Artikel Terbaru

Pengalaman Fahmy Kuliah Arsitektur Rancang Kota di University of Florida

Kamu bercita-cita menjadi seorang arsitek? Ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat? Artikel interview berikut ini sangat cocok untukmu. Berkuliah.com berkesempatan untuk waancara dengan seorang Arsitek yang sekarang sedang mengambil program doktoral di University of Florida, namanya Mas Fahmi.

Mas Fahmi bercerita banyak tentang pendidikan Arsitektur, bagaimana kualitas dosen di kampusnya, bagaimana mencari penghasilan tambahan di Florida.



Selamat pagi mas Fahmi, apa kabar?

Alhamdulillah Kabar baik Mas Rizqi.


Apa yang sedang mas Fahmi pelajari di Florida? dan bagaimana ceritanya bisa kuliah di sana?

Saya sedang mengambil program doktoral di University of Florida bidang Arsitektur Rancang kota/Urban Design dengan fokus pada mitigasi bencana Tsunami dibawah beasiswa Fullbright 2014.


Sebelum di US, Mas Fahmi mengambil program undergraduate dan Master di mana?

Saya mengambil S1 Arsitektur di UNHAS Makassar. Kemudian melanjutkan studi master Rancang kota/Urban Design di Universitas of Nottingham, UK dibawah program beasiswa Chevening dan diploma Pembangunan di St. Francis Xavier University, Canada denga skema beasiswa CIDA.


Wah, sepertinya mas Fahmi sangat menyukai bidang Arsitektur ya?

Awalnya sih sebenarnya rencana masuk kedokteran. Tetapi difase akhir karena terinsipirasi dengan kelurga yang berprofesi Arsitek, maka saya mendaftar di Arsitektur.


Menurut mas Fahmi, apa saja keistimewaan bidang Arsitektur? Mengapa terinspirasi di bidang bangunan?

Saya tidak eksplore satu bidang mas, saya tertarik multidisiplin seperti filsafat, sejarah, fisika dll. Saya melihat Arsitektur sebagai melting point semua keilmuan. Bukan hanya bidang Teknik saja namun juga seperti seni, filsasat, psikologi, dan lain-lain. Jadi, "ketemu" ilmu yang bisa campur menjadi satu. Arsitektur itu menurut saya adalah salah satu media untuk "melayani" masyarakat dan salah satu indikator produk peradaban manusia.




Sejak S1 sampai sekarang, apakah pernah bekerja atau praktek lapangan yang membutuhkan skill Arsitektur mas?

Saya mengajar di Universitas sejak 2006 karena melihat masih tingginya kebutuhan masyarakat utk edukasi selain penyaluran hobby juga he he. Selain mengajar, saya tetap berprofesi sebagai Arsitek dan beberapa tahun ini bergabung dengan kawan-kawan yang aktif di komunitas. Saya fikir sudah saatnya para Arsitek turut memberikan kontribusi kepada komunitas karena memang selama ini memang dibutuhkan dana yang cukup besar utk menggunakan jasa para Arsitek.

Kalau bergabung di komunitas bersifat temporer, jika kawan-kawan penggiat komunitas membutuhkan pendampingan arsitek, maka saya bantu. Biasanya supportnya tidak di lapangan, namun lebih kepada konsep alternatif penyelesaian melalui desain fisik untuk advokasi. Setelah menyelesaikan studi di Kanada, saya juga kemudian membantu kawan kawan yang akan terjun di komunitas dengan memfasilitasi penguatan isu partisipasi publik dalam pelatihan dan pendampingan.


Waah, ternyata mas Fahmi pengalamannya sudah banyak sekali. Itu komunitasnya di Indonesia atau di US ya mas?

Sementara masih dominan di Makassar, mas.


Oke mas. Kenapa mas Fahmi memilih kampus di Florida untuk belajar Arsitek? Apa yang istimewa di sana?

Saya memilih ke University of Florida karena kualitas akademik dan kualifikasi pengajar untuk Arsitektur Rancang kota/ Urban design merupakan salah satu yang terbaik di US. Universitas terkhusus sekolah (College of Design, Construction and Planning) memberi ruang yang besar untuk mengembangkan riset dengan pendekatan multidisiplin.

Sebagai contoh, riset saya tentang Mitigasi Bencana Tsunami dalam Rancang Kota, dengan tema tersebut, maka saya beri keleluasaan untuk mengambil mata kuliah yang lintas jurusan seperti Computer science, Civil engineering, Statistic dept. Selain itu, Universitas banyak menyediakan kesempatan dan dana riset yang dapat kita ikuti untuk menambah pengalaman dan dana kuliah.




Oke Mas. By the way, November-Desember 2014 di Florida lagi musim apa, mas Fahmi?

Sekarang sudah mulai winter namun tidak ada salju seperti dinegara bagian lainnya. Cuaca di Florida mirip Indonesia. Florida itu berada di pantai timur berbatasan dengan Negara-negara Karibia. Setahu saya hanya ada 2 negara bagian Amerika dengan cuaca tropis : Hawaii dan Florida sehingga menadi tempat wisata paling popular.


Berarti selama di Florida, mas Fahmi nggak begitu 'terganggu' dengan suhu di sana ya?

Alhamdulillah tidak. Malah summer kemarin cuacanya mirip Jakarta, panas terik. Dalam bayangan saya, semua negara bagian di Amerika itu dingin terus mas. Rata-rata suhu di Amerika untuk ukuran orang Indonesia cukup dingin.


Di Florida, Mas Fahmi tinggal di apartement, atau asrama?

Saya tinggal di apartment luar kampus. Karena beberapa pertimbangan seperti fasilitas kota dan harga. Tempat tinggal di dalam kampus biasanya diperuntukkan untuk mahasiswa S1.


Biaya hidup yang paling menguras dompet di Florida di porsi mana, menurut mas Fahmi?

Sepengalaman saya, dari semua biaya beasiswa, maka sewa apartment yang paling banyak mengambil porsi yaitu minimal 25 %.


Sewa apartemen ya, Mas? Boleh diceritakan detailnya? Berapa biayanya, berapa luasnya (bisa muat berapa orang) dan sistem sewanya bagaimana? Apakah bayarnya per tahun atau per semester? 

Ada dua alternatif. #1. Menyewa apartment itu sebaiknya minimal 3 bulan sebelum kita sampai. Kita mulai dengan hunting online, check lingkungan sekitarnya (via website atau teman yang telah duluan sampai disana), komunikasi dengan landlord/pemilik apartment. Kalau kita deal, maka biasanya kita diminta mengirimkan deposit minimal sebanyak 1 bulan dari harga sewa perbulan.  Bila kita telah sampai di tempat tujuan, maka kita akan menandatangani kontrak. Sebaiknya dan seharusnya, kontrak dibaca baik-baik sebelum di tandatangani. Tanyakan kepada pemilik apartment bila ada hal hal yang kurang jelas krn kontrak ini dijadikan rujukan bila ada perselisihan dikemudian hari. Cara ini biasanya dilakukan bila ditempat tujuan kita tidak ada orang Indonesia atau baru kita baru ke luar negeri pertama kali. Saran saya aktif hubungi organisasi mahasiswa Indonesia di Universitas yang akan kita tuju.

Alternatif ke dua. #2. Bila kita sudah punya kenalan kawan kawan Indonesia di Universitas yang akan kita tuju maka kita bisa minta dibantu untuk pencarian apartment sekalian mengecek kondisi fisik apartement untuk menghindari apartment yang tidak sesuai standar. Di alternatif kedua ini, kita bisa langsung mengambil keputusan dengan  membayar dana jaminan. Kita juga bisa mencari apartment setelah kita sampai, namun dengan sayarat kita dibantu tinggal dulu sementara beberapa hari di tempat tinggal kawan kawan Indonesia. Dalam waktu beberapa hari tersebut itu kita bisa mencari apartment. Kelebihan cara ini adalah kita bisa langsung chek keadaan apartment plus membaca kontrak (kontrak ini bisa dikonsultasikan dengan bagian legal universitas secara gratis), namun sekali lagi syaratnya kita harus dibantu oleh kawan kawan yang sudah lama tinggal ditempat tujuan kita.


Baik mas. Apakah ada tips dan trik untuk mendapatkan penghasilan tambahan selama kuliah di US, khususnya di Florida? 

Merujuk kepada peraturan beasiswa, saya tidak dijinkan bekerja agar focus ke proses perkuliahan. Namun, bagi yang mengikuti program doctor, pada tahun keempat saya diijinkan bekerja di Universitas karena telah masuk fase penelitian. Untuk bekerja di sini, bagi mahasiswa yang paling menarik adalah menjadi TA (Teaching Assistant) atau RA (Research Assistant). Sehinggan dibutuhkan hubungan baik dengan dosen-dosen dan aktif berkomunikasi dengan mereka.

Jika tidak diberi kebebasan untuk mencari pemasukan tambahan selama kuliah, tentu kita bisa mengakalinya dengan memperkecil pengeluaran alias berhemat. Apa yang biasa mas Fahmi lakukan untuk menghemat pengeluaran di Florida? Mungkin masak sendiri di apartemen atau bagaimana?
Beasiawa yang diterima sebenarnya sudah sangat mencukupi kebutuhan kita perbulan. Yang dibutuhkan adalah perencanaan pengeluaran dan konsistensi untuk melaksanakan rencana tersebut untuk penghematan.


Ini menarik. Tadi, mas Fahmi sampaikan,  pekerjaan bagi mahasiswa yang paling available adalah menjadi TA (Teaching Assistant) atau RA (Research Assistant). Dan kita harus punya hubungan baik dengan dosen. 

Nah, dosen-dosen di US itu karakternya seperti apa? Apakah mereka sangat ramah, killer, atau bagaimana? Atau malah hampir sama dengan dosen-dosen di Indonesia? Bagaimana supaya bisa memiliki hubungan baik dengan dosen di sana?




Dosen di Luar negeri misalnya di Amerika pada dasarnya mengkedepankan sikap kesetaraan dalam proses akademik serta informal dalam interaksi sosial. Didalam kelas kita dapat mengutarakan pendapat kita walaupun berbeda dengan dosen, yang tentunya dengan alasan yang logis serta konstruktif dan dapat memberikan kontribusi positif didalam kelas. Suasana kelas umumnya dinamis dan kondunsif untuk berbagi ide serta berdebat untuk sebuah isu dan dosen umumnya sangat professional dalam memfasilitasi proses tersebut.


Baik. Pertanyaan selanjutnya, ketika Mas Fahmi kangen dengan Indonesia, apa yang biasa mas Fahmi lakukan? 

Diawal-awal dahulu pertama keluar negeri sempat homesick. Namun dengan berjalannya waktu dan bertambahnya tugas kuliah hal ini akan terlewati. Ya biasalah mas, ada fase fasenya lha dari honeymoon, culture shock, homesick sampai adaptasi.


Selama kuliah di US, sudah kemana aja jalan-jalannya mas?  

Saya belum sempat eksplorasi banyak, mungkin karena masih bergelut dengan tugas dan baru 5 bulan,  hanya beberapa kota yang sempat dikunjungi seperti Kansas City.


Menurut Mas Fahmy, seberapa besarkah peran ‘memiliki pengalaman kuliah di luar negeri’ dalam dunia kerja sekarang ini? 

Kuliah di dalam dan luar negeri masing masing memiliki kelebihan. Manfaat kuliah keluar beragam manfaatnya. Saya coba merangkumnya:

  1. Akselerasi kematangan pribadi. Dengan lingkungan baru yang sama sekali berbeda dengan asal tempat kita adaptasi sangatlah dibutuhkan. Keluarnya kita dari zona nyaman mengharuskan kita terus meningkatkan keterampilan pribadi dan sosial untuk menyelesaikan masalah masalah yang menjadikan kita sebagai pribadi yang kaya dengan pengalaman hidup.
  2. Kematangan interaksi social. Perspektif dan sikap kita terhadap perbedaan budaya akan semakin matang dengan sikap lebih toleran tanpa meninggalkan akar budaya dan prinsip dasar kita.
  3. Pengembangan karir. Pengetahuan, keterampilan dan bahasa asing akan meningkatkan daya tawar ketika akan melamar pekerjaan atau menciptakan pekerjaan. Hal ini sebagai salah satu output sistem universitas luar yang dinamis, interaktif, mengutamakan proses dan hasil yang baik serta berfokus pada peningkatan pengetahuan dan sikap professional.
  4. Membangun Jaringan baru. Hal ini salah satu benefit yang sangat berharga, karena akan sangat berguna natinya ketika mengeksplorasi dan membuka kesempatan baru yang lebih luas untuk sebuah kerjasama yang menguntungkan.




Pertanyaan terakhir, adakah nasehat dari Mas Fahmi untuk adik-adik yang masih sekolah atau sedang menempuh kuliah S1, yang memiliki impian kuliah di US? 

Kalau nasehat untuk anak anak muda Indonesia yang ingin sekolah keluar negeri dimana saja: Merantaulah untuk Ilmu karena itu adalah salah satu cara tercepat dan terbaik untuk kawan kawan dalam meningkatkan kualitas diri dan "menolong" Indonesia.

Anak anak muda harus punya mimpi dan usaha yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Kawan kawan harus selalu bersemangat karena anda dan Indonesia tidak bisa tegak diatas sikap hanya menerima keadaan, apatis dan negative.

Berinteraksi dan kembangkan jaringan dengan kawan kawan yang berfikir dan bersikap positif seperti komunitas beasiswa, agar anda dapat saling bersinergi untuk sukses bersama, perbanyak aktivitas yang mengasah kemampuan dan keterampilan sosial anda seperti bergabung di kegiatan komunitas dll. Berusahalah yang terbaik, berdoa dan yang paling penting memohon restu orang tua anda. Seperti kutipan Nabi Muhammad SAW “Manfaatkan Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu”.


Baik. Terimakasih banyak Mas Fahmi sudah bersedia berbagi cerita dan inspirasi di berkuliah.com

Sama-sama. Terimakasih juga sudah diberi kesempatan berbagi. Semoga bermanfaat. Saya tunggu kedatangan kawan kawan semua di US ya! Salam Sukses utk kawan kawan semua.


Narasumber : Fahmy At
Reporter : Rizqi Akbarsyah

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top