Mahasiswa Kedokteran Studi S2 di Belanda, Ini Cerita Nada Ristya

Halo semua! Perkenalkan nama saya Nada Ristya Rahmani (panggilan Nada). Saya berasal dari Bandung, kuliah S1 di Fakultas Kedokteran UN...


Halo semua! Perkenalkan nama saya Nada Ristya Rahmani (panggilan Nada). Saya berasal dari Bandung, kuliah S1 di Fakultas Kedokteran UNPAD angkatan 2006, dan tamat pendidikan dokter umum tahun 2012. Saat ini saya sedang melanjutkan S2 di Vrije Universiteit Amsterdam jurusan Biomedical Science. Alhamdulillah mendapatkan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) waktu masih awal banged launching, jadi saya LPDP angkatan ke-2.


Saat memilih tempat kuliah, apa Nada memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau hal lain? Bisa diceritakan alasannya? 

Kenapa saya ada di Belanda? Ada beberapa alasan, yang utamanya adalah karena suami saya udah duluan memulai master di TU Delft (ITB-nya Belanda) dan saat itu saya sebagai fresh graduate dokter umum wajib bekerja setahun dulu di rumah sakit daerah yang telah ditentukan pemerintah. Subhanallah, betapa Allah merencanakan dengan sangat baik, bulan agustus 2011 minggu ke-3 suami saya berangkat ke Belanda, minggu ke-4 nya saya berangkat untuk bertugas di RSUD Pelabuhan Ratu. Jadilah semacam win-win solution, kami berdua berpisah setahun tapi produktif dalam tugas masing-masing.

Nah, lanjut. Selama setahun di Pelabuhan Ratu itulah saya mencari kesempatan untuk S2, agar bisa belajar bersama suami di belanda. Nah, saya paham bahwa untuk melanjutkan studi spesialis kedokteran akan susah karena harus lulus ‘TOEFL’nya bahasa Belanda, lulus ujian nasional kedokteran mereka pakai bahasa Belanda, belum lagi ‘gaya’ mengobati yang berbeda. Jadilah saya memutuskan untuk fokus mencari riset master. Alhamdulillah-nya saya menemukan jurusan paling cocok di VU Amsterdam : Biomedical Science Research Master. Master ini 2 tahun dengan masing-masing tahunnya dapat memilih  sub-jurusan yang kita minati. Maka tahun pertama saya pilih Immunologi, ini untuk mendalami sisi kedokteran yang ilmiahnya, dan tahun kedua saya ambil International Public Health, untuk memahami sisi ‘sosial’ dari kedokteran. 


Bisa diceritakan tentang biaya hidup di Belanda terutama di daerah Nada tinggal? Mulai dari biaya makan, transportasi, akomodasi, dan lainnya.

Tahun pertama saya di Belanda, saya tinggal di Den Haag (pusat pemerintahan). Memang beda kota dengan kampus saya (Amsterdam), tapi ini agar bisa tinggal bersama dengan suami yang kuliah di kota Delft. Di satu sisi kami sangat hemat karena sewa 1 kamar untuk berdua (sewa kamar 400-600 Euro/bln), tapi menambah biaya transport untuk saya pulang-pergi naik kereta ke Amsterdam. Tahun kedua saya tinggal di Amsterdam, nah baru disini saya bisa memotong biaya bulanan hampir 30% tanpa tiket kereta. 

Sebenarnya, transportasi utama di Belanda adalah sepeda! Seluruh negara Belanda terhubung dengan jalur sepeda. Jalur sepeda terpisah dari jalur mobil ataupun jalur pejalan kaki. Jalur itu juga dipakai motor scooter dan orang-orang dengan disabilitas pengguna kursi listrik, oleh karena itu di jalur sepeda ada macam-macam orang dari anak SD sampai kakek-nenek, yang pakek baju sehari-hari sampai yang pakek jas lengkap untuk ke kantor. Belanda pun negara yang relatif datar, jadi nggak banyak tanjakan. Bersepeda antar kota sesuatu yang umum dilakukan (tergantung kekuatan fisik masing-masing aja). 


Kalau butuh belanja barang? Well, yang paling hemat dan mudah adalah bergabung di grup facebook mahasiswa di kampus. Hampir setiap Univ punya grup FB untuk menjual barang-barang yang sudah tidak dipakai. Mahasiswa kan datang dan pergi setiap saat jadi selalu ada yang dijual/dikasi: yang utama sepeda ini hampir selalu beli second dari grup FB (mulai dari 40 -120 Euro), lemari, kursi, lampu, meja, bahkan hape atau gantungan baju juga dijual. Grup ini paling rame di akhir semester pas banyak yang mau balik ke negara masing-masing, kalau udah mepet mereka biasanya ngasi kesempatan buat siapa aja untuk datang ke kamar dan ambil gratis atau dengan harga yang sangat murah (kasur pun bisa gratis). 

Bagaimana dengan belanja? Di Belanda itu sebenarnya sangat enak, supermarket dari harga paling murah ke mahal (mahal standar) ada. Ini yang paling terkenalnya (dari murah ke mahal): Market (pasar), LIDL, ALDI, DIRK, JUMBO, ALBERT HEIJN. Banyak kan ya, murah bukan berarti kualitasnya buruk hanya saja mereka menjual produk-produk yang lebih lokal. Lalu ada juga toko oriental dimana kita bisa beli produk asia, termausk tempe. Saya bersama suami habis kira-kira 25-50 Euro/minggu berdua tergantung lagi pengen jajan atau nggak. Terus, karena Belanda dan Indonesia punya hubungan historis yang kuat, disini banyak restaurant Indonesia (termasuk restoran padang) dan  makanan Indonesia di supermarket (serundeng, emping, bumbu sate, etc.). Biasanya mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berkunjung dari negara Eropa yang lain datang ke Belanda untuk makan makanan Indonesia. 

Makanan halal? Itupun tidak sulit, banyak toko turki dan maroko yang menjual makanan dan daging halal. Bahkan di supermarket pun ada rak kecil yang menjual daging halal. Asalkan ada freezer di rumah, mudah kok tinggal nge-stok aja dan belanja daging cukup 2 minggu sekali. Ohya, Islam di Belanda cukup dikenal, orang-orang paham kita tidak makan babi atau alkohol, jadi terkadang berinisiatif duluan menjelaskan menu mana yang vegetarian, atau bisa jadi mereka duluan yang mengingatkan kalau ini ada kandunngan alkoholnya. Mereka juga tahu tentang Ramadhan dan menghargai kita yang puasa.

Total saya berdua suami habis 1000-1100 Euro/bulan (beasiswa LPDP 1100 Euro/orang/bulan). 


Apa kamu pernah mengalami culture shock selama di Belanda? Kalau iya, bisa diceritakan? Atau adakah pengamalan yang paling berkesan selama kuliah disana?

Kayanya culture shock pertama saya adalah : individualitas! Indonesia itu negara sosial, kita biasa punya teman, nyapa orang di jalan, atau tiba-tiba ngobrol dengan orang yang tidak kenal di angkot. Di Belanda tidak begitu. Hal-hal seperti membiasakan makan sendirian di kantin, kemana-mana sendirian, tidak saling kenal antar tetangga, tidak menyapa siapapun seharian, dan seterusnya. Ini bukan berarti saya tipe orang yang selalu nge-geng atau kemana-mana bareng teman. Selama S1 di Indo saya cukup tergolong orang yang individual juga, hanya saja disini levelnya beda. Di kelas teman-teman sibuk bercanda dalam bahasa Belanda, kita harus biasa untuk nyantai (main hape kek atau baca buku) biar nggak terlalu awkward. Setelah beberapa bulan kita akan mulai biasa dengan ini insyallah. Lucu juga pas ada mahasiswa-mahasiswa baru Indonesia yang datang, mereka tanya ke saya “mba, gimana sih caranya dapet temen?” Ternyata cukup banyak juga yang merasakan culture shock  ini saat baru datang. 

Tentang berjilbab. Saya pikir saya akan merasakan semacam kultur shok saat menjadi orang minoritas, ternyata tidak! Disini banyak juga orang-orang yang berjilbab. Bahkan di kampus saya ada 2 musholla yang bagus dengan tempat wudhu di dalam dan juga menjadi tempat shalat jumat.


Apa kamu punya tips untuk pelajar Indonesia yang ingin kuliah di kampus kamu? 

Apply ke Vrije Universiteit Amsterdam tidak sulit, cukup melalui langkah-langkah yang tertera di website http://www.vu.nl/en/programmes/about-vu/admission-and-application/

1. Saat akan daftar S2 saya sarankan daftar ke beberapa universitas, karena bisa jadi kita tidak diterima di salah satu. 

2. Baca setiap keterangan persyaratan baik-baik dan jangan ragu untuk email. Email pertanyaan paling bodoh sekalipun, tidak masalah, mereka biasanya balas segera karena ada satu department khusus international student. 

3. Pendaftaran awal ke semua universitas Belanda terintegrasi dalam Studielink https://app.studielink.nl/front-office/, jadi jangan bingung saat disuruh daftar dulu via website ini. Kita akan mendapatkan username dan password untuk daftar via studielink. Semua informasi adminstrasi (kapan harus bayar, apakah dokumen sudah diterima, dll) ada dalam akun kita di studielink. Setelah memastikan kita terdata di studielink, lanjutkan proses administrasi dengan universitas tujuan (sesuai website).

4. Biasanya kita email dulu semua persyaratan berupa soft copy lalu mereka akan mempertimbangkan. Kalau ragu mereka bisa meminta wawancara via skype atau beberapa informasi lain tentang kita. Dulu saya memberi list semua text book yang digunakan selama kuliah, karena mereka ingin tau dasar akademik saya.

5. Kalau mereka setuju dengan aplikasi kita, baru kita diminta mengirim semua dokumen hardcopy via pos. Sebelum menerima persyaratan administrasi status kita baru Conditionally Accepted . Kalau semua sudah diterima baru dikeluarkan Letter of Acceptance (LOA).

Sederhana kan sebenarnya? Padahal ini proses yang panjang, dan kita harus sangat teliti dengan waktu. Setiap dokumen yang diminta butuh proses. TOEFL IBT/IELTS harus dipertimbangkan butuh berapa lama, surat rekomendasi pun bisa berminggu-minggu jadinya tergantung kita minta ke siapa. Apakah ijazah kita sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh sworn translator apa belum. Maka, tips saya bagi yang mau kuliah ke luar negeri dan juga hunting beasiswa. Kumpulkan semua informasi dan pastikan timeline. Bisa jadi gara-gara kita nggak lulus IELTS pertama semua rencana kita undur 3 bulan untuk tes berikutnya. 


Untuk informasi beasiswa Belanda silahkan manfaatkan website Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda http://ppibelanda.org/info-beasiswa/

Informasi lebih lengkap tentang kuliah di belanda dapat dilihat di http://ppibelanda.org/kuliah-di-belanda/

Semoga bermanfaat! Salam berkuliah.com.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,297,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,58,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Mahasiswa Kedokteran Studi S2 di Belanda, Ini Cerita Nada Ristya
Mahasiswa Kedokteran Studi S2 di Belanda, Ini Cerita Nada Ristya
http://3.bp.blogspot.com/-JNELJb7t3NM/VJev0Y5YbVI/AAAAAAAAGCE/Tc2YuDgBBIc/s640/wggbvsb.png
http://3.bp.blogspot.com/-JNELJb7t3NM/VJev0Y5YbVI/AAAAAAAAGCE/Tc2YuDgBBIc/s72-c/wggbvsb.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/12/mahasiswa-kedokteran-studi-s2-di-belanda-pengalaman-nada-ristya.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/12/mahasiswa-kedokteran-studi-s2-di-belanda-pengalaman-nada-ristya.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy