Profil Tokoh: Perjalanan Hidup Rhenald Kasali

Rhenald Kasali, mungkin di antara teman-teman sekalian ada yang belum mengenalinya. Beliau merupakan guru besar di bidang ilmu  manejemen d...

Rhenald Kasali, mungkin di antara teman-teman sekalian ada yang belum mengenalinya. Beliau merupakan guru besar di bidang ilmu  manejemen di Fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Untuk kamu yang ingin  mengenal lebih jauh tentang beliau, kami akan sedikit mengulas biografi beliau. 

Image Credit

Rhenald Kasali merupakan seorang putra yang lahir di Jakarta pada tanggal 13 Agustus 1960. Beliau merupakan seorang akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia. Beliau juga termasuk sebagai salah satu ahli bedah bisnis yang piawai terutama dalam bidang iklan dan pemasaran. Beliau juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Ketua Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 

Pada tanggal 4 juli 2009, beliau dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Manajemen di Universtas Indonesia. Selain mengajar di Universtas Indonesia, beliau juga menjadi dosen terbang untuk Program Magister Manajemen Universitas Sam Ratulangi, Universitas Tanjung Pura, Universitas Udayana, dan Universitas Lampung.

Pria yang memiliki gelar Ph. D. dari University of Illinois at Urbana, Champaign, Amerika Serikat ini juga gemar menulis dan dari tulisannya beliau telah menelurkan sejumlah buku yang best seller banyak dicari oleh para pembisinis dan mahasiswa. 

Buku yang beliau tulis antara lain:

- Sembilan Fenomena Bisnis yang terbit pada tahun 1997.
- Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting dan Positioning yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 1998.
- Sembari Minum Kopi Politiking di Panggung Bisnis yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
- Sukses Melakukan Presentasi yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2001
- Change! yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2005.
- Recode Your Change DNA yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2007.
- Mutasi DNA Powerhouse yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2008.
- Wirausaha Muda Mandiri yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010.
- Wirausaha Muda Mandiri (Part 2) yang diterbitkan pada tahun 2011.
- Myelin: Mobilisasi intengibles sebagai kekuatan perubahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010.
- 77 Kiat Bisnis Kontan: Mendayung di Tengah Badai.
- Tips Khusus Menyiasati Krisis.
- Cracking Zone yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011 dan Cracking Value yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2012.


Penghargaan yang pernah diterima

Dengan semua kerja keras beliau, beliau akhirnya mendapatkan banyak penghargaan seperti:

- Piagam penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden Republik Indonesia, Piagam No. 112451/4-22/2004.

- Penghargaan "KREATIVITAS" dibidang Pendidikan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, Yayasan Pengembangan Kreatifitas , Surat No. 46/SK-YPK/IV/2005.

- Piagam penghargaan dari Rektor Universitas Indonesia sebagai Penulis Buku, UI.

- Piagam Penghargan Rektor UI tgl. 9 Mei 2005, Alice & Charlote Biester Award pada tahun 1995 dan Dosen Terbaik, FEUI pada tahun 2003.

Dengan banyaknya kesuksesan yang telah beliau raih, apakah masa kecil beliau menyenangkan? Ternyata jawabanya adalah tidak. 


Tumbuh dalam keluarga yang harmonis

Rhenald Kasali merupakan putra dari pasangan suami-istri dari Samuel Kasali dan Sonya Andrea. Rhenald Kasali tidak tumbuh dalam keluarga yang kaya namun dalam keluarga yang miskin. 

Hal ini bermula ketika ayahnya terkena PHK dari pelayaran. Karena ayahnya tidak memiliiki kemampuan apa-apa dan ibunya juga tidak bekerja, Rhenald Kasali hidup berdampingan dengan kemisikinan. Beliau pernah merasakan makan nasi bersalut garam dan pernah pula tidak makan. 

Beliau hanya memiliki satu setel seragam yang setiap hari dicuci oleh ibunya dan dikeringkan didekat lampu. Beruntung ada seorang tetangganya yang merasa iba dan memberikan keluarga ini makanan seadanya. 

Semasa kecil,  Rhenald Kasali pernah tidak naik kelas, hal ini terjadi saat beliau menginjak kelas 5 SD. Rhenald Kasali tidak dapat naik kelas karena sebuah mata pelajaran yaitu mata pelajaran bahasa Indonesia. Beliau tidak bisa menjawab soal lawan kata seperti pada umumnya. 

Beliau tidak menjawab dengan benar karena beliau memiliki alasan tersendiri. Menurutnya  kalau ditanya lawan kata “kenyang” ya “belum kenyang”, lawan kata “cinta” ya “tidak cinta” karena kalau orang ditanya “apakah kamu cinta?” dalam hati pasti mengatakan tidak sehingga  pasti jawabnya bukan “aku benci kamu’” melainkan ”aku tidak cinta”. 

Peristiwa ini tentunya membuat beliau sangat terpukul karena pada masa itu, anak yang tidak naik kelas sama dengan dicap bodoh. Namun, beliau tidak larut dalam kesedihan, terus berintrospeksi diri dan semakin giat dalam belajar.

Hadirnya kedua orang tua adalah saat yang sangat berarti bagi Rhenald Kasali. Orang tuanya selalu mendukung dan mendampingi beliau dimasa-masa sulit. Orang tuanya selalu membimbing Rhenald Kasali semasa kecil bahkan saat akan melaksanakan ujian sekolah, orang tua Rhenald Kasali selalu mengajak untuk berdoa bersama. 

Doa orang tuanya sangat sederhana sekali, “kalau anak saya itu mampu, berikan dia kesempatan”.  Itulah doa yang selalu dipanjatkan oleh ibunda tersayangnya, Sonya. Ibunya akan sangat marah jika mengetahui Rhenald Kasali membolos dari sekolah sehingga untuk memompa semangat belajarnya, ibunya selalu memberikan yang terbaik untuk beliau. 

Ibunya selalu menjemput Rhenald Kasali sepulang sekolah dengan sepeda kayuhnya dan pernah suatu saat ibunya mengajak Rhenald Kasali ke pasar loak untuk membeli sepatu bekas. Rhenald Kasali merasa senang dan memaklumi serta tetap bersyukur kepada rejeki yang diterimanya karena Rhenald Kasali sendiri tahu karena beliau harus berbagi dengan 4 saudaranya. 


Menempuh pendidikan tinggi adalah impiannya

Setelah lulus dari SMA, beliau memiliki uang sebanyak 10 ribu Rupiah untuk mendaftar kuliah. Saat itu formulir pendaftaran sangat mahal dan harga untuk membeli formulir IPA maupun IPS harganya 10 ribu Rupiah.

Dengan berbagai pertimbangan seperti karena memiliki latar SMAnya IPA dan melihat banyaknya daya saing, akhirnya Rhenald Kasali memutuskan untuk memilih melanjutkan study dijalur IPS. Rhenald Kasali akhirnya mengambil Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara karena akan diberi beasiswa jika diterima kuliah di STAN. 

Akhirnya beliau diterima di Universitas Indonesia dan beliau berusaha keras untuk menutupi kekurangan dananya dengan bekerja sebagai guru les privat SD yang mengajarkan matematika. Untuk memenuhi kebutuhan bukunya, beliau meminjamnya dari kakak kelas. Saat kuliah beliau hanya memiliki IP sebesar 2,49 dan berkat sebuah keberuntungan beliau mendapat bantuan dana beasiswa pada saat tingkat dua. 

Setelah lulus kuliah pada tahun 1985 dan bekerja sebagai reporter sejak tahun 1984. Waktu itu beliau mendapatkan tawaran dari salah satu seniornya untuk menulis case study. Dari sanalah peluang untuk mengajar terbuka lebar karena ia ditawari untuk mengajar. 

Setelah mengajar sebagai dosen dan melihat para juniornya banyak yang kembali dari luar negeri dan memiliki mempunyai gelar yang lebih baik, beliau juga ingin meneruskan kembali studynya di luar negeri. Setelah bekerja keras dengan mengajukan banyak beasiswa ke berbagai sponsor, beliau akhirnya dapat bantuan beasiswa tapi hanya intership selama 3 bulan dan bukan biaya utuk sekolah. 

Saat temannya yang lain melanjutkan studi S2, beliau kembali pulang ke Indonesia dan terus berusaha untuk mencari dan mendapatkan beasiswa. Dengan berpegang pada prinsip "seburuk apapun kondisinya, berusalah menghadapi!", Akhirnya beliau memberanikan diri untuk menemui bagian yang bertugas menyeleksi para calon penerima beasiswa dan mengatakan yang sejujurnya jika beliau meminta tolong untuk diberikan surat tanda terima. 

Akhirnya Rhenald mendapatkan sponsor dan dengan  usaha keras inilah yang mengantarkan beliau hingga bisa melanjutkan sekolah S2 dan S3 di Illinouis dan menjadikan beliau seperti saat ini. 

Bagi Rhenald Kasali, “Pendidikan adalah tangga untuk keluar dari kemiskinan. Tanpa pendidikan kita tidak bisa memperbaiki hidup kita. Tanpa pendidikan kita tidak bisa mendidik orang lain. Tanpa pendidikan kita tidak bisa mendidik anak-anak kita. Maka kalau saya mau keluar dari belenggu itu, saya harus fight. Karena belenggu itu adanya di sekitar diri kita sendiri. Tidak di mana-mana. 

Saya melihat teman saya banyak yang pintar tetapi mereka justru mengabaikan itu. Mereka merasa selalu didatangi dan hampir semua teman saya yang pintar itu ternyata tidak selesai doktornya di Amerika. Sedangkan saya yang tidak pernah merasa pintar waktu itu bisa selesai dan ketika teman saya mengatakan “Saya nggak percaya” dan saya juga mengatakan “Eh, gua juga nggak percaya”. 

Seperti kata Michael Angelo, pada setiap batu cadas selalu terkandung patung yang indah. Karena itu tugas kita adalah membebaskan patung itu dari belenggu belenggu yang mengikatnya.”


Pandangan bisnis menurut Rhenald Kasali

Menurut Rhenald, bisnis merupakan perihal membuat sesuatu hal menjadi hal yang luar biasa. Dalam mengembangkan bisnis, beliau selalu menegaskan jika kita tidak memerlukan keberuntungan (luck) namun memerlukan pola pikir kewirausahaan atau entrepreneurship. Bagi Rhenald, kewirausahaan tidak akan muncul dengan sendirinya, tetapi harus kita ciptakan. 

Menurut beliau, keberuntungan yang datang sebenarnya adalah ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Maksud dari perkataanya adalah keberuntungan sendiri mempunyai sifat yang sama dengan kewirausahaan yaitu sama-sama “diciptakan”. Keberuntungan tidak akan datang menghampiri dengan sendirinya namun untuk mendapatakan keberuntungan kita harus memiliki usaha sebelumnya. Dari sinilah dapat dipahami betapa pentingnya latihan yang terus menerus dan pantang menyerah oleh mereka yang ingin terjun dalam dunia bisnis.

Bagi Rhenald, tujuan dari berwirausahan janganlah untuk menjadi kaya karena menurutnya kaya adalah hasil dari suatu akibat. Beliau menyatakan  jika seorang wirausahawan menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam berwirausaha maka hal tersebut merupakan suatu bentuk pengkhiatan terhadap kewirausahaan. Seorang wirausahawan atau entrepreneur harus melakukan reinvestasi. 

Dalam buku terbarunya, Myelin: Mobilisasi Intengibles sebagai Kekuatan Perubahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010. Rhenald menuliskan jika “myelin” atau muscle memory merupakan faktor penting untuk menjembatani gagasan yang dihasilkan dari "brain memory" ke tujuan. 

Untuk bisa mencapainya tentu “brain memory” harus mengendarai “myelin” yang telah terlatih. Contohnya sudah banyak seperti sudah banyak anak-anak Indonesia yang memenangi olimpiade fisika atau matematika dunia. Namun, Rhenald menegaskan jika kamu hanya memiliki pengetahuan saja, itu tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Oleh karena itu kamu harus terus berlatih. Dengan sering berlatih maka kesuksesan yang nantinya akan kamu dapat menjadi semakin terjamin. 

Untuk bisa menjadi sukses seperti ini, Rhenald juga memberikan 5 tips menjadi sukses seperti, mengejar reputasi dahulu, tumbuh dari bawah, konsentarsi pada bisnis yang dikuasai, anti kerumunan dan menganggap modal sebagai pelengkap. 

Kejar reputasi dahulu memiliki maksud sebesar-besar gaji yang kamu terima akan lebih besar gajinya jika menjadi seorang bos bagi diri sendiri. Namun, dalam mengejar mimpi tersebut kamu harus realistis dan tidak boleh berlebihan. 

Jika mau menjadi wirausaha sejati, kamu harus mengingat pesan ini: Mulailah dengan reputasi. Cara untuk memulainyapun sangat sederhana. Caranya adalah jangan kejar uangnya, tetapi bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas, jaringan dan harga diri. Begitu sudah dikenal dalam bidang usaha yang ditekuni, uang akan datang sendiri dan mengejar kamu. 

Awal memulai bisnis tentu tidak bisa langsung menjadi  besar. Jika langsung menjadi besar, umumnya memiliki fondasi bisnis yang tidak kuat. Jika memulai usaha bisnis dari bawah, maka pemiliknya atau profesional manager akan mengalami masa belajar dan menjadi  terbiasa untuk mengatasi persoalan yang muncul pada perjalanan bisnisnya. 

Untuk memulai bisnis, para entrepreneur bisa memulai bisnisnya dari hal yang dikuasai betul. Bidang yang dikuasai bisa dimulai dari kapan saja seperti mulai dari bangku sekolah, berdasarkan pengalaman kerja atau cuma berawal dari sekedar hobi. Dengan menguasai suatu produk yang disenangi maka kamu akan mejadi semakin mudah untuk semakin maju. 

Entrepreneur di Indonesia masih banyak yang latah. Ketika seseorang melihat orang sukses dalam suatu bisnis maka akan langsung banyak orang yang menirunya. Contonkan saja seperti bisnis kafe, saat bisnis tersebut sukses, maka yang lain akan ikut-ikutan berbisnis kafe juga. 

Selan bisnis cafe, ada banyak lagi bisnis yang sering ditiru seperti bisnis peternakan lele, pertanian cabe, foto kopi, biro iklan, media cetak bahkan politisi ikut membuat parpol tanpa basis massa. Dengan cara meniru seperti ini, bisa dipastikan jika kesuksesan yang diraih tidak akan berlangsung lama dan jika usaha yang dijalankan gagal bisa menjadi gunjingan tetangga dan masyarakat sekitar. 

Mereka yang meniru bisa memiliki banyak hutang dan mereka akan kesulitan dalam membayar hutang tersebut. Memulai bisnis dengan mengkopi kesuksesan orang lain dan masuk ke dalam kerumunan adalah hal yang sangat berbahaya. Dalam kerumunan kamu akan sulit bernafas, sulit keluar dan kemungkinan untuk babak belur menjadi sangat besar. 

Untuk menghindari masalah tersebut, dalam memulai bisnis sebaiknya masuk ke dalam bidang yang belum disentuh oleh entrepreneur lain dan belum terlau diperhatikan oleh banyak orang. Contoh orang yang sukses dengan bisnisnya adalah Radityawarman Coleman. 

Radityawarman Coleman memulai bisnisnya dengan menguras WC yang ada saat itu belum banyak orang yang berpikir bahwa jika dengan menguras WC bisa menghasilkan uang terlebih jika mampu dikelola dengan baik. Setelah melewati 20 tahun dengan menekuni bidang ini, Radityawarman Coleman menjelma menjadi salah satu pemain terbesar di dalam bidang ini. 

Dalam mejalankan bisnis, modal yang paling utama bukanlah modal uang namun modal yang paling penting adalah keahlian yang kamu miliki, jaringan, nama baik, penguasaan teknologi dan pengetahuan mengenai pasar. Modal seperti inilah lebih penting daripada uang. Orang-orang yang sudah sukses tidak semuanya memulai usaha dengan modal uang dari bank. 

Bankir yang piawai tentu bisa membedakan dengan mudah mana nasabah yang baik dan mana nasabah yang bukan. Prinsip permodalan perbankan bahkan menyebutkan jika modal uang hanya sekedar pelengkap dan nasabah tidak perlu membangun usahanya seratus persen dari modal bank.


Yayasan Rumah Perubahan

Image Credit

Selain menjadi pengajar dan konsultan manajemen pada tahun 2007, Rhenald juga membangun Yayasan Rumah Perubahan. Yayasan ini berdiri dengan tujuan untuk menjadikan Indonesia lebih baik melalui misi perubahan. Ide awal membangun yayasan ini mucul akibat buku Change! yang di terbitkan pada tahun 2005. 

Buku ini memiliki tagline yang berbunyi "Tak peduli berapa jauh jalan salah yang Anda jalani, putar arah sekarang juga". Buku ini akhirnya menjadi bestseller dan memberikan banyak perubahan pada masyarakat terutama pada cara pola pikir masyarakat. 

Dalam yayasan yang beliau bangun, Rumah Perubahan ini bergerak dibidang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan lingkungan hidup dan serta memakai cara-cara baru dari metode yang dibuat sendiri dengan menggabungkan keahlian, pengalaman, pengetahuan, dan pembentukan karakter berdasarkan Myelin. Contoh dari kegiatan yayasan ini adalah pengolahan sampah rumah tangga dan mengubahnya menjadi energi bio-massa.

Selain sibuk menulis, mengajar, menjadi narasumber, menjadi seorang wirausaha, dan menjadi host Wirausaha Muda Mandiri di Metro TV, beliau juga telah menjalin kerjasama dengan Prof. Michael Porter yang berasal dari Harvard University untuk mengembangkan strategi keunggulan daya saing berbasiskan cluster. 

Tidak hanya berhenti sampai di sini, beliau juga terlibat sebagai anggota tim Panitia seleksi dibidang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), anggota Dewan Juri Penghargaan Export Pemerintah Indonesia (Primaniyarta), dan juga tim juri pemilihan Putri Indonesia.

Jika sewaktu kecil, Rhenald merasakan banyak kasih sayang dan bantuan dari sang bunda karena sang ibu amat berperan dalam menumbuhkan semangatnya. Hal ini juga diterpakan kepada kedua anaknya. Setelah menikah dengan sang istri tercinta, Elisa. Rhenald dan Elisa selalu mendukung dan memantau tumbuh kembang kedua anaknya, Fin dan Adam. 

Sang istri juga selalu memberi masukan seperti jika kampus bukan cuma dunia idealisme namun juga merupakan tempat orang meniti karir dan mencari nafkah, sehingga kepentingannya beragam. Dengan kata lain pasti akan muncul persaingan tapi dalam menghadainya harus dipahami secara arif.


Rhenald Kasali tidak pernah menuntut buah hatinya mengikuti jejaknya

Dalam mendidik kedua anaknya, sang praktisi di dunia bisnis ini tidak ingin memaksakan kedua buah hatinya untuk mengikuti jejaknya. Menurut Rhenald, Fin dan Adam memiliki masa depan sendiri karena mereka hanyalah makhluk titipan dari Tuhan. 

Yang terpenting baginya adalah bagaimana cara  mendidik keduanya agar menjadi manusia yang bermoral baik, dapat menghidupi diri sendiri serta berguna bagi orang lain. Di sekolah pun Rhenald tidak menuntut agar anak-anaknya untuk mendapat peringkat sepuluh besar. Rhenald beralasan "Saya tidak mau anak-anak saya menghabiskan energi hanya untuk mengejar ranking". 

Menurutnya, pendidikan yang paling penting bagi anak-anaknya adalah kepekaan sosial. Kepekaan sosial ini jauh lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Dengan pemikiran seperti itu, beliau memutuskan untuk membawa keluarganya tinggal di daerah kampung dan tidak tinggal di sebuah kompleks perumahan. 

Dengan tinggal di lingkungan seperti ini diharapkan agar anak-anaknya bisa bergaul dan lebih dekat dengan anak-anak di kampung yang sering dianggap berasal dari keluarga strata menengah ke bawah. Beliau juga berharap agar anak-anaknya bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan realitas sosial yang ada di sekitarnya. 

Rhenald memiliki hobi berkebun dan setiap ada waktu luang, beliau selalu menjalankan hobbynya. Beliau memiliki sebidang tanah di rumahnya di bilangan Pondok Gede, di timur Jakarta. Di atas lahan seluas 300 meter persegi itu, beliau menanami aneka pohon buah-buahan antara lain, mangga, jambu, nangka, rambutan, dan delima.

Well, demikian ulasan mengenai profil dari salah satu tokoh sukses di Indonesia. Semoga menginspirasi!

Salam berkuliah.com 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Profil Tokoh: Perjalanan Hidup Rhenald Kasali
Profil Tokoh: Perjalanan Hidup Rhenald Kasali
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGTOAE4XkGyPvzJGBHUksYe_qyfgafjGjigQihldwBiUt8vqVcK4UqZ-wPlC1FgeVbX8WxUVVUF4GZ6VgRdnUza9kXh4fFkpU46vGinl2y5_92OTxWHq0Pdi8IPfPi8r_VV-ftISOdXao/s1600/zbzb.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGTOAE4XkGyPvzJGBHUksYe_qyfgafjGjigQihldwBiUt8vqVcK4UqZ-wPlC1FgeVbX8WxUVVUF4GZ6VgRdnUza9kXh4fFkpU46vGinl2y5_92OTxWHq0Pdi8IPfPi8r_VV-ftISOdXao/s72-c/zbzb.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/profil-tokoh-perjalanan-hidup-rhenald.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/profil-tokoh-perjalanan-hidup-rhenald.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy