Artikel Terbaru

8 Sistem Belajar Mendekati Deadline dengan Hasil Prima

Adanya kesibukan kamu yang menumpuk, tentu dong kamu harus meluangkan waktu untuk belajar. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya kamu harus mencuri-curi waktu buat belajar. Alesan lainnya sih males, iya bukan ? Tapi, bukan berarti belajar dengan sistem deadline ini salah lho, mengapa ? karena setiap orang memiliki passionnya masing-masing. Ada orang yang bisa belajar jauh-jauh hari, tapi ada juga yang bisa belajar kalau udah mendekati tenggat waktunya. So, orang lain gak bisa menilai cara belajar kamu salah atau tidak. Karena kamu sendiri yang tahu akan sistem belajar kamu. Mau tahu caranya ? Nih, tips belajar mendekati deadline tapi hasilnya prima:

1. Terapkan Sistem Memahami, Bukan Sistem Menghafal 
 

Dengan memahami, kamu akan akan langsungmengerti bahawa segala sesuatu yang diphami akan mudah menyerap ke otak dibanding sesuatu yang dihafal. Logikanya begini. Disaat otak kamu dipaksa mengingat sesuatu yang gak disuka, maka ingatan itu akan cepat menguap. Sebaliknya, disaat kamu paham. Otak kamu pun merespon dengan baik.
Memahami bukan perkara yang mudah. Perlu kamampuan kamu untuk fokus pada apa yang kamu baca. Kalau hanya sekedar baca, semua orang juga bisa. Layaknya menulis yang membutuhkan proses menulis berulang-ulang agar tulisan kamu berkualitas dan bagus, begitu juga dengan memahami. Kamu harus membaca berulang-ulang dan fokus terhadap apa yang akan kamu pahami.

2. Pelajari Intinya
 
Ingat ! intinya. Isi dari buku dari buku tersebut gak harus kamu baca semua. Akan tetapi kamu perlu tahu mana saja poin-poin yang ada di dalam buku tersebut yang perlu kamu perdalam. Misalnya, inti dari buku tersebut berada di tengah halaman, maka kamu perlu meluangkan waktu lebih fokus saat membacanya. Jangan sampai buku setebal 386 halaman itu kamu baca semua. Yang ada malah kamu kamu bingung tadi di dalam isi buku itu apa ya ? Bakar aja yok, bukunya.. lalu diminum ? siapa tahu manjur...hehehe :D

3. Tajamkan Insting

Yee..memangnya paranormal? maksudnya, kamu harus bisa memprediksi apa-apa saja yang akan keluar di ujian nanti. Sadar gak ? kalau setiap orang punya kemampuan buat memprediksi apa yang akan terjadi ? tapi bukan masa depan. Naluri atau insting merupakan suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik). Dalam psikoanalisis, naluri dianggap sebagai tenaga psikis bawah sadar yang dibagi atas naluri kehidupan dan naluri kematian. Jadi, mainkan insting kamu disini. Selama satu semester ini kamu sudah mengenal bagaimana karakter dosen, jadi kamu sudah bisa memprediksi apa aja yang akan dosen tuangkan dalam ujian tersebut.

4. Sarapan


Hal ini kedengarannya sepele, tapi sangat penting untuk menunjang ketika kamu ujian nanti. Sarapan akan berguna bagi otak kamu. Coba pada saat ujian kamu lapar, pasti kamu gak bisa mikir. Yang dipikir urusan perut, yang caing-cacingnya uadah minta makan. Pastikan kondisi badanmu fit pada sat ujian nanti. Eits, tapi makannya jangan terlalu banyak, bisa-bisa kamu ngantuk nantinya. Karena otak kamu serasa dimanja dengan rasa kenyang itu.
Sarapan yang baik adalah yang mengandung karbohidrat dan protein dengan jumlah yang standar. Jika banyak , maka yang akan akamu akan mengantuk karena kandungan karbohidrat di dalamnya. Tips buat anak anak kost, cukup sarapan dengan nasi dan telur, itu sudah bia menunjang otakmu ketika ujian nanti.

5. Saat Hari-H Kamu gak Perlu Buka Buku

Nah lho, memangnya kenapa ? karena semakin kamu buka buku, pikiran kamu akan terhimpit. Kamu sudah membayangkan bagaimana kalau nanti semua yang ada di buku itu, gak ada keluar satupun. Semakin kamu membolak-balikkan buku itu, semakin menguap apa yang kamu pahami semalam, karena kamu bakal membayang sesuatu yang belum pasti.
Apalagi jika ada dosen yang sistem ujiannya menggunakan sistem textbook alias harus sesuai dengan buku. Nah, disinilah kamu harus bisa menyiasati agar apa yang kamu pahami gak jauh beda dengan yang ada di buku. Memang kedengarannya sulit, dosen yang satu ini memang mematahkan kemampuan menalar para mahasiswanya. Please deh pak, otak kita bukan mesin fotocopy yang bisa mencontek dengan mulus apa yang ada di buku, Otak kita lebih canggih karena memiliki daya nalar yang kuat.

6. Optimis

Nah, ini penting. Optimis. Mental ini yang harus ada di benak kamu. Sikap optimis akan mendukung otak kamu berkerja lebih baik. Optimislah jika kamu bisa mengerjakan ujian nanti dengan sebaik-baiknya. Tentunya di dukung dengan kemampuan belajar kamu yang memadai. Jika hanya optimis, tapi gak belajar, jangan salahkan jika itu semua menjadi nothing.

7. Manajemen Waktu yang Baik Saat Ujian Dimulai


Karena waktu belajar kamu sudah mendekati deadline, jangan sampai waktu ujian kamu juga mendekati deadline. Begitu ujian dimulai, kamu wajib pasang strategi.  Soal-soal mana saja yang akan kamu kerjakan terlebih dahulu. Jangan sampai kamu stuck di satu soal. Bisa-bisa waktu kamu hanya habis buat mantengin itu soal. Secara gak sadar, tiba-tiba dosen udah bilang, waktunya tinggal 10 menit lagi, apa kamu gak kelabakan tuh ? -.-

8. Berdo’a

Gak ada yang meragukan kemampuan do’a ini. Sekeras apapun kamu berusaha, kalau Tuhan gak berkehendak buat ngencerin otak kamu saat ujian yang ada pikiran kamu kosong. Bisa-bisa kamu stuck aja, diem..gak bisa nglakuin sesuatu apapun. Daya nalar kamu akan macet seketika. Kalau kamu ingin sukses dalam ujian kamu, perbanyaknya beribadah dan berdo'a. Tapijangan hanya menjelang ujian ibadahnya. Karena kemampuan spiritual dan akademis itu harus berjalan seimban , jika tidak maka kamu belum bisa dikatakan sebagai orang yang berhasil di dalamnya.

Yuk, buktikan meski kamu belajar dengan sisten deadline, tapi kamu gak kalah dengan kawan kamu lainnya ^_^
Salam berkuliah


Oleh : Andreanyta Erni

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top