Orang Indonesia yang Sukses Berkarier di Luar negeri

Banyak ilmuwan dan orang-orang jenius yang terlahir di Indonesia, tapi akhirnya memutuskan untuk berkiprah di luar negeri. Image Credi...

Banyak ilmuwan dan orang-orang jenius yang terlahir di Indonesia, tapi akhirnya memutuskan untuk berkiprah di luar negeri.

Image Credit
Kenapa? Alasannya masih sama, sebab mereka memang kurang dihargai di negara ini. Padahal mereka adalah aset bangsa yang harusnya dijaga agar mereka betah tinggal di Indonesia untuk membangun bangsa ini. 

Kalau orang-orang jenius dari negara ini kabur semua, lalu apa yang akan tertinggal di sini? Karena saya pernah membaca komentar salah satu ilmuwan Indonesia yang tinggal di luar negeri mengatakan seperti ini “Kalau ingin berkarier, maka jangan di Indonesia”. Bagaimana menurut kamu?

Di bawah ini adalah beberapa ilmuwan dan orang-orang cerdas yang mendedikasikan kemampuan mereka untuk negara lain karena kurangnya perhatian dari pemerintah Indonesia. Pemerintah kita lebih suka mengucurkan dana untuk membangun gedung, membiayai ini-itu yang tidak jelas arahnya dibandingkan mengucurkan dana untuk penelitian (padahal ini bisa menaikkan derajat Indonesia di mata dunia). Miris sekali.


Prof. Nelson Tansu, PhD – Pakar Teknologi Nano

Prof. Nelson Tansu
Beliau lahir di Medan, Sumatera Utara, 20 Oktober 1997 dari pasangan Alm. Iskandar Tansu dan Alm. Auw Lie Min. Beliau menyelesaikan pendidikan dari TK-SD-SMP-SMA di Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan, dan merupakan lulusan terbaik saat menyelesaikan pendidikan SMA pada Mei 1995 (beliau juga menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia-TOFI). 

Setelah lulus SMA, beliau mendapatkan beasiswa dari Bohn’s Scholarship untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat (beliau memperoleh tawaran ini karena menjadi salah satu finalis TOFI), beliau berhasil meraih gelar bachelor of science kurang dari 3 tahun dengan predikat cumlaude. Kemudian beliau melanjutkan kuliah dan meraih gelar doktor di bidang Electrical Engineering di Universitas Wisconsin juga pada tahun 2003 (meskipun beliau mendapat banyak tawaran beasiswa dari berbagai perguruan  tinggi di Amerika Serikat).

Beliau adalah seorang akademisi dan peneliti nanoteknologi dan optoelektronika yang menjadi tenure-track Assistant Professor di Lehigh University sejak usianya 25 tahun pada Juli 2003 (beliau memecahkan rekor menjadi asisten professor termuda sepanjang seharah pantai timur di Amerika). 

Beliau mengalahkan saingan beratnya sebanyak 300 orang yang sudah bergelar doktor untuk mendapatkan jabatan sebagai Assistant Professor tersebut. Riset beliau adalah dalam bidang fisika terapan (Applied Physics) terutama di bidang semikonduktor, nanoteknologi, dan fotonika. Beliau sering mengimplementasikan kesuksesannya dalam menempuh karier sebagai academia, namun ia juga seorang yang membanggakan citra academia Indonesia sebagai salah satu contoh peneliti yang membludak system hi-indeks dan citasi untuk publikasi jurnal academia. 

Ia juga merupakan academia yang terobsesi dengan citra sendiri, seperti juga Milena Penkowa. Oleh sebab itu beliau sengaja memasuki artikel secara berleniham, contohnya: 34 jurnal karangan sendiri dalam 41 referensi di satu publikasi. Saat ini beliau menjadi professor di Universitas Lehigh, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3). Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama siberbagai seminar, konferensi, dan pertemuan intelektual, baik diberbagai kota di AS maupun luar AS, seperti Kanada, Eropa, dan Asia.

Berikut adalah profil pendidikan beliau:

a. TK Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara,Indonesia (Juli 1981 – Mei 1983)
b. SD Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara, Indonesia (Juli 1983 – Mei 1989)
c. SMP Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara, Indonesia (Juli 1989 – Mei 1992)
d. SMA Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara, Indonesia (Juli 1992 - Mei 1995)
e. B.S in Applied Mathematics, (Electrical) Engineering, and Physics (AMEP), September 1995- Mei 1998, Universitas Wisconsin – Madison, Madison, Amerika Serikat
f. PhD. IN Electrical Engineering (Applied Physics), September 1998 – Mei 2003, Universitas Wisconsin – Madison, Madison, Amerika Serikat

Karier yang telah dicapai:

a. Menjadi Assistant Professor, Department of Electrical and Computer Engineering, Center for Optical Technologies, P.C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University (Juli 2003 – April 2007).

b. Peter C. Rossin (Term Chair) Assistant Professor, Department of Electrical and Computer Engineering, Center for Optical Technologies, P.C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University (April 2007 – April 2009).

c. Associate Professor (with tenure), Department of Electrical and Computer Engineering, Center for Optical Technologies, P.C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University (Mei 2009 – April 2010).

d. Class of 1961 (Chair) Associate Professor (with tenure), Department of Electrical and Computer Engineering, Center for Optical Technologies, P.C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University (Mei 2010 – sekarang).

Hasil karya riset:

a. Beliau telah mempublikasikan lebih dari 220 jurnal dan konferensi ilmiah internasional pada Februari 2011, tentang semikonduktor, opoelektronika, fotonika, dan nanoteknologi. Terurtama bidang riser yang mencakup fisika dan teknologi dari semikonduktor nanostruktur untuk laser, diode pemancar cahaya, sel surya, komunikasi, energy, dan lain-lain.

b. Journal citations: 1281 citations, dan H-index= 22 (Self sitation > 50%, Februari 2011, ISI Web of knowledge).

c. Delapan paten dalam bidang nanoteknologi dan opoelektronika dari kantor paten Amerika Serikat.

Beliau adalah aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia, beliau seorang ilmuwan yang tumbuh cemerlang dan membuat kagum dunia dengan prestasi dan pencapaiannya meskipun sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari Negara dan pemerintah Indonesia. Beliau bahkan tidak memiliki kebencian sama sekali kepada Negara ini, atas tragedi di mana orangtuanya dibunuh oleh perampok di area perkebunan karet PTPN II Tanjung Morawa pada 1998.

Yang membuat kita semua layak bangga, karena beliau tetap setia memegang paspor Indonesia dan tidak memiliki keinginan untuk beralih kewarganegaraan. Walau pun akan sangat mudah baginya bila ingin menjadi warga Negara Amerika, Amerika pasti akan menyambut beliau dengan tangan terbuka. Tapi beliau mencintai Indonesia, hal ini dibuktikan dengan prestasinya yang segudang untuk menutupi keburukan Indonesia sebagai Negara terkorup di dunia dan beliau juga senang merekrut mahasiswa dari Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. 

Beliau juga masih memiliki ambisi untuk kembali ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia. Semoga cita-cita beliau segera terwujud, dan pemerintah Indonesia mau membuka mata untuk orang-orang seperti beliau.


Dr. Ken Kawan Soetanto

Dr. Ken Kawan Soetanto
Beliau lahir di Surabaya pada tahun 1951. Beliau mengenyam pendidikan di SD swasta di Kapasari, SMP Baliwerti, dan SMA Budiluhur, Surabaya.

Beliau berhasil mendapat gelar profesro dan empat gelar doktor dari sejumlah universitas di Jepang (luar biasanya lagi karena beliau berhasil menggabungkan 4 disiplin ilmu berbeda, yang dibuktikan dari empat gelar doktor yang dperolehnya, yakni bidang applied electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, Medical Science di Tohoku University, Pharmacy Science di Science University Tokyo, dan ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar, yaitu Waseda University). 

Yang sangat menganggumkan, puncak penghargaan akademis itu beliau capai pada usia 37 tahun. Masih tergolong muda bukan?

Di luar status kehormatan akademik yang diperolehnya, beliau juga masuk birokrasi di Jepang sebagai komite pengawas (supervisor committee) di METI (Ministry of Economy, Trade, And Industry atau semacam Menko Perekonomian di RI).

Beliau juga ikut membidani konsep masa depan Jepang dengan terlibat di Japanese Government 21st Century Vision, beliau ikut berpartisipasi langsung menyusun GBHN (kebijakan makro) Jepang. Buah pemikiran belia juga terkenal lewat konsep pendidikan “Soetanto Effect” dan 31 paten yang tercatat resmi di Pemerintah Jepang (Inovasi yang dipatenkan mayoritas dalam bidang elektronika engineering, teknologi informasi, penemuan pengobatan kanker, dan teknik imaging serta di bidang farmasi).

Yang paling mencengangkan adalah dana yang diberikan oleh pemerintah Jepang untuk membiaya riset yang dilakukan beliau, tidak tanggung-tanggung Kementerian Pendidikan Jepang mendanai beliau sampai USD 15 juta pertahun (sekitar RP 140 miliar).

Meskipun telah berhasil dan menjadi tenar di Jepang, tapi beliau tidak melupakan darimana ia berasal, beliau hadir dalam acara I-4 yaitu ikatan ilmuwan Indonesia International yang diadakan pada 16-18 Desember 2010 lalu, acara ini bertujuan agar dapat memberikan inspirasi dan harapan kepada generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan di Indonesia. 

Beliau juga sempat membeberkan pengalamannya bisa menaklukkan dunia perguruan tinggi Jepang, selebihnya beliau banyak mengkritisi system pendidikan di Indonesia yang perlu dirombak agar lulusannya lebih berkualitas, beliau mengatakan jika “Sistem pendidikan di Indonesia sudah tertinggal jauh”. Beliau juga menyayangkan penghargaan terhadap staf pengajar atau guru Indonesia yang sangat kurang. Tapi meskipun begitu beliau masih setia memegang paspor Indonesia, guys.

Profil pendidikan:

a. SD Ta Chung, SD Shi Hwa, SD Ming Jiang di Surabaya
b. SMP Chung Chung di Surabaya
c. SMA Chung Chung di Surabaya
d. Sarjana Teknik dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo (Tokyo University of Agriculture and Technology), Jepang (1977)
e. Doktor Aplikasi Rekayasa Elektronika dari Institut Teknologi Tokyo, Jepang (1985)
f. Doktor Ilmu Kedokteran dari Universitas Tohoku, Jepang (1988)
g. Doktor Ilmu Farmasi dari Universitas Sains Tokyo, Jepang (2000)
h. Doktor Ilmu Pendidikan dari Universitas Waseda, Jepang (2003)

Perjalanan karier:

a. Associate Professor di Universitas Drexel, Philadelphia, AS (1988-1993)
b. Associate Professor di Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, AS (1988-1993)
c. Guru Besar di Toin Universityof Yokohama, Jepang (1993-sekarang)
d. Guru Besar di Universitas Waseda, Jepang (2003-sekarang)
e. Guru Besar di Universitas Internasional Venice, Italia (2005-sekarang)
f. Komite Evaluasi di Institus Teknologi Tokyo, Jepang (1997-sekarang)

Penghargaan yang diterima:

a. Outstanding Achievment Awards in Medicine and Academia dari Pan Asian Association of Greater Philadelphia, AS.

b. Professor Riset Terbaik dan Profesor Mengajar terbaik selama tujuh tahun berturut-turut (1994-2000) dari Toin University of Yokohama, Jepang.

c. Pemegang rekor empat gelar doktor di Jepang: Dr. Eng., Dr. Med., Dr. Pharm., dan Dr. Edu (sejak tahun 2003).


Johny Setiawan, Ph.D

Johny Setiawan
Beliau lahir di Bintaro pada 16 Agustus 1974. Beliau membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang baru TW Hydrae. Beliau memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman dan menemukan planet pertama yang disebut sebagai TW Hydrae b dan bintang baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

Tentu saja penemuan ini menjadi jawaban atas sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana system planet terbentuk? Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti posisi bumi di Galaksi Bima Sakti?

Secara khusus beliau bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian planet dengan PRIMA/Phase-Referenced Imaging and Micro-arcscond Astrometry). Tugas beliau adalah menyeleksi dan mengamati karakteristik bintang-bintang untuk program pencarian planet. Beliau sudah memimpi penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla sejak tahun 2003.
Direktur Planet and Star Formation Departmen MPIA, Thomas Henning, mengatakan:

“Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya, untuk pertama kali kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet.

March Boediharjo

March Boediharjo
March lahir pada tahun 1998 di Hongkong. Keluarganya adalah orang Indonesia yang bermukim di Hongkong. Pada tahun 2005, March dan keluarganya hijrah ke United Kingdom, ketika kaka kaki-lakinya, Horatio Boediharjo yang saat itu masih berusia 14 tahun mendapat beasiswa di Oxford University dalam program Phd dan merupakan siswa termuda di universitas itu (luarbiasa).

March sendiri menyelesaikan sekolah menengahnya di Inggris ketika ia dan keluarganya menemani kakaknya menempuh pendidikan di Inggris (hebatnya dia masuk dalam kelas akselerasi sehingga hanya perlu waktu dua tahun untuk menjalani pendidikan setingkat SMA) dan dia mendapat nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.

March juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti oleh sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dan March lulus dengan predikat memuaskan (padahal dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut). 

March juga mendapatkan 8 GCSEs dalam waktu yang sama. Setelah itu ia mendaftar di Baptist Hong Kong (HKBU), sebenarnya ia sudah mendaftar ke beberapa universitas lain di Hong Kong, seperti Universitas Hong Kong, Hong Kong University of Science and Technology, dan Chinese University of Hong Kong. Tapi sayangnya universitas-universitas itu belum memberikan jawaban.

March ingin sekali menyusul kakaknya yang melanjutkan pendidikana di Oxfod University di Inggris, namun keluarga mereka tidak memiliki uang yang cukup meski pun ayahnya adalah seorang pengusaha, sebab biaya hidup di Inggris memang sangat mahal. Dan akhirnya March dan kedua orangtuanya kembali lagi ke Hong Kong dan meninggalkan kakaknya yang sedang menempuh pendidikan di Oxford.

Di HKBU, March mengkritik bahwa pelajaran yang diajarkan terlalu mudah. Ia mendapatkan B+ dan A- di hampir semua ujian matematika yang membuatnya masuk ke dalam daftar Dean (penghargaan bagi siswa yang memilki IPK 3.00-3.49) dengan tidak ada nilai di bawah C. Bagaimana menurut kalian guys? Anak ini memang menakjubkan sekali, bukan?


Dr. Andreas Harsono

Dr. Andreas Harsono
Beliau adalah orang Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai Kepala Riset (R&D Centre for Strategy) Global di Hay Group sejak didirikan pada tahun 1946 dan merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Beliau bergabung dengan Hay Group pada bulan Oktober 2008 sampai sekarang.

Beliau menduduki posisi sebagai pimpinan atau CEO di sebuah embaga riset Global Hay Group yang berkantor di Singapura (Hay Group mempunyai jaringan hampir di seluruh belahan dunia dengan kantor pusat di Amerika dan kliennya kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti AS, Perancis, dan Inggris).

Apa itu Hay Group?

Ya, Hay Group adalah perusahaan konsultan manajemen global yang bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah strategi menjadi kenyataan. Selain perusahaan raksasa dunia, seperti Microsoft dan Unilever, klien Hay Group adalah para pemimpin Negara, seperti Kantor Perdana  Menteri Inggris dan Jepang, Kantor Presiden Prancis, Rusia, dan AS (Hay Group juga sempat dipercaya untuk membantu para menteri Obama dan staff gedung putih agar lebih efektif berorganisasi dan mengeksekusi strategi di pemerintahan).

Beliau mendapatkan gelar doktor pada tahun 2007 dari Universitas Indonesia (UI) dengan kosentrasi bidang Manajemen (Oh iya, beliau juga pernah tidak naik kelas saat duduk di bangku SMA, guys).

Tapi, apa yang beliau katakan?

“Saya tidak pernah malu dengan ini. Ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang pernah gagal, bahwa kunci untuk bangun kembali terletak pada bagaimana Anda melihat kegagalan itu sendiri”
Dan ini dibuktikannya dengan pencapaian di puncak perusahaan konsultan manajemen global dalam waktu yang cukup singkat. Karena pada Oktober 2008 beliau baru bergabung dengan Hay Group dan pada Maret 2009 beliau sudah mencapai posisi sebagai CEO.

Sebelumnya beliau juga pernah menjadi dekan di Universitas Bina Nusantara,Jakarta.
Bagamaina acara beliau mendapatkan posisi ini?

Menurut beliau, posisi ini diberikan kepadanya karena keberhasilannya dalam membangun pusat riset skala globa; berdasarkan konsep Open Research yang terdiri dari 3 pilar, yaitu radical collaboration, integrative thinking, serta multi-context and multi-cultural environment.

Singkatnya, prestasi beliau adalah membangun dan mengendalikan state-of-the-art riset diberbagai belahan dunia lewat markasnya di Singapura. Sebagai gambaran, pusat risetnya melakukan penelitian pada lima bidang: bisnis keluarga (berpusat di Madrid, Spanyol), merger dan akuisisi (Paris, Perancis), manajemen performa strategis (Frankut, Jerman), peran sentra korporat (London, Inggris), dan transformasi budaya (Boston, AS). Beliau juga memiliki collaborative researchers yang tersebar dari Mumbai (India) sampai Sao Paulo (Beasil). Wah, beliau memang sukses dalam mengembangkan bakatnya.


Muhammad Arief Budiman Ph.D

Dr. Arief Budiman
Beliau lahir pada 28 September 1970 di Yogyakarta. Beliau adalah ilmuwan Indonesia yang bekerja di Orion Genomic AS.

Beliau meraih gelar S1 dan S2 di Texas A&M University, yaitu Botani untuk S1 pada tahun 1994 dan S2 di bidang Bioteknologi pada tahun 1999, kemudian mendapatkan gelar S3 dari Clemson University Genomics Institute dari 1999-2000. Pada awalnya beliau bercita-cita ingin menjadi pilot, tapi karena harus berkacamata saat duduk di bangku SMP, maka beliau kemudian ingin menjadi dokter. Orangtua beliau adalah pekerja pabrik tekstil.

Saat ini beliau menjadi motor riset utama di Orion Gemonic (salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di St. Louis, Amerika Serikat). Beliau menjabat sebagai Kepala Library Technologies Group, menurut Businessweek beliau merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Apakah itu genetika?

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup (peran ilmu ini sangat penting untuk memerangi penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutuhan pangan dunia).

Selain itu beliau adalah anggota dari American Society for Plant Biologist dan American Association for Cancer Research (Asosiasi kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa, seorang dokter dengan titel Ph.D pun belum tentu bisa menjadi anggota asosiasi ini). Seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini hanya jika ia aktif meneliti penyakit kanker pada manusia, ia juga harus membawa rekomendasi dari professor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persisi riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker.

Penemuan:

Selama 9 tahun di Orion Genetics, beliau sudah membuat 8 teknologi untuk menangani sel kanker manusia. Satu sudah diganjar paten, dan yang 7 masih menunggu persetujuan dari kantor paten Amerika Serikat.

Temuan pertama beliau yang sudah dipatenkan adalah alat untuk menemukan biomarka (penanda molekuler) pada penyakit kanker. Sedangkan 7 lainnya berhubungan dengan teknologi pemindai kanker (masing-masing pemindai gen untuk kanker payudara, kanker ovarian, kanker hati, kanker kolon, kanker paru-paru, kanker melanoma, kanker kandung kemih, kanker ginjal, dan kanker endometrial). Daya deteksi alat-alat itu terhadap sel kanker bisa diandalkan (contohnya, pengendus kanker payudara beliau memiliki sensitivitas di atas 90% ) dengan akurasi setajam itu, kalangan kedokteran menilai jika temuan beliau tersebut akan menjadi arsenal penting dalam melawan kanker penyakit pembunuh nomor satu di dunia tersebut.

Salam berkuliah.com
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Orang Indonesia yang Sukses Berkarier di Luar negeri
Orang Indonesia yang Sukses Berkarier di Luar negeri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw-zHLLph8EefZ_pyiusi_Jftb0hNalcjjBdK5yVaVBSgAoCIqpxSoCG8OqFrz4zInKwSEdfasTzk-34Kcva4p4a2qX8znFKd6fgbkgR5LIyID29I9pD7YUOAPaihOmb3ANm-dahFjkf0/s1600/gsbzxb.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw-zHLLph8EefZ_pyiusi_Jftb0hNalcjjBdK5yVaVBSgAoCIqpxSoCG8OqFrz4zInKwSEdfasTzk-34Kcva4p4a2qX8znFKd6fgbkgR5LIyID29I9pD7YUOAPaihOmb3ANm-dahFjkf0/s72-c/gsbzxb.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/orang-indonesia-yang-sukses-berkarier-di-luar-negeri.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/orang-indonesia-yang-sukses-berkarier-di-luar-negeri.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy