Artikel Terbaru

Elbert Davis & University of Melbourne: Pengalaman Studi di Australia


Halo, nama saya Elbert Davis Angdika. Saya berasal dari kota Surabaya dan saat ini sedang berkuliah di University of Melbourne. Jurusan yang saya ambil adalah Mechanical System (Bachelor of Science) dan semua dibiayai oleh orang tua saya.


Saat memilih tempat kuliah, apa Elbert memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau hal lain?

Tentu saat akan kuliah, hal pertama yang saya pertimbangkan adalah jurusan apa yang paling cocok dengan interest saya. Lalu saya memilih negara tempat saya akan berkuliah dan karena orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk berkuliah terlalu jauh, akhirnya saya memutuskan untuk berkuliah di Australia. Barulah saya berusaha mencari universitas terbaik di Australia.


Bagaima kita bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem perkuliahan? Apakah ada yang bisa kita persiapkan?

Pertama kali saya tiba di Melbourne, sebelum memasuki masa kuliah, saya diharuskan untuk mengikuti program bernama Foundation Studies dari Trinity College (Under University of Melbourne). Di sanalah saya mulai diajarkan mengenai dunia perkuliahan dan sistem-sistemnya. Program tersebut saya ambil selama 7 bulan dan saya sudah siap untuk berkuliah ketika selesai. Mungkin apa yang bisa dipersiapkan terlebih dahulu adalah kemampuan berbahasa Inggris yang baik serta time management, karena 2 hal tersebut merupakan 2 hal yang terpenting selama kuliah.


Apa saja yang wajib dibawa sebelum berangkat ke Australia? Adakah barang-barang yang sebaiknya malah tidak perlu dibawa?

Sebenarnya di sini, semua barang sudah tersedia namun mungkin dengan harga yang lebih mahal. Peralatan yang perlu dibawa adalah, kertas binder (loose leaf) dan bindernya (karena di sini tidak ada binder), isi pensil B (di sini lebih mahal banyak), buku-buku SMA (karena bisa membantu kita mencocokkan apa yang diajarakan dengan apa yang sudah kita pelajari), laptop (jika tidak berencana untuk beli baru di sini), jaket (penting sekali sebab cuaca di Melbourne sangat tidak menentu, pagi bisa cerah, selang 2 jam bisa tiba-tiba berangin dan sore bisa hujan. Sangat disarankan memiliki jaket yang berpenutup kepala). Seperti yang saya bilang sebelumnya, sebenarnya di sini semuanya ada dan bisa dibeli. Jadi, jika mungkin malas untuk membawa peralatan-peralatan itu, bisa beli saja di sini. (kecuali hal-hal yang tidak ada seperti loose leaf).


Apa kelebihan dari kampus Elbert? Mungkin dari segi fasilitas, suasana, kenyamanan, dosen, birokrasi, dan teman-teman.

University of Melbourne merupakan Universitas No.1 di Australia saat ini. Menurut saya dari segi fasilitas semua universities hampir tergolong sama. Dari segi lingkungan teman-teman mungkin di kampus saya bisa lebih banyak menemukan teman-teman yang rajin dan memang benar-benar serius kuliah dibandingkan teman-teman saya dari Univ lain. Selain itu, Univ of Melbourne banyak memiliki tempat-tempa belajar 24 jam yang comfy dan aman.


Apa pengeluaran terbesar kamu selama tinggal di Australia? Apakah ada trik untuk mengakalinya?

Pengeluaran terbesar (selain uang kuliah) adalah rent apartment (tidak valid jika memiliki apartment sendiri). Biasanya cara mengakalinya adalah tinggal dengan house/roommate, karena harga rent bisa jauh lebih murah compared to one bedroom. Kadang di beberapa apartment, 2 kamar bisa ditinggali 3 kamar (2 di master room dan 1 di room biasa) dan tentunya akan lebih banyak mengurangi biaya rent, listrik dan air.


Pilihan jenis tempat tinggal terbaik menurut Elbert di mana ya? Apakah asrama, apartemen atau lainnya?

Saya lebih suka tinggal di apartment karena lebih bebas, tidak ada curview (kadang saya harus tinggal di Uni sampai subuh atau kadang pergi bersama teman). Ada di Melbourne 1 jenis apartment yang bernama Student Apartment, yakni apartment yang diapprove oleh Uni untuk siswa di bawah 18 tahun. Tempat saya tinggal saat ini adalah student apartment. Jaraknya sangat dekat dengan Uni, sehingga memudahkan saya untuk pulang pergi ke Uni.


Dimanakan tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi mahasiswa Indonesia ketika mereka ingin merefresh otak dan menambah wawasan tentunya?

Kota Melbourne memiliki beberapa tempat yang enak untuk bersantai dan belajar at the same time. One of them is public library. Jangan dibayangkan perpustakaan seperti di Indonesia, perpustakaan di Melbourne sangat besar, comfy dan serba ada. Compared to saat di Indo, di Melbourne, waktu yang saya luangkan di perpusatakaan meningkat drastis. Di sana saya bertemu teman dan belajar bersama sehingga lebih tidal stress daripada belajar sndirian. Bahkan, di salah satu perpustakaan terbesar di Melbourne, terdapat satu tempat yang meminjamkan Xbox dan Playstation sehingga bisa refreshing hehehe. Another place is public garden/park. Di Melbourne taman-taman dirawat dengan sangat baik dan rapi sehingga sangat nyaman sekali untuk refreshing, picnik, bermain bahkan belajar di sana. Ada juga beberapa teman yang suka pergi ke pantai, sebab pantai-pantai di Melbourne juga sangat terawat dan indah.


Ketika kangen dengan Indonesia, entah itu masakannya, orang-orangnya, apa yang biasa Elbert lakukan?

Hahahaha, biasa sih kangen masakan Indo, tapi di Melbourne jangan khawatir. Ada banyak sekali restoran Indo. Meskipun rasanya tidak seenak aslinya, tapi cukuplah untuk mengobati rasa kangen. Selain itu biasanya yang paling dikangeni adalah kerabat, keluarga dan teman-teman sekolah. Biasanya jika kangen, saya bisa skype dengan mereka. Selain itu, saya juga join organisasi pelajar Indonesia sehingga saya tetap up to date dengan culture Indonesia dan apa yang terjadi di Indonesia.

Salam berkuliah.com!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top