Sekilas Profil Sri Mulyani: Sosok Perempuan Indonesia yang Bersinar di Dalam dan Luar Negeri

Siapa tidak kenal Sri Mulyani? Sosok wanita tangguh yang sangat booming namanya saat menjadi salah satu bagian dalam Kabinet Indonesia Ber...

Siapa tidak kenal Sri Mulyani? Sosok wanita tangguh yang sangat booming namanya saat menjadi salah satu bagian dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II pimpinan mantan presiden kita Bapak SBY. Namanya kian melejit tatkala beliau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dan menjadi direktur Bank Dunia. Tak banyak wanita Indonesia yang memiliki peranan langsung dalam roda kabinet Republik Indonesia. Jabatan presiden, wakil presiden serta menteri mayoritas diisi oleh kalangan pria. 

Sri Mulyani
Beberapa nama wanita kondang yang sempat mengisi jabatan menteri antara lain yakni Linda Gumelar, Mari Elka Pangestu dan Siti Fadilah Supari. Berbicara mengenai peran wanita dalam bidang kementerian kabinet Republik Indonesia, tak lengkap rasanya bila tak menyebutkan nama wanita inspiratif yang satu ini. 

Berikut ini ulasan mengenai profil Sri Mulyani yang tentunya akan membuat kamu tercengang-cengang dengan prestasi luar biasa yang beliau torehkan.

Sri Mulyani yang bernama lengkap Sri Mulyani Indrawati atau akrab dengan panggilan Mbak Ani yang secara khusus diberikan oleh istri mantan presiden kita Ibu Ani Yudhoyono, lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.  Anak ke 7 dari 10 bersaudara ini merupakan lulusan Universitas Indonesia, Jakarta, sebagai sarjana ekonomi di tahun 1981-1986. Kemudian beliau melanjutkan kuliah S2 dan S3nya di kampus yang sama di University of Illusionis Urbana-Champaign, USA. Untuk S2, beliau mengambil Master of Science of Policy Economics  (1988 – 1990 ), dan kemudian untuk S3nya Ph. D of Economics (1990 –  1992).


Tumbuh Kembang dari Keluarga yang Menjunjung Tinggi Nilai Pendidikan

Tentu saja, sosok Sri Mulyani seperti yang sekarang, tak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga, bagaimana pasangan Prof. Satmoko (alm.) dan Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko (alm.), yang merupakanguru besar Universitas Negeri Semarang (dulu IKIP Semarang), membentuk karakter Sri Mulyani dan saudara-saudaranya. Dan, pepatah yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” menggambarkan sebagian perjalanan hidup keluarga itu. 

Sri Mulyani dan 9 saudaranya juga tumbuh menjadi orang-orang yang berprestasi dan berpendidikan tinggi. Hebatnya, di bangku sekolah dan kuliah, prestasi mereka selalu menonjol, sehingga biaya sekolah gratis dan mendapat beasiswa kuliah di dalam dan luar negeri. Mayoritas kakak dan adik Sri Mulyani menyandang gelar master dan doktor. Hanya satu orang yang bertitel sarjana dan seorang lagi bergelar professor. Meski profesi mereka beragam, rata-rata mereka juga mengabdikan diri sebagai pendidik sebagaimana ayah-ibu mereka.

Mengenai pilihan universitas, Bapak dan Ibu Satmoko menyarankan anak-anaknya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa bagian barat. Mengapa? Pertimbangannya, biaya universitas swasta mahal. Kedua, sistem perkuliahan universitas di Jawa bagian selatan kurang terbuka, kurang demokratis, kurang cepat, dan mendewakan dosen. Sementara itu untuk urusan profesi, Bapak dan Ibu Satmoko cukup ketat. 

Mereka menganjurkan putra-putrinya menjadi dokter, insinyur dan dosen. Alasannya, ketiga profesi itu pada masa tersebut sangat dihormati secara sosial. Lantas, bagaimana tanggapan orang tua terhadap profesi Sri Mulyani sebagai menteri? Orang tua menganggap jabatan menteri adalah tugas negara. Sebenarnya cita-cita yang diinginkan oleh Sri Mulyani adalah menjadi dosen. Beliau menganggap bahwa menjadi seorang menteri sudahlah garis tangannya. 

Setidaknya ada tiga poin penting yang ditekankan orang tuanya dalam mendidik anak-anak mereka. Pertama, anak-anak dididik untuk selalu bersama dan bersatu. Ini mengingat ekonomi mereka tidak melimpah, karena mereka 10 bersaudara dan orang tua berprofesi sebagai dosen. Kedua, selain dianjurkan jempolan dalam mata pelajaran sekolah, anak-anak diarahkan untuk aktif dalam kegiatan di luar sekolah. Misalnya, voli, basket, hiking, pramuka, Palang Merah Remaja dan paduan suara. Ketiga, membaca dijadikan sebagai kebiasaan atau hobi. Kompas dan Suara Merdeka menjadi bacaan wajib keluarga itu, sedangkan bacaan lain di saat kecil dan remaja adalah Majalah Bobo, Kuncung, Gadis, dan buku-buku nonmata pelajaran.

Lalu bagaimana kehidupan sehari-hari keluarga pasutri Satmoko ini? Kehidupan mereka layaknya keluarga normal lain, sehingga tidak ada yang istimewa. Anak-anaknya dibiasakan hidup dengan apa yang dimiliki, tidak berangan-angan yang macam-macam, jujur, tidak mengambil milik orang lain dan tidak materialistis. Kenangan unik Sri Mulyani sewaktu masa kecil adalah tidur bersama dengan empat saudaranya dalam satu kamar. 

Meja makan menjadi ajang menghangatkan keluarga besar ini. Mereka berkumpul dan berkomunikasi akrab. Jika ayah dan ibu mereka tidak mengajar, pasti semuanya makan siang bersama. Setiap anak menceritakan apa yang dialami dalam hari itu dan ayah-ibu menceritakan pekerjaannya, misalnya soal rekan-rekan mereka yang bermasalah, mahasiswa pintar, mahasiswa bego, sehingga secara tidak langsung dari situ muncul nilai-nilai moral yang ditanamkan orang tua.


Konsistensi Karir di Bidang Ekonomi

Saat ini, Sri Mulyani sedang menjabat sebagai Direktur Bank Dunia sejak tahun 2010. Sebelum beliau semakin melebarkan sayapnya di dunia internasional tersebut, beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar pada Kabinet Indonesia Bersatu, setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Sejak tahun 2008, Sri Mulyani menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, sehingga tugasnya merangkap juga sebagai Menteri Keuangan. Beliau menciptakan sejarah baru di Indonesia dimana tiga jabatan menteri yang disandangnya itu, pertama kali dipimpin oleh perempuan. 

Sebelum berkecimpung di dunia kementrian, Sri Mulyani pernah menjadi Executive Director IMF (Dana Moneter Internasional) di awal Oktober 2002 mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group), menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Kepribadiannya yang lugas dan cerdas, telah mengantarkannya kepada pergaulan yang sangat luas. Beliau disenangi banyak orang di dalam dan luar negeri. Dia menjadi perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi itu. Tugasnya sebagai executive director terkait dengan pengambilan keputusan untuk menentukan berbagai program dan keputusan (action) yang harus diambil IMF. 

Jadi beliau tidak hanya mewakili kepentingan Indonesia. Namun mewakili kepentingan negara-negara anggota di lembaga IMF maupun forum internasional yang relevan. Posisi executive director memberinya kekuasaan penuh untuk bicara dan menyuarakan pemikiran, pertimbangan, maupun keprihatinan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang kebanyakan masih dalam kondisi berkembang dan miskin. 

Dengan demikian beliau juga mempunyai kewenangan untuk melihat dan mengevaluasi, baik kondisi perekonomian Indonesia maupun cara operasi dan prioritas program IMF di dunia. Serta mempunyai banyak kesempatan untuk ikut memperbaiki orientasi program IMF di banyak negara maupun mengatasi dan ikut menyelesaikan masalah global, terutama yang berhubungan dengan arsitektur keuangan dunia, governance, serta berbagai perkembangan dan pembangunan institusi yang diperlukan negara yang ingin bergabung dalam sistem global yang penuh risiko dan ketidakpastian. 

Sehubungan dengan jabatannya yang baru, penggemar warna hitam, putih, dan pastel, yang juga menjabat komisaris independen di Unilever Indonesia dan Astra Internasional harus meninggalkan  pekerjaan mengajar dan berbagai tugas lainnya termasuk di perusahaan swasta sebagai komisaris. Karena posisi executive director di IMF adalah pekerjaan full time dan tidak boleh memiliki keterikatan lain yang bisa menimbulkan konflik kepentingan.

Anak binaan kesayangan Prof Widjojo Nitisastro ini sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Beliau menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Namanya cukup tenar juga kala itu, akibat seringnya tampil di panggung-panggung seminar atau dikutip di berbagai media massa. 

Komentar dan analisisnya kritis, lugas, jernih dan populer. Beliau primadona panggung seminar dan talk show di televisi kala itu. Selain sering muncul di seminar-seminar, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasihat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001) Abdurrahman Wahid.

Sejak Agustus 2001, beliau memutuskan untuk hijrah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), sebagai konsultan di USAid. Bergabungnya Sri Mulyani dalam kegiatan ini adalah dalam rangka sama dengan lembaga bantuan milik Pemerintah AS, USAid dengan program otonomi daerah untuk perkuatan institusi di daerah. Yaitu, memberikan beasiswa S-2 untuk pengajar di universitas di daerah dari Pejuang dari Aceh, Kaltim, Sulut, Papua dan Jawa selama dua tahun. 

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana mendesain program S-2 untuk perkuatan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Di samping itu, beliau juga mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di Georgia University serta banyak melakukan riset dan menulis buku. Bukunya belum selesai. Topiknya tentang Krisis Ekonomi dan Implikasi pada Pengelolaan Utang Publik.


Perdalam ilmu yang dimiliki

Keahlian yang dimiliki oleh Sri Mulyani sudah tidak bisa kita ragukan lagi. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya seminar yang beliau ikuti, baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Bahkan saat hijrah ke Amerika pun beliau tetap aktif mengikuti berbagai seminar yang ada, khususnya untuk masalah internasional. 

Sangat banyak yang mengundangnya untuk seminar, seperti dari USINDO, USAid, University of California San Diego, IMF, World Bank Asia Pacific Department, University of Columbia, Negara Belanda, Minister of Planning, dan lainnya yang masih banyak lagi. Topiknya pun bervariasi, dari economic up date, desentralisasi dan otonomi, institutional reform, perbankan, ekonomi makro, program IMF, governance dan antikorupsi, masalah konflik di Indonesia dan dunia, dan lain-lain.

Ternyata dibalik geliatnya di bidang ekonomi, membuat Sri Mulyani tertarik untuk mempelajari kajian bidang ilmu lainnya seperti psikologi. Beliau mengaku sudah sangat lama tertarik pada psikologi. Bahkan dulu sangat ingin masuk fakultas psikologi daripada fakultas ekonomi, karena senang mempelajari tingkah laku dan sifat manusia. 

Sri Mulyani

Sederet prestasi membanggakan

Kegemarannya membaca membuatnya terdorong juga untuk membuat beberapa buah buku di antaranya adalah Teori Moneter oleh Lembaga Penerbitan UI (1986), A Case of Indonesia (1992), Tantang Ekspor Non Migas Indonesia (1994), Workers in an Integrating World, Discuss Panel World Development Report (1995), Tumbuh Tinggi dengan Uang Ketat (1996) dan masih banyak lagi publikasi lainnya yang sudah beliau hasilkan. 

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Beliau juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Berikut ini beberapa kegiatan yang pernah diikuti oleh Sri Mulyani:

Research Demand for Housing, World Bank Project, 1986 
Kompetisi Perbankan di Jakarta/Indonesia, Bank BNI 1946, 1987 
Study on Effects on Long-term Overseas Training on Indonesia Participant Trainees 
OTO Bappenas–LPEM FEUI, 1988 
Penyusunan Study Dampak Ekonomi Sosial Kehutanan Indonesia. Departemen Kehutanan–LPEM FEUI, 1992 
Survei Pemasaran Pelumas Otomotif Indonesia, Pertamina–LPEM FEUI, 1993 
The Prospect of Automotive Market and Factors Affecting Consumer Behavior on Purchasing Car PT. Toyota Astra–LPEM FEUI, 1994 
Inflasi di Indonesia : Fenomena Sisi Penawaran atau Permintaan atau keduanya. Kantor Menko Ekuwasbang–Bulog–LPEM FEUI, 1994 
Anggota Kelompok Kerja-GATS Departemen Keuangan RI, 1995
Restrukturisasi Anggaran Daerah. Departemen Dalam Negeri–LPEM FEUI, 1995 
The Evaluation of Degree and non degree training–OTO Bappenas, 1995 
Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective, 1995 
Potensi Tabungan Pelajar DKI Jakarta, Bank Indonesia–LPEM FEUI, 1995) 
Studi Rencana Kerja untuk Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi–LPEM FEUI, 1996 
Interregional Input-Output (JICA Stage III), 1996 
Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, LPEM FEUI, 1997
Penyusunan Rencana Repelita VII. Deperindag, 1997
Anggota Komisi Pembimbang mahasiswa S3 IPB, Juni 1998
Indonesia Economic Outlook 1998/1999, 1998
Country Economic Review for Indonesia, Asian Development Bank, 1999
Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI, 1999-sekarang


Sri Mulyani dan keluarga kecilnya

Orang tua adalah figur terbaik bagi anak-anak. Sri Mulyani dan saudara-saudaranya meneladani sikap ayah-ibu mereka. Karakteristik ayahnya yang patut dicontoh adalah penggembira, suka musik, sangat bijaksana, ekspresif, jujur, memiliki insting tinggi untuk melayani orang (karena beliau pernah menjadi dekan), serta memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat tinggi. Sementara sang ibu adalah sosok yang serius, kutu buku, pekerja keras, dan tidak suka pada hal-hal yang berlebihan. 

Ibunda Sri Mulyani menempuh kuliah S-2 dan S-3 di IKIP Jakarta, dan gelar doktor diraihnya di usia 45 tahun. Beliau bangga dengan ibunya yang menjadi ibu rumah tangga dengan 10 anak, tapi juga sukses di pendidikan dan karier. Bahkan, memberi contoh anak dengan meraih gelar profesor. Sosok ibunya inilah yang kemudian menjadi panutannya mengemban tugas mulia sebagai menteri yang tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. 

Istri dari Tonny Sumartono ini, kini sudah memiliki 3 orang anak yaitu Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudi. Sebagai seorang wanita Jawa, rupanya falsafah di atas sangat menjadi perhatian Sri Mulyani. Di tengah kesibukannya yang super padat dengan mobilitas yang sangat tinggi, dirinya tidak pernah lupa akan tugas sebagai seorang ibu dan istri. 

Contohnya beliau masih sempat menyiapkan makanan sendiri buat keluarga. Bahkan ketika menjelang Ujian Nasional (UN) pun beliau mengkhawatirkan nilai ulangan harian Bahasa Indonesia putranya Adwin Haryo. Maklum bahasa sehari-hari yang digunakan sebagai komunikasi dengan anak-anaknya adalah bahasa Inggris. 

Ada yang unik dengan ketiga anak Sri Mulyani. Dibesarkan di lingkungan akademisi dari kakek-neneknya, pendidikan menjadi perhatian serius bagi keluarga itu. Saat ini, ketiga anaknya menimba ilmu di tiga benua yang berbeda. 

Anak sulungnya, Dewinta Illiana kini tengah kuliah di Australia, sedang anak keduanya Adwin Haryo Indrawan yang lulusan SMA Al Azhar sedang melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat saringan masuk universitas, sebenarnya beliau juga di terima di Fakultas Ekonomi UGM, tapi dilepas dan lebih memilih UI. Dia memang lulus UN dengan nilai total di atas 50. Sedangkan si bungsu, Luqman Indra Pambudi mengikuti ibunya untuk melanjutkan SMA di Washington DC, benua Amerika, ditemani sang ayah yang menyusul istrinya. 

Pilihan Sri Mulyani untuk menjabat sebagai executive director IMF senantiasa mendapat dukungan dari keluarga. Kekompakan Sri Mulyani dan sang suami membuahkan hasil yang manis, sehingga hubungan dengan anak-anak yang terpisah 3 benua dapat berjalan lancar dan harmonis. Sungguh sebuah kesempurnaan dunia yang bisa dicapai sosok wanita sukses seperti Sri Mulyani. Beliau dapat diteladani sebagai wanita yang sukses berkarir sekaligus sukses menjadi ibu rumah tangga.

Biasanya Sri Mulyani sangat tertutup untuk urusan pribadi. Beliau hanya mau menceritakan segenap isinya hatinya kepada orang-orang tertentu saja. Selain kepada suami, biasanya Sri Mulyani menceritakan segala masalahnya kepada almarhumah ibunya. Satu kisah yang sedikit membuat hati kita tersentuh tatkala Sri Mulyani harus disuguhi pilihan berat antara mengikuti rapat dengan pelaku usaha dan emiten terkait krisis ekonomi 2008 atau menjenguk sang ibunda yang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di kota yang hanya berjarak 45 menit dari tempatnya memimpin rapat, yakni di Kota Semarang. 

Tanggung jawab dan loyalitasnya sebagai Menteri, membuatnya memilih untuk menjalankan tugasnya memimpin rapat hingga pada akhirnya beliau mendapatkan pesan singkat bahwa ibundanya telah tiada. Ketika itu, hancur sudah seluruh perasaannya dan mengadulah beliau kepada Penciptanya, beliau sadar bahwa beliau tetaplah manusia, seorang anak yang kehilangan ibundanya. 

Begitulah sekelumit cerita sangat menarik dari sosok luar biasa Sri Mulyani. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, Sri Mulyani adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan tidak hanya bagi para wanita Indonesia namun secara umum bagi semuanya saja. Dedikasi dan juga keteguhannya menjalani posisi yang mungkin bagi banyak orang sulit bahkan mustahil, beliau percaya bisa dan mampu menjalankannya. 

Sri Mulyani

Dibalik kesederhanaannya, banyak segudang emas dalam dirinya. Beliau menjadi primadona, cerdas, jelita dan populer dengan analisisnya kritis, lugas dan jernih. Kiprahnya sudah teruji di birokrasi dan lembaga internasional. Kesuksesannya di dunia yang tidak bisa dibantahkan lagi, tak membuatnya lekas sombong dan membangkang. Beliau menyadari betul bahwa dirinya juga masih seorang hamba yang akan selalu takluk pada sang penciptanya. Be Inspired!

Salam berkuliah.com
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Sekilas Profil Sri Mulyani: Sosok Perempuan Indonesia yang Bersinar di Dalam dan Luar Negeri
Sekilas Profil Sri Mulyani: Sosok Perempuan Indonesia yang Bersinar di Dalam dan Luar Negeri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSkdc3h48Z7QFgGuDs6C5GgZexivcAxIB6Vc5e8cQVvUoaBtQLwRJE3AM7eOW-9Ui2cQq85Ybb_7112OkK8CS6GitI8PWiQ_Xfj4H6plMpszkDbx2XkO9xewbs0PvB5ymBQTdHQgXnzAg/s1600/yduvh.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSkdc3h48Z7QFgGuDs6C5GgZexivcAxIB6Vc5e8cQVvUoaBtQLwRJE3AM7eOW-9Ui2cQq85Ybb_7112OkK8CS6GitI8PWiQ_Xfj4H6plMpszkDbx2XkO9xewbs0PvB5ymBQTdHQgXnzAg/s72-c/yduvh.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/sri-mulyani-sosok-perempuan-indonesia-bersinar-di-dalam-dan-luar-negeri.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/sri-mulyani-sosok-perempuan-indonesia-bersinar-di-dalam-dan-luar-negeri.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy