atau sistem perkuliahannya?

Saya sudah menjalani di tahun ke dua di sini, dan sekarang juga memang sudah di tahun ke dua kuliah di sini. Saya sedang menjalani semester 4 kuliah di sini. Alhamdulillah, sudah lumayan bisa beradaptasi, terutama dengan sistem perkuliahannya yang memang lumayan berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia.


Saat memilih tempat kuliah, apakah Bunga memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau hal lain? Apa kelebihan jurusan yang saat ini sedang dipelajari?

Saat pertama memilih tempat kuliah dulu, saya memilih berdasarkan jurusan yang saya mau dulu, dan baru menentukan negaranya. Kebetulan sekali banyak universitas top di Australia yang memiliki jurusan commerce (program yang sedang saya tempuh) bagus di ranking universitas di dunia. Dari sana, saya menentukan Australia sebagai tempat saya kuliah, selain ranking yang bagus, dan relatif lebih dekat ke Indonesia dibandingkan dengan Inggris atau Amerika. 

Saya memilih program studi yang saya ambil saat ini karena memang dari dulu tertarik di bidang bisnis, dan juga peluang untuk kerja sangat banyak untuk para lulusan jurusan bisnis karena dibutuhkan di mana saja.


Saat ini Bunga kuliah dengan beasiswa atau biaya sendiri? Jika dengan beasiswa, apa nama beasiswanya? Bagaimana cara Bunga mendapatkan beasiswa tersebut?


Saat ini saya kuliah dengan biaya sendiri. Menurut yang saya tahu, beasiswa untuk S1 itu jarang sekali ada, tetapi untuk S2 (master) atau S3 (research/Phd) lumayan banyak, baik dari pemerintah Indonesia, Australia, maupun dari universitas itu sendiri.


Bagaimana dengan gambaran tentang sistem perkuliahan di Australia? Bagaimana penyampaian materi oleh dosennya? Apakah ada perbedaan yang signifikan dengan Indonesia?

Sistem perkuliahan di Australia lumayan berbeda dari Indonesia. Di sini, kita selalu dituntut untuk belajar mandiri. Untuk kelas, di sini terbagi 2: satunya lecture – di sini dosen menerangkan materi ke para mahasiswa (lebih ke one-way communication).

Satunya lagi tutorial, di mana materi saat lecture akan dibahas dengan soal soal untuk dikerjakan, di tutorial ini saat di mana kita bisa bertanya tentang pelajaran itu (two-may communication). 

Lecture biasanya diadakan di lecture hall yang bisa berisi 80-500 orang. Karena itu, tanya jawab akan lebih efektif diadakan di kelas tutorial yang berisi 20-30 orang.


Berapakah biaya hidup minimal di kota Bunga tinggal? Kira-kira, di mana pilihan jenis tempat tinggal terbaik menurut Bunga? Apakah asrama, apartemen atau lainnya?

Untuk biaya hidup (di luar sewa tempat tinggal) sekitar 1000 per bulannya. Lumayan mahal kalau dibandingkan dengan tinggal di Indonesia, karena kurs di sini juga lumayan tinggi. 

Tempat tinggal yang menurut saya paling comfortable itu diakomodasi di dalam kampus. Akomodasi dalam kampus ini banyak tipenya, seperti asrama, apartemen bersama, dan apartemen sendiri. 

Saya sendiri sekarang tinggal di apartemen kampus di one bedroom apartment – jadi kamarnya hanya milik sendiri tidak berbagi. Saya lebih suka tempat yang punya privasi karena kadang kalau kamar sharing, selalu ada teman yang bikin kita kurang sreg. Misalkan, dia malas mencuci piring, atau kamar mandi selalu kotor, atau hal lainnya. Di apartemen yang semacam tempat saya tinggal ini, biasanya ada lounge untuk berkumpul bersama mahasiswa lain yang tinggal di apartemen sini. Jadi, walaupun punya privasi di kamar sendiri, selalu ada jaminan juga untuk tidak merasa kesepian.


Apa perbedaan budaya yang paling terasa antara Australia dengan Indonesia? Bagaimana sikap Bunga atas perbedaan tersebut?

Perbedaan budaya yang paling terasa mungkin dari sisi lifestyle di sini. Bar dan alkohol ada di mana-mana yang memang sosialisasi mereka seperti itu. Kadang susahnya kalau sudah dekat sama orang lokal dari sini, akan diajak ‘bergaul’ seperti itu juga, jadi harus pintar-pintar memilih teman, ada yang menjerumuskan, tapi ada juga yang mengerti saat kita beritahu bahwa budaya kita tidak seperti itu. Namun di luar itu, orang orang Australia kurang lebih sama ramahnya seperti orang Indonesia.


Apakah ada pengalaman atau saran organisasi/ komunitas apa yang sebaiknya diikuti oleh mahasiswa Indonesia di Australia ?

Untuk para pelajar di Indonesia, ada komunitas Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA). PPIA ini sendiri ada di setiap cabang (state) atau ranting (universitas), dan yang mengkoordinasi semua adalah PPIA Pusat. PPIA rutin mengadakan acara-acara baik yang mengarah ke bidang sosial, akademis, dan pastinya budaya. Di PPIA, kita jadi lebih banyak mengenal mahasiswa dari Indonesia juga yang berkuliah di Australia. Jadi, tidak perlu homesick lagi deh, hehehe. 

Saya sendiri aktif di kepengurusan PPIA cabang New South Wales sebagai media officer di bidang media dan komunikasi tahun 2013-2014, dan kepengurusan PPIA pusat sebagai wakil ketua departemen media komunikasi tahun 2014-2015.


Menurut kamu sendiri, apa saja persiapan yang harus dipersiapkan ketika ingin kuliah di luar negeri?

Salah satu hal yang harus dipersiapkan ketika ingin di kuliah di luar negeri adalah bisa bahasa Inggris atau bahasa di negara tujuan kita. Nah, banyak teman-teman di Indonesia yang kesulitan belajar bahasa asing. 


Bisa diceritakan, bagaimana Bunga bisa belajar bahasa asing, dari nol sampai bisa kuliah di luar negeri? Harapan kami, pertanyaan ini bisa memotivasi mereka yang menyerah dalam mempelajari bahasa internasional.


Untuk belajar bahasa asing, untuk menambah apa yang sudah dipelajari dari sekolah, dianjurkan untuk les bahasa Inggris juga. Kunci untuk bisa berbahasa itu sebenarnya saat dipraktekan dengan bicara. Kalau kita hanya belajar bahasa Inggris dari menulis grammar dan menghafal vocabulary saja, itu tidak akan cukup. Sekarang sudah banyak klub bahasa Inggris, atau organisasi pertukaran pelajar yang waktunya bervariasi dari seminggu sampai setahun. Dengan mengikuti salah satunya bisa sangat membantu mengasah kemampuan berbahasa Inggris. 

Selain itu, kalau sudah mantap ingin kuliah di luar negeri, jangan lupa untuk mempersiapkan tes IELTS. Nilai juga harus dilihat, karena setiap universitas punya persyaratan pendaftaran masing-masing, ada minimum nilai berbeda-beda yang telah di-set untuk setiapnya.



Demikian ulasan dari apa saja yang bisa dibagikan oleh Bungong Ayu Qonita mengenai persiapan serta pengalamannya selama berkuliah di Australia. Kamu ingin mengetahui kisah pengalaman lainnya dari negara lainnya juga? Makanya, ikuti selalu informasi dari berkuliah.com, ya! 

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top