Kuliah di University of Wellington, New Zealand? Ini Nih, Cerita dari Ben Kristian!

Halo, sobat berkuliah.com semuanya! Kali ini, berkuliah.com akan kembali menyajikan hasil interview dengan salah satu mahasiswa Indonesia y...

Halo, sobat berkuliah.com semuanya! Kali ini, berkuliah.com akan kembali menyajikan hasil interview dengan salah satu mahasiswa Indonesia yang menjalani studinya di New Zealand. Siapakah dia, dan apa saja pengalaman menariknya selama kuliah di sana? Yuk, simak baik-baik ulasan berikut ini, ya! 



Halo, salam kenal. Sebelumnya, bisa perkenalkan diri kamu? Baik dari nama, asal kota, tentang kampus dan jurusan yang diambil, dan saat ini tinggal di mana?

Hai, perkenalkan nama saya Ben Kristian Citto Laksana. Saya berasal dari Bogor, Jawa Barat. Untuk S2 saya, saya kuliah di Victoria University of Wellington, mengambil jurusan Education Policy and Implementation dan focus di bidang Sociology of Education. Saya sudah lulus pada bulan April tahun 2014 kemarin. Saat ini saya sudah berada di Bogor.


Apa yang Ben pikirkan tentang New Zealand sebelum datang kesana, dan apa alasan yang memotivasi kamu untuk datang ke New Zealand?

Jujur pikiran saya mengenai New Zealand (NZ) sebelum saya kesana adalah membayangkan NZ seperti dalam film the Lord of the Rings, di mana negaranya masih sangat hijau dan dipenuhi oleh pegunungan es. 

Yang memotivasi saya untuk ke NZ adalah karena saya ingin mengeksplorasi negara lain selain negara-negara standar yang sering dikunjungi orang Indonesia, dan negara-negara standar yang sering dijadikan tujuan pendidikan lanjut seperti negara-negara di Eropa, AS, Australia, Singapore, Jepang dll. 

Saya riset sedikit mengenai pendidikan NZ, dan ternyata tidak kalah dengan kualitas pendidikan negara lain. Hanya saja mungkin NZ kurang "bergengsi" ketimbang negara-negara lain karena letaknya yang cukup jauh di selatan.


Saat kuliah di NZ, apakah Ben kuliah menggunakan beasiswa atau biaya pribadi? Jika beasiswa, apa namanya dan bagaimana cara applynya sesuai dengan pengalaman kamu?

Untuk biaya, saya kebetulan menerima beasiswa full dari NZ-ASEAN Scholarship.

Beasiswanya setiap tahun dibuka pada sekitar bulan Februari-April dan hanya menyediakan sekitar 50 slot untuk penerima beasiswa. Untuk informasi lebih lanjut mungkin dapat dilihat di: http://www.aid.govt.nz/funding-and-contracts/scholarships/eligible-countries/indonesia.

Pengalaman saya apply beasiswa cukup mudah, hanya mengisi formulir mengenai diri berikut jurusan yang ingin diambil, menulis 2 buah essay mengenai: pilihan jurusan dan mengapa ingin sekolah di NZ, dan memberikan hasil TOEFL saya (min 550 untuk TOEFL atau 6,5 untuk IELTS). 

Kemudian, jika essay dan IELTS dianggap memadai akan dipanggil untuk dilakukan wawancara. Wawancara akan ditanyakan secara mendetail apa yang saya ingin lakukan ketika sudah lulus nanti, apa yang saya harapkan kuliah NZ dan beragam pertanyaan lainnya yang mungkin juga berhubungan dengan essay yang kita tulis.

Setelah wawancara, jika lolos, sekitar bulan November atau December akan diumumkan penerima beasiswanya.

Sekedar informasi, biaya hidup di NZ cukup mahal walaupun mungkin tidak semahal Eropa, 1$ NZ sekitar Rp.9.600 - Rp.10.000. Sekali makan sekitar $9-15, dan untuk kos biayanya sekitar $ 150-200 / minggu. 


Apa kelebihan dari kampus dan jurusan yang saat ini Ben tekuni? Dan mungkin bisa disebutkan 5 jurusan paling favorit di kampus kamu?

Kelebihan dari kampus saya adalah lokasinya yang ada di ibu kota NZ. Dengan itu, saya dapat dengan mudah mengakses informasi dan data yang saya butuhkan secara langsung, karena kantor pemerintahan dan sebagian besar kantor LSM internasional seperti: UNESCO, UNICEF, OXFAM dll ada di Wellington. 

Selain itu, universitas saya, layaknya universitas di negara maju, memiliki fasilitas yang sangat memadai dalam menunjang kegiatan belajar mengajar mahasiswa. Termasuk perpustakaan yang sangat lengkap dan memiliki akses ke berbagai jurnal internasional.

Untuk jurusan saya, kelebihannya adalah fleksibilitas yang diberikan oleh jurusan saya dalam hal apa yang ingin kita jadikan bahan penelitian. Walaupun saya berada di bawah jurusan kebijakan pendidikan, saya dapat meniliti mengenai sosiologi agama, toleransi dan hubungannya dengan pendidikan di negara kita. Jadi, tidak hanya terpaut di perihal sekolah, guru atau pandangan umum lainnya mengenai pendidikan.

Jurusan favorit di kampus saya, adalah: jurusan Education Policy and Implementation, jurusan Religious Studies, jurusan Social and Cultural Studies, jurusan Philosophy, dan terakhir jurusan Political Science.


Bagaimana karakter masyarakat New Zealand terhadap mahasiswa asing?

Masyarakat NZ sangat amat terbuka dengan mahasiswa asing dan masalah SARA di NZ, sangat diambil serius oleh masyarakat di sini.



Bagaimana keseharian mahasiswa Indonesia di New Zealand selain berkuliah?

Kegiatan keseharian mahasiswa Indonesia, kadang kita melakukan kegiatan kumpul bersama untuk istirahat sejenak dari kegiatan perkuliahan, tapi kita juga sering bergaul dengan masyarakat lokal. Kalau saya pribadi yang sering ke coffee shops di Wellington dan menikmati kopi yang sangat enak di sini.


Bagaimana akses trasportasi di New Zealand? Dan di mana saja tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi mahasiswa Indonesia agar bertambah wawasannya?

Akses transportasi sangat mudah. Untuk kota Wellington, kita dapat naik bus atau bahkan jalan kaki karena akses sangat mudah kemana-mana. Sebagai mahasiswa, kita juga dapat diskon untuk tiket bus kotanya. Tempat-tempat yang wajib dikunjungi mahasiswa Wellington untuk memperluas wawasan ada City Gallery Wellington, kemudian NZ National Museum Te Papa, kemudian ada juga NZ National Library. 

Untuk NZ secara keseluruhan, ada baiknya mahasiswa mengunjungi pulau selatan agar dapat menikmati alam yang masih sangat bersih dan dijaga dengan baik oleh pemerintah NZ.


Bagaimana kegiatan PPI di New Zealand? Apa saja event yang paling sering adakan dan dimanakah letak sekretariatnya?

Kebetulan saya ketua PPI Wellington masa jabat 2013-2014 dan presiden PPI NZ masa jabat 2013-2014. 

Untuk kegiatan yang sering kami lakukan adalah diskusi bersama mengenai berbagai permasalahan dengan setiap bulan tema diskusi berubah. Kemudian kita juga ada kegiatan berekreasi bersama, bermain bola (atau olahraga lainnya) bersama, kegiatan seni dan budaya yang kita adakan untuk masyarakat Wellington. Letak sekretariatnya ada di Kedutaan Besar Indonesia.


Apa saja syarat untuk masuk menjadi anggota PPI New Zealand?

Syarat menjadi anggota PPI mudah, yaitu tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Wellington / NZ.


Apakah mahasiswa Indonesia yang ada di New Zealand bisa mendapatkan pekerjaan paruh waktu di New Zealand? jika iya, apa saja jenis pekerjaan tersebut?

Ada sangat banyak mahasiswa yang mendapatkan kerja paruh waktu sembari kuliah di NZ. Ada beragam pekerjaan yang dapat dilakukan, seperti: menjadi kasir di supermarket, asisten dosen di universitas, pekerjaan administrasi di universitas, bekerja di supermarket, atau bahkan jika sedang musim dapat bekerja sebagai pemetik buah kiwi atau cherry di salah satu perkebunan dekat dengan Wellington.


Selama di New Zealand, apakah Ben pernah menemui dan mendapati masalah yang lumayan mengganjal? Baik itu Ben atau teman Indonesia yang lain? Jika iya, bagaimana cara mengatasinya dan dimanakah harus menyelesaikan masalahnya?

Selama saya di NZ dari tahun 2012-2014 tidak pernah menghadapi masalah yang cukup mengganjal. Masyarakat NZ sangat santai dan tidak ribet, jadi tidak membesar-besarkan masalah jika ada. Dan mereka sangat suka membantu (berdasarkan pengalaman saya), jadi jika saya dihadapi dengan masalah akan segera terselesaikan sebelum menjadi masalah yang besar.


Adakah tips-tips yang ingin Ben sampaikan kepada teman-teman di Indonesia yang akan melanjutkan kuliah di New Zealand? Motivasi dan persiapan apa saja yang benar-benar harus dilakukan?

NZ secara keseluruhan tidak terlalu ramai seperti negara-negara maju lainnya. Mungkin satu-satunya kota yang cukup ramai adalah kota terbesar NZ yaitu Auckland. Jadi mungkin yang sudah terbiasa dengan hingar-bingar kota Jakarta dan menyukainya akan agak sulit beradaptasi di kota-kota lainnya seperti Wellington. Walaupun ibu kota, Wellington hanya memiliki sekitar 400 ribu penduduk. 

Namun, jika kamu tipe orang yang suka ketenangan seperti saya, saya sangat menganjurkan untuk melihat NZ sebagai salah satu opsi melanjutkan pendidikan kamu. Mengenai persiapan, jika kamu ingin tinggal di Wellington atau kota-kota di selatan Wellington, persiapkan diri menghadapi musim dingin yang sangat dingin! Dan jangan lupa juga untuk mempersiapkan mental, karena sekolah di negara maju sangat amat jauh lebih sulit ketimbang sekolah di Indonesia.



Nah, demikian uraian tentang cerita pengalaman berkuliah dari Ben Kristian Citto Laksana di negara New Zealand. Semoga bisa menginspirasi dan bisa menambah informasi buat kamu yang ingin kuliah di luar negeri, khususnya di New Zealand, ya! 

Salam berkuliah.com! 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,304,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,444,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,59,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Kuliah di University of Wellington, New Zealand? Ini Nih, Cerita dari Ben Kristian!
Kuliah di University of Wellington, New Zealand? Ini Nih, Cerita dari Ben Kristian!
https://2.bp.blogspot.com/-zmplN5vvU8M/VHgScz682hI/AAAAAAAAFfE/yBhZ8X_dQxs/s1600/Ben%2BLaksana.png
https://2.bp.blogspot.com/-zmplN5vvU8M/VHgScz682hI/AAAAAAAAFfE/yBhZ8X_dQxs/s72-c/Ben%2BLaksana.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/cerita-berkuliah-ben-kristian-citto-university-of-wellington-new-zealand.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/cerita-berkuliah-ben-kristian-citto-university-of-wellington-new-zealand.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy