Siapa Saja Para Tokoh Pemerhati Pendidikan di Dunia?

Pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam peradaban manusia. Di dalam dunia pendidikan, bisa kita temukan ada banyak sekali s...

Pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam peradaban manusia. Di dalam dunia pendidikan, bisa kita temukan ada banyak sekali sosok orang-orang yang begitu peduli terhadap dunia pendidikan, baik bagi neraganya sendiri, maupun bagi dunia. Di Indonesia, kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan sosok Pak Anies Baswedan, salah satu tokoh muda Indonesia pada era ini yang bisa dikatakan sebagai pemerhati dunia pendidikan di Indonesia dengan ‘Gerakan Indonesia Mengajar’ nya. 

Lalu, jika kita memandang lebih luas lagi, siapa sajakah tokoh-tokoh dunia yang dikenal dalam kiprahnya sebagai pemerhati di dunia pendidikan? Berikut ulasan dari berkuliah.com: 


Jurgen Habermas 



Jurgen Habermas adalah seorang pemikir sosial dan filsuf kontemporer yang paling terkenal di Jerman dan juga menghiasi panggung filsafat internasional. Ia dilahirkan pada 18 Juni 1929 di daerah Dusseldorf Jerman. Habermas merupakan anak Ketua Kamar Dagang propinsi Rheinland-Westfalen di Jerman Barat. Ia dibesarkan di Gummersbach, sebuah kota menengah di Jerman dengan dinamika lingkungan Borjuis-Protestan.

Habermas berhasil menyelesaikan disertasinya pada 1954 di Universitas Bonn Jerman, dengan menulis “Das Absolute und die Geschichte. Von der Zwiespaltigkeit in Schellings Denken (The absolute and history: on the contradiction in Schelling’s thought)” atau ‘Kontradiksi Pemikiran Schelling’. Berakhirnya perang menimbulkan harapan dan peluang baru pemuda Jerman, termasuk Habermas. Hancurnya Nazisme menimbulkan optimisme mengenai masa depan Jerman, namun Habermas kecewa karena hampir tak ada kemajuan yang berarti di tahun-tahun permulaan sesudah perang. 

Antara tahun 1949 dan 1954, Habermas mempelajari berbagai topik (antara lain filsafat, psikologi, kesusasteraan Jerman) di Gottingen, Zurich, dan Bonn. Namun, tak seorang guru pun di tempat Habermas sekolah itu yang benar-benar terkenal, dan kebanyakan mereka mendukung Nazi secara terang-terangan atau hanya melanjutkan pelaksanaan tanggung jawab akademis mereka di bawah rezim Nazi sebelumnya. Selama 2 tahun ia bekerja sebagai jurnalis.

Tahun 1956 Habermas bekerja di The Institute for Social Research di Frankfurt dan bergabung dengan aliran Frankfurt. Ia sebenarnya menjadi asisten riset dari Theodor Adomo, anggota aliran Frankfurt yang sangat terkenal (Wiggershaus, 1994). Meski aliran Frankfurt sering dianggap mengembangkan aliran pikiran yang sangat berhubungan secara logis, pandangan Habermas tak seperti itu.


Michel Foucault


Michel Foucault adalah seorang Filosof asal Perancis. Foucault lahir di Poitiers, Perancis pada 15 Oktober 1926. Foacault merupakan anak ke-2 pasangan Paul dan Anne yang lahir di Perancis tepatnya di Kota Pointiers pada 15 Oktober 1926. Keluarga Foucault memiliki sejarah keluarga yang berasal dari kalangan ahli bedah. Paul, ayahnya adalah guru besar dalam bidang anatomi di sebuah perguruan tinggi Perancis. Sementara ibunya, Anne juga berasal dari keluarga yang berprofesi ahli bedah. 

Latar belakang keluarga ahli bedah inilah yang kemudian menyebabkan pertengkaran hebat antara Foucault dan ayahnya yang bersikukuh mendorong Foucault untuk mengikuti jejak keluarga, menjadi seorang ahli bedah. Tetapi Foucault justru tertarik pada studi filsafat, sejarah, dan psikolog di Ecole Normale Superieure tahun 1943. 3 tahun berikutnya setelah lulus, ia menerima lisensi filsafat pada 1948 dan 2 tahun kemudian memperoleh lisensi dalam bidang psikologi. Ia juga mendapat diploma dalam psikopatologi.

Sebagai seorang yang diakui kecemerlangan otaknya sejak kecil, Foucault berhasil membuktikan kehebatannya di hadapan dosen dan kawan-kawannya di universitas. Hanya saja, selama berkuliah di sana Foucault mengalami masalah pergaulan. Kondisi pergaulan yang eksklusif layaknya kaum bangsawan membuat Foucault merasa frustasi, tertekan, dan depresi. Masa suram keluarga Foucault semakin bertambah setelah pengakuan Foucault bahwa dirinya seorang homoseksual, sesuatu yang dianggap kelainan menjijikkan di masa itu. Gusar akan 'penyimpangan' yang diderita anaknya, Paul membawa Foucault menjalani terapi mental untuk memulihkan kejiwaannya. Ketika menjalani perawatan itulah yang membuat Foucault tertarik untuk menggeluti psikologi ketika kembali ke Ecole Normale Superieure. Semasa menggeluti psikologi, Foucault kerap keluar masuk rumah sakit jiwa untuk mengamati bagaimana dokter melakukan terapi dan mengobati pasien-pasiennya. 

Karir akademisnya diawali dengan menjadi staf pengajar di Universitas Uppsala, Swedia untuk bidang sastra dan kebudayaan Prancis (1955-1958), juga menjadi dosen di berbagai universitas di Prancis. Sempat juga terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Parai Komunis Prancis hingga 1951.

Sebagai seorang akademisi, ia produktif melakukan penelitian dan menerbitkannya. Bukunya yang pertama berjudul ‘Malaidie mentale et personnalitte’ (penyakit Mental dan Kepribadian) yang terbit pada 1954. Hasil penelitiannya yang ia kerjakan untuk disertasi kemudian diberi judul ‘Historie de la folie al'age classique’ (kegilaan dan Ketaksadaran. Sejarah Kegilaan dalam Periode Klasik). Karya-karyanya yang lain adalah: Madness and Civilization, The Birth of the Clinic, Death and The Labyrinth, The Order of Things, The Archaeology of Knowledge, Discipline and Punish, The History of Sexuality.

Foucault sempat masuk menjadi anggota Partai Komunis Perancis atas ajakan Louis Althusser. Pada tahun 1950-1953, pada 1955 ia kemudian bekerja di Universitas Upsalla, Swedia. Di sini Foucault lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan, yang memiliki banyak koleksi buku, khususnya tentang kejiwaan. Dari sanalah kemudian lahir karya-karya monumental seperti Madness and Civization: A History of Insanity in the Age of Reason (1961), dan The Birth of The Clinic: An Archaeology of Medical Perception (1963).

Karir intelektual Foucault semakin bersinar. Karya-karya yang dihasilkannya banyak mengundang antusiasme pembaca. Dalam karyanya, Foucault banyak melahirkan pemikiran yang kritis dan kontroversial. Studi kritisnya terhadap institusi sosial, seperti klinik, rumah sakit, penjara berpengaruh cukup luas.Tulisannya mengenai relasi pengetahuan dan kekuasaan mendapat apresiasi yang sangat besar di kalangan lingkaran akademisi. Selain aktif menulis, Foucault juga aktif dalam aksi-aksi politik. Ia juga kerap diundang ke banyak negara seperti Polandia, Tunisia, Jerman, dan Amerika Serikat untuk memberikan orasi ilmiah. 

Buku-buku yang telah mendapat penghargaan, antara lain: Madness and Civilization, The Birth of the Clinic, Death and The Labyrinth, The Order of Things, The Archaeology of Knowledge, Discipline and Punish, The History of Sexuality. Foucault meninggal dunia pada 25 Juni 1984 dalam usia 57 tahun karena penyakit AIDS yang dideritanya.


Antonio Gramsci


Antonio Gramsci dilahirkan pada 22 Januari 1891 di daerah Ales, provinsi Cagliari, Sardinia, Italia. Dia adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dari pasangan Francesco Gramsci, seorang pegawai negeri dan Giuseppina Marcias. Saudara tertuanya, Gennaro, memiliki keterlibatan dengan sosialisme, sehingga memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan politik Antonio.

Pada 1897, setelah bapaknya dipenjara karena tuduhan pelanggaran administratif, ibu dan saudara-saudarinya pindah ke Ghilarza, tempat di mana Antonio menjalani sekolah dasarnya dan diselesaikannya pada umurnya yang ke-11 tahun, dan dalam rangka membantu finansial keluarganya Antonio bekerja selama 2 tahun di kantor pajak di Ghilarza. Sekolah menengahnya dijalaninya di Santu Lussurgiu, jaraknya sekitar 10 km dari Ghilarza. 

Sejak di bangku kuliah, Gransci juga banyak tertarik pada ‘social movement’ dan sangat terkesan dengan pergerakan buruh dan mendorong dia untuk masuk pada Partai Sosialis Italia (PSI), Ia mulai menjalani kehidupan sebagai seorang aktifis dengan bekerja pada koran sosialis. Pada perkembangan selanjutnya pada tahun 1919 ia memimpin koran “Ordiene Nuovos” terbitan kaum sosialis. pada tahun 1922, terjadi perubahan perjalanannya sebagai seorang aktivis, ia pindah ke Rusia dan bekerja sebagai Comintern di Moskow dan Wina hingga tahun 1924. 

Tepat umurnya yang ke-20 tahun, Antonio mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Turin berkat beasiswa yang disediakan khusus bagi mahasiswa-mahasiswa miskin. Orang lain yang juga menggunakan kesempatan ini adalah Palmiro Togliatti, yang nantinya menjadi Sekjend Partai Komunis Italia (PCI), dan yang bersama Antonio Gramsci dan beberapa sahabat lainya menjadi orang terkemuka di partai itu. Hingga akhirnya pada tahun 1915 Antonio menghentikan studinya. Pada tahun yang sama, Antonio memasuki Partai Sosialis Italia (PSI) dan menggeluti karir jurnalistiknya yang kemudian membuatnya menjadi salah satu pengkritik paling ditakuti di Italia. Kolomnya di majalah sosialis, Avanti! sebuah majalah mingguan di Turin, dan pertunjukan teaternya dibaca dan berpengaruh secara luas. Tulisannya terkenal karena gayanya yang simple dan fokus pada satu hal. Selain itu, ia sering menjadi pembicara pada seminar pekerja mengenai beragam topik, seperti novel Romain Rolland, Komune Paris, revolusi Prancis dan Italia, dan tulisan-tulisan Karl Marx.

Pada tahun 1917, revolusi Bolshevik di Rusia pecah dan Lenin menjadi motor utama gerakan ini, dimana Antonio dan kawan-kawan menumbangkan rezim Tsar dan memegang kendali negara Rusia menuju masyarakat komunis yang dicita-citakan. Pada saat itu pula masih gencar-gencarnya Perang Dunia I. Seperti yang diandaikan Lenin, “revolusi proletariat” di Rusia ini akan menjadi sumbu awal yang nantinya akan bergerak ke negara-negara lain. Dan andaian Lenin ini bukan hal yang mustahil, memang, karena Internasional Komunis memiliki anggota-anggota yang juga bergerak di belahan dunia lain. Namun sayang, mereka malah mengalami kegagalan total. Kegagalan yang diderita Antonio itu berawal dari usahanya bersama sahabat-sahabatnya, Angelo Tasca, Umberto Terracini dan Togliatti, mendirikan majalah mingguan, L’Ordine Nuovo (Orde Baru) pada tahun 1919. Majalah itu sangat berpengaruh terhadap gerakan-gerakan kiri revolusioner di Italia. Liputannya banyak memberi perhatian pada kondisi politik dan kesusantraan Eropa, USSR dan Amerika Serikat.

Tahun-tahun antara  1921 hingga dia dipenjara merupakan masa Antonio paling aktif dan produktif. Tercatat lebih dari 40 tulisan yang di karang mengenai berbagai peristiwa dan pandangannya tentang kondisi Italia dan gagasan-gagasan politiknya. Semuanya tersebar di majalah-majalah gerakan yang ada pada waktu itu. Antonio juga banyak terlibat dengan gerakan “Dewan Pabrik,” semacam soviet-soviet di Rusia. Selain itu, dia menjadi delegasi untuk kongres Komunisme Internasional atau disingkat Komintern III, 1922 (mungkin ia sempat bertemu Tan Malaka  karena Tan Malaka hadir pada Komintern IV, 1923) dan tinggal di Moskow selama 2 tahun. Tahun 1924 ia diangkat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis Italia (PCI) yang didirikan pada 1921. Pertemuannya dengan Julka Schucht memberi warna tersendiri bagi Antonio, karena pernikahannya dengan perempuan itu dianugerahi 2 orang anak laki-laki.

Hingga pada tahun 1926, Antonio ditangkap oleh tentara Fasis dan dikenai hukuman selama 20 tahun. Di sinilah Antonio mulai mensistematisir pemikirannya dalam cacatan-catatan lepas, yang setelah dibukukan disebut dengan ‘Prison Notebooks’. Di dalamnya, Antonio menunjukkan orisinalitas pemikirannya dan menunjukkan relevansinya dengan kondisi Eropa serta bagaimana marxisme seharusnya bekerja di sana. 

Walaupun kondisi tubuh yang terus sakit-sakitan, Antonio tidak lesu-lesu menuliskan gagasannya. Kumpulan beratus cacatan itu merupakan saksi sejarah terhadap kegigihannya melawan kondisi tubuh yang dideritanya. Pada 27 April 1937 ia meninggal dunia karena infeksi paru-paru, infeksi tulang, darah tinggi, pengkapuran urat nadi dan infeksi lambung yang akut.


Ivan Illich


Ivan Illich dilahirkan di Wina pada tahun 1926, yang sayangnya sampai saat ini tidak diketahui tanggal lahirnya. Ia adalah tokoh pendidikan yang sangat kontroversial dengan ide-ide pembebasannya tentang persekolahan, sehingga dikelompokkan sebagai pemikir “humanis radikal”. Ia termasuk orang yang mempunyai kepribadian yang langka, berwawasan luas, dan daya cipta yang kreatif. Seluruh pemikirannya didasarkan pada perhatiannya terhadap penyempurnaan manusia secara fisik, secara rohaniah, dan secara intelektual.

Ivan Illich menempuh pendidikannya di Universitas Gregoriana, Roma, Italia. Di universitas itu Ivan Illich belajar tentang teologi. Setelah mendapatkan gelar sarjananya di Universitas Gregoriana, Roma, Italia, kemudian ia melanjutkan kuliah S3 di Universitas Salzburg. Di Universitas tersebut ia mendapatkan gelar doktor di bidang ilmu sejarah, dan tidak lama kemudian ia diangkat sebagai imam gereja katolik Roma.

Pada tahun 1951, ia memutuskan untuk tinggal di kota New York, Amerika Serikat. Karena waktu itu kota New York telah dipenuhi oleh imigran-imigran dari negara Irlandia dan Puerto Rico maka sehari-hari ia mengabdikan dirinya dengan memberikan bimbingan baik berupa bimbingan pendidikan maupun bimbingan keagamaan. Ia juga berkarya di tengah-tengah imigran tersebut.

Lalu, pada tahun 1956-1969  ia pindah ke Meksiko dan menjadi salah satu pendiri Centre For Intercultural Documentation (CIDOC) di Cuernavara, Mexico, dan sejak tahun 1964-1976 ia mendapatkan suatu penghormatan untuk memimpin seminar-seminar penelitian tentang ‘Institusional Alternative In a Technological Society’ dengan memfokuskan studi-studi tentang Amerika Latin.

Komitmennya pada humanisme radikal menjadikan ia pemimpin bagi bagi kaum katolik.  Sejak tahun 1981, Ivan Illich menjadi profesor di Gottingen dan Berlin di Jerman dan akhir tahun 1982 ia mengajar di Berkeley, California, Amerika Serikat. 

Semasa hidupnya, ia sempat mengeluarkan karyanya dalam bentuk buku-buku ilmiah, diantara buku-buku yang sudah terbit di Indonesia adalah :

1. Celebration of Awareness (diterbitkan oleh Ikon Teralitera pada tahun 2002 dengan judul Perayaan Kesadaran).
2. Medical Nemesis (diterbitkan oleh Yayasan Obor Nasional pada tahun 1995 dengan judul Batas-batas Pengobatan).
3. Deschooling Society (diterbitkan oleh Obor Nasional pada tahun 2000 dengan judul Bebaskan Masyarakat dari Belenggu Sekolah).
4. Vernacular Gender (diterbitkan oleh Pustaka Pelajar pada tahun 1998 dengan judul Matinya Gender) .

Illiich begitu peduli terhadap pendidikan, terutama di Amerika Latin. Menurut Illich, pendidikan yang berlangsung di Amerika Latin saat itu tidak mampu menjawab bahkan menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh siswa. Sekolah hanya mendorong kepada pengasingan siswa dari hidup. Sekolah hanya memaksa semua anak untuk memanjat tangga pendidikan yang tidak berujung dan tidak meningkatkan mutu, melainkan hanya menguntungkan individu-individu yang sudah mengawali pemanjatan itu sejak dini. Pengajaran yang diwajibkan di sekolah membunuh kehendak banyak orang untuk belajar mandiri, pengetahuan dilakukan ibarat komoditi, dikemas-kemas dan dijajakan.

Sehingga sistem pendidikan yang ada waktu itu dapat diandaikan sebagai sebuah bank (banking concept of education), di mana pelajar diberi ilmu pengetahuan agar ia kelak dapat mendapatkan hasil dengan lipat ganda. Jadi, guru adalah subyek aktif, sedangkan anak didik adalah obyek pasif yang penurut. Pendidikan akhirnya bersifat negatif di mana guru memberikan informasi yang harus ditelan yang wajib diingat dan dihafalkan.

Padahal, Amerika latin saat itu telah memutuskan untuk mengembangkan sekolah. Akan tetapi anehnya, ditiap-tiap sekolah itu juga di bangun benih-benih korupsi kelembagaan, dan ini semua atas nama pertumbuhan. Sebagaimana yang diungkapkannya :

”Latin America has decided to school itself into development. This decision results in the production of homemade inferiority. With every school that is built, another seed of institutional corruption is planted, and this is in the name of growth”

Penanaman benih-benih korupsi kelembagaan ini, secara tidak langsung telah terbangun di dalamnya sebuah jembatan sempit untuk menyeberangi jurang sosial yang semakin lebar, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan hanya di peroleh bagi kalangan-kalangan elit, yang kaya semakin kaya dan pintar, sedang yang miskin semakin miskin dan bodoh. 

Semoga bermanfaat! Salam berkuliah.com
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Siapa Saja Para Tokoh Pemerhati Pendidikan di Dunia?
Siapa Saja Para Tokoh Pemerhati Pendidikan di Dunia?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkylf6gA2ifFyJvm3LroKuFXlaajmLn5s68oow6fuGPJY5S4M4mWUzoFGxoKZB8dbMKEJWLg1JIv-hYgUgm2m05ErIAtV4dfUQc7Y9ZyawP4hLmgaSdLkmQ27dUtAjnjqjZWW4_E-rQ10/s1600/wg.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkylf6gA2ifFyJvm3LroKuFXlaajmLn5s68oow6fuGPJY5S4M4mWUzoFGxoKZB8dbMKEJWLg1JIv-hYgUgm2m05ErIAtV4dfUQc7Y9ZyawP4hLmgaSdLkmQ27dUtAjnjqjZWW4_E-rQ10/s72-c/wg.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/siapa-saja-para-tokoh-pemerhati-pendidikan-di-dunia.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/siapa-saja-para-tokoh-pemerhati-pendidikan-di-dunia.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy