Pengalaman Berkuliah di Gent University Belgia dari Syifania Hanifah

Halo, sobat berkuliah.com! Kembali lagi nih, kita akan mengulas cerita pengalaman menarik dari teman-teman kita yang berkuliah di luar nege...

Halo, sobat berkuliah.com! Kembali lagi nih, kita akan mengulas cerita pengalaman menarik dari teman-teman kita yang berkuliah di luar negeri, mereka akan berbagi informasi yang tentu sangat berguna buat kamu jika kamu ingin kuliah di Belgia.

Berikut ini, tim berkuliah.com berhasil menginterview salah satu mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Belgia Siapakah dia, dan bagaimana ceritanya? Berikut ulasannya: 



Halo Syifa. Salam kenal, ya! Sebelumnya, bisa diceritakan tentang profil diri kamu?

Baiklah. Perkenalkan saya Syifania Hanifah Samara, asal dari Bandar Lampung. Sekarang sedang menjalani studi S2 aquaculture di Gent University Belgia. Sebelumnya saya pernah kuliah di IPB mengambil bidang studi Akuakultur atau Budidaya Perairan juga. Di Belgia, saya kuliah dengan beasiswa dari VLIR-UOS (kerjasama universitas di wilayah Belgia yang berbahasa Belanda).


Saat memilih tempat kuliah di Belgia, apakah Syifa memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya, atau hal lain?

Waktu mendaftar beasiswa kuliah di Belgia, saya milih jurusannya dulu. Ini karena saya berpikir, untuk menjadi dosen, kalau bisa bidang ilmunya sama atau tidak begitu jauh berbeda dari ilmu saya waktu studi S1 sebelumnya. Nah, untuk bidang saya sendiri, Akuakultur, ada beberapa negara yang punya universitas bagus di bidang itu, dan pilihan saya ke Belgia. Selain pertimbangan akademis juga karena akses dan tempatnya dekat dengan negara-negara Eropa barat lain, jadi jalan-jalan juga tidak terlalu susah.


Apa kelebihan dari kampus dan jurusan Syifa? Misalnya dari segi fasilitas, ketersediaan referensi, suasana, peraturan, atau lainnya?

Gent University itu memiliki kampus yang bagus di bidang Agriculture dan Life Science nya. Untuk bidang saya sendiri, lab saya juga adalah reference center, jadi saya belajar dari sumbernya langsung. Terus terang karena labnya sudah lama berdiri, tempatnya memang agak tua, tapi semua fasilitas lengkap dan semua staf baik banget. Walaupun sibuk, mereka tetap akan menyapa, dan suasananya juga nggak terlalu serius, kita bisa nanya apapun. Untuk peraturan disini nggak ada yang khusus tentang cara berpakaian atau semacamnya. Jadi, kalau sedang summer, orang-orang santai saja pakai sandal,tank top, celana pendek ke kampus.


Bagaima kita bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem perkuliahan? Apakah ada yang bisa kita persiapkan?

Perbedaan paling besar yang saya rasakan adalah di sini jam kuliahnya panjang banget (3-4 jam). Jadi, dalam sehari cuma ada 2 mata kuliah, biasanya jam 9-12 terus lanjut jam 2-6 sore senin - jumat. Awalnya kuliah seperti itu rasanya capek banget ya. Kadang heran juga, kok dosennya pada tahan dan semangat banget ngajarnya. 

Untuk adaptasi, kita boleh bawa cemilan atau minum ke kelas dan ada break-break kecil. Selain itu, untuk kuliah nggak terlalu beda jauh dengan di Indonesia sendiri.

Sebenarnya, untuk kuliahnya sendiri nggak terlalu berbeda jauh, yang harus disiapkan banget itu justru mentalnya. Karena di tempat orang kita jadi minoritas, saya sendiri karena muslim dan pakai kerudung, kadang dapat tatapan aneh dari orang, terutama saat summer, kenapa ini orang pakai baju tertutup semua. Dan mesti perdalam pengetahuan tentang agama sendiri, karena bakal banyak pertanyaan dari temen dan lingkungan, kenapa nggak minum, makan babi, kenapa puasa, dan lainnya. Yang seperti itu kan perlu dikasih tahu hikmahnya apa dibalik semua larangan itu.


Apa saja yang wajib dibawa sebelum berangkat ke Belgia? Adakah barang-barang yang sebaiknya malah tidak perlu dibawa?

Sebelum memutuskan untuk packing, ada baiknya untuk cari info dan kenalan student Indonesia yang sudah ada di sana, karena banyak student yang lulus punya warisan selimut, rice cooker, karpet, peralatan makan, peralatan dapur, baju winter, atau lainnya. Jadi, sebaiknya nggak usah dibawa. Yang wajib dibawa tentu laptop, tolak angin (terus terang di Indonesia saya jarang sekali masuk angin, tapi di sini gampang banget masuk angin), bumbu instan macam bamboe dan lauk kering seperti abon atau kering tempe untuk adaptasi di minggu-minggu pertama. Tapi, yang paling penting adalah bawa mental untuk ngatasin culture shock, nggak cocok sama makanannya, atau liat cowok-cowok jalan berdua gandengan dan orang-orang biasa aja.



Bagaimana keadaan fasilitas umum di Belgia? Apakah mendukung dan sesuai dengan yang diharapkan?

Fasilitas umum di sini sesuai yang diharapkan, jadi semua teratur. Semua ada jadwalnya : bis, tram, kereta, jadi kalau pergi keluar harus benar-benar planning. Orang-orang di sini juga perhatian sekali sama orang-orang disable, Jadi, walaupun pakai kursi roda pergi keluar, bukan masalah besar. 

Karena semua teratur, yang agak menyulitkan adalah semua harus pake appointment. Contohnya, kalau sakit gigi nggak bisa langsung datang ke dokter, harus telpon dulu buat bikin janji. Kecuali kalau mau ngurus id card juga harus bikin janji. Awalnya agak menyebalkan sih, tapi lama-lama terbiasa. Dan satu lagi, kebanyakan took-toko dan supermarket di sini tutup jam 6 sore pas hari kerja, dan hari minggu tutup total. Sekali lagi, plan everything well.


Apa dan berapa jumlah pengeluaran terbesar selama tinggal di Belgia? Apakah ada trik untuk mengakalinya?

Pengeluaran paling besar selama di sini adalah untuk makan sama jalan-jalan. Untuk menghemat makan, banyak yang terpaksa jadi bisa masak karena harga makanan yang cukup mahal. Kalau lagi malas masak, bisa juga beli makanan di resto Asia yang rasanya mirip-mirip sama masakan Indonesia, tapi dibungkus bawa pulang. Porsi orang bule kan besar, jadi lauk yang sebenarnya 1x makan buat mereka bisa jadi 2-3 kali. Lumayan.

Untuk menghemat biaya jalan-jalan, planning jauh-jauh hari (2-3 bulan) itu penting, karena harga tiket bisa sampai 3 kali lebih murah. Kalau pergi sendiri atau orangnya sedikit bisa pilih youth hostel, tapi kalau ramai lebih dari 6 orang bisa sewa apartemen dan biayanya lebih murah lagi.


Apakah ada tips dan trik spesial untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama kuliah di sana?

Di sini saya belajar bahwa orang-orang sangat menghargai skill. Ada beberapa teman yang bisa bela diri atau olahraga yang punya sertifikat, jadi mereka ngajar di situ, atau teman yang dulunya di pesantren jadi sering diminta untuk mengisi pengajian ibu-ibu yang tinggal di sini. Ada baiknya belajar bahasa setempat, jadi bisa kerja sambilan di restoran, di pabrik coklat, atau jadi babysitter.


Pilihan jenis tempat tinggal terbaik menurut Syifa di mana ya? Apakah asrama, apartemen atau lainnya?

Saya sendiri tinggal di asrama karena peraturan dari beasiswa saya, dan teman-teman sekelas semua kamarnya sebelahan. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Asrama di sini lebih mahal daripada studio atau apartemen, biasanya dapur atau kamar mandinya barengbareng, tapi nggak terlalu sepi karena banyak teman dan nggak perlu pusing dengan listrik, gas, buang sampah, dan lainnya. Cocok buat yang mau fokus belajar dan nggak mau dipusingin sama tagihan-tagihan. Studio lebih murah juga daripada asrama, tapi harus pintar-pintar ngatur listrik dll.

Lebih murah lagi share apartemen, saya pribadi karena stay cuma 2 tahun lebih suka di asrama karena saya sendiri nggak suka terlalu sepi, hehehe.


Ketika kangen dengan Indonesia, entah itu makanannya, orang-orangnya, apa yang biasa Syifa lakukan?

Kalau lagi kangen tanah air, biasanya sama student-student Indo yang lain kita bikin acara makan-makan bareng pas weekend, biasanya ada tema misalnya makanan Jogja atau makanan padang, masing-masing masak dan dibawa terus makan bareng-bareng. Kadang juga ada kumpul-kumpul di rumah orang Indonesia yang menetap di sini, jadi nggak terlalu kerasa jauh dari rumah.


Adakah pesan-pesan yang ingin Syifa sampaikan kepada teman-teman di Indonesia, tentang kiat sukses mendaftar kuliah di Belgia secara umum dan khususnya di kampus Syifa?

Hmm.. Terus terang ya, saya bukan yang paling pinter di kelas. Waktu S1 dulu IPK juga pas-pas an, cuma sedikit beruntung karena bisa ngomong pakai bahasa Inggris. Jadi, suka nggak suka mesti belajar bahasa sih, karena itu dasarnya untuk bisa komunikasi. Khususnya untuk beasiswa saya sendiri mereka prefer yang udah kerja dan kerjanya di bidang yang masih nyambung sama latar belakang ilmunya. jadi jangan terlalu terpaku sama angka-angka, carilah pengalaman yang banyak.



Nah, demikian cerita pengalaman yang telah bersedia dibagikan oleh Syifania Hanifah Samara selama menjalani kuliahnya di Belgia. Semoga bisa menginspirasi kamu semua, dan terus ikuti informasi dari berkuliah.com, ya! Salam sukses selalu. 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,299,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,442,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,59,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Pengalaman Berkuliah di Gent University Belgia dari Syifania Hanifah
Pengalaman Berkuliah di Gent University Belgia dari Syifania Hanifah
https://4.bp.blogspot.com/-rrri7xO5qyk/VGHGbu1ejmI/AAAAAAAAFC4/Ph-KzdSRlA0/s1600/3.png
https://4.bp.blogspot.com/-rrri7xO5qyk/VGHGbu1ejmI/AAAAAAAAFC4/Ph-KzdSRlA0/s72-c/3.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/pengalaman-berkuliah-di-gent-university-syifania-hanifah.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/pengalaman-berkuliah-di-gent-university-syifania-hanifah.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy