Artikel Terbaru

Bima Fitriandana: “Kuliah di Perancis, Ini Salah Satu Jalanku untuk Membangun Negeri”


Perkenalkan, nama saya Bima Fitriandana, asal kota dari Ungaran, yang terletak di kabupaten Semarang. Di Perancis, saya mengambil studi di Grande Ecole, ENTPE (Ecole Nationale de Travaux Public de l'Etat) Lyon, mengambil konsentrasi di jurusan Ville et Societe, yang dalam bahasa Indonesianya itu adalah jurusan Kota dan Masyarakat (angkatan 2008). Saya tinggal di Villeurbanne. 

Kenapa memilih Perancis untuk tujuan kuliah? Jawabannya karena bagi saya, dengan sekolah di Perancis, saya bisa berbahasa Perancis dan hal ini akan membatu saya dalam mencari pekerjaan di United Nation atau World Bank. Selain itu, Lyon merupakan salah satu kota dengan penataan kota terbaik di dunia, dan saya ingin belajar banyak dari Lyon tentang perkotaannya yang mungkin suatu saat saya akan dapat mentransfer pengetahuan dan pengalaman ini untuk membangun Semarang pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. 


Bagaimana sistem perkuliahan yang berlaku di kampus Bima? Apa perbedaan yang paling terasa dibandingkan dengan yang ada di Indonesia? 

Sebelumnya, saya jelaskan dulu bahwa saya kuliah di tingkat Master Recherche di ENTPE Lyon. Sekolah yang saya ambil ini bertipe grande école, dan mungkin berbeda dengan sekolah bertipe université. 

Di kampus saya, setiap mata kuliah diberikan waktu 3 jam dengan waktu istirahat sekitar 15 menit di tengah-tengah perkuliahan. Pembelajaranya lebih ke interaksi antara dosen dengan mahasiswa, interaksi 2 arah dan mengarah ke diskusi. Keaktifan mahasiswa sangat terlihat di perkuliahan. 

Perbedaan yang paling terasa adalah interaksi mahasiswa dengan dosen. Saya merasakan bahwa dosen adalah teman, sehingga proses transfer ilmu jadi sangat mudah. Saya tidak merasakan demikian ketika saya di Indonesia. 


Jika tanpa beasiswa, berapa rata-rata biaya kuliah di universitas Bima? 

Sejauh yang saya tahu, kalau di ENTPE biaya kuliah adalah sekitar 6000 Euro per tahun. Tetapi untuk université jauh lebih murah, sekitar 150-600 Euro per tahun. 


Apakah ada tips untuk mendapatkan tiket pesawat murah ke Perancis? 

Lihat dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan. Lebih lagi, jangan ambil tiket ketika musim libur (Juli-September), harga pesawat bisa mahal sekali. Adakalanya juga bila kita beli tiket pesawat pulang pergi, kita akan dapat harga yang relatif lebih murah. Biasanya maskapai Timur Tengah dan Asia menawarkan biaya yang lebih terjangkau dari pada maskapai Eropa. 


Selain beasiswa yang populer, apakah ada beasiswa di negara Perancis yang jarang didengar oleh kita di Indonesia? 

Sejauh yang saya tahu, ada beasiswa bernama beasiswa EIFFEL dan BGF (Bourse de Gouvernement Français). Mungkin juga bisa bertanya langsung ke bagian administrasi setiap universitas tentang beasiswa yang disediakan oleh universitas tersebut. 


Apakah memungkinkan kuliah sambil bekerja di Perancis? Kalau memungkinkan, berapa jam batas kerjanya? Dan pekerjaan apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di sana? 

Sangat memungkinkan. Tetapi, perlu diketahui bahwa sejauh yang saya tahu, untuk bekerja disini hanya bisa menggunakan bahasa Perancis, sangat jarang menggunakan bahasa Inggris. Jadi, tingkat bahasa harus lancar untuk bekerja. 

Pekerjaan yang biasanya diambil teman-teman saya adalah mengasuh anak orang, bekerja di hotel sebagai pelayan, dan lainnya. Sedangkan untuk batas jam kerja per minggu adalah 20 jam. (dapat referensi dari teman). 


Bagaimana cara menghemat pengeluaran? Apakah Bima punya tips-tips spesial?


Menurut saya, cari rumah yang tidak terlalu mahal, biasanya di pinggir kota. Kemudian untuk masalah makan, sangat disarankan untuk masak sendiri karena bisa sangat memangkas pengeluaran. Kalau berbelanja pakaian dan sepatu, sebaiknya lihat tanggal-tanggal diskon. Contoh: di Lyon, ada waktu-waktu tertentu dimana semua barang mendapat diskon sekitar 50% bahkan lebih. Tambahan lagi, pola hidup harus diatur lebih sederhana. 



Bagaimana cara memilih tempat tinggal yang tepat di Perancis menurut Bima? 

Menurut saya, dilihat harga sewanya dan disesuaikan dengan kondisi keuangan. Kemudian, masalah jarak dari lokasi tempat tinggal ke kampus, diusahakan dekat dan terjangkau transportasi umum: metro, bus, tram atau sepeda publik. Sebaiknya, cari tempat tinggal bersama orang Perancis, hal tersebut akan sangat membantu dalam melatih bahasa dan mengenal lebih dekat budaya mereka. 


Bagaimana pandangan masyarakat Perancis terhadap mahasiswa dari Indonesia? 

Setiap orang memiliki pandangan masing-masing. Tetapi, sejauh yang saya tahu dan berdasarkan pengalaman dari teman-teman Perancis saya, mereka menyambut saya dengan baik-baik saja. Tidak ada perlakuan spesial, tetapi menurut saya mereka memperlakukan saya secara wajar dan sama dengan lainnya. Tidak ada diskriminasi sama sekali. 


Apakah ada jaringan alumni mahasiswa Perancis di Indonesia yang bisa diajak konsultasi bagi teman-teman yang ingin berangkat dari tanah air? 

Sejauh yang saya tahu, untuk berkonsultasi teman-teman bisa melihat dan bertanya-tanya tentang apapun di Facebook PPI Perancis. Account tersebut menghimpun mungkin seluruh mahasiswa dan juga alumni yang pernah belajar dan/atau bekerja di Perancis. 


Banyak mahasiswa di luar negeri yang mengatakan bahwa kuliah di luar negeri itu rugi jika waktunya dihabiskan hanya untuk kuliah saja. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dan dilakukan di luar negeri. Nah, Selain kegiatan kampus dan perkuliahan, kegiatan apa yang biasa Bima lakukan di sana? 

Yap, 100% benar! Kalau saya, kebetulan belajar tentang tata kota/perkotaan, belajar di luar negeri itu harus dimanfaatkan untuk jalan-jalan melihat kota-kota untuk mendapatkan referensi tambahan mengenai perkotaan. Selain itu, saya juga aktif di klub bola basket kampus. Di situ, saya belajar banyak hal: budaya, kebiasaan mahasiswa Perancis, bahasa, dan lainnya.


Apa kamu punya tips spesial untuk pelajar Indonesia yang ingin kuliah di Perancis?

Pastinya, kemampuan bahasa Perancis yang bagus dan IPK atau nilai yang tinggi harus dimiliki untuk masuk ke ENTPE. Karena sekolah dengan tipe grande école terkenal susah masuknya dan susah keluarnya. Tetapi juga dikenal dengan prestige nya yang tinggi dibandingkan dengan tipe université.

Salam berkuliah.com!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top