Pengaruh Pendidikan Terhadap Kesuksesan: Profil Para Tokoh Sukses Indonesia dan Dunia

Apakah setiap mahasiswa setelah lulus kuliah akan terjamin menjadi sukses? Apa sih sebenarnya definisi dari kata sukses itu? Se...

Apakah setiap mahasiswa setelah lulus kuliah akan terjamin menjadi sukses?
Apa sih sebenarnya definisi dari kata sukses itu?



Setiap orang memiliki definisi sendiri untuk menggambarkan kesukesan. Lalu apakah arti dari kata sukses itu menurut kamu?

Apakah lulus kuliah dengan IPK 4, lalu mendapatkan perkerjaan bagus dengan gaji tinggi, bisa membeli mobil mewah, seperti Lamborghini, Bentle, rumah mewah dengan kamar tidur seluas stadion senayan, istri cantik/suami tampan? Apakah itu kesuksesan yang kamu pikirkan atau ada hal lain?

Zig Ziglar pernah mengatakan:

“Sukses adalah mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang dan semua hal yang tidak bisa dibeli oleh uang. Anda bisa membeli kasur, tapi anda tidak bisa membeli tidur nyenyak”

Jadi, sukses itu tidak hanya berkiblat pada banyaknya uang yang bisa dimiliki, tapi juga kepuasan kita untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.

Coba bayangkan, ketika kamu menjadi seorang CEO dari produk Apple, kamu bekerja keras setiap hari untuk menghasilkan uang banyak dan kamu mendapatkannya, kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan (meskipun kamu tidak bisa memperpanjang umur kamu dengan uang). Tapi disisi lain kamu tidak menyukai perkerjaan kamu, kamu bekerja dengan terpaksa agar bisa dianggap sebagai orang sukses, kamu tidak memiliki waktu untuk dirimu sendiri, kamu tidak bisa melakukan hal-hal yang kamu sukai, dan disisi ini jiwamu merasa tertekan dan menderita. 

Maka, coba kamu simpulkan dan jawab, apakah kamu merasa sukses atau menderita? Ataukah kamu memiliki jawaban ketiga, seperti sukses dalam penderitaan atau sebaliknya?
Tapi bukankah akan lebih baik jika kamu menjadi sukses dan bahagia?

Tapi, di sini saya tidak akan membahas tentang kebahagiaan, kepuasan hati dan sebagainya, saya akan membahas tentang bagaimana pendidikan akan membuat seseorang menjadi sukes.

Selamat membaca!


Bagaimana peran pendidikan dalam meningkatkan taraf hidup seseorang?

Hampir semua orangtua menginginkan anaknya menjadi sukses (kenapa saya tulis hampir semua? Karena memang realitasnya banyak orangtua yang malah dengan sengaja merusak masa depan anak-anaknya sendiri, kalian pasti tahu maksud saya). 

Para orangtua yang menginginkan anak mereka sukses tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang banyak agar anaknya mendapatkan pendidikan yang tinggi, sebuah sekolah atau universitas dengan akreditas baik dan fasilitas yang memadai (meskipun mereka terdiri dari latar belakang yang tidak semuanya orang kaya). Tapi mereka rela bekerja keras, banting tulang siang dan malam demi kesuksesan dan masa depan anaknya.

Tapi, realita pahit yang kita saksikan akhir-akhir ini benar-benar sangat miris, melihat banyaknya sarjana yang pengangguran dan masih menggantungkan hidup kepada orangtuanya, sarjana yang bekerja seadanya hanya untuk mendapatkan uang, sarjana yang bekerja tidak pada bidangnya hanya agar bisa makan. 

Saya pernah melakukan observasi terhadap pengemis anak-anak pada tahun 2013 (tugas mata kuliah Penelitian Kualitatif). Dia adalah seorang bocah laki-laki berumur 11 tahun dan tidak sekolah, ketika saya bertanya “Kenapa kamu tidak sekolah?” jawabannya sungguh mengagetkan “Saya memang tidak ingin sekolah, lebih baik gini saja karena dapat uang, di sekolah tidak dapat apa-apa, tidak ada yang memberikan saya uang” (begitulah bahasa formalnya, karena saat interview dia menggunakan bahasa campur-campur, bahasa Jawa dan Indonesia). 

Wah, saya langsung membayangkan bagaimana kalau adik saya sendiri menjawab seperti itu, mungkin akan langsung saya jitak kepalanya. Bagaimana mungkin bocah sekecil itu menganggap bahwa pendidikan tidak penting? Tapi setelah saya pikir-pikir memang ada benarnya ucapan dia. Kenapa? Karena banyak orang sukses yang terbentuk oleh pengalaman yang mereka dapatkan, keadaan susah menjadikan mereka pribadi yang lebih tangguh dan bekerja keras sehingga bisa menghargai arti kesuksesan dalam bentuk fisik (uang). Banyak orang sukses yang bahkan tidak pernah makan bangku sekolahan, orang sukses yang hanya tamat SD atau dengan level pendidikan rendah lainnya.

Apakah kalian tidak merasa iri ketika melihat seseorang yang tidak tamat SD tapi berpenghasilan puluhan juta rupiah per bulan, sedangkan kalian adalah lulusan sarjana?

Jangan bertanya kepada saya, tentu saja saya merasa iri dan bertanya-tanya bagaimana dia bisa menjadi seperti itu?

Dan jawaban yang saya dapat adalah? Mereka tidak pernah menolak kesempatan sekecil apapun, pekerjaan dengan gaji berapapun. Tapi, para sarjana? Mereka memiliki kriteria untuk mencari pekerjaan, dengan standar gaji mereka sendiri (meskipun mungkin belum berpengalaman), sebagian dari mereka menolak pekerjaan yang ada di depan mata dengan alasan gaji kecil dan lain-lain, tapi ada juga beberapa yang menerima. 

Padahal sebenarnya di sinilah letak proses untuk mencapai si sukses itu, jangan pernah melewatkan kesempatan sekecil apapun karena pengalaman akan membuatmu menjadi besar. Seorang tukang becak yang memiliki banyak pengalaman akan lebih diterima  dibandingkan supir taksi yang tidak tahu rute perjalanan (begitulah bahasa mudahnya). Jadi, jangan pernah menyepelekan segala sesuatu yang Nampak kecil karena mungkin saja dia akan membawa sesuatu yang besar di kemudian hari, kerja keras akan menaikkan derajatmu meskipun tidak dengan cara instan.


Maka, apa yang harus dilakukan?

Kita harus membentuk diri kita masing-masing 
Lalu apa gunanya pendidikan jika orang yang berpendidikan tinggi akhirnya tidak menjadi apa-apa?

Di manakah si pendidikan itu? Dan bagaimana perannya dalam membentuk masa depan seseorang?

Well, sebenarnya diri kamu sendirilah yang membentuk karakter kamu, karena pendidikan adalah sebagai media untuk mengasah kemampuan kamu baik di bidang seni, sastra, politik, ekonomi dan sebagainya. Pendidikan akan membuka wawasan kamu dan ketika itu kamu akan berpikir dan menilai sendiri apa pentingnya pendidikan.


Siapa saja tokoh dunia yang sukses tanpa gelar?

Putri Diana

Image Credit
Siapa yang tidak kenal dengan wanita cantik ini? Dia adalah Diana Spencer yang lebih dikenal sebagai Princess of Wales, ia adalah mantan istri dari Pangeran Charles.

Dalam bidang akademi, Putri Diana dianggap sebagai siswi di bawah rata-rata karena gagal saat mengikuti tingkat O-ujian yang diberikan kepada mahasiswa 16 tahun di Inggris untuk menentukan tingkat pendidikan mereka.


Kol Sanders

Image Credit
Nah, siapa yang suka nongkrong di KFC? Pasti sudah familiar dong dengan pendirinya. Ya, dia adalah Kolonel Harland Sanders. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun, dan karena ibunya bekerja, ia terpaksa memasak untuk keluarganya. Beliau bahkan tidak tamat SD, ia melakukan banyak pekerjaan, termasuk manjadi petugas pemadam kebakaran, sopir kapal uap, dan salesman asuransi. Pengalaman bisnis membantunya menjadi jutawan sebagai pendiri KFC. Ia berhasil mengatasi kurangnya pendidikan dengan menjadi pengusaha bisnis ayam goreng terbesar di dunia.


Agatha Christie

Image Credit
Siapa yang tidak kenal dengan penulis popular yang satu ini? Dia adalah penulis asal Inggris yang dikenal sebagai Master of The Mystery Novel atau Queen of Crime. Novel dengan genre misterinya begitu terkenal hingga ke seluruh dunia. Ia menulis sekitar 80-an novel dan 30-an di antaranya sudah diadaptasi ke dalam film.

Pernahkah teman-teman bertanya, di manakah sebenarnya Agatha Christie belajar menulis sehingga menjadi penulis yang begitu produktif? Ternyata ia hanya belajar di dalam rumahnya. Sebenarnya di dalam keluarganya, ia punya dua kakak yang kebetulan mendapat kesempatan masuk sekolah formal. Sedangkan untuk Agatha, ibunya memilih untuk mengajari sendiri di rumah, ketika usianya sudah menginjak 8 tahun, sang ibu baru mendatangkan tutor ke rumah.

Ketika terjadi Perang Dunia I, Agatha bekerja menjadi perawat (usianya baru belasan). Kemudian ia bekerja di apotek rumah sakit yang kemudian mengilhami cerita soal racun dalam novel-novelnya di kemudian hari.

Novel pertamanya lahir setelah kakaknya, Madge, memberinya tantangan apakah ia bisa menulis novel. Dan tantangan itu dijawab Agatha dengan novel pertamanya yang berjudul “The Mysterious Affair at Styles”. Dari sinilah cerita kariernya sebagai novelis dimulai.


Frederick Douglass

Image Credit
Siapakah Frederick Douglass? Dia adalah seorang budak asal Amerika Serikat yang dilarang sekolah. Tapi itu tidak membuatnya menyerah untuk belajar, ia mulai belajar membaca dari seorang aktivis gerakan pembebasan perbudakan, ia belajar dari apa pun yang bisa ia baca. Untuk memperkaya ilmunya, Frederick selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang yang pengetahuannya lebih tinggi darinya.

Dan bagaimana hasilnya?

Ternyata belajarnya terbukti efektif meski pun ia hanya belajar secara otodidak, karena setelah lepas sebagai budak kemudian ia menjadi penulis hebat, seorang orator ulung, dan menjadi pemimpin gerakan pembebasan perbudakan.


Lawrence Ellison

Image Credit
Ia adalah pendiri Oracle, perusahaan pembuat software terbesar kedua di dunia saat ini. Ia drop out dari University of Illionis pada tahun kedua kuliahnya. Setelah itu ia membangun kariernya sebagai seorang ahli data system. Dan pada tahun 1977 setelah terispirasi dari paper karya Edgar F. Codd menganai database system yang berjudul “Relational Model of Data for Large Shared Data Banks”.


Anthony Robbins

Image Credit
Ia hanya seorang lelaki tamatan SMA yang memulai kariernya dengan cara mempromosikan seminar yang diadakan oleh Jim Rohn (saat itu usianya baru 18 tahun). Ia memanfaatkan kedekatannya dengan Jim untuk belajar “Happiness and Succes Life”. Maka tidak heran jika ia tak segan menyebut Jim sebagai mentor pertamanya. Pada usia 22 tahun, Robbins mulai belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP) secara informal dari penciptanya, John Grinder. 

Selain itu ia juga belajar dari tokoh lain dan akhirnya ia bisa mengambangkan ilmu NLP menjadi ilmu baru yang disebut sebagai Neuro-Associative Conditioning (NAC). Dengan belajar secara otodidak, ia akhirnya menjadi seorang penulis buku terlaris dan menjadi motivator terkenal di dunia. 

Robbins sudah berbicara di hadapan lebih dari 50 juta orang di lebih dari 50 negara. Ia mengubah hidupnya terutama dalam segi finansial, dari seorang pemuda miskin, menjadi pembicara dengan tarif tinggi. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjadi salah satu penasehat mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton (luar biasa sekali).



Belajar makna pendidikan dari tokoh - Susi Puji Astuti

Siapa yang tidak mengenal beliau, selain beliau adalah seorang pengusaha ikan yang sukses, nama beliau juga langsung mencuat dan mencuri perhatian publik sejak Presiden RI Joko Widodo, menyebutkan nama beliau sebagai Menteri  Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja.

Image Credit

Berita ini mengundang banyak kontroversi di tengah publik. Kenapa? Selain gayanya yang nyentrik dan tato yang ada di tubuhnya, juga karena latar belakang beliau dalam pendidikan yang bahkan tidak tamat SMA alias Cuma mengantongi ijazah SMP (beliau adalah menteri perempuan pertama Indonesia yang hanya lulusan SMP).

Otomatis keputusan pak Presiden membuat publik menjadi gempar, berbagai pertanyaan pun muncul dan dibarengi pro dan kontra. Bagaimana perasaan kamu ketika mendengar nama beliau diumumkan menjadi menteri? Kaget? Ya, saya juga sangat kaget.

Untuk mengurangi berbagai pertanyaan yang ada di dalam kepala kita masing-masing, maka ada baiknya kita menelusuri latar belakang beliau. Let’s chek it out!


Siapakah Susi Pudjiastuti?

Beliau lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965, beliau terlahir dari pasangan Haji Ahmad dan Hajjah Suwuh Lasminah yang berasal dari Jawa Tengah namun sudah hidup di Pangandaran selama 5 generasi. Keluarga beliau adalah saudagar sapi dan kerbau yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk dijual di Jawa Barat, sedangkan kakek buyutnya adalah Haji Ireng yang dikenal sebagai tuan tanah.

Beliau hanya mengantongi ijazah SMP, meskipun sempat melanjutkan pendidikan SMA, namun di kelas 2 SMAN Yogyakarta, beliau beliau berhenti sekolah. Setelah tidak lagi bersekolah, Susi menjual perhiasan yang dihargai senilai 750 ribu dan uang itulah yang menjadi modal awal beliau untuk membangun bisnis raksasanya seperti yang kita lihat sekarang ini. 

Pada tahun 1983 beliau mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran, dengan ketekunan, usaha keras dan kreatifitas, akhirnya bisnis beliau terus berkembang pesat, dan pada tahun 1996 beliau sudah mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulannya berupa lobster dengan merek “Susi Brand”. 

Bisnis pengolahannya juga semakin meluas hingga menembus pasar internasional seperti Asia dan Amerika, di sini beliau mulai berpikir jika beliau memerlukan sarana transportasi udara yang dapat mengengkut lobster, ikan dan hasil laut lainnya secara cepat agar sampai kepada pembeli dalam keadaan segar, ide ini didukung oleh lelaki yang saat itu masih menjadi suaminya Christian von Strombeck, yang merupakan pilot berkewarganegaraan Jerman. 

Dan pada tahun 2004, beliau membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 M menggunakan pinjaman bank. Pesawat itu beliau gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan dari berbagai penjuru Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang (pesawat ini merupakan pesawat yang pertama kali mendarat di Aceh untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban ketika terjadi gempa tektonik dan tsunami Aceh pada tahun 2004).

Belum puas dengan pencapaiannya, beliau juga membangun sekolah pilot di Pangandaran, beliau beralasan selain untuk memenuhi kebutuhan pilot juga untuk membangun SDM dari Pangandaran dan sekitarnya, hal ini juga untuk mengurangi jumlah pilot asing yang mewarnai maskapai tersebut.
Ketika bisnis perikanan yang beliau kelola mulai merosot, beliau mengambil keputusan untuk menyewakan pesawatnya untuk misi kemanusiaan, setelah tiga tahun berjalan, akhirnya perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.

Dan sekarang beliau menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja periode 2014-2019. Beliau juga merupakan pemilik dari Presdir PT. ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation (Maskapai penerbangan Susi Air yang mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Dengan 180 pilot dan 175 diantaranya adalah pilot asing, dan pada tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan sekitar RP300 miliar).

Lalu apa alasan Presiden Joko Widodo memilih beliau menjadi menterinya?

Presiden Jokowi memberi alasan bahwa “Susi adalah perempuan karier yang sudah sangat teruji, dia mampu membuat banyak terobosan dan kariernya memang murni dimulai dari bawah sebagai bakul ikan”.

Beliau juga mendapat berbagai penghargaan diantaranya: Pelopor wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa barat tahun 2004, Young Enterpreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primanirata Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden RI pada tahun 2006, Metro TV Award for Economics-2006, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV Indonesia, Berprestasi Award dari PT Excelcomindo, Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009, Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB pada 2011, Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy (APEC) pada 2011, dan menjadi Tokoh Wanita Inspiratif penggerak Pembangunan dari Gubernur Jawa Barat pada 2008.

Dengan berbagai pengalaman dan profesionalitas beliau sehingga menjadi perempuan karier, saya rasa cukup masuk akal jika beliau menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan walau beliau tidak tamat SMA (meski pun masih ada tarik ulur antara pro dan kontra di dalam kepala saya). Bagaimana menurut teman-teman?

Meski sekolah formal tidak bisa menjamin kesuksesan dalam hidup, setidaknya dengan bersekolah saat ini masih cukup layak sebagai instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa (meski banyak yang belum memuaskan). Tapi paling tidak dengan bersekolah, kita bisa memperoleh beberapa hal penting, apa itu?

1. Menambah pengetahuan sebagai dasar wawasan kita.
2. Memperoleh dasar berpikir yang logis, sistematis, metodologis,sehingga bisa memberi kita arahan dalam menjalani hidup.
3. Interaksi sosial di mana kita bisa belajar akan persamaan dan perbedaan.
4. Bagaimanapun juga dalam format pergeseran masyarakat dari yang bersifat agraris ke industri, masih ada orang yang belum menghargai orang lain berdasarkan karya, kredibilitas dan kapabilitasnya. Masyarakat masih mempertimbangkan aspek-aspek atribut/titel latar belakang pendidikan formal.
5. Pendidikan bisa menjadi jembatan kita menuju kesuksesan.

Dan meskipun begitu, jangan pernah berpikir jika pendidikan itu tidak penting, pernah dengar atau membaca quotes Mario Teguh yang seperti ini:

Om Mario, apa tingkat pendidikan yang tinggi menjamin sukses?

Bagaimana dengan orang yang tidak bersekolah apa bisa sukses om?

Satu, sesungguhnya tidak ada yang menjamin apa pun kecuali dengan ijin Tuhan.

Dua, orang yang berpendidikan belum tentu sukses, tapi sudah ditinggikan derajatnya

Tiga, orang tanpa pendidikan tetap bisa berhasil meskipun sulit


Berpendidikan tetap lebih baik

Nah, setelah membaca kata-kata dari Om Mario di atas, kamu pasti tahu kan apa maksudnya? Ya, semua orang bisa menjadi sukses tapi tidak setiap orang berhak untuk sukses. Coba saja bandingkan berapa banyak orang dengan pendidikan yang rendah, bandingkan lebih banyak yang sukses atau tidak? Begitu pula dengan para sarjana. 

Kesuksesan datang dari kerja keras dan usaha tanpa henti bukan hasil dari mengemis dan belas kasihan. Kamu menjadi sukses atau tidak itu ditentukan dari usaha kamu sendiri bukan titel dan lain sebagainya.

Tapi, jika mencermati jawaban Om Mario yang nomor 3, itu memang benar. Orang yang tidak berpendidikan dan kemudian menjadi sukses merupakan hasil dari gemblengan kerja keras mereka yang pantang menyerah. Mereka harus memulai dari Nol dan tidak tahu apa-apa, berbeda dibandingkan orang-orang yang berpendidikan yang sudah diajari dari dasar.

Image Credit
Namun, tidak ada jaminan juga jika kamu akan sukses karena berpendidikan, seperti yang sudah saya katakana sebelumnya, itu semua tergantung usaha kita masing-masing.

Jadi, tidak alasan untuk menjadi pesimis karena takut tidak sukses dengan alasan apa pun, selama kita tekun dalam usaha memperjuangkan kesuksesan kita, maka kita semua pasti akan bisa sukses.

Salam berkuliah.com
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Pengaruh Pendidikan Terhadap Kesuksesan: Profil Para Tokoh Sukses Indonesia dan Dunia
Pengaruh Pendidikan Terhadap Kesuksesan: Profil Para Tokoh Sukses Indonesia dan Dunia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9LtVFKIcOEb4tSsZFodzfdhReEXk3kg_FAk29ds5-r7oODW_EQiAjxSGD6ejpHWmqFgLmTC63txPJKGCYXlBQ9xJVsEI2Kb3_0imi98IwNDbaXTRqPkd6SP9iM2Pa8-2MP91k1v4r3yc/s1600/college-bill.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9LtVFKIcOEb4tSsZFodzfdhReEXk3kg_FAk29ds5-r7oODW_EQiAjxSGD6ejpHWmqFgLmTC63txPJKGCYXlBQ9xJVsEI2Kb3_0imi98IwNDbaXTRqPkd6SP9iM2Pa8-2MP91k1v4r3yc/s72-c/college-bill.jpg
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/pengaruh-pendidikan-terhadap-kesuksesan-profil-tokoh-sukses-indonesia-dunia.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/pengaruh-pendidikan-terhadap-kesuksesan-profil-tokoh-sukses-indonesia-dunia.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy