"Seandainya Aku Menjadi Menteri Pendidikan..." (Part 2)

Menjelang tampuk kepemimpinan yang baru di tangan Pak Jokowi serta kabinet yang akan mendukung kinerja beliau selama memimpin, berbagai res...

Menjelang tampuk kepemimpinan yang baru di tangan Pak Jokowi serta kabinet yang akan mendukung kinerja beliau selama memimpin, berbagai respon muncul menanggapi hal tersebut. Mulai dari antusiasme, respon negatif, serta usulan-usulan dari berbagai pihak tentang susunan kabinet yang baru, serta langkah apa saja yang harus dilakukannya. 

Menanggapi fenomena tersebut, tim berkuliah.com telah berhasil menginterview para kaum muda dari berbagai latar belakang, baik yang berprofesi sebagai mahasiswa, aktivis, ataupun kegiatan lainnya. Lantas, bagaimanakah tanggapan mereka seandainya menjadi seorang Menteri Pendidikan?

Dan mengapa tentang 'Menteri Pendidikan'? Karena tidak lain pendidikan merupakan masalah yang krusial dalam kehidupan suatu negara. Setiap tahunnya pendidikan selalu dikaji terus-menerus untuk menerapkan yang paling sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Lalu, bagaiamanakah pendapat mereka? Berikut ulasannya:


Ilham Fariq Maulana 

20 tahun, ketua umum lembaga pers mahasiswa Visi Fisip UNS

Menjadi Menteri Pendidikan bukan perkara mudah, mengingat Indonesia masih memiliki beberapa masalah dan kekurangan dalam sistem pendidikan. Namun, apabila bisa dilakukan, maka yang perlu diperbaiki dari sistem pendidikan Indonesia adalah melaksanakan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Secara jelasnya memberikan kemudahan akses dan fasilitas pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia secara merata. Ini menjadi perhatian, karena masih banyaknya akses yang sulit menuju sekolah dan fasilitas pendidikan yang memprihatinkan di sejumlah daerah tertinggal. 

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) salah satu penentu, dan tolak ukurnya ialah melalui pendidikan. Maka, sudah sewajarnya bagi Indonesia yang memiliki populasi kurang lebih 215 juta jiwa memberikan pendidikan yang layak bagi rakyatnya. Meski begitu, hal ini perlu didukung pula dengan biaya pendidikan yang murah atau terjangkau, di seluruh jenjang pendidikan. Karena sebanyak 32,5 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan data dari World Bank sebanyak 17,35 % masyarakat pedesaan miskin. Kesenjangan regional juga tetap ada, kawasan timur tertinggal dari bagian-bagian lain Indonesia, terutama Jawa. Maka, selain dukungan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, mutu pendidikan juga perlu ditingkatkan. Agar daerah tertinggal di Indonesia dapat lebih berkembang oleh masyarakatnya.


Fitri Sari Purnama Arum 

21 tahun, mahasiswi arsitektur UNS
Jika saya jadi menteri pendidikan, saya akan mengubah sistem lama, di mana pendididkan seakan berorientasi pada "sekedar" nilai tes yang bagus, sementara proses belajar kurang dihargai. Setiap akan menghadapi ujian, siswa seakan tertekan dan ketakutan (hal ini dilihat dari pengalaman saya selama mengajar dan melihat perilaku sepupu saya). Pendidikan harusnya membimbing, bukan menekan. Dan untuk itu, dibutuhkan rekruitmen terhadap guru yang menguasai dan mengerti psikologi anak, bukan sekedar guru yang mengajar lalu pulang. 

Akan tetapi di sisi lain, pendidikan sekolah tanpa dibarengi dengan pendidikan di lingkungan rumah ya sama saja akan menjadi kurang efektif. Jadi, upaya yang harus dilakukan ialah sering-sering memberi sosialisasi kepada orang tua. 

Selain itu, perlu adanya kerja sama dengan menteri yang menangani penayangan pertelevisian agar menyiarkan hal-hal yang mendidik, bukan yang merusak. 

Selain itu, saya juga akan menerapkan kurikulum yang cenderung banyak "bimbingan" dan mengembangkan bakat anak, bukan yang memaksakan anak untuk menguasai semua, karena kecerdasan masing-masing anak berbeda-beda. Misalnya, ada yg menguasai seni, tapi lemah di ilmu eksak. Sehingga dengan upaya tersebut diharapkan mereka akan lebih enjoy buat belajar. 


Rizma Yuga Adiningtyas

                               Mahasiswa Kedokteran Gigi UMS Solo
Jika saya menjadi Menteri Pendidikan, saya akan menjadikan sistem pendidikan lebih menyenangkan bagi siswa dan tidak membebani siswa. Selain itu, saya akan memberikan pendidikan gratis yang berkualitas secara merata di seluruh negeri. Untuk mendukung kerja yang saya lakukan, saya akan memaksimalkan kerja staff untuk menjadikan visi misi saya menjadi kenyataan dengan realita dan hasil yang terbaik.


Yofita Noor Ardiani 

                       22 tahun, Trainer dan Motivator Keagamaan
Yang akan saya lakukan ketika menjadi Menteri Pendidikan adalah melakukan pendidikan prophetic parenting untuk diterapkan di seluruh penjuru indonesia. Pendidikan tersebut yakni pendidikan seperti yang diajarkan Rasulullah. Beliau mengajarkan bahwa pendidikan karakter atau akhlak karimah itu sangat dibutuhkan oleh anak kecil. 

Hal ini dikarenakan anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan masa emas perkembangan otaknya. Jika dipenuhi dengan rumus-rumus di sekolah, rasanya sayang sekali. Namun, ketika pendidikan karakter, dalam hal ini, karakter islam sudah tertanam, maka mata pelajaran sekolah yang lain pun akan mengikuti. Jadi, saya ingin merombak semua sistem yang ada di indonesia, khususnya bagi yang masih berpendidikan di sekolah TK atau Sekolah Dasar.


Indra Hukama Ardinata

                                     Mahasiswa Teknik Kimia UNDIP
  
Apabila saya menjadi Menteri Pendidikan, simpel saja saya akan melakukan beberapa upaya. Hal ini antara lain yakni menghapuskan Ujian Nasional, memperbaiki kurikulum yang ada, menambah jumlah guru, serta menyederhanakan jumlah mata pelajaran yang ada.


Apriliana Rizqi Fauziyah 

       21 tahun, Taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Kalau saya menjadi Menteri Pendidikan saya akan melakukan pemerataan pendidikan ke seluruh lapisan masyarakat, salah satunya memperbanyak pengajar yang ditempatkan di titik-titik yang dianggap kurang masalah pendidikannya. 

Saya juga akan melakukan rolling penempatan pengajar dari kota ke desa atau sebaliknya sebagai penunjang pemerataan terus juga membangun sekolah-sekolah daerah-daerah terpencil, memperbaiki sistem pendidikan UN tidak mutlak menentukan kelulusan, kurikulum pelajaran akan kubuat 50% menitikberatkan pada pendidikan moral.


Anindya Pramura Wardani

                                   Komunitas Fotografi Klub

Saya akan meningkatkan dana pendidikan dan memperbanyak pembangunan di daerah terpencil karena selama ini pendidikan hanya terpusat di Jawa. Bahkan, untuk perguruan tinggi kualitasnya sangat beda jauh antara yang ada di Jawa dan luar Jawa, apalagi pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah lainnya. Guru-guru pun lebih memilih ditempatkan di Jawa daripada di luar Jawa. 

Selain itu saya juga ingin meningkatkan fasilitas tanpa harus membebani rakyat karena itu merupakan tanggung jawab negara.


Ditta Yulia Setyaningrum

                           Mahasiswa Entrepeneur
Seandainya saya menjadi Menteri Pendidikan, saya akan memilih mensejahterakan guru terlebih dahulu. Setelah guru sejahtera, kinerja mereka akan meningkat dan secara otomatis kualitas pendidikan akan meningkat pula. Meratakan Sumber Daya Manusia (SDM) guru negeri dengan swasta. Meratakan fasilitas sekolah negeri dan sekolah swasta. 

Saya juga akan sering mengadakan seminar-seminar dan diklat-diklat untuk guru untuk meningkatkan kualitas yang dimiliki.


Sinta Agustina

                Ketua Bidang Minat Bakat Himpunan Mahasiswa Komunikasi

Seandainya menjadi Menteri Pendidikan, tentu saja saya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebenarnya saya sangat miris dengan kualitas pendidikan di Indonesia yang tidak merata. Sepertinya pendidikan hanya terpusat di pulau Jawa saja. Hal ini dapat dilihat dari antusias warga luar pulau Jawa yang ingin berkuliah di Jawa. Meningkatkan kualitas pndidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memfasilitasi sekolah-sekolah di luar pulau Jawa (daerah Indonesia Timur khususnya).


Galang Dayu Nugraha

                                                              Aktivis

Saya akan merubah sistem pendidikan Indonesia yang mengekang seperti sekarang ini. Saya ingin memulainya dari pendidikan sejak dini. Anak-anak diperkenalkan langsung dengan alam, tidak kebanyakan teori. Baju seragam juga dihilangkan, bebas yang penting bisa belajar. Saya akan mencarikan guru-guru khusus dan terlatih untuk anak-anak. Nuansa sekolah juga sarat akan segala macam ilmu, juga pengenalan nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui praktek tak hanya teori saja. 

Saya juga akan membuat anak belajar sesuai minatnya dan bekerja sesuai apa yang disenanginya. Tidak seperti sekarang di mana pendidikan diciptakan untuk mencetak pekerja, buruh, dan lainnya. Saya ingin semuanya bekerja pada bidang masing-masing pada ahlinya. Saya juga akan mensupport secara penuh agar anak-anak bangsa belajar di tempat terbaik dan kembali untuk membangun Indonesia. Apresiasi juga akan kami junjung tinggi. Semuanya untuk Indonesia.


Nindha Puspita Dewi

                                    Mahasiswa Komunikasi UNDIP

Kalau saya jadi Menteri Pendidikan akan memberi kesempatan orang yang tidak mampu agar bisa sekolah sampai tinggi, dan nantinya disaat di perguruan tinggi baik yang mampu maupun tidak mampu dapat bersaing dengan prestasi murni mereka. Memberikan beasiswa ke luar negeri kepada mereka yang mempunyai prestasi bagus diawal mereka mulai bersaing di dunia pendidikan. Dilihat dari prestasi selama menginjak dunia pendidikan.


Latifatul Jannah

                         Desainer Grafis di Whadsever Advertising

Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk sebuah bangsa. Kalau jadi menteri, aku mau pendidikan di Indonesia itu gratis dan berkualitas. Sekolah merata terutama di daerah-daerah pelosok. Sehingga diharapkan tidak ada lagi yang buta huruf dan permasalahan kesenjangan lainnya.


Sidiq Syaifullah

                                                  Aktivis Mahasiswa

Andai saya jadi Menteri Pendidikan RI, maka saya akan membuat suatu sistem pendidikan yang tidak “membebani” bagi generasi Indonesia. Saya melihat bahwa sistem pendidikan di Indonesia saat ini terlalu menekan dan membebani pikiran. Aspek-aspek kompetensi yang ada di dalam sistem itu kurang sesuai dengan kondisi anak bangsa sekarang ini. Banyak sekali terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial dan emosional yang bahkan terjadi pada anak yang baru seumur ‘kacang’ atau masih ‘bau kencur’. Sungguh ironis negeri ini jika pendidikan hanya dititikberatkan pada capaian ilmu saja, karena itu hanya akan membuat beban dan tekanan pada diri seorang anak! 

Saya ingin menciptakan sistem pendidikan yang berorientasi pada perbaikan karakter, disiplin ilmu yang toleran, dan kecerdasan emosional, serta kekuatan spiritual, karena dengan adanya keempat hal tersebut pendidikan yang berkualitas di negeri ini akan tercapai. Saya yakin bahwa Indonesia terdapat banyak sekali tunas-tunas bangsa, generasi-generasi bangsa, dan putra-putri bangsa yang bisa membuat Indonesia ini menjadi lebih baik lagi. Maka dengan tegas saya katakan! Saya memperjuangkan pendidikan yang berkualitas untuk INDONESIA JAYA!


Dzurroh Saputri 

                          Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris UNNES

Yang akan saya lakukan sebagai Menteri Pendidikan ialah memperbaiki tatanan pendidikan mulai dari hal yang paling kecil, yaitu menggratiskan biaya pendidikan untuk masyarakat golongan menengah ke bawah, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi. 

Yang kedua adalah memperbaiki kinerja guru, dengan hanya menerima lulusan kependidikan sebagai tenaga pendidik. Jangan sampai menyamaratakan kualitas lulusan keguruan dengan kualitas pendidik yang notabene bukan dari lulusan keguruan. Tentu saja hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan lulusan keguruan. Salah satu caranya adalah menyeimbangkan praktek dan teori. Karena kita tahu, praktek pengalaman lapangan yang ada saat ini terlalu singkat dan tidak seimbang dengan teori yang diberikan. 

Selanjutnya adalah memperbaiki sistem kurikulum dengan membentuk komite khusus pembentuk kurikulum. Saat ini belum ada lembaga khusus yang membahas tentang kurikulum. Masyarakat cenderung dijadikan kelinci percobaan oleh setiap menteri pendidikan, yang seolah-olah menganggap kurikulum baru sebagai produk akhir masa kepemimpinan mereka. Saya ingin membuat sebuah lembaga khusus yang beranggotakan para ahli di bidang kurikulum, setelah itu lembaga tersebutlah yang bertugas membuat kurikulum yang akan digunakan. Setelah rancangan kurikulum atau draft jadi maka tugas selanjutnya adalah proses penawaran kepada publik, apakah publik setuju dengan draft tersebut, sehingga hasil dari kurikulum dapat diterima semua kalangan dan menghapuskan anggapan ganti menteri ganti kurikulum dengan cara melakukan evaluasi terhadap kurikulum saat ini. Evaluasi tersebut tentunya tidak dapat dilakukan dalam waktu sekejap butuh kira-kira waktu setahun dalam proses evaluasi tersebut. Lalu barulah dilakukan perbaikan-perbaikan, lalu membuat badan penyaring buku seperti halnya untuk MUI untuk produk halal-nya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dalam buku yang akan digunakan oleh siswa.


Adesta Aulia Tamimi

                                     Mahasiswa Ilmu Gizi UNDIP

Kalau aku jadi Menteri Pendidikan, simply said, aku pengen meratakan pendidikan di Indonesia. Mungkin kita bisa berkoordinasi bareng sama gerakan sosial yang udah ada sejenis gerakan Indonesia Mengajar. Dengan begitu, diharapkan anak-anak di pelosok juga bisa punya akses terhadap pendidikan. 

Yang kedua lebih ke membenahi konsep. Konsep pengajaran di Indonesia itu lebih ke hafalan daripada pemahaman konsep. Akhirnya hafalan anak-anak ini mentok sampai ujian, selesai sudah lupa lagi. Perlu diterapkan konsep ‘paham’ ini, anak-anak akan butuh lebih banyak kegiatan praktek, praktek untuk pembuktian materi. Harapannya dengan praktek itu mereka paham sebab akibat yang terjadi dalam teori ynag biasanya dihafal.


Diah Harni

                           Anggota Pers Mahasiswa FISIP UNS

Jika saya menjadi Menteri Pendidikan, hal pertama yang akan saya lakukan adalah blusukan ke beberapa daerah di pelosok Indonesia, untuk mengetahui apa saja permasalahan pendidikan di sana. 

Selanjutnya, saya akan melakukan pemerataan pendidikan, dengan cara menempatkan guru-guru yang terlalu banyak di pulau Jawa ke pulau lain seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hal lain yang akan saya lakukan adalah meniadakan ujian nasional. Sebab UN tidak dapat menjadi indikator pintar tidaknya siswa, mengingat adanya bisnis jual beli kunci jawaban.


Artono Hastodjaya Hanasti

Marketing Whadsever Agency

Pertama, akan mengkaji semua sistem yang telah berjalan di Indonesia selama 20 tahun sebelumnya dan meneliti sistem/kurikulum yang paling tepat untuk diterapkan di Indonesia. Jika program sebelumnya efektif, maka tinggal dilanjutkan dan diawasi dengan benar. Melakukan pengawasan terhadap alokasi subsidi pendidikan ynag sudah dicanangkan dalam APBN.


Dian Tri Asriani

                                        Mahasiswa Akuntansi UI

Penting untuk menyadari bahwa setiap anak itu unik. Masing-masing mempunyai kemampuan dan kecerdasan di bidang yang berbeda-beda. Mengetahui secara dini potensi (bakat dan minat) masing-masing anak dan mengembangkannya untuk melahirkan bibit-bibit terbaik. Mungkin ada yang salah dengan pendidikan kita. Kurikulum yang ada tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan potensi unik mereka. 

Secara tidak sadar, pendidikan kita memaksa seseorang untuk mengetahui segala sesuatu padahal tidak semua orang mempunyai kemampuan itu. Berfokus pada satu hal akan lebih baik daripada menuntut seseorang menjadi manusia serba bisa. Karena yang saya lihat pendidikan di Indonesia masih terlalu berat, dilihat dari banyaknya mata pelajaran yang harus dikuasai siswa, apalagi ada standar nilai yang harus dilampaui untuk mendapat kelulusan. 

Yang akan saya terapkan saat menjadi menteri pendidikan ialah: pejurusan dimulai lebih cepat, mungkin pada tingkat SMP, materi untuk tiap mata pelajaran pada pendidikan dasar dibuat lebih sederhana tapi mampu menanamkan konsep dasar, menghilangkan ujian nasional (karena nampaknya bukan hanya menimbulkan stres tetapi juga praktek mencotek dimana-mana, karena tuntutan untuk lulus dengan segala cara), memperbanyak beasiswa bagi siswa maupun tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas, insentif bagi lulusan terbaik, kampus terbaik, sekolah terbaik misal pembiayaan pendidikan gratis untuk jenjang yang lebih tinggi, pemantapan pendidikan moral dan karakter pada sekolah dasar dan menengah, kalau perlu jam pelajaran ditambah untuk mata pelajaran moral, karakter, dan agama.


Fahmi Irza Arifiansyah

                  Pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Seandainya jadi Menteri Pendidikan yang akan saya lakukan:

1. Memperbaiki ujian nasional yang standarnya nasional menjadi ujian yang berdasar daerah saja. Alasannya, jika mau dibuat ujian nasional agar semua bisa sama di seluruh daerah, maka samakan dulu pengajaran pendidikan di seluruh daerah seperi kemudahan memperoleh sumber-sumber pengetahuan seperti buku, internet dan tentunya ditunjang pengajar juga.

2. Agar lebih menekankan untuk concern pada pendidikan TK atau pendidikan sebelum SD, untuk mengembalikan hakikat TK seperti dulu, yaitu membantu orang tua mengenalkan lingkungan kepada anak-anak melalui pengetahuan dalam tata krama, tingkah laku, sopan santun secara menyenangkan sehingga tidak ada lagi anak TK atau usia 4-5 tahun yang tidak bisa membaca, perkalian/penjumlahana matematika, menulis rajin terus dijudge sebagai anak bodoh tidak pintar tidak cerdas, karena sesungguhnya itu bukan hakikat atau kewajiban mereka untuk tahu, hakikat mereka adalah bermain untuk mengenal dunia, kasian apabila harus di-judge seperti itu.

3. Membicarakan masalah anggaran, lebih untuk concern masalah pemerataan saja seperti poin 1, agar seluruh daerah mempunyai pendidikan yang sama paling tidak dalam standar yang jelas akan meninjau ulang standar mutu pendidikan bersama badan terkait.

4. Ingin meningkatkan mutu Sekolah Kejuruan, karena lapangan pekerjaan adalah PR bersama bangsa, maka lewat sekolah kejuruan atau juga pendidikan non formal adalah salah satu bentuk penyelesaian yang dilakukan dalam hal ini lingkup pendidikan.

5. Memberikan perhatian yang minimal sama pendidikan untuk kaum difabel, cacat dan sebagainya. Karena selama ini menurutku bukan hanya sekolah saja yang dalam hal jumlah masih kurang tapi secara kualitas pun juga. Dibuat standar yang jelas terutama berhubungan dengan pengembangan bakat.


Dilla Rochimah

                                         Mahasiswa Agribisnis UNS

Seandainya saya jadi Menteri Pendidikan, saya akan berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan dengan upaya yang dilakukan secara bertahap karena melihat kondisi dan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih memprihatinkan. Menurut saya, yang harus menjadi perhatian utama antara lain kualitas pengajar, alokasi dana dalam pembangunan sarana prasarana sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi kemudian kurikulum pembelajran. 

Untuk kualitas pengajar harus memenuhi standar dan kode etik guru, serta alokasi dana pendidikan yang harus sesuai dengan tujuan. Untuk meningkatkan pembangunan prasarana dan saran sekolah, memberi bantuan siswa yang kurang mampu, dan pengalokasian tidak hanya pada wilayah Pulau Jawa, harus masuk wilayah terpencil seperti Papua, Kalimantan, dan lain-lain. Kurikulum yang harus ditetapkan juga harus melalui pertimbangan berbagai aspek tidak mempersulit dan disesuaikan dengan perkembangan ideologi tetapi tetap berpegang pada ideologi.


Aulia Vellarani

                                            Mahasiswi Kimia UNS Solo
     
Seandainya saya menjadi Menteri Pendidikan, saya akan merubah kurikulum yang ada, karena menurut saya kurikulum yang ada saat ini cenderung tidak mengasah kemampuan otak kanan dan otak kiri anak secara seimbang. Anak-anak harus diajarkan dan dilatih berpikir secara kritis namun tetap kreatif juga. Selain itu, saya mengharapkan tenaga-tenaga pengajar yang ada menjadi lebih profesional dan berkualitas.


Chusnul Chotimah

                             Fresh Graduate Akuntansi

Seandainya saya jadi Menteri Pendidikan, saya akan memastikan meratanya pendidikan di seluruh Indonesia. Tidak boleh adanya perbedaan antara pendidikan di Indonesia bagian pusat (ibukota misalnya) dengan Indonesia bagian perbatasan. Masyarakat harus diberi kewenangan dan keleluasaan untuk menuntut ilmu seluas-luasnya. Saya tidak ingin mendengar lagi ada keluhan anak Indonesia yang lebih memilih sekolah di negara sebelah karena fasilitas dan segala sesuatunya lebih terjamin. Maka dari itu, saya akan mengupayakan yang terbaik agar pendidikan itu merata untuk semua warga Indonesia raya.


Munadhifah

                                            Penyiar Radio

Seandainya saya menjadi Menteri Pendidikan, saya akan membuat anak tumbuh dan berkembang sesuai minat dan bakatnya, menyesuaikan kurikulum yang ada dengan kemampuan anak-anak. Ujian nasional dan standar kelulusan dirasa perlu dikaji ulang, mengingat 2 hal tersebut tak mampu dipakai sebagai tolak ukur keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih anak hingga saat ini.


Danang Aji Setiawan

                                              Mahasiswa Matematika UNNES

Jika terpilih menjadi Menteri Pendidikan, saya akan meneruskan program kerja Menteri Pendidikan terdahulu karena saya rasa program kerja yang telah dibuat seperti sekolah gratis 12 tahun dan pengadaan buku gratis adalah suatu tindakan bagus yang mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenyam pendidikan hingga ke tingkat yang tinggi. Selain itu juga menurut saya tujuannya sudah terlaksana yakni dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain. 

Di sisi lain, mengenai alokasi dan anggaran harus senantiasa dimonitoring oleh pemerintah pusat agar tak terjadi peyalahgunaan. Yang menjadi fokus penekanan saya ialah memfokuskan anak pada suatu pilihan dan tidak membebaninya untuk menguasai segala materi, intinya pilihan belajar sepenuhnya ada di tangan anak, namun pemerintah sudah memiliki koridor atau standar yang jelas sehingga tetap berjalan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai.


Pravitri Retno Widiastuti

                         Mahasiswa Komunikasi UNS

Seandainya saya menjadi Menteri Pendidikan, yang akan saya tekankan ialah pendidikan berbasis pada moral. Sejak dini, moral yang dimiliki anak-anak harus terbangun, sehingga tercipta generasi yang berkarakter dan moral yang baik. Di samping itu, anak harus diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam belajar tidak diforsir dan ditekan seperti saat ini. Intinya adalah saya akan membuat pendidikan untuk anak itu berbasis pada anak, kita kembalikan lagi apa yang anak butuhkan dan seperti apa seharusnya mereka berkembang, maka dengan landasan itulah akan disusun kurikulum dan pelaksanaan yang relevan.

Salam berkuliah.com
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,283,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,85,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,145,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,4,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,85,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: "Seandainya Aku Menjadi Menteri Pendidikan..." (Part 2)
"Seandainya Aku Menjadi Menteri Pendidikan..." (Part 2)
http://4.bp.blogspot.com/-RuL1N32Jo1k/VFBkiuCzgfI/AAAAAAAAEhU/KIaQm3yVZ3s/s1600/fafv.png
http://4.bp.blogspot.com/-RuL1N32Jo1k/VFBkiuCzgfI/AAAAAAAAEhU/KIaQm3yVZ3s/s72-c/fafv.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/seandainya-aku-menjadi-menteri.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/seandainya-aku-menjadi-menteri.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy