Jadi ‘Mahasiswa Akuntansi’ Itu Menyenangkan, Tapi Susah Dijalani

Akuntansi. Pasti yang terbayang itu adalah kumpulan angka yang seperti menari-nari di buku kamu. Hmm, jadi mahasiswa Akuntansi itu ternyata...

Akuntansi. Pasti yang terbayang itu adalah kumpulan angka yang seperti menari-nari di buku kamu. Hmm, jadi mahasiswa Akuntansi itu ternyata nggak selalu menyenangkan. Siapa bilang jadi anak jurusan Akuntansi itu semudah membalikkan telapak tangan? Jadi anak Akuntansi itu butuh kerja keras. Ya, sangat butuh kerja keras. 



Akuntansi itu sobat, ibarat seperti kita lagi jualan, harus dituntut pakai logika, apalagi kalau membahas mengenai perusahaan dagang, pasti akan menemui pengalaman yang nggak akan terpikirkan sebelumnya. Ada retur, ada buku besar pembantu, ada persediaan, ada metode-metode yang digunakan untuk menghitung persediaan dan berbagai kegiatan akuntansi. 

Apa aja sih, plus dan minus jadi mahasiswa Akuntansi ? Yuk, simak ulasan dari berkuliah.com ini!


Anak Akuntansi itu: Kreatif meneliti dan tekun

Percaya atau nggak, anak Akuntansi itu dijamin kreatif. Kreatif dalam meneliti maksudnya. Lah, gimana nggak mau kreatif, kita dituntut untuk selalu memahami efek pasar modal yang ada di luar sana. Kita juga dituntut untuk memahami bagaimana seluk beluk dunia perekonomian. Keren kan? Banyak orang menilai anak akuntansi hanya berkutat pada debet-kredit. Sebenarnya Akuntansi tidak hanya berisi debet-kredit, banyak hal lain yang lebih menarik dan lebih menantang yang dipelajari di akuntansi selain debet-kredit. Masalah debit-kredit hanyalah permasalahan letak kiri dan kanan, tidak lebih. Akan tetapi, mahasiswa perlu melihat informasi apa yang terwakili oleh debit-kredit, jika mahasiswa terlalu menganggap mudah tapi tidak tahu artinya, ini sama saja dengan tidak memahami letak kanan-kiri, sisi debet-kredit. 

Ketika kamu masuk di Jurusan Akuntansi, keteraturan dan ketertiban akan menjadi penonggak keberhasilan kamu dalam menjalankan fungsi-fungsi akuntansi, sehingga kamu akan diarahkan agar dapat menyajikan laporan keuangan sesuai dengan periodenya (prinsip matching), dan kamu pun akan selalu diingatkan agar dapat menyimpan (mendokumentasikan) bukti-bukti seluruh transaksi secara lengkap, rapi dan berurutan. Dari situlah kemudian kamu akan menjadi orang-orang yang tertib dan teratur dalam menjalankan aktivitas keseharian.


Jadi Akuntan yang handal 

Setelah lulus, kamu bisa bekerja di divisi keuangan di berbagai perusahaan, baik swasta maupun milik pemerintah seperti BPKP, BPK dan Dirjen Pajak. Kamu juga bisa bekerja sebagai auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP). Salah satu orang sukses dari lulusan akuntansi adalah Bapak Johnny Darmawan Danusasmita, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor. Ia adalah lulusan jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Pernah bekerja sebagai auditor di PricewaterhouseCoopers (PwC) Jakarta, sebelum akhirnya bergabung di grup Astra. Presiden Direktur adalah jabatan tertinggi di sebuah perusahaan itu artinya mereka yang dari jurusan Akuntansi juga berpeluang menduduki posisi ini.

Lulusan Akuntansi disebutSarjana Ekonomi dan mendapat gelar S.E. Jika setelah lulus kamu ingin menjadi akuntan publik, maka harus mengikuti pendidikan profesi akuntansi dulu selama 1 tahun, setelah itu berhak mendapat register negara dan boleh mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Gelar kamu akan bertambah menjadi S.E., Ak. Dan setelah itu kamu bisa membuka praktek atau membuka kantor sendiri sebagai seorang akuntan publik. 

Apa yang dikerjakan oleh seorang akuntan publik jika sudah bisa membuka praktek sendiri? Kamu ibarat seorang pengusaha yang bisa memberikan jasa pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen (management advisory services) dan jasa akuntansi (accounting services) kepada perusahaan-perusahaan.Tapi ingat, apapun pilihan pekerjaan kamu, akan selalu diikat dengan aturan etika profesi akuntan.


Banyak wawasana baru

Jika pada jaman SMA dulu kita hanya belajar akuntansi dari satu sisi, nah di bangku perkuliahan, kita akan belajar akuntansi lebih banyak lagi. Jangan heran kalau kamu akrab dengan istilah-itilah yang sebelumnya belum kamu dapatkan di bangku SMA. Seperti istilah: Amortisasi, Aset kontinjensi, entitas induk, dan lain sebagainya. Menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi bukan berarti hanya mempelajari akuntansi seperti yang diajarkan waktu SMA dulu, tetapi mahasiswa harus juga mempelajari materi atau mata kuliah lainnya seperti manajemen, ekonomi dan mata kuliah lainnya yang mengandung banyak hafalan. Ya, memang materi jurusan Akuntansi sebagian menuntut mahasiswa untuk menghafal, meskipun tidak sepenuhnya menghafal, tetapi juga memahami. 

Memilih jurusan akuntansi akan menuntut kamu untuk memahami ilmu lain yang tidak hanya berhubungan dengan akuntansi semata. Ada mata kuliah lain yang akan kamu pelajari. Dari sinilah kamu akan mendapat wawasan yang luas dan menyeluruh, bahwa akuntansi bukan hanya tentang saldo, debet ataupun kredit. 


Banyak teman dan memahami ‘Stakeholders’

Nah, ini nih salah satu keuntungan yang unik. Kamu akan mendapatkan banyak teman, berbagai macam karakter orang akan kamu temui di sini. Di jurusan Akuntansi, kamu akan dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan informasi seluruh stakeholders (pihak-pihak yang berkepentingan), seperti manajemen, karyawan, investor, kreditor, pemasok, pemerintah dan masyarakat umum. Dengan begitu, supaya kamu dapat diterima dimana saja dan dapat bergaul dengan siapa saja yang menjadi stakeholders, maka akan diajak untuk berprilaku sebagai orang yang bijak dan tidak memihak kepada salah satu pihak, dengan cara menyusun laporan keuangan sebagaimana mestinya, tanpa ada rekayasa.



Bisa bergabung sama komunitas HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi)

Di Program Studi Akuntansi, kamu akan bergabung dengan komunitas yang semuanya merupakan mahasiswa akuntansi. Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi ini merupakan wadah untuk menuangkan ide kreatif kamu dalam kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi. Berbagai kegiatan akademik maupun non akademik akan kamu rasakan di dalamnya. Contoh, kamu bisa mengadakan bakti sosial yang diadakan HMPSA dengan bekerjasama dengan Index Pasar Modal. Keren kan? Kamu akan memiliki pengalaman bekerjasama dengan stakehoders sesungguhnya.


Tapi, nggak selamanya jadi mahasiswa akuntansi itu menyenangkan, nih cek dari sisi susahnya!


Hilang satu angka saja kalang kabut

Anak akuntansi itu kehilangan 1 angka saja, bingungnya kalang kabut. Buat mencari satu angka tersebut, bahkan tak jarang anak akuntansi bela-belain begadang cuma demi mencari 1 angka. Bahkan, ada mahasiswa yang begadang sampai subuh karena hitungannyang gak balance hanya karena keselip 1 angka, dan pada akhirnya harus dihitung satu persatu. 

Kuliah di jurusan Akuntansi sebenarnya tidak perlu mahir di bidang matematika untuk menguasai materi akuntansi. Memiliki dasar matematika yang kuat memang baik untuk membantu proses logika, karena akuntansi menuntut banyak logika. Namun, kepandaian di bidang matematika tidak akan berkembang di jurusan ini. Kuliah di jurusan Akuntansi hanya membutuhkan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dan untuk menguasai akuntansi, tidak perlu mahir matematika, cukup memahami saja.


Kuliah di jurusan Akuntansi itu gampang?

Pertama kali mendengar kalimat ini, kamu yang mahasiswa Akuntansi pasti langsung tercengang. Meskipun masih semester awal kamu akan merasa materi jurusan Akuntansi ‘bukan’lah hal yang sangat mudah dan simpel. Bahkan, beberapa teman saya dari fakultas lain, yang belum pernah merasakan, mengatakan bahwa kuliah jurusan Akuntansi pasti lebih mudah dari jurusan-jurusan sains, seperti teknik dan kedokteran. Dengan tidak menyangkal bahwa jurusan Teknik memang susah karena harus berhubungan dengan fisika dan kawan-kawan, begitu pula kedokteran yang harus menghafal begitu banyak kata-kata dalam bahasa antah-berantah. Namun tetap saja, akuntansi bukanlah bidang yang sangat mudah dan simpe ! Jika masih tidak percaya, silakan tanyakan kepada teman yang mengambil jurusan Akuntansi.


Buku tebal yang full berbahasa Inggris

Bisa dibayangkan betapa susahnya memahai buku setebal kamus yang isinya bahasa Inggris semua. Kamu akan bingung dan akan sulit memahami semua mata pelajaran Akuntansi yang akan dijawab. Apalagi ketika kamu menemukan kata-kata yang sulit dalam kalimat tersebut.

Apalagi jika dosen sudah memberikan buku tebal dengan berbahasi Inggris tersebut untuk di resume. Siap-siap kamu akan mabok kosakata. Tapi, dengan adanya buku tersebut, kamu akan bisa mempelajari bahasa Inggris dengan lancar. Dari sinilah kamu akan mendapatkan ilmu yang dobel. Pengetahuan akuntansi kamu akan luas dan Bahasa Inggris kamu akan lancar. 


Ciri khas: nggak boleh ada tipe –x  

Nah, kalau yang ini adalah problem anak akuntansi. Gak BOLEH ADA TIPE-X. Kenapa? Karena hal itu adalah bentuk nyata dari kepercayaan diri kamu sebagai mahasiswa akuntansi. Dengan nggak adanya Tipe-x itu, berarti kamu harus selalu bertindak sempurna dalam setiap penghitungan yang dimulai. Setiap transaksi yang kamu lakukan harus sesuai dengan modal yang direncanakan.

Bahkan ada mahasiswa yang stress gara-gara penghitungannya sudah hampir selesai, eh malah salah nulis. Mau nggak mau harus menulis mulai dari awal lagi. Suatu perjuangan yang ekstra keras. Dengan nggak ada nama “tipe-x” anak akuntansi dituntut agar serba cermat dan teliti dalam mengerjakan tugasnya. Padahal manusia kan nggak ada yang sempurna, bapak ibu dosen -.-


Kalkulator dan buku besar

Sebagai mahasiswa Akuntansi, memiliki kalkulator menjadi sebuah keharusan yang harus kita bawa setiap saat. Kalkulator itu seperti alat ajaib yang akan selalu membantu kamu ketika dalam hitung menghitung. Kalkulator itu bagai senjata perang anak akuntansi. Bakal bingung hitung menghitung angka yang sebenarnya fiktif itu kalau nggak ada kalkulator. Jadi intinya, selain buat menunjang perkuliahan, kalkulator bisa kamu jadikan identitas bahwa kamu anak Akuntansi, hehe. 

Nah, satu lagi nih, buku besar. Buku besar itu bagai buku diary bagi anak Akuntansi. Segala macam perhitungan transaksi ada di dalamnya. Setiap anak Akuntansi pasti nggak lepas dari benda satu ini. Buku besar mencatat segala transaksi debit dan kredit di dalamnya. Yah, meskipun transaksi sebenarnya berisifat fana.


Ngerjain laporan setebal kitab

Akuntansi itu, laporan segunung. Ya, memang segunung. Begitu dosen memberikan tugas, pasti akan langsung menyusun rancangan yang akan dibuat di buku besar. Angka-angka akan menari indah dalam buku besar kamu. Belum lagi berbagai macam transaksi yang entah dari mana asalnya harus kamu ikut dengan cermat dan teliti. Semua butuh proses panjang dalam hitung menghitung, hingga akhirnya tugas yang kamu buat layaknya laporan yang sudah beberapa bulan nggak dikerjakan. Dari laporan-laporan itu, jika dikumpulkan pasti akan tebal. Ya, nggak salah apabila tugas anak Akuntansi tebal-tebal seperti kitab. 


Berkutat dengan Rumus Dasar Akuntansi 

Siapa bilang anak yang kuliah di jurusan non eksak tidak akan bertemu dengan berbagai rumus? Akuntansi adalah contoh nyata dari dari mahasiswa yang selamanya akan berkutat dengan berbagai rumus. Mulai dari debet, kredit, pasar modal dan kegiatan lainnya. Jurusan Akuntansi identik dengan angka. Jadi, kamu tentunya harus siap kalo nanti selalu ngerjain hitung-hitungan. Tapi bukan cuma hitung-hitungan saja, dibutuhkan juga pemahaman dan ketelitian. Ketika kuliah nanti, saat ujian misalnya, untuk menjawab soal-soal pertanyaan dibutuhkan pemahaman dalam membuat langkah-langkah untuk menjawabnya. Hitung-hitungan mungkin nggak terlalu rumit, tapi ketelitian sangat diperlukan ketika menyelesaikan laporan keuangannya. Transaksi ini masuk kategori apa, ditempatkan di mana, dan sebagainya. Jadi harus teliti, mulai dari mencatat transaksi sampai pembuatan laporan keuangan.

Tapi, jangan dibayangkan kalau kuliahnya bakal menyeramkan. Namanya juga kuliah, pasti ada tantangannya. Yang dibutuhkan adalah keyakinan ketika kamu memilih jurusan ini, bahwa kamu akan sukses di bidang ini, tekun, niat dan selalu berusaha, maka selama kuliah dijamin akan lancar. Kamu yang dari jurusan IPA dan IPS bisa milih jurusan ini. Jangan takut kalo yang dari jurusan IPA, karena belum pernah dapat pelajaran Akuntansi dasar selama sekolah, karena ketika di kelas nanti akan dapat semuanya dari awal. Di tahun pertama kuliah akan dapat pelajaran dasar, seperti: pengantar akuntansi, akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan sebagainya. Di tahun kedua, baru materi inti akan didapatkan. Di sini hitung-hitungannya sudah lebih advance dan pemahamannya juga lebih tinggi. Misalnya pas menghitung obligasi dan turunannya. Begitu pula di tahun-tahun selanjutnya. Kamu akan merasakan seperti seorang akuntan yang sedang meng-audit berbagai laporan yang nyata.




Mau tau bagaimana tanggapan dari salah satu mahasiswa di jurusan Akuntansi? Ini dia: 

Interview bersama Eka Puspitasari: Mahasiswi Ekonomi Akuntansi, Univ. Bandar Lampung 


Bagaimana dengan cara mengajar dosen Akuntansi kamu di kelas ?

Dosennya asyik dan sangat terbuka dengan mahasiswanya. Di program studi Akuntansi, Dosen udah kayak partner kita dalam belajar lho. Jika kita ada materi yang nggak ngerti pasti akan dijelasin dari A-Z. Kita jadi paham bagaimana proses akuntansi yang sangat urgent dalam berbagai bidang.

Bahkan, jika mahasiswa belum mengerti juga di kelas, dosen pasti akan menyediakan waktu luang untuk berdiskusi dengan mahasiswanya. 


Sejauh ini, apa saja pengalaman yang sudah kamu rasakan selama menjadi mahasiswa Akuntansi?

Hmmm…apa ya? Asyiknya tuh kita bisa terjun langsung ke lapangan. Contoh konkrit, kita udah bisa ngerasain berkunjung ke Bank Indonesia dan Index Pasar Modal. Nah, di sana tuh kita bisa mendapatkan materi dan wawasan yang lebih luas daripada di kampus. Berkunjung ke Bank Indonesia, kita bisa tahu bagaimana siklus keuangan negara yang ditangani bangsa Indonesia. Kita jadi mengeri bagaimana Bank Indonesia mempertahankan nilai mata uang rupiah di dunia. Ada juga Index Pasar Modal. Kita jadi bisa tahu bagaimana pergerakan index pasar modal di dunia, serta faktor-faktor apa saja yang harus dilakukan agar saham tetap stabil. Yah, dari kunjungan itu selain kita mendapat ilmu kita juga bisa seru-seruan dengan para pejabat disana. Pokoknya keren deh!


Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan bersama HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi ) ?

Kegiatan yang kita lakukan, diantaranya pas bulan Ramadhan kemarin kita mengadakan BAKSOS (Bakti Sosial), trus kita juga ngadain lomba accounting copetition yang diikuti oleh berbagai anak SMA se-Bandar Lampung. Accounting competition ini tujuannya untuk menggali potensi adik-adik SMA dalam bidang akuntansi.


Apakah Eka punya tips untuk mengatasi rasa jenuh dalam mengikuti perkuliahan Akuntansi?

Jangan gampang menyerah jika mengalami kesulitan. Banyak-banyak bertanya sama teman yang udah bisa dalam mata kuliah tersebut. Terutama bertanya pada dosen. Dijamin kamu nggak bakal jenuh kuliah di jurusan akuntansi. Over all, kuliah di jurusan Akuntansi itu menyenangkan asal kamu bisa menekuninya. Turst It !



Nah, sobat berkuliah.com itulah berbagai fenomena yang dialami mahasiswa Akuntansi. Sukses atau tidaknya kamu sebagai mahasiswa akuntansi terletak pada pribadi kamu dalam menjalani aktivitas perkuliahan, Salam berkuliah.com!

Oleh: Andreanyta Erni
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,297,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,58,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Jadi ‘Mahasiswa Akuntansi’ Itu Menyenangkan, Tapi Susah Dijalani
Jadi ‘Mahasiswa Akuntansi’ Itu Menyenangkan, Tapi Susah Dijalani
http://4.bp.blogspot.com/-8AgQnPx56jA/VIV4O0MGdVI/AAAAAAAAFyU/reLhwW2s9pI/s1600/Seminar.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-8AgQnPx56jA/VIV4O0MGdVI/AAAAAAAAFyU/reLhwW2s9pI/s72-c/Seminar.jpg
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/12/jadi-mahasiswa-akuntansi-itu-menyenangkan-tapi-susah-dijalani.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/12/jadi-mahasiswa-akuntansi-itu-menyenangkan-tapi-susah-dijalani.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy