Waktu Gue Exchange: Realita Negeri Ghandi Tak Seindah Dalam Imajinasi, India

YOU MUST BE THE CHANGE YOU WISH TO SEE IN THE WORLD. – MAHATAMA GHANDI Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya dapat menginjakkan kaki...

YOU MUST BE THE CHANGE YOU WISH TO SEE IN THE WORLD. – MAHATAMA GHANDI

Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya dapat menginjakkan kaki di negeri tempat Taj Mahal berdiri. Kesempatan tersebut saya dapatkan melalui “ASEAN Student Visit India” (ASVI), program pertukaran pelajar antar negara yang diadakan oleh Kemenpora bekerjasama dengan Confederation of Indian Industry (CII) dan Kementrian Luar Negeri India. Segala Puji bagi Tuhan, bulan September 2013, saya terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Universitas Diponegoro Semarang.



Tiga hari sebelum keberangkatan, 24 delegasi dari seluruh Indonesia diberi ‘bekal’ agar kami, putra-putri Indonesia, lebih siap menjadi duta di India. Pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, persiapan penampilan budaya, persiapan mental, dan persiapan lainnya diberikan. Delegasi dibagi menjadi 12 pasang, laki-laki dan perempuan. Masing-masing dari pasangan mengemban tugas yang berbeda. Saya dan teman saya Idris, mahasiswa asal Medan bertugas sebagai travel arranger. Kami berdualah yang bertugas mengatur kelancaran perjalanan.


Yeah. We’re ready to go!

Kami berseragam. Baju warna hitam pemberian Kemenpora kompak kami kenakan. Saat saya dan Idris mengecek ulang tiket penerbangan, ternyata tiket milik salah satu delegasi, Guntur, tidak kami dapatkan. Padahal, waktu tinggal beberapa jam sebelum keberangkatan. Saya dan Idris merasa bersalah karena tidak mengecek secara detail dari hari sebelumnya. Kami semua panik. Pihak kemenpora menelpon penerbangan untuk mengecek ulang tiket. Akan tetapi, tiket milik teman kami tetap tidak ditemukan. Dua orang yang bersalah, tetapi satu kelompok tetap dimarahi. Akhirnya, Mba Inda, pendamping kami mengatakan bahwa teman kami akan berangkat menyusul keesokan harinya.
Sebelum keberangkatan, kami semua disiapkan oleh kakak-kakak pendamping kami. Masing-masing dibariskan berhadap-hadapan sesuai pasangan. Kami diperintahkan mengucapkan janji untuk saling menjaga satu sama lain selama program berlangsung.

Saatnya kami berpamitan dengan kakak-kakak dan bapak ibu pendamping saat pelatihan. Kami juga berpamitan dengan teman kami yang tiketnya tidak ditemukan. Tak lupa, kami menelpon orang tua, meminta restu keduanya. Suasana haru kami rasakan. Perasaan bersalah juga bagi saya, karena salah satu teman kami tidak jadi berangkat hari ini.

Berjalan berpasang-pasangan, kami memasuki bandara. Perempuan mengambil trolley, laki-laki menaikkan barang bawaan. Kami kemudian mendorong trolley bersamaan sesuai barisan. Delegasi Indonesia sangat tertata.

Sedikit heran, saya bertanya-tanya kenapa Guntur pada akhirnya dapat berangkat bersama kami. Usut punya usut, tiket sengaja dihilangkan. Untuk menguji, seberapa teliti dan seberapa siap mental kami. Ternyata, begitulah kami diuji. Fiuh, untunglah… saya tidak jadi merasa begitu bersalah.


India, here we come!

Waktu menunjukkan pukul 22.45. Setelah transit di Kuala Lumpur, sampailah kami di Mumbai, negeri para artis Bollywood. Diperlakukan sebagai tamu istimewa, kami dijemput oleh perwakilan dari CII dan langsung bertolak menunju sebuah hotel mewah yang telah disiapkan.

Sesampainya di hotel, kami tak langsung tidur. Kami masih membicarakan tentang esok hari. Seragam apa yang harus kami kenakan, jam berapa kami harus siap, dan berbagai persiapan untuk keesokannya. Kami menyadari bahwa menjadi delegasi, berarti bertanggung jawab terhadap bagaimana pandangan negara lain terhadap Indonesia.


Walking around Mumbai

Realita tak seindah imajinasinya. Mumbai tak seindah yang dipertontonkan oleh film-filmnya. Too crowded. Penduduk yang padat dengan ketimpangan sosial di mana-mana. Di sebelah hotel dan rumah mewah, tinggallah mereka yang hidup di bawah kolong jembatan, di jalan-jalan, sanitasi buruk, gambaran kemiskinan. Menerawang ke Indonesia, saya bersyukur. Jakarta lebih baik, berdasarkan kacamata saya.

Delegasi Indonesia beserta delegasi ASEAN lainnya diajak berkunjung ke Gateway of India, yang konon dibangun untuk memperingati kunjungan Raja George V dan Ratu Mary ke Mumbai. Banyak di antara penduduk sekitar yang menjajakan makanan, mainan, maupun souvenir. Ada pula dari mereka yang berusaha mengalungkan karangan bunga ke pergelangan tangan pengunjung. Gratis dan sebagai simbol pemberkatan, kata mereka. Akan tetapi, tour guide kami memperingatkan untuk menolak pemberian mereka. Karena biasanya, setelah dipergelangkan ke tangan, seringkali mereka meminta bayaran, meminta dibelikan sesuatu, bahkan mengajak ke tempat tinggal mereka. Wow…Harus berhati-hati rupanya.

Dari Gateway of India, kami diajak untuk berkeliling melihat rumah artis-artis Bollywood dan berkunjung ke Lower Pharel Phoenix, sebuah mall di Mumbai. Setelah makan malam, kami mendapatkan presentasi dari Aptech Ltd., perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pendidikan dan training khususnya IT. Aptech berharap untuk dapat bekerjasaman dengan negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia.


First Experience Wearing ‘A1’, Seragam Kebanggaan

Bangun pagi, saya bersiap mengenakan kemeja putih, jas dan bawahan hitam, serta jilbab hitam. Pin bendera merah putih di sebelah kanan, pin nama merah putih dan pin garuda di sebelah kiri. Topi hitam beratribut pin garuda dan syal merah pun tak lupa saya kenakan. A1, itulah seragam kebanggaan.

Hari ketiga di India, delegasi ASEAN berkunjung ke Tata Consultancy Services, salah satu perusahaan terbesar di India. TCS mengusung Life Beyond Work, dimana bekerja dan kehidupan berjalan seimbang. TCS menyediakan fasilitas fitnes, kesempatan pelatihan dan edukasi baik internal maupun eksternal, CSR, serta volunteering.

Setelah dari TCS, kami mengunjungi Hindustan Unilever Ltd., yang memiliki slogan “We work to create better future everyday”. HUL sengaja menciptakan produk yang disesuaikan dengan ekonomi masyarakat india pada umumnya, seperti shampoo sachet yang terjangkau oleh masyarakat ekonomi bawah. HUL juga mengusung adanya ekonomi hijau dan penggerakan produktivitas wanita melalui pemberian kesempatan menjadi agen penjualan produk-produk HUL.

Kunjungan terakhir di Mumbai adalah Whistling Woods International, sebuah kampus perfilman di Mumbai. Disana, kami diajak berkeliling melihat tempat take film, tempat penjahitan kostum, dan tempat-tempat lainnya. Kepala sekolah WWI memberikan sambutan untuk kami. Ketika break, salah satu delegasi Indonesia, Heru dan seorang lagi delegasi perempuan dari Malaysia menampilkan drama india kreasi mereka secara spontan. Kunjungan kami ke WWI kemudian ditutup dengan tayangan 2 buah film singkat hasil karya pelajar WWI.


I’m in love with Hyderabad

Entahlah, saya langsung menyamakan Hyderabad dengan Yogyakarta ketika saya tiba. Tradisionalitas dan budaya India yang khas memberikan daya tarik magis tersendiri bagi saya. Seperti melihat sisi lain dari India. Lebih lenggang, lebih tenang. Tidak banyak kemacetan di mana-mana. Kendaraan bermotor lebih santun berkendara, ketimpangan kemiskinan pun tak begitu terasa.

Kami berkunjung ke CII Green Business Center, gedung bernuansa hijau yang ditanami berbagai macam tumbuhan serta peralatan untuk efisiensi energi. Setelah diberikan presentasi dan mengelilingi seluruh gedung, kami beranjak ke destinasi selanjutnya, Shilparamam Craft Village.“Namaste!” begitu kami menyapa pedagang di sana. “You should say ‘Assalamu’alaikum’. We are moslem. Namaste is for Hindu.”, kata mereka. Kami mengangguk-angguk, baru mengerti. 

Saya baru menyadari, di India pedagang-pedagang dan orang-orang yang kami temui sudah terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Tulisan-tulisan di kios-kios maupun di jalanan juga menggunakan bahasa Inggris. Dari penerapan bahasa, India sudah lebih meng global rupanya. Hari berikutnya kami mengunjungi Indian School of Business, salah satu sekolah bisnis terbaik di India. Benteng Golkonda menjadi tujuan kami setelah itu.


Nowhere safety

Dompet salah satu peserta delegasi Indonesia hilang! Kabar itu kami dapatkan ketika kami baru saja mau memulai latihan untuk cultural performance. Bagaimana pula dompet di kamar hotel bisa hilang. Saat itulah kestabilan emosional kami diuji. Meskipun terkejut, kami berusaha untuk tidak panik agar informasi tidak mudah menyebar dan masalah lebih mudah ditangani. Setelah beraktifitas seharian, kami semua lelah. Beberapa di antara kami bahkan mulai jatuh sakit. Meskipun demikian, latihan cultural perfrormance tetap diadakan. Perwakilan dari kami kemudian melapor ke pihak CII agar masalah dapat segera ditangani.



Nice to see you, Hyderabad

Hari terakhir di Hyderabad, kami diajak berkunjung ke Bharat Biotech International Ltd., bidang farmasi, terutama vaksin dan bioterapi. Centre for Good Governance dan Krisna Pearls and Jewellers kemudian menjadi destinasi kami selanjutnya.

Sebelum kami pulang, kabar baik dari pihak hotel akhirnya datang. Pelaku pencurian uang pun ditemukan. Orang yang bertugas membersihkan ruanganlah yang menjadi pelakunya. Meskipun tidak secara utuh, akan tetapi sejumlah besar uang delegasi Indonesia yang hilang sudah dikembalikan. Bersyukur, tapi tetap berhati-hati.



Hi, Delhi!

Dan akhirnya.. sampailah delegasi Indonesia di ibu kota India. Yeaayy! Acara hari pertama kami di New Delhi adalah gala dinner beserta cultural performace, acara yang kami nanti-nanti. Kami telah mempersiapkan ini, bahkan sebelum keberangkatan kami. Agar dapat memberikan yang terbaik, kami sering mengorbankan waktu istirahat kami dan meminjam ruangan hotel untuklatihan.

Memakai baju adat masing-masing, kami berisap tampil. Delegasi Indonesia melakukan pertunjukan di urutan kedua, setelah delegasi Brunei. Tari Saman sebagai pembukaan, paduan suara lagu daerah, tari Tor-tor, tari Bali, dan tari Jaipong kami lakukan berurutan. Pertunjukan kami kami tutup dengan tarian India bersama. Kami juga mengajak tamu-tamu undangan untuk turut serta. Puji syukur, performa kami sukses luar biasa. Riuh tepuk tangan dan pujian dari para tamu dan delegasi Negara ASEAN lainnya diberikan. Bagi kami, itulah kebanggaan.


You never really get to the place except you have tried the foods

Hari setelah cultural performance, kami berkunjung ke Sona Koyo Steering Systems Ltd., sebuah perusahaan penyedia spare part otomotif. Hal yang menarik adalah, pekerja di Sona mendapatkan training dari hal-hal yang terlihat sederhana, seperti mencocokan balok dengan angka dalam durasi waktu terbatas. Akan tetapi, pada praktiknya, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan.

Setelah selesai berkeliling, tibalah waktu makan siang. Sona berbaik hati memberikan kami jamuan. Kami mengantri dan mencari tempat duduk. Satu persatu dari kami mencoba makanan yang disajikan. Kami sepakat, bahwa lidah kami benar-benar tidak cocok dengan menu yang disajikan. Berbeda dengan di hotel, kami dapat makan dengan lahapnya. Mungkin karena rasanya sudah disesuaikan dengan lidah penduduk non-India. Beruntunglah, salah satu teman kami membawa abon yang cukup banyak. Alhasil, kami delegasi Indonesia lebih memilih untuk memakan nasi dan abon. We have survived from hunger. Yeah!

Setelah Sona, kunjungan kami selanjutnya adalah Indian Institute of Foreign Trade. Pihak IIFF menjelaskan tentang globalisasi, hubungan ASEAN dan India, serta perdagangan bebas antara India dan ASEAN. Dili Haat, pusat perbelanjaan di New Delhi kemudian menjadi destinasi kami setelahnya.


It would never be complete without Taj Mahal

Delegasi ASEAN dibagi menjadi beberapa kelompok. Memasuki area Taj Mahal, kami melihat bangunan dengan arsitektur campuran Persia, Arab, India, dan Islam. Selain kami, banyak juga pengunjung Taj Mahal saat itu.Terbagi menjadi beberapa bagian dan dibangun dengan marmer, kompleks Taj Mahal memang sangat luas dan megah. Konon, bangunan tesebut dibangun oleh seorang raja sebagai wujud kasih sayang yang mendalam kepada istrinya.


It’s not a “good bye”, It’s a “see you”

Hari terakhir di India diisi pertemuan dengan Kementrian Luar Negeri dan Foreign Service Institute. Disana, saya berkesempatan menyerahkan kenang-kenangan dari dinas pariwisata Jawa Tengah. Setelah mendengarkan sambutan dan dilanjutkan dengan tanya jawab, kami melanjutkan perjalanan dengan makan siang, kemudian berwisata melihat kantor-kantor pemerintahan India dari dalam bus. Kami melihat kantor-kantor kedutaan dari berbagai negara, termasuk Kedutaan Besar Indonesia, India Gate, Rashtrapati Bhawan, Humayun Tomb, dan kantor-kantor pemerintahan India lainnya.

Home is calling.. Tibalah saat perpisahan. Setelah check out hotel, kami berkumpul di lobby bersama delegasi lain dari Malaysia, Kamboja, Brunei, Laos. Delegasi dari setiap negara akan pulang pada saat itu, kecuali delegasi Laos yang pulang keesokan harinya. Kami berpelukan dan berjabat tangan, beberapa di antara kami menangis, menyadari bahwa hal serupa tak akan terjadi untuk kedua kalinya. Tetapi kami meyakini bahwa suatu saat kami dapat bertemu kembali.

Bus kami mengantarkan kami pulang menuju bandara. Delegasi Laos mengantarkan kepulangan kami dengan melambaikan tangan hingga kami hilang dari pandangan.


Precious Things to Learn..

Berkunjug ke India dan bertemu delegasi ASEAN lainnya membuat saya merasa bahwa, semakin jauh kita pergi, semakin bangga kita kepada negeri sendiri. Banyak hal memang yang masih harus dipelajari oleh negeri tercinta, Indonesia. Tetapi, tak kalah banyak pula hal-hal yang patut disyukuri karena Indonesia adalah negara yang sangat berpotensi.



Menjadi agen-agen diplomasi, berarti mampu memberikan gambaran tentang bangsa yang diwakili. Bagaimana kami bersikap, bertingkah laku, maupun bertutur mampu menjadi cerminan tentang pandangan negara lain terhadap Indonesia. Dengan begitu, saya belajar untuk memberikan yang terbaik bagi negara yang saya miliki…

Oleh: Ummu Ulfah Hanifah
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,292,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Waktu Gue Exchange: Realita Negeri Ghandi Tak Seindah Dalam Imajinasi, India
Waktu Gue Exchange: Realita Negeri Ghandi Tak Seindah Dalam Imajinasi, India
https://3.bp.blogspot.com/-a89ajL33NJY/VHwcGbGr_MI/AAAAAAAAFg4/j2yHIUUSlwg/s1600/Delegasi%2BIndonesia%2Bdi%2BTata%2BConsultancy%2BServices.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-a89ajL33NJY/VHwcGbGr_MI/AAAAAAAAFg4/j2yHIUUSlwg/s72-c/Delegasi%2BIndonesia%2Bdi%2BTata%2BConsultancy%2BServices.JPG
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/waktu-gue-exchange-berkunjung-ke-negeri-ghandi-india.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/waktu-gue-exchange-berkunjung-ke-negeri-ghandi-india.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy