Penasaran Gimana Kuliah di Swedia? Nur Fajriah Rachmah Punya Cerita Nih!

Salam kenal, ya! Sebelumnya buat perkenalan, bisa kamu ceritakan profil diri kamu? Halo. Saya Nur Fajriah Rachmah, asal dari Jaka...


Salam kenal, ya! Sebelumnya buat perkenalan, bisa kamu ceritakan profil diri kamu?

Halo. Saya Nur Fajriah Rachmah, asal dari Jakarta. Saat ini saya sedang menempuh kuliah S2 di Stockholm University, programnya Strategic IT Management, dan baru semester 3. 
Saya berkuliah menggunakan beasiswa Swedish Institute.


Kenapa memilih Swedia? Apa yang menurut kamu istimewa dari Swedia sampai membuat kamu tertari untuk kuliah di sana?

Di sini keterhubungan antara akademik, corporate, dan government nya bagus. Jadi, belajar itu nggak cuma teori, tapi banyak contoh atau case study, kalau di kehidupan nyata di luar kelas implementasinya seperti apa. Di setiap mata kuliah pasti ada dosen tamu dari industri yang materinya aligned sama kuliah dari dosen. Waktu itu pernah juga mewawancara perusahaan, ternyata model arsitektur komputer yang ada di buku kuliah benar-benar diimplementasikan oleh perusahaan.

Swedia juga negaranya maju banget, jadi banyak hal dari kehidupan sekitar yang bisa dipelajari mulai dari sistem kependudukan, transportasi, housing, dan lainnya. 


Untuk semuanya berarti sudah tertata dan teratur dengan rapi, ya? Kalau begitu, untuk adaptasi dengan lingkungan masyarakatnya sendiri, apakah kamu mengalami  kesulitan? Sepeti dalam hal budaya, bahasa, cuaca, makanan, dll.

Adaptasi cukup lancar. Budaya nggak ada masalah yang terlalu menghambat. Bahasa, hampir semua orang di sini bisa dan mau berbahasa Inggris, jadi nggak ada masalah sama sekali.

Hanya saja, cuacanya yang agak menantang. Di sini kalau winter, selain dingin, harinya pendek sekali. Paling ekstrem matahari terbit 8.40, terbenam 14.50. Sebaliknya kalau summer, harinya panjang sekali. Teman-teman yang puasa di sini tahun kemarin, puasanya 19-20 jam.

Kalau dalam hal makanan kalau buat saya nggak ada masalah. Makanan asli sini sering nggak ada rasanya buat lidah Indonesia. Tapi, karena saya lebih sering masak, jadi nggak masalah. Cari daging halal di Stockholm juga relatif mudah.


Untuk masyarakatnya dan mahasiswa asli Swedia sendiri, apakah mereka welcome sama mahasiswa Asing?

Kalau di sini masyarakatnya bener-bener welcome banget kok sama pendatang, jadi semuanya nggak begitu ribet.


Mungkin Rachmah bisa memberikan gambaran untuk rata-rata biaya hidup di Swedia untuk mahasiswa? Untuk belanja keperluan makan, tempat tinggal, transportasi,   dan keperluan lainnya, kira-kira anggarannya berapa untuk 1 bulan?

Untuk hal ini, kamu bisa tahu infonya dengan mengikuti di link ini: https://studyinsweden.se/life-in-sweden/cost-of-living/ . Kira-kira biayanya segitu. Kalau di Stockholm, mungkin housingnya lebih mahal 500-700 Kronor. Tapi yang 3200-3500 Kronor juga masih ada.


Untuk besiswanya sendiri nih, menurut pengalaman pribadi kamu, perjuangannya untuk bisa dapat beasiswa itu gimana?

Kalau Swedish Institute, seleksinya berdasarkan CV dan motivation letter yang terdiri dari 4 pertanyaan. Berdasarkan pengalaman saya tahun lalu, sebaiknya di motivation letter diberi gambaran keterhubungan antara kuliah S1 yang diambil, pengalaman kerja (kalau ada), kuliah S2 yang mau diambil, dan rencana setelah lulus S2 nanti.

Kriteria akademis seperti IP dan toefl/ielts score diseleksi oleh pihak kampus saat penerimaan program studi.


Pernahkah Rachmah mengalami kesulitan di awal-awal kuliah? Jika ada, apakah itu? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Saya agak kesulitan waktu pertama kali ada tugas menulis paper. Awalnya masih belum mengerti standar paper yang baik seperti apa. Kemudian belajar dari teman-teman yang sudah lebih terbiasa menulis paper. Tugas paper berikutnya sudah lebih baik.


Memangnya, untuk standar paper yang baik di universitas kamu itu seperti apa?

Sebenarnya ini standar paper secara umum, tapi saya awalnya belum terbiasa aja. Misalnya seperti, tidak semuanya harus dituliskan sehingga papernya fokus. Kemudian perlu ada framework sehingga papernya terstruktur. Kemudian bagaimana menulis bagian introduction sehingga menyakinkan. Bagaimana menganalisis: Apa saja yang bisa dibahas dan dari sudut pandang seperti apa, dan bagaimana membuat kesimpulan berdasarkan analisis.


Kalau dosennya nih, misalkan saja kita kurang paham apa yang diajarkan di kelas, apakah kita bisa menemui dosen di luar kelas atau luar kampus?  

Kalau di universitas saya biasanya di awal kuliah dosen kasih nomor ruangannya, email, dan nomor  telpin kantor. Kemudian kalau ada preferensi hari dan jam kunjungan juga disampaikan. Jadi, kalau ada yang tidak jelas bisa ditemui di luar kelas. Tapi sepertinya nggak di luar kampus.

Ada cerita tambahan tentang hubungan mahasiswa dan dosen. Di Swedia, hierarki organisasinya cenderung horizontal. Hal ini tergambar juga di interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Di sini juga mahasiswa punya hak "suara". Kalau deadline tugas dirasa tidak masuk akal, mahasiswa bisa mendiskusikan deadline tugas saat tugas tersebut di-launching. Ini mungkin tidak berlaku di semua dosen, tapi mayoritas yang saya alami, dosen meminta persetujuan dulu dari mahasiswa mengenai deadline. Mungkin ini terkait culture consensus di Swedia.

Kemudian, kalau misalkan dosennya dianggap tidak professional dalam mengajar, atau tidak sesuai ekspektasi, mahasiswa bisa menyampaikan hal itu ke pihak yang bertanggungjawab di kampus untuk kemudian ditindaklanjuti. Hal ini disosialisasikan resmi saat pertemuan pertama saya dengan pihak universitas.

Selain itu, di sini dosennya casual banget, baik dari cara mengajar maupun pakaiannya. Dosen saya waktu itu pernah mengajar pakai kaos dan celana pendek kayak mau main basket. Terus kalo untuk panggilan dosen cukup pakai nama aja, nggak perlu pakai prof/sir/maam. Jadi nggak terasa ada jarak antara mahasiswa dan dosen.

Ini nih, banyak yang berpikiran kalau kehidupan muda-mudi di Eropa itu banyak sekali yang senang berpesta. Nah, kalau untuk di Swedia sendiri, bagaimana kebiasaan mahasiswanya di luar kampus?
Banyak yang party juga, terutama mahasiswa internasional karena sebenarnya party salah satu cara untuk bersosialisasi dan mendapatkan teman baru.


Itu berarti kita kalau kita ingin memperbanyak jaringan harus ikut party juga ya? Untuk pengalaman unik dan menariknya nih, apakah selama di Swedia kamu pernah menemui atau mengalami hal-hal menarik, unik, menyebalkan, yang tidak bisa kamu lupakan?

Ngga harus, masih banyak cara lain juga. Saya sendiri jarang ikut party dengan mahasiswa internasional.

Hmm..unik apa ya. Buat saya, sepaket pengalaman hidup selama di sini menarik banget. Saya bukan hanya jadi lebih memahami value dan culture orang lain, tapi yang nggak kalah penting juga jadi jauh lebih mengenal diri sendiri.


Dimana saja tempat-tempat wisata yang sudah kamu kunjungi? Mungkin tempat-tempat yang bisa menginspirasi?

Tempat wisata, saya keliling Stockholm dan beberapa kota lain di Swedia. Kemudian sudah beberapa negara lain yang masuk area Schengen juga. 

Wah, saya bingung kalau pertanyaannya menginspirasi. Sekali lagi, buat saya yang paling berkesan (dan mungkin menginspirasi) adalah sepaket pengalaman hidup dan jalan-jalan selama ini.


Ada nggak sih, di Swedia peraturan-peraturan yang unik dan berbeda? Seperti misalnya apa saja yang tidak boleh dilakukan di Swedia? Atau larangan-larangan lainnya?

Yang beda lebih ke culture sepertinya. Di sini gender equalitynya tinggi, dan itu kelihatan juga di kehidupan sehari-hari. Jadi, lihat bapak-bapak dorong stroller bayi di sini banyak banget. Terus toilet di pusat perbelanjaan atau kampus yang nggak dipisah antara laki-laki dan perempuan juga banyak. Bahkan, di beberapa toilet laki-laki disediakan papan untuk mengganti pampers bayi.

Kemudian culture mengantri di sini kental sekali. Masuk ke bus benar-benar mengantri satu-satu. Bahkan, untuk bisa mendapatkan kontrak apartemen harus mengantri dulu. Di Stockholm, perlu antri berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan first hand contract. Seseorang perlu punya credit days yang cukup panjang dulu baru bisa menyewa apartemen.


Adakah pasan-pesan yang ingin Rachmah sampaikan untuk mahasiswa Indonesia atau pelajar Indonesia yang ingin kuliah ke luar negeri? Apa saja yang harus dipersiapakan agar mereka bisa survive kuliah di negeri orang ?

Untuk yang ingin kuliah ke luar negeri, semangat terus! Googling…googling… googling. Sebagian besar informasi yang dibutuhkan bisa di-googling. Kalau ada informasi yang nggak ketemu waktu googling, baru coba tanya ke pihak kampus, penyedia beasiswa, atau mahasiswa yang sedang kuliah di universitas tersebut. Benar-benar teliti tiap program studi yang diminati di website universitas. Dua program studi dengan nama yang sama persis, isinya bisa sangat berbeda.

Kalau beberapa kali tidak berhasil diterima di program studi atau beasiswa yang diinginkan, jangan langsung menyerah, usaha terus. Coba program lain, atau daftar program yang sama pada periode pendaftaran selanjutnya.


Terkait survive, perjuangan untuk bisa sampai ke negara lain itu menurut saya satu ‘milestone’ sendiri. Kalau sudah berhasil sampai ke negara lain, nanti akan menemukan cara sendiri untuk bisa survive di sana. Semoga sukses!

Salam berkuliah.com.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,291,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Penasaran Gimana Kuliah di Swedia? Nur Fajriah Rachmah Punya Cerita Nih!
Penasaran Gimana Kuliah di Swedia? Nur Fajriah Rachmah Punya Cerita Nih!
http://4.bp.blogspot.com/-H7rQSTdPA4g/VIbIiuetSFI/AAAAAAAAF0A/T8vwJJyuKRc/s640/2.png
http://4.bp.blogspot.com/-H7rQSTdPA4g/VIbIiuetSFI/AAAAAAAAF0A/T8vwJJyuKRc/s72-c/2.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2014/12/penasaran-gimana-kuliah-di-swedia-nur.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2014/12/penasaran-gimana-kuliah-di-swedia-nur.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy