Artikel Terbaru

Perhatikan 3 Hal Ini Jika Kamu Mau Kuliah Sambil Kerja!

Memutuskan untuk kuliah di luar negeri berarti kita memutuskan untuk mulai hidup mandiri, termasuk pada perkara keuangan. Untuk itu kita juga perlu pandai-pandai membuat anggaran keuangan dengan seksama sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri. Bagi kita yang selama kulah tidak dibiayai oleh beasiswa, kita bisa mulai mempertimbangkan untuk kuliah sambil bekerja untuk meringankan beban biaya kuliah.


Namun, memutuskan untuk kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang sederhana. Kamu harus mempertimbangkan apakah pekerjaan paruh waktu akan mengganggu waktu kuliah atau tidak. Sebenarnya hal tersebut tidak akan menjadi masalah asalkan kamu bisa membagi waktu dengan baik dan bersedia untuk bekerja keras. Selain itu, kamu juga perlu memikirikan keuntungan dan kekurangan jika kamu memutuskan kuliah sambil bekerja.

Pada umumnya, kuliah sambil bekerja akan memberikan keuntungan untuk kita. Di antaranya meringankan beban biaya hidup dan juga kamu bisa mengasah kemampuan berbahasa setempat (tergantung destinasi kuliahmu). Dengan bekerja kamu juga punya kesempatan yang bagus untuk berbaur dengan masyarakat setempat. Apalagi jika kamu berkesempatan untuk magang di kantor, pengalaman kerja ini tentunya akan menambah nilai plus pada waktu kamu mencari kerja setelah lulus kuliah nanti.

Meski banyak keuntungannya, namun kadang kala kuliah sambil bekerja ada pengalaman yang tidak menyenangkannya. Bahkan ada beberapa kasus di Amerika di mana mahasiswa asing mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari majikan mereka. Sebenarnya mahasiswa lokal juga bisa mengalami hal yang sama. Semua itu terjadi karena kurangnya informasi mengenai tempat kerja dan halangan dalam kelancaran berbahasa. Selama kamu teliti dalam memilih pekerjaan dan majikan, kamu bisa meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan. Nah, kalau kamu sudah siap untuk kuliah sambil bekerja, sekarang saatnya kamumenyiapkan beberapa hal berikut ini.


Periksalah visamu

Visa umumnya dikeluarkan dalam beberapa kategori tertentu. Misalnya saja visa Tier 4 di Inggris, visa ini tidak mengizinkan mahasiswa asing untuk bekerja. Sedangkan beberapa visa lain bisa saja mengijinkan mahasiswa asing untuk bekerja tapi dengan batasan waktu tertentu. Di Selandia Baru misalnya, mereka mengizinkan mahasiswa asing bekerja hanya saja tidak boleh lebih dari 20 jam per minggu. Kalau kamu melanggar peraturan tersebut, maka siap-siap saja untuk angkat kaki dari negara itu. Jadi, ada baiknya sebelum memulai kerja paruh waktu, periksalah batasan-batasan visamu.

Bertanyalah pada mahasiswa asing lainnya

Cara termudah untuk mendapatkan pekerjaan ketika kamu kuliah di luar negeri adalah dengan menanyakan pada teman-temanmu. Kamu bisa bertanya pada mahasiswa asing yang bekerja paruh waktu, mungkin di tempat kerja mereka ada lowongan. Selain itu, kamu juga bisa mencari informasi mengenai reputasi majikan atau tempat kerja yang lebih bersahabat terhadap mahasiswa asing.

Berkonsultasi dengan pihak universitas

Pada umumnya, universitas memberikan layanan konseling mengenai kerja paruh waktu yang akan diambil oleh mahasiswanya. Pihak universitas bahkan juga mempunyai koneksi dengan perusahaan-perusahaan lokal. Dengan begitu, kamu memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih terjamin dan sesuai dengan bidang studi yang sedang kamu jalani.


Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top