Waktu Gue Exchange: Taiwan, Kekuatan Harapan Mewujudkan Impian

Pernahkah kamu bermimpi sesuatu yang sepertinya mustahil untuk menjadi nyata? Aku pernah. Tidak hanya sekali, sering malah, karena aku adal...

Pernahkah kamu bermimpi sesuatu yang sepertinya mustahil untuk menjadi nyata? Aku pernah. Tidak hanya sekali, sering malah, karena aku adalah seorang pemimpi. Aku tidak pernah menggenggam mimpiku kalau aku tidak yakin aku bisa mendapatkannya. Aku selalu punya harapan di dalam hati bahwa aku akan mendapatkannya. 


Aku hanyalah seorang anak yang tinggal di kota kecil. Lahir dari keluarga sederhana. Namun, aku punya cita-cita yang tinggi, aku ingin studi lanjut ke luar negeri. Ketika aku menceritakan mimpiku ini kepada teman-teman atau orang di sekitarku, pada umumnya mereka tertawa, karena mereka tahu bahwa aku hanya menyelesaikan sekolahku dari SD sampai SMA di kampung halamanku, kota kecil yang sistem belajarnya hanya pas-pas an, tidak seperti di sekolah-sekolah besar di ibukota. 

Entah bagaimana, aku yakin saja aku pasti bisa melanjutkan studiku di luar negeri. 

“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya. – Soekarno

Yeah…setelah lulus SMA, aku mendaftar ke universitas di luar negeri. Dengan tekad yang kuat, doa dan usaha yang kuat, aku dinyatakan lulus diterima di Management Science and Finance Department, National Dong Hwa University, Taiwan. 

Aku dinyatakan lulus mendapatkan beasiswa dari kampus ini. Mimpi menjadi nyata. Kini aku ingin menceritakan 

Ceritaku tentang kuliah S1 di negeri Taiwan...


Ketika pertama sekali aku menginjakkan kaki di Taiwan, aku sudah merasa kagum. Dari bandara Taipei ingin naik bus ke Taipei Main Stasion (TMS), orang-orang berbaris antri untuk naik bus. Padahal tidak ramai, hanya 6 orang, tidak harus berbaris antripun semuanya bisa dapat tempat duduk, bahkan masih banyak kursi kosong karena muatan penumpang di dalam busnya banyak. Tapi, itulah budaya antri dan disiplin yang terlihat ketika aku pertama sekali sampai di sini.

Ada hal lain di sini yang membuatku kaget sekaligus senang, saat bagaimana orang-orang berkata terima kasih dan melakukan hal-hal kecil yang baik. Aku selalu ingat bagaimana orang-orang menahan pintu kalau ada orang lain di belakangnya. Aku juga selalu ingat bagaimana orang-orang mengatakan terima kasih pada supir bis yang hanya melakukan tugasnya. Hal-hal itulah yang membuat seseorang merasa dihargai. 

Lakukan hal kecil yang bisa kita lakukan dan kita tak pernah bisa tahu seberapa hebat kebaikan itu bagi orang lain.
Orang-orang di sini benar-benar profesional menangani segala sesuatu, tidak ada yang lamban. Sistem berjalan dengan sangat baik. Mereka bekerja benar-benar tulus dan jujur, segala sesuatu dipermudah baik, itu dalam universitas, rumah sakit (waktu medical check up) maupun pemerintah setempat (waktu mengurus ARC). Aku sama sekali tidak mengalami kendala apapun selama berurusan dengan birokrasi di sini. 

Aku sangat bahagia bisa melanjutkan kuliah S1 ku di Taiwan. Teman-teman sekelasku  yang sangat baik, dan ramah.  Dosen di sini semuanya lulusan S3, dan kebanyakan lulus dari Amerika. Jadi, kami memanggilnya Profesor. Professor, staf, senior di fakultasku, teman-teman sekelasku tidak bosan-bosannya menanyaiku kalau-kalau ada kendala mengenai apapun selama di Taiwan agar tidak segan-segan untuk menanyakannya. Mereka sangat banyak membantu. 

Fasilitas sekolah di sini juga sangat mendukung untuk belajar, seperti misalnya perpustakaan yang lengkap. Perpustakaan di kampusku sangat besar sampai 6 Lantai. Wifi gratis dengan koneksinya yang sangat lancar, kegiatan-kegiatan untuk organisasi mahasiswa sangat didukung dan difasilitasi kampus. Ketika kita mengajukan kegiatan dan itu bermanfaat, pihak kampus selalu mensupport, khususnya dari segi financial dan memperlengkapi semua peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut.  

Di sini tidak ada polusi udara, karena sebagian besar orang-orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya.  Selain sehat, hemat BBM juga yah, haha…



Begitu banyak kemudahan yang aku dapat di tempat ini. Namun, kuliah di luar negeri itu tidak hanya selalu enaknya saja. Ada suka ada duka. Aku mendapatkan beasiswa dari kampus, bebas uang kuliah 50 %, dan aku masih harus membayar uang kuliah 50 % lagi, membayar uang asrama, dll. 

Satu bulan di Taiwan aku pernah mengalami kesulitan finansial. Biaya hidup di luar negeri itu mahal. Karena sesuatu hal, keluargaku tidak lagi mensupport keuanganku untuk kuliah di luar negeri. Jika tidak ada biaya untuk melanjutkannya dan tidak ada cara untuk bertahan, maka aku harus pulang. Setelah diskusi dengan keluarga, dan akhirnya akupun dibelikan tiket untuk pulang ke Indonesia. Benar-benar dalam situasi yang sulit. Secara logika, aku tidak bisa bertahan jika tidak disupport dana dari keluarga, dan jika aku mengikuti saran keluarga  untuk pulang, itu artinya aku harus mengubur impianku untuk kuliah keluar negeri.

Aku menceritakan hal ini ke pihak kampus tentang keuangan yang kualami. Aku menangis di depan professor ku, tiketku untuk pulang sudah dibelikan. Karena mereka tahu dan aku meyakinkan mereka bahwa aku sangat ingin melanjutkan studiku di kampus ini, pihak kampus sangat banyak membantuku. Akupun memilih untuk tetap bertahan di Taiwan. Aku akan pulang setelah menyelesaikan studiku di sini. Tiket yang sudah dibelipun hangus. 

Saat itu, pihak kampus mengijinkan aku untuk kerja part time di department ku selama 6 jam dalam seminggu. Itu sangat membantu karena aku mendapatkan gaji walaupun sedikit tapi cukup. Aku harus menghemat biaya makanku untuk per bulannya. Pihak departmentku juga membantu untuk mendapatkan bantuan dana dari sekolah karena aku membutuhkannya. Setelah mengisi beberapa formulir yang di butuhkan, pihak kampus memberikanku uang sekitar 5000 NTD.  Sungguh terlihat mereka begitu peduli dan sangat mau membantu untuk mempermudah segala urusan. Hal seperti ini yang membuat aku semakin semangat kuliah di sini dan bertekad untuk kembali ke Indonesia, agar bisa menerapkan ilmu yang ku dapat, pengalaman, pola pikir, dan kinerja orang-orang yang ada di sini.

Saat itu, aku juga menceritakan tentang keuanganku kepada temanku, dia adalah social worker asli orang Taiwan. Dia membantuku dan akhirnya ada keluarga, yang sudah aku anggap sebagai orang tua sendiri di Taiwan, memberikan tawaran untuk membiayai uang kuliahku selama 4 tahun. Sungguh aku tidak pernah membayangkan hal itu. Akhirnya aku menerima tawaran itu.

Ternyata memang benar, “ where there is a will, there is a way”

Andai saja waktu itu aku patah semangat dan langsung pulang ke Indonesia, pasti aku tidak akan bisa menuliskan cerita ini, tentang betapa indahnya pengalaman yang aku dapat “ketika aku kuliah di luar negeri”.

Kemudahan-kemudahan yang kita dapat di luar negri, mulai dari transportasi, disiplin, kerja sama, membuat kita semakin mencintai negeri kita, dan berharap untuk bisa cepat pulang dan membangun negeri dengan ilmu yang telah kita dapat selama belajar di luar negeri. 


Ini adalah tahun pertama aku belajar dan menjalani hari-hariku di sini, dan masih harus berjuang belajar lagi untuk menyelesaikan S1-ku. Beranilah bermimpi dan bercita- cita tinggi. 

Ayo, kamu juga harus mengambil bagian untuk kuliah di luar negeri! Akan ada banyak pengalaman menarik yang akan didapatkan di sini. Karakter dan pola pikir kita akan benar-benar dibentuk. 

Oleh: Dinarti Tarigan
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Waktu Gue Exchange: Taiwan, Kekuatan Harapan Mewujudkan Impian
Waktu Gue Exchange: Taiwan, Kekuatan Harapan Mewujudkan Impian
https://2.bp.blogspot.com/-SlFTkM0Qb8s/VHwVwLnss3I/AAAAAAAAFgQ/SrLp9LFuCIQ/s1600/wgvz.png
https://2.bp.blogspot.com/-SlFTkM0Qb8s/VHwVwLnss3I/AAAAAAAAFgQ/SrLp9LFuCIQ/s72-c/wgvz.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/11/waktu-gue-exchange-mimpi-ini-membuatku-tertawa-bahagia-taiwan.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/11/waktu-gue-exchange-mimpi-ini-membuatku-tertawa-bahagia-taiwan.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy