Swiss Federal Institute of Technology: Profil Kampus dan Berbagai Penemuannya

‘Ecole Polytechnique Federale de Lausanne’. Mungkin dari namanya yang sulit untuk dibaca, banyak di antara kamu yang justru berkata di dala...

‘Ecole Polytechnique Federale de Lausanne’. Mungkin dari namanya yang sulit untuk dibaca, banyak di antara kamu yang justru berkata di dalam hati, “Apaan, nih?!” Nah, untuk menjawab pertayaan itu, artikel ini akan memberikan beberapa bahasan untuk kamu semua yang ingin tahu namun masih bingung tentang Ecole Polytecnique Federale de Lausanne. 

image credit
‘Ecole Polytecnique Federale de Lausanne’ ini adalah sebuah perguruan tinggi yang berlokasi di negara Swiss. Perguruan tinggi ini sangat terkenal di Swiss dan Eropa. Kampus yang satu ini memiliki keunggulan dalam pendidikan dan bidang teknologinya, sesuai dengan namanya yaitu ‘Polytecnique’. Nah, tentunya dibalik kepopulerannya sebagai perguruan tinggi di bidang teknologi, pasti ada fakta menarik yang bagus untuk dibahas.

Ecole Polytecnique Federale de Lausanne sendiri sudah berdiri sejak tahun 1853. Saat ini, Ecole Polytecnique Federale de Lausanne dipimpin oleh Patrick Aebischer. Kemudian pada tahun 2012 sudah tercatat bahwa perguruan tinggi ini sudah melahirkan lulusan sebanyak 4.267. Untuk mahasiswa dan mahasiswi yang masih sedang menempuh masa pendidikannya, tercatat sebanyak 4.891 pada tahun yang sama. Perguruan tinggi yang berlokasi tepatnya di kota Lausanne Swiss ini memiliki nama lain yang dalam bahasa inggris yaitu ‘Swiss Federal Institute of Technology.’ 

Perguran tinggi ini memiliki misi untuk mendidik para ahli mesin dan ilmuwan, dan menjadi pusat pembelajaran untuk menciptakan ahli mesin dan ilmuwan. Selain itu juga untuk menjadi penyambung atau penyeimbang dalam kesinambungan komunitas sains dan industri. Jadi, memang Ecole Polytecnique Federale de Lausanne ini sangat focus di bidang teknologi dan sains.

Perguruan tinggi yang kaya akan sejarah dan pengaruhnya di bidang teknologi Swiss dan dunia ini berlokasi di kota yang sangat unik, yaitu ‘Lausanne’. Mengapa ? Karena kota Lausanne adalah kota di negara Swiss. Jika kamu berwisata ke Swiss dan mampir ke kota yang satu ini, kamu akan merasakan sensasi bagai berada di negara Perancis. Bukan dari segi arsitektur atau lainnya, namun hal yang paling mencolok adalah dari segi bahasa yang digunakan oleh penduduk Lausanne, yaitu bahasa Perancis dan bukan bahasa nasional Swiss. Jadi, bagi kamu yang berminat untuk berkuliah di Ecole Polytecnique Federale de Lausanne, kamu juga dituntut untuk menguasai bahasa Perancis. 

Kota Lausanne dengan keunikan penduduknya yang justru menggunakan bahasa Perancis dalam kesehariannya, hanyalah salah satu dari banyak keunikan yang ikut mempengaruhi Ecole Polytecnique Federale de Lausanne itu sendiri. Selain fakta unik, ada juga fakta ‘wow’ yang membuat kamu yang ingin berkuliah di perguruan tinggi ini bisa merasa yakin akan menjadi seseorang yang hebat di dalam bidang teknologi. Karena tercatat Ecole Polytecnique Federale de Lausanne ini ikut serta dalam perkembangan dan inovasi pesat teknologi dunia melalui penemuan-penemuan yang dilakukan oleh tim risetnya, dimulai dari mouse komputer hingga tangan bionic yang bisa merasa selayaknya tangan sungguhan.

Ecole Polytecnique Federale de Lausanne berhasil membuat sebuah perkembangan pesat dalam teknologi untuk tangan palsu yang memiliki kelebihan sensorik. Memang sebelumnya sudah ada penelitian dan uji coba untuk tangan palsu dengan sistem sensorik. Namun sayangnya, justru tangan palsu yang sebelum sering sekali tidak terkendali saat digunakan, sehingga para penggunanya malah menghancurkan semua benda yang ingin digenggamnya.

Berkat usaha dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne, kini para penyandang cacat bisa mendapat kabar bahagia karena tangan palsu dengan sistem sensorik sudah bisa mulai menemukan titik cerah. Hal ini terbukti melalui seseorang penyandang cacat yang ikut serta dalam perkembangan penemuan teknologi terbaru ini. Menurut Dennis Aabo Sorenson, dirinya bisa merasakan semua hal dari benda yang ia sentuh, mulai dari teksturnya yang kasar ataupun halus dan bentuk benda yang ada di dalam genggamannya. Pria berusia 36 tahun inipun merasa sangat gembira, karena dengan adanya alat ini semua penyandang cacat akan bisa merasakan hal yang sama dengan orang normal pada umumnya.

image credit
Penelitian ini sendiri dipimpin oleh Micera dan Stanisa Raspopovic yang dibantu oleh rekan-rekannya sesama peneliti yang berasal dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne. Tangan palsu dengan sistem sensorik ini bekerja dengan cara melakukan pembedahan di tangan penggunanya, kemudian sistem sensor yang canggih tersambung dengan kabel yang terhubung langsung ke beberapa elektroda. Nah, dengan cara ini, tangan palsu dengan sistem sensorik ini tidak hanya membantu penggunanya kembali merasakan sebuah sensasi sentuhan, namun juga bisa kembali mengaktifkan syaraf yang tadinya sudah tidak berfungsi untuk waktu yang lama, bahkan hingga lebih dari satu dekade.

Tes yang dilakukan oleh Sorenson pun tidak main-main. Ketika tes berlangsung, mata Sorenson ditutup sehingga ia tidak dapat melihat benda yang sedang ia genggam. Dengan begitu, satu-satunya cara agar Sorenson bisa mengenali benda digenggamannya adalah dengan merasakannya. Hasilnyapun tidak mengecewakan, sebuah perkembangan pesat telah terjadi. Hal ini dibuktikan lewat Sorenson yang bisa membedakan Jeruk Mandarin dan Bola kasti saat menggenggam kedua benda tersebut. Tak hanya sampai disitu, bahkan Sorensson bisa menilai mana barang yang lunak dan keras. Hal inilah yang membuat para peneliti yakin bahwa tak lama lagi tangan palsu dengan sistem sensorik ini akan segera rampung. Hasil dari penelitian tim dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne inipun disambut positif dan decak kagum dari para peneliti professional yang mendengar kabar adanya kemajuan pesat dalam perkembangan tangan palsu dengan system sensorik ini.

Memang dalam kenyataannya, teknologi yang diterapkan di tangan palsu ini masih memiliki beberapa kekurangan dan harus melalui serangkaian uji coba berikutnya. Para peneliti dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne kini tengah mencoba membuat versi portable dari tangan palsu ini agar lebih mudah untuk dipakai bagi yang membutuhkan. Selain itu masih harus ada penelitian untuk elektrodanya sendiri, karena elektroda harus dipastikan bisa bertahan bertahun-tahun lamanya jika sudah ditanam ditangan seseorang. Namun, melihat perkembangan pesat akan teknologi tangan palsu ini, para peneliti optimis bahwa tangan palsu dengan sensor motorik sudah bisa ada di pasaran pada 5 tahun ke depan. Kita tunggu saja ya!

Nah, selain tangan palsu dengan sensor motorik yang masih dalam perkembangan, Ecole Polytecnique Federale de Lausanne pun memiliki pengaruh positif lain dalam perkembangan dunia teknologi, yaitu Mouse komputer. Mouse komputer memang hal yang sudah biasa kita lihat di manapun mengingat kebutuhan manusia terhadap teknologi saat ini. Namun, mouse merupakan bagian penting yang tidak bisa diremehkan dalam rangkaian sebuah komputer, bukan? Bahkan, para pengguna laptop saja yang sebenarnya sudah dilengkapi dengan mouse pad, ada yang membawa mouse portable. Nah, tahukan kamu, desain mouse pada masa kini ternyata berdasarkan hasil desain yang dibuat oleh Ecole Polytecnique Federale de Lausanne? Desain mouse ini sendiri adalah ciptaan dari Prof.Jean Daniel Nicoud yang merupakan jebolan dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne tentunya.

Jadi, mouse yang sering kita gunakan saat ini, baik mouse tipe laser ataupun tipe LED merupakan salah satu karya daripada Ecole Polytecnique Federale de Lausanne melalui alumnusnya yang bernama Prof. Jean Daniel Nicoud. Walaupun kecil, namun mouse sangat berarti jika mengingat fungsinya ,bukan? 

Selain dua penemuan dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne yang sudah dibahas di atas, ternyata masih ada lagi perkembangan dalam dunia teknologi yang berhasil dilakukan oleh Ecole Polytecnique Federale de Lausanne tentunya. Kali ini adalah teknologi yang sangat membantu manusia dalam mengatasi penyakit yang sangat berbahaya, yaitu penyakit jantung koroner. Nah, semenjak tahun 2010 sudah ada alat simulasi 3D yang bisa mendeteksi tanda-tanda adanya penyakit jantung.

Hal ini dimulai dari sekelompok ilmuwan dan para peneliti dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne yang mengembangkan perangkat lunak simulasi 3D. Hal ini ditujukan untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit jantung sejak dini. Tim peneliti yang bermarkas di Laboratorium milik Ecole Polytecnique Federale de Lausanne ini menyatakan bahwa model yang sudah ada sangatlah cocok untuk bisa mendeteksi penyakit jantung sejak dini. Sehingga orang yang memeriksakan jantungnya ke dokter langsung bisa mengetahui apakah akan ada peningkatan resiko penyakit jantung pada dirinya.

Jelas bahwa perkembangan simulasi 3D ini akan sangat berguna bagi masyarakat dunia maupun dunia kedokteran. Alat simulasi ini diprediksikan untuk bisa membaca semua aliran dan sistem kardiovascular manusia yang sangatlah kompleks, untuk membantu para tenaga medis khususnya dokter untuk mencegah penyakit jantung. Apalagi penyakit jantung sendiri, merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Alat simulasi ini nantinya akan didukung oleh teknologi komputer, yaitu Super Komputer Cadmos yang memiliki kemampuan setara dengan 8.000 komputer individu. Keren bukan, penemuan yang dilakukan oleh tim peneliti dan ilmuwan dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne ini? 

Melalui penemuan dan pengembangan yang dilakukan oleh Ecole Polytecnique Federale de Lausanne dalam dunia teknologi jelas membuktikan kualitas perguruan tinggi ini dalam mendidik siswa-siswanya. Tentunya hal ini bisa terjadi pasti karena adanya dukungan dari staff pengajar yang sangat kompeten dibidangnya yang dimiliki oleh Ecole Polytecnique Federale de Lausanne dalam bidang teknologi. Ya, perguruan tinggi di bidang teknologi ini memang terkenal tak hanya karena kualitasnya, namun juga melalui bukti-bukti yang berhasi disuguhkan kepada dunia dunia melalui pengembangan dan penelitian teknologi yang dilakukan oleh para alumnusnya.

Tercatat hingga tanggal 19 bulan Mei lalu pada acara International Conference on Robotics and Automation, Ecole Polytecnique Federale de Lausanne kembali memamerkan penemuan terbarunya dalam bidang teknologi. Bukan simulasi 3D pendeteksi penyakit jantung atau tangan palsu dengan system sensorik. Namun, kali ini perguruan tinggi kenamaan asal Lausanne Swiss ini memerkan sebuah robot kecil yang bisa melompat jauh layaknya seekor belalang atau hewan pelompat lainnya.

Memang robot temuan Ecole Polytecnique Federale de Lausanne belum dijelaskan tujuan dan kegunaannya untuk apa, bahkan untuk informasi kapan robot ini akan beredar di pasaranpun belum jelas pastinya. Namun, terlepas dari semua hal tersebut, penemuan Ecole Polytecnique Federale de Lausanne akan robot pelompat ini mesti diacungi jempol. Karena robot pelompat ini memiliki daya jelajah yang cukup jauh dengan lompatannya. Padahal robot ini hanya berukuran kecil, yaitu 5cm dengan berat hanya 7 gram, yang kira-kira bisa digenggam oleh orang dewasa.

Namun, dibalik badannya yang kecil, robot ini mampu melompat hingga 350 kali dalam interval 3 detik saja. Busa kamu bayangkan, bukan? Bagaimana cepatnya gerakan robot ini dalam menjelajah dengan lompatan. Sedangkan untuk jarak lompatannya, robot ini mampu melompat setinggi 1,4 meter dan sepanjang 0,8 meter. Jika dihitung-hitung, perbandingan antara ukuran badan robot dan kemapuan lompatannya, berarti robot ini mampu melompat 27 kali lebih besar ketimbang dengan ukurannya, dengan kecepatan 350 kali lompatan dalam interval 3 detik. Dahsyat bukan?! Nah, robot kecil pelompat ini adalah salah satu dari sekian banyak penemuan dan pengembangan teknologi yang berhasil dilakukan oleh tim peneliti dan ilmuwan teknologi dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne atau yang tertulis dalam bahasa Inggrisnya Swiss Federal Institute of Technology. 


Jadi, bagaimana? Kalau kamu termasuk seorang pelajar yang ingin berkuliah di luar negeri dan sangat tertarik akan dunia teknologi, Swiss Federal Institute of Technology atau Ecole Polytecnique Federale de Lausanne merupakan pilihan yang sangat tepat untuk kamu. Dengan segudang penemuan dan pengembangan yang sudah berhasil dilakukan oleh perguruan tinggi ini, dan terbukti sangat berguna bagi kehidupan manusia di masa kini dan masa yang akan datang, pastinya menyampaikan pesan pada kamu para pelajar yang menyukai bidang teknologi untuk datang dan turut serta dalam proses belajar-mengajar di Ecole Polytecnique Federale de Lausanne. 

Bukan tidak mungkin jika kamu bergabung dengan Ecole Polytecnique Federale de Lausanne. Kamu bisa menjadi penemu atau pengembang hebat teknologi di masa yang akan datang. Tak hanya itu, kesempatan dalam dunia pekerjaan di bidang teknologipun akan sangat terbuka bagi kamu. Tidak hanya di Indonesia saja, namun pintu negara lain untuk kamu berkerja di sanapun akan sangat terbuka, jika mengetahui kamu adalah alumnus dari Ecole Polytecnique Federale de Lausanne.

Hal itu bukan tidak mungkin akan terjadi bagi kamu yang ingin sekali bisa berkuliah di sana. Tenaga, skill dan pengetahuan kamu tentang teknologi akan sangat diperlukan oleh industri teknologi yang pastinya akan terus berkembang pesat. Mengingat dari saat ini saja kebutuhan atau bahkan bisa dikatakan sebagai ketergantungan manusia modern terhadap kecanggihan teknologi sudah tidak bisa dipungkiri lagi.
Tentunya karena adanya kebutuhan dan ketergantungan yang sangat besar akan kecanggihan teknologi, masyarakat dan produsen teknologi sangat membutuhkan seseorang yang bisa mengembangkan sebuah teknologi ke arah yang lebih maju. Dan itu bisa saja kamulah salah satu orangnya.

image credit
Jadi, jika kamu berminat untuk menjadi peneliti dan ilmuwan di dalam bidang teknologi, Ecole Polytecnique Federale de Lausanne adalah pilihan yang tidak ada duanya buat kamu, mengingat semua prestasi perguruan tinggi teknologi ini. So, Lausanne I'm coming!
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,292,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Swiss Federal Institute of Technology: Profil Kampus dan Berbagai Penemuannya
Swiss Federal Institute of Technology: Profil Kampus dan Berbagai Penemuannya
https://4.bp.blogspot.com/-eCuldNe-3S8/VDPgGQc29LI/AAAAAAAADec/_W0dpfHgGmE/s1600/sgasgg.png
https://4.bp.blogspot.com/-eCuldNe-3S8/VDPgGQc29LI/AAAAAAAADec/_W0dpfHgGmE/s72-c/sgasgg.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/10/swiss-federal-institute-of-technology.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/10/swiss-federal-institute-of-technology.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy