Artikel Terbaru

Interview di Hungaria: Bagaimana Prasetyani Atikah Putri Menjalani Exchange di Negara Minoritas Warga Asia?

Pernah terpikir untuk exchange di Hungaria? Memang tak banyak yang mengetahui tentang negara yang merupakan bagian dari Eropa timur ini. Mahasiswa Asia yang kuliah disini bisa dihitung dengan jari. Bahkan bahasa yang digunakan warga di Hungaria mayoritas adalah bahasa Hungaria, sehingga bahasa Inggris di negara ini bukanlah bahasa resmi sebagaimana di negara-negara Eropa lainnya. Tapi, hal tersebut justru merupakan tantangan bagi Putri untuk exchange di negara Hungaria. Seperti apa pengalamannya? 


Halo Putri, Sebelum melangkah lebih jauh lebih dahulu kita berkenalan dulu, mungkin bisa menyebutkan nama lengkapnya, asal kota, kuliah dimana, jurusan apa, dan mengapa Hungaria menjadi pilihan?

Halo, saya Prasetyani Atikah Putri saat ini tinggal di Sidoarjo dan saya baru saja menamatkan studi S1 saya di Universitas Brawijaya dengan jurusan Hubungan Internasional. Sebenarnya saya daftar beasiswa ke Hungaria itu hanya iseng karena ada salah satu teman saya yang juga dapat beasiswa yang sama di tahun sebelumnya dan juga persyaratannya tidak begitu sulit jadi saya mendaftar.

Apakah Putri mendapatkan beasiswa? jika iya, apa beasiswanya, dan bagaimana cara apply sesuai dengan pengalaman Putri step by step? Beasiswanya full/ half ?

Beasiswanya diberikan oleh pemerintah Hungaria melalui Balassi Institute. Cara daftarnya hanya mengirimkan berkas secara online dan melalui pos, dan nanti langsung diumumkan hasilnya apakah diterima atau tidak. Yang ditanggung oleh beasiswa ini adalah allowance per bulan, asuransi kesehatan, bebas biaya perkuliahan dan residence permit. Untuk biaya visa dan tiket kesana ditanggung oleh yang mendapatkan beasiswa.




Apa kelebihan dari kampus tempat Putri menempuh study? mungkin dari segi fasilitas, kurikulum, birokrasi, dan suasana 

Kampus saya terletak di tengah kota jadi gampang kalau mau kemana mana, selain itu jumlah mahasiswa per kelas juga sedikit, tidak pernah lebih dari 15 orang.  Untuk urusan birokrasi juga agak sedikit berbelit-belit tapi mereka sangat helpful terhadap mahasiswa asing. Disana juga terdapat organisasi yang bertugas untuk mengurus mahasiswa asing, jadi mereka sering bikin event dan semacamnya supaya para mahasiswa asing dan mahasiswa lokal bisa saling kenal.

Serta apa menariknya jurusan yang Putri ambil, dan apakah pernah menemukan kesulitan?

Disana saya mengambil English and American Studies, sebenarnya tidak beda jauh dengan jurusan yg saya ambil di Indonesia, hanya saja lebih spesifik. Kesulitan yang saya alami paling banyak dalam bahasa, meskipun saya sudah terbiasa dengan bahasa Inggris namun saya tetap harus membiasakan diri lagi. Karena seluruh bentuk perkuliahan menggunakan bahasa Inggris, mulai dari materi, tugas hingga presentasi. Untungnya teman-teman kuliah juga bahasa Inggrisnya cukup bagus jadi tidak kesulitan untuk komunikasi. 

Apakah pernah mengalami Culture Shock? jika iya, dalam hal apa ? dan bagaimana cara mengatasinya ?

Culture shock itu pasti ada, pertama kali saya sampai adalah saat winter. Suhunya sangat dingin bisa sampai minus. Ada saat dimana saya menunggu bus dan kedinginan karena coat yg saya pakai kurang tebal. Saya juga harus berbagi kamar di asrama dengan 3 orang lainnya dan harus bertoleransi dengan mereka. Selain itu orang Asia selain Cina masih sedikit, jadi saya kadang saya dilihatin orang tapi tidak pernah sampai mengganggu. Lalu saya juga jadi terbiasa jalan kemana mana, karena transportasi umum hanya berhenti di setiap halte. Kalau cuma beda 1-2 halte biasanya saya jalan, apalagi disana trotoarnya lebar jadi pejalan kaki tidak akan terganggu.



Menurut Putri bagaimana karakter dosen dalam menyampaikan mata kuliah? Dan bagaimana sikap mahasiswa lokal Hungaria terhadap mahasiswa internasional ?

Selama ini dosen di kampus saya baik semuanya, sebelum kelas dimulai semua mahasiswa diwajibkan untuk membaca materi supaya kegiatan perkuliahan bisa berjalan lancar. Dosen juga selalu menghargai pendapat mahasiswanya, tidak pernah mengatakan benar atau salah. Selain itu mereka sangat jujur dengan nilai, tidak ada cerita dosen me-mark up nilai mahasiswanya seperti yang terjadi di Indonesia. 

Bagaimana dengan sistem kurikulum di Hungaria? Hal apa yang paling signifikan perbedaannya dengan Indonesia?

Sistem pendidikannya hampir sama dengan di Indonesia, terbagi menjadi 2 semester. Spring semester dimulai sekitar Februari dan Autumn semester sekitar bulan September. 


P.S: Sebagai info, Hungaria tidak memiliki PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) seperti di negara-negara lainnya karena mahasiswa Indonesia yang melanjutkan study di Hungaria sangat sedikit, sekitar 2-4 orang setiap tahunnya. 

-------------------------------------------------------------------------------------
Narasumber : Prasetyani Atikah Putri

Reporter        : Andreanyta Erni





Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top