"Seandainya Aku Jadi Menteri Pendidikan"...(Part 5)

Pendidikan di Indonesia. Banyak kelebihan. Banyak kekurangan. Seiring dengan usainya pesta demokrasi tahun 2014 ini, bangsa Indonesia akan ...

Pendidikan di Indonesia. Banyak kelebihan. Banyak kekurangan. Seiring dengan usainya pesta demokrasi tahun 2014 ini, bangsa Indonesia akan segera menyongsong pemerintahan baru. Ini akan menjadi harapan bagi seluruh bangsa Indonesia akan adanya secercah cahaya yang akan membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebagai agent of change, apa saja sih yang akan dilakukan oleh mahasiswa Indonesia seandainya mereka dipercaya untuk menjadi menteri pendidikan. Mau dibawa kemana ya pendidikan di Indonesia ini oleh mereka? Simak yuk, hasil interview dengan 25 mahasiswa Indonesia berikut ini!


Asih, Mahasiswi jurusan Kimia UGM


Sebetulnya saya bingung harus memulai membenahi bagian mana seandainya saya jadi Menteri Pendidikan, karena sistem pemerintahan kita yang menurut saya sudah sangat bobrok begitu juga dengan sistem pendidikannya. Setiap ganti pemerintahan, sistem dirombak total, kemudian siapa yang jadi korban? Murid-murid Indonesia. Lihat saja dari kurikulum yang berganti dari KTSP, 2004, kemudian 2013, lalu entah apa lagi. Jadi kalau saya jadi menteri pendidikan, saya akan menyempurnakan kurikulum yang sudah ada tanpa harus menggantinya dengan yang baru. Lalu ada program sertifikasi guru, apakah ini benar-benar meningkatkan pendidikan? Menurut saya tidak, daripada untuk sertifikasi, kalau saya jadi menteri pendidikan saya akan memanfaatkan dana yang ada untuk memberi beasiswa anak-anak yang tidak mampu.


Safarina, Mahasiswi jurusan pendidikan dokter gigi UGM


Seandainya saja menjadi Menteri Pendidikan saya ingin melakukan penyetaraan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah yang ada di desa. Apapun upayanya, pokoknya semua anak-anak di desa terpencil bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Kemudian, jika kurikulum pendidikan yang sebelumnya sudah bagus tidak perlu diganti semua dengan kurikulum yang baru karena rata-rata sekolah di desa belum siap untuk perubahan ini. Biasanya di negara kita ini setiap ganti menteri, kurikulum juga akan ganti.


Dilla, Mahasiswi jurusan keperawatan UGM



Seandainya saya jadi Menteri Pendidikan, saya harus bisa menimbang-nimbang terlebih dulu mana yang baik untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia. Kalau ingin mengganti sistem yang sudah ada dengan sistem yang baru, harus melihat ke belakang dulu apakah sistem sebelumnya baik atau bagaimana. Saya juga tidak akan langsung merealisasikan sistem pendidikan yang baru, jika sistem pendidikan yang lama bisa diperbaiki saya akan mencoba memperbaikinya. Karena menurut saya kalau langsung merealisasikan sistem baru malah jadi kacau. 


Effendi, Mahasiswa jurusan pendidikan dokter gigi UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan mengembangkan pendidikan ke pelosok-pelosok daerah karena menurutku masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau oleh pendidikan. Caranya aku akan mulai dari yang sederhana, dari PAUD kemudian pembangunan sekolah. Karena banyak sekali daerah pelosok yang transportasinya masih kurang, sehingga anak-anak sulit mengakses pendidikan. Banyak juga guru-guru yang dengan sukarela mengajar di daerah. Aku akan lebih memperhatikan guru-guru yang rela mengajar di daerah seperti ini. Kemudian aku akan meningkatkan fasilitas pendidikan dan sarana pendidikan yang sederhana saja seperti meja, kursi, papan tulis.


Titi, Mahasiswi jurusan komunikasi UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan :
1. Lebih memperhatikan kesejahteraan guru dan lebih mengutamakan keprofesionalitasan buat para guru soalnya guru itu punya peran penting untuk mendidik bangsa. 
2. Aku akan melakukan pemerataan pendidikan untuk semua warga Indonesia ya walaupun sulit untuk 100% merata tapi aku akan berusaha membuat pendidikan warga Indonesia terpenuhi  terutama buat orang-orang pedalaman yang kadang tidak terjamah.
3. Aku akan mencari kurikulum pendidikan yang benar-benar tepat diterapkan di Indonesia, diuji dulu jangan langsung diterapkan. Selanjutnya aku akan memperbaiki sistem UN di Indonesia dicari jalan keluarnya sistem apa yang memang cocok. 


Iwan, Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer UGM, BEM FMIPA UGM 


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan mengubah pola dan cara pendidikan di Indonesia. Masalah pendidikan di Indonesia saat ini terlalu kompleks, pembentukan karakter kreatifitas sejak usia dini sangat kurang sekali, pengetahuan tentang budaya dan bernegara dikalahkan dengan pelajaran yang tingkatannya sangat memberatkan bagi siswa di bangku sekolah dasar yang seharusnya proses pembelajaran dilakukan dengan membuat siswa senang kemudian tertarik dan mempelajarinya. 


Amel, Mahasiswi sekolah vokasi UGM, peserta student exchange ke China


Kalau aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan memperbaiki atau menyempurnakan fasilitas penunjang pendidikan. Mulai dari kurikulum, staf pengajar, sampai kelengkapan fasilitas seperti bangunan sekolah, buku, dan alat praktikum. Aku akan meningkatkan kualitas pengajar, membangun sekolah yang sudah rusak atau tidak layak. Aku akan mengurangi bahkan meniadakan anak yang putus sekolah karena semua berhak mendapat pendidikan yang layak. Aku akan memberikan kemudiahan atau beasiswa untuk pertukaran pelajar yang bisa membuat semangat pelajar untuk lebih cinta tanah air dan memajukan pendidikan Indonesia. Aku akan membuat sekolah gratis untuk warga kurang mampu dan membekali pelajar dengan keterampilan bukan hanya teori saja. Untuk memenuhi fasilitas pendidikan, aku akan mengadakan kerjasama dengan dinas pendidikan untuk terus mengontrol sekolah yang ada di wilayah tersebut melalui rapat rutin dengan kepala sekolah, kalau ada yang kurang harus segera dilaporkan. Karena sekarang sudah jamannya teknologi berkuasa, maka aku akan membuat pelajar jadi lebih melek teknologi dengan memberikan fasilitas lengkap yang mendukung mereka untuk memanfaatkan teknologi.


Anik, Mahasiswi jurusan kimia UGM


Kalau aku jadi Menteri Pendidikan, imposible sebenarnya tapi kalau seandainya iya…aku tidak akan ragu atau gengsi pada menteri yang lama untuk bertahan dengan sistem pendidikan yang sebelumnya. Jika memang sistem atau kurikulum yang sebelumnya sudah bagus aku tidak akan menggantinya hanya karena keegoisanku sebagai menteri yang baru. Mungkin jika ingin update terhadap perkembangan jaman, aku akan membenahi sedikit atau dimodifikasi sedikit, jangan sampai mengubah total sistem pendidikan. Karena perubahan kurikulum yang sering terjadi di negara kita ini sangat membingungkan buat pelajar. Terutama buat mereka yang akan menghadapi ujian. Mereka sering dijadikan percobaan sistem UN, padahal nilai UN sangat menentukan jenjang sekolah berikutnya. 


Indiarto, Mahasiswa jurusan pembangunan wilayah UGM, mantan kepala divisi propaganda BEM FGe UGM


Jika saya menjadi Menteri Pendidikan, hal yang pertama kali akan saya lakukan yaitu membenahi beberapa bagian dari sistem pendidikan kita saat ini. Bayangkan sejak umur 2 atau 3 tahun anak-anak Indonesia sudah dijejali dengan pendidikan seperti PAUD, kemudian dilanjutkan TK, SD, hingga bangku kuliah., Hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya tingkat stressing orang Indonesia sudah dimulai sejak balita. Kalau saya jadi menteri pendidikan, saya akan menghapus PAUD dari rantai pendidikan kemudian menggantinya dengan pendidikan agama seperti mengaji dan pengenalan adab. Saya juga akan mengubah sistem pendidikan SD, dimana sistem dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama berupa pendidikan karakter dan agama dalam 3 tahun. Tahap kedua berupa identifikasi bakat dan potensi anak, biarkan anak berekspresi di usia dini. Memasuki masa SMP, anak sudah dijuruskan apakah science atau social. Kemudian masa SMA sudah mengerucut lagi misalnya mathemathic, physic, dan sebagainya sehingga terjadi kesesuaian antara SMA dan kuliah. 


Tifa, Mahasiswi jurusan Bidan pendidik UGM


Jika saya menjadi Menteri Pendidikan, saya ingin memperluas akses belajar dan sarana pendidikan untuk para siswa yang berada di daerah pedalaman agar mereka mendapatkan kesempatan belajar yang sama serta menjadikan mereka sebagai bibit unggul daerah yang kelak mendedikasikan dirinya untuk pengembangan potensi daerah yang lainnya. Saya akan menghindari keputusan yang membuat putra-putri bangsa kita ini jadi kelinci percobaan misalnya jika ingin mengganti sebuah acuan pendidikan/kurikulum agar lebih dimatangkan terlebih dahulu jangan langsung diaplikasikan ke siswa padahal dalam kurikulum itu masih perlu perbaikan di sana-sini.


Hasan, Mahasiswa jurusan peternakan UGM


Jika aku jadi Menteri Pendidikan, yang akan aku lakukan pertama kali adalah membenarkan kurikulum yang ada (bukan mengganti yang baru). Membenarkan bearti cuma mengganti beberapa yang dianggap tidak sesuai sehingga tidak terjadi kebingungan pada angkatan yang jadi percobaan kurikulum baru. Kemudian aku akan memfokuskan materi pada minat dan bakat anak dari usia dini. Seperti seorang anak yang memiliki minat dan bakat di sepak bola akan difokuskan di materi sepak bola. Anak tetap menerima materi pelajaran lain tetapi lebih fokus pada minat dan bakat. Ini seperti yang dilakukan di China yang sudah memfokuskan materi sesuai minat dan bakat di usia dini. Selain itu aku akan meningkatkan kualitas pengajar. Tenaga pengajar yang baik bukan hanya orang yang pintar tetapi juga orang yang mampu menyampaikan kepintarannya itu ke anak didiknya. Jadi aku akan mengusulkan tes praktek mengajar untuk calon tenaga pengajar supaya nanti tenaga pengajar itu adalah orang yang benar-benar bisa mengajar.


Tesa, Mahasiswi Pendidikan Dokter Gigi UGM


Kalau aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan mengadakan sebuah workshop pelatihan guru-guru. Kalau mereka sudah dilatih, mereka ditempatkan di pelosok yang memang masih sangat membutuhkan jasa guru karena selama ini tidak terjangkau. Kalau ada yang tidak mau ditempatkan di pelosok, aku akan mengatasinya dengan memberikan fasilitas yang baik pada guur-guru yang diterjunkan ke pelosok tersebut. Karena menurutku dengan memperbaiki pola pikir guru sama saja dengan memperbaiki pola pikir pribadi anak-anak Indonesia yang memang dipersiapkan untuk masa depan Indonesia. Lalu, akan semakin mendukung dan memfasilitasi program Anies Baswedan yakni Indonesia Mengajar supaya semakin banyak mahasiswa yang tertarik.


Ernis, Mahasiswi jurusan Gizi Kesehatan UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan membuat sebuah sistem pendidikan yang tidak mengekang seperti sekarang. Maksudnya aku akan membuat sistem yang tidak saklek harus ini harus itu. Karena kalau aku perhatikan sekarang ini model pendidikan negara kira adalah murid melakukan sesuatu karena takut. Aku ingin membuat murid-murid melakukan segala sesuatunya bukan karena takut tapi karena kesadaran dan kebutuhan mereka akan pendidikan.


Dessy, Mahasiswi jurusan Pendidikan Dokter Gigi UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan memperhatikan pendidikan anak negeri yang masih sering terabaikan terutama di daerah pedalaman. Aku akan fokus untuk menyamaratakan standar pendidikan yang seharusnya sama di seluruh pelosok Indonesia. Aku juga akan mengirimkan tenaga pendidikan ke pelosok-pelosok juga membantu membayar pendidikan bagi mereka yang sangat tidak mampu. Lalu aku juga akan memberikan penyuluhan kepada warga Indonesia bahwa sekolah itu penting supaya kesadaran terhadap pendidikan di Indonesia meningkat. 


Dea, Mahasiswi jurusan Arsitektur UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan menghilangkan paradigma bahwa hanya pendidikan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan saja yang penting, bahwa pendidikan yang berhubungan dengan seni dan perasaan juga merupakan pendidikan yang penting karena saat ini anak-anak yang belajar di bidang seni sering dipandang sebelah mata sehingga bakat mereka kurang berkembang dan mereka kurang percaya diri dalam berekspresi. Aku ingin meningkatkan mutu dan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah seni dan menunjukkan pada masyarakat bahwa anak-anak dari dunia seni bisa disamakan dengan anak-anak dari dunia ilmu pengetahuan.


Fitri, Mahasiswi jurusan Pendidikan Dokter Gigi UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan membuat pendidikan semakin maju dengan meniadakan biaya pendidikan di Indonesia. Aku juga akan membuat pendidikan menjadi sama rata dan bisa dirasakan dari Sabang sampai Merauke, tidak hanya tepusat di pulau Jawa. Kemudian standar pemikiran diperjelas lagi, gaji guru akan aku naikkan demi kesejahteraan guru yang lebih baik.


Hadziq, Mahasiswa jurusan Pendidikan Dokter Gigi UGM, mantan ketua KAMMUS FKG UGM


Seandainya aku jadi Menteri Pendidikan, aku akan membenahi sistem pendidikan yang sekarang. Pertama aku akan melakukan pengkajian ulang mengenai standar guru PNS untuk guru SD sampai SMA. Harusnya dari tahun ke tahun kualitas guru makin baik bukan hanya kuantitasnya saja yang ditambah. Kedua kalau memang dari pemerintah ada dana bisa dibuat program beasiswa ke luar negeri dan ketika kembali lagi ke Indonesia harapannya lulusan tersebut bisa memberi manfaat besar untuk Indonesia. Ketiga mungkin bisa dipertimbangkan pembangunan universitas negeri di daerah yang masih belum ada atau yang agak tertinggal misalnya di Papua dalam rangka meningkatkan kualitas daerah tersebut.


Bimo, Mahasiswa sekolah vokasi UGM


Jika aku jadi menteri pendidikan, aku akan membuat pendidikan berbasis praktek nyata yang aplikatif untuk siswa jadi mereka bisa menerapkan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya sebatas tahu teori. Memang seharusnya ilmu diberikan dengan praktek aplikatifnya untuk membuat siswa tahu penggunaan ilmu tersebut. Aku juga akan melakukan penjurusan sejak dini untuk mencetak sumber daya manusia yang ahli dan handal. Kurang efektif rasanya kalau seorang murid harus mempelajari semua bidang ilmu. Lebih baik dikupas dalam satu jurusan sampai jadi ahli.


Inna, Mahasiswi pendidikan fokter gigi UGM, pimpinan umum berkala ilmiah kedokteran gigi Indonesia


Seandainya aku jadi menteri pendidikan, hal pertama yang akan aku lakukan adalah memperbaiki mutu pendidikan Indonesia terutama di bagian-bagian Indonesia yang di daerah-daerah. Aku juga akan menaikkan gaji guru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka supaya kualitas mereka juga meningkat. Kemudian aku ingin melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia yang skearang ini masih sangat kurang.


Resti, Mahasiswi jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM


Kalau aku jadi Menteri Pendidikan…hmm…sepertinya aku akan fokus pada kurikulum. Maksudnya begini, kurikulum pendidikan di Indonesia ini diperjelas lagi karena sepertinya sekarang ini kurikulum pendidikan Indonesia terasa terlalu rumit. Tapi lebih baik tidak diganti, diperbaiki saja dengan beberapa penyempurnaan.


Nita, Mahasiswi Pendidikan Dokter Gigi UGM


Kalau aku jadi menteri pendidikan, aku akan menghapus ujian nasional. Kenapa? Karena menurutku sekolah tiga tahun tapi lulusnya cuma dilihat dari beberapa hari dan cuma beberapa pelajaran tertentu. Ini menurutku sangat tidak adil dan bisa menimbulkan kesenjangan antar guru. Terus aku akan menyamaratakan pendidikan di seluruh daerah dan meningkatkan dana pendidikan untuk sekolah-sekolah terutama yang di pelosok. Nah, yang penting adalah aku akan meningkatkan kesejahteraan guru-guru karena mereka adalah tonggak keberhasilan pendidikan di Indonesia.


Fani, Mahasiswi pendidikan dokter gigi UGM, bagian dari paduan suara mahasiswa UGM


Kalau aku jadi menteri pendidikan, aku akan mengadakan pendidikan gratis yang benar-benar gratis. Semuanya akan aku gratiskan bukan cuma SPP, karena anak sekolah butuh banyak hal seperti buku, pensil, seragam, topi upacara, sepatu, dan lain-lain. Menurutku kasihan sekali mereka digratiskan sekolahnya tapi fasilitasnya tidak ditunjang kan bisa menyebabkan kesenjangan. Pendidikan cognitive-nya bisa meningkat tapi perekembangan mental dan psikologisnya harus dipikirkan juga karena faktor lingkungan penting sekali untuk level kepecayaan diri seseorang apalagi anak-anak. Lalu aku akan membuat seleksi masuk perguruan tinggi menjadi lebih adil. Tidak ada yang namanya menitipkan anak dosen atau anak pejabat. Aku akan memperbaiki sistem ujian SNMPTN. Mungkin bisa dibuat blind test jadi nanti data yang dikirim untuk penghitungan nilai dan pemilihan peserta didik dari masing-masing universitas cuma nomer peserta sama jawaban LJK-nya saja atau kalau sudah dikoreksi ya nilainya. Kalau begini kan semua anak bisa dapat hak yang sama soalnya masih ada lho universitas yang masuknya lewat belakang.


Lingga, Mahasiswi jurusan Pendidikan Dokter Gigi UGM



Kalau aku jadi menteri pendidikan, aku ingin semua anak di Indonesia wajib untuk mendapatkan pendidikan wajib belajar 9 tahun secara gratis. Kemudian aku ingin semuanya sama rata di seluruh Indonesia. Tidak ada kesenjangan baik mengenai fasilitas, guru, atau apapun itu yang berhubungan dengan pendidikan. Seperti kita tahu, sekarang kan banyak daerah-daerah pelosok yang tidak terjamah.


Wendi, Mahasiswa jurusan teknik mesin UGM


Kalau aku jadi menteri pendidikan, aku akan memperbaiki sistem pendidikan utamanya dari segi kurikulum, pengajaran, dan biaya. Masih banyak pungutan-pungutan di sekolah seperti wajib membeli seragam dari sekolah yang harganya mahal. Sekolah masih menjual buku dan menurutku hal-hal seperti ini harus dihilangkan. Aku ingin bisa meningkatkan kualitas guru di luar pulau Jawa dan memberikan kesadaran akan pendidikan kepada masyarakat di luar Jawa.


Irin, Mahasiswi jurusan pendidikan dokter gigi UGM


Seandainya aku jadi menteri pendidikan, aku akan melakukan peninjauan ulang mengenai kurikulum yang sekarang menurutku terlalu susah dan ribet. Kalau diterapkan ke anak-anak sekolah dasar rasanya kasihan. Aku juga akan meniadakan tes masuk untuk siswa SD, rasanya terlalu memaksa kalau masih SD saja harus ada tes.

Begitulah cerita dari teman-teman mahasiswa yang luar biasa dari Universitas Gadjah Mada seandainya mereka diangkat menjadi Menteri Pendidikan suatu hari nanti. Hmm…ada begitu banyak hal yang rupanya ingin diperbaiki oleh mereka ya?! Mulai dari kurikulum, fasilitas, kesejahteraan guru, beasiswa, sampai ke sistem ujian masuk perguruan tinggi. Semoga saja program dan rencana yang diutarakan teman-teman mahasiswa di sini bisa diwujudkan oleh menteri pendidikan kita yang baru nanti. Pendapat kita tentang pendidikan Indonesia mungkin berbeda-beda satu sama lain. Tapi apapun itu, semuanya hanya bermuara pada satu tujuan, yakni pendidikan Indonesia yang lebih baik. 

Salam berkuliah.com 
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: "Seandainya Aku Jadi Menteri Pendidikan"...(Part 5)
"Seandainya Aku Jadi Menteri Pendidikan"...(Part 5)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwKaDV6dZNtJSt-y14D2dy5wLfAWIGZcZVL0G4gQGFfxYreQv2lhFNjh8trXYAdtndgFS2xGn3uN1SY9q0_YwUFj8YGQBnvo2fw6r93G2XgkRXOc6c_GNbfXyiPa1p4jhK_JiDMO-Ie-g/s1600/afvz.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwKaDV6dZNtJSt-y14D2dy5wLfAWIGZcZVL0G4gQGFfxYreQv2lhFNjh8trXYAdtndgFS2xGn3uN1SY9q0_YwUFj8YGQBnvo2fw6r93G2XgkRXOc6c_GNbfXyiPa1p4jhK_JiDMO-Ie-g/s72-c/afvz.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/seandainya-aku-jadi-menteri-pendidikan-part-5.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/seandainya-aku-jadi-menteri-pendidikan-part-5.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy