Aishah Prastowo Mahasiswa Indonesia asal Yogyakarta yang Kuliah di University of Oxford

Saat ini kualitas mahasiswa Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi dalam lingkup internasional. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia yang bisa melanjutkan studinya di luar negeri. Beberapa diantaranya bahkan berhasil lolos seleksi untuk menempuh studi di universitas-universitas dan perguruan tinggi serta institusi pendidikan yang memang terkenal dan bahkan terbaik dalam skala internasional. Sudah seharusnya para mahasiswa indonesia lainnya termasuk kamu untuk mulai mempertimbangkan pilihan kuliah di luar negeri nanti setelah studi yang sekarang kamu jalani selesai. Banyak sekali kesempatan yang bisa kamu ambil untuk kuliah di luar negeri yang sangat sayang jika kamu lewatkan begitu saja tanpa mencobanya sekali, dua kali, atau lebih.


Salah satu mahasiswa Indonesia yang berhasil untuk melanjutkan studi di luar negeri adalah Aishah Prastowo. Ia adalah seorang pemudi asal Yogyakarta yang menjalani kuliah untuk jenjang S3 di University of Oxford yang berada di Inggris. Saat ini University of Oxford merupakan universitas terbaik di Inggris dan berada pada posisi 17 dalam 2015 World University Web Rankings menurut 4icu. Sementara itu pada QS World University Rankings 2015/2016 University of Oxford berada pada posisi 6. Peringkat-peringkat tersebut jelas menunjukkan kualitas dari University of Oxford yang saat ini menjadi tempat Aishah menempuh studi pada bidang Mikrofluida di Fakultas Ilmu Teknik. Ia menuturkan bahwa penelitian yang sedang ia lakukan untuk menyelesaikan studi S3-nya nanti adalah mengenai teknologi untuk bisa mentransfer dan juga memproses fluida atau cairan dengan volume yang sangat kecil. Sangat menyenangkan dan menakjubkan baginya untuk bisa melakukan penelitian tersebut di University of Oxford, Inggris.

Namun demikian ia juga mengatakan bahwa nantinya setelah selesai melakukan penelitian tersebut ia berencana untuk segera kembali ke Indonesia dan menjadi peneliti. Tujuan utamanya tentu adalah untuk bisa mengamalkan apa yang sudah ia dapatkan selama studinya di luar negeri. Ia juga mengatakan bahwa teknologi yang sekarang sedang ia teliti sebenarnya sudah berkembang dan bahkan digunakan dalam banyak penelitian Biologi, Kimia, dan Bioteknologi. Akan tetapi memang benar juga bahwa alat-alat yang digunakan dan pengoperasiannya sangat rumit. Oleh karena itu memang dibutuhkan tenaga yang sangat ahli dalam bidang tersebut. Bidang yang saat ini ia teliti tersebut menurutnya juga sudah sangat relevan jika diterapkan di Indonesia nantinya misalnya untuk membuat alat diagnostik penyakit yang murah dan terjangkau serta bahkan bisa dilakukan di kawasan pelosok tanpa teknologi laboratorium yang kompleks.

Sebelum melakukan studi penelitian untuk jenjang S3 di University of Oxford, Aishah Prastowo dulunya menempuh studi S1 di Universitas Gadjah Mada pada bidang Teknik Fisika yang kemudian dilanjutkan kuliah S2 di Universite Paris Descartes dalam bidang Pendekatan Interdisipliner untuk Ilmu Terapan. Melihat studi jenjang sebelumnya yang sudah diambil Aishah maka memang sudah sepantasnya jika ia bisa mendapatkan tempat untuk melakukan penelitian guna menyelesaikan studi jenjang S3 di University of Oxford, Inggris. Pada waktu kuliah S2 di Perancis Aishah juga pernah mengikuti kompetisi tingkat internasional pada bidang Biologi Sintetik yang diselenggarakan di MIT, Amerika Serikat dan bernama International Genetically Engineered Machine (IGEM).


Dengan pengalamannya yang sudah ia punya, Aishah yakin nantinya jika kembali ke Indonesia ia akan bisa menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak seperti UI, ITB, dan juga UGM tentunya dimana dulu ia menempuh studi jenjang sarjana dalam bidang Teknik Fisika. Meskipun demikian ia juga masih berkeinginan untuk mengambil studi atau penelitian postdoctoral jika memang ada kesempatan untuk hal itu. Jika ternyata tidak ada peluang baginya dalam mengambil studi postdoctoral maka ia akan langsung kembali ke Indonesia guna mencari posisi sebagai seorang peneliti di Indonesia.

Terkait keinginannya untuk kembali ke Indonesia dan menjadi peneliti untuk kemudian mengembangkan bidang yang sudah ia pelajari tersebut, muncul komentar yang justru menyarankannya untuk mencoba peruntungan di negara lain saja seperti Singapura misalnya atau bahkan Malaysia. Hal ini memang cenderung bisa dibenarkan karena memang faktanya di Indonesia sendiri banyak orang yang kreatif dan mampu melakukan berbagai penelitian atau bahkan penemuan namun yang sering terjadi justru mereka berakhir dengan menjadi tajuk utama di banyak berita yang menyatakan bahwa penelitiannya ditolak atau penemuannya tidak dianggap. Sudah banyak memang contoh kasusnya yang bisa dijadikan pertimbangan. Namun Aishah tetap teguh untuk nantinya kembali ke Indonesia dan mencoba menjadi peneliti di negeri sendiri saja. Ia sangat berharap untuk bisa memulainya dari diri sendiri dan nantinya akan ada yang mengikuti jejaknya untuk menjadi peneliti-peneliti di Indonesia.

Kaitannya dengan studi yang ia ambil di University of Oxford tersebut, Aishah Prastowo merupakan 1 dari 100 orang mahasiswa yang dalam periode yang sama mendapatkan kesempatan studi lanjutan di luar negeri tersebut. Total ada 50 nama universitas dimana 100 orang mahasiswa Indonesia melanjutkan studinya bersamaan dengan Aishah. Adalah pihak LPDP yang memberikan fasilitas pembiayaan bagi Aishah dan mahasiswa-mahasiswa lainnya tersebut melalui program Beasiswa Presiden Republik Indonesia untuk program magister dan doktor. Nah hal ini juga semakin membuktikan bahwa akses mahasiswa Indonesia untuk bisa kuliah di luar negeri tidak sulit. Dari pemerintah Indonesia sendiri ada beasiswa yang dikelola oleh LPDP yang bisa dijadikan pertimbangan pembiayaan seperti Aishah.

Sangat menyenangkan ketika mendapati cerita seperti Aishah Prastowo yang bisa melanjutkan studi di luar negeri bahkan mulai dari jenjang S2 kemudian S3. Kuncinya adalah pada kemauan dalam diri yang harus selalu dijaga agar semakin kuat seiring berjalannya waktu dan bukannya malah perlahan memudar lalu menghilang. Keinginan untuk nantinya berguna dan berperan dalam memajukan bangsa Indonesia juga bisa dijadikan sebagai satu pelecut ketika berniat melanjutkan studi di luar negeri. Fakta bahwa kualitas pendidikan di luar negeri khususnya di negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat lebih baik dari Indonesia adalah satu alasan kuat kenapa kuliah di luar negeri itu wajib diperjuangkan.


University of Oxford sebagai universitas dimana seorang mahasiswa asal Yogyakarta, Indonesia yang bernama Aishah Prastowo menempuh studi S3 memang terdengar sangat luar biasa susah untuk ditembus seleksinya. Namun, Aishah sudah membuktikan bahwa ia mampu melakukannya. Ini berarti bahwa kamu juga pasti mampu melakukannya. Selain itu ada juga nama-nama lain dari mahasiswa Indonesia yang berhasil melanjutkan studi di berbagai kampus ternama di luar negeri. Sudah saatnya kamu mulai merencanakan tujuan studimu di luar negeri nantinya agar kamu bisa memulai segala prosesnya segera. Persiapan yang matang akan sangat mendukung kemauan yang kuat untuk kamu bisa kuliah di luar negeri pada akhirnya. Tetap semangat dan semoga berhasil!

Share on Google Plus

About Berkuliah Indonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.