Ken : Mengikuti Jejak Penemu Teknologi 4G Asal Indonesia yang Berkuliah di NAIST

Nara Institute of Science and Technology yang lebih dikenal dengan sebutan NAIST merupakan universitas terkemuka di Jepang. NAIST hanya mem...


Nara Institute of Science and Technology yang lebih dikenal dengan sebutan NAIST merupakan universitas terkemuka di Jepang. NAIST hanya membuka tiga bidang ilmu yaitu Information Science, Biological Science dan Materials Science. NAIST telah berhasil menciptakan banyak Scientis, satu diantaranya adalah Dr. Eng. Khoirul Anwar.
Dr. Eng. Khoirul Anwar telah menyelesaikan S2 dan S3nya tahun 2008 pada Fakultas Information Science. Young Scientist asal Kediri yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini merupakan penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Hasil penemuanya kini digunakan oleh perusahaan besar asal Jepang dan telah menerima penghargaan di tingkat internasional.
Jejak penemu Teknologi 4G itu kini diikuti oleh Kenny Lischer, mahasiswa NAIST  asal  Jakarta yang saat ini sedang menempuh S3 di Fakultas Biological Science. Bagaimana untuk dapat diterima di NAIST dan bekuliah di sana? Simak pengalaman Ken berikut ini.



Alasan Memilih NAIST

Pertama karena saya tertarik untuk mendalami bidang ilmu Biologi Molekuler terutama dibidang Gene Editing dan Development Organ. Di NAIST, Saya mendapat professor dan lab yang cocok yang bisa menyalurkan keinginan saya. Kedua, NAIST cukup terkenal dengan risetnya yang bersaing dengan top university. Secara produksi publikasi riset yang dihasilkan bisa dikatakan bersaing dengan universitas top dunia. Ketiga, karena saya diterima terlebih dahulu di kampus ini. Ketika mengambil kuliah ke luar negeri, prinsip saya adalah dimana yang diterima terlebih dahulu, maka itu yang saya ambil. Alasan yang terakhir adalah saya bisa riset di bidang Gene Editing dan Organ Development.


Proses Pendaftaran

Pengalaman saya untuk mencari S3 cukup berbeda. Saya mendaftar ke lab di NAIST yang memang sedang open position. Ada 3 Professor dari NAIST yang saat itu sedang open position. Saat mendaftar saya hanya mengirimkan CV, Nilai IELTS, Motivation Letter, rekomendasi dari beberapa orang, dan urutan pilihan professor yang dipilih.
Pada umumnya persyaratan untuk kuliah ke luar negeri hampir sama di setiap Universitas baik yang skema normal admission atau open position. Oleh karena itu, persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan jauh-jauh hari. Minta teman atau dosen yang memiliki pengalaman untuk membaca aplikasi kita dan meminta saran dan masukkannya. 



Proses Seleksi

Setelah mendaftar, saya diumumkan terpilih seleksi berkas dan dilanjutkan dengan tes presentasi dan wawancara. Presentasi dilakukan di hadapan para Professor, sementara wawancara dilakukan satu persatu dengan Professor tersebut. Bulan Mei saya mendaftar, seminggu kemudian saya ikut tes, dan satu minggunya kemudian saya diterima. Hasil tes biasanya diurutkan sesuai hasil tes yang telah kita ikuti. Saya mendapat urutan pertama hasil tes tersebut dan mendapat beasiswa MEXT Special Recommendation.

Pada saat tes, saya mencoba mengikuti seperti orang-orang Jepang yang akan ikut tes masuk. Dari segi penampilan yang memakai pakaian formal business dan jas, latihan presentasi agar bisa selesai on time, dan memprediksikan jawaban pertanyaan yang sering ditanyakan seperti motivasi dan alasan masuk NAIST. 

SPP di NAIST

Tuition di Jepang khususnya di NAIST bisa dibilang cukup murah bila dibandingkan dengan Inggris, Amerika, dan negara di Eropa lainnya. SPP di NAIST untuk satu tahun sebesar 535.800 Yen, Sekitar 58-60 jutaan.


Mahasiswa Indonesia di NAIST

Mahasiswa Indonesia di NAIST cukup banyak, sekitar 20 orang. Biasanya setiap dua minggu sekali selalu kumpul untuk pengajian. Selain itu terkadang sering mengadakan party seperti welcome party new student dan farewell party bagi teman-teman yang mau pulang ke Indonesia.



Sistem Perkuliahan di NAIST  

Sistem perkuliahan di NAIST sangat berbeda dengan di Indonesia. Di sini jangan harap bisa mengikuti suatu mata kuliah dengan sukses tanpa membaca atau menonton video terkait materi di dalam kelas. Di dalam kelas akan lebih banyak diskusi daripada hanya memberi pengajaran satu arah saja. Setiap kelas terdapat video rekamannya, jadi apabila suatu waktu ingin mereview materi sebelumnya, bisa melihat video tersebut.

Karena di NAIST saya mengambil S3, tidak banyak kuliah yang saya diikuti. Fokus utama adalah untuk penelitian. Mata kuliah yang diambil terkait dengan persiapan untuk dapat menghasilkan penelitian dan mengkomunikasikan dengan sukses kepada orang lain.


Bidang Ilmu di NAIST 

NAIST hanya memiliki 3 jurusan dan hanya untuk master dan PhD degree saja. 3 jurusan tersebut adalah Biosciences, Material Science, dan Information Science. Ketiganya cukup terkenal baik di Jepang maupun di dunia.

NAIST mulai banyak dikenal ketika salah satu Staff Profesornya yang sekarang pindah di Kyoto University meraih Nobel di bidang Biologi dari hasil temuannya tentang iPSc (Induced Pluoripotency Stem Cell). Dalam temuannya, dia berhasil mengubah sel kulit (fibroblast) menjadi stem cell yang bisa berubah menjadi beragam sel dan organ seperti syaraf, ginjal, jantung, dan lain-lain.


Di Indonesia sendiri, NAIST cukup terkenal karena ada salah satu tokoh Indonesia yang berhasil menemukan teknologi 4G, yaitu Pak Khairul Anwar. Dulu dia kuliah Master dan PhD di Information Sciences NAIST dan sempat mengajar di sini sebelum akhirnya pindah ke JAIST.

Fasilitas Mahasiswa di NAIST 

NAIST bisa dikatakan kampus yang kecil, namun fasilitasnya sangat lengkap. Akses pencari jurnal yang memungkinkan untuk mencari jurnal di jurnal top di dunia, Perpustakaan dengan koleksi lengkap, lapangan olahraga, gym, dan lain sebagainya. Saya sendiri tinggal di Dormitory di NAIST yang berjarak hanya 5 menit ke kampus. Jadi sangat nyaman untuk selalu beraktivitas di dalam kampus.

Bagi mahasiswa muslim, Muslim-muslim dari beberapa negara di NAIST ini biasa melakukan kegiatan shalat berjamaah pindah-pindah tempat untuk mengatasi ketidaktersediaan tempat shalat di NAIST. Karena merasa satu sama lain adalah keluarga, jadi tidak pernah merasa sendirian. Makanan-makanan halal pun bisa didapat dengan mudah dari beberapa toko yang menyediakan dan pembelian online.



Keunggulan Berkuliah di NAIST 

Sistem pengajaran yang baik, fasilitas dan alat penelitian yang masih sangat baru. Hal tersebut sangat mendukung iklim riset di NAIST. Selain itu ada juga mata kuliah yang mengharuskan Internship di Lab di UC Davis, US. Sehingga memungkinkan mahasiswa untuk bisa merasakan iklim riset dan kolaborasi dari negara yang berbeda.

Motivasi

Cukup menjadi dirimu sendiri dan tunjukkan kelebihanmu. Jangan malu untuk berbicara baik dalam Bahasa Inggris maupun bahasa utama dari negara tersebut. Gampang kok untuk kuliah di NAIST, Caranya  persiapkan dengan matang seluruh persyaratannya. Setelah persyaratan siap, lakukan pendaftaran online dengan benar dan teliti. biasanya pendaftaran dibuka setiap bulan September-Desember. Semoga Sukses teman-teman Berkuliah.com.
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,12,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,287,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,9,Destinasi,65,Eropa,310,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,85,inspira solution,1,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,14,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,44,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,14,PPI,6,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,23,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,23,Student Life,146,Studenthack,349,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,1,Universitas,35,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: Ken : Mengikuti Jejak Penemu Teknologi 4G Asal Indonesia yang Berkuliah di NAIST
Ken : Mengikuti Jejak Penemu Teknologi 4G Asal Indonesia yang Berkuliah di NAIST
https://2.bp.blogspot.com/-Snu8gqscCDo/Vln8oTWHtcI/AAAAAAAAHIQ/133BZ89v-zk/s640/1.png
https://2.bp.blogspot.com/-Snu8gqscCDo/Vln8oTWHtcI/AAAAAAAAHIQ/133BZ89v-zk/s72-c/1.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2015/11/ken-mengikuti-jejak-penemu-4g-asal.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2015/11/ken-mengikuti-jejak-penemu-4g-asal.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy